ASUHAN KEPERAWATAN
KLIEN DENGAN PENYAKIT
KRITIS
PENGERTIAN
 Pengertian Kritis: Suatu Keadaan
Penyakit Kritis dimana Memungkinkan
sekali klien meninggal.
 Contoh : Gangguan Kesadaran ( coma )
 Ca.Stadium Lanjut
MACAM-MACAM KRITIS
ADAPUN YANG DPT DIKATEGORIKAN
SBG PENYAKIT KRITIS ADALAH
 Penyakit-penyakit Kanker Stadium Lanjut
 AIDS
 Kecelakaan fatal
 Gagal ginjal
PROSES TERJADINYA KRISIS
MENURUT STUART DAN SUNDEEN
 Fase 1
 Timbul ketegangan atau anxietas
individu menggunakan koping yg biasa dipakai
( jika tdk efektif) Anxietas meninggi.
Respon pemecahan biasa ( jika tdk berhasil)
Anxietas menaik All koping dikerahkan mcri
koping baru .( jika tetap tdk efektif) Anxietas
berat /panik Disorganisasi psikologis Minta
bantuan tenaga profesional . Penghentian usaha
Gangguan Orientasi Realita
INTERVENSI KEPERAWATAN DAN
MANAJEMEN STRESS PADA KLIEN
KRITIS
 Beri kesempatan pada klien untuk
mengungkapkan perasaan cemas,marah,frustasi
dan defresi.
 Bantu klien untuk menggunakan koping yang
konstruktif,
 Berikan informasi secara benar dan jujur.
 Memberikan perasaan klien bahwa perawat ada
disampingnya dan siap utk membantu,sikap
perawat yang hangat,menerima,empati serta
penuh perhatian akan menawarkan dukungan
bagi klien.
CONTOH KASUS
 Nyonya B datang berobat kepoliklinik kebidanan
disuatu rumah sakit dengan keluhan perdarahan
yang banyak dari vaginanya,klien mengatakan
bahwa perdarahan ini sdh lama dan sudah tidak
cukup uang untuk berobat kerumah sakit,klien
mengatakan berat badannya cepat
menurun,tidak ada nafsu makan,klien tampak
pucat,ekspresi wajah sedih dan murung.Tanda –
tanda Vital seperti TD 100/70 mmhg,nadi 40
kl/mnt,pernafasan 16 kl/mnt dan suhu tubuh 37
derajat celcius.Dari hasil pemeriksaan medis di
dapatkan klien menderita kanker rahim stadium
IV B ,Tindakan medis yang akan di lakukan
adalah Kemoterapi.
PENGKAJIAN
.Data Subyektif.
-. Klien mengatakan perdarahan sdh lama.
-. Sdh berobat ke puskesmas dan pengobatan
alternatif.
-. Klien mengatakan tdk cukup uang utk berobat
ke Rumah sakit.
-. Klien mengatakan berat badannya cepat turun
-. Klien mengatakan tidak ada nafsu makan.
PENGKAJIAN
 Data Obyektif
-. Pucat,Anemis,
-. Ekpresi wajah tampak sedih dan murung
-. Klien tidak mau bicara
-. Klien Tampak Shock mendengar penyakitnya.
-. TD 100/70 mmhg
-. Nadi 40 kl/mnt
-. Pernafasan 12 kl/mnt
-. Temperatur 37 derajat celcius
PERUMUSAN DIAGNOSA
KEPERAWATAN
 Antisipasi berduka
 Isolasi sosial menarik diri
 Ansietas/cemas
PERENCANAAN KEPERAWATAN
TUJUAN PERAWATAN PADA KLIEN
 Klien dapat menerima keadaan /realitas dirinya
saat ini.
 Membantu klien untuk hidup lebih nyaman
menjelang kematiannya.
INTERVENSI KEPERAWATAN YANG
DILAKUKAN ADALAH :
1. Ajak klien untuk selalu berdoa sesuai
dengan keyakinannya agar hatinya
menjadi tenang menghadapi kondisinya.
2. Lakukan distraksi yaitu mengalihkan
perhatiannya dengan menanyakan
masa-masa bahagianya.
3. Tanyakan hobinya,dan berikan buku
bacaan kesenangannya,
4. Motivasi klien utk menceritakan
kesuksesan2 yg diraih oleh anak2nya,
5. Anjurkan klg utk sll menemani klien.
6. Tanyakan pada klien apa2 yg diinginkan
sebelum kematiannya,
EVALUASI KEPERAWATAN
Apakah klien mau berdoa.
Klien mau membaca buku-buku kesenangannya,
Keluarga selalu menemani klien.
Askep kritis
Askep kritis
Askep kritis
Askep kritis
Askep kritis
Askep kritis
Askep kritis
Askep kritis
Askep kritis
Askep kritis
Askep kritis

Askep kritis

  • 1.
  • 2.
    PENGERTIAN  Pengertian Kritis:Suatu Keadaan Penyakit Kritis dimana Memungkinkan sekali klien meninggal.  Contoh : Gangguan Kesadaran ( coma )  Ca.Stadium Lanjut
  • 3.
    MACAM-MACAM KRITIS ADAPUN YANGDPT DIKATEGORIKAN SBG PENYAKIT KRITIS ADALAH  Penyakit-penyakit Kanker Stadium Lanjut  AIDS  Kecelakaan fatal  Gagal ginjal
  • 4.
    PROSES TERJADINYA KRISIS MENURUTSTUART DAN SUNDEEN  Fase 1  Timbul ketegangan atau anxietas individu menggunakan koping yg biasa dipakai ( jika tdk efektif) Anxietas meninggi. Respon pemecahan biasa ( jika tdk berhasil) Anxietas menaik All koping dikerahkan mcri koping baru .( jika tetap tdk efektif) Anxietas berat /panik Disorganisasi psikologis Minta bantuan tenaga profesional . Penghentian usaha Gangguan Orientasi Realita
  • 5.
    INTERVENSI KEPERAWATAN DAN MANAJEMENSTRESS PADA KLIEN KRITIS  Beri kesempatan pada klien untuk mengungkapkan perasaan cemas,marah,frustasi dan defresi.  Bantu klien untuk menggunakan koping yang konstruktif,  Berikan informasi secara benar dan jujur.  Memberikan perasaan klien bahwa perawat ada disampingnya dan siap utk membantu,sikap perawat yang hangat,menerima,empati serta penuh perhatian akan menawarkan dukungan bagi klien.
  • 6.
    CONTOH KASUS  NyonyaB datang berobat kepoliklinik kebidanan disuatu rumah sakit dengan keluhan perdarahan yang banyak dari vaginanya,klien mengatakan bahwa perdarahan ini sdh lama dan sudah tidak cukup uang untuk berobat kerumah sakit,klien mengatakan berat badannya cepat menurun,tidak ada nafsu makan,klien tampak pucat,ekspresi wajah sedih dan murung.Tanda – tanda Vital seperti TD 100/70 mmhg,nadi 40 kl/mnt,pernafasan 16 kl/mnt dan suhu tubuh 37 derajat celcius.Dari hasil pemeriksaan medis di dapatkan klien menderita kanker rahim stadium IV B ,Tindakan medis yang akan di lakukan adalah Kemoterapi.
  • 7.
    PENGKAJIAN .Data Subyektif. -. Klienmengatakan perdarahan sdh lama. -. Sdh berobat ke puskesmas dan pengobatan alternatif. -. Klien mengatakan tdk cukup uang utk berobat ke Rumah sakit. -. Klien mengatakan berat badannya cepat turun -. Klien mengatakan tidak ada nafsu makan.
  • 8.
    PENGKAJIAN  Data Obyektif -.Pucat,Anemis, -. Ekpresi wajah tampak sedih dan murung -. Klien tidak mau bicara -. Klien Tampak Shock mendengar penyakitnya. -. TD 100/70 mmhg -. Nadi 40 kl/mnt -. Pernafasan 12 kl/mnt -. Temperatur 37 derajat celcius
  • 9.
    PERUMUSAN DIAGNOSA KEPERAWATAN  Antisipasiberduka  Isolasi sosial menarik diri  Ansietas/cemas
  • 10.
    PERENCANAAN KEPERAWATAN TUJUAN PERAWATANPADA KLIEN  Klien dapat menerima keadaan /realitas dirinya saat ini.  Membantu klien untuk hidup lebih nyaman menjelang kematiannya.
  • 11.
  • 12.
    1. Ajak klienuntuk selalu berdoa sesuai dengan keyakinannya agar hatinya menjadi tenang menghadapi kondisinya. 2. Lakukan distraksi yaitu mengalihkan perhatiannya dengan menanyakan masa-masa bahagianya. 3. Tanyakan hobinya,dan berikan buku bacaan kesenangannya, 4. Motivasi klien utk menceritakan kesuksesan2 yg diraih oleh anak2nya, 5. Anjurkan klg utk sll menemani klien. 6. Tanyakan pada klien apa2 yg diinginkan sebelum kematiannya,
  • 13.
    EVALUASI KEPERAWATAN Apakah klienmau berdoa. Klien mau membaca buku-buku kesenangannya, Keluarga selalu menemani klien.