Sosiologi
Oleh : Arvin Siregar
                       Next
NILAI DAN NORMA SOSIAL




  Materi          Soal


              Daftar Pusaka
Contoh Soal
NILAI DAN NORMA SOSIAL

                     NILAI DAN NORMA SOSIAL




PENGERTIAN NILAI SOSIAL                TOLOK UKUR NILAI SOSIAL




JENIS-JENIS NILAI SOSIAL                      DAYA IKAT NORMA
Back                                                                  Next

              Nilai dan Norma Sosial

Di dalam masyarakat manusia selau ada, dan selalu dimungkinkan adanya,
apa yang disebut double reality yaitu :
1. Sistem fakta, yaitu sistem yang tersusun atas segala apa yang senyatanya
     di dalam kenyataan ada.
2. Dan di lain pihak ada sistem normatif, yaitu sistem yang berada di dalam
     mental yang membayangkan segala apa yang seharusnya ada.
Kedua sistem tersebut bukan dua realitas yang identik namun keduanya tidak
saling berpisahan dan keduanya ada pertalian yang erat.




Materi    Contoh Soal    Soal      Daftar Pustaka
Back                                                    Next

             Nilai dan Norma Sosial

       Pertama-tama, sistem fakta berfungsi sebagai
determinan sistem normatif. Artinya, bahwa apa yang
dibayangkan di dalam mental sebagai suatu keharusan itu
sesungguhnya adalah selalu sesuatu yang di alam kenyataan
merupakan sesuatu yang betul-betul ada, dan atau mungkin ada.
Norma atau keharusan selalu dipertimbangkan dalam kenyataan
dan mempertimbangkan pula segala kemungkinan yang ada di
dalam situasi fakta.




Materi   Contoh Soal   Soal   Daftar Pustaka
Back

             Nilai dan Norma Sosial


       Sementara itu, di lain pihak sistem normatif pun
pada gantinya balik mempengaruhi sistem fakta
(kenyataan). Di dalam hal ini, wujud dan bentuk
perilaku-perilaku kultural yang di alam kenyataan
ditentukan oleh pola-pola kultural yang telah diketahui
di dalam mental sebagai keharusan-keharusan yang
harus dikerjakan.

Materi   Contoh Soal   Soal   Daftar Pustaka
Back

         PENGERTIAN NILAI SOSIAL

Nilai merupakan sesuau yang baik, yang diinginkan, dicita-citakan dan
dianggap penting oleh warga masyarakat. Nilai terbentuk dari apa yang benar,
pantas, dan luhur untuk dikerjakan dan diperhatikan. Nilai bukanlahkeinginan,
melainkan apa yang diinginkan, jadi bersifat subjektif.

Selain itu nilai juga bersifat relatif karena apa yang menurut kita sudah benar
dan baik belum tentu disebut nilai. Penentuan suatu nilai harus didasarkan
pada pandangan dan ukuran orang banyak.




Materi     Contoh Soal    Soal       Daftar Pustaka
Back

         TOLOK UKUR NILAI SOSIAL

Tolok ukur nilai sosial adalah daya guna fungsional suatu nilai
dan kesungguhan penghargaan, penerimaan atau pengakuan
yang diberikan oleh seluruh atau sebagian besar masyarakat
terhadap nilai sosial tersebut, sehingga harus memenuhi syarat :

• Penghargaan itu harus diberikan dan disetujui oleh seluruh
  atau sebagian besar anggota masyarakat.
• Tolok ukur itu harus diterima sungguh-sungguh oleh
  masyarakat, minimal oleh sebagian besar.


Materi   Contoh Soal   Soal   Daftar Pustaka
Back                                                          Next

         JENIS-JENIS NILAI SOSIAL

Menurut Prof. Dr. Notonagoro, nilai dapat dibagi atas tiga jenis:

 Nilai material, segala benda yang berguna bagi manusia
 Nilai vital, segala sesuatu yang berguna bagi manusia untuk
  dapat hidup dan mengadakan kegiatan atau aktivitas.
 Nilai spiritual, segala sesuatu yang berguna bagi rohani
  manusia ; nilai kebenaran(logika), nilai keindahan(estetika),
  nilai moral (etika), nilai religius.



Materi   Contoh Soal   Soal    Daftar Pustaka
Back

          JENIS-JENIS NILAI SOSIAL

          Norma merupakan konstruksi-konstruksi imajinasi (artinya, suatu
konstruksi yang hanya ada karena dibayangkan di dalam pikiran-pikiran) dan
banyak dipengaruhi oleh daya kreatif mental, namun norma-norma ini-
sebagai norma, atau keharusan, yang bertujuan merealisasi imajinasi mental
ke wujud-wujud konkret di alam kenyataan-haruslah memahami betul-betul
alam realita dan fakta sehingga memberikan efek di alam kenyataan.
          Menurut M. Sitorus, norma adalah kadiah atau aturan berbuat dan
berkelakuan yang dibenarkan untuk mewujudkan cita-cita. Singkatnya
bilanilai merupakan pola kelakuan yang diinginkan, maka norma dapat
disebut sebaga cara-cara kelakuan sosial yang disetujui untuk mencapai nilai
tersebut.



Materi     Contoh Soal   Soal       Daftar Pustaka
Back                                                                  Next

                  DAYA IKAT NORMA

Norma-norma yang ada di dalam masyarakat mempunyai kekuatan mengikat
yang berbeda-beda. Berdasarkan daya ikat norma dibedakan :

 Cara (usge). Cara menunjuk pada suatu bentuk perbuatan yang
  mempunyai daya ikat yang sangat lemah.
 Kebiasaan (folkways). Diterjemahkan menurut arti kata-
  katanya,folkways itu berarti tata cara (ways) yang lazim dikerjakan atau
  diikuti oleh rakyat kebanyakan (folk). Folkways merupakan norma-norma
  sosial yang terlahir dari adanya pola-pola perilaku yang selalu diikuti
  oleh orang-orang kebanyakan-di dalam hidup mereka sehari-harinya –
  karena dipandang sebagai suatu hal yang lazim.


Materi    Contoh Soal    Soal      Daftar Pustaka
Back                                           Next

                 DAYA IKAT NORMA

  Folkways kebanyakan dianut orang di dalam batas-
batas kelompok tertentu. Ancaman-ancaman sanksi
terhadap pelanggaran-pelanggaranfolkways pun hanya
akan datang dari kelompok-kelompok tertentu saja.
Oleh karena itu maka sanksi-sanksi informal yang
mempertahankanfolkways sering kali terbutki tidak
efektif kalau ditunjukkan kepada orang-orang yang
tidakmenjadi warga penuh dari kelompok
pendukung folkwaysitu.
Materi   Contoh Soal   Soal   Daftar Pustaka
Back                                                                Next

                  DAYA IKAT NORMA

 Tata kelakuan (Mores). Apabila kebiasaan tersebut tidak semata-mata
  dianggap sebagai cara perilaku saja, tetapi diterima sebagai norma
  pengatur maka kebiasaan tadi menjadi tata kelakuan. Dibandingkan
  dengan norma-norma folkways yang biasanya dipandang relatif kurang
  begitu penting-dan oleh karenanya dipertahankan oleh ancaman-ancaman
  sanksi yang tidak seberapa keras-maka apa yang disebutmores itu
  dipandang lebih esensial bagi terjaminnya kesejahteraan masyarakat. Oleh
  karena itu selalu dipertahankan oleh ancaman-ancaman sanksi yang jauh
  lebih keras. Pelanggaran terhadap moresselalu disesali dengan sanat, dan
  orang selalu berusaha dengan amat kerasnya agar mores tidak dilanggar.




Materi    Contoh Soal   Soal      Daftar Pustaka
Back                                                                          Next

                    DAYA IKAT NORMA
 Mores sering dirumuskan di dalam bentuk negatif, berupa sebuah larangan
keras. Mores yang dirumuskan di dalam bentuk larangan ini disebut tabu. Sebagai
contoh tabu ini, misalnya adalah larangan incest,yaitu larangan perkawinan antara
orang-orang yang dipandang masih berdarah dekat.
 Hukum. Hukum adalah aturan tertulis maupun tidak tertulis yang berisi perintah
    atau larangan yang memaksa dan yang akan memberikan sanksi yang tegas bagi
    setiap orang yang melanggarnya. Berbeda halnya dengan folkways dan mores,
    pada hukum didapati adanya organisasi-politik khususnya, yang secara formal dan
    berprosedur bertugas memaksakan ditaatinya kaidah-kaidah sosial yang berlaku.
    Inilah organisasi yang lazim dikenal dengan nama badan peradilan. Apabila
    suatu mores memerlukan kekuatan organisasi peradilan semacam itu agar
    penataannya bisa dijamin, maka sesegera itu pula mores itu telah bida dipandang
    sebagai hukum.



Materi      Contoh Soal     Soal       Daftar Pustaka
Back

                 DAYA IKAT NORMA


Di sisi lain, karena mores itu tak lain adalah kaidah-
kaidah yang tak tertulis, maka hukum yang dijadikan
darimores-dengan ditunjang oleh wibawa suatu
struktur kekuasaan politik-ini pun lalu merupakan
hukum yang tak tertulis (atau lazim dinamakan hukum
adat, customary law).



Materi   Contoh Soal   Soal   Daftar Pustaka
Back                                                                   Next

                                 Soal

1. Ilmu yang didasarkan pada teori-teori yang sudah ada kemudian diperbaiki,
diperluas dan diperhalus adalah ilmu yang bersifat….
a. empiris
b. teoritis
c. kumulatif
d. non Etis
e. sosial




Materi    Contoh Soal    Soal      Daftar Pustaka
Back                                                  Next

                                     Soal

2. Objek kajian sosiologi adalah …
a. Lembaga masyarakat
b. masyarakat
c. lembaga sosial
d. organisasi sosial
e. dinamika sosial




Materi     Contoh Soal    Soal       Daftar Pustaka
Back                                                Next

                                 Soal

3. Ruang lingkup sosiologi adalah …
a. sama dengan ilmu-ilmu sosial yang lain
b. lebih sempit dibanding ilmu sosial yang lain
c. lebih luas daripada ilmu sosial yang lain
d. tidak menentu kadang lebih luas, kadang tidak
e. tergantung subjek yang menggunakannya




Materi    Contoh Soal    Soal      Daftar Pustaka
Back

                                     Soal

4. Berikut ini adalah ciri-ciri interaksi sosial, kecuali
a. Jumlah pelakunya dua orang atau lebih
b. Adanya komunikasi antara para pelaku
c. Menggunakan simbol-simbol tertentu
d. Adanya dimensi waktu menentukan sifat interaksi
e. Adanya suatu tujuan yang hendak dicapai




Materi      Contoh Soal     Soal       Daftar Pustaka
Back

                        Contoh Soal

5. Tipe tindakan afektif adalah seperti terdapat dalam contoh berikut…
a. Masyarakat Indonesia merasa iba ketika Ibu Tien Soeharto meninggal dunia
b. Para tokoh agama mengharapkan adanya kerukunan antar umat agama
c. Pemerintah membangun tempat untuk berbagi umat beragama
d. Umat beragama melaksanakan berbagai ibadat
e. Berjabat tangan dengan menggunakan tangan kanan

Jawaban : B




Materi    Contoh Soal    Soal      Daftar Pustaka
Back

                       Daftar Pustaka

NILAI DAN NORMA SOSIAL.Ilmu
Pendidikan . (Online), Jilid 4, No. 3,
(http://pascaldaddy512.wordpress.co
m, diakses 3 Febuari 2013)



Materi   Contoh Soal    Soal   Daftar Pustaka

Arvin siregar xii ips 1

  • 1.
  • 2.
    NILAI DAN NORMASOSIAL Materi Soal Daftar Pusaka Contoh Soal
  • 3.
    NILAI DAN NORMASOSIAL NILAI DAN NORMA SOSIAL PENGERTIAN NILAI SOSIAL TOLOK UKUR NILAI SOSIAL JENIS-JENIS NILAI SOSIAL DAYA IKAT NORMA
  • 4.
    Back Next Nilai dan Norma Sosial Di dalam masyarakat manusia selau ada, dan selalu dimungkinkan adanya, apa yang disebut double reality yaitu : 1. Sistem fakta, yaitu sistem yang tersusun atas segala apa yang senyatanya di dalam kenyataan ada. 2. Dan di lain pihak ada sistem normatif, yaitu sistem yang berada di dalam mental yang membayangkan segala apa yang seharusnya ada. Kedua sistem tersebut bukan dua realitas yang identik namun keduanya tidak saling berpisahan dan keduanya ada pertalian yang erat. Materi Contoh Soal Soal Daftar Pustaka
  • 5.
    Back Next Nilai dan Norma Sosial Pertama-tama, sistem fakta berfungsi sebagai determinan sistem normatif. Artinya, bahwa apa yang dibayangkan di dalam mental sebagai suatu keharusan itu sesungguhnya adalah selalu sesuatu yang di alam kenyataan merupakan sesuatu yang betul-betul ada, dan atau mungkin ada. Norma atau keharusan selalu dipertimbangkan dalam kenyataan dan mempertimbangkan pula segala kemungkinan yang ada di dalam situasi fakta. Materi Contoh Soal Soal Daftar Pustaka
  • 6.
    Back Nilai dan Norma Sosial Sementara itu, di lain pihak sistem normatif pun pada gantinya balik mempengaruhi sistem fakta (kenyataan). Di dalam hal ini, wujud dan bentuk perilaku-perilaku kultural yang di alam kenyataan ditentukan oleh pola-pola kultural yang telah diketahui di dalam mental sebagai keharusan-keharusan yang harus dikerjakan. Materi Contoh Soal Soal Daftar Pustaka
  • 7.
    Back PENGERTIAN NILAI SOSIAL Nilai merupakan sesuau yang baik, yang diinginkan, dicita-citakan dan dianggap penting oleh warga masyarakat. Nilai terbentuk dari apa yang benar, pantas, dan luhur untuk dikerjakan dan diperhatikan. Nilai bukanlahkeinginan, melainkan apa yang diinginkan, jadi bersifat subjektif. Selain itu nilai juga bersifat relatif karena apa yang menurut kita sudah benar dan baik belum tentu disebut nilai. Penentuan suatu nilai harus didasarkan pada pandangan dan ukuran orang banyak. Materi Contoh Soal Soal Daftar Pustaka
  • 8.
    Back TOLOK UKUR NILAI SOSIAL Tolok ukur nilai sosial adalah daya guna fungsional suatu nilai dan kesungguhan penghargaan, penerimaan atau pengakuan yang diberikan oleh seluruh atau sebagian besar masyarakat terhadap nilai sosial tersebut, sehingga harus memenuhi syarat : • Penghargaan itu harus diberikan dan disetujui oleh seluruh atau sebagian besar anggota masyarakat. • Tolok ukur itu harus diterima sungguh-sungguh oleh masyarakat, minimal oleh sebagian besar. Materi Contoh Soal Soal Daftar Pustaka
  • 9.
    Back Next JENIS-JENIS NILAI SOSIAL Menurut Prof. Dr. Notonagoro, nilai dapat dibagi atas tiga jenis:  Nilai material, segala benda yang berguna bagi manusia  Nilai vital, segala sesuatu yang berguna bagi manusia untuk dapat hidup dan mengadakan kegiatan atau aktivitas.  Nilai spiritual, segala sesuatu yang berguna bagi rohani manusia ; nilai kebenaran(logika), nilai keindahan(estetika), nilai moral (etika), nilai religius. Materi Contoh Soal Soal Daftar Pustaka
  • 10.
    Back JENIS-JENIS NILAI SOSIAL Norma merupakan konstruksi-konstruksi imajinasi (artinya, suatu konstruksi yang hanya ada karena dibayangkan di dalam pikiran-pikiran) dan banyak dipengaruhi oleh daya kreatif mental, namun norma-norma ini- sebagai norma, atau keharusan, yang bertujuan merealisasi imajinasi mental ke wujud-wujud konkret di alam kenyataan-haruslah memahami betul-betul alam realita dan fakta sehingga memberikan efek di alam kenyataan. Menurut M. Sitorus, norma adalah kadiah atau aturan berbuat dan berkelakuan yang dibenarkan untuk mewujudkan cita-cita. Singkatnya bilanilai merupakan pola kelakuan yang diinginkan, maka norma dapat disebut sebaga cara-cara kelakuan sosial yang disetujui untuk mencapai nilai tersebut. Materi Contoh Soal Soal Daftar Pustaka
  • 11.
    Back Next DAYA IKAT NORMA Norma-norma yang ada di dalam masyarakat mempunyai kekuatan mengikat yang berbeda-beda. Berdasarkan daya ikat norma dibedakan :  Cara (usge). Cara menunjuk pada suatu bentuk perbuatan yang mempunyai daya ikat yang sangat lemah.  Kebiasaan (folkways). Diterjemahkan menurut arti kata- katanya,folkways itu berarti tata cara (ways) yang lazim dikerjakan atau diikuti oleh rakyat kebanyakan (folk). Folkways merupakan norma-norma sosial yang terlahir dari adanya pola-pola perilaku yang selalu diikuti oleh orang-orang kebanyakan-di dalam hidup mereka sehari-harinya – karena dipandang sebagai suatu hal yang lazim. Materi Contoh Soal Soal Daftar Pustaka
  • 12.
    Back Next DAYA IKAT NORMA Folkways kebanyakan dianut orang di dalam batas- batas kelompok tertentu. Ancaman-ancaman sanksi terhadap pelanggaran-pelanggaranfolkways pun hanya akan datang dari kelompok-kelompok tertentu saja. Oleh karena itu maka sanksi-sanksi informal yang mempertahankanfolkways sering kali terbutki tidak efektif kalau ditunjukkan kepada orang-orang yang tidakmenjadi warga penuh dari kelompok pendukung folkwaysitu. Materi Contoh Soal Soal Daftar Pustaka
  • 13.
    Back Next DAYA IKAT NORMA  Tata kelakuan (Mores). Apabila kebiasaan tersebut tidak semata-mata dianggap sebagai cara perilaku saja, tetapi diterima sebagai norma pengatur maka kebiasaan tadi menjadi tata kelakuan. Dibandingkan dengan norma-norma folkways yang biasanya dipandang relatif kurang begitu penting-dan oleh karenanya dipertahankan oleh ancaman-ancaman sanksi yang tidak seberapa keras-maka apa yang disebutmores itu dipandang lebih esensial bagi terjaminnya kesejahteraan masyarakat. Oleh karena itu selalu dipertahankan oleh ancaman-ancaman sanksi yang jauh lebih keras. Pelanggaran terhadap moresselalu disesali dengan sanat, dan orang selalu berusaha dengan amat kerasnya agar mores tidak dilanggar. Materi Contoh Soal Soal Daftar Pustaka
  • 14.
    Back Next DAYA IKAT NORMA Mores sering dirumuskan di dalam bentuk negatif, berupa sebuah larangan keras. Mores yang dirumuskan di dalam bentuk larangan ini disebut tabu. Sebagai contoh tabu ini, misalnya adalah larangan incest,yaitu larangan perkawinan antara orang-orang yang dipandang masih berdarah dekat.  Hukum. Hukum adalah aturan tertulis maupun tidak tertulis yang berisi perintah atau larangan yang memaksa dan yang akan memberikan sanksi yang tegas bagi setiap orang yang melanggarnya. Berbeda halnya dengan folkways dan mores, pada hukum didapati adanya organisasi-politik khususnya, yang secara formal dan berprosedur bertugas memaksakan ditaatinya kaidah-kaidah sosial yang berlaku. Inilah organisasi yang lazim dikenal dengan nama badan peradilan. Apabila suatu mores memerlukan kekuatan organisasi peradilan semacam itu agar penataannya bisa dijamin, maka sesegera itu pula mores itu telah bida dipandang sebagai hukum. Materi Contoh Soal Soal Daftar Pustaka
  • 15.
    Back DAYA IKAT NORMA Di sisi lain, karena mores itu tak lain adalah kaidah- kaidah yang tak tertulis, maka hukum yang dijadikan darimores-dengan ditunjang oleh wibawa suatu struktur kekuasaan politik-ini pun lalu merupakan hukum yang tak tertulis (atau lazim dinamakan hukum adat, customary law). Materi Contoh Soal Soal Daftar Pustaka
  • 16.
    Back Next Soal 1. Ilmu yang didasarkan pada teori-teori yang sudah ada kemudian diperbaiki, diperluas dan diperhalus adalah ilmu yang bersifat…. a. empiris b. teoritis c. kumulatif d. non Etis e. sosial Materi Contoh Soal Soal Daftar Pustaka
  • 17.
    Back Next Soal 2. Objek kajian sosiologi adalah … a. Lembaga masyarakat b. masyarakat c. lembaga sosial d. organisasi sosial e. dinamika sosial Materi Contoh Soal Soal Daftar Pustaka
  • 18.
    Back Next Soal 3. Ruang lingkup sosiologi adalah … a. sama dengan ilmu-ilmu sosial yang lain b. lebih sempit dibanding ilmu sosial yang lain c. lebih luas daripada ilmu sosial yang lain d. tidak menentu kadang lebih luas, kadang tidak e. tergantung subjek yang menggunakannya Materi Contoh Soal Soal Daftar Pustaka
  • 19.
    Back Soal 4. Berikut ini adalah ciri-ciri interaksi sosial, kecuali a. Jumlah pelakunya dua orang atau lebih b. Adanya komunikasi antara para pelaku c. Menggunakan simbol-simbol tertentu d. Adanya dimensi waktu menentukan sifat interaksi e. Adanya suatu tujuan yang hendak dicapai Materi Contoh Soal Soal Daftar Pustaka
  • 20.
    Back Contoh Soal 5. Tipe tindakan afektif adalah seperti terdapat dalam contoh berikut… a. Masyarakat Indonesia merasa iba ketika Ibu Tien Soeharto meninggal dunia b. Para tokoh agama mengharapkan adanya kerukunan antar umat agama c. Pemerintah membangun tempat untuk berbagi umat beragama d. Umat beragama melaksanakan berbagai ibadat e. Berjabat tangan dengan menggunakan tangan kanan Jawaban : B Materi Contoh Soal Soal Daftar Pustaka
  • 21.
    Back Daftar Pustaka NILAI DAN NORMA SOSIAL.Ilmu Pendidikan . (Online), Jilid 4, No. 3, (http://pascaldaddy512.wordpress.co m, diakses 3 Febuari 2013) Materi Contoh Soal Soal Daftar Pustaka