KELOMPOK 7: 1. ARSYAL MUSHAWWIR
            2. DIO AFFAN
            3. FATIMAH PUTRI A
            4. REYTASARI AZURA P
 Arthropoda berasal dari bahasa
  Latin, arthros artinya ruas atau buku; podos
  artinya kaki
 Artinya hewan Arthropoda memiliki ciri
  utama kaki yang beruas-ruas dan berbuku-
  buku
 Sifat hidup ada yang
  parasit, heterotropik, dan hidup secara
  bebas
 Dinding Tubuh Arthropoda bersimetri bilateral
  dan digolongkan ke dalam triploblastik
  selomata
 Umumnya pembagian tubuh Arthropoda dibagi
  menjadi kepala (caput), dada (toraks), dan perut
  (abdomen).
 Tubuh Arthropoda dilindungi oleh rangka luar
  (eksoskeleton) keras yang terbuat dari bahan kitin
 Sistem pencernaan Arthropoda lengkap terdiri
  dari mulut, kerongkongan, usus dan anus
 Arthropoda berespirasi dengan bermacam-macam
  alat respirasi sesuai dengan jenisnya, contohnya
  dengan trakea (pada Insecta/serangga), paru-paru
  buku (pada Arachnida), dan seluruh permukaan
  tubuh (pada beberapa Crustacea tingkat rendah)
 Sistem eksresi Arthropoda berupa pembuluh
  malphigi atau kelenjar hijau
 Hasil pernapasan yaitu oksigen dan karbondiksida
  serta hasil pencernaan diedarkan oleh sistem
  peredaran darah terbuka
 Sistem peredaran ini terdiri dari jantung,
  pembuluh darah pendek, dan ruang disekitar
  organ tubuh yang disebut sinus atau hemosol.
  Darah Arthropoda disebut juga hemolimfa. Darah
  tersebut tidak mengandung hemoglobin, tetapi
  mengandung hemocianin
 Sistem saraf dinamakan sistem saraf
 tangga tali karena terdiri atas dua
 ganglion dorsal yang memiliki dua
 saraf tepi.
 Setiap saraf tepi dihubungkan oleh
 saraf melintang sehingga merupakan
 tangga tali
 Pada tiap-tiap segmen tubuh Arthopoda ada yang
  dilengkapi alat gerak dan ada juga yang tidak
  dilengkapi alat gerak.
 Contohnya pada sistem gerak serangga
  (insecta), didukung oleh kutikula yang berfungsi
  menjadi tempat melekatnya otot, yang berguna
  sebagai alat gerak.
 Otot serangga merupakan otot serat lintang yang
  susunannya sangat kompleks. Otot ini diperlukan
  untuk melakukan gerakan yang cepat.
A. Reproduksi Seksual
 Reproduksi secara seksual dengan fertilisasi antara
  sperma dan ovum
 Arthropoda memiliki alat kelamin terpisah dengan
  fertilisasi internal

B. Reproduksi Aseksual
 Reproduksi secara aseksual dapat terjadi secara
  partenogenesis dan paedogenesis
 Partenogenesis adalah tipe perkawinan dimana
  organisme baru berasal dari sel telur yang tidak
  dibuahi, misalnya pada lebah
 Paedogenesis adalah tipe perkawinan di mana
  organisme baru berasal dari perkembangan dari
  individu muda misalnya dari larva
 Ciri lainnya pada Arthropoda sebagian spesiesnya
  mengalami metamorfosis
7. PERBEDAAN PADA KLASIFIKASI ARTHROPODA
Perbedaan   Arachnida      Crustaceae           Diplopoda Chilopoda         Insecta

Pembagian   Cephalotorax   Cephalotorax         Kepala dan    Kepala dan    Kepala,
badan       dan abdomen    dan abdomen          badan         badan         thorax,
                                                                            dan
                                                                            abdomen
Sayap       Tidak ada      Tidak ada            Tidak ada     Tidak ada     Biasanya 2
                                                                            pasang

Kaki        Empat pasang   Banyak               Banyak,       Banyak,       Tiga
                           biasanya 5           biasanya      sepasang      pasang di
                           pasang atau          dua pasang    tiap segmen   bagian
                           lebih                tiap                        thorax
                                                segmen
Antena      Tidak ada      2 pasang             sepasang      sepasang      sepasang
Alat        Paru-paru      Insang atau          trakea        trakea        trakea
respirasi                  permukaan
                           tubuh
Habitat     terrestrial    air laut/tawar,      terrestrial   terrestrial   terrestrial
                           jarang terrestrial
Arthropoda diklasifikasikan menjadi 4
yaitu:
 Insecta
 Crustacea
 Arachnida
 Myriapoda
GAMBAR KLASIFIKASI
  ARTHROPODA
1. Tubuh Crustacea terdiri atas
   cephalotorax (kepala dan dada menjadi
   satu) serta abdomen (perut)
2. Tubuh bagian kepala sering dilindungi
   oleh kulit keras yang disebut karapaks
3. Kaki terbagi menjadi pereiopods (kaki
   untuk jalan) dan maxillipeds (kaki
   untuk makan)
4. Tidak memiliki sayap
5.  Memiliki sepasang antenna, sepasang maksilla dan
    maksiliped yang berfungsi untuk menyaring
    makanan dan menghantarkan makanan ke mulut
6. Alat respirasi berupa insang
7. Habitat: sebagian besar di air tawar dan air laut,
    hanya sedikit yang hidup di darat
8. Mempunyai statocyst di dasar ruas antenulla
    sebagai alat keseimbangan
9. Sistem pencernaan: mulut -> kerongkongan ->
    lambung -> usus -> anus
10. Sistem sirkulasi: sistem peredaran terbuka karena
    beredar tanpa menggunakan pembuluh darah
    dimana jantung terletak di dekat dorsum
11. Sistem ekskresi: Sisa metabolisme dikeluarkan
    melalui kelenjar hijau
12. Sistem reproduksi: Crustacea berkelamin satu
    dan pembuahan terjadi secara eksternal
13. Contoh: lobster, kepiting, dan udang
 Entomostraca (udang-udangan tingkat
 rendah) terdiri dari:
 1. Branchiopoda. Contoh: Dhapnia pulex
 2. Ostracoda. Contoh: Cypris candida
 3. Copepoda. Contoh: Argulus indicus
 4. Cirripedia. Contoh: Bernakel
 Malacostraca (udang-udangan tingkat
 tinggi) terdiri dari:
 1. Isopoda. Contoh: Onicus asellus
 2. Stomatopoda. Contoh: Squilla mantis
 3. Decapoda. Contoh: Udang
GAMBAR-GAMBAR CONTOH
   SPESIES CRUSTACEA
 Entomostraca: berukuran mikroskopis dan sebagai
  zoonplankston atau bentos di perairan
 Malacostraca: semua anggotanya berukuran
  makroskopis (lebih besar daripada Entomostraca)
 Tubuh terdiri dari:
      a. Caput/kepala
      b. thorax/dada
      c. abdomen
   Thorax terdiri dari tiga segmen, yaitu
    protothorax, mesothorax dan metathorax
   Memiliki 3 pasang kaki yang terletak pada thorax
   Memiliki satu atau dua pasang sayap
   Memiliki satu pasang antenna
   Memiliki sepasang mata faset (mata majemuk), yaitu
    mata yang memiliki beberapa ommatidia (mata
    tunggal)
   Sistem pernafasan dengan trakea
 Habitat: hidup di semua tempat, kecuali di laut
 Mengalami partenogenesis (perkembangan
  embrio tanpa dibuahi oleh spermatozoid) dan
  paedogenesis (partenogenesis yang berlangsung
  di tubuh larva) dan pembuahan internal
 Sistem pencernaan: mulut -> kerongkongan ->
  lambung depan -> lambung otot -> lambung kelenjar -
  > usus -> anus
 Sistem sirkulasi: sistem peredaran darah terbuka dan
  tidak mempunyai pembuluh balik (vena)
 Sistem saraf: berupa tangga tali yang terhubung
  dengan cerebral ganglion (otak) dan subesophageal
  ganglion
 Sistem reproduksi: mengalami partenogenesis
  (perkembangan embrio tanpa dibuahi oleh
  spermatozoid) dan paedogenesis (partenogenesis
  yang berlangsung di tubuh larva) dan pembuahan
  secara internal
 Sistem ekskresi: zat sisa dikeluarkan melalui
  pembuluh Malpighi
 Ciri-ciri Apterygota (tak bersayap):
   1. tidak bersayap
   2. ametabola (tidak bermetamorfosis)
   3. tipe mulut menggigit
   4. batas antara kepala, dada, dan perut tidak jelas
   5. antenanya panjang dan tidak beruas
 Apterygota (tak bersayap) terdiri dari:
   1.    Thysanura: cara bergerak seakan-akan sedang berenang
         Contoh: Lepisma saccharina
   2. Collembola: mempunyai furcula yang dilipat di bawah tubuh yang
         akan digunakan untuk meloncat ketika terancam
         Contoh: Orchesella cincta
   3. Protura: tidak memiliki cerci (bagian yang menonjol pada bagian
         belakang tubuh)
         Contoh: Acerentomon doderoi
1. Thysanura (Lepisma          2. Collembola (Orchesella
      saccharina)                       cincta)




                    3. Protura (Acerentomon
                            doderoi)
• Ciri-Ciri Pterygota:
       1. Memiliki sayap
       2. Mengalami metamorfosis
       3. Tipe mulutnya bervariasi
• Pterygota (bersayap) terbagi menjadi:
    A.   Endopterygota
         1. Lepidoptera: mempunyai sayap yang dilapisi
            sisik
            Contoh: kupu-kupu
         2. Siphonoptera: kaki sangat kuat yang digunakan
            untuk loncat. Contoh: kutu manusia (Pulex
            irritans)
         3. Hymenoptera: mempunyai sayap yang tipis
            seperti selaput Contoh: Netelia producta
         4.Coleoptera: sayap depan keras dan tebal
            mengandung zat tanduk yang disebut elitra.
            sayap belakang seperti selaput
            Contoh: kumbang
Netelia producta
                   KUPU-KUPU




 Kutu Manusia
                   Kumbang
B.   Eksopterygota
     1. Odonata: larva hidup di air
        Contoh: Capung
     2.Isoptera: mempunyai satu pasang sayap yang
        hampir sama bentuknya
        Contoh: Rayap
     3.Plecoptera: sayapnya bermembran dan terlipat
        ke belakang Contoh: Eusthenia sp.
     4.Dermaptera: memiliki pengapit untuk
        menangkap mangsa, sayap disimpan di bawah
        tegmina
        Contoh: Forficula auricularia
capung

                   RAYAP




Eusthenia
sp.
            Forficula auricularia
Metamorfosis pada insecta terbagi menjadi
dua yaitu metamorfosis sempurna dan tidak
sempurna.

a. Metamorfosis sempurna:
Telur -> larva -> pupa -> imago

b. Metamorfosis tidak sempurna:
Telur -> nimfa -> imago
 Mata oceli >< mata facet: mata tunggal >< mata
    majemuk
   Maksila >< mandibula: rahang belakang >< rahang
    depan
   Antenula >< antenna: alat peraba >< alat
    keseimbangan tubuh
   Hemimetabola >< holometabola: metamorfosis tidak
    sempurna >< metamorfosis sempurna
   Apterigota >< pterigota: tidak bersayap >< bersayap
   Spirakel: lubang pernapasan menuju trakea
   Ovipositor: alat untuk meletakkan telur pada betina
 Tubuh terdiri atas sefalotoraks serta
  abdomen yang tak beruas
 Mempunyai empat pasang kaki
 Tidak memiliki sayap
 Tidak memiliki antenna
 Alat respirasi berupa paru – paru buku
 Habitat: darat
 Sistem saraf: persatuan ganglion-ganglion yang
    disebut sistem saraf tangga tali
   Sistem respirasi: masing-masing paru-paru buku
    memiliki lembaran-lembaran tipis (lamela) yang
    tersusun berjajar dan memiliki spirakel tempat
    masuknya oksigen dari luar
   Sistem reproduksi: fertilisasi internal, diesis, dan ada
    yang ovipar, ovovivipar, dan vivipar
   Sistem pertahanan: memiliki chelicerae yang
    terhubung ke kelenjar racun dan digunakan untuk
    menyuntikkan racun kepada mangsa atau saat merasa
    terancam
   Contoh: laba-laba, kalajengking, dan ketonggeng
Abdomen                     Sefalothoraks




                                                                          Mata


                                                                                 Kelenjar
                                                                                 Bisa




Anus


                                                   Kalisera/alat
Spineret
                                                  sengat (berupa
                                                     kaki catut
           Kelenjar Sutra        Paru-paru buku        untuk       Pedipalpus/capit (berfungsi seb
                                                  melumpuhkan            menangkap dan memeg
                                                    mangsanya)
 Scorpionida
  Contoh: Kalajengking (Vejovis sp, Hadrurus
  sp, Centrurus sp)
 Arachnoida
  Contoh: Tarantula (Rhechostica hentz)
           Laba-laba primitif (Liphistius)
 Aracina
  Contoh: Caplak kudis (Sacroptes scabiei)
           Tungau (Dermacentor sp)
kalajengking
                  Laba-laba primitif


               Tungau dan caplak
               kudis
 Tubuh dapat dibagi menjadi dua bagian yaitu kepala dan
    abdomen (perut)
   Setiap ruas tubuhnya mempunyai satu pasang atau dua
    pasang kaki
   Tidak memiliki sayap
   Dibagian kepala terdapat satu pasang antena sebagai alat
    peraba dan sepasang mata tunggal (ocellus)
   Alat respirasi berupa trakea
   Habitat: darat terutama tempat yang banyak mengandung
    sampah
   Fertilisasi internal, vivipar dan ovipar
1. Chilopoda
  a.    Memiliki sepasang kaki pada setiap ruas tubuhnya
       kecuali ruas di belakang kepala dan dua ruas
       terakhirnya
  b. Pada segmen di belakang kepala terdapat satu pasang
       “taring bisa” (maksiliped) yang berfungsi untuk
       membunuh mangsanya
  c. Bersifat karnivora

  d. Respirasi (pernafasan) dengan trakea yang bercabang-
       cabang dengan lubang yang terbuka hampir pada setiap
       ruas
  e. Contoh: kelabang Scolopendra morsitans
Sisik ruas pertama             Sisik ruas kedua
                  Mata




Rahang atas

  Rahang bawah




                                                             Ruas kaki pertama
                                                                                     Ruas kaki kedua
                 Rahang dengan taring
                       berbisa




                                                GAMBAR DAN STRUKTUR
                                                     KELABANG
2. Diplopoda
   a. Tubuh berbentuk silindris dan beruas-ruas (25
      – 100 segmen)
   b. Setiap segmen (ruas) mempunyai dua pasang
      kaki
   c. Merupakan herbivora
   d. Tidak mempunyai “taring bisa” (maksiliped)
   e. Pada ruas ke tujuh, satu atau kedua kaki
      mengalami modifikasi sebagai organ kopulasi
   f. Pada kepala terdapat sepasang antena yang
      pendek, dua kelompok mata tunggal
   g. Respirasi dengan trakea yang tidak bercabang
   h. Contoh: kaki seribu (Julus nomerensis)
KAKI SERIBU
 Insecta terutama golongan kupu-kupu dan lebah
    membantu proses penyerbukan pada bunga
   Crustacea sebagai bahan makanan dengan protein
    tinggi
   Arachnida sebagai pengendalian populasi
    serangga
   Myriapoda membantu memecah bahan organik
    untuk membentuk humus
   Lebah madu dibudidayakan karena menghasilkan
    madu
   Kupu-kupu dan ulat sutera membuat kepompong
    yang dapat menghasilkan sutra
 Dapat menularkan penyakit pada manusia.
    Contoh: lalat tse tse, nyamuk, dan kecoa
   Perusak bahan bangunan. Contoh: kumbang dan
    rayap
   Sebagai hama pada tanaman pertanian. Contoh:
    kumbang tanduk dan wereng coklat
   Parasit pada manusia . Contoh: kutu kepala
   Merusak galangan kapal atau perahu yang
    disebabkan oleh Isopoda
   Caplak menyebabkan kudis pada manusia
TERIMA KASIH ATAS PERHATIAN GURU
 DAN TEMAN-TEMAN SELOMOTION!

Arthropoda (2) copy

  • 1.
    KELOMPOK 7: 1.ARSYAL MUSHAWWIR 2. DIO AFFAN 3. FATIMAH PUTRI A 4. REYTASARI AZURA P
  • 2.
     Arthropoda berasaldari bahasa Latin, arthros artinya ruas atau buku; podos artinya kaki  Artinya hewan Arthropoda memiliki ciri utama kaki yang beruas-ruas dan berbuku- buku  Sifat hidup ada yang parasit, heterotropik, dan hidup secara bebas
  • 4.
     Dinding TubuhArthropoda bersimetri bilateral dan digolongkan ke dalam triploblastik selomata  Umumnya pembagian tubuh Arthropoda dibagi menjadi kepala (caput), dada (toraks), dan perut (abdomen).  Tubuh Arthropoda dilindungi oleh rangka luar (eksoskeleton) keras yang terbuat dari bahan kitin
  • 5.
     Sistem pencernaanArthropoda lengkap terdiri dari mulut, kerongkongan, usus dan anus  Arthropoda berespirasi dengan bermacam-macam alat respirasi sesuai dengan jenisnya, contohnya dengan trakea (pada Insecta/serangga), paru-paru buku (pada Arachnida), dan seluruh permukaan tubuh (pada beberapa Crustacea tingkat rendah)
  • 6.
     Sistem eksresiArthropoda berupa pembuluh malphigi atau kelenjar hijau  Hasil pernapasan yaitu oksigen dan karbondiksida serta hasil pencernaan diedarkan oleh sistem peredaran darah terbuka  Sistem peredaran ini terdiri dari jantung, pembuluh darah pendek, dan ruang disekitar organ tubuh yang disebut sinus atau hemosol. Darah Arthropoda disebut juga hemolimfa. Darah tersebut tidak mengandung hemoglobin, tetapi mengandung hemocianin
  • 7.
     Sistem sarafdinamakan sistem saraf tangga tali karena terdiri atas dua ganglion dorsal yang memiliki dua saraf tepi.  Setiap saraf tepi dihubungkan oleh saraf melintang sehingga merupakan tangga tali
  • 8.
     Pada tiap-tiapsegmen tubuh Arthopoda ada yang dilengkapi alat gerak dan ada juga yang tidak dilengkapi alat gerak.  Contohnya pada sistem gerak serangga (insecta), didukung oleh kutikula yang berfungsi menjadi tempat melekatnya otot, yang berguna sebagai alat gerak.  Otot serangga merupakan otot serat lintang yang susunannya sangat kompleks. Otot ini diperlukan untuk melakukan gerakan yang cepat.
  • 9.
    A. Reproduksi Seksual Reproduksi secara seksual dengan fertilisasi antara sperma dan ovum  Arthropoda memiliki alat kelamin terpisah dengan fertilisasi internal B. Reproduksi Aseksual  Reproduksi secara aseksual dapat terjadi secara partenogenesis dan paedogenesis
  • 10.
     Partenogenesis adalahtipe perkawinan dimana organisme baru berasal dari sel telur yang tidak dibuahi, misalnya pada lebah  Paedogenesis adalah tipe perkawinan di mana organisme baru berasal dari perkembangan dari individu muda misalnya dari larva  Ciri lainnya pada Arthropoda sebagian spesiesnya mengalami metamorfosis
  • 11.
    7. PERBEDAAN PADAKLASIFIKASI ARTHROPODA Perbedaan Arachnida Crustaceae Diplopoda Chilopoda Insecta Pembagian Cephalotorax Cephalotorax Kepala dan Kepala dan Kepala, badan dan abdomen dan abdomen badan badan thorax, dan abdomen Sayap Tidak ada Tidak ada Tidak ada Tidak ada Biasanya 2 pasang Kaki Empat pasang Banyak Banyak, Banyak, Tiga biasanya 5 biasanya sepasang pasang di pasang atau dua pasang tiap segmen bagian lebih tiap thorax segmen Antena Tidak ada 2 pasang sepasang sepasang sepasang Alat Paru-paru Insang atau trakea trakea trakea respirasi permukaan tubuh Habitat terrestrial air laut/tawar, terrestrial terrestrial terrestrial jarang terrestrial
  • 12.
    Arthropoda diklasifikasikan menjadi4 yaitu:  Insecta  Crustacea  Arachnida  Myriapoda
  • 13.
  • 15.
    1. Tubuh Crustaceaterdiri atas cephalotorax (kepala dan dada menjadi satu) serta abdomen (perut) 2. Tubuh bagian kepala sering dilindungi oleh kulit keras yang disebut karapaks 3. Kaki terbagi menjadi pereiopods (kaki untuk jalan) dan maxillipeds (kaki untuk makan) 4. Tidak memiliki sayap
  • 16.
    5. Memilikisepasang antenna, sepasang maksilla dan maksiliped yang berfungsi untuk menyaring makanan dan menghantarkan makanan ke mulut 6. Alat respirasi berupa insang 7. Habitat: sebagian besar di air tawar dan air laut, hanya sedikit yang hidup di darat 8. Mempunyai statocyst di dasar ruas antenulla sebagai alat keseimbangan 9. Sistem pencernaan: mulut -> kerongkongan -> lambung -> usus -> anus 10. Sistem sirkulasi: sistem peredaran terbuka karena beredar tanpa menggunakan pembuluh darah dimana jantung terletak di dekat dorsum
  • 17.
    11. Sistem ekskresi:Sisa metabolisme dikeluarkan melalui kelenjar hijau 12. Sistem reproduksi: Crustacea berkelamin satu dan pembuahan terjadi secara eksternal 13. Contoh: lobster, kepiting, dan udang
  • 19.
     Entomostraca (udang-udangantingkat rendah) terdiri dari: 1. Branchiopoda. Contoh: Dhapnia pulex 2. Ostracoda. Contoh: Cypris candida 3. Copepoda. Contoh: Argulus indicus 4. Cirripedia. Contoh: Bernakel
  • 20.
     Malacostraca (udang-udangantingkat tinggi) terdiri dari: 1. Isopoda. Contoh: Onicus asellus 2. Stomatopoda. Contoh: Squilla mantis 3. Decapoda. Contoh: Udang
  • 21.
    GAMBAR-GAMBAR CONTOH SPESIES CRUSTACEA
  • 22.
     Entomostraca: berukuranmikroskopis dan sebagai zoonplankston atau bentos di perairan  Malacostraca: semua anggotanya berukuran makroskopis (lebih besar daripada Entomostraca)
  • 24.
     Tubuh terdiridari: a. Caput/kepala b. thorax/dada c. abdomen  Thorax terdiri dari tiga segmen, yaitu protothorax, mesothorax dan metathorax  Memiliki 3 pasang kaki yang terletak pada thorax  Memiliki satu atau dua pasang sayap  Memiliki satu pasang antenna  Memiliki sepasang mata faset (mata majemuk), yaitu mata yang memiliki beberapa ommatidia (mata tunggal)  Sistem pernafasan dengan trakea
  • 25.
     Habitat: hidupdi semua tempat, kecuali di laut  Mengalami partenogenesis (perkembangan embrio tanpa dibuahi oleh spermatozoid) dan paedogenesis (partenogenesis yang berlangsung di tubuh larva) dan pembuahan internal  Sistem pencernaan: mulut -> kerongkongan -> lambung depan -> lambung otot -> lambung kelenjar - > usus -> anus  Sistem sirkulasi: sistem peredaran darah terbuka dan tidak mempunyai pembuluh balik (vena)  Sistem saraf: berupa tangga tali yang terhubung dengan cerebral ganglion (otak) dan subesophageal ganglion
  • 26.
     Sistem reproduksi:mengalami partenogenesis (perkembangan embrio tanpa dibuahi oleh spermatozoid) dan paedogenesis (partenogenesis yang berlangsung di tubuh larva) dan pembuahan secara internal  Sistem ekskresi: zat sisa dikeluarkan melalui pembuluh Malpighi
  • 29.
     Ciri-ciri Apterygota(tak bersayap): 1. tidak bersayap 2. ametabola (tidak bermetamorfosis) 3. tipe mulut menggigit 4. batas antara kepala, dada, dan perut tidak jelas 5. antenanya panjang dan tidak beruas  Apterygota (tak bersayap) terdiri dari: 1. Thysanura: cara bergerak seakan-akan sedang berenang Contoh: Lepisma saccharina 2. Collembola: mempunyai furcula yang dilipat di bawah tubuh yang akan digunakan untuk meloncat ketika terancam Contoh: Orchesella cincta 3. Protura: tidak memiliki cerci (bagian yang menonjol pada bagian belakang tubuh) Contoh: Acerentomon doderoi
  • 30.
    1. Thysanura (Lepisma 2. Collembola (Orchesella saccharina) cincta) 3. Protura (Acerentomon doderoi)
  • 31.
    • Ciri-Ciri Pterygota: 1. Memiliki sayap 2. Mengalami metamorfosis 3. Tipe mulutnya bervariasi • Pterygota (bersayap) terbagi menjadi: A. Endopterygota 1. Lepidoptera: mempunyai sayap yang dilapisi sisik Contoh: kupu-kupu 2. Siphonoptera: kaki sangat kuat yang digunakan untuk loncat. Contoh: kutu manusia (Pulex irritans) 3. Hymenoptera: mempunyai sayap yang tipis seperti selaput Contoh: Netelia producta 4.Coleoptera: sayap depan keras dan tebal mengandung zat tanduk yang disebut elitra. sayap belakang seperti selaput Contoh: kumbang
  • 32.
    Netelia producta KUPU-KUPU Kutu Manusia Kumbang
  • 33.
    B. Eksopterygota 1. Odonata: larva hidup di air Contoh: Capung 2.Isoptera: mempunyai satu pasang sayap yang hampir sama bentuknya Contoh: Rayap 3.Plecoptera: sayapnya bermembran dan terlipat ke belakang Contoh: Eusthenia sp. 4.Dermaptera: memiliki pengapit untuk menangkap mangsa, sayap disimpan di bawah tegmina Contoh: Forficula auricularia
  • 34.
    capung RAYAP Eusthenia sp. Forficula auricularia
  • 35.
    Metamorfosis pada insectaterbagi menjadi dua yaitu metamorfosis sempurna dan tidak sempurna. a. Metamorfosis sempurna: Telur -> larva -> pupa -> imago b. Metamorfosis tidak sempurna: Telur -> nimfa -> imago
  • 38.
     Mata oceli>< mata facet: mata tunggal >< mata majemuk  Maksila >< mandibula: rahang belakang >< rahang depan  Antenula >< antenna: alat peraba >< alat keseimbangan tubuh  Hemimetabola >< holometabola: metamorfosis tidak sempurna >< metamorfosis sempurna  Apterigota >< pterigota: tidak bersayap >< bersayap  Spirakel: lubang pernapasan menuju trakea  Ovipositor: alat untuk meletakkan telur pada betina
  • 40.
     Tubuh terdiriatas sefalotoraks serta abdomen yang tak beruas  Mempunyai empat pasang kaki  Tidak memiliki sayap  Tidak memiliki antenna  Alat respirasi berupa paru – paru buku  Habitat: darat
  • 41.
     Sistem saraf:persatuan ganglion-ganglion yang disebut sistem saraf tangga tali  Sistem respirasi: masing-masing paru-paru buku memiliki lembaran-lembaran tipis (lamela) yang tersusun berjajar dan memiliki spirakel tempat masuknya oksigen dari luar  Sistem reproduksi: fertilisasi internal, diesis, dan ada yang ovipar, ovovivipar, dan vivipar  Sistem pertahanan: memiliki chelicerae yang terhubung ke kelenjar racun dan digunakan untuk menyuntikkan racun kepada mangsa atau saat merasa terancam  Contoh: laba-laba, kalajengking, dan ketonggeng
  • 42.
    Abdomen Sefalothoraks Mata Kelenjar Bisa Anus Kalisera/alat Spineret sengat (berupa kaki catut Kelenjar Sutra Paru-paru buku untuk Pedipalpus/capit (berfungsi seb melumpuhkan menangkap dan memeg mangsanya)
  • 43.
     Scorpionida Contoh: Kalajengking (Vejovis sp, Hadrurus sp, Centrurus sp)  Arachnoida Contoh: Tarantula (Rhechostica hentz) Laba-laba primitif (Liphistius)  Aracina Contoh: Caplak kudis (Sacroptes scabiei) Tungau (Dermacentor sp)
  • 44.
    kalajengking Laba-laba primitif Tungau dan caplak kudis
  • 46.
     Tubuh dapatdibagi menjadi dua bagian yaitu kepala dan abdomen (perut)  Setiap ruas tubuhnya mempunyai satu pasang atau dua pasang kaki  Tidak memiliki sayap  Dibagian kepala terdapat satu pasang antena sebagai alat peraba dan sepasang mata tunggal (ocellus)  Alat respirasi berupa trakea  Habitat: darat terutama tempat yang banyak mengandung sampah  Fertilisasi internal, vivipar dan ovipar
  • 47.
    1. Chilopoda a. Memiliki sepasang kaki pada setiap ruas tubuhnya kecuali ruas di belakang kepala dan dua ruas terakhirnya b. Pada segmen di belakang kepala terdapat satu pasang “taring bisa” (maksiliped) yang berfungsi untuk membunuh mangsanya c. Bersifat karnivora d. Respirasi (pernafasan) dengan trakea yang bercabang- cabang dengan lubang yang terbuka hampir pada setiap ruas e. Contoh: kelabang Scolopendra morsitans
  • 48.
    Sisik ruas pertama Sisik ruas kedua Mata Rahang atas Rahang bawah Ruas kaki pertama Ruas kaki kedua Rahang dengan taring berbisa GAMBAR DAN STRUKTUR KELABANG
  • 49.
    2. Diplopoda a. Tubuh berbentuk silindris dan beruas-ruas (25 – 100 segmen) b. Setiap segmen (ruas) mempunyai dua pasang kaki c. Merupakan herbivora d. Tidak mempunyai “taring bisa” (maksiliped) e. Pada ruas ke tujuh, satu atau kedua kaki mengalami modifikasi sebagai organ kopulasi f. Pada kepala terdapat sepasang antena yang pendek, dua kelompok mata tunggal g. Respirasi dengan trakea yang tidak bercabang h. Contoh: kaki seribu (Julus nomerensis)
  • 50.
  • 51.
     Insecta terutamagolongan kupu-kupu dan lebah membantu proses penyerbukan pada bunga  Crustacea sebagai bahan makanan dengan protein tinggi  Arachnida sebagai pengendalian populasi serangga  Myriapoda membantu memecah bahan organik untuk membentuk humus  Lebah madu dibudidayakan karena menghasilkan madu  Kupu-kupu dan ulat sutera membuat kepompong yang dapat menghasilkan sutra
  • 52.
     Dapat menularkanpenyakit pada manusia. Contoh: lalat tse tse, nyamuk, dan kecoa  Perusak bahan bangunan. Contoh: kumbang dan rayap  Sebagai hama pada tanaman pertanian. Contoh: kumbang tanduk dan wereng coklat  Parasit pada manusia . Contoh: kutu kepala  Merusak galangan kapal atau perahu yang disebabkan oleh Isopoda  Caplak menyebabkan kudis pada manusia
  • 53.
    TERIMA KASIH ATASPERHATIAN GURU DAN TEMAN-TEMAN SELOMOTION!