Kelompok 1 
1. Annisa 
2. Aprillia Della 
3. Hisnajm 
4. Indy Baren 
5. M. Febriyano 
6. Rindi Anasya 
7. Rizal Fahmi 
8. Dyah Agustina
KEHIDUPAN ARAB 
JAHILIYAH
Budaya 
1. Agama warisan Nabi Ibrahim dan Ismail telah dikotori dengan perilaku syirik 
dan penyembahan berhala. Sekitar Ka’bah bersemayam ratusan patung dan 
berhala sebagai sesembahan mereka. Tetapi kalau dikatakan mereka salah 
karena menyembah berhala maka jawaban mereka : “ berhala-berhala 
tersebut hanyalah sebagai WASILAH ( perantara ) antara mereka dengan 
Allah”. 
2. Kedudukan perempuan sangatlah rendah, bahkan dianggap sebagai barang 
pelengkap saja. Itulah sebabnya mereka menganggap aib jika punya anak 
seorang perempuan, dan sebagai akibatnya anak perempuan tersebut 
dikubur hidup-hidup. 
3. Fanatisme kesukuan sangat tinggi. Dengan sifat seperti itulah maka sering 
terjadi pertumpahan darah antar suku hanya gara-gara masalah sepele. 
4. Orang-orang yang lemah dan miskin dijadikan budak-budak. Mereka 
diperjual belikan layaknya barang dipasar. Apapun bisa majikannya lakukan 
karena sama dengan benda milik mereka yang bebas mau diapakan. 
5. Tidak adanya tatanan hidup dan hukum. Yang berlaku adalah hukum rimba 
yaitu “ siapa kuat dia yang berkuasa.“ Dengan keadaan seperti itu maka jelas 
jalannya kehidupan dalam sosial masyarakat jauh dari kata nyaman dan 
adil.
Kesenian 
• Bangsa Arab termasuk bangsa yang memiliki rasa seni yang tinggi. Seni 
bahasa Arab (syair) merupakan suatu seni yang paling indah yang amat 
dihargai dan dimuliakan oleh bangsa tersebut. Mereka amat gemar 
berkumpul mengelilingi penyair-penyair untuk mendengarkan syair-syairnya. 
• Seorang penyair mempunyai kedudukan yang amat tinggi dalam 
masyarakat Arab. Salah satu dari pengaruh syair pada bangsa Arab ialah 
bahwa syair itu dapat meninggikan derajat orang yang tadinya hina, atau 
sebaliknya. Contoh: ada seorang yang bernama Abdul. Dia adalah seorang 
yang mulanya hidupnya melarat. Putrinya banyak, akan tetapi tidak ada 
pemuda-pemuda yang mau memperistrikan mereka. Kemudian dipuji-puji 
oleh Al Asya seorang penyair. Syair yang berisi pujian itu tersiar ke mana-mana. 
Dengan demikian, menjadi masyhurlah Abdul Uzza itu, dan akhirnya 
kehidupannya menjadi baik, dan berebutlah pemuda-pemuda meminang 
putri-putrinya. 
• Mereka mengadakan perlombaan bersyair dan syair-syair yang terbagus 
biasanya mereka gantungkan di dinding Kakbah tidak jauh dari patung-patung 
pujaan mereka agar dinikmati banyak orang.
Sosial 
• Mereka hanya mengenal kebebasan pribadi, kebebasan keluarga, dan 
kebebasan kabilah yang penuh. 
• Keadaan itu menjadikan loyalitas mereka terhadap kabilah di atas segalanya. 
Bila sesama kabilah mereka loyal karena masih kerabat sendiri, maka 
berbeda dengan antar kabilah. Interaksi antar kabilah tidak menganut 
konsep kesetaraan; yang kuat di atas dan yang lemah di bawah. Ini 
tercermin, misalnya, dari tatanan rumah di Mekah kala itu. Rumah-rumah 
Quraysh sebagai suku penguasa dan terhormat paling dekat dengan Ka’bah 
lalu di belakang mereka menyusul pula rumah-rumah kabilah yang agak 
kurang penting kedudukannya dan diikuti oleh yang lebih rendah lagi, 
sampai kepada tempat-tempat tinggal kaum budak dan sebangsa kaum 
gelandangan.
Agama 
Paganisme, Yahudi, dan Kristen adalah agama orang Arab Jahiliyah. 
Pagan adalah agama mayoritas 
mereka. Ratusan berhala 
dengan bermacam-macam 
bentuk ada di sekitar Ka’bah. 
Agama pagan sudah ada sejak 
masa sebelum Ibrahim. 
Setidaknya ada empat sebutan 
bagi berhala-hala itu: ṣanam, 
wathan, nuṣub, dan ḥubal. 
Orang-orang dari semua 
penjuru jazirah datang 
berziarah ke tempat itu. 
Beberapa kabilah melakukan 
cara-cara ibadahnya sendiri-sendiri. 
Ini membuktikan bahwa 
paganisme sudah berumur 
ribuan tahun. 
Yahudi dan Kristen dianut oleh para 
imigran yang bermukim di Yathrib 
dan Yaman. Tidak banyak data 
sejarah tentang pemeluk dan 
kejadian penting agama ini di Jazirah 
Arab, kecuali di Yaman. 
Salah satu corak beragama yang ada 
sebelum Islam datang selain tiga 
agama di atas adalah Ḥanīfīyah, yaitu 
sekelompok orang yang mencari 
agama Ibrahim yang murni yang 
tidak terkontaminasi oleh nafsu 
penyembahan berhala-berhala, juga 
tidak menganut agama Yahudi 
ataupun Kristen, tetapi mengakui 
keesaan Allah.
• Sebagian besar daerah Arab adalah daerah gersang dan 
tandus, kecuali daerah Yaman yang terkenal subur dan bahwa 
ia terletak di daerah strategis sebagai lalu lintas perdagangan. 
Ia terletak di tengah-tengah dunia dan jalur-jalur 
perdagangan dunia. Oleh karena itu, perdagangan merupakan 
andalan bagi kehidupan perekonomian bagi mayoritas 
negara-negara di daerah-daerah ini. 
• Perekonomian orang Arab Jahiliyah yang sangat bergantung 
pada perdagangan daripada peternakan apalagi pertanian. 
Mereka dikenal sebagai pengembara dan pedagang tangguh. 
Mereka juga sudah mengetahui jalan-jalan yang bisa dilalui 
untuk bepergian jauh ke negeri-negeri tetangga. 
• Barang dagangan utama ialah bijiran, wangi – wangian, 
rempah, berhala, dsb. 
Ekonomi 
AMALAN DALAM EKONOMI 
•Mengamalkan penindasan seperti riba dan penipuan. 
• Biasa menipu dalam ukuran sukatan timbangan dalam 
urusan perdagangan. 
• Menjalankan perniagaan jahiliyah seperti penjualan patung 
berhala pada musim haji yang sangat menuntungkan. 
•Rompakan menjadi pekerjaan mulia.
Tanam Anak Hidup - Hidup
Kehidupan Jahiliyah

Arab Jahiliyah

  • 1.
    Kelompok 1 1.Annisa 2. Aprillia Della 3. Hisnajm 4. Indy Baren 5. M. Febriyano 6. Rindi Anasya 7. Rizal Fahmi 8. Dyah Agustina
  • 2.
  • 3.
    Budaya 1. Agamawarisan Nabi Ibrahim dan Ismail telah dikotori dengan perilaku syirik dan penyembahan berhala. Sekitar Ka’bah bersemayam ratusan patung dan berhala sebagai sesembahan mereka. Tetapi kalau dikatakan mereka salah karena menyembah berhala maka jawaban mereka : “ berhala-berhala tersebut hanyalah sebagai WASILAH ( perantara ) antara mereka dengan Allah”. 2. Kedudukan perempuan sangatlah rendah, bahkan dianggap sebagai barang pelengkap saja. Itulah sebabnya mereka menganggap aib jika punya anak seorang perempuan, dan sebagai akibatnya anak perempuan tersebut dikubur hidup-hidup. 3. Fanatisme kesukuan sangat tinggi. Dengan sifat seperti itulah maka sering terjadi pertumpahan darah antar suku hanya gara-gara masalah sepele. 4. Orang-orang yang lemah dan miskin dijadikan budak-budak. Mereka diperjual belikan layaknya barang dipasar. Apapun bisa majikannya lakukan karena sama dengan benda milik mereka yang bebas mau diapakan. 5. Tidak adanya tatanan hidup dan hukum. Yang berlaku adalah hukum rimba yaitu “ siapa kuat dia yang berkuasa.“ Dengan keadaan seperti itu maka jelas jalannya kehidupan dalam sosial masyarakat jauh dari kata nyaman dan adil.
  • 4.
    Kesenian • BangsaArab termasuk bangsa yang memiliki rasa seni yang tinggi. Seni bahasa Arab (syair) merupakan suatu seni yang paling indah yang amat dihargai dan dimuliakan oleh bangsa tersebut. Mereka amat gemar berkumpul mengelilingi penyair-penyair untuk mendengarkan syair-syairnya. • Seorang penyair mempunyai kedudukan yang amat tinggi dalam masyarakat Arab. Salah satu dari pengaruh syair pada bangsa Arab ialah bahwa syair itu dapat meninggikan derajat orang yang tadinya hina, atau sebaliknya. Contoh: ada seorang yang bernama Abdul. Dia adalah seorang yang mulanya hidupnya melarat. Putrinya banyak, akan tetapi tidak ada pemuda-pemuda yang mau memperistrikan mereka. Kemudian dipuji-puji oleh Al Asya seorang penyair. Syair yang berisi pujian itu tersiar ke mana-mana. Dengan demikian, menjadi masyhurlah Abdul Uzza itu, dan akhirnya kehidupannya menjadi baik, dan berebutlah pemuda-pemuda meminang putri-putrinya. • Mereka mengadakan perlombaan bersyair dan syair-syair yang terbagus biasanya mereka gantungkan di dinding Kakbah tidak jauh dari patung-patung pujaan mereka agar dinikmati banyak orang.
  • 5.
    Sosial • Merekahanya mengenal kebebasan pribadi, kebebasan keluarga, dan kebebasan kabilah yang penuh. • Keadaan itu menjadikan loyalitas mereka terhadap kabilah di atas segalanya. Bila sesama kabilah mereka loyal karena masih kerabat sendiri, maka berbeda dengan antar kabilah. Interaksi antar kabilah tidak menganut konsep kesetaraan; yang kuat di atas dan yang lemah di bawah. Ini tercermin, misalnya, dari tatanan rumah di Mekah kala itu. Rumah-rumah Quraysh sebagai suku penguasa dan terhormat paling dekat dengan Ka’bah lalu di belakang mereka menyusul pula rumah-rumah kabilah yang agak kurang penting kedudukannya dan diikuti oleh yang lebih rendah lagi, sampai kepada tempat-tempat tinggal kaum budak dan sebangsa kaum gelandangan.
  • 6.
    Agama Paganisme, Yahudi,dan Kristen adalah agama orang Arab Jahiliyah. Pagan adalah agama mayoritas mereka. Ratusan berhala dengan bermacam-macam bentuk ada di sekitar Ka’bah. Agama pagan sudah ada sejak masa sebelum Ibrahim. Setidaknya ada empat sebutan bagi berhala-hala itu: ṣanam, wathan, nuṣub, dan ḥubal. Orang-orang dari semua penjuru jazirah datang berziarah ke tempat itu. Beberapa kabilah melakukan cara-cara ibadahnya sendiri-sendiri. Ini membuktikan bahwa paganisme sudah berumur ribuan tahun. Yahudi dan Kristen dianut oleh para imigran yang bermukim di Yathrib dan Yaman. Tidak banyak data sejarah tentang pemeluk dan kejadian penting agama ini di Jazirah Arab, kecuali di Yaman. Salah satu corak beragama yang ada sebelum Islam datang selain tiga agama di atas adalah Ḥanīfīyah, yaitu sekelompok orang yang mencari agama Ibrahim yang murni yang tidak terkontaminasi oleh nafsu penyembahan berhala-berhala, juga tidak menganut agama Yahudi ataupun Kristen, tetapi mengakui keesaan Allah.
  • 7.
    • Sebagian besardaerah Arab adalah daerah gersang dan tandus, kecuali daerah Yaman yang terkenal subur dan bahwa ia terletak di daerah strategis sebagai lalu lintas perdagangan. Ia terletak di tengah-tengah dunia dan jalur-jalur perdagangan dunia. Oleh karena itu, perdagangan merupakan andalan bagi kehidupan perekonomian bagi mayoritas negara-negara di daerah-daerah ini. • Perekonomian orang Arab Jahiliyah yang sangat bergantung pada perdagangan daripada peternakan apalagi pertanian. Mereka dikenal sebagai pengembara dan pedagang tangguh. Mereka juga sudah mengetahui jalan-jalan yang bisa dilalui untuk bepergian jauh ke negeri-negeri tetangga. • Barang dagangan utama ialah bijiran, wangi – wangian, rempah, berhala, dsb. Ekonomi AMALAN DALAM EKONOMI •Mengamalkan penindasan seperti riba dan penipuan. • Biasa menipu dalam ukuran sukatan timbangan dalam urusan perdagangan. • Menjalankan perniagaan jahiliyah seperti penjualan patung berhala pada musim haji yang sangat menuntungkan. •Rompakan menjadi pekerjaan mulia.
  • 8.
  • 9.