4A
SARJANA KEPERAWATAN
SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN KOTA
SUKABUMI
ZERIN TRI RATNA
OKTARIANI
2
LATAR BELAKANG
Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan penyakit infeksi yang disebabkan oleh virus dengue
yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegepty dan Aedes albopictus yang tersebar luas di
rumah-rumah dan tempat umum diseluruh wilayah Indonesia (Dinkes, Kab. Karanganyar, 2010).
Meningkatnya jumlah kasus serta bertambahnya wilayah yang terjangkit disebabkan karena semakin
baiknya transportasi penduduk, adanya pemukiman baru, kurangnya perilaku masyarakat terhadap
pembersihan sarang nyamuk, terdapatnya vector nyamuk hampir diseluruh pelosok tanah air serta
adanya empat sel tipe virus yang bersirkulasi sepanjang tahun. faktor yang mempengaruhi kejadian
penyakit demam berdarah dengue antara lain faktor host, lingkungan, perilaku hidup bersih dan
sehat serta faktor virusnya sendiri. Faktor host yaitu kerentanan dan respon imun; faktor lingkungan
yaitu kondisi geografi (ketinggian dari permukaan laut, curah hujan, angin, kelembapan, musim);
kondisi demografi (kepadatan, mobilitas, perilaku, adat istiadat) (Depkes RI, 2004).
3
PENGERTIAN
Demam berdarah dengue
(DBD) adalah penyakit infeksi
yang disebabkan oleh virus
dengue dengan manifestasi
klinis demam 2- 7 hari, nyeri
otot dan atau nyeri sendi yang
disertai leukopenia, ruam,
limfadenopati, trombositopenia
dan diatesis hemoragik
(Suhendro, 2009).
MANIFESTASI KLINIS
a) Demam Dengeu (DD)
b) Demam berdarah dengue
(DBD)
c) Dengue Shock Syndrome
(DSS)
Siklus Penularan dan Penyebaran
Demam Berdarah Dengue
a) Infektivitas
b) Patogenesitas
c) Virulensi
d) Toksisitas
e) Invasitas
f) Antigenisitas
Pencegahan penyakit DBD
dapat dibagi menjadi 3 tingkatan
yaitu pencegahan primer,
pencegahan sekunder, dan
pencegahan tersier. Pencegahan
tingkat pertama ini merupakan
upaya untuk mempertahankan
orang yang sehat agar tetap
sehat atau mencegah orang yang
sehat menjadi sakit.
4
TABEL DAN GRAFIK
TAHUN ANGKA KESAKITAN DBD
(PER 100.00)
2013 45,85
2014 39,80
2015 50,75
2016 78,85
2017 26,10
2018 24,75
Sumber: Ditjen P2P, Kemenkes RI, 2019 0
10
20
30
40
50
60
70
80
90
2013 2014 2015 2016 2017 2018
Chart Title
DBD Column1 Column2
5
ANALISA DATA
Pada tahun 2013, angka
kesakitan DBD sebesar 45,85.
pada tahun 2014 terjadi
penurunan sebesar 39,80.
pada tahun 2015 terjadi
peningkatan sebesar 50,75.
pada tahun 2016 terjadi
peningkatan kembali sebesar
78,85. pada tahun 2017 terjadi
penurunan yang signifikan
sebesar 26,10. dan pada tahun
2018 terjadi penurunan
kembali sebesar 24,75.
KESIMPULAN
Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) atau Hemrrhagic Fever
(DHF) ialah penyakit yang disebabkan virus dengue yang ditularkan
melalui gigitan nyamuk Aedes aegyti dan Aedes albbopictus. Kedua
jenis nyamuk ini terdapat hampir di seluruh pelosok Indonesia kecuali
ditempat ketinggian lebih dari 1000 meter di atas permukaan air laut
(Ginanjar, 2008).
Penyakit ini ditujukan melalui munculnya demam secara tiba-tiba,
disertai sakit kepala berat, sakit pada sendi otot
(myalgias dan arthralgias) dan ruam. Ruam Demam Berdarah
mempunyai ciri-ciri merah terang, petekial dan biasanya muncul dulu
pada bagian bawah, badan pada beberapa pasien, ia menyebar
hingga menyelimuti hampir seluruh tubuh. Selain itu, radang perut juga
bisa muncul dengan kombinasi sakit perut, rasa mual, muntah-muntah/
diare.

Angka kesakitan dbd

  • 1.
    4A SARJANA KEPERAWATAN SEKOLAH TINGGIILMU KESEHATAN KOTA SUKABUMI ZERIN TRI RATNA OKTARIANI
  • 2.
    2 LATAR BELAKANG Demam BerdarahDengue (DBD) merupakan penyakit infeksi yang disebabkan oleh virus dengue yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegepty dan Aedes albopictus yang tersebar luas di rumah-rumah dan tempat umum diseluruh wilayah Indonesia (Dinkes, Kab. Karanganyar, 2010). Meningkatnya jumlah kasus serta bertambahnya wilayah yang terjangkit disebabkan karena semakin baiknya transportasi penduduk, adanya pemukiman baru, kurangnya perilaku masyarakat terhadap pembersihan sarang nyamuk, terdapatnya vector nyamuk hampir diseluruh pelosok tanah air serta adanya empat sel tipe virus yang bersirkulasi sepanjang tahun. faktor yang mempengaruhi kejadian penyakit demam berdarah dengue antara lain faktor host, lingkungan, perilaku hidup bersih dan sehat serta faktor virusnya sendiri. Faktor host yaitu kerentanan dan respon imun; faktor lingkungan yaitu kondisi geografi (ketinggian dari permukaan laut, curah hujan, angin, kelembapan, musim); kondisi demografi (kepadatan, mobilitas, perilaku, adat istiadat) (Depkes RI, 2004).
  • 3.
    3 PENGERTIAN Demam berdarah dengue (DBD)adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh virus dengue dengan manifestasi klinis demam 2- 7 hari, nyeri otot dan atau nyeri sendi yang disertai leukopenia, ruam, limfadenopati, trombositopenia dan diatesis hemoragik (Suhendro, 2009). MANIFESTASI KLINIS a) Demam Dengeu (DD) b) Demam berdarah dengue (DBD) c) Dengue Shock Syndrome (DSS) Siklus Penularan dan Penyebaran Demam Berdarah Dengue a) Infektivitas b) Patogenesitas c) Virulensi d) Toksisitas e) Invasitas f) Antigenisitas Pencegahan penyakit DBD dapat dibagi menjadi 3 tingkatan yaitu pencegahan primer, pencegahan sekunder, dan pencegahan tersier. Pencegahan tingkat pertama ini merupakan upaya untuk mempertahankan orang yang sehat agar tetap sehat atau mencegah orang yang sehat menjadi sakit.
  • 4.
    4 TABEL DAN GRAFIK TAHUNANGKA KESAKITAN DBD (PER 100.00) 2013 45,85 2014 39,80 2015 50,75 2016 78,85 2017 26,10 2018 24,75 Sumber: Ditjen P2P, Kemenkes RI, 2019 0 10 20 30 40 50 60 70 80 90 2013 2014 2015 2016 2017 2018 Chart Title DBD Column1 Column2
  • 5.
    5 ANALISA DATA Pada tahun2013, angka kesakitan DBD sebesar 45,85. pada tahun 2014 terjadi penurunan sebesar 39,80. pada tahun 2015 terjadi peningkatan sebesar 50,75. pada tahun 2016 terjadi peningkatan kembali sebesar 78,85. pada tahun 2017 terjadi penurunan yang signifikan sebesar 26,10. dan pada tahun 2018 terjadi penurunan kembali sebesar 24,75. KESIMPULAN Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) atau Hemrrhagic Fever (DHF) ialah penyakit yang disebabkan virus dengue yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegyti dan Aedes albbopictus. Kedua jenis nyamuk ini terdapat hampir di seluruh pelosok Indonesia kecuali ditempat ketinggian lebih dari 1000 meter di atas permukaan air laut (Ginanjar, 2008). Penyakit ini ditujukan melalui munculnya demam secara tiba-tiba, disertai sakit kepala berat, sakit pada sendi otot (myalgias dan arthralgias) dan ruam. Ruam Demam Berdarah mempunyai ciri-ciri merah terang, petekial dan biasanya muncul dulu pada bagian bawah, badan pada beberapa pasien, ia menyebar hingga menyelimuti hampir seluruh tubuh. Selain itu, radang perut juga bisa muncul dengan kombinasi sakit perut, rasa mual, muntah-muntah/ diare.