KELOMPOK 3
DESI SUSANTI NIM. 2405029
EKA IRMA NIM. 2405019
HAFIDH TRIANDHA KHAN NIM. 2405009
LINDA HARIYANI NIM. 2405015
SRI HAYATI NIM. 2405057
ZULKARNAINI NIM. 2405023
Mata Kuliah: Epidemiologi Intermediate
Dosen Pengampu: Prof. Dr. Ekowati Rahajeng, SKM, M.Kes
1 2
3 4
DBD adalah penyakit endemik
dan epidemik yang menyebar
luas, termasuk di Indonesia,
terutama di daerah subtropik dan
tropik. Penyakit ini disebabkan
oleh virus dengue yang
ditularkan melalui gigitan nyamuk
Aedes aegypti dan Aedes
albopictus.
Faktor yang mempengaruhi
keberadaan jentik Ae. aegypti
meliputi faktor epidemiologi
(host, agen, dan ekosistem),
virus risk factor (serotip dan
genotip virus dengue), human
risk factor (gejala klinis,
riwayat infeksi, dan respon
imun), serta abiotic risk factor
Di Indonesia, kasus DBD
meningkat: 73.518 kasus (2021),
131.265 kasus (2022), dan 35.694
kasus hingga Juli 2023, dengan
angka kematian yang signifikan.
Di Provinsi Riau, angka insiden
DBD bervariasi: 60 (2020), 14
(2021), 36 (2022), dan 1.743
kasus tercatat pada 2023.
Insidensi DBD global
meningkat, dari 505.430
kasus pada tahun 2000
menjadi 5,2 juta pada
tahun 2022, dengan 3,9
miliar orang berisiko
terinfeksi. DBD kini
endemik di lebih dari 100
negara, terutama di
wilayah WHO Afrika,
Amerika, Timur Tengah,
Asia Tenggara, dan
Pasifik Barat.
LATAR BELAKANG
1. Mengkaji tentang demam berdarah dengue.
2. Mengkaji tentang jentik nyamuk aedes
aegypti.
3. Mengetahui tentang faktor-faktor yang
berhubungan dengan DBD dan keberadaan
jentik nyamuk aedes aegypti.
Tujuan
Penulisan
DEMAM BERDARAH DENGUE
Demam Berdarah Dengue (DBD) adalah
penyakit virus serius yang ditularkan
melalui gigitan nyamuk, terdiri dari dua
bentuk: demam dengue dan DBD, dengan
DBD menjadi bentuk yang lebih parah yang
dapat menyebabkan pendarahan dan syok,
berpotensi fatal, terutama pada anak-anak.
Penyakit ini disebabkan oleh virus dengue,
yang termasuk dalam genus Flavivirus dan
famili Flaviviridae, dengan empat serotipe
yang berbeda tanpa perlindungan silang.
TANDA DAN GEJALA DBD
Penderita mengalami demam
tinggi.
Penderita mengalami
pendarahan atau bintik-bintik
merah pada kulit.
Penderita mengalami keluhan
pada saluran pernapasan.
Penderita mengalami keluhan
pada saluran pencernaan.
Penderita biasanya
merasakan sakit pada waktu
menelan.
Penderita mengalami keluhan
pada bagian tubuh yang lain,
misalnya nyeri atau sakit
kepala, nyeri pada otot,
tulang, sendi dan ulu hati,
serta pegal-pegal di seluruh
tubuh.
Penderita dapat mengalami
pembesaran hati, limpa dan
kelenjar getah bening, yang
akan kembali normal pasa
masa penyembuhan.
Kulit penderita
terasa lembap dan
dingin;
Tekanan darah
penderita
menurun;
Denyut nadi
penderita cepat
dan lemah;
Penderita
mengalami nyeri
perut yang hebat;
Penderita
mengalami
pendarahan, baik
dari mulut, hidung,
maupun anus;
pendarahan pada
anus umumnya
terlihat seperti tinja
yang berwarna
hitam;
Pada keadaan yang parah, penderita dapat mengalami keadaan
renjatan atau shock, yang dikenal dengan Dengue Shock Syndrome
atau DSS, dengan tanda sebagai berikut
Penderita lemah
dan mengalami
penurunan
tingkat
kesadaran;
Penderita
mengalami
kegelisahan;
Mulut, hidung
dan ujung jari
penderita tampak
kebiru-biruan;
dan
Penderita tidak
buang air kecil
selama 4-6 jam.
1
Derajat I (ringan).
Penderita
mengalami demam
mendadak selama
2-7 hari disertai
pendarahan ringan.
2
Derajat II (sedang).
Penderita
mengalami gejala
seperti derajat I,
ditambah
pendarahan pada
kulit dan
pendarahan yang
lebih berat.
3
Derajat III. Detak
nadi penderita
cepat dan lemah,
tekanan darah
rendah, kulit dingin
dan lembap,
penderita menjadi
gelisah.
4
Derajat IV. Detak
nadi penderita tidak
dapat diraba dan
tekanan darah tidak
terukur.
WHO membagi gejala DBD menjadi empat derajat sebagai berikut:
Siklus hidup jentik nyamuk Aedes Aegpti
Telur Jentik Kepompong
Nyamuk
dewasa
1.Distribusi musiman
2.Faktor iklim
3.Faktor lingkungan
1.Serotip
2.Genotip
1.Gejala klinis
2.Infeksi primer
3.Infeksi sekunder
4.Respon tubuh
1.Host (Manusia
dan Nyamuk)
2.Agen (Virus)
3.Ekosistem
Epidemiological
Factors
Human Risk
Factors
Abiotic Risk
Factors
Virus Risk
Factors
Faktor Penyebab DBD
PENUTUP
Demam Berdarah Dengue (DBD) adalah infeksi
yang disebabkan oleh virus dengue, ditularkan
melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti dan Aedes
albopictus. Virus dengue memiliki empat serotipe
(DENV-1, DENV-2, DENV-3, dan DENV-4), yang
dapat menyebabkan gejala dari demam ringan
hingga demam berdarah dan sindrom syok
dengue, dengan gejala utama seperti demam
tinggi, nyeri otot, sakit kepala, ruam kulit, dan
penurunan trombosit. DBD merupakan masalah
kesehatan masyarakat, terutama di daerah tropis
dan subtropis, yang dapat berakibat fatal jika
tidak ditangani. Pencegahan DBD melibatkan
pengendalian populasi nyamuk vektor melalui
kebersihan lingkungan dan menghindari
genangan air.
Kelompok 3 DBD -Epidemiologi Intermediate.pptx

Kelompok 3 DBD -Epidemiologi Intermediate.pptx

  • 1.
    KELOMPOK 3 DESI SUSANTINIM. 2405029 EKA IRMA NIM. 2405019 HAFIDH TRIANDHA KHAN NIM. 2405009 LINDA HARIYANI NIM. 2405015 SRI HAYATI NIM. 2405057 ZULKARNAINI NIM. 2405023 Mata Kuliah: Epidemiologi Intermediate Dosen Pengampu: Prof. Dr. Ekowati Rahajeng, SKM, M.Kes
  • 2.
    1 2 3 4 DBDadalah penyakit endemik dan epidemik yang menyebar luas, termasuk di Indonesia, terutama di daerah subtropik dan tropik. Penyakit ini disebabkan oleh virus dengue yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albopictus. Faktor yang mempengaruhi keberadaan jentik Ae. aegypti meliputi faktor epidemiologi (host, agen, dan ekosistem), virus risk factor (serotip dan genotip virus dengue), human risk factor (gejala klinis, riwayat infeksi, dan respon imun), serta abiotic risk factor Di Indonesia, kasus DBD meningkat: 73.518 kasus (2021), 131.265 kasus (2022), dan 35.694 kasus hingga Juli 2023, dengan angka kematian yang signifikan. Di Provinsi Riau, angka insiden DBD bervariasi: 60 (2020), 14 (2021), 36 (2022), dan 1.743 kasus tercatat pada 2023. Insidensi DBD global meningkat, dari 505.430 kasus pada tahun 2000 menjadi 5,2 juta pada tahun 2022, dengan 3,9 miliar orang berisiko terinfeksi. DBD kini endemik di lebih dari 100 negara, terutama di wilayah WHO Afrika, Amerika, Timur Tengah, Asia Tenggara, dan Pasifik Barat. LATAR BELAKANG
  • 3.
    1. Mengkaji tentangdemam berdarah dengue. 2. Mengkaji tentang jentik nyamuk aedes aegypti. 3. Mengetahui tentang faktor-faktor yang berhubungan dengan DBD dan keberadaan jentik nyamuk aedes aegypti. Tujuan Penulisan
  • 4.
    DEMAM BERDARAH DENGUE DemamBerdarah Dengue (DBD) adalah penyakit virus serius yang ditularkan melalui gigitan nyamuk, terdiri dari dua bentuk: demam dengue dan DBD, dengan DBD menjadi bentuk yang lebih parah yang dapat menyebabkan pendarahan dan syok, berpotensi fatal, terutama pada anak-anak. Penyakit ini disebabkan oleh virus dengue, yang termasuk dalam genus Flavivirus dan famili Flaviviridae, dengan empat serotipe yang berbeda tanpa perlindungan silang.
  • 5.
    TANDA DAN GEJALADBD Penderita mengalami demam tinggi. Penderita mengalami pendarahan atau bintik-bintik merah pada kulit. Penderita mengalami keluhan pada saluran pernapasan. Penderita mengalami keluhan pada saluran pencernaan. Penderita biasanya merasakan sakit pada waktu menelan. Penderita mengalami keluhan pada bagian tubuh yang lain, misalnya nyeri atau sakit kepala, nyeri pada otot, tulang, sendi dan ulu hati, serta pegal-pegal di seluruh tubuh. Penderita dapat mengalami pembesaran hati, limpa dan kelenjar getah bening, yang akan kembali normal pasa masa penyembuhan.
  • 6.
    Kulit penderita terasa lembapdan dingin; Tekanan darah penderita menurun; Denyut nadi penderita cepat dan lemah; Penderita mengalami nyeri perut yang hebat; Penderita mengalami pendarahan, baik dari mulut, hidung, maupun anus; pendarahan pada anus umumnya terlihat seperti tinja yang berwarna hitam; Pada keadaan yang parah, penderita dapat mengalami keadaan renjatan atau shock, yang dikenal dengan Dengue Shock Syndrome atau DSS, dengan tanda sebagai berikut Penderita lemah dan mengalami penurunan tingkat kesadaran; Penderita mengalami kegelisahan; Mulut, hidung dan ujung jari penderita tampak kebiru-biruan; dan Penderita tidak buang air kecil selama 4-6 jam.
  • 7.
    1 Derajat I (ringan). Penderita mengalamidemam mendadak selama 2-7 hari disertai pendarahan ringan. 2 Derajat II (sedang). Penderita mengalami gejala seperti derajat I, ditambah pendarahan pada kulit dan pendarahan yang lebih berat. 3 Derajat III. Detak nadi penderita cepat dan lemah, tekanan darah rendah, kulit dingin dan lembap, penderita menjadi gelisah. 4 Derajat IV. Detak nadi penderita tidak dapat diraba dan tekanan darah tidak terukur. WHO membagi gejala DBD menjadi empat derajat sebagai berikut:
  • 8.
    Siklus hidup jentiknyamuk Aedes Aegpti Telur Jentik Kepompong Nyamuk dewasa
  • 9.
    1.Distribusi musiman 2.Faktor iklim 3.Faktorlingkungan 1.Serotip 2.Genotip 1.Gejala klinis 2.Infeksi primer 3.Infeksi sekunder 4.Respon tubuh 1.Host (Manusia dan Nyamuk) 2.Agen (Virus) 3.Ekosistem Epidemiological Factors Human Risk Factors Abiotic Risk Factors Virus Risk Factors Faktor Penyebab DBD
  • 10.
    PENUTUP Demam Berdarah Dengue(DBD) adalah infeksi yang disebabkan oleh virus dengue, ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albopictus. Virus dengue memiliki empat serotipe (DENV-1, DENV-2, DENV-3, dan DENV-4), yang dapat menyebabkan gejala dari demam ringan hingga demam berdarah dan sindrom syok dengue, dengan gejala utama seperti demam tinggi, nyeri otot, sakit kepala, ruam kulit, dan penurunan trombosit. DBD merupakan masalah kesehatan masyarakat, terutama di daerah tropis dan subtropis, yang dapat berakibat fatal jika tidak ditangani. Pencegahan DBD melibatkan pengendalian populasi nyamuk vektor melalui kebersihan lingkungan dan menghindari genangan air.