Essay Health Literacy and E-Health Literacy
“Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD)”
Tugas Mata Kuliah Pengembangan Diri II
Dosen pengampu :
Dr. Abdul Syahid, M.Pd
Oleh:
Ade Indriani Safitri (1614401D192)
AKADEMI KEPERAWATAN
PEMERINTAH KABUPATEN KOTAWARINGIN TIMUR
2017
Health Literacy and E-Health Literacy :
Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD)
Health Literacy artinya menempatkan kesehatan sebagai bagian dalam
keluarga dan masyarakat, memahami faktor-faktor yang mempengaruhinya dan
mengetahui bagaimana mengatasinya. Seseorang dengan tingkat health literacy
yang adekuat mempunyai kemampuan untuk mengambil tanggungjawab terhadap
kesehatannya maupun kesehatan keluarga dan masyarakat. Pada kesempatan kali
ini saya akan sedikit berbagi literasi kesehatan tentang penyakit Demam Berdarah
Dengue (DBD).
Menurut Kemenkes RI, penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) masih
merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat yang utama di Indonesia.
Jumlah penderita dan luas daerah penyebarannya semakin bertambah seiring
dengan meningkatnya mobilitas dan kepadatan penduduk. Di Indonesia Demam
Berdarah pertama kali ditemukan di kota Surabaya pada tahun 1968, dimana
sebanyak 58 orang terinfeksi dan 24 orang diantaranya meninggal dunia. Sejak
saat itu, penyakit ini menyebar luas ke seluruh Indonesia. Data dari seluruh dunia
menunjukkan Asia menempati urutan pertama dalam jumlah penderita DBD
setiap tahunnya. Sementara itu, terhitung sejak tahun 1968 hingga tahun 2009,
World Health Organization (WHO) mencatat negara Indonesia sebagai negara
dengan kasus DBD tertinggi di Asia Tenggara.
Semakin meningkatnya kasus DBD di Indonesia pastinya menimbulkan
keresahan di kalangan masyakat. Beberapa upaya untuk mencegah penyakit DBD
dan penyuluhan kesehatan telah disampaikan kepada masyarakat. Namun, tak
sedikit dari kalangan masyakat tersebut masih belum mengetahui apa sebenarnya
penyakit DBD, apa yang menjadi penyebab terjadinya, dan apa saja upaya
pencegahannya. Untuk itu, mari kita kaji lebih dalam tentang penyakit DBD
dalam literasi kesehatan ini.
Apa itu penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) ?
Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan salah satu penyakit menular
yang disebabkan oleh virus Dengue dan ditularkan oleh nyamuk Aedes aegypti
maupun Aedes albopictus. Yang paling berperan dalam penularan penyakit ini
adalah nyamuk Aedes aegypti karena hidupnya di dalam dan disekitar rumah,
sedangkan Aedes albopictus hidupnya di kebun-kebun sehingga lebih jarang
kontak dengan manusia. Kedua jenis nyamuk ini terdapat hampir di seluruh
pelosok Indonesia, kecuali ditempat-tempat dengan ketinggian lebih dari 1000
meter diatas permukaan laut, karena pada ketinggian tersebut suhu udara terlalu
rendah sehingga tidak memungkinkan bagi nyamuk untuk hidup dan
berkembangbiak.
Bagaimanakah ciri-ciri dan cara berkembangbiaknya nyamuk Aedes
aegypti?
Nyamuk ini mempunyai dasar hitam dengan bintik-bintik putih pada
bagian badan, kaki, dan sayapnya. Nyamuk Aedes aegypti dewasa berukuran lebih
kecil jika dibandingkan dengan rata-rata nyamuk lain. Nyamuk Aedes aegypti
jantan mengisap cairan tumbuhan atan sari bunga untuk keperluan hidupnya.
Sedangkan yang betina mengisap darah. Aedes aegypti mempunyai kebiasan
mengisap darah berulang kali untuk memenuhi lambungnya dengan darah.
Dengan demikian nyamuk ini sangat infektif sebagai penular penyakit.
Tempat hinggap yang disenangi oleh nyamuk ini adalah benda-benda yang
tergantung dan biasanya di tempat yang agak gelap dan lembab. Disini nyamuk
menunggu proses pematangan telurnya. Selanjutnya nyamuk betina akan
meletakkan telurnya di dinding tempat perkembangbiakan, sedikit diatas
permukaan air. Pada umumnya telur akan menetas menjadi jentik dalam waktu 2
hari setelah terendam air. Jentik kemudian menjadi kepompong dan akhirnya
menjadi nyamuk dewasa.
Dimana saja tempat yang potensial terjadi penularan DBD ?
Penularan Demarn Berdarah Dengue dapat terjadi di semua tempat yang
terdapat nyamuk penularan. Adapun tempat yang potensial untuk terjadinya
penularan DBD adalah :
1. Wilayah yang banyak kasus DBD (Endemis)
2. Tempat-tempat umum berkumpulnya orang-orang yang datang dari berbagai
wilayah sehingga kemungkinan terjadinya pertukaran beberapa tipe virus
dengue cukup besar. Tempat-tempat itu antara lain : Sekolah, RS / Puskesmas,
Hotel, Pertokoan, Pasar, Restoran, dan lain-lain.
3. Pemukiman baru dipinggir kota dimana penduduk umumnya berasal dari
berbagai wilayah. Terdapat kemungkinan diantaranya adalah penderita atau
carier.
Apa sajakah gejala-gejala penyakit DBD ?
Berikut ini gejala-gejala yang sering muncul pada seseorang yang terkena
penyakit demam berdarah, yaitu :
1. Demam
Penyakit DBD di dahului oleh demam tinggi yang mendadak terus-
menerus berlangsung 2 - 7 hari, kemudian turun secara cepat. Demam secara
mendadak disertai gejala klinis yang tidak spesifik seperti: kurang nafsu
makan, lemas, nyeri pada tulang, sendi, punggung dan kepala.
2. Torniquet Test menunjukan hasil positif
3. Pembesaran hati (Hepotonegali).
Pembesaran hati dapat diraba pada penularan demam. Derajat pembesaran
hati tidak sejajar dengan berapa penyakit Pembesan hati mungkin berkaitan
dengan strain serotype virus dengue.
4. Renjatan (Shock).
Renjatan dapat terjadi pada saat demam tinggi yaitu antara hari 3-7 mulai
sakit. Renjatan terjadi karena perdarahan atau kebocoran plasma ke daerah
ekstra vaskuler melalui kapilar yang rusak. Adapun tanda-tanda perdarahan :
- Kulit teraba dingin pada ujung hidung, jari dan kaki
- Penderita menjadi gelisah
- Nadi cepat, lemah, kecil sampai tas teraba
- Tekanan nadi menurun
- Tekanan darah menurun
5. Gejala Klinis Lain.
Gejala lainnya yang dapat menyertai ialah : kurang nafsu makan, mual,
muntah, lemah, sakit perut, diare atau konstipasi dan kejang.
Apa sajakah pertolongan pertama yang bisa kita lakukan untuk penderita
penyakit demam berdarah ?
Hal yang bisa kita lakukan dengan segera ketika seseorang terkena penyakit
demam berdarah adalah :
1. Memberikan minum sebanyak mungkin kepada penderita
2. Kompres untuk menurunkan panas
3. Memberikan obat penurun panas kepada penderita DBD
4. Bawa segera ke dokter apabila dalam 3 hari panas tak kunjung turun
5. Serta ikuti saran dokter
Cegah penyakit DBD dengan 3M
1. Menguras. Menguras tempat-tempat penampungan air secara teratur sekurang-
kurangnya seminggu sekali atau menaburkan bubuk abate kedalamnya.
2. Menutup. Menutup rapat-rapat tmpat penampungan air.
3. Mengubur. Mengubur/menyingkirkan barang-barang bekas yang dapat
menampung air hujan seperti: kaleng-kaleng bekas, plastik dan lain-lain.
Tips mencegah penyakit DBD
1. Menghindari gigitan nyamuk terutama jika anda tinggal atau bepergian di
daerah di mana demam berdarah dikenal atau sedang mewabah.
2. Gunakan AC, jaring pada jendela maupun pintu masuk, serta kelambu. Ini
sangat penting untuk menjaga nyamuk masuk ke ruangan.
3. Menjadwal ulang kegiatan di luar ruangan. Hindari berada di luar ruangan
pada waktu subuh, sore, dan senja, ketika nyamuk lebih banyak keluar.
4. Memakai pakaian yang bisa melindungi kulit ketika pergi ke daerah-daerah
penuh nyamuk.
5. Gunakan lotion anti nyamuk. Gunakan juga anti nyamuk lain, seperti obat
nyamuk dan lain-lain.
6. Mengurangi habitat nyamuk seperti air yang tergenang dan pakaian yang
menggantung.
Sekian yang dapat saya sampaikan tentang penyakit Demam Berdarah Dengue
(DBD). Semoga bermanfaat dan dapat menambah informasi mengenai penyakit
DBD. Mari kita cegah penyakit DBD dan senantiasa hidup sehat.
REFERENSI
Faziah A. Siregar. 2004. Epidemiologi Dan Pemberantasan Demam Berdarah Dengue
(Dbd) Di Indonesia, di peroleh dari http://library.usu.ac.id/download/fkm/fkm-
fazidah3.pdf
http://www.depkes.go.id/folder/view/01/structure-publikasi-pusdatin-buletin.html
http://hariansehat.com/gejala-penyakit-demam-berdarah/
http://nursingliteracy.blogspot.co.id/

Health literacy

  • 1.
    Essay Health Literacyand E-Health Literacy “Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD)” Tugas Mata Kuliah Pengembangan Diri II Dosen pengampu : Dr. Abdul Syahid, M.Pd Oleh: Ade Indriani Safitri (1614401D192) AKADEMI KEPERAWATAN PEMERINTAH KABUPATEN KOTAWARINGIN TIMUR 2017
  • 2.
    Health Literacy andE-Health Literacy : Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) Health Literacy artinya menempatkan kesehatan sebagai bagian dalam keluarga dan masyarakat, memahami faktor-faktor yang mempengaruhinya dan mengetahui bagaimana mengatasinya. Seseorang dengan tingkat health literacy yang adekuat mempunyai kemampuan untuk mengambil tanggungjawab terhadap kesehatannya maupun kesehatan keluarga dan masyarakat. Pada kesempatan kali ini saya akan sedikit berbagi literasi kesehatan tentang penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD). Menurut Kemenkes RI, penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) masih merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat yang utama di Indonesia. Jumlah penderita dan luas daerah penyebarannya semakin bertambah seiring dengan meningkatnya mobilitas dan kepadatan penduduk. Di Indonesia Demam Berdarah pertama kali ditemukan di kota Surabaya pada tahun 1968, dimana sebanyak 58 orang terinfeksi dan 24 orang diantaranya meninggal dunia. Sejak saat itu, penyakit ini menyebar luas ke seluruh Indonesia. Data dari seluruh dunia menunjukkan Asia menempati urutan pertama dalam jumlah penderita DBD setiap tahunnya. Sementara itu, terhitung sejak tahun 1968 hingga tahun 2009, World Health Organization (WHO) mencatat negara Indonesia sebagai negara dengan kasus DBD tertinggi di Asia Tenggara. Semakin meningkatnya kasus DBD di Indonesia pastinya menimbulkan keresahan di kalangan masyakat. Beberapa upaya untuk mencegah penyakit DBD dan penyuluhan kesehatan telah disampaikan kepada masyarakat. Namun, tak sedikit dari kalangan masyakat tersebut masih belum mengetahui apa sebenarnya penyakit DBD, apa yang menjadi penyebab terjadinya, dan apa saja upaya pencegahannya. Untuk itu, mari kita kaji lebih dalam tentang penyakit DBD dalam literasi kesehatan ini.
  • 3.
    Apa itu penyakitDemam Berdarah Dengue (DBD) ? Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan salah satu penyakit menular yang disebabkan oleh virus Dengue dan ditularkan oleh nyamuk Aedes aegypti maupun Aedes albopictus. Yang paling berperan dalam penularan penyakit ini adalah nyamuk Aedes aegypti karena hidupnya di dalam dan disekitar rumah, sedangkan Aedes albopictus hidupnya di kebun-kebun sehingga lebih jarang kontak dengan manusia. Kedua jenis nyamuk ini terdapat hampir di seluruh pelosok Indonesia, kecuali ditempat-tempat dengan ketinggian lebih dari 1000 meter diatas permukaan laut, karena pada ketinggian tersebut suhu udara terlalu rendah sehingga tidak memungkinkan bagi nyamuk untuk hidup dan berkembangbiak. Bagaimanakah ciri-ciri dan cara berkembangbiaknya nyamuk Aedes aegypti? Nyamuk ini mempunyai dasar hitam dengan bintik-bintik putih pada bagian badan, kaki, dan sayapnya. Nyamuk Aedes aegypti dewasa berukuran lebih kecil jika dibandingkan dengan rata-rata nyamuk lain. Nyamuk Aedes aegypti jantan mengisap cairan tumbuhan atan sari bunga untuk keperluan hidupnya. Sedangkan yang betina mengisap darah. Aedes aegypti mempunyai kebiasan mengisap darah berulang kali untuk memenuhi lambungnya dengan darah. Dengan demikian nyamuk ini sangat infektif sebagai penular penyakit. Tempat hinggap yang disenangi oleh nyamuk ini adalah benda-benda yang tergantung dan biasanya di tempat yang agak gelap dan lembab. Disini nyamuk menunggu proses pematangan telurnya. Selanjutnya nyamuk betina akan meletakkan telurnya di dinding tempat perkembangbiakan, sedikit diatas permukaan air. Pada umumnya telur akan menetas menjadi jentik dalam waktu 2 hari setelah terendam air. Jentik kemudian menjadi kepompong dan akhirnya menjadi nyamuk dewasa.
  • 4.
    Dimana saja tempatyang potensial terjadi penularan DBD ? Penularan Demarn Berdarah Dengue dapat terjadi di semua tempat yang terdapat nyamuk penularan. Adapun tempat yang potensial untuk terjadinya penularan DBD adalah : 1. Wilayah yang banyak kasus DBD (Endemis) 2. Tempat-tempat umum berkumpulnya orang-orang yang datang dari berbagai wilayah sehingga kemungkinan terjadinya pertukaran beberapa tipe virus dengue cukup besar. Tempat-tempat itu antara lain : Sekolah, RS / Puskesmas, Hotel, Pertokoan, Pasar, Restoran, dan lain-lain. 3. Pemukiman baru dipinggir kota dimana penduduk umumnya berasal dari berbagai wilayah. Terdapat kemungkinan diantaranya adalah penderita atau carier. Apa sajakah gejala-gejala penyakit DBD ? Berikut ini gejala-gejala yang sering muncul pada seseorang yang terkena penyakit demam berdarah, yaitu : 1. Demam Penyakit DBD di dahului oleh demam tinggi yang mendadak terus- menerus berlangsung 2 - 7 hari, kemudian turun secara cepat. Demam secara mendadak disertai gejala klinis yang tidak spesifik seperti: kurang nafsu makan, lemas, nyeri pada tulang, sendi, punggung dan kepala. 2. Torniquet Test menunjukan hasil positif 3. Pembesaran hati (Hepotonegali). Pembesaran hati dapat diraba pada penularan demam. Derajat pembesaran hati tidak sejajar dengan berapa penyakit Pembesan hati mungkin berkaitan dengan strain serotype virus dengue. 4. Renjatan (Shock). Renjatan dapat terjadi pada saat demam tinggi yaitu antara hari 3-7 mulai sakit. Renjatan terjadi karena perdarahan atau kebocoran plasma ke daerah ekstra vaskuler melalui kapilar yang rusak. Adapun tanda-tanda perdarahan :
  • 5.
    - Kulit terabadingin pada ujung hidung, jari dan kaki - Penderita menjadi gelisah - Nadi cepat, lemah, kecil sampai tas teraba - Tekanan nadi menurun - Tekanan darah menurun 5. Gejala Klinis Lain. Gejala lainnya yang dapat menyertai ialah : kurang nafsu makan, mual, muntah, lemah, sakit perut, diare atau konstipasi dan kejang. Apa sajakah pertolongan pertama yang bisa kita lakukan untuk penderita penyakit demam berdarah ? Hal yang bisa kita lakukan dengan segera ketika seseorang terkena penyakit demam berdarah adalah : 1. Memberikan minum sebanyak mungkin kepada penderita 2. Kompres untuk menurunkan panas 3. Memberikan obat penurun panas kepada penderita DBD 4. Bawa segera ke dokter apabila dalam 3 hari panas tak kunjung turun 5. Serta ikuti saran dokter Cegah penyakit DBD dengan 3M 1. Menguras. Menguras tempat-tempat penampungan air secara teratur sekurang- kurangnya seminggu sekali atau menaburkan bubuk abate kedalamnya. 2. Menutup. Menutup rapat-rapat tmpat penampungan air. 3. Mengubur. Mengubur/menyingkirkan barang-barang bekas yang dapat menampung air hujan seperti: kaleng-kaleng bekas, plastik dan lain-lain. Tips mencegah penyakit DBD 1. Menghindari gigitan nyamuk terutama jika anda tinggal atau bepergian di daerah di mana demam berdarah dikenal atau sedang mewabah. 2. Gunakan AC, jaring pada jendela maupun pintu masuk, serta kelambu. Ini sangat penting untuk menjaga nyamuk masuk ke ruangan.
  • 6.
    3. Menjadwal ulangkegiatan di luar ruangan. Hindari berada di luar ruangan pada waktu subuh, sore, dan senja, ketika nyamuk lebih banyak keluar. 4. Memakai pakaian yang bisa melindungi kulit ketika pergi ke daerah-daerah penuh nyamuk. 5. Gunakan lotion anti nyamuk. Gunakan juga anti nyamuk lain, seperti obat nyamuk dan lain-lain. 6. Mengurangi habitat nyamuk seperti air yang tergenang dan pakaian yang menggantung. Sekian yang dapat saya sampaikan tentang penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD). Semoga bermanfaat dan dapat menambah informasi mengenai penyakit DBD. Mari kita cegah penyakit DBD dan senantiasa hidup sehat. REFERENSI Faziah A. Siregar. 2004. Epidemiologi Dan Pemberantasan Demam Berdarah Dengue (Dbd) Di Indonesia, di peroleh dari http://library.usu.ac.id/download/fkm/fkm- fazidah3.pdf http://www.depkes.go.id/folder/view/01/structure-publikasi-pusdatin-buletin.html http://hariansehat.com/gejala-penyakit-demam-berdarah/ http://nursingliteracy.blogspot.co.id/