LAPORAN PRAKTIKUM
LABORATORIUM SISTEM TELEKOMUNIKASI
SEMESTER I
PRAKTIK 1
(JUDUL)
AMPLITUDE MODULATION (AM)
Nama Praktikan :
Nurul Ilmi (2103421041)
BM-1B
PROGRAM
STUDI
BROADBAND
MULTIMEDIA
JURUSAN TEKNIK ELEKTRO
POLITEKNIK NEGERI
JAKARTA
2021
I. TUJUAN
1. Menampilkan bentuk sinyal AM (Double Side Band).
2. Menjelaskan apa yang disebut dengan over modulated dan under modulated dari sinyal
AM.
II. ALAT DAN KOMPONEN YANG DIGUNAKAN
No Alat Jumlah
1 Komputer 1
2 Simulator Wolframe Player 12 1
3 File Simulator Amplitude Simulation 1
III. DASAR TEORI
M O D U L A S I A M P L I T U D O
PengertianModulasiAmplitudo
Modulasi merupakan proses mengubah-ubah parameter suatu sinyal (sinyal pembawa
atau carrier) dengan menggunakan sinyal yang lain (yaitu sinyal pemodulasi yang berupa
sinyal informasi). Sinyal informasi dapat berbentuk sinyal video,sinyal audio atau sinyal yang
lain.
1. Modulasi Amplitudo (AM,Amplitudo Modulation)
Pada modulasi ampltudo, sinyal pemodulasi atau sinyal informasi mengubah-ubah
sinyal pembawa atau sinyal carrier. Besarnya amplitudo sinyal pembawa akan berbanding
lurus dengan amplitudo sinyal pemodulasi.
Jika sinyal pemodulasi dinyatakan sebagai em= Vm.sin𝜔m.t dan sinyal pembawanya
dinyatakan sebagai ec=Vc.sin𝜔c.t ,maka sinyal hasil modulasi disebut sinyal termodulasi
atau eAM. Berikut ini adalah analisis sinyal termodulasi AM.
eAM = Vc (1+m sin𝜔m t) sin𝜔c t
= Vc. sin𝜔c t + m. Vc. sin 𝜔ct. sin𝜔m t
= Vc. sin𝜔c t + ½ m. Vc. cos(𝜔c-𝜔m)t – ½ m.Vc. cos(𝜔c+𝜔m)t
dengan
eAM : sinyal termodulasi AM
em : sinyal pemodulasi
ec : sinyal pembawa
Vc : amplitudo maksimum sinyal pembawa
Vm : amplitude maksimum sinyal pemodulasi
m : indeks modulasi AM
𝜔c : frekuensi sudut sinyal pembawa (radian/detik)
𝜔m : frekuensi sudut sinyal pemodulasi (radian/detik)
Hubungan antara frekuensi sinyal dalam hertz dengan frekuensi sudut dinyatakan sebagai :
𝜔 = 2 π f
Gambar 3.1 memperlihatkan sinyal pemodulasi (sinyal informasi), sinyal pembawa, dan
sinyal hasil modulasi atau sinyal termodulasi AM.
Komponen pertama sinyal termodulasi AM (Vc sin𝜔c t) disebut komponen
pembawa, komponen kedua ( yaitu ½ m.Vc.cos(𝜔c-𝜔m).t ) disebut komponen bidang sisi
bawah atau LSB (Lower Side Band) dan komponen ketiga (yaitu ½ m.Vc.cos(𝜔c+𝜔m).t )
komponen bidang sisi atas atau USB (Upper Side Band). Komponen pembawa mempunyai
frekuensi sudut sebesar 𝜔c, komponen LSB mempunyai frekuensi sudut sebesar 𝜔c-𝜔m, dan
komponen USB mempunyai frekuensi sudut sebesar 𝜔c+𝜔m.
Pada Gambar 3.2 diperlihatkan spectrum frekuensi gelombang termodulasi AM yang
dihasilkan oleh spektrum analyzer. Harga amplitudo masing-masing bidang sisi dinyatakan
dalam harga mutlaknya.
2. Sampul Gelombang Termodulasi AM
Pada sub bab ini akan dibahas tentang persamaan yang menyatakan amplitudo
gelombang termodulasi AM. Ini juga dikenal sebagai sampul gelombang termodulasi AM.
Sampul ini merupakan garis imajiner yang digambar antara nilai-nilai puncak pada setiap
siklus, memberikan bentuk yang ekivalen dengan bentuk tegangan pemodulasi.
esampul = Vc + em
= Vc + Vm.sin𝜔m. t
Oleh karena Vm = m. Vc, maka pernyataan tersebut dinyatakan sebagai :
esampul = Vc + m. Vc . sin𝜔m. t
= Vc (1+ m. sin𝜔m. t) Sampul Positif
= - Vc (1+ m. sin𝜔m. t) Sampul Negatif
Gambar 3.3 memperlihatkan contoh sampul positif dan negatif, jika Vc = 2 Volt, Vm = 1.06
Volt, m = 0,53 Volt.
3. Indeks modulasi AM
Derajat modulasi merupakan parameter penting dan juga sering disebut indeks
modulasi AM, dinotasikan dengan m. parameter ini merupakan perbandingan amplitudo
puncak sinyal pemodulasi (Vm) dengan amplitude puncak sinyal pembawa (Vc). besarnya
indeks modulasi mempunyai rentang 0 dan 1. Indeks mosulasi sebesar nol, berarti tidak ada
pemodulasian, sedangkan indeks modulasi sebesar satu merupakan pemodulasian maksimal
yang dimungkinkan.
Besarnya indeks modulasi AM dinyatakan dengan persamaan :
m =
Vm
Vc
indeks modulasi juga dapat dinyatakan dalam persen dan dinotasikan dengan m,
m =
Vm
Vc
x 100%
pada sebuah penerima index modulasinya dapat diekspresikan sebagai suatu perbandingan
antara perubahan sinyal pembawa (𝜟Uc) dengan sinyal pembawa yang tidak dimodulasi.
m =
ΔUc
Uc
atau
𝑈𝑖
𝑈𝑐
=
𝑈𝑝𝑝 max − 𝑈𝑝𝑝 𝑚𝑖𝑛
𝑈𝑝𝑝 max + 𝑈𝑝𝑝 𝑚𝑖𝑛
index modulasi biasanya dinyatakan dalam proses modulasi :
Ui = harga maksimum dari sinyal informasi
Uc = harga maksimum dari sinyal pembawa
Menghitung nilai index modulasi
m =
𝐸max−E
𝐸
=
𝐸−𝐸𝑚𝑖𝑛
𝐸
=
𝐴−𝐵
𝐴+𝐵
a.) Penggambaran Y/t
Gambar bentuk gelombang untuk beberapa nilai m
b.) Penggambaran X-Y
IV. LANGKAH KERJA
1. Aktifkan WolframPlayer12.
2. Buka file AmplitudeModulation
3. Dengannilai default(frekuensi 500 Hz) dan depth50%, perhatikangambardi time domain
dan frequencydomain.
4. Kliktanda√ dibagianInclude Carrier(side bands:dual).
5. Capture gambar di time domaindan frequencydengandantanpaCarrier.
6. Ulangi langkah3-5 denganmengubahnilaidepth0% dan100%
7. Gambar screencapture digabungdalambagianData Hasil Percobaan,berikanjudul (caption)
yang sesuai.Berikanpenjelasan,bilaperlu.
8. Ulangi langkah3-5 denganmengubahnilaidepth0% dan100%
9. Gambar screencapture digabungdalambagianData Hasil Percobaan,berikanjudul (caption)
yang sesuai.Berikanpenjelasan,bilaperlu.
10. Bandingkangambarscreencapture dan buatanalisanyadi bagianAnalisaData.
11. Ulangi langkah3-8 denganmengubahnilaifrekuensike 1500 Hz dan 2500 Hz. Pengubahan
nilai dapatdilakukandenganmenggeserataudenganmengubahnilaidibagianangka.
Contoh:
angkanya diganti
12. Denganfrekuensi 2500 Hz, ubahindeksmodulasi (depth) menjadi 110% (intinya,nilai lebih
besardari 100%).
13. Capture gambar di time domaindanfrequencydengandantanpaCarrier.
14. Gambar screencapture digabungdalambagianData Hasil Percobaan,berikanjudul (caption)
yang sesuai.Berikanpenjelasan,bilaperlu.
15. Bandingkangambarscreencapture dan buatanalisanyadi bagianAnalisaData.
V. DATA HASIL PERCOBAAN
Gambar 1 adalah tampilan amplitude modulation dengan menggunakan frekuensi 500 Hz,
depth 50 %, menggunakan carrier dan dual side bands.
Gambar 2 adalah tampilan amplitude modulation dengan menggunakan frekuensi 500 Hz,
depth 50 %, tanpa menggunakan carrier dan menggunakan dual side bands.
Gambar 3 adalah tampilan amplitude modulation dengan menggunakan frekuensi 500
Hz, depth 0 %, tanpa menggunakan carrier dan menggunakan dual side bands.
Gambar 4 adalah tampilan amplitude modulation dengan menggunakan frekuensi 500
Hz, depth 0 %, menggunakan carrier dan menggunakan dual side bands.
Gambar 5 adalah tampilan amplitude modulation dengan menggunakan frekuensi 500
Hz, depth 100%, menggunakan carrier dan menggunakan dual side bands.
Gambar 6 adalah tampilan amplitude modulation dengan menggunakan frekuensi 500
Hz, depth 100%, tanpa menggunakan carrier dan menggunakan dual side bands.
Gambar 7 adalah tampilan amplitude modulation dengan menggunakan frekuensi 1500
Hz, depth 50%, menggunakan carrier dan menggunakan dual side bands.
Gambar 8 adalah tampilan amplitude modulation dengan menggunakan frekuensi 1500
Hz, depth 50%, tanpa menggunakan carrier dan menggunakan dual side bands.
Gambar 9 adalah tampilan amplitude modulation dengan menggunakan frekuensi 1500
Hz, depth 0%, menggunakan carrier dan menggunakan dual side bands.
Gambar 10 adalah tampilan amplitude modulation dengan menggunakan frekuensi
1500 Hz, depth 0%, tanpa menggunakan carrier dan menggunakan dual side bands.
Gambar 11 adalah tampilan amplitude modulation dengan menggunakan frekuensi
1500 Hz, depth 100%, menggunakan carrier dan menggunakan dual side bands.
Gambar 12 adalah tampilan amplitude modulation dengan menggunakan frekuensi
1500 Hz, depth 100%, tanpa menggunakan carrier dan menggunakan dual side bands
Gambar 13 adalah tampilan amplitude modulation dengan menggunakan frekuensi
2500 Hz, depth 50%, menggunakan carrier dan menggunakan dual side bands.
Gambar 14 adalah tampilan amplitude modulation dengan menggunakan frekuensi
2500 Hz, depth 50%, tanpa menggunakan carrier dan menggunakan dual side bands.
Gambar 15 adalah tampilan amplitude modulation dengan menggunakan frekuensi
2500 Hz, depth 0%, menggunakan carrier dan menggunakan dual side bands.
Gambar 16 adalah tampilan amplitude modulation dengan menggunakan frekuensi
2500 Hz, depth 0%, tanpa menggunakan carrier dan menggunakan dual side bands.
Gambar 17 adalah tampilan amplitude modulation dengan menggunakan frekuensi
2500 Hz, depth 100%, menggunakan carrier dan menggunakan dual side bands.
Gambar 18 adalah tampilan amplitude modulation dengan menggunakan frekuensi
2500 Hz, depth 100%, tanpa menggunakan carrier dan menggunakan dual side bands.
Gambar 19 adalah tampilan amplitude modulation dengan menggunakan frekuensi
2500 Hz, depth 110%, menggunakan carrier dan menggunakan dual side bands.
Gambar 20 adalah tampilan amplitude modulation dengan menggunakan frekuensi
2500 Hz, depth 110%, tanpa menggunakan carrier dan menggunakan dual side bands.
VI. ANALISA DATA
1. Frekuensi 500 Hz, dengan menggunakan sinyal carrier
pada frekuensi 500 Hz dan depth sebesar 0 %, terlihat bahwa pada domain waktu (time
domain) menunjukkan pada waktu 1 ms sampai dengan -1 ms dan ada pula dari 1,5 sampai
dengan -1,5 ms ( ini adalah kenaikan sinyal carriernya atau pada gambar berupa garis biru).
Sedangkan domain waktu (time domain) pada depth 50% dan 100% dengan frekuensi yang
sama akan menghasilkan nilai yg lebih tinggi daripada depth dengan 0% . Disini bisa dilihat
pula kenaikan dari depth 0% sampai dengan depth 100% menghasilkan nilai atau gelombang
yang tidak stabil ( ada yang kenaikannya sama dan ada yang kenaikannya berbeda / kenaikan
tidak simetris)
2. Frekuensi 500 Hz tanpa menggunakan sinyal carrier
Pada frekuensi 500 Hz dan depth sebesar 0%, terlihat bahwa domain waktu ( time
domainnya) cenderung 0 atau tidak ada gelombang ( sinyal modulasi berupa sinyal
informasinya tidak ada) . Bisa dilihat pula bahwa kenaikan dari depth 0% sampai dengan
100% memiliki kenaikan yang cenderung stabil atau kenaikan sinyal modulasinya atau sinyal
audio yang sama (contoh : pada depth 50%, menunjukkan kenaikan dari 0,5 sampai dengan -
0,5 ms dan pada depth 100% menunjukkan kenaikan dari 1 sampai dengan -1 ms).
3. Frekuensi 2500 Hz dan depth 110% dengan menggunakan sinyal carrier
Pada frekuensi 2500 Hz dan depth sebesar 110%, terlihat bahwa domain waktu (time
domainnya) pada sinyal carriernya menunjukkan kenaikan yang tidak stabil dan cenderung
lebih besar jika dibandingkan dengan sinyal carrier (garis biru) yang tidak menggunakan
sinyal carrier.
4. Frekuensi 2500 Hz dan depth 110% tanpa menggunakan sinyal carrier
Pada frekuensi 2500% dan depth sebesar 110%, terlihat bahwa domain waktu (time
domainnya) pada sinyal carrier atau garis biru nilainya akan sama dengan sinyal
pemodulasinya atau sinyal audio nya dan cenderung memiliki nilai dengan kenaikan yang
sama pula.
VIII. KESIMPULAN
Bisa disimpulkan bahwa setiap kita menambahkan sinyal carrier pada sinyal
pemodulasinya atau sinyal informasinya yang pada gambar ini berupa sinyal audio,
maka akan menghasilkan nilai yang lebih besar dan cenderung tidak sama besar
kenaikannya. Pada kasus ini, kita bisa melihat dari gambar berikut ini.
Ini adalah gambar dengan frekuensi sebesar 500 Hz, depth sebesar 50% dan
menggunakan sinyal carrier (dual side bands)
Ini adalah gambar dengan frekuensi sebesar 500 Hz, depth sebesar 50% dan tanpa
menggunakan sinyal carrier (dual side bands)
Disini kita bisa melihat bahwa kenaikan sinyal termodulasi AM yang menggunakan
sinyal carrier akan mengalam kenaikan yang tidak stabil atau berbeda-beda jika
dibandingkan dengan sinyal termodulasi AM yang tidak menggunakan sinyal carrier.
Dapat dilihat dari gabar ini pula, kenaikan sinyal carrier (garis biru) pada bagian sinyal
termodulasi AM yang tidak menggunakan sinyal carrier akan memliki nilai yang sama
besar dengan nilai sinyal pemodulasinya (garis oren)

Amplitudo Modulation

  • 1.
    LAPORAN PRAKTIKUM LABORATORIUM SISTEMTELEKOMUNIKASI SEMESTER I PRAKTIK 1 (JUDUL) AMPLITUDE MODULATION (AM) Nama Praktikan : Nurul Ilmi (2103421041) BM-1B PROGRAM STUDI BROADBAND MULTIMEDIA JURUSAN TEKNIK ELEKTRO POLITEKNIK NEGERI JAKARTA 2021
  • 2.
    I. TUJUAN 1. Menampilkanbentuk sinyal AM (Double Side Band). 2. Menjelaskan apa yang disebut dengan over modulated dan under modulated dari sinyal AM. II. ALAT DAN KOMPONEN YANG DIGUNAKAN No Alat Jumlah 1 Komputer 1 2 Simulator Wolframe Player 12 1 3 File Simulator Amplitude Simulation 1 III. DASAR TEORI M O D U L A S I A M P L I T U D O PengertianModulasiAmplitudo Modulasi merupakan proses mengubah-ubah parameter suatu sinyal (sinyal pembawa atau carrier) dengan menggunakan sinyal yang lain (yaitu sinyal pemodulasi yang berupa sinyal informasi). Sinyal informasi dapat berbentuk sinyal video,sinyal audio atau sinyal yang lain. 1. Modulasi Amplitudo (AM,Amplitudo Modulation) Pada modulasi ampltudo, sinyal pemodulasi atau sinyal informasi mengubah-ubah sinyal pembawa atau sinyal carrier. Besarnya amplitudo sinyal pembawa akan berbanding lurus dengan amplitudo sinyal pemodulasi. Jika sinyal pemodulasi dinyatakan sebagai em= Vm.sin𝜔m.t dan sinyal pembawanya dinyatakan sebagai ec=Vc.sin𝜔c.t ,maka sinyal hasil modulasi disebut sinyal termodulasi atau eAM. Berikut ini adalah analisis sinyal termodulasi AM. eAM = Vc (1+m sin𝜔m t) sin𝜔c t = Vc. sin𝜔c t + m. Vc. sin 𝜔ct. sin𝜔m t = Vc. sin𝜔c t + ½ m. Vc. cos(𝜔c-𝜔m)t – ½ m.Vc. cos(𝜔c+𝜔m)t dengan eAM : sinyal termodulasi AM em : sinyal pemodulasi ec : sinyal pembawa Vc : amplitudo maksimum sinyal pembawa Vm : amplitude maksimum sinyal pemodulasi m : indeks modulasi AM 𝜔c : frekuensi sudut sinyal pembawa (radian/detik) 𝜔m : frekuensi sudut sinyal pemodulasi (radian/detik)
  • 3.
    Hubungan antara frekuensisinyal dalam hertz dengan frekuensi sudut dinyatakan sebagai : 𝜔 = 2 π f Gambar 3.1 memperlihatkan sinyal pemodulasi (sinyal informasi), sinyal pembawa, dan sinyal hasil modulasi atau sinyal termodulasi AM. Komponen pertama sinyal termodulasi AM (Vc sin𝜔c t) disebut komponen pembawa, komponen kedua ( yaitu ½ m.Vc.cos(𝜔c-𝜔m).t ) disebut komponen bidang sisi bawah atau LSB (Lower Side Band) dan komponen ketiga (yaitu ½ m.Vc.cos(𝜔c+𝜔m).t ) komponen bidang sisi atas atau USB (Upper Side Band). Komponen pembawa mempunyai frekuensi sudut sebesar 𝜔c, komponen LSB mempunyai frekuensi sudut sebesar 𝜔c-𝜔m, dan komponen USB mempunyai frekuensi sudut sebesar 𝜔c+𝜔m. Pada Gambar 3.2 diperlihatkan spectrum frekuensi gelombang termodulasi AM yang dihasilkan oleh spektrum analyzer. Harga amplitudo masing-masing bidang sisi dinyatakan dalam harga mutlaknya.
  • 4.
    2. Sampul GelombangTermodulasi AM Pada sub bab ini akan dibahas tentang persamaan yang menyatakan amplitudo gelombang termodulasi AM. Ini juga dikenal sebagai sampul gelombang termodulasi AM. Sampul ini merupakan garis imajiner yang digambar antara nilai-nilai puncak pada setiap siklus, memberikan bentuk yang ekivalen dengan bentuk tegangan pemodulasi. esampul = Vc + em = Vc + Vm.sin𝜔m. t Oleh karena Vm = m. Vc, maka pernyataan tersebut dinyatakan sebagai : esampul = Vc + m. Vc . sin𝜔m. t = Vc (1+ m. sin𝜔m. t) Sampul Positif = - Vc (1+ m. sin𝜔m. t) Sampul Negatif Gambar 3.3 memperlihatkan contoh sampul positif dan negatif, jika Vc = 2 Volt, Vm = 1.06 Volt, m = 0,53 Volt. 3. Indeks modulasi AM Derajat modulasi merupakan parameter penting dan juga sering disebut indeks modulasi AM, dinotasikan dengan m. parameter ini merupakan perbandingan amplitudo puncak sinyal pemodulasi (Vm) dengan amplitude puncak sinyal pembawa (Vc). besarnya indeks modulasi mempunyai rentang 0 dan 1. Indeks mosulasi sebesar nol, berarti tidak ada pemodulasian, sedangkan indeks modulasi sebesar satu merupakan pemodulasian maksimal yang dimungkinkan.
  • 5.
    Besarnya indeks modulasiAM dinyatakan dengan persamaan : m = Vm Vc indeks modulasi juga dapat dinyatakan dalam persen dan dinotasikan dengan m, m = Vm Vc x 100% pada sebuah penerima index modulasinya dapat diekspresikan sebagai suatu perbandingan antara perubahan sinyal pembawa (𝜟Uc) dengan sinyal pembawa yang tidak dimodulasi. m = ΔUc Uc atau 𝑈𝑖 𝑈𝑐 = 𝑈𝑝𝑝 max − 𝑈𝑝𝑝 𝑚𝑖𝑛 𝑈𝑝𝑝 max + 𝑈𝑝𝑝 𝑚𝑖𝑛 index modulasi biasanya dinyatakan dalam proses modulasi : Ui = harga maksimum dari sinyal informasi Uc = harga maksimum dari sinyal pembawa Menghitung nilai index modulasi m = 𝐸max−E 𝐸 = 𝐸−𝐸𝑚𝑖𝑛 𝐸 = 𝐴−𝐵 𝐴+𝐵 a.) Penggambaran Y/t Gambar bentuk gelombang untuk beberapa nilai m b.) Penggambaran X-Y
  • 6.
    IV. LANGKAH KERJA 1.Aktifkan WolframPlayer12. 2. Buka file AmplitudeModulation 3. Dengannilai default(frekuensi 500 Hz) dan depth50%, perhatikangambardi time domain dan frequencydomain. 4. Kliktanda√ dibagianInclude Carrier(side bands:dual). 5. Capture gambar di time domaindan frequencydengandantanpaCarrier. 6. Ulangi langkah3-5 denganmengubahnilaidepth0% dan100% 7. Gambar screencapture digabungdalambagianData Hasil Percobaan,berikanjudul (caption) yang sesuai.Berikanpenjelasan,bilaperlu. 8. Ulangi langkah3-5 denganmengubahnilaidepth0% dan100% 9. Gambar screencapture digabungdalambagianData Hasil Percobaan,berikanjudul (caption) yang sesuai.Berikanpenjelasan,bilaperlu. 10. Bandingkangambarscreencapture dan buatanalisanyadi bagianAnalisaData. 11. Ulangi langkah3-8 denganmengubahnilaifrekuensike 1500 Hz dan 2500 Hz. Pengubahan nilai dapatdilakukandenganmenggeserataudenganmengubahnilaidibagianangka. Contoh: angkanya diganti 12. Denganfrekuensi 2500 Hz, ubahindeksmodulasi (depth) menjadi 110% (intinya,nilai lebih besardari 100%). 13. Capture gambar di time domaindanfrequencydengandantanpaCarrier. 14. Gambar screencapture digabungdalambagianData Hasil Percobaan,berikanjudul (caption) yang sesuai.Berikanpenjelasan,bilaperlu. 15. Bandingkangambarscreencapture dan buatanalisanyadi bagianAnalisaData.
  • 7.
    V. DATA HASILPERCOBAAN Gambar 1 adalah tampilan amplitude modulation dengan menggunakan frekuensi 500 Hz, depth 50 %, menggunakan carrier dan dual side bands. Gambar 2 adalah tampilan amplitude modulation dengan menggunakan frekuensi 500 Hz, depth 50 %, tanpa menggunakan carrier dan menggunakan dual side bands.
  • 8.
    Gambar 3 adalahtampilan amplitude modulation dengan menggunakan frekuensi 500 Hz, depth 0 %, tanpa menggunakan carrier dan menggunakan dual side bands. Gambar 4 adalah tampilan amplitude modulation dengan menggunakan frekuensi 500 Hz, depth 0 %, menggunakan carrier dan menggunakan dual side bands. Gambar 5 adalah tampilan amplitude modulation dengan menggunakan frekuensi 500 Hz, depth 100%, menggunakan carrier dan menggunakan dual side bands.
  • 9.
    Gambar 6 adalahtampilan amplitude modulation dengan menggunakan frekuensi 500 Hz, depth 100%, tanpa menggunakan carrier dan menggunakan dual side bands. Gambar 7 adalah tampilan amplitude modulation dengan menggunakan frekuensi 1500 Hz, depth 50%, menggunakan carrier dan menggunakan dual side bands. Gambar 8 adalah tampilan amplitude modulation dengan menggunakan frekuensi 1500 Hz, depth 50%, tanpa menggunakan carrier dan menggunakan dual side bands.
  • 10.
    Gambar 9 adalahtampilan amplitude modulation dengan menggunakan frekuensi 1500 Hz, depth 0%, menggunakan carrier dan menggunakan dual side bands. Gambar 10 adalah tampilan amplitude modulation dengan menggunakan frekuensi 1500 Hz, depth 0%, tanpa menggunakan carrier dan menggunakan dual side bands. Gambar 11 adalah tampilan amplitude modulation dengan menggunakan frekuensi 1500 Hz, depth 100%, menggunakan carrier dan menggunakan dual side bands.
  • 11.
    Gambar 12 adalahtampilan amplitude modulation dengan menggunakan frekuensi 1500 Hz, depth 100%, tanpa menggunakan carrier dan menggunakan dual side bands Gambar 13 adalah tampilan amplitude modulation dengan menggunakan frekuensi 2500 Hz, depth 50%, menggunakan carrier dan menggunakan dual side bands. Gambar 14 adalah tampilan amplitude modulation dengan menggunakan frekuensi 2500 Hz, depth 50%, tanpa menggunakan carrier dan menggunakan dual side bands.
  • 12.
    Gambar 15 adalahtampilan amplitude modulation dengan menggunakan frekuensi 2500 Hz, depth 0%, menggunakan carrier dan menggunakan dual side bands. Gambar 16 adalah tampilan amplitude modulation dengan menggunakan frekuensi 2500 Hz, depth 0%, tanpa menggunakan carrier dan menggunakan dual side bands. Gambar 17 adalah tampilan amplitude modulation dengan menggunakan frekuensi 2500 Hz, depth 100%, menggunakan carrier dan menggunakan dual side bands.
  • 13.
    Gambar 18 adalahtampilan amplitude modulation dengan menggunakan frekuensi 2500 Hz, depth 100%, tanpa menggunakan carrier dan menggunakan dual side bands. Gambar 19 adalah tampilan amplitude modulation dengan menggunakan frekuensi 2500 Hz, depth 110%, menggunakan carrier dan menggunakan dual side bands. Gambar 20 adalah tampilan amplitude modulation dengan menggunakan frekuensi 2500 Hz, depth 110%, tanpa menggunakan carrier dan menggunakan dual side bands.
  • 14.
    VI. ANALISA DATA 1.Frekuensi 500 Hz, dengan menggunakan sinyal carrier pada frekuensi 500 Hz dan depth sebesar 0 %, terlihat bahwa pada domain waktu (time domain) menunjukkan pada waktu 1 ms sampai dengan -1 ms dan ada pula dari 1,5 sampai dengan -1,5 ms ( ini adalah kenaikan sinyal carriernya atau pada gambar berupa garis biru). Sedangkan domain waktu (time domain) pada depth 50% dan 100% dengan frekuensi yang sama akan menghasilkan nilai yg lebih tinggi daripada depth dengan 0% . Disini bisa dilihat pula kenaikan dari depth 0% sampai dengan depth 100% menghasilkan nilai atau gelombang yang tidak stabil ( ada yang kenaikannya sama dan ada yang kenaikannya berbeda / kenaikan tidak simetris) 2. Frekuensi 500 Hz tanpa menggunakan sinyal carrier Pada frekuensi 500 Hz dan depth sebesar 0%, terlihat bahwa domain waktu ( time domainnya) cenderung 0 atau tidak ada gelombang ( sinyal modulasi berupa sinyal informasinya tidak ada) . Bisa dilihat pula bahwa kenaikan dari depth 0% sampai dengan 100% memiliki kenaikan yang cenderung stabil atau kenaikan sinyal modulasinya atau sinyal audio yang sama (contoh : pada depth 50%, menunjukkan kenaikan dari 0,5 sampai dengan - 0,5 ms dan pada depth 100% menunjukkan kenaikan dari 1 sampai dengan -1 ms). 3. Frekuensi 2500 Hz dan depth 110% dengan menggunakan sinyal carrier Pada frekuensi 2500 Hz dan depth sebesar 110%, terlihat bahwa domain waktu (time domainnya) pada sinyal carriernya menunjukkan kenaikan yang tidak stabil dan cenderung lebih besar jika dibandingkan dengan sinyal carrier (garis biru) yang tidak menggunakan sinyal carrier. 4. Frekuensi 2500 Hz dan depth 110% tanpa menggunakan sinyal carrier Pada frekuensi 2500% dan depth sebesar 110%, terlihat bahwa domain waktu (time domainnya) pada sinyal carrier atau garis biru nilainya akan sama dengan sinyal pemodulasinya atau sinyal audio nya dan cenderung memiliki nilai dengan kenaikan yang sama pula.
  • 15.
    VIII. KESIMPULAN Bisa disimpulkanbahwa setiap kita menambahkan sinyal carrier pada sinyal pemodulasinya atau sinyal informasinya yang pada gambar ini berupa sinyal audio, maka akan menghasilkan nilai yang lebih besar dan cenderung tidak sama besar kenaikannya. Pada kasus ini, kita bisa melihat dari gambar berikut ini. Ini adalah gambar dengan frekuensi sebesar 500 Hz, depth sebesar 50% dan menggunakan sinyal carrier (dual side bands) Ini adalah gambar dengan frekuensi sebesar 500 Hz, depth sebesar 50% dan tanpa menggunakan sinyal carrier (dual side bands) Disini kita bisa melihat bahwa kenaikan sinyal termodulasi AM yang menggunakan sinyal carrier akan mengalam kenaikan yang tidak stabil atau berbeda-beda jika dibandingkan dengan sinyal termodulasi AM yang tidak menggunakan sinyal carrier. Dapat dilihat dari gabar ini pula, kenaikan sinyal carrier (garis biru) pada bagian sinyal termodulasi AM yang tidak menggunakan sinyal carrier akan memliki nilai yang sama besar dengan nilai sinyal pemodulasinya (garis oren)