Sistem Non
Linear
N a m a : H e n d r a A r d i a n t o R . P r a t a m a
N I M : 1 4 1 0 5 0 1 0 2 4
F a k u l t a s : T e k n i k E l e k t r o
P e m b i m b i n g : R . S u r y o t o E d i R a h a r j o , S . T . , M . E n g
Penguat (Amplifier) adalah rangkaian
komponen elektronika yang dipakai untuk
menguatkan daya. Dalam bidang audio,
amplifier akan menguatkan
signal suara berbentuk analog dari sumber
suara yaitu memperkuat signal/gain arus (I)
dan tegangan (V) listrik berbentuk sinyal AC
dari inputnya menjadi arus listrik AC dan
tegangan yang lebih besar, juga dayanya
akan menjadi lebih besar di bagian
outputnya.
Power Amplifier adalah alat yang
berfungsi untuk mengubah sinyal input
dengan amplitude rendah menjadi
output dengan amplitude yang lebih
tinggi dengan frekuensi tetap. Atau
dengan kata
lain "Power Amplifier berfungsi untuk
menguatkan daya dari sinyal input yang
masih lemah agar dapat didengar
dengan baik oleh orang banyak pada
tempat yang relatif luas seperti di
lapangan, gedung auditorium,dll."
Suara atau bunyi adalah akibat dari adanya dua zat atau lebih yang
saling bergesekan (misal benda dengan partikel udara,dll). Jumlah
getaran dalam satu detik disebut frekuensi yang dinyatakan dalam
satuan Hertz (Hz). Jumlah getaran yang terjadi setiap detik (Frekuensi)
akan berpengaruh terhadap tinggi rendahnya nada/bunyi.
Sedangkan lemah kerasnya nada/bunyi dipengarui oleh amplitudo.
Amplitudo adalah tinggi atau dalamnya lembah gelombang sinyal
suara, bila suara yang didengar keras berarti amplitudo-nya tinggi
begitu pula sebaliknya.
Lihat Gambar dibawah ini :
 Bagian Input
 Penguat mula
 Pengatur Nada
 Penguat akhir
 Bagian output
 Sumber Arus
Blok diagram berikut ini :
 Bagian input
Merupakan bagian yang bertugas untuk meyalurkan sinyal suara yang
berasal dari tape recorder, microphone, dll menuju Amplifier. Bagian
input ini di buat dengan nilai impedansi yang tinggi dibanding dengan
impedansi bagian outputnya, dengan maksud untuk menyesuaikan
impedansi sumber arus Amplifier tersebut.
 Penguat mula
Bagian pre-Amplifier yang digunakan untuk memperkuat sinal input
yang masih lemah. Untuk memperoleh penguatan yang cukup baik
bagian ini dapat di buat lebih dari satu penguat. Untuk menghubungkan
rangkaian penguat satu dengan yang lain dibutuhkan sebuah
komponen sebagai kopling (penghubung) untuk mengurangi kerusakan
komponen aktif akibat konsleting. Kompenen yang di gunakan
biasanya resistor, kapasitor, maupun transformator.
 Pengatur nada
Bagian ini sering di sebut dengan tone control, yang di gunakan untuk
menyesuaikan menyesuaikan frekuensi-frekuensi tertentu sehingga di
peroleh nada yang di inginkan. Secara garis besar ada dua macam
pengatur nada, yaitu pengatur nada rendah BASS dan nada tinggi
TREBLE. Namun dalam perkembanganya, Amplifier sekarang sudah
dilengkapi pengatur nada dengan nada sedang MID dan juga FILTER
untuk menyaring suara atau menghilangkan noise.
 Penguat akhir
Bagian ini adalah bagian utama Amplifier. Berfungsi untuk memperkuat
sinyal suara yang telah di olah pada bagian penguat mula atau pre-
Amplifier dan tone control. Penguat akhir ini diperlukan Karena hasil
penguatan pada bagian penguat mula masih kecil sehingga dayanya
belum cukup kuat untuk menggetarkan membrane speaker.Bagian ini
juga sering di sebut sebagai penguat daya (Power Amplifier).
 Penguat tunggal
Penguat yang menggunakan kopling transformator OT (OUTPUT
TRANSFORMATOR) yang berfungsi sebagai penyesuai impedansi
antara loud Speaker dengan impedansi penguat tersebut. Penguat
tunggal sering digunakan pada amplifier mono.
 Penguat balance
Penguat akhir yang digunakan pada amplifier stereo. Penguat Balance
ini juga menggunakan transformator OT sebagai koplingnya. Adapun
sifat trafo OT adalah:
a. Meredam frekuensi tinggi.
b. Pencatu daya cukup dengan tegangan rendah.
c. Arus kolektor cukup besar, jadi harus memesang pendingin pada
transistior.
Ada bermacam istilah dalam dunia pengeras suara yang disebut Power
Amplifier.
Ada 3 macam jenis Power Amplifier yang umum Masing-masing
mempunyai karakteristik :
• OTL adalah singkatan dari Output Transformator Less
• OCL adalah singkatan dari Output Capasitor Less
• BTL adalah singkatan dari Bridge-Tied Load
Power Amplifier model OTL merupakan salah satu model power
amplifier yang digunakan untuk daya kecil sampai daya sedang tidak
lebih dari 100 Watt.Power Amplifier OTL mempunyai ciri khusus yaitu pada catu
dayanya. Catu Daya (power supply) yang digunakan adalah
jenis non-simetri sehingga cukup menggunakan catu daya
baterai (pada kutub (+) dan (-) atau sebuah adaptor dengan
V(+) dan ground (0). Namun pada outputnya biasanya
ditambahkan sebuah coupling atau penghubung dengan
sebuah kapasitor berukuran yang cukup besar biasanya
diatas 1000uF berjenis elco polar.
Power amplifier model OCL umumnya digunakan pada penguat daya
amplitudo yang besar, pada power amplifier OCL ini dipasangkan
dengan catu daya atau power supply simetri V(+), V(-) dan Ground (0)
yang memang dianggap lebih aman pada output yang dikeluarkan ke
beban (loudspeaker).
Ciri khas pada power amplifier model ini adalah salah satu ujung beban
pada keluaran atau output pada power amplifier ini terhubung dengan
CT transformator atau sumber tegangan sebagai titik simpul atau titik
tengah dari suatu gelombang yang dihasilkan, sehingga pergerakan
amplitudo gelombang akan menuju V(+) dan V(-) melewati CT
transformator sebagai ground dan titik tengah dari amplitudo
gelombang keluaran tersebut.
Power Amplifier model BTL (Bridge-Tied Load) konfigurasi
menyatukan 2 buah PA ini dibuat dengan mengkonfigurasi dua buah
power amplifier model OCL atau dua buah power amplifier model OTL
menjadi satu power amplifier dengan cara dibuatkan rangkaian
jembatan (Bridge) atau beban yang diikat satu sama lain. Sistem
Amplifier Bridge (BTL) pada dasarnya adalah menggabungkan 2 buah
amplifier agar daya yang diperoleh meningkat menjadi 2 kali lipat
secara teoritis.
Penguat operasional (Op-amp) didefinisikann sebagai suatu rangkaian
terintegrasi yang berisi beberapa tingkat dan konfigurasi penguat
diferensial.
Penguat operasional memilki dua masukan dan satu keluaran
Membandingkan nilai kedua input (input inverting dan input non-
inverting), apabila kedua input bernilai sama maka output Op-amp tidak
ada (nol) dan apabila terdapat perbedaan nilai input keduanya maka
output Op-amp akan memberikan tegangan output.
• Penguatan tegangan lingkar terbuka = -∞
• Tegangan ofset keluaran = 0
• Hambatan masukan = ∞
• Hambatan keluaran = 0
• Waktu tanggapan = 0 detik
• Karakteristik tidak berubah dengan suhu
• Lebar Pita=∞
Amplifier dan Operational Amplifier
Amplifier dan Operational Amplifier

Amplifier dan Operational Amplifier

  • 1.
    Sistem Non Linear N am a : H e n d r a A r d i a n t o R . P r a t a m a N I M : 1 4 1 0 5 0 1 0 2 4 F a k u l t a s : T e k n i k E l e k t r o P e m b i m b i n g : R . S u r y o t o E d i R a h a r j o , S . T . , M . E n g
  • 2.
    Penguat (Amplifier) adalahrangkaian komponen elektronika yang dipakai untuk menguatkan daya. Dalam bidang audio, amplifier akan menguatkan signal suara berbentuk analog dari sumber suara yaitu memperkuat signal/gain arus (I) dan tegangan (V) listrik berbentuk sinyal AC dari inputnya menjadi arus listrik AC dan tegangan yang lebih besar, juga dayanya akan menjadi lebih besar di bagian outputnya.
  • 3.
    Power Amplifier adalahalat yang berfungsi untuk mengubah sinyal input dengan amplitude rendah menjadi output dengan amplitude yang lebih tinggi dengan frekuensi tetap. Atau dengan kata lain "Power Amplifier berfungsi untuk menguatkan daya dari sinyal input yang masih lemah agar dapat didengar dengan baik oleh orang banyak pada tempat yang relatif luas seperti di lapangan, gedung auditorium,dll."
  • 4.
    Suara atau bunyiadalah akibat dari adanya dua zat atau lebih yang saling bergesekan (misal benda dengan partikel udara,dll). Jumlah getaran dalam satu detik disebut frekuensi yang dinyatakan dalam satuan Hertz (Hz). Jumlah getaran yang terjadi setiap detik (Frekuensi) akan berpengaruh terhadap tinggi rendahnya nada/bunyi.
  • 5.
    Sedangkan lemah kerasnyanada/bunyi dipengarui oleh amplitudo. Amplitudo adalah tinggi atau dalamnya lembah gelombang sinyal suara, bila suara yang didengar keras berarti amplitudo-nya tinggi begitu pula sebaliknya. Lihat Gambar dibawah ini :
  • 6.
     Bagian Input Penguat mula  Pengatur Nada  Penguat akhir  Bagian output  Sumber Arus Blok diagram berikut ini :
  • 7.
     Bagian input Merupakanbagian yang bertugas untuk meyalurkan sinyal suara yang berasal dari tape recorder, microphone, dll menuju Amplifier. Bagian input ini di buat dengan nilai impedansi yang tinggi dibanding dengan impedansi bagian outputnya, dengan maksud untuk menyesuaikan impedansi sumber arus Amplifier tersebut.
  • 8.
     Penguat mula Bagianpre-Amplifier yang digunakan untuk memperkuat sinal input yang masih lemah. Untuk memperoleh penguatan yang cukup baik bagian ini dapat di buat lebih dari satu penguat. Untuk menghubungkan rangkaian penguat satu dengan yang lain dibutuhkan sebuah komponen sebagai kopling (penghubung) untuk mengurangi kerusakan komponen aktif akibat konsleting. Kompenen yang di gunakan biasanya resistor, kapasitor, maupun transformator.
  • 9.
     Pengatur nada Bagianini sering di sebut dengan tone control, yang di gunakan untuk menyesuaikan menyesuaikan frekuensi-frekuensi tertentu sehingga di peroleh nada yang di inginkan. Secara garis besar ada dua macam pengatur nada, yaitu pengatur nada rendah BASS dan nada tinggi TREBLE. Namun dalam perkembanganya, Amplifier sekarang sudah dilengkapi pengatur nada dengan nada sedang MID dan juga FILTER untuk menyaring suara atau menghilangkan noise.
  • 10.
     Penguat akhir Bagianini adalah bagian utama Amplifier. Berfungsi untuk memperkuat sinyal suara yang telah di olah pada bagian penguat mula atau pre- Amplifier dan tone control. Penguat akhir ini diperlukan Karena hasil penguatan pada bagian penguat mula masih kecil sehingga dayanya belum cukup kuat untuk menggetarkan membrane speaker.Bagian ini juga sering di sebut sebagai penguat daya (Power Amplifier).
  • 11.
     Penguat tunggal Penguatyang menggunakan kopling transformator OT (OUTPUT TRANSFORMATOR) yang berfungsi sebagai penyesuai impedansi antara loud Speaker dengan impedansi penguat tersebut. Penguat tunggal sering digunakan pada amplifier mono.
  • 12.
     Penguat balance Penguatakhir yang digunakan pada amplifier stereo. Penguat Balance ini juga menggunakan transformator OT sebagai koplingnya. Adapun sifat trafo OT adalah: a. Meredam frekuensi tinggi. b. Pencatu daya cukup dengan tegangan rendah. c. Arus kolektor cukup besar, jadi harus memesang pendingin pada transistior.
  • 13.
    Ada bermacam istilahdalam dunia pengeras suara yang disebut Power Amplifier. Ada 3 macam jenis Power Amplifier yang umum Masing-masing mempunyai karakteristik : • OTL adalah singkatan dari Output Transformator Less • OCL adalah singkatan dari Output Capasitor Less • BTL adalah singkatan dari Bridge-Tied Load
  • 14.
    Power Amplifier modelOTL merupakan salah satu model power amplifier yang digunakan untuk daya kecil sampai daya sedang tidak lebih dari 100 Watt.Power Amplifier OTL mempunyai ciri khusus yaitu pada catu dayanya. Catu Daya (power supply) yang digunakan adalah jenis non-simetri sehingga cukup menggunakan catu daya baterai (pada kutub (+) dan (-) atau sebuah adaptor dengan V(+) dan ground (0). Namun pada outputnya biasanya ditambahkan sebuah coupling atau penghubung dengan sebuah kapasitor berukuran yang cukup besar biasanya diatas 1000uF berjenis elco polar.
  • 15.
    Power amplifier modelOCL umumnya digunakan pada penguat daya amplitudo yang besar, pada power amplifier OCL ini dipasangkan dengan catu daya atau power supply simetri V(+), V(-) dan Ground (0) yang memang dianggap lebih aman pada output yang dikeluarkan ke beban (loudspeaker).
  • 16.
    Ciri khas padapower amplifier model ini adalah salah satu ujung beban pada keluaran atau output pada power amplifier ini terhubung dengan CT transformator atau sumber tegangan sebagai titik simpul atau titik tengah dari suatu gelombang yang dihasilkan, sehingga pergerakan amplitudo gelombang akan menuju V(+) dan V(-) melewati CT transformator sebagai ground dan titik tengah dari amplitudo gelombang keluaran tersebut.
  • 17.
    Power Amplifier modelBTL (Bridge-Tied Load) konfigurasi menyatukan 2 buah PA ini dibuat dengan mengkonfigurasi dua buah power amplifier model OCL atau dua buah power amplifier model OTL menjadi satu power amplifier dengan cara dibuatkan rangkaian jembatan (Bridge) atau beban yang diikat satu sama lain. Sistem Amplifier Bridge (BTL) pada dasarnya adalah menggabungkan 2 buah amplifier agar daya yang diperoleh meningkat menjadi 2 kali lipat secara teoritis.
  • 18.
    Penguat operasional (Op-amp)didefinisikann sebagai suatu rangkaian terintegrasi yang berisi beberapa tingkat dan konfigurasi penguat diferensial. Penguat operasional memilki dua masukan dan satu keluaran
  • 19.
    Membandingkan nilai keduainput (input inverting dan input non- inverting), apabila kedua input bernilai sama maka output Op-amp tidak ada (nol) dan apabila terdapat perbedaan nilai input keduanya maka output Op-amp akan memberikan tegangan output.
  • 20.
    • Penguatan teganganlingkar terbuka = -∞ • Tegangan ofset keluaran = 0 • Hambatan masukan = ∞ • Hambatan keluaran = 0 • Waktu tanggapan = 0 detik • Karakteristik tidak berubah dengan suhu • Lebar Pita=∞