Tugas 2
Power Amplifier
Nama :
1. Elga Aris 110534406818
2. Rizky Amalia 120534400676
3. Wawan Purwanto 120534400675
4. Yuliati Rahmatika 120534431452
S1 PTE B 2012
Power Amplifier
Penguat (Amplifier) adalah rangkaian komponen
elektronika yang dipakai untuk menguatkan daya (atau tenaga
secara umum).
Dalam bidang audio, amplifier akan menguatkan signal
suara, berbentuk analog dari sumber suara yaitu memperkuat
signal/gain arus (I) dan tegangan (V) listrik berbentuk sinyal AC dari
inputnya menjadi arus listrik AC dan tegangan yang lebih besar,
juga dayanya akan menjadi lebih besar di bagian outputnya.
Lanjutan….
Besarnya penguatan ini sering dikenal
dengan istilah gain. Nilai dari gain
yang dinyatakan sebagai fungsi
penguat frekuesi audio, gain power
amplifier antara 20 kali sampai 100
kali dari signal input.
Blok Diagram Power Amplifier
TONE CONTROL
POWER AMPLIFIER
PRINSIP KERJA
• R1 (100KΩ), berfungsi meredam “hum” atau suara “jedug”
atau sinyal liar yang mungkin timbul terutama pada saat
amplifier dihidupkan tanpa rangkaian input.
• C1 (100nF), sebagai kopling, menyalurkan sinyal AC saja
dan menahan/meredam sinyal DC.
• R2 (33 KΩ), memberi bias ke basis Q1 (BC559) sekaligus
membuat kapasitor resonansi C2 lebih aktif. Gain bias bisa 2
hingga 4 kali lipat (sekitar 6dB) lebih kuat dari amplifier
lain.
• R6 (33KΩ), resistor gain. Semakin besar nilainya semakin
besar pula penguatannya. Penguatan & kejernihan suara
berbanding terbalik.
• R3 (560 Ω), kebalikan dari R6.
• C2 (47uF), kapasitor resonansi, hanya
bekerja pada arus AC. Menjamin R3 supaya
hanya meneruskan sinyal audio (di atas
20Hz) & menahan arus AC.
• Q1 dan Q2 (BC559), Stage input yang
bekerja kebalikan. Q1 penguat non-inverting,
sedangkan Q2 penguat inverting. Untungnya
stage ini menggunakan transistor PNP.
Transistor PNP biasanya jauh lebih linier
dibanding NPN.
• D1 (1N4148), D2 (1N4148), R4 (10 KΩ), R7 (560
Ω), Q4 (BC559), membentuk rangkaian regulator
arus (Current Boost) untuk mensupply stage input.
Dioda ini tidak harus high speed, yang penting kuat
membentuk tegangan sekitar 1.3V.
• R4 (10KΩ), Bias D1(1N4148)& D2 (1N4148),
Semakin kecil semakin panas, semakin panas
semakin jernih. Menjamin Q1 & Q2 tidak kekurangan
arus. Kejernihan suara salah satunya ditentukan dari
sini. Berfungsi juga untuk membuang muatan
kapasitor power supply, penting pada saat rangkaian
dimatikan dipegang untuk diperbaiki.
• R10 dan R11 (100 Ω), C5 dan C6 (47 µF),
membentuk rangkaian filter dengung & osilasi
yang mungkin terjadi dari kaki-kaki Q3 & Q4.
Osilasi biasanya berupa sinyal ultra treble
halus yang bisa membuat heatsink/transistor
power lebih panas.
• D3, D4 dan D5 (1N4148), membentuk
regulator tegangan bias untuk Q5 & Q6
(pengganti regulator 1,8-2,1 Volt) yang
nilainya 3 x dioda = 1,8V - 2,1V. Menjaga
agar Transistor Final bekerja pada kelas AB.
• R12 (100 Ω), menjaga supaya nilai tegangan bias tidak lebih
dari 2,1V. Tegangan bias ini bernilai tetap, berada di titik CT
(kira kira -1V hingga +1V). Tegangan tetap ini terombang-
ambing ke atas dan ke bawah seperti getaran daun speaker.
Sebenarnya R ini bisa dihilangkan.
• Q3 (BC549), sebagai penguat sinyal tegangan (unbalanced).
Menarik sinyal bias ke rel negatif supply. Sedangkan yang
menjaga/menarik sinyal bias ke rel positif supply secara
otomatis adalah R8 (2,2 KΩ) & R9 (4,7K). Output antara rel
positif dan rel negatif tegangannya mendekati simetris tetapi
tidak sama kekuatan arusnya, oleh sebab itu perlu rangkaian
penguat arus pertama Q6 (TIP41C) dan Q5 (TIP42A) sebelum
diumpan ke transistor final.
• C3 (100 pF), mengatasi noise & osilasi pada
Q3 (BC549)
• C4 (47 µF), Bootstrap, menyesuaikan getaran
tegangan bias tadi. Jalur referensi yang
dipakai bukan ground tetapi jalur speaker
untuk mengimbangi getaran tegangan bias.
Menyesuaikan kekuatan getaran bass pada
saat Continues speaker bergerak ke depan.
• Q5 (TIP42A) & Q6 (TIP41C), sebagai
penguat arus pertama.
• R13 & R14 (330 Ω), memberi supply arus ke
Q5 (TIP42A) & Q6(TIP41C), lewat
emitornya masing-masing. Sebaiknya resistor
ini menggunakan daya 2 Watt karena
terhubung seri terhadap beban/speaker.
• R15 & R16 (0,47 Ω/5W), memberi supply ke
Q7 (TIP2955) & Q8 (TIP3055) lewat kaki
emitor. Resitor ini bernilai kecil karena kita
menginginkan arus besar, biasanya bernilai
tidak lebih dari 0.5 Ohm.
• Q7 (MJ2955) & Q8 (2N3055), transitor daya
sebagai penguat arus terakhir.
CROSSOVER
WOOFER
MIDRANGE LOW
MIDRANGE HIGH
TRIBLE
Backdrops:
- These are full sized
backdrops, just scale them up!
- Can be Copy-Pasted out of
Templates for use anywhere!
www.animationfactory.com

Power_Amplifier.pptx

  • 1.
    Tugas 2 Power Amplifier Nama: 1. Elga Aris 110534406818 2. Rizky Amalia 120534400676 3. Wawan Purwanto 120534400675 4. Yuliati Rahmatika 120534431452 S1 PTE B 2012
  • 2.
    Power Amplifier Penguat (Amplifier)adalah rangkaian komponen elektronika yang dipakai untuk menguatkan daya (atau tenaga secara umum). Dalam bidang audio, amplifier akan menguatkan signal suara, berbentuk analog dari sumber suara yaitu memperkuat signal/gain arus (I) dan tegangan (V) listrik berbentuk sinyal AC dari inputnya menjadi arus listrik AC dan tegangan yang lebih besar, juga dayanya akan menjadi lebih besar di bagian outputnya.
  • 3.
    Lanjutan…. Besarnya penguatan inisering dikenal dengan istilah gain. Nilai dari gain yang dinyatakan sebagai fungsi penguat frekuesi audio, gain power amplifier antara 20 kali sampai 100 kali dari signal input.
  • 4.
  • 5.
  • 6.
  • 7.
    PRINSIP KERJA • R1(100KΩ), berfungsi meredam “hum” atau suara “jedug” atau sinyal liar yang mungkin timbul terutama pada saat amplifier dihidupkan tanpa rangkaian input. • C1 (100nF), sebagai kopling, menyalurkan sinyal AC saja dan menahan/meredam sinyal DC. • R2 (33 KΩ), memberi bias ke basis Q1 (BC559) sekaligus membuat kapasitor resonansi C2 lebih aktif. Gain bias bisa 2 hingga 4 kali lipat (sekitar 6dB) lebih kuat dari amplifier lain. • R6 (33KΩ), resistor gain. Semakin besar nilainya semakin besar pula penguatannya. Penguatan & kejernihan suara berbanding terbalik.
  • 8.
    • R3 (560Ω), kebalikan dari R6. • C2 (47uF), kapasitor resonansi, hanya bekerja pada arus AC. Menjamin R3 supaya hanya meneruskan sinyal audio (di atas 20Hz) & menahan arus AC. • Q1 dan Q2 (BC559), Stage input yang bekerja kebalikan. Q1 penguat non-inverting, sedangkan Q2 penguat inverting. Untungnya stage ini menggunakan transistor PNP. Transistor PNP biasanya jauh lebih linier dibanding NPN.
  • 9.
    • D1 (1N4148),D2 (1N4148), R4 (10 KΩ), R7 (560 Ω), Q4 (BC559), membentuk rangkaian regulator arus (Current Boost) untuk mensupply stage input. Dioda ini tidak harus high speed, yang penting kuat membentuk tegangan sekitar 1.3V. • R4 (10KΩ), Bias D1(1N4148)& D2 (1N4148), Semakin kecil semakin panas, semakin panas semakin jernih. Menjamin Q1 & Q2 tidak kekurangan arus. Kejernihan suara salah satunya ditentukan dari sini. Berfungsi juga untuk membuang muatan kapasitor power supply, penting pada saat rangkaian dimatikan dipegang untuk diperbaiki.
  • 10.
    • R10 danR11 (100 Ω), C5 dan C6 (47 µF), membentuk rangkaian filter dengung & osilasi yang mungkin terjadi dari kaki-kaki Q3 & Q4. Osilasi biasanya berupa sinyal ultra treble halus yang bisa membuat heatsink/transistor power lebih panas. • D3, D4 dan D5 (1N4148), membentuk regulator tegangan bias untuk Q5 & Q6 (pengganti regulator 1,8-2,1 Volt) yang nilainya 3 x dioda = 1,8V - 2,1V. Menjaga agar Transistor Final bekerja pada kelas AB.
  • 11.
    • R12 (100Ω), menjaga supaya nilai tegangan bias tidak lebih dari 2,1V. Tegangan bias ini bernilai tetap, berada di titik CT (kira kira -1V hingga +1V). Tegangan tetap ini terombang- ambing ke atas dan ke bawah seperti getaran daun speaker. Sebenarnya R ini bisa dihilangkan. • Q3 (BC549), sebagai penguat sinyal tegangan (unbalanced). Menarik sinyal bias ke rel negatif supply. Sedangkan yang menjaga/menarik sinyal bias ke rel positif supply secara otomatis adalah R8 (2,2 KΩ) & R9 (4,7K). Output antara rel positif dan rel negatif tegangannya mendekati simetris tetapi tidak sama kekuatan arusnya, oleh sebab itu perlu rangkaian penguat arus pertama Q6 (TIP41C) dan Q5 (TIP42A) sebelum diumpan ke transistor final.
  • 12.
    • C3 (100pF), mengatasi noise & osilasi pada Q3 (BC549) • C4 (47 µF), Bootstrap, menyesuaikan getaran tegangan bias tadi. Jalur referensi yang dipakai bukan ground tetapi jalur speaker untuk mengimbangi getaran tegangan bias. Menyesuaikan kekuatan getaran bass pada saat Continues speaker bergerak ke depan.
  • 13.
    • Q5 (TIP42A)& Q6 (TIP41C), sebagai penguat arus pertama. • R13 & R14 (330 Ω), memberi supply arus ke Q5 (TIP42A) & Q6(TIP41C), lewat emitornya masing-masing. Sebaiknya resistor ini menggunakan daya 2 Watt karena terhubung seri terhadap beban/speaker.
  • 14.
    • R15 &R16 (0,47 Ω/5W), memberi supply ke Q7 (TIP2955) & Q8 (TIP3055) lewat kaki emitor. Resitor ini bernilai kecil karena kita menginginkan arus besar, biasanya bernilai tidak lebih dari 0.5 Ohm. • Q7 (MJ2955) & Q8 (2N3055), transitor daya sebagai penguat arus terakhir.
  • 15.
  • 16.
  • 17.
  • 18.
  • 19.
  • 20.
    Backdrops: - These arefull sized backdrops, just scale them up! - Can be Copy-Pasted out of Templates for use anywhere! www.animationfactory.com