Apa yang
kamu
rasakan?
ABDULLAH BIN MAS’UD
( 28 SH – 32 H = 60 th)
Pertama kali
membaca
Al Qur’an
dengan terang-terangan
dan suara yang merdu
Indikator (Pertanyaan)
Identitas1
Prosesi Masuk Islam2
Gelar3
Prestasi
4
Pengalaman dan Hikmah
5
6
Sifat (Karakter) dan Buktinya
HK
AH
IDENTITAS
Nama: Abdullah bin Mas’ud bin Ghafil bin Hubaib.
Dari suku Hudzail (terletak di pegunungan As Sarat
yang bersambung dengan gunung Ghazwan yang
bersambung dengan Thaif. Air dari arah Najd dan
Tihamah, antara Mekkah dan Madinah).
Suku Hudzail terkenal dengan bahasa dan
sastranya, berpengaruh penting dalam kaidah
bahasa Arab, Diwan Syair Hudzaliyyin kitab
kumpulan syair sebagai buktinya.
Ibunya = Ummu Abd binti Abda Wudd (keturunan
Hudzail dan Quraisy).
IDENTITAS
Anak ketiga dari 3 bersaudara (Utbah dan Umais),
namun yang mendapat julukan Ibnu Ummu Abd hanya
beliau. Beliau dikenal Ibnu Mas’ud. Dikenal juga Abu
Abdurrahman.
Ayahnya wafat ketika beliau masih kanak-kanak. Hidup
dalam kesusahan, dibawa oleh ibunya ke Mekkah
(perlindungan paman-paman dari ayahnya).
Bekerja keras sebagai pengembala milik Uqbah bin
Mu’ith.
Perawakannya kurus, kerdil (berdirinya sama dengan
duduknya seorang), berbetis kecil yang membuat orang
tertawa, berkulit sawo matang.
PROSESI MASUK ISLAM
“ketika aku masih berusia remaja, aku
mengembalakan kambing-kambing
milik Uqbah bin Abi Mu’ith. Lalu Nabi
saw dan Abu Bakar ra yang ketika itu
sedang melarikan diri dari orang-orang
musyrik mendatangiku dan berkata,
“wahai anak muda, apakah kamu punya
susu yang bisa diberikan kepada kami
untuk kami minum?”. Aku menjawab,
“aku hanya orang yang diberi amanah
dan aku tidak bisa memberi minum
kalian”. Maka Nabi bertanya lagi,
“apakah kamu memiliki kambing betina
yang belum digauli kambing pejantan?”.
Aku menjawab, “ya”.
PROSESI MASUK ISLAM
Lalu kubawa kambing tersebut kepada keduanya, lalu
Nabi saw mengikatnya kemudian mengusap putting
susunya dan berdo’a, maka spontanitas putting susu
tersebut mengeluarkan air susu. Kemudian Abu Bakar
membawa batu besar yang cekung dan memeras susu
tersebut ke dalamnya. Kemudian Nabi saw minum, Abu
Bakar pun minum, dan aku ikut minum. Setelah itu
Nabi bersabda kepada putting susu, “berhentilah”, maka
ia berhenti mengeluarkan susu. Kemudian aku
mendatangi beliau, setelah itu, aku katakan, “ajarilah
aku kata-kata itu”. Nabi bersabda, “kamu adalah
pemuda remaja yang akan diajari” (Musnad Ahmad ibnu
Hambal, shohih).
PROSESI MASUK ISLAM
Dalam riwayat lain dikatakan ia
berkata, “maka Nabi saw mengusap
kepalaku, lalu bersabda, “semoga
Allah memberi rahmat kepadamu,
sesungguhnya kamu adalah pemuda
yang akan diajari”. (Musnad Ahmad
bin Hambal).
PROSESI MASUK ISLAM
Meninggalkan gembalanya menuju Rasulullah, masuk
Islam dalam usia sangat muda (16 th), pada masa awal-
awal Islam, orang keenam yang masuk Islam
(Assabiquunal Awwaluun). Sebelum Nabi saw
memasuki rumah Al Arqom.
Tinggal bersama nabi (serumah), tarbiyah dari
rasulullah saw, Ahlul Qur’an (baca, terjemah, tafsir,
amal. Akhlaqnya paling mirip dengan Rasulullah),
pelayan rasulullah, Shohibus Sirri Rasulullah, Shohib
Assawad wa Siwak.
PROSESI MASUK ISLAM
Pertama kali membaca Al Qur’an dengan
keras dan lantang (QS. Ar Rahman; 1-5),
para sahabat mengkhawatirkan, dipukuli
orang kafir Quraisy, bertemu para sahabat,
semangat untuk mengulangi, nasehat para
sahabat.
Selalu ikut perang bersama Rasulullah,
membunuh Abu Jahal dalam perang
Badar.
JULUKAN
gelar
Assabiqunal Awwalun
Ibnu Ummu Abd, Ibnu
Mas’ud, Abu Abdurrahman.
Shohibus Sirri Rasulullah
Shohib Assawad wa siwak
SIFAT DAN BUKTI
Nabi Bertanya, “wahai anak
muda, apakah kamu punya
susu yang bisa diberikan
kepada kami untuk kami
minum?”. Aku menjawab, “aku
hanya orang yang diberi
amanah dan aku tidak bisa
memberi minum kalian”.
Selalu sholat malam, berdzikir,
membaca Al Qur’an
Akhlaqnya mirip dengan
rasulullah saw. Akhlaq kepada
Allah dan makhlukNya.
AmanahAmanah
SemangatSemangat
BeribadahBeribadah
SIFAT DAN BUKTI
Saat Utsman bin Affan akan
menurunkannya dari Bendahara
KUFAH, para penduduk KUFAH
yang mencintainya mengusulkan
untuk memberontak, ia berkata:“
Saya harus taat kepadanya, dan
dibelakang hari akan timbul
peristiwa-peristiwa dan fitnah, dan
saya tak ingin menjadi seseorang
yang mula-mula membukakan
pintunya …”
Sebagai pembela dan
memperingatkan rakyat ketika
dilihatnya persekongkolan di masa
Utsman telah meningkat menjadi
suatu pemberontakan.
Taat PadaTaat Pada
PemimpinPemimpin
SIFAT DAN BUKTI
KarakterKarakter
Qur’aniQur’ani
Membaca Al Qur’an dengan tartil
dan suara merdu, memahami
maknanya, menghayati, dan
mengamalkan dalam kehidupan
sehari-hari. Akhlaq Qur’ani.
Diriwayatkan bahwa Nabi saw
mendengar bacaannya dalam
sholatnya, maka beliau bersabda,
“barang siapa yang ingin membaca Al
Qur’an sesegar seperti saat
diturunkan, hendaklah ia membacanya
seperti bacaan Ibnu Ummu abd”
(Musnad Ibnu Hambal, ibnu Majah)
Rasulullah saw bersabda” Ambilah al-
Quran dari empat orang: Abdullah ibnu
Mas’ud, Salim Maula Abu Hudzaifah,
Ubay bin Ka’ab, dan Muadz bin Jabal”.
(Bukhori Muslim),
SIFAT DAN BUKTI KarakterKarakter
Qur’aniQur’aniDiriwayatkan bahwa Nabi bersabda
kepadanya, “bacakanlah untukku”. Ia
berkata, “apakah aku akan
membacakannya di hadapan engkau,
sedangkan Al Qur’an diturunkan
kepadamu?”. Nabi bersabda, “aku ingin
mendengarkannya dari selain aku”. Maka
Abdullah ibnu Mas’ud membacakannya
dari awal surat An Nisa’ hingga ayat 41
(maka bagaimanakah (halnya orang kafir
nanti), jika kami mendatangkan
seseorang saksi (rasul) pada tiap-tiap
umat dan kami mendatangkan kamu
Muhammad sebagai saksi atas mereka itu
(sebagai umatmu). Mendengar ayat
tersebut, nabipun menangis, dan
meminta ia berhenti…
Kata Hudzaifah , “Sesungguhnya orang
yang paling mirip petunjuknya dengan
nabi, paling merendahkan diri seperti
beliau, dan paling mirip prilakunya
dengan beliau adalah Abdullah ibnu
Mas’ud sejak ia keluar sampai ia
kembali” (Shohih dalam Tafsir Ibnu
Mas’ud)
Menyeruh membaca Al Qur’an dengan
tartil, suara indah, fahami dan hayati
isinya. Ia berkata, “berhentilah ketika
ada hal-hal yang mengagumkan,
gerakkanlah hati kalian, jangan
berkeinginan cepat selesai di akhir
surat”. (Tafsir Abdullah Ibnu Mas’ud)
SIFAT DAN BUKTI KarakterKarakter
Qur’aniQur’ani
Abdullah Ibnu Mas’ud menyarankan agar orang-orang
yang membawa (membaca) Al Qur’an hendaklah
memiliki sifat-sifat tertentu. Beliau berkata, “orang yang
membawa Al Qur’an seyogyanya mengetahui malamnya
ketika orang sedang tidur, mengetahui siangnya ketika
orang-orang sedang terjaga, mengetahui kesedihannya
ketika orang-orang sedang senang, mengetahui
tangisnya ketika orang-orang sedang tertawa,
mengetahui diamnya ketika orang-orang sedang
bercampur baur, dan mengetahui kekhusyu’annya
ketika orang-orang sedang berbangga hati. Orang yang
mengemban (membaca) Al Qur’an seyogyanya
menangis dan sedih, santun, bijaksana dan tenang.
Tidak layak orang yang membaca Al Qur’an bersikap
keras kepala, lalai, kasar, berteriak, dan berperangai
keras”.
SIFAT DAN BUKTI
Bersih
Tangguh
Semangat
Menerima takdir (kecil,
kerdil, betis kecil, kulit sawo
matang).
Tidak menghalangi untuk
berprestasi dan bersaing
dengan sahabat lainnya.
Berpenampilan rapi (pakaian
putih, wangi-wangian,
rambut tertata, rapi dan
bersih)
SIFAT DAN BUKTI SemangatSemangat
JihadJihad
Ikut dalam semua
peperangan (Badar, Uhud,
Khondak, Tabuk, Hunain,
Mu’tah, Riddah, Yarmuk,
dll), membunuh Abu Jahal
dalam perang badar.
Semangat mencari Ilmu,
beramal dengannya,
berdakwah dengan
bijaksana.
Pembaca Al Qur’an
dengan keras di
hadapan orang kafir.
Hijrah ke Habasyah 2 kali.
Mujahid Sejati
Berani Ambil Resiko
SIFAT DAN BUKTI
CerdasCerdas
Ingin Tahu, BerfikirIngin Tahu, Berfikir
Terbuka, Kritis,Terbuka, Kritis,
ReflektifReflektif
Perkataan Umar ketika melihat beliau
membaca tahlil, “bejana yang penuh
dengan ilmu”.
Menurut Mu’adz, salah satu dari 4 orang
(Abu Darda’, Salman Al Farisi, Abdullah
bin Salam) yang layak diambil ilmunya.
Ali berkata, “ia ahli Qur’an dan pakar
Sunnah (teliti dan hati-hati), cukuplah ia
diberi atribut seperti itu”.
Perkataannya, “tidak satupun surat yang diturunkan kecuali aku
mengetahui untuk apa ia diturunkan (sebab turun). Seandainya
aku mengetahui ada orang yang lebih pandai dariku dalam kitab
Allah, yang aku bisa mendatanginya baik dengan unta atau
binatang tunggangan lainnya, pasti aku akan mendatanginya”.
SIFAT DAN BUKTI
 “Barang siapa yang perkatannya tidak sesuai
dengan perbuatannya, maka ia hanya
menghinakan dirinya sendiri”.
 “Ilmu itu bukan dengan banyaknya
periwayatan, akan tetapi dengan takut kepada
Allah SWT.
 “Bicaralah dengan menggunakan perkataan
yang membuat penglihatan mereka tertuju
kepadamu. Jika kamu melihat mereka
menginginkan jeda, maka berhentilah”.
 “tidaklah kamu berbicara dengan suatu kaum
yang tidak dijangkau akal mereka, kecuali
hanya akan menjadi fitnah bagi sebagian
mereka”.
 Tetap Tawadhu’ dan tidak menyombongkan diri
CerdasCerdas
Ingin Tahu,Ingin Tahu,
Berfikir Terbuka,Berfikir Terbuka,
Kritis, ReflektifKritis, Reflektif
SIFAT DAN BUKTI
 Sopan dalam tutur kata, melihat, mendengar,
dan berprilaku (prilakunya mirip dengan
rasulullah)
 Berbuat baiknya tidak hanya sesama orang
Islam saja, melainkan dengan non Islam dalam
batasan tertentu.
 Sering menyelamatkan seseorang dengan
semangat berdakwah menyampaikan
kebenaran.
 Orang keenam yang pertama masuk Islam.
 Ketika melihat rasulullah menguburkan
Abdullah Dzulbijadain Al Muzanni dan
mendo’akan. Ia mengatakan, “Alangkah
baiknya, sekiranya akulah yang menjadi pemilik
kuburan itu”.
PEDULIPEDULI
Ramah,Ramah,
Toleransi,Toleransi,
memberimemberi
nasehat, Bangganasehat, Bangga
dengan Islamdengan Islam
KEISTIMEWAAN = PRESTASI
Timbangan kedua betisnya di hari
kiamat lebih berat dari bukit Uhud
(Musnad Ibnu Hambal)
Rasulullah menginformasikan
termasuk 10 orang yang
dijamin masuk surga
(Musnad Ibnu Hambal)
Jujur, Cerdas dan Peduli. Mencintai dan
dicintai Rasulullah, do’a beliau,
menjadi pelayan beliau,
pendidikan dari beliau langsung,
akhlaqnya Qur’ani (paling
mirip dengan Rasulullah).
Jihad pada perang
Badar dan berhasil
membunuh Abu
Jahal karena Allah.
Membaca Al Qur’an
dengan merdu, indah,
menghayati maknanya,
beramal dengannya.
Sebagai contoh bacaan
seperti sesegar saat
diturunkan.
Pertama kali pembaca
Al Qur’an dengan terang-
terangan di hadapan
orang kafir
Bendahara di
Kufah pada
zaman Umar
Assabiquunal
Awwalun
PENGALAMAN
1. Peristiwa pemerahan susu (kambing), Assabiqunal
Awwalun.
2. Pelayan Rasulullah, Shohibus Sirri Rasulullah,
Pendidikan langsung dari Rasulullah saw.
3. Dipukuli orang kafir ketika membaca Al Qur’an di Baitul
Haram dengan keras.
4. Ditertawakan karena betisnya yang kecil, muncullah
sabda Rasulullah saw.
5. Pembaca Al Qur’an dengan merdu, diminta Rasulullah
membacakan QS. An Nisa’, akhlaq Qur’ani.
6. Ikut semua perang, membunuh Abu Jahal dalam perang
Badar.
FATWA ABDULLAH IBNU MAS’UD
Sebaik-baik kaya adalah kaya hati
Sebaik-baik bekal ialah taqwa
Seburuk-buruk buta ialah buta hati
Sebesar-besar dosa ialah berdusta
Sejelek-jelek usaha ialah memungut riba
Seburuk-buruk makanan ialah memakan harta
anak yatim
Siapa yang memaafkan orang akan dimaafkan
Allah
Dan siapa yang mengampuni orang diampuni Allah.
AKHIR HAYAT
Pada Masa Kholifah
Utsman bin Affan
Wafat pada tahun 32
H, usia 60 th.
Dimakamkan di Baqi’
Madinah
AKHIR HAYAT
Abdullah bin Mas’ud hidup sampai zaman Khalifah Utsman
bin Affan memerintah. Ketika Abdulah hampir meninggal,
Khalifah Utsman datang menjenguknya.
"Sakit yang engkau rasakan, hai Abdullah?" tanya Khalifah
"Dosa-dosaku," jawab Abdullah.
"Apa yang engkau inginkan?" tanya Utsman.
"Rahmat tuhanku," jawab Abdullah. "Tidalkkah engkau ingin
supaya kusuruh orang membawakan gaji-gajimu yang tidak
pernah engkau ambil selama beberapa tahun?" tanya
Utsman.
AKHIR HAYAT
"Saya tidak membutuhkannya," jawab Abdullah.
"Bukankah engkau mempunyai anak-anak yang harus hidup
layak sepeninggal engkau?" kata Utsman.
"Saya tidak kuatir anak-anak saya akan hidup miskin. Saya
menyuruh mereka membaca surat Al Waqi’ah setiap malam.
Karana saya mendengar Rasulullah bersabda, "siapa membaca
surat Al Waqiah setiap malam, dia tidak akan ditimpa
kemiskinan selama-lamanya.“ (Shohih, Ahkam Al Qurthubi).
Pada suatu malam, Abdullah bin Masud pergi menemui
Tuhannya dengan tenang. Lidahnya basah dengan dzikruilah,
membaca ayat-ayat suci Al Quran. Dia telah berpulang ke
rahmatullah.
HIKMAH
Semangat mencari kebenaran dan beramal
denganNya.
Membaca Al Qur’an dengan sebenar-
benarnya (tartil, merdu-indah, faham
terjemah dan maknanya, menghayati, dan
mengamalkan dalam kehidupan sehari-hari
(Akhlaq Qur’ani, meniru Rasulullah saw).
Kekurangan fisik adalah takdir (qona’ah) dan
tidak membatasi untuk berprestasi.
Wassalam
Terima Kasih
Mohon Maaf
Semoga Manfaat
Amiiin

Abdullah bin mas'ud

  • 1.
  • 2.
    ABDULLAH BIN MAS’UD (28 SH – 32 H = 60 th) Pertama kali membaca Al Qur’an dengan terang-terangan dan suara yang merdu
  • 3.
    Indikator (Pertanyaan) Identitas1 Prosesi MasukIslam2 Gelar3 Prestasi 4 Pengalaman dan Hikmah 5 6 Sifat (Karakter) dan Buktinya HK AH
  • 4.
    IDENTITAS Nama: Abdullah binMas’ud bin Ghafil bin Hubaib. Dari suku Hudzail (terletak di pegunungan As Sarat yang bersambung dengan gunung Ghazwan yang bersambung dengan Thaif. Air dari arah Najd dan Tihamah, antara Mekkah dan Madinah). Suku Hudzail terkenal dengan bahasa dan sastranya, berpengaruh penting dalam kaidah bahasa Arab, Diwan Syair Hudzaliyyin kitab kumpulan syair sebagai buktinya. Ibunya = Ummu Abd binti Abda Wudd (keturunan Hudzail dan Quraisy).
  • 5.
    IDENTITAS Anak ketiga dari3 bersaudara (Utbah dan Umais), namun yang mendapat julukan Ibnu Ummu Abd hanya beliau. Beliau dikenal Ibnu Mas’ud. Dikenal juga Abu Abdurrahman. Ayahnya wafat ketika beliau masih kanak-kanak. Hidup dalam kesusahan, dibawa oleh ibunya ke Mekkah (perlindungan paman-paman dari ayahnya). Bekerja keras sebagai pengembala milik Uqbah bin Mu’ith. Perawakannya kurus, kerdil (berdirinya sama dengan duduknya seorang), berbetis kecil yang membuat orang tertawa, berkulit sawo matang.
  • 6.
    PROSESI MASUK ISLAM “ketikaaku masih berusia remaja, aku mengembalakan kambing-kambing milik Uqbah bin Abi Mu’ith. Lalu Nabi saw dan Abu Bakar ra yang ketika itu sedang melarikan diri dari orang-orang musyrik mendatangiku dan berkata, “wahai anak muda, apakah kamu punya susu yang bisa diberikan kepada kami untuk kami minum?”. Aku menjawab, “aku hanya orang yang diberi amanah dan aku tidak bisa memberi minum kalian”. Maka Nabi bertanya lagi, “apakah kamu memiliki kambing betina yang belum digauli kambing pejantan?”. Aku menjawab, “ya”.
  • 7.
    PROSESI MASUK ISLAM Lalukubawa kambing tersebut kepada keduanya, lalu Nabi saw mengikatnya kemudian mengusap putting susunya dan berdo’a, maka spontanitas putting susu tersebut mengeluarkan air susu. Kemudian Abu Bakar membawa batu besar yang cekung dan memeras susu tersebut ke dalamnya. Kemudian Nabi saw minum, Abu Bakar pun minum, dan aku ikut minum. Setelah itu Nabi bersabda kepada putting susu, “berhentilah”, maka ia berhenti mengeluarkan susu. Kemudian aku mendatangi beliau, setelah itu, aku katakan, “ajarilah aku kata-kata itu”. Nabi bersabda, “kamu adalah pemuda remaja yang akan diajari” (Musnad Ahmad ibnu Hambal, shohih).
  • 8.
    PROSESI MASUK ISLAM Dalamriwayat lain dikatakan ia berkata, “maka Nabi saw mengusap kepalaku, lalu bersabda, “semoga Allah memberi rahmat kepadamu, sesungguhnya kamu adalah pemuda yang akan diajari”. (Musnad Ahmad bin Hambal).
  • 9.
    PROSESI MASUK ISLAM Meninggalkangembalanya menuju Rasulullah, masuk Islam dalam usia sangat muda (16 th), pada masa awal- awal Islam, orang keenam yang masuk Islam (Assabiquunal Awwaluun). Sebelum Nabi saw memasuki rumah Al Arqom. Tinggal bersama nabi (serumah), tarbiyah dari rasulullah saw, Ahlul Qur’an (baca, terjemah, tafsir, amal. Akhlaqnya paling mirip dengan Rasulullah), pelayan rasulullah, Shohibus Sirri Rasulullah, Shohib Assawad wa Siwak.
  • 10.
    PROSESI MASUK ISLAM Pertamakali membaca Al Qur’an dengan keras dan lantang (QS. Ar Rahman; 1-5), para sahabat mengkhawatirkan, dipukuli orang kafir Quraisy, bertemu para sahabat, semangat untuk mengulangi, nasehat para sahabat. Selalu ikut perang bersama Rasulullah, membunuh Abu Jahal dalam perang Badar.
  • 11.
    JULUKAN gelar Assabiqunal Awwalun Ibnu UmmuAbd, Ibnu Mas’ud, Abu Abdurrahman. Shohibus Sirri Rasulullah Shohib Assawad wa siwak
  • 12.
    SIFAT DAN BUKTI NabiBertanya, “wahai anak muda, apakah kamu punya susu yang bisa diberikan kepada kami untuk kami minum?”. Aku menjawab, “aku hanya orang yang diberi amanah dan aku tidak bisa memberi minum kalian”. Selalu sholat malam, berdzikir, membaca Al Qur’an Akhlaqnya mirip dengan rasulullah saw. Akhlaq kepada Allah dan makhlukNya. AmanahAmanah SemangatSemangat BeribadahBeribadah
  • 13.
    SIFAT DAN BUKTI SaatUtsman bin Affan akan menurunkannya dari Bendahara KUFAH, para penduduk KUFAH yang mencintainya mengusulkan untuk memberontak, ia berkata:“ Saya harus taat kepadanya, dan dibelakang hari akan timbul peristiwa-peristiwa dan fitnah, dan saya tak ingin menjadi seseorang yang mula-mula membukakan pintunya …” Sebagai pembela dan memperingatkan rakyat ketika dilihatnya persekongkolan di masa Utsman telah meningkat menjadi suatu pemberontakan. Taat PadaTaat Pada PemimpinPemimpin
  • 14.
    SIFAT DAN BUKTI KarakterKarakter Qur’aniQur’ani MembacaAl Qur’an dengan tartil dan suara merdu, memahami maknanya, menghayati, dan mengamalkan dalam kehidupan sehari-hari. Akhlaq Qur’ani. Diriwayatkan bahwa Nabi saw mendengar bacaannya dalam sholatnya, maka beliau bersabda, “barang siapa yang ingin membaca Al Qur’an sesegar seperti saat diturunkan, hendaklah ia membacanya seperti bacaan Ibnu Ummu abd” (Musnad Ibnu Hambal, ibnu Majah) Rasulullah saw bersabda” Ambilah al- Quran dari empat orang: Abdullah ibnu Mas’ud, Salim Maula Abu Hudzaifah, Ubay bin Ka’ab, dan Muadz bin Jabal”. (Bukhori Muslim),
  • 15.
    SIFAT DAN BUKTIKarakterKarakter Qur’aniQur’aniDiriwayatkan bahwa Nabi bersabda kepadanya, “bacakanlah untukku”. Ia berkata, “apakah aku akan membacakannya di hadapan engkau, sedangkan Al Qur’an diturunkan kepadamu?”. Nabi bersabda, “aku ingin mendengarkannya dari selain aku”. Maka Abdullah ibnu Mas’ud membacakannya dari awal surat An Nisa’ hingga ayat 41 (maka bagaimanakah (halnya orang kafir nanti), jika kami mendatangkan seseorang saksi (rasul) pada tiap-tiap umat dan kami mendatangkan kamu Muhammad sebagai saksi atas mereka itu (sebagai umatmu). Mendengar ayat tersebut, nabipun menangis, dan meminta ia berhenti… Kata Hudzaifah , “Sesungguhnya orang yang paling mirip petunjuknya dengan nabi, paling merendahkan diri seperti beliau, dan paling mirip prilakunya dengan beliau adalah Abdullah ibnu Mas’ud sejak ia keluar sampai ia kembali” (Shohih dalam Tafsir Ibnu Mas’ud) Menyeruh membaca Al Qur’an dengan tartil, suara indah, fahami dan hayati isinya. Ia berkata, “berhentilah ketika ada hal-hal yang mengagumkan, gerakkanlah hati kalian, jangan berkeinginan cepat selesai di akhir surat”. (Tafsir Abdullah Ibnu Mas’ud)
  • 16.
    SIFAT DAN BUKTIKarakterKarakter Qur’aniQur’ani Abdullah Ibnu Mas’ud menyarankan agar orang-orang yang membawa (membaca) Al Qur’an hendaklah memiliki sifat-sifat tertentu. Beliau berkata, “orang yang membawa Al Qur’an seyogyanya mengetahui malamnya ketika orang sedang tidur, mengetahui siangnya ketika orang-orang sedang terjaga, mengetahui kesedihannya ketika orang-orang sedang senang, mengetahui tangisnya ketika orang-orang sedang tertawa, mengetahui diamnya ketika orang-orang sedang bercampur baur, dan mengetahui kekhusyu’annya ketika orang-orang sedang berbangga hati. Orang yang mengemban (membaca) Al Qur’an seyogyanya menangis dan sedih, santun, bijaksana dan tenang. Tidak layak orang yang membaca Al Qur’an bersikap keras kepala, lalai, kasar, berteriak, dan berperangai keras”.
  • 17.
    SIFAT DAN BUKTI Bersih Tangguh Semangat Menerimatakdir (kecil, kerdil, betis kecil, kulit sawo matang). Tidak menghalangi untuk berprestasi dan bersaing dengan sahabat lainnya. Berpenampilan rapi (pakaian putih, wangi-wangian, rambut tertata, rapi dan bersih)
  • 18.
    SIFAT DAN BUKTISemangatSemangat JihadJihad Ikut dalam semua peperangan (Badar, Uhud, Khondak, Tabuk, Hunain, Mu’tah, Riddah, Yarmuk, dll), membunuh Abu Jahal dalam perang badar. Semangat mencari Ilmu, beramal dengannya, berdakwah dengan bijaksana. Pembaca Al Qur’an dengan keras di hadapan orang kafir. Hijrah ke Habasyah 2 kali. Mujahid Sejati Berani Ambil Resiko
  • 19.
    SIFAT DAN BUKTI CerdasCerdas InginTahu, BerfikirIngin Tahu, Berfikir Terbuka, Kritis,Terbuka, Kritis, ReflektifReflektif Perkataan Umar ketika melihat beliau membaca tahlil, “bejana yang penuh dengan ilmu”. Menurut Mu’adz, salah satu dari 4 orang (Abu Darda’, Salman Al Farisi, Abdullah bin Salam) yang layak diambil ilmunya. Ali berkata, “ia ahli Qur’an dan pakar Sunnah (teliti dan hati-hati), cukuplah ia diberi atribut seperti itu”. Perkataannya, “tidak satupun surat yang diturunkan kecuali aku mengetahui untuk apa ia diturunkan (sebab turun). Seandainya aku mengetahui ada orang yang lebih pandai dariku dalam kitab Allah, yang aku bisa mendatanginya baik dengan unta atau binatang tunggangan lainnya, pasti aku akan mendatanginya”.
  • 20.
    SIFAT DAN BUKTI “Barang siapa yang perkatannya tidak sesuai dengan perbuatannya, maka ia hanya menghinakan dirinya sendiri”.  “Ilmu itu bukan dengan banyaknya periwayatan, akan tetapi dengan takut kepada Allah SWT.  “Bicaralah dengan menggunakan perkataan yang membuat penglihatan mereka tertuju kepadamu. Jika kamu melihat mereka menginginkan jeda, maka berhentilah”.  “tidaklah kamu berbicara dengan suatu kaum yang tidak dijangkau akal mereka, kecuali hanya akan menjadi fitnah bagi sebagian mereka”.  Tetap Tawadhu’ dan tidak menyombongkan diri CerdasCerdas Ingin Tahu,Ingin Tahu, Berfikir Terbuka,Berfikir Terbuka, Kritis, ReflektifKritis, Reflektif
  • 21.
    SIFAT DAN BUKTI Sopan dalam tutur kata, melihat, mendengar, dan berprilaku (prilakunya mirip dengan rasulullah)  Berbuat baiknya tidak hanya sesama orang Islam saja, melainkan dengan non Islam dalam batasan tertentu.  Sering menyelamatkan seseorang dengan semangat berdakwah menyampaikan kebenaran.  Orang keenam yang pertama masuk Islam.  Ketika melihat rasulullah menguburkan Abdullah Dzulbijadain Al Muzanni dan mendo’akan. Ia mengatakan, “Alangkah baiknya, sekiranya akulah yang menjadi pemilik kuburan itu”. PEDULIPEDULI Ramah,Ramah, Toleransi,Toleransi, memberimemberi nasehat, Bangganasehat, Bangga dengan Islamdengan Islam
  • 22.
    KEISTIMEWAAN = PRESTASI Timbangankedua betisnya di hari kiamat lebih berat dari bukit Uhud (Musnad Ibnu Hambal) Rasulullah menginformasikan termasuk 10 orang yang dijamin masuk surga (Musnad Ibnu Hambal) Jujur, Cerdas dan Peduli. Mencintai dan dicintai Rasulullah, do’a beliau, menjadi pelayan beliau, pendidikan dari beliau langsung, akhlaqnya Qur’ani (paling mirip dengan Rasulullah). Jihad pada perang Badar dan berhasil membunuh Abu Jahal karena Allah. Membaca Al Qur’an dengan merdu, indah, menghayati maknanya, beramal dengannya. Sebagai contoh bacaan seperti sesegar saat diturunkan. Pertama kali pembaca Al Qur’an dengan terang- terangan di hadapan orang kafir Bendahara di Kufah pada zaman Umar Assabiquunal Awwalun
  • 23.
    PENGALAMAN 1. Peristiwa pemerahansusu (kambing), Assabiqunal Awwalun. 2. Pelayan Rasulullah, Shohibus Sirri Rasulullah, Pendidikan langsung dari Rasulullah saw. 3. Dipukuli orang kafir ketika membaca Al Qur’an di Baitul Haram dengan keras. 4. Ditertawakan karena betisnya yang kecil, muncullah sabda Rasulullah saw. 5. Pembaca Al Qur’an dengan merdu, diminta Rasulullah membacakan QS. An Nisa’, akhlaq Qur’ani. 6. Ikut semua perang, membunuh Abu Jahal dalam perang Badar.
  • 24.
    FATWA ABDULLAH IBNUMAS’UD Sebaik-baik kaya adalah kaya hati Sebaik-baik bekal ialah taqwa Seburuk-buruk buta ialah buta hati Sebesar-besar dosa ialah berdusta Sejelek-jelek usaha ialah memungut riba Seburuk-buruk makanan ialah memakan harta anak yatim Siapa yang memaafkan orang akan dimaafkan Allah Dan siapa yang mengampuni orang diampuni Allah.
  • 25.
    AKHIR HAYAT Pada MasaKholifah Utsman bin Affan Wafat pada tahun 32 H, usia 60 th. Dimakamkan di Baqi’ Madinah
  • 26.
    AKHIR HAYAT Abdullah binMas’ud hidup sampai zaman Khalifah Utsman bin Affan memerintah. Ketika Abdulah hampir meninggal, Khalifah Utsman datang menjenguknya. "Sakit yang engkau rasakan, hai Abdullah?" tanya Khalifah "Dosa-dosaku," jawab Abdullah. "Apa yang engkau inginkan?" tanya Utsman. "Rahmat tuhanku," jawab Abdullah. "Tidalkkah engkau ingin supaya kusuruh orang membawakan gaji-gajimu yang tidak pernah engkau ambil selama beberapa tahun?" tanya Utsman.
  • 27.
    AKHIR HAYAT "Saya tidakmembutuhkannya," jawab Abdullah. "Bukankah engkau mempunyai anak-anak yang harus hidup layak sepeninggal engkau?" kata Utsman. "Saya tidak kuatir anak-anak saya akan hidup miskin. Saya menyuruh mereka membaca surat Al Waqi’ah setiap malam. Karana saya mendengar Rasulullah bersabda, "siapa membaca surat Al Waqiah setiap malam, dia tidak akan ditimpa kemiskinan selama-lamanya.“ (Shohih, Ahkam Al Qurthubi). Pada suatu malam, Abdullah bin Masud pergi menemui Tuhannya dengan tenang. Lidahnya basah dengan dzikruilah, membaca ayat-ayat suci Al Quran. Dia telah berpulang ke rahmatullah.
  • 28.
    HIKMAH Semangat mencari kebenarandan beramal denganNya. Membaca Al Qur’an dengan sebenar- benarnya (tartil, merdu-indah, faham terjemah dan maknanya, menghayati, dan mengamalkan dalam kehidupan sehari-hari (Akhlaq Qur’ani, meniru Rasulullah saw). Kekurangan fisik adalah takdir (qona’ah) dan tidak membatasi untuk berprestasi.
  • 29.