CITA NEGARA PERSATUAN
“Cita Negara”terjemah dr “Staatsidee”.
 Supomo: “dasar pengertian negara” atau
“aliran
pikiran negara”.

Oppenheim (ahli HTN dan HAN):


“hakekat yang paling dalam dari negara”
sebagai ”kekuatan yang menbentuk
negara-negara”
Bierens De Haan:


negara adalah produk dari pertumbuhan
paguyuban masyarakat dalam memenuhi
kehendaknya mengorganisasikan diri ke
dalamnya.
Thomas Hobbes, John Locke,
Montesquieu, Imanuel Kant, dll):


(berangkat dari gambaran manusia
sebagai individu yang terlepas dari
hubungan masyarakat mengadakan
perjanjian membentuk dan menunjuk
penguasa yang membawa mereka terikat
dalam suatu paguyuban.
Sejarah cita negara bangsa Indonesia:
 yaitu membentuk negara dengan struktur
sosial asli Indonesia namun juga modern
mengikuti perkembangan dan tuntutan
jaman.



Penyusun UUD 1945 berpendapat “Cita
Negara Indonesia” (Indonesia Staatsidee)
haruslah berasal dan diambil dari cita
paguyuban masyarakat Indonesia
(devolksgemeenschapsidee) sendiri.
Bagir Manan
Masuknya kolonial ke bumi nusantara
bukanlah masuk kewilayah/lahan yang
kosong, tetapi sudah terbentuk pranatapranata sosial masyarakat. Pranatapranata
sosial
sebagai
bentuk
pemerintahan
asli
Indonesia
oleh
pemerintah penjajah tidak dihapuskan,
tetapi dibiarkan hidup berkolaborasi dengan
system
yang
dibangun
pemerintah
penjajah.
Pembukaan UUD:


“Pemerintah Negara Indonesia yang
melindungi segenap bangsa Indonesia
dan seluruh tumpah darah Indonesia”
Penjelasan umum (sekarang sudah
dihapus)


menjelaskan
pokok-pokok
pikiran
yang
terkandung dalam pembukaan : “Negara begitu
bunyuinya – “melindungi segenap bangsa
Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia
dengan berdasar atas persatuan dengan
mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat
Indonesia. Dalam pembukaan ini diterima aliran
negara persatuan, negara yang melindungi dan
meliputi segenap bangsa seluruhnya.
99 cita neg persatuan
99 cita neg persatuan

99 cita neg persatuan

  • 1.
  • 2.
    “Cita Negara”terjemah dr“Staatsidee”.  Supomo: “dasar pengertian negara” atau “aliran pikiran negara”. 
  • 3.
    Oppenheim (ahli HTNdan HAN):  “hakekat yang paling dalam dari negara” sebagai ”kekuatan yang menbentuk negara-negara”
  • 4.
    Bierens De Haan:  negaraadalah produk dari pertumbuhan paguyuban masyarakat dalam memenuhi kehendaknya mengorganisasikan diri ke dalamnya.
  • 5.
    Thomas Hobbes, JohnLocke, Montesquieu, Imanuel Kant, dll):  (berangkat dari gambaran manusia sebagai individu yang terlepas dari hubungan masyarakat mengadakan perjanjian membentuk dan menunjuk penguasa yang membawa mereka terikat dalam suatu paguyuban.
  • 6.
    Sejarah cita negarabangsa Indonesia:  yaitu membentuk negara dengan struktur sosial asli Indonesia namun juga modern mengikuti perkembangan dan tuntutan jaman. 
  • 7.
     Penyusun UUD 1945berpendapat “Cita Negara Indonesia” (Indonesia Staatsidee) haruslah berasal dan diambil dari cita paguyuban masyarakat Indonesia (devolksgemeenschapsidee) sendiri.
  • 8.
    Bagir Manan Masuknya kolonialke bumi nusantara bukanlah masuk kewilayah/lahan yang kosong, tetapi sudah terbentuk pranatapranata sosial masyarakat. Pranatapranata sosial sebagai bentuk pemerintahan asli Indonesia oleh pemerintah penjajah tidak dihapuskan, tetapi dibiarkan hidup berkolaborasi dengan system yang dibangun pemerintah penjajah.
  • 9.
    Pembukaan UUD:  “Pemerintah NegaraIndonesia yang melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia”
  • 10.
    Penjelasan umum (sekarangsudah dihapus)  menjelaskan pokok-pokok pikiran yang terkandung dalam pembukaan : “Negara begitu bunyuinya – “melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dengan berdasar atas persatuan dengan mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Dalam pembukaan ini diterima aliran negara persatuan, negara yang melindungi dan meliputi segenap bangsa seluruhnya.