`
Bayi prematur
Pembentukan
membran hialin
surfaktanparu
belum sempurna
Perdarahan antepartum,
hipertensi hipotensi
(pada ibu)
Gangguan perfusi darah
uterus
Sirkulasi utero plasenter
kurang baik
Bayi prematur; dismaturitas
Pertumbuhan surfaktan paru belum matang
Ibu diabetes
Hiperinsulinemia
janin
Imaturitas paru
Seksio sesaria
Pengeluaran
hormon stress oleh
ibu
Mengalir ke janin
pematangan paru
bayi yang berisi air
Aspirasi mekonium
(pneumonia aspirasi)
Pernapasan intra uterin
Sumbatan jalan napas
parsial oleh air ketuban
dan mekonium
Kerusakan surfaktan
Asfiksia
neonatorum
Janin kekurangan
O2 dan kadar CO2
meningkat
Gangguan Perfusi
Menekan sintesis
surfaktan
Resusitasi
neonatus
Pemberian kadar
O2 yang tinggi
Trauma akibat
kadar O2 yang
tinggi
Pneumotorak,
sindrom wilson,
mikity
Insufisiensi pada
bayi prematur
Penurunan produksi surfaktan
Meningkatnya tegangan permukaan alveoli
Ketidakseimbangan inflasi saat inspirasi
Kolaps paru (atelektasis) saat ekspirasi
RESPIRATORY DISTRESS SYNDROME / RDS
Surfaktan menurun
Janin tidak dapat menjaga
rongga paru tetap
mengembang
Tekanan negatif intra
toraks yang besar
Usaha inspirasi yang lebih
kuat
MK : Pola nafas tidak
efektif.
- Dispena
- Takipnea
- Apnea
- Retraksi dinding
dada
- Pernapasan cuping
hidung
- Mengorok
- Kelemahan
Masukan oral
tidak adekuat/
menyusu buruk
MK : Ketidakseim
nutrisi kurang dari
kebutuhan tubuh
Hipoglikemia
Peningkatan
metabolisme
(membutuhkan
glikogen lebih
banyak
Hipoksia
Kontriksi vaskularisasi
pulmonal
P↓ oksigenasi jaringan
Metabolisme anaerob
Timbunan asam laktat
Asidosis metabolik
Kurangnya cadangan
glikogen dan lemak coklat
Respon menggigil pada
bayi kurang/tidak ada
Kerusakan endotel kapiler
dan epitel duktus arteriousus
Transudasi alveoli
Pembentukan fibrin
Fibrin & jaringan yang
nekrotik membentuk lapisan
membran hialin
Membran hialin
melapisi alveoli
Bayi kehilangan panas tubuh/tdk
dapat me↑kan panas tubuh
Peningkatan pulmonary
vaskular resistence (PVR)
Pembalikan parsial
sirkulasi darah janin
Aliran darah dari
kanan ke kiri
melalui arteriosus
dan foramen ovale
Hipoperfusi
jaringan paru
Me↓nya aliran
darah pulonal
Retensi CO2
Asidosis respiratorik
Pe↓ pH dan PaO2
Vasokontriksi berat
Pe↓ sirkulasi paru
dan pulmonal
MK :gang.
pertukaran gas
Menghambat
pertukaran gas
Penurunan curah
jantung
M↓nya perfusi ke
organ vital
Paru Me↓nya aliran darah pulmonal
MK :iPenurunan
curah jantung
MK : Ketidakefektifan
Termoregulasi
Otak Iskemia Gangguan
fungsi
serebral
- Pe↓ kesadaran
- Kelemahan otot
- Dilatasi pupil
- Kejang
- Letargi
MK : Res.
Cidera
Kolaps paru
Gangguan ventilasi pulmonal
Primer Sekunder
WOC RDS
NAMA : ANNISA NIRMALA P /071191018/
PROFESI NERS 30
2.
MK : Polanafas tidak efektif.
(0032)
NOC : Status pernafasan (0415)
- Frekuensi pernapasan
- Irama pernapasan
- Saturasi oksigen
- Tes faal paru
- Volume tidal
NIC : Manajemen jalan nafas
(3140)
- Monitor status pernafasan dan
oksigenasi,
- Lakukan penyedotan melalui
endotrakea
- Pemberian bronkodilator
- Kelola nebulizer ultrasonic
Monitor Pernafasan ( 3350)
- Monitor kecepatan, irama ,
kedalaman dan kesulitan
bernafasa
- Monitor saturasi oksigen
- Monitor nilai fungsi paru
- Auskultasi suara nafas
- Berikan bantuan terapi nafas
(mis: nebulizer)
MK : Ketidakseim nutrisi kurang dari
kebutuhan tubuh ( 00002)
NOC : Status Nutrisi: Asupan Nutrisi
- Asupan makanan secara oral
- Asupan makanan secara tube
feeding.
- Asupan cairan intravena
- Asupan cairan parenteral
NIC : Manajemen Nutrisi ( 1100)
- Monitor kecenderungan terjadinya
penurunan dan kenaikan BB
- Berikan pilihan makanan yg sehat
bila diperlukan
- Anjurkan keluarga untuk
membawa makanan favorite
pasien.
- Tentukan jumlah kalori dan jenis
nutrisi dengan ahli gizi
MK : Penurunan curah jantung
(00240)
NOC : Keefektifan pompa jantung
(0400)
- Tekanan darah sistol
- Tekanan darah diastole
- Denyut jantung apical
- Suara jantung abnormal
- Edema paru
- Edema perifer
NIC :Perawatan jantung (4040)
- Monitor tanda-tanda vital secara
rutin
- Monitor disritmia jantung termasuk
gangguan ritme dan konduksi
jantung.
- Bangun hubungan saling
mendukung antara pasien dan
keluarga.
MK : Ketidakefektifan Termoregulasi (
00008)
NOC : Termoregulasi bayu baru lahir
(0801)
- Berat Badan
- Penyapihan dari incubator (bayi) ke
boks bayi
- Suhu tidak stabil
- Napas tidak teratur
- Perubahan warna kulit
- Hiperbilirubinemia
NIC : Pengaturan suhu (3900)
- Monitor suhu bayi baru lahir sampai
stabil
- Monitor dan laporkan adanya tanda dan
gejala hipotermia dan hipertermia.
- Monitor suhu dan warna kulit
- Selimuti bayi berat badan lahir rendah
dengan selimut berbahan dalam plastic.
- Pertahankan kelembapan pada 50%
atau lebih besar dalam incubator untuk
mencegah hilangnya panas
- Informasikan keluarga mengenai
indikasi adanya hipotermia dan
penanganan emergensi yang tepat,
sesuai kebutuhan.
Definisi :
Sindroma gagal nafas (respiratory distress sindrom, RDS)
adalah istilah yang digunakan untuk disfungsi pernafasan pada
neonatus. Gangguan ini merupakan penyakit yang berhubungan
dengan keterlambatan perkembangan maturitas paru atau tidak
adekuatnya jumlah surfaktan dalam paru. ( Rahardjo &
Marni,2012)
Etiologi :
Penyebab kegagalan pernafasan pada neonatus yang terdiri
dari faktor ibu, faktor plasenta, faktor janin dan faktor
persalinan.Faktor ibu meliputi hipoksia pada ibu, usia ibu kurang
dari 20 tahun atau lebih dari 35 tahun, gravida empat atau lebih,
sosial ekonomi rendah, maupun penyakit pembuluh darah ibu
yang mengganggu pertukaran gas janin seperti hipertensi,
penyakit jantung, diabetes melitus, dan lain-lain. Faktor plasenta
meliputi solusio plasenta, perdarahan plasenta, plasenta kecil,
plasenta tipis, plasenta tidak menempel pada tempatnya. (
Rahardjo & Marni,2012)
3.
MK :gang. pertukarangas ( 00030)
NOC : Status pernafasan: Pertukaran gas
(0402)
- Tekanan parsial oksigen di darah arteri
(PaO2)
- Tekanan parsial karbondioksida di
darah arteri (PaCO3)
- PH arteri
- Saturasi oksigen
- Keseimbangan ventilasi dan perfusi
- Gangguan kesadaran
NIC : Manajemen jalan nafas
(3140)
- Monitor status pernafasan dan
oksigenasi,
- Lakukan penyedotan melalui endotrakea
- Pemberian bronkodilator
- Kelola nebulizer ultrasonic
Monitor Pernafasan ( 3350)
- Monitor kecepatan, irama , kedalaman
dan kesulitan bernafasa
- Monitor saturasi oksigen
- Monitor nilai fungsi paru
- Auskultasi suara nafas
- Berikan bantuan terapi nafas (mis:
nebulizer)
Terapi oksigen (3320)
- Monitor aliran oksigen
- Berikan oksigen tambahan seperti
yang diperintahkan
- Amati tanda-tanda hipoventilasi induksi
oksigen
Manifestasi klinis :
Gejala umum RDS yaitu:
1. Takipnea (>60x/menit)
2. Pernapasan dangkal
3. Mendengkur
4. Sianosis
5. Pucat
6. Kelelahan
7. Apnea dan pernapasan tidak teratur
8. Penurunan suhu tubuh
9. retraksi suprasternal dan substernal, pernapasan
cuping hidung ( Surasmi, dkk 2013)
Komplikasi Menurut Cecily & Sowden (2009)
Komplikasi RDS yaitu :
1. Ketidakseimbangan asam basa
2. Kebocoran udara (Pneumothoraks,
pneumomediastinum, pneumoperikardium,
pneumoperitonium, emfisema subkutan, emfisema
interstisial pulmonal)
3. Perdarahan pulmonal
4. Penyakit paru kronis pada bayi 5%-10%
5. Apnea
6. Hipotensi sistemik
7. Anemia
8. Infeksi (pneumonia, septikemia, atau nosokomial)
9. Perubahan perkembangan bayi dan perilaku
orangtua.
Pemeriksaan Diagnostik
Menurut Cecily & Sowden (2009) pemeriksaan penunjang
pada bayi dengan RDS yaitu:
1. Kajian foto thoraks
1) Pola retikulogranular difus bersama udara yang saling
tumpang tindih.
2) Tanda paru sentral dan batas jantung sukar dilihat,
hipoinflasi paru
3) Kemungkinan terdapat kardiomegali bila sistem lain
juga terkena (bayi dari ibu diabetes, hipoksia atau gagal
jantung kongestif)
4) Bayangan timus yang besar
5) Bergranul merata pada bronkogram udara yang
menandakan penyakit berat jika muncuk pada beberapa
jam pertama
2. Gas darah arteri-hipoksia dengan asidosis respiratorik dan
atau metabolik
1) Hitung darah lengkap
2) Elektrolit, kalsium, natrium, kalium, glukosa serum
3) Tes cairan amnion (lesitin banding spingomielin) untuk
menentukan maturitas paru
4) Oksimetri nadi untuk menentukan hipoksia
Penatalaksanaan :
Menurut Cecily & Sowden (2009) penatalaksanaan medis pada
bayi RDS (Respiratory Distress Syndrom) yaitu:
1) Perbaiki oksigenasi dan pertahankan volume paru optimal
a. Penggantian surfaktan melalui selang endotrakeal
b. Tekanan jalan napas positif secara kontinu melalui kanul
nasal untuk mencegah kehilangan volume selama ekspirasi
c. Pemantauan transkutan dan oksimetri nadi
d. Fisioterapi dadaTindakan kardiorespirasi tambahan
2) Pertahankan kestabilan suhu
3) Berikan asupan cairan, elektrolit, dan nutrisi yang tepat
4) Pantau nilai gas darah arteri, Hb dan Ht serta bilirubin
5) Lakukankan transfusi darah seperlunya
6) Hematokrit guna mengoptimalkan oksigenasi
7) Pertahankan jalur arteri untuk memantau PaO₂ dan
pengambilan sampel darah
8) Berikan obat yang diperlukan
4.
DAFTAR PUSTAKA
Rahardjo danMarmi,2012, Asuhan Neonatus, Bayi, Balita dan Prasekolah. Jakarta : Pustaka Belajar
Surasmi,Asrining.2013.Perawatan Bayi Resiko Tinggi.Jakarta: EGC
Cecily & Sowden (2009). Buku Saku Keperawatan Pedriatik. Edisi 5. Jakarta: EGC
Nelson, (2011), Ilmu Ksesehatan Anak Esensial, Ed 6, Jakarta: Elsevier