RELAY
Danang Erwanto
JurusanTeknik Elektro, FakultasTeknik
Universitas Islam Kadiri - Kediri
 Relay adalah komponen elektronika berupa
saklar elektronik yang digerakkan oleh arus
listrik.
 Secara prinsip, relai merupakan tuas saklar
dengan lilitan kawat pada batang besi
(solenoid) di dekatnya.
 Suatu peranti yang menggunakan
elektromagnet untuk mengoperasikan
seperangkat kontak sakelar.
PENGERTIAN RELAY
PRINSIP KERJA RELAY
PRINSIP KERJA RELAY (2)
 Relay terdiri dari Coil & Contact
 coil adalah gulungan kawat yang mendapat arus
listrik.
 contact adalah sejenis saklar yang pergerakannya
tergantung dari ada tidaknya arus listrik di coil.
 Contact ada 2 jenis : Normally Open (kondisi awal sebelum
diaktifkan open),
 Normally Closed (kondisi awal sebelum diaktifkan close).
 Secara sederhana prinsip kerja relay : ketika Coil
mendapat energi listrik (energized), akan timbul
gaya elektromagnet yang akan menarik armature
yang berpegas, dan contact akan menutup.
PRINSIP KERJA RELAY
JENIS-JENIS RELAY
(Berdasarkan kondisi dan kontaknya)
Definisi pole dan throw:
 Pole : banyaknya contact yang dimiliki oleh
relay
 Throw : banyaknya kondisi (state) yang
mungkin dimiliki contact
JENIS-JENIS RELAY
(Berdasarkan kondisi dan kontaknya)
Penggolongan relay berdasar jumlah pole dan
throw :
 SPST (Single Pole SingleThrow)
 DPST (Double Pole SingleThrow)
 SPDT (Single Pole DoubleThrow)
 DPDT (Double Pole DoubleThrow)
 3PDT (Three Pole DoubleThrow)
 4PDT (Four Pole DoubleThrow)
JENIS-JENIS RELAY
1. SPST - Single Pole Single Throw.
2. SPDT - Single Pole Double Throw.Terdiri dari 5
buah pin, yaitu:(2) koil, (1)common, (1)NC, (1)NO.
RELAY SPDT
3. DPST - Double Pole Single Throw. Setara dengan 2 buah
saklar atau relay SPST.
RELAY DPST
4. DPDT - Double Pole Double Throw. Setara dengan 2 buah
saklar atau relay SPDT.
RELAY DPDT
4. 3PDT - Three Pole Double Throw. Setara dengan 3 buah saklar
atau relay SPDT.
RELAY 3PDT
4. 4PDT - Three Pole Double Throw. Setara dengan 4 buah
saklar atau relay SPDT.
RELAY 4PDT
SYARAT-SYARAT RELAY
a. Cepat bereaksi
Relay harus cepat bereaksi / bekerja bila sistem mengalami
gangguan atau kerja abnormal,
top = total waktu yang dipergunakan untuk memutuskan
hubungan
tp = waktu bereaksinya rele
tcb = waktu yang dipergunakan untuk pelepasan CB
Pada umumnya untuk top sekitar 0,1 detik
b. Selektif
Yang dimaksud selektif adalah kecermatan pemilihan dalam
mengadakan pengamanan, dalam hal ini menyangkut kordinasi
pengamanan dari sistem keseluruhan.
cbpop ttt 
SYARAT-SYARAT RELAY
c. Peka /Sensitif
Relay harus dapat bekerja dengan kepekaan yang tinggi,
artinya harus cukup sensiitif terhadap gangguan
didaerahnya meskipun gangguan tersebut minimum.
d. Andal / Reliability
Keandalan relay dikatakan cukup baik bila mempunyai
harga : 90 s/d 99 %.
Misalnya dalam satu tahun terjadi gangguan sebanyak 25x
dan relay dapat bekerja dengan semporna sebanyak 23x,
maka :
Keandalan relay = %92
25
23

KLASIFIKASI RELAY
a. Berdasarkan prinsip
kerjanya :
 Relay elektro-magnetis
 Relay termis
 Relay elektronis/ Solid state
relay
b.Berdasarkan sifat dan
kegunaannya
 timing relay
 latching relay
c. Berdasarkan kontruksinya :
 tipe angker tarikan
 tipe batang seimbang
 tipe cakram induksi
 tipe kumparan bergerak
d.Berdasarkan besaran yang
diukur :
 relay tegangan
 relay arus
 relay impedans
 relay frekuensi
KLASIFIKASI RELAY
d. Berdasarkan cara kerja kontrol elemen :
- direct acting; kontrol elemen bekerja langsung
memutuskan aliran
- indirect acting; kontrol elemen hanya digunakan untuk
menutup kontak suatu peralatan lain digunakan
memutus rangkaian / aliran
e. Berdasarkan karakteristiknya :
- Instantaneous
- Definitte time delay, yaitu relay yang bekerjanya
dengan kelambatan waktu
- inverse
RELAY ELEKTRO-MAGNETIS
 relay yang bekerja berdasarkan prinsip
induksi medan elektromagnetis.
 Jika sebuah penghantar dialiri oleh arus
listrik, maka di sekitar
penghantar tersebut timbul medan
magnet.
 Medan magnet yang dihasilkan oleh arus
listrik tersebut selanjutnya diinduksikan ke
logam ferromagnetis yaitu logam yang
mudah terinduksi medan
elektromagnetis, akibatnya logam
tersebut mempunyai sifat kemagnetan.
RELAY TERMIS
 Peralatan switching yang peka
terhadap suhu dan akan membuka
atau menutup kontaktor pada saat
suhu yang terjadi melebihi batas
yang ditentukan atau peralatan
kontrol listrik yang berfungsi untuk
memutuskan jaringan listrik jika
terjadi beban lebih.
 Merupakan salah satu pengaman
motor dari arus yang berlebih.
SOLID STATE RELAY
 Solid state relay (SSR) adalah saklar elektronik
yang tidak memiliki bagian yang bergerak.
 Contohnya foto-coupled SSR, transformer-coupled
SSR, dan hybrida SSR.
 SSR dibangun dengan isolator sebuah MOC untuk
memisahkan bagian input dan bagian saklar.
 Dengan SSR dapat menghindari terjadinya
percikan api seperti yang terjadi pada relay
konvensional
 Dapat menghindari terjadinya sambungan tidak
sempurna karena kontaktor keropos seperti pada
relay konvensional.
TIMMING RELAY
 Relay penunda batas waktu
LATCHING RELAY
 jenis relay yang digunakan untuk latching atau
mempertahankan kondisi aktif input sekalipun
input sebenarnya sudah mati.
 jika latch coil diaktifkan, ia tidak akan bisa
dimatikan kecuali unlatch coil diaktifkan.

03. relay

  • 1.
    RELAY Danang Erwanto JurusanTeknik Elektro,FakultasTeknik Universitas Islam Kadiri - Kediri
  • 2.
     Relay adalahkomponen elektronika berupa saklar elektronik yang digerakkan oleh arus listrik.  Secara prinsip, relai merupakan tuas saklar dengan lilitan kawat pada batang besi (solenoid) di dekatnya.  Suatu peranti yang menggunakan elektromagnet untuk mengoperasikan seperangkat kontak sakelar. PENGERTIAN RELAY
  • 3.
  • 4.
    PRINSIP KERJA RELAY(2)  Relay terdiri dari Coil & Contact  coil adalah gulungan kawat yang mendapat arus listrik.  contact adalah sejenis saklar yang pergerakannya tergantung dari ada tidaknya arus listrik di coil.  Contact ada 2 jenis : Normally Open (kondisi awal sebelum diaktifkan open),  Normally Closed (kondisi awal sebelum diaktifkan close).  Secara sederhana prinsip kerja relay : ketika Coil mendapat energi listrik (energized), akan timbul gaya elektromagnet yang akan menarik armature yang berpegas, dan contact akan menutup.
  • 5.
  • 6.
    JENIS-JENIS RELAY (Berdasarkan kondisidan kontaknya) Definisi pole dan throw:  Pole : banyaknya contact yang dimiliki oleh relay  Throw : banyaknya kondisi (state) yang mungkin dimiliki contact
  • 7.
    JENIS-JENIS RELAY (Berdasarkan kondisidan kontaknya) Penggolongan relay berdasar jumlah pole dan throw :  SPST (Single Pole SingleThrow)  DPST (Double Pole SingleThrow)  SPDT (Single Pole DoubleThrow)  DPDT (Double Pole DoubleThrow)  3PDT (Three Pole DoubleThrow)  4PDT (Four Pole DoubleThrow)
  • 8.
    JENIS-JENIS RELAY 1. SPST- Single Pole Single Throw.
  • 9.
    2. SPDT -Single Pole Double Throw.Terdiri dari 5 buah pin, yaitu:(2) koil, (1)common, (1)NC, (1)NO. RELAY SPDT
  • 10.
    3. DPST -Double Pole Single Throw. Setara dengan 2 buah saklar atau relay SPST. RELAY DPST
  • 11.
    4. DPDT -Double Pole Double Throw. Setara dengan 2 buah saklar atau relay SPDT. RELAY DPDT
  • 12.
    4. 3PDT -Three Pole Double Throw. Setara dengan 3 buah saklar atau relay SPDT. RELAY 3PDT
  • 13.
    4. 4PDT -Three Pole Double Throw. Setara dengan 4 buah saklar atau relay SPDT. RELAY 4PDT
  • 14.
    SYARAT-SYARAT RELAY a. Cepatbereaksi Relay harus cepat bereaksi / bekerja bila sistem mengalami gangguan atau kerja abnormal, top = total waktu yang dipergunakan untuk memutuskan hubungan tp = waktu bereaksinya rele tcb = waktu yang dipergunakan untuk pelepasan CB Pada umumnya untuk top sekitar 0,1 detik b. Selektif Yang dimaksud selektif adalah kecermatan pemilihan dalam mengadakan pengamanan, dalam hal ini menyangkut kordinasi pengamanan dari sistem keseluruhan. cbpop ttt 
  • 15.
    SYARAT-SYARAT RELAY c. Peka/Sensitif Relay harus dapat bekerja dengan kepekaan yang tinggi, artinya harus cukup sensiitif terhadap gangguan didaerahnya meskipun gangguan tersebut minimum. d. Andal / Reliability Keandalan relay dikatakan cukup baik bila mempunyai harga : 90 s/d 99 %. Misalnya dalam satu tahun terjadi gangguan sebanyak 25x dan relay dapat bekerja dengan semporna sebanyak 23x, maka : Keandalan relay = %92 25 23 
  • 16.
    KLASIFIKASI RELAY a. Berdasarkanprinsip kerjanya :  Relay elektro-magnetis  Relay termis  Relay elektronis/ Solid state relay b.Berdasarkan sifat dan kegunaannya  timing relay  latching relay c. Berdasarkan kontruksinya :  tipe angker tarikan  tipe batang seimbang  tipe cakram induksi  tipe kumparan bergerak d.Berdasarkan besaran yang diukur :  relay tegangan  relay arus  relay impedans  relay frekuensi
  • 17.
    KLASIFIKASI RELAY d. Berdasarkancara kerja kontrol elemen : - direct acting; kontrol elemen bekerja langsung memutuskan aliran - indirect acting; kontrol elemen hanya digunakan untuk menutup kontak suatu peralatan lain digunakan memutus rangkaian / aliran e. Berdasarkan karakteristiknya : - Instantaneous - Definitte time delay, yaitu relay yang bekerjanya dengan kelambatan waktu - inverse
  • 18.
    RELAY ELEKTRO-MAGNETIS  relayyang bekerja berdasarkan prinsip induksi medan elektromagnetis.  Jika sebuah penghantar dialiri oleh arus listrik, maka di sekitar penghantar tersebut timbul medan magnet.  Medan magnet yang dihasilkan oleh arus listrik tersebut selanjutnya diinduksikan ke logam ferromagnetis yaitu logam yang mudah terinduksi medan elektromagnetis, akibatnya logam tersebut mempunyai sifat kemagnetan.
  • 19.
    RELAY TERMIS  Peralatanswitching yang peka terhadap suhu dan akan membuka atau menutup kontaktor pada saat suhu yang terjadi melebihi batas yang ditentukan atau peralatan kontrol listrik yang berfungsi untuk memutuskan jaringan listrik jika terjadi beban lebih.  Merupakan salah satu pengaman motor dari arus yang berlebih.
  • 20.
    SOLID STATE RELAY Solid state relay (SSR) adalah saklar elektronik yang tidak memiliki bagian yang bergerak.  Contohnya foto-coupled SSR, transformer-coupled SSR, dan hybrida SSR.  SSR dibangun dengan isolator sebuah MOC untuk memisahkan bagian input dan bagian saklar.  Dengan SSR dapat menghindari terjadinya percikan api seperti yang terjadi pada relay konvensional  Dapat menghindari terjadinya sambungan tidak sempurna karena kontaktor keropos seperti pada relay konvensional.
  • 21.
    TIMMING RELAY  Relaypenunda batas waktu
  • 22.
    LATCHING RELAY  jenisrelay yang digunakan untuk latching atau mempertahankan kondisi aktif input sekalipun input sebenarnya sudah mati.  jika latch coil diaktifkan, ia tidak akan bisa dimatikan kecuali unlatch coil diaktifkan.