Kkn

1,202 views

Published on

0 Comments
1 Like
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

No Downloads
Views
Total views
1,202
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
3
Actions
Shares
0
Downloads
20
Comments
0
Likes
1
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Kkn

  1. 1. KTwoN .. Bila kamu mampu memahami makna kuliah, kerja dan nikah dengan sebenarnya bukan seperti yang dipahami kebanyakan orang, tentu kamu akan menemukan keasyikan tersendiri saat menjalaninya. N. Faqih Syarif Hasyim
  2. 2. Bagaimana menjadi generasi muda yang unggul dan keren ? <ul><li>Punya Iman yang kuat </li></ul><ul><li>Selalu membawa Hati dan Jiwa dalam setiap langkah </li></ul><ul><li>Menjaga Kesehatan demi kokohnya bangunan Islam </li></ul>
  3. 3. Bagaimana kriteria generasi yg punya Iman yg kuat? <ul><li>Istiqomah dalam Islam. </li></ul><ul><li>Hidupnya terasa gersang bila tidak mencari keridhaan Allah. </li></ul><ul><li>Baginya, Allah-lah yang tertinggi </li></ul><ul><li>Keindahan dunia tak membuatnya silau </li></ul><ul><li>Tak pernah ragu berkorban untuk Allah. </li></ul><ul><li>Hanyalah Allah yang ditakutinya </li></ul><ul><li>Selalu oke dlm amar makruf dan nahi mungkar </li></ul><ul><li>Di jalan dakwah, kakinya melangkah </li></ul>
  4. 4. Menjaga Kesehatan <ul><li>Berharap tetap sehat dgn meninggalkan maksiat </li></ul><ul><li>Pandai mengatur pola makan </li></ul><ul><li>Mencukupkan istirahat dan banyak berolah raga. </li></ul>
  5. 5. Dengan bekerja dan berharta maka engkau akan : <ul><li>Dicintai Allah dan Rasul-Nya </li></ul><ul><li>Terpeliharalah Harga dirimu </li></ul><ul><li>Terlindung dari kerasnya hati </li></ul><ul><li>Terjagalah Ketaqwaan dan tercegahlah kekufuran </li></ul><ul><li>Terampunilah sebagian dosamu </li></ul><ul><li>Semakin Tegaklah Dien Islam </li></ul><ul><li>Dapat kamu bela kaum muslimin yg lemah. </li></ul><ul><li>Menjadi lancar langkahmu dalam menuntut ilmu </li></ul><ul><li>Ada modal utk berjihad </li></ul><ul><li>Ada modal utk menikah </li></ul>
  6. 6. Yang perlu kau perhatikan saat mencari rizki <ul><li>Tekun dan bersemangatlah di dalam mencarinya </li></ul><ul><li>Jangan sampai pekerjaan itu melalaikanmu dari mengingat Allah </li></ul><ul><li>Hindarilah hal-hal yang haram </li></ul><ul><li>Bersikaplah jujur dan jangan suka berkhianat </li></ul><ul><li>Berikanlah haknya </li></ul><ul><li>Jangan lupa utk selalu bertawakkal </li></ul><ul><li>Hindarkanlah dirimu dari perbuatan maksiyat </li></ul>
  7. 7. Bukalah Pintu Rizkimu! <ul><li>Bersungguh-sungguhlah dalam mengamalkan Al-Qur’an </li></ul><ul><li>Tingkatkan Iman, Taqwa, dan Tawakkal </li></ul><ul><li>Berhijrah d jalan Allah </li></ul><ul><li>Infaqkanlah sebagian hartamu di jalan-Nya </li></ul><ul><li>Syukurilah Rizki yang diberikan-nya kepadamu </li></ul><ul><li>Perbanyaklah membaca Istighfar </li></ul><ul><li>Utamakanlah Akhiratmu </li></ul><ul><li>Amalkan Dzikir yang pernah diajarkan Rasulullah SAW. </li></ul><ul><li>Sambunglah tali silaturrahim </li></ul><ul><li>Do’akanlah kebaikkan kedua Orang tuamu </li></ul><ul><li>Sayangi dan kasihilah saudaramu yang lemah </li></ul>
  8. 8. Menikah , Why not ? <ul><li>Menikah merupakan jalan utk menyempurnakan ruhani seseorang. Nilai ibadahnya akan semakin berbobot di mata Allah. </li></ul><ul><li>Dgn menikah seseorang akan menjadi lebih dewasa dlm berpikir dan akan lebih mampu mengendalikan emosinya </li></ul>
  9. 9. Kuliah…, Kerja… dan Nikah, Why not? <ul><li>Kuliah merupakan langkah ikhtiar seseorang utk membentuk kematangan dalam berpikir sehingga lebih mampu utk menjalani kehidupan selanjutnya. </li></ul><ul><li>Bekerja adalah langkah ikhtiar seseorang utk memperoleh rizki dari Allah. </li></ul><ul><li>Bagi seorang muslim. Pernikahan dapat diumpamakan sebagai kendaraan yg harus segera dinaiki dalam rangka menyempurnakan setengah Diennya. </li></ul>
  10. 10. Duniamu-pun terasa semakin asyik <ul><li>Ssst….. Sekarang ada tempat curhat </li></ul><ul><li>Bisa belajar sambil bermesraan </li></ul><ul><li>Asyiknya berangkat ke kampus berdua </li></ul><ul><li>Ada yang bantu Ngerjain tugas kuliah </li></ul><ul><li>Ada yang menghibur di sela-sela penatnya kuliah </li></ul>
  11. 11. Siapkan dirimu, hadapi saja rintangan yang ada <ul><li>Orang tua keberatan dengan keinginanku </li></ul><ul><li>Bagaimana dengan studiku? </li></ul><ul><li>Lagi-lagi masalah pekerjaan. </li></ul>
  12. 12. Apa yang seharusnya kau lakukan? <ul><li>Luruskan niatmu </li></ul><ul><li>Kuatkan Azzammu </li></ul><ul><li>Serahkanlah segalanya kepada Allah </li></ul><ul><li>Rampungkan studimu dengan status sudah bekerja atau menikah. </li></ul>
  13. 13. Belajar Berpikir <ul><li>Kita harusnya berpikir mendalam, majemuk (multi-kriteria), dan non-linier. </li></ul><ul><li>Kita harusnya berpikir sistemik (memandang segala sesuatu sebagai bagian sistem yang saling berhubungan). </li></ul><ul><li>Kita harusnya berpikir dari suatu sudut pandang yang khas dan konsisten-rasional (“ideologis”). </li></ul>
  14. 14. Hidup ini untuk apa? <ul><li>Lahir  Gede  Lulus Sekolah  Dapat Pekerjaan  Makan Enak / Tidur Nyenyak  Punya Anak  … </li></ul><ul><li>nanti anaknya gitu juga … </li></ul><ul><li>Hidup tanpa missi apa-apa … … hampir tak ada bedanya dengan seekor monyet, atau seekor kucing atau seekor keledai. </li></ul>
  15. 15. Missi Hidup <ul><li>Kamu adalah ummat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma'ruf, dan mencegah dari yang mungkar, dan beriman kepada Allah. (Qs. 3:110) </li></ul><ul><li>Kita hanya menjadi yang terbaik manakala kita memiliki kapasitas sehingga mampu: - menyuruh manusia agar berbuat yang makruf - mencegah manusia dari perbuatan munkar - beriman kepada Allah. </li></ul>
  16. 16. Kewajiban Berdakwah ? <ul><li>Dan hendaklah ada di antara kamu sekelompok orang yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma'ruf dan mencegah dari yang mungkar; mereka adalah orang-orang yang beruntung. (Qs. 3:104) </li></ul><ul><li>Dakwah adalah kewajiban (fardhu kifayah), artinya, selama objeknya bila sempurna, maka semua orang yang belum terlibat belum terlepas dari kewajiban itu (jadi masih fardhu ain!). </li></ul><ul><li>Fakta: kemungkaran masih banyak di sekitar kita, dan yang ma’ruf belum membudaya! </li></ul>
  17. 17. Apa saja untuk dakwah <ul><li>Dan siapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja yang kamu sanggupi dan dari kuda-kuda yang ditambat untuk berperang (yang dengan itu) kamu menggetarkan musuh Allah, musuhmu dan orang-orang selain mereka yang kamu tidak mengetahuinya; sedang Allah mengetahuinya. Apa saja yang kamu nafkahkan pada jalan Allah niscaya akan dibalas dengan cukup kepadamu dan kamu tidak akan dianiaya (dirugikan). (Qs. 8:60) </li></ul>
  18. 18. Apa saja untuk dakwah <ul><li>Kaum muslimin telah mengembangkan banyak hal untuk mensukseskan dakwah dan jihad. Antara lain: </li></ul><ul><li>astronomi: untuk navigasi armada jihad di laut. </li></ul><ul><li>juga mekanika, optika, matematika. </li></ul><ul><li>Karena untuk mendapatkan ini semua mereka harus berkelana ke Barat (Yunani) dan Timur (India, Cina), mereka juga mempelajari bahasa asing, mengumpulkan dana untuk membiayai perjalanan, melatih fisik agar tahan di perjalanan, mempersiapkan keluarga yang intakt agar tabah ditinggalkan, dsb. </li></ul>
  19. 19. Menjadi mahasiswa muslim yang prestatif & kreatif <ul><li>Agar kita bisa menjadi pengemban dakwah yang terpercaya, maka kita harus menjadi teladan! </li></ul><ul><li>Sebagai mahasiswa, maka setiap mahasiswa muslim wajib menunjukkan dirinya sebagai pengemban dakwah yang juga memiliki banyak prestasi, baik akademis maupun non akademis. </li></ul><ul><li>Menjadi akademisi belaka tidak otomatis menjadi orang yang sukses di medan kehidupan. </li></ul><ul><li>Anda memerlukan banyak “added value” ! Mengapa anda tidak mengembangkan diri menjadi penulis yang handal, orator yang ulung, organisator yang efisien, enterprenuer yang kreatif … ??? </li></ul>
  20. 20. Mahasiswa Da’i Berprestasi <ul><li>Kalau kita menekuni medan dakwah dengan benar, maka otomatis kita akan terdorong untuk memaksimalkan potensi diri kita. </li></ul><ul><li>Dakwah mengajari kita selalu hidup di jalan Islam. </li></ul><ul><li>Dakwah juga mengajari kita menghadapi masyarkat, sesuatu yang mustahil hanya didapatkan di kuliah. </li></ul>
  21. 21. Manajemen Diri Sendiri <ul><li>Penyakit utama orang adalah menunda-nunda aktivitas: </li></ul><ul><li>Sehingga aktivitas itu batal dilaksanakan </li></ul><ul><li>Aktivitas itu dilakukan tetapi tidak optimal </li></ul><ul><li>Hal lain yang sebenarnya dapat dilakukan jadi terabaikan  Kenapa di usia kita sekarang ini, kita cuma bisa jadi seperti ini … </li></ul><ul><li>Orang yang melakukannya akan semakin merasa beban yang dipikulnya bertambah berat. </li></ul>
  22. 22. Tips 1 <ul><li>Hindari “thulul amal” (= panjang angan-angan) </li></ul><ul><li>Jangan merasa masih akan hidup lama pada waktu mendatang, padahal realitasnya, kematian selalu siap menjemput kita. </li></ul><ul><li>“ Jika engkau berdiri dalam shalatmu, maka lakukanlah shalat sebagai shalat seseorang yang akan meninggal!” (HR. Ahmad) </li></ul>
  23. 23. Tips 2 <ul><li>Hindari lebih percaya dugaan daripada realitas </li></ul><ul><li>Percaya Diri (PD) itu bagus, tapi jangan lantas menunda-nunda, siapa tahu kondisi eksternal berubah tiba-tiba. </li></ul><ul><li>“ Shadaqah apa yang terbesar pahalanya?” Rasul: “Shadaqah saat kau masih sehat, suka harta, takut miskin dan masih ingin kaya. Dan jangan tunda hingga nyawa di tenggorokan, dan kau baru berkata ‘untuk si fulan sekian, dan untuk si anu sekian’ padahal harta itu sudah hak ahli warisnya” (HR. Bukhari & Muslim) </li></ul>
  24. 24. Tips 3 <ul><li>Hindari menjadikan orang lain sebagai tolok ukur negatif </li></ul><ul><li>“ Alhamdulillah, si anu juga belum ngerjain tugas … “ </li></ul><ul><li>Tiap-tiap manusia bertanggungjawab dengan apa yang dikerjakannya. (Qs. 52:21) </li></ul><ul><li>Harusnya: “Orang lain aktivis dakwah, tapi juga cum-laude, kenapa saya tidak?” “Orang lain bisa “gaul” tapi juga menjauhi maksiat, kenapa saya tidak?” </li></ul>
  25. 25. Tips 4 <ul><li>Hindari “Wah lagi malas nih …” </li></ul><ul><li>Cara termudah: paksakan diri melawan malas. </li></ul><ul><li>Banyak berlindung kepada Allah dari godaan syaitan yang menggoda dengan bentuk rasa malas. </li></ul><ul><li>“ Ya Allah, aku berlindung kepadaMu dari kegelisahan dan kesusahan, dari sifat lemah dan malas, dari sifat pengecut dan bakhil, dari dari bergelimang hutang dan dikuasai orang lain” </li></ul>
  26. 26. Tips 5 <ul><li>Penundaan sangat mungkin karena ketidaktahuan tentang apa yang harus dikerjakan. Jadinya …. melamun saja …. </li></ul><ul><li>Rasulullah telah memberi contoh, agar setiap aktivitas penggunaan waktu direncanakan dengan seksama. </li></ul><ul><li>Maka apabila kamu telah selesai (dari sesuatu urusan), kerjakanlah dengan sungguh-sungguh (urusan) yang lain (Qs. 94:7) </li></ul><ul><li>Rencanakan jauh ke depan … sampai akherat !!! </li></ul>
  27. 27. Tips 6 <ul><li>Jangan melebihi kapasitas diri sendiri </li></ul><ul><li>Kita sehari sama-sama dibekali 24 jam! </li></ul><ul><li>Skala prioritas tolok ukurnya jelas: hukum syara’ Aktivitas utama adalah yang fardhu, baru yang mandub (sunnah), baru yang mubah. </li></ul><ul><li>Pengalaman, banyak aktivitas yang la yamutu (tidak bermutu), misalnya nonton TV banyak-banyak. </li></ul><ul><li>“ Di antara baiknya Islam seseorang adalah meninggalkan apapun yang tidak berguna baginya” (HR Turmudzi) </li></ul>

×