SlideShare a Scribd company logo

Rabies

sebuah presentasi dasar tentang rabies

1 of 16
Download to read offline
RABIES
Nanang RuhyanaSeksi TASKIT 1
Seksi TASKIT 2
Seksi TASKIT 3
Situasi Kasus Gigitan di Kab. Cirebon 2011 sd Mei 2016
GHPR : Gigitan Hewan Penular Rabies
PET : Post Exposure Treatment (cuci luka dan pemberian VAR)
Lyssa : Kematian karena rabies
2011 2012 2013 2014 2015 2016
5
11
14
11
13
10
KASUS
RABIES
 Penyakit menular akut sari SSP yang disebabkan
oleh virus Rhabdovirus
 Menyerang otak hewan berkembang dan
menyebar keseluruh jaringan saraf
 Menimbulkan paralysis dan berakhir dengan
kematian.
 Dapat menyerang manusia.
 Belum ditemukan obatnya. Yang ada hanyalah
Vaksin Anti Rabies (VAR).
 Penyelamat utama : Penata laksanaan luka
gigitan dan kecepatan pemberian VAR
Seksi TASKIT 5
RABIES
 Penyakit menular akut sari SSP
yang disebabkan oleh virus
Rhabdovirus
 Cara Penularan
– Melalui gigitan hewan tertular rabies
diantaranya anjing, kucing, kelelawar
dan kera.
– Melalui non gigitan : jilatan pada
luka, transplantasi, kontak dengan
bahan yang mengandung virus
rabies pada kulit yang lecet atau
mukosa.Seksi TASKIT 6

Recommended

Penyakit rabies.PPT
Penyakit rabies.PPTPenyakit rabies.PPT
Penyakit rabies.PPT_Dian
 
Pemilihan kortikosteroid pada penyakit kulit
Pemilihan kortikosteroid pada penyakit kulitPemilihan kortikosteroid pada penyakit kulit
Pemilihan kortikosteroid pada penyakit kulitpeternugraha
 
Status Dermatologikus
Status DermatologikusStatus Dermatologikus
Status Dermatologikuspeternugraha
 
Efloresensi (modul kulit dan jaringan penunjang)
Efloresensi (modul kulit dan jaringan penunjang)Efloresensi (modul kulit dan jaringan penunjang)
Efloresensi (modul kulit dan jaringan penunjang)fikri asyura
 

More Related Content

What's hot

What's hot (20)

Obat emergency
Obat emergencyObat emergency
Obat emergency
 
Luka bakar
Luka bakarLuka bakar
Luka bakar
 
Orkitis (Orchitis) - Presentasi Kasus
Orkitis (Orchitis) - Presentasi KasusOrkitis (Orchitis) - Presentasi Kasus
Orkitis (Orchitis) - Presentasi Kasus
 
Ppt campak
Ppt campakPpt campak
Ppt campak
 
Balans cairan & elektrolit
Balans cairan & elektrolitBalans cairan & elektrolit
Balans cairan & elektrolit
 
5.5.1.2 Monitoring Pelaksanaan Program PPI.docx
5.5.1.2 Monitoring Pelaksanaan Program PPI.docx5.5.1.2 Monitoring Pelaksanaan Program PPI.docx
5.5.1.2 Monitoring Pelaksanaan Program PPI.docx
 
Buku saku tatalaksana kasus Malaria
Buku saku tatalaksana kasus MalariaBuku saku tatalaksana kasus Malaria
Buku saku tatalaksana kasus Malaria
 
KOLERA
KOLERAKOLERA
KOLERA
 
Program rabies di puskesmas
Program rabies di puskesmasProgram rabies di puskesmas
Program rabies di puskesmas
 
Panduan transfer pasien
Panduan transfer pasienPanduan transfer pasien
Panduan transfer pasien
 
Buku pedoman teknis pemeriksaan parasit malaria
Buku pedoman teknis pemeriksaan parasit malariaBuku pedoman teknis pemeriksaan parasit malaria
Buku pedoman teknis pemeriksaan parasit malaria
 
Muntah pada Anak
Muntah pada AnakMuntah pada Anak
Muntah pada Anak
 
Cairan infuse
Cairan infuseCairan infuse
Cairan infuse
 
Chikungunya
ChikungunyaChikungunya
Chikungunya
 
Pedoman ART 2011
Pedoman ART 2011Pedoman ART 2011
Pedoman ART 2011
 
MATERI PENYULUHAN DEMAM BERDARAH
MATERI PENYULUHAN DEMAM BERDARAHMATERI PENYULUHAN DEMAM BERDARAH
MATERI PENYULUHAN DEMAM BERDARAH
 
Demam tifoid anak
Demam tifoid anakDemam tifoid anak
Demam tifoid anak
 
Buku Saku Lintas Diare, edisi-2011
Buku Saku Lintas Diare, edisi-2011Buku Saku Lintas Diare, edisi-2011
Buku Saku Lintas Diare, edisi-2011
 
Leptospirosis
LeptospirosisLeptospirosis
Leptospirosis
 
Standar Kompetensi Dokter Indonesia
Standar Kompetensi Dokter IndonesiaStandar Kompetensi Dokter Indonesia
Standar Kompetensi Dokter Indonesia
 

Viewers also liked

penyakit rabies
penyakit rabiespenyakit rabies
penyakit rabiesmertayasa
 
MOU BBTKL DENGAN DINAS KESEHATAN
MOU BBTKL DENGAN DINAS KESEHATANMOU BBTKL DENGAN DINAS KESEHATAN
MOU BBTKL DENGAN DINAS KESEHATANDitjen P2P Kemenkes
 
Penyakit Stress Ruminansia
Penyakit Stress RuminansiaPenyakit Stress Ruminansia
Penyakit Stress RuminansiaAlfi Tawakal
 
Profil UPT (Unit Pelaksana Teknis) Ditjen PP dan PL 2013 v2
Profil UPT (Unit Pelaksana Teknis) Ditjen PP dan PL 2013 v2Profil UPT (Unit Pelaksana Teknis) Ditjen PP dan PL 2013 v2
Profil UPT (Unit Pelaksana Teknis) Ditjen PP dan PL 2013 v2Ditjen P2P
 
Jurnal Ditjen PP dan PL Tahun 2014
Jurnal Ditjen PP dan PL Tahun 2014Jurnal Ditjen PP dan PL Tahun 2014
Jurnal Ditjen PP dan PL Tahun 2014Ditjen P2P Kemenkes
 
Ppt kelompok tentang Penyelenggaraan Sistem Kewaspadaan Dini Kejadian Luar Bi...
Ppt kelompok tentang Penyelenggaraan Sistem Kewaspadaan Dini Kejadian Luar Bi...Ppt kelompok tentang Penyelenggaraan Sistem Kewaspadaan Dini Kejadian Luar Bi...
Ppt kelompok tentang Penyelenggaraan Sistem Kewaspadaan Dini Kejadian Luar Bi...tiara2207
 
Inisiasi pemberian oat pada pasien tb dengan hiv
Inisiasi pemberian oat pada pasien tb dengan hivInisiasi pemberian oat pada pasien tb dengan hiv
Inisiasi pemberian oat pada pasien tb dengan hivSoroy Lardo
 
Jurnal PP dan PL Edisi 5 Tahun 2015
Jurnal PP dan PL Edisi 5 Tahun 2015Jurnal PP dan PL Edisi 5 Tahun 2015
Jurnal PP dan PL Edisi 5 Tahun 2015Ditjen P2P Kemenkes
 
Epidemiology, Disease and Preventive Strategies of Rabies
Epidemiology, Disease and Preventive Strategies of RabiesEpidemiology, Disease and Preventive Strategies of Rabies
Epidemiology, Disease and Preventive Strategies of RabiesDilshan Wijeratne
 
Penyakit rabies
Penyakit rabiesPenyakit rabies
Penyakit rabiesParanody
 
Penyuluhan tentang bagaimana pencegah dbd
Penyuluhan tentang bagaimana pencegah dbdPenyuluhan tentang bagaimana pencegah dbd
Penyuluhan tentang bagaimana pencegah dbdejjariza
 

Viewers also liked (20)

penyakit rabies
penyakit rabiespenyakit rabies
penyakit rabies
 
Rabies
RabiesRabies
Rabies
 
Rabies
Rabies Rabies
Rabies
 
MOU BBTKL DENGAN DINAS KESEHATAN
MOU BBTKL DENGAN DINAS KESEHATANMOU BBTKL DENGAN DINAS KESEHATAN
MOU BBTKL DENGAN DINAS KESEHATAN
 
Penyakit Stress Ruminansia
Penyakit Stress RuminansiaPenyakit Stress Ruminansia
Penyakit Stress Ruminansia
 
Sapi gila
Sapi gilaSapi gila
Sapi gila
 
Profil UPT (Unit Pelaksana Teknis) Ditjen PP dan PL 2013 v2
Profil UPT (Unit Pelaksana Teknis) Ditjen PP dan PL 2013 v2Profil UPT (Unit Pelaksana Teknis) Ditjen PP dan PL 2013 v2
Profil UPT (Unit Pelaksana Teknis) Ditjen PP dan PL 2013 v2
 
handling & restraint
handling & restrainthandling & restraint
handling & restraint
 
Jurnal Ditjen PP dan PL Tahun 2014
Jurnal Ditjen PP dan PL Tahun 2014Jurnal Ditjen PP dan PL Tahun 2014
Jurnal Ditjen PP dan PL Tahun 2014
 
Rabies
RabiesRabies
Rabies
 
Ppt kelompok tentang Penyelenggaraan Sistem Kewaspadaan Dini Kejadian Luar Bi...
Ppt kelompok tentang Penyelenggaraan Sistem Kewaspadaan Dini Kejadian Luar Bi...Ppt kelompok tentang Penyelenggaraan Sistem Kewaspadaan Dini Kejadian Luar Bi...
Ppt kelompok tentang Penyelenggaraan Sistem Kewaspadaan Dini Kejadian Luar Bi...
 
Inisiasi pemberian oat pada pasien tb dengan hiv
Inisiasi pemberian oat pada pasien tb dengan hivInisiasi pemberian oat pada pasien tb dengan hiv
Inisiasi pemberian oat pada pasien tb dengan hiv
 
Jurnal PP dan PL Edisi 5 Tahun 2015
Jurnal PP dan PL Edisi 5 Tahun 2015Jurnal PP dan PL Edisi 5 Tahun 2015
Jurnal PP dan PL Edisi 5 Tahun 2015
 
Contoh Sarana CTPS
Contoh Sarana CTPSContoh Sarana CTPS
Contoh Sarana CTPS
 
Epidemiology, Disease and Preventive Strategies of Rabies
Epidemiology, Disease and Preventive Strategies of RabiesEpidemiology, Disease and Preventive Strategies of Rabies
Epidemiology, Disease and Preventive Strategies of Rabies
 
Rabies
RabiesRabies
Rabies
 
Penyakit rabies
Penyakit rabiesPenyakit rabies
Penyakit rabies
 
Materi Pelatihan Jumantik
Materi Pelatihan JumantikMateri Pelatihan Jumantik
Materi Pelatihan Jumantik
 
Penyuluhan tentang bagaimana pencegah dbd
Penyuluhan tentang bagaimana pencegah dbdPenyuluhan tentang bagaimana pencegah dbd
Penyuluhan tentang bagaimana pencegah dbd
 
Etika batuk
Etika batukEtika batuk
Etika batuk
 

Similar to Rabies

Snake Bite SHI - New.pptx
Snake Bite SHI - New.pptxSnake Bite SHI - New.pptx
Snake Bite SHI - New.pptxIgdUlindokter
 
Penyuluhan rabies ppt hshdhdhdhdhdhdhdhhd
Penyuluhan rabies ppt hshdhdhdhdhdhdhdhhdPenyuluhan rabies ppt hshdhdhdhdhdhdhdhhd
Penyuluhan rabies ppt hshdhdhdhdhdhdhdhhdsyafira82
 
132976 envenomasi
132976 envenomasi132976 envenomasi
132976 envenomasiPuspa YaNi
 
Buku Saku Takgit HPR 2023 Asep Purnama.pdf
Buku Saku Takgit HPR 2023 Asep Purnama.pdfBuku Saku Takgit HPR 2023 Asep Purnama.pdf
Buku Saku Takgit HPR 2023 Asep Purnama.pdfkarmelitabogastim1
 
BUKU SAKU RABIES MODUL TROPIS.pdf
BUKU SAKU RABIES MODUL TROPIS.pdfBUKU SAKU RABIES MODUL TROPIS.pdf
BUKU SAKU RABIES MODUL TROPIS.pdfAvinoMulanaFikri1
 
Khoiriil mikvir rabies dan cacar jinak
Khoiriil mikvir rabies dan cacar jinakKhoiriil mikvir rabies dan cacar jinak
Khoiriil mikvir rabies dan cacar jinakkhoirilliana12
 
Pengantar Cacar Monyet Bagi Tenaga Kesehatan
Pengantar Cacar Monyet Bagi Tenaga KesehatanPengantar Cacar Monyet Bagi Tenaga Kesehatan
Pengantar Cacar Monyet Bagi Tenaga KesehatanI Putu Cahya Legawa
 
Beberapa penyakit infeksi dan cara penularannya
Beberapa penyakit infeksi dan cara penularannyaBeberapa penyakit infeksi dan cara penularannya
Beberapa penyakit infeksi dan cara penularannyaIbnu Kamajaya
 
VIRUS RABIES_20231031_210927_0000000.pdf
VIRUS RABIES_20231031_210927_0000000.pdfVIRUS RABIES_20231031_210927_0000000.pdf
VIRUS RABIES_20231031_210927_0000000.pdfClaudAnimate
 
slide cacar monyet kelompok 2.pptx
slide cacar monyet kelompok 2.pptxslide cacar monyet kelompok 2.pptx
slide cacar monyet kelompok 2.pptxDimasMaulana84
 
1.PMK BPP WINONGAN.pptx
1.PMK BPP WINONGAN.pptx1.PMK BPP WINONGAN.pptx
1.PMK BPP WINONGAN.pptxAchmadMawardi4
 
Luka gigitan binatang
Luka gigitan binatangLuka gigitan binatang
Luka gigitan binatangfikri asyura
 
makalah kedokteran hewan tentang jurnal-jurnal.
makalah kedokteran hewan tentang jurnal-jurnal.makalah kedokteran hewan tentang jurnal-jurnal.
makalah kedokteran hewan tentang jurnal-jurnal.Bunga G-Vinsa
 
Indikator program malaria
Indikator program malariaIndikator program malaria
Indikator program malariaJoni Iswanto
 

Similar to Rabies (20)

RABIES MAT UGM 2021.pptx
RABIES MAT UGM 2021.pptxRABIES MAT UGM 2021.pptx
RABIES MAT UGM 2021.pptx
 
MATERI RABIES.pptx
MATERI RABIES.pptxMATERI RABIES.pptx
MATERI RABIES.pptx
 
rabies.pdf
rabies.pdfrabies.pdf
rabies.pdf
 
SOP RABIES.docx
SOP RABIES.docxSOP RABIES.docx
SOP RABIES.docx
 
Snake Bite SHI - New.pptx
Snake Bite SHI - New.pptxSnake Bite SHI - New.pptx
Snake Bite SHI - New.pptx
 
Penyuluhan rabies ppt hshdhdhdhdhdhdhdhhd
Penyuluhan rabies ppt hshdhdhdhdhdhdhdhhdPenyuluhan rabies ppt hshdhdhdhdhdhdhdhhd
Penyuluhan rabies ppt hshdhdhdhdhdhdhdhhd
 
132976 envenomasi
132976 envenomasi132976 envenomasi
132976 envenomasi
 
Buku Saku Takgit HPR 2023 Asep Purnama.pdf
Buku Saku Takgit HPR 2023 Asep Purnama.pdfBuku Saku Takgit HPR 2023 Asep Purnama.pdf
Buku Saku Takgit HPR 2023 Asep Purnama.pdf
 
BUKU SAKU RABIES MODUL TROPIS.pdf
BUKU SAKU RABIES MODUL TROPIS.pdfBUKU SAKU RABIES MODUL TROPIS.pdf
BUKU SAKU RABIES MODUL TROPIS.pdf
 
Khoiriil mikvir rabies dan cacar jinak
Khoiriil mikvir rabies dan cacar jinakKhoiriil mikvir rabies dan cacar jinak
Khoiriil mikvir rabies dan cacar jinak
 
Pengantar Cacar Monyet Bagi Tenaga Kesehatan
Pengantar Cacar Monyet Bagi Tenaga KesehatanPengantar Cacar Monyet Bagi Tenaga Kesehatan
Pengantar Cacar Monyet Bagi Tenaga Kesehatan
 
Beberapa penyakit infeksi dan cara penularannya
Beberapa penyakit infeksi dan cara penularannyaBeberapa penyakit infeksi dan cara penularannya
Beberapa penyakit infeksi dan cara penularannya
 
VIRUS RABIES_20231031_210927_0000000.pdf
VIRUS RABIES_20231031_210927_0000000.pdfVIRUS RABIES_20231031_210927_0000000.pdf
VIRUS RABIES_20231031_210927_0000000.pdf
 
IW RABIES.pdf
IW RABIES.pdfIW RABIES.pdf
IW RABIES.pdf
 
Presentasi
Presentasi Presentasi
Presentasi
 
slide cacar monyet kelompok 2.pptx
slide cacar monyet kelompok 2.pptxslide cacar monyet kelompok 2.pptx
slide cacar monyet kelompok 2.pptx
 
1.PMK BPP WINONGAN.pptx
1.PMK BPP WINONGAN.pptx1.PMK BPP WINONGAN.pptx
1.PMK BPP WINONGAN.pptx
 
Luka gigitan binatang
Luka gigitan binatangLuka gigitan binatang
Luka gigitan binatang
 
makalah kedokteran hewan tentang jurnal-jurnal.
makalah kedokteran hewan tentang jurnal-jurnal.makalah kedokteran hewan tentang jurnal-jurnal.
makalah kedokteran hewan tentang jurnal-jurnal.
 
Indikator program malaria
Indikator program malariaIndikator program malaria
Indikator program malaria
 

More from Dinas Kesehatan Kabupaten Cirebon (12)

Analisis masalah dalam PDCA
Analisis masalah dalam PDCAAnalisis masalah dalam PDCA
Analisis masalah dalam PDCA
 
TUJUH LANGKAH PRAKTIS DALAMA POKJA UKM
TUJUH LANGKAH PRAKTIS DALAMA POKJA UKMTUJUH LANGKAH PRAKTIS DALAMA POKJA UKM
TUJUH LANGKAH PRAKTIS DALAMA POKJA UKM
 
Instrumen Akreditasi FKTP-Puskesmas
Instrumen Akreditasi FKTP-PuskesmasInstrumen Akreditasi FKTP-Puskesmas
Instrumen Akreditasi FKTP-Puskesmas
 
Pedoman Pendampingan Akreditasi FKTP
Pedoman Pendampingan Akreditasi FKTPPedoman Pendampingan Akreditasi FKTP
Pedoman Pendampingan Akreditasi FKTP
 
Surat edaran No129 th 2103 ttg pelaksanaan pengendalian hiv aids
 Surat edaran No129 th 2103 ttg pelaksanaan pengendalian hiv aids Surat edaran No129 th 2103 ttg pelaksanaan pengendalian hiv aids
Surat edaran No129 th 2103 ttg pelaksanaan pengendalian hiv aids
 
Pedoman ppia 2012 final
Pedoman ppia 2012 finalPedoman ppia 2012 final
Pedoman ppia 2012 final
 
Pmk no. 21 thn 2013 ttg penanggulangan hiv dan aids
Pmk no. 21  thn 2013 ttg penanggulangan hiv dan aidsPmk no. 21  thn 2013 ttg penanggulangan hiv dan aids
Pmk no. 21 thn 2013 ttg penanggulangan hiv dan aids
 
Pedoman penerapan pitc
Pedoman penerapan pitcPedoman penerapan pitc
Pedoman penerapan pitc
 
Pedoman pmtct 2012
Pedoman pmtct 2012Pedoman pmtct 2012
Pedoman pmtct 2012
 
Pedoman Pengobatan ARV 2011
Pedoman Pengobatan ARV 2011Pedoman Pengobatan ARV 2011
Pedoman Pengobatan ARV 2011
 
ISTC (International Standards for Tuberculosis Care)
ISTC (International Standards for Tuberculosis Care)ISTC (International Standards for Tuberculosis Care)
ISTC (International Standards for Tuberculosis Care)
 
Pmtct
PmtctPmtct
Pmtct
 

Rabies

  • 4. Situasi Kasus Gigitan di Kab. Cirebon 2011 sd Mei 2016 GHPR : Gigitan Hewan Penular Rabies PET : Post Exposure Treatment (cuci luka dan pemberian VAR) Lyssa : Kematian karena rabies 2011 2012 2013 2014 2015 2016 5 11 14 11 13 10 KASUS
  • 5. RABIES  Penyakit menular akut sari SSP yang disebabkan oleh virus Rhabdovirus  Menyerang otak hewan berkembang dan menyebar keseluruh jaringan saraf  Menimbulkan paralysis dan berakhir dengan kematian.  Dapat menyerang manusia.  Belum ditemukan obatnya. Yang ada hanyalah Vaksin Anti Rabies (VAR).  Penyelamat utama : Penata laksanaan luka gigitan dan kecepatan pemberian VAR Seksi TASKIT 5
  • 6. RABIES  Penyakit menular akut sari SSP yang disebabkan oleh virus Rhabdovirus  Cara Penularan – Melalui gigitan hewan tertular rabies diantaranya anjing, kucing, kelelawar dan kera. – Melalui non gigitan : jilatan pada luka, transplantasi, kontak dengan bahan yang mengandung virus rabies pada kulit yang lecet atau mukosa.Seksi TASKIT 6
  • 7. Semua hewan berdarah panas : Anjing  Afrika, Asia, dan Amerika Latin kucing kera/monyet kelelawar. rakun dan sigug)  Amerika Utara rubah merah) Eropa . HOST NOTE :di Indonesia Lebih dari 90% kasus rabies pada manusia ditularkan oleh anjing
  • 8. GEJALA KLINIS  Masa inkubasi bervariasi 2 minggu-2 tahun tergantung lokasi tempat gigitan  Gejala Klinis Yang Timbul – Stadium Prodormal : sulit didiagnosa – Stadium exitasi : demam, gugup, kejang (tonus, klonus), sakit kepala berat, sulit menelan, hipersalivasi, hiperlakrimasi, berkeringat banyak, takut air (hidrophobi) dan takut sinar (photophobi), aerophobi. – Stadium paralise : Inkontinentia urine, paralise ascendens, koma. Penderita dapat meninggal karena kelumpuhan otot pernafasan. Seksi TASKIT 8
  • 9. PERAWATAN LUKA  Tindakan pertama sedini mungkin adalah pencucian luka, sebaiknya dengan air mengalir dan detergen selama 10 – 15 menit.  Diberi VAR/SAR.  Jangan menjahit atau menggunting jaringan luka gigitan, karena berarti akan menambah luka /memperbesar pintu masuk virus.  Bila luka compang camping dan memerlukan jahitan maka boleh dilakukan jahit situasi/jarang.  Diberi anti septik alkohol, betadin, iodium dan lain- lain.  Dirawat dan diberi obat yang seperti luka biasa.  Bila luka pada daerah risiko tinggi maka pencucian luka harus lebih intensif dan teliti.  Daerah risiko tinggi :daerah yang memiliki saraf sensoris yang rapat. kepala dan leher, tapak tangan dan genitalia PENGOBATAN Seksi TASKIT 9
  • 10. PEMBERIAN VAKSIN ANTI RABIES (VAR) JIKA PENDERITA INDIKASI DIBERI SAR (SERUM ANTI RABIES), VAR TETAP DIBERI INDIKASI VAR -Hewan penggigit mati atau lari -Hewan penggigit menderita tersangka rabies (positif) PENGOBATAN Hari pertama satu kali lengan kiri dan satu kali lengan kanan Hari ketujuh satu kali lengan kiri Hari ke 21 satu kali lengan kanan Booster satu kali hari ke-30 bila penderita diberi SAR Seksi TASKIT 10
  • 11. VAKSIN ANTI RABIES (VAR) JENIS VAKSIN DOSIS CARA & LOKASI PEMBERIAN WAKTU VAR ANAK DEWASA DASAR 0,5 ml 0,5 ml Cara : IM Lokasi : Regio Deltoideus kanan & kiri Anak <1 th pangkal paha 4 x pemberian Hari ke-0, 2x Hari ke-7, 1x Hari ke-21, 1x ULANGAN 0,5 ml 0,5 ml sda Hari ke-90 Seksi TASKIT 11 JENIS VAKSIN DOSIS CARA & LOKASI PEMBERIAN WAKTU SAR ANAK DEWASA HEMOLOG (HRIG) 20 IU/ kgBB 20 IU/ kgBB Infiltrasi disekitar luka gigitan sebanyak mungkin dan sisanya diberikan secara IM Hari ke-0 atau bersamaan dg pemberian VAR pertama HETEROLOG (ERIG) 40 IU/ kgBB 40 IU/ kgBB SERUM ANTI RABIES (SAR)
  • 12. KETENTUAN • VAR harus diberikan pd semua penderita GHPR yg belum pernah mendapat VAR • Kasus GHPR yg sebelumnya mendapat VAR dan SAR lengkap dlm 3 bulan tidak memerlukan VAR • 3 bln s/d 1 tahun diberikan 1 kali VAR • >1 tahun dianggap penderita baru Seksi TASKIT 12
  • 13. KLB RABIES  Ditemukan satu atau lebih kasus Rabies (pada manusia) di daerah tertular.  Langkah-langkah PE :  Petugas Puskesmas/Koordinator P2M/Petugas Peternakan setelah menerima laporan adanya kasus GHTR segera mencatat dalam buku catatan harian penderita rabies serta menyiapkan peralatan survei.  Petugas peternakan melacak keberadaan hewan penggigit untuk dilakukan observasi selama 10 hari apakah hewannya menderita rabies.  Apabila hewan penggigit mati terbunuh atau menderita gejala rabies agar diambil spesimen.  Bila hewan penggigit mati < 10 hari dalam masa observasi dengan tanda rabies dinyatakan POSITIF RABIES.  Petugas Puskesmas melakukan PE kemungkinan kasus gigitan yang lain.  Instrumen PE harus menggambarkan : Jumlah kasus gigitan, cakupan vaksinasi anjing, kronologi kejadian.  Spesimen yang diperlukan untuk konfirmasi kasus yaitu spesimen otak (hipocampus) dikirim ke BPPH. Seksi TASKIT 13