Kartini dikenal karena perjuangannya dalam emansipasi perempuan di Indonesia, meskipun banyak tokoh perempuan lainnya juga berkontribusi. Ia merintis sekolah untuk perempuan dan mengajukan syarat-syarat ketika dilamar bupati, menunjukkan sikap kritis terhadap tradisi. Kematian Kartini di usia 25 tahun menyoroti isu-isu kesehatan yang masih relevan bagi perempuan hingga kini.