LAPORAN KEGIATAN                                        PERKEMBANGAN JRKY                                          MARET -...
4. Koordinasi Pertemuan Rakom se DIY, Sleasa, 9 Maret 2010 di Karisma. Rencana   pertemuan radio komunitas se DIY akan dis...
memalui Balmon di daerah. Untuk bulan maret 2010 ini 3 radio komunitas akan   dilaksanankan pengukuran. Radio BBM, Rasida ...
komunitas dengan memberikan Nomer Induk Anggota (NIA) untuk radio komunitas yang   menjadi anggota JRKY. Melalui email yan...
10. Undangan EDP Rakom Wijaya, 18 Maret 2010. Kegiatan pelaksanaan Evaluasi Dengar    Pendapat (EDP) untuk radio Komunitas...
7. Pembentukan tim koordinasi radio komunitas akan dilakukan segera untuk        mengetahui masalah yang dihadapi oleh rak...
Dasar dan Tujuan Pedoman Prilaku Penyiaran Bab IIDASAR   • Peraturan Perundang-undangan   • Nilai nilai Luhur Agama   • No...
3. Bab VI Ps. 9 Penghormatan terhadap Hak privasi dan pribadi4. Bab VII Ps. 10 Perlindungan terhadap anak-anak remaja dan ...
2. Lembaga penyiaran yang memakai bahasa asing hanya boleh menyiarakan           30% dari total jam siaran        3. Ps 22...
1. Lembaga penyiaran wajib memberitahukan tujuan, topik dan para                    pihak yang telibat dalam sebuah progra...
25. Bab XXIX. Ps. 45 Siaran pembuka dan penutup, wajib membuka dan menutup        siaran dengan lagu kebangsaan Indonesia ...
Hal tersebut di rasa perlu untuk segera dilakukan perubahan sehingga proses pengukuran        Balmon segera bisa dilakukan...
papan nama untuk 20 radio komunitas yang telah menjadi anggota JRKY. Kedepan   diharapkan banyak program-program yang dapa...
Musa mengatakan bahwa penyelamatan TVRI harus di upayakan secara internal   menagemen. Membangun kreativitas yang lebih......
yang baik. Persolan badan hukum, operasional, izin, kendala tehnik (pemancar rusak),    tidak boleh iklan, masih tegantung...
Kegiatan ini lebih berfungsi untuk menyebarkan informasi kepada masyarakat untuk ikut    berpartisipasi dalam pemilihan ko...
dibicarakan lebih lanjut. KPA DIY akan mengandeng JRKY dalam program-program           penanggulangan AIDS di DIY dengan m...
MMTC Bapak DR. Ir. Sasongko Pramono Hadi,DEA. Dalam sambutannya Rektor STMM   MMTC berharap kegiatan yang dilaksananakan d...
di huni oleh orang-orang pinggiran dengan bedeng-bedeng yang sangat sempit danumpel-umpelan sedangkan radio swasta ibarat ...
Litbang JRKY lebih mengarah ke praktek secara tehnis di lapangan, seperti SWR itu   untuk apa, spektrum frewkwensi untuk m...
7. JRKY diberi kewenangan penuh dalam mengelola pendanaan                              program KPA. Rincian pendanaan prog...
ucapan HUT 94 Kabupaten Sleman Propinsi DIY. Kegiatan ini sebagai upaya pengenalan   JRKY dan membuka jaringan serta mempr...
narsumber yang berkompeten. Buku ini juga membedah tentang otokritik bagi wartawan    itu sendiri dalam bersikap yang lebi...
hadiri Koordinator program Mbak Aan dan Project Manager Mbak Dian Purnomo    memperkuat palnning yang telah disepakati dan...
di awaki oleh para mahasiswa yang belajar dan magang di MMTC. EDP kali ini                merupakan salah satu wujud kongk...
Upcoming SlideShare
Loading in …5
×

Laporan kegiatan jrky triwulan V

1,857 views

Published on

Published in: Education
0 Comments
0 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

No Downloads
Views
Total views
1,857
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
1
Actions
Shares
0
Downloads
7
Comments
0
Likes
0
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Laporan kegiatan jrky triwulan V

  1. 1. LAPORAN KEGIATAN PERKEMBANGAN JRKY MARET - MEI 2010Jaringan Radio Komunitas Yogyakarta (JRKY) sebagai wadah radio komunitas di Daerah IstimewaYogyakarta dalam mencapai visi-misinya di butuhkan jalinan kerjasama yang lebih kokoh dan progresif.Guna mencapai tujuannya maka pengurus JRKY periode 2009-2012 akan melaporkan kegiatan bulanMaret sampai Mei 2010. A. Kegiatan Bulan Maret 2010 1. Pengiriman Surat Peminjaman Tempat kegiatan Pertemuan Radio Komunitas, 2 Maret 2010. Pelaksanaan pertemuan radio komunitas se DIY akan diselenggarakan pada hari senin, 15 Maret 2010 di Aula Balai Desa Banyuraden Gamping Sleman Yogyakarta. Untuk mendukung proses kelancaran pelaksanaan pertemuan tersebut, sekretariat JRKY memohon peminjaman tempat dana kelengkapannya kepada radio KARISMA FM sebagai tempat kegiatan dan selanjutnya untuk pemindahan lokasi pertemuan di serahkan kepada radio yang bersangkutan. Surat dengan nomer 030/SK/JRKY/III/2010 yang ditanda tangani oleh ketua JRKY dimaksud sebagai pendukung administrasi kegiatan. Surat sudah di kirim ke radio KARISMA FM oleh bendahara II JRKY (Fidarini Devi W) yang sekaligus menyerahkan subsidi JRKY sebesar Rp 100.000,-. Surat telah diterima oleh Bung We mewakili KARISMA FM dan juga di dampingi oleh Bung SB selaku kooordinator kegiatan. Surat telah diterima sekitar pukul 11.00 Wib di lokasi radio komplek PKBM Kradenan Banyuraden Gamping Sleman. 2. Radio Agricia mergistrasi diri, 03 Maret 2010. Radio Agricia FM yang beralamat di Lab. Komunikasi Pertanian Lt. 3 Sayap Utara Gedung Jurusan Sosial Ekonomi Fakultas Pertanian UGM Sleman Yogyakarta, yang diwakili oleh Mbak Fidarini Devi W selaku Humas, meregistrasikan diri untuk di daftar menjadi anggota JRKY dan mendapat Nomer Induk Anggota (NIA) 019.7.03.2010 . Persyaratan yang telah dikumpulkan seperti Profil radio, Surat pernyataan menjadi anggota serta FC Badan Hukum. Untuk FC Badan Hukum, radio Agricia membuat pernyataan untuk meminta waktu 2 (dua) bulan untuk mengumpulkannya. Sekitar bulan Mei 2010, radio Agricia akan berbadan hukum. JRKY mendorong niat setiap radio komunitas untuk segera berbadan hukum. Untuk mendapatkan Nomer Induk Anggota (NIA), JRKY memberi kelonggaran kepada radio komunitas sampai Desember 2011. Hal ini mendorong agar anggota JRKY memiliki legalitas minimal Badan Hukum selanjutnya melalui divisi advokasi dan perijinan akan mendorong untuk melakukan proses izin. Radio Agricia FM saat ini bergerak di frekwensi 107.8 Mhz atau kanal 203. Salah satu radio komunitas berbasis kampus dan konsen dengan isu pertanian dan pengembangannya. 3. Divisi Pelatihan dan Pengembangan melakukan Perbaikan/Pengecek Pemancar BBM, 5 Maret 2010. Divisi Litbang JRKY kembali melakukan pengecekan terhadap radio BBM FM. Kegiatan tersebut tertunda karena adanya kegiatan yang bersamaan. Koordinator Litbang Kokoh Handoko menyampaikan hal tersebut Kepada pengurus BBM FM. Pengecekan dan pengukuran spektrum frekwensi pemancar BBM dilakukan di lain hari. Keluhan yang dirasakan BBM FM adalah daya pancar yang mengalami penurunan serta power yang tidak stabil.
  2. 2. 4. Koordinasi Pertemuan Rakom se DIY, Sleasa, 9 Maret 2010 di Karisma. Rencana pertemuan radio komunitas se DIY akan diselenggarakan pada tanggal 15 Marte 2010. Koordinator kegiatan bersama JRKY pada hari Selasa, 9 Maret 2010 melakukan koordinasi akhir untuk menetukan segala sesuatu yang menyangkut pelaksanaan penyelenggaraan pertemuan. Koordinasi yang di hadiri oleh Bapak Samuel Bahari (koordinator kegiatan/karisma fm), Bung Wisnu (MC/karisma), Bapak Haribawa (Litbang JRKY, Kuncoro (Advokazin JRKY), Fidarini Devi (Bendahara II), Wied Sunan Widodo (litbang JRKY) dan Mardiyono (ketua). Koordinasi bertempat di Aula Karisma di mulai dari pukul 13.30 -17.00 Wib. Sangat di sayangkan sekretaris JRKY tidak bisa hadir. Hasil koordinasi diantaranya : 1. Undangan yang di distribusikan lewat temen-temen pelaksana : a. Karisma (7 eks) b. Haribawa (15 eks) c. Fidarini (7 eksp) d. Kuncoro (7 eksp) e. Andri S (10 eksp) f. Wied Sunan ( 10 eksp) g. Irwan S (7 eksp) h. Mardi (20 eksp) 2. Undangn juga dilakukan lewat email,SMS, dan web site 3. Jumlah undangan yang di buat sebanyak 80 eksemplar 4. Untuk hiburan, konsumsi dan kelengkapan pertemuan akan disiapkan karisma fm. 5. Surat menyurat disiapkan sekretariat JRKY 6. Undangan di buat atas pertisipasi radio KOMPAK FM 7. JRKY hanya bisa mensubsidi Rp 100.000,- 8. Diharapkan undangan bisa tersebar dan sampai ke lokasi radio yang dituju 9. Jumlah peserta diharapkan sesuai target yaitu 100 peserta. 10. Peseta petemuan bisa konfirmasi ke Bung Wisnu karisma. Koordinasi yang dilakukan dengan santai dan mendiskusikan tentang apa dan bagaimana JRKY kedepan serta banyak usulan yang disampaikan menjadi perbendaharaan JRKY. Ususlan sepert : a. Pembuatan ILM bersama yang di koordinir JRKY b. Pelibatan anggota JRKY dalam program kedepan c. Pengangkatan radio komunitas lewat event d. JRKY harus kompak dulu e. Logo JRKY yang didukung rakom anggota (backdrop) Usulan dan saran akan menjadi agenda dan rencana kerja kedepan, JRKY menyadari, nama besar namun isi keropos. Pengurus berusaha memperbaiki dan menata secara internal dan terukur sehingga semua program dapat di list untuk dapat dilaksanakan satu persatu.5. Bapak Suatmaji (Balmon DIY) koordinasi dengan JRKY Menginformasikan bahwa tgl 15/17/18 Maret 2010 akan melakukan pengukuran di 3 rakom yaitu : Pamor FM, BBM FM, dan Rasida FM. Pengukuran radio komunitas yang telah melalui tahapan EDP, RK dan FRB untuk segera mendapat perintah pengukuran dari dirjen postel Jakarta
  3. 3. memalui Balmon di daerah. Untuk bulan maret 2010 ini 3 radio komunitas akan dilaksanankan pengukuran. Radio BBM, Rasida dan Pamor adalah 3 rakom yang terakhir setelah melalui tahapan EDP. Pihak Balmon berharap saat dilakukan pengukuran, pihak radio bisa mempersiapkan tehnisinya untuk mengetahui kondisi stasiun radio bila mengalami gangguan dan segera di perbaiki. Tahapan ini sangat penting untuk mengetahui kelayakan pemberian IPP (Izin Penyelenggaraan Penyiaran) bagi radio komunitas. Pelaksanaan pengukuran untuk radio Pamor Kretek Bantul telah dilakukan pada tanggal 15 Maret 2010 oleh tim monitoring Balmon yang di awaki oleh Bapak Amir Syariffudin beserta tim. Pelaksanaan pengukuran meliputi diferensiasi frekwensi, katepatan frekwensi, jarak layanan,standarisasi pemancar, ketinggian tower,ketepatan antene, daya pancar, resonansi gelombang yang dipakai. Akan menjadi catatan bagi balmon untuk radio komunitas yang masih tidak sesuai aturan yang berlaku. Pada tanggal 17 Maret 2010, radio BBMFM juga dilakukan pengukuran. Divisi Litbang JRKY Kokoh Handoko turut serta dalam pengukuran ini. Balmon melakukan pengukuran dari struktur pemancar sampai gelombang yang dihasiilkan setelah melewati antene. Pengecekan dan pengukuran untuk radio BBM FM ini berlangsung hampir 4 jam yang juga dihadiri oleh pengurus dan tehnisi radio setempat. Sedangkan untuk radio Rasida FM, pelaksanaan pengukuran dilakukan paa hari Kamis, 18 Maret 2010. General Manajer Arie telah di hubungi oleh JRKY dan Balmon untuk mempersiapkan tehnisi dan pengurus radio saat pengukuran, sehingga diharapkan rekomendasi Balmon dalam hal pengecekan dan pengukuran dapat segera diatasi oleh tehnisi. Pengukuran yang berlangsung lancar dan sesuai prosedur yang berlaku telah dilakukan oleh pihak Balmon DIY untuk radio komunitas.6. Pertemuan Radio Komunitas, 15 Maret 2010 di Balai Desa Banyuraden Gamping Sleman. Kegiatan Pertemuan radio komunitas se DIY dilaksanakan pada hari senin, di Aula Gedung Pertemuan Balai Desa Banyuraden Gamping Sleman Yogyakarta. Koordinator kegiatan pertemuan, Samuel Agung Bahari dalam siaran persnya mengatakan bahwa acara ini akan di hadiri oleh semua radio komunitas di DIY baik yang sudah kedaftar maupun yang belum juga yang sudah menjadi anggota maupun yang belum. Acara yang bekerjasama dengan JRKY selain pertemuan radio komunitas juga akan disampaikan Laporan Tahunan Ketua JRKY. Kegiatan ini juga dihibur oleh BM Plus dan Organ Tunggal Bapak Teguh DKK. Acara yang dipandu oleh Bung Wisnu dan Bung Raka Karisma ini juga merupakan ajang keakraban radio komunitas. Kegiatan ini juga mengundang JPRK (Jaringan Pendukung Radio Komunitas), Tokoh Media, LOS DIY, KPID DIY, Dishubkominfo, Balmon serta pihak pihak yang peduli dengan JRKY. Penyerahan secara simbolik papan nama untuk radio komunitas atas kerjasama dengan LOS DIY di wakili dari Radio Murakabi FM Sermo Kokap Kulon Progo. Acara yang dipandu oleh Bung WE dan Bung Raka dimulai pukul 14.30 Wib. Dalam laporannya tahunan, ketua JRKY menegaskan kembali bagaimana mengembalikan rasa bangga bagi pengurus JRKY dan radio komunitas untuk merasa handarbeni menjadi bagian dari JRKY. Dalam kesempatan ini juga disampaikan langkah dan program JRKY ke depan dalam menata organisasi ke arah yang semakin baik dan tertata. Selanjutnya juga disampaikan 3 agenda untuk 1 Windu JRKY seperti kegiatan Pelatihan Tehnis Tehnisi bersama Akprind, Sarasehan dan refleksi 8 tahun JRKY serta aksi sosial sunatan massal. Kegiatan akan dilaksanakan sekitar Mei 2010. Dalam acara rembug dan pertemuan radio komunitas se DIY, persoalan izin dan standarisasi menjadi topik yang ditanyakan kepada KPID dan Balmon DIY. Persoalan lain seperti Nomer Induk Anggota, kekosongan pengurus JRKY. Pertanyaan lain menyangkut prosedural perizinan serta apa kompensasi kalau menjadi anggota JRKY dan manfaatnya apa saja.7. Radio Suara Malioboro FM, meregistrasi diri menjadi Anggota JRKY, 15 Maret 2010. Keberadaan JRKY melalui divisi pendataan dan jaringan melakukan penataan ulang radio
  4. 4. komunitas dengan memberikan Nomer Induk Anggota (NIA) untuk radio komunitas yang menjadi anggota JRKY. Melalui email yang dikirim ke sekeratriat JRKY pada tanggal 12 Maret 2010 dengan melampirkan 3 data yang seperti Surat pernyataan, profil dan need assesment serta logo suara malioboro, untuk foto copy badan hukum akan diserahkan saat pertemuan radio komunitas tgl 15 maret 2010. Sekretariat JRKY meregistrasi Suara Malioboro dengan mendapatkan Nomer Induk Anggota (NIA) 020.7.03.2010. Surat pernyataan di tandatangani oleh M. Ibnu Sumarno atas nama radio suara malioboro. Dengan pendataan seperti ini, ke depan JRKY bisa mengangkat radio komunitas melalui web JRKY dan segala aktivitas radio komunitas bisa diangkat dengan segala aktivitasnya.8. Radio Magenta FM, meregistrasi diri menjadi Anggota JRKY, 16 Maret 2010. Dua perwakilan personil radio Magenta FM, Mbak Noviana Ayu dan Mbak Vina menyerahkan berkas untuk di daftar menjadi anggota JRKY. Berkas yang telah diserahkan adalah FC Badan Hukum dan Surat Pernyataan kesanggupan, sedang untuk profil dan logo radio akan di kirim lewat email. Sekretariat telah mencatat dan meregistrasi radio Magenta UNY dan mendapat Nomer Induk Anggota (NIA) : 021.7.03.2010. Inisiatif untuk menjadi anggota JRKY telah tumbuh atas kesadaran radio komunitas akan manfaat berjaringan. JRKY akan mereposisi keberadaan anggota dan memperjelas peran dan fungsinya serta mempertegas akan hak dan kewajiban.9. Undangan Diskusi Media Penyiaran Komunitas di UAJY, 17 Maret 2010. Membicarakan penyiaran komunitas hingga sekarang masih tidak pernah jelas. UU Penyiaran 32 Tahun 2002 atau 8 tahun setelah di undangkan, keberadaan Lembaga Penyiaran Komunitas masih menjadi polemik di antara pemangku kebijakan. PP nomer 51 Th 2005 semakin membelenggu radio komunitas. Diskusi tentang media Penyiaran Komunitas yang diselenggarakan oleh Jurusan Komunikasi FISIPOL UAJY yang dihadiri oleh praktisi, asosiasi dan pelaku serta pengamat begitu menarik. Kegiatan yang direncanakan di mulai pukul 16.00 Wib mulur setengah jam. Kehadiran peserta seperti Mas Imeng (mantan direktur CRI), A Darmanto (BPPKI), Lucas (dekan Fisip UAJY), Dina Listyorini (Staff Pengajar Fiip UAJY), Anton Birowo (Dosen UAJY), Haribaowo (Diorama), Adelia (MMTC), Mardi (JRKY), Masduki (Staff Pengajar UII), Adam Agus (pengamat), juga pelaku TV Komunitas Grabag TV. Diskusi berjalan lancar diawali dari lontaran Mas Imeng tentang keberadaan Isu Lembaga Penyiaran Komunitas yang telah masuk prolegnas. Namun demikian keberadaan asosiasi sperti JRKI yang saat ini sedang mati suri menjadikan gambaran nyata kalau advokasi yang belum berjalan. Selain masalah izin yang menjadi momok bagi radio komunitas juga perlu adanya komunikasi JRK-JRK daerah untuk mendorong asosiasi seperti JRKI untuk lebih berperan. Selain itu JRKY melihat bahwa persoalan izin masih menjadi kendala bagi radio komunitas karena proses yang panjang dan lama serta rumit dan keperpihakan KPID belum maksimal serta karena masalah internal rakom yang tidak pernah beres dan selesai. Hal tersebut menjadi masalah utama karena radio komunitas wajib di lindungi namun harus ada sikap yang kongkrit. Asosiasi di daerah sepert JRKY tetap jalan dan mereposisikan keberadaannya untuk bisa menjadi sarana mediasi, advokasi dan fasilitasi bagi radio komunitas. JRKY telah bergerak dan siap untuk melakukan aksi nyata dalam membantu radio komunitas untuk membantu proses izin. Persolan internal rakom menjadi tanggungjawab radio itu sendiri. JRKY memandang perlu adanya pembagian yang jelas dan kongkrit untuk tidak terjadi tumpang tindih dan asal asalan, mana wilayah radio komunitas dan mana wilayah jaringan. Persoalan lain juga dihadapi oleh ATVKI yang masih berkutat dengan masalah internal dan jumlah yang tidak pernah bertambah. Bapak Darmanto melihat bahwa persolan revisi UUPenyiaran harus segera ditangkap dan ditindaklanjuti oleh asosiasi di daerah maupun di pusat untuk melakukan aksi nyata. Selain persolan internal rakom serta profesional rakom yang sampai saat ini tidak ada kemajuan, sehingga belum ada yang bisa dibanggakan untuk sebuah radio komunitas.
  5. 5. 10. Undangan EDP Rakom Wijaya, 18 Maret 2010. Kegiatan pelaksanaan Evaluasi Dengar Pendapat (EDP) untuk radio Komunitas Karangtaruna Parikesit atau lebih dikenal Radio Widjaya ini berlangsung pada hari Kamis, 18 Maret 2010 bertempat di Pendopo Balai Desa Wedomartani ,Pokoh Wedomartani Ngemplak Sleman. Kehadiran pihak Muspika seperti Lurah Desa, Camat Ngemplak, Polda DIY, Koramil, Polsek serta humas Pemkab Sleman serta radio komunitas di wilayah Sleman. Pada sesi pemaparan yang diklakukan oleh pemohon di sampaikan bahwa keberadaan radio komunitas Widjaya ini di inisiatori oleh kalangan muda karang taruna. Keberadaa radio Widjaya ini diharapkan bisa menjadi sarana dan alat komunikasi serta pembelajaran bagi warga sekitar Desa Wedomartani Ngemplak Sleman. Melihat dinamisasi masyarakat yang semakin berkembang serta tayangan televisi yang semakin menghegemoni masyarakat sekitar Wedomartani, karangtaruna Parikesit berusaha hadir untuk turut serta dalam mencerdaskan dan menginformasikan perkembangan sekitar desa. Diharapkan peran serta dan dukungan masyarakat sekitar Desa Wedomartani lebih kongkrit dan jelas. Proses perizinan melalui tahapan verifikasi administrasi dan faktual yang dilanjutkan dengan EDP adalah tahapan penting namun demikian yang perlu digaris bawahi adalah dinamisasi internal pengurus radio untuk tetap solid dan saling mendukung. Program acara yang dihasilkan diharapkan bisa menjadi representasi dari keinginan masyrakat sekitar jangkuan yang dilayani sehingga keterlibatan elemen masyarakat yang beragam dapat diwadahi di radio ini. JRKY melihat, bahwa kehadiran radio Widjaya ini menambah semarak semakin beragamnya radio komunitas dalam berkompetisi dengan lingkungannya yang semakin dinamis. Keberlangsungan radio Widjaya tidak bisa lepasa dari dukungan warga sekitar. JRKY sebagai wadah radio komunitas, berharap agar radio Widjaya segera bergabung dan mendaftarkan diri menjadi anggota JRKY, sehingga peran dan fungsi radio komunitas melalui jaringan semakin terarah. Acara yang diakhiri dengan penandatanganan berita acara oleh Komisioner KPID DIY seperti Rahmat S Ariffin, Tri Suparyanto, Teguh Raiffianto,Ki Gunawan dan Igusti Ngurah Putra. Dua Komisioner tidak hadir yaitu Iswandi Syahputra dan Ibu Surach Winarni. Akhir dari acara ini adalah penutupan yang dilakukan oleh ketua Sidang yaitu Teguh Ariffianto.11. Rapat Koordinasi Pengurus, Minggu, 21 Maret 2010 tempat di philanos. Bertempat di Jl. C Simanjutak 80 Yogykarta atau utara salon larissa, rapat koordinasi pengurus JRKY. Kegiatan di mlaui pukul 14.30 sampai 17.30 Wib. 3 Agenda yang dilakukan adalah :1. Rapat bulanan pengurus JRKY, 2. Pembentukan panitia sarasehan 8 tahun JRKY, 3. Mempersiapkan tim koordinasi radio komunitas, 4. Mempersiapkan agenda pembahasan permasalahan radio komunitas. Kehadiran pengurus adalah modal penting bagi keberlanjutan program jrky. Bapak Haribawa (diorama), Sri Kuncoro (BBM),Fuad Fauzi (Sadewo), M. Adib (Sadewo),Adelia (MMTC), Fidarini (Agricia) dan Mardiyono (ketua). Acara d di buka dengan berdoa, selanjutnya beberapa keputusan yang telah disepakati dalam rapat koordinasi: 1. Agenda rapat bulanan di mohon kepada pengurus untuk bisa menyempatkan datang (3 jam untuk JRKY dalam sebulan) 2. Kepada pengurus yang tidak hadir harus mematuhi keputusan rapat yang telah di sepakati. 3. Untuk berbicara keluar hanya satu pintu yaitu Ketua. Ketua bisa menunjuk untuk diwakili atas nama ketua. 4. Panitia sarasehan telah dibentuk dengan koordinator kegiatan Bapak Haribawa (Diorama) daftar panitia terlampir. 5. JRKY membuka pendaftaran untuk mendapatkan NIA sampai Desember 2011 atau 3 bulan menjelang musang IV 2012. 6. JRKY mengeluarkan tentang status radio komunitas yang dapat dilihat di web JRKY.
  6. 6. 7. Pembentukan tim koordinasi radio komunitas akan dilakukan segera untuk mengetahui masalah yang dihadapi oleh rakom anggota JRKY. 8. Tempat sarasehan ditetapkan di MMTC, rabu 6 Mei 2010. Proposal segera dibuat dan segera di kordinasikan. 9. Akan di buat angket/blanko sederhana untuk mengetahui penilaian radio komunitas terhadap kwalitas pertemuan. Isi menyangkut pertemuan (harapan dan saran) lebih baik, masalah radio komunitas yang dihadapi, harapan terhadap pengurus JRKY. 10. Selasa, 23 Maret 2010 panitia sarasehan akan bertemu dengan direktur TV dan Radio MMTC untuk silaturahmi dan mengutarakan maksud dan tujuan kedatangan. 11. 3 agenda (Pelatihan tehnik Tehnisi, Sarasehan dan aksi sosial sunatan masaal) akan dijadikan satu dalam publikasi undangan. 12. Logo radio komunitas anggota JRKY akan di pajang dalam Backdrop, spanduk dan publikasi undangan. 13. Bagi pengurus JRKY, wajib hadir dalam rapat bulanan yang diselenggarakan setiap bulan. 14. Semua divisi di mohon merencanakan agenda kegiatan 1 tahun kedepan bentuk kegiatan yang akan dilaksanakan. 15. Keputusan ini telah ditetapkan sebagai agenda kegiatan yang akan dilaksanakan dalam mengangkat radio komunitas dan JRKY12. MMTC RADIO meregistrasi diri menjadi anggota JRKY, 22 Maret 2010. Keberadaan radio MMTC sebagai radio komunitas telah ditegaskan oleh direktur MMTC Radio dan TV Kusumo. Hal tersebut di buktikan dengan pembuatan badan hukum atas nama MMTC Radio sebagai Lemabag Perkumpulan Penyiaran Radio Komunitas. Akte dengan Nomer 4 Tahun 2010. Keberadaan MMTC sebagai pencetak broadcaster handal dengan fasilitas labolaturium yang sangat lengkap menjadikan bukti bahwa keberadaan radio MMTC. Diwakili oleh Andi Irvan Mastulen sebagai stasion Manager mewakili MMTC Radio meencatatkan diri sebagai anggota JRKY dengan mendapat Nomer Induk Anggota (NIA): 022.7.03.2010. Dengan fasilitas yang sangat lengkap dan sangat layak sebagai radio komunitas karena keberadaannya di kampus diklat MMTC, maka sumberdaya yang dimiliki tidak pernah kehabisan. Sarana dan prasarana yang sangat lengkap sebagai bukti kalau MMTC Radio memposisikan sebagai radio labolaturium pendidikan. Pengajuan izin ke KPID DIY sebagai salah satu syarat penting akan segera dilakukan untuk segera dilakukan verifikasi administrasi dan faktual serta EDP. Sebagai anggota JRKY tentunya MMTC Radio yang bergerak di 107.7 Mhz harus bisa bertoleransi dengan radio komunitas lainnya. JRKY melihat keberadaan MMTC sebagai mitra pengembangan pelatihan managemen radio. Sebagai bentuk kegiatan lanjutan, untuk hari jadi ke 8 JRKY acara sarasehan yang direncanakan pada tanggal 6 Mei 2010 bertempat di MMTC Radio. Sebagai rangkaian 3 kegiatan yaitu sarasehan, pelatihan dan aksi sunatan massal.13. Undangan Sosialisasi SP3SPS, Kamis, 25 Maret 2010 di Aula Dishubkominfo DIY. Perubahan Pedoman Perilaku Penyiaran (P3) dan Standar Program Siaran (SPS) Peraturan KPI Nomor: 02/P/KPI/12/2009. KPID DIY melakukan sosialisasi untuk lembaga penyiaran radio dan televisi baik Publik,Komersial dan berlangganan, sedangkan untuk penyiaran komunitas di wakili oleh Jaringan. Dalam pemaparannya dari 2 komisioner yaitu Bapak Teguh Ariffianto dan Ibu Surach Winarni menyoroti bahwa sangat banyak perubahan untuk P3SPS saat ini. Sebagai perbandingan P3SPS perubahan memuat 31 bab dan 57 pasal. Ketentuan Umum Bab I a. Aturan yang dipakai untuk menjadi panduan tentang batasan apa yang diperbolehkan dan tidak diperbolehkan dalam penyelenggaraan penyiaran b. Mengawasi sistem penyiaran di Indonesia
  7. 7. Dasar dan Tujuan Pedoman Prilaku Penyiaran Bab IIDASAR • Peraturan Perundang-undangan • Nilai nilai Luhur Agama • Norma sosial yang berlaku di masyarakatTUJUANYA • Agar lembaga penyiaran menjunjung tinggi nilai-nilai kebangsaan • Ketaatan, kesadaran hukum • Mengindahkan nilai-nilai agama, harkat dan martabat manusia • Menegakkan Perinsip demokrasi dan perinsip jurnalistikIsi Pedoman Prilaku Penyiaran Bab III 1. Penghormatan thd suku, agama, ras, antar golongan 2. Norma kesopanan, kesusilaan 3. Hak privasi dan pribadi 4. Perlindungan anak remaja dan perempuan 5. kelompok minoritas dan marginal 6. Kepentingan publik 7. Pembatasan program siaran terkait seksualitas 8. Kekerasan dan sadisme 9. NAPZA dan perjudian 10. Mistik dan supranatural 11. Penggolongan program siaran 12. Perinsip jurnalistik 13. Bahasa, bendera, lambang negara, lagu kebangsaan 14. Sensor dalam program siaran 15. Lembaga penyiaran berlangganan 16. Siaran iklan 17. Siaran asing 18. Siaran lokal dan SSJ 19. Siaran langsung 20. Siaran kuis, undian berhadiah, penggalangan dana 21. Peliputan bencana alam 22. Siaran PEMILU dan PEMILUKADA 23. Narasumber 24. Privasi 25. Pembawa acara 26. Siaran pembuka dan penutup 27. Pengawasan, pengaduan dan penanggungjawab 1. Bab IV ps. 6,7 Lembaga penyiaran wajib menghormati suku, agama, ras, antar golongan Dan dilarang merendahkan suku agama, ras, antar golongan dan atau melecehkan perbedaan individu dan kelompok mencakup keragaman budaya, gender usia dan kehidupan sosial ekonomi 2. Bab V Ps. 8 Lembaga penyiaran wajib menghormati norma kesopanan, kesusilaan, berhati-hati agar tidak menimbulkan efek negatif terhadap keanekaragaman khalayak
  8. 8. 3. Bab VI Ps. 9 Penghormatan terhadap Hak privasi dan pribadi4. Bab VII Ps. 10 Perlindungan terhadap anak-anak remaja dan perempuan5. Bab VIII. Ps .11 Perlindungan terhadap kelompok minoritas dan marginal a. Pekerja b. Penyimpangan orientasi seksual c. Ukuran Fisik tidak normal d. Cacat fisik e. Keterbelakangan mental f. Penderita penyakit tertentu6. Bab IX. Ps. 12 Perlindungan terhadap Kepentingan publik7. Bab X. Ps. 13 Pembatasan Materi program siaran terkait seksualitas (pembatasan adegan seksualitas sesui golongan program siaran )8. Bab XI Ps. 14 Pembatasan materi program siaran Kekerasan dan sadisme9. Bab XII. Ps. 15 Pembatasan materi program siaran NAPZA , alkohol dan perjudian10. Bab XIII. Ps. 16 Pembatasan Materi Program siaran Mistik dan supranatural11. Bab XIV. Ps. 17 Penggolongan program siaran Lembaga penyiaran wajib memperhatikan penggolongan program siaran berdasarkan usiadan kedewasaan Khalayak * Kode Klasifikasi A. utk anak-anak dibawah 12 tahun * R. Remaja , usia 12-18 tahun * D. Dewasa, usia diatas 18 tahun atau sudah menikah * S.U. semua umur * B.O. Bimbingan Orangtua, himbauan tambahan bagi klasifikasi Adan R12. Bab XV. Ps. 18 . Perinsip-Perinsip Jurnalistik Lembaga penyiaran wajib menjunjung tinggi prinsip-prinsip jurnalistik 1. Akurat , Berimbang, Adil 2. Tidak beritikat buruk 3. Tidak menghasut dan menyesatkan 4. Tidak mencampuradukkan fakta dan opini 5. Tidak menonjolkan unsur sadistis 6. Tidak mempertentangan suku, agama, RAS dan antar golongan 7. Tidak membuat berita bohong, fitnah atau cabul 8. Lembaga penyiaran wajib tunduk pada kode etik jurnalistik yang ditetapkan oleh dewan pers 9. PS. 19. Pencegatan narasumber dilakukan sesuai norma yang berlaku 10. Ps. 20. Peliputan tentang terorisme wajib memperhatikan kepentingan umum, keamanan dan rahasia negara13. Bab XVI Ps. 21 . Bahasa, bendera, lambang negara dan lagu kebangsaan 1. Lembaga penyiaran wajib menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar, kecuali program lokal dan asing
  9. 9. 2. Lembaga penyiaran yang memakai bahasa asing hanya boleh menyiarakan 30% dari total jam siaran 3. Ps 22 jika memakai Bendera, lambang negara, harus sesuai ketentuan petrundang-undangan yang berlaku14. Bab XVII. Ps 23. Sensor rogram siaran 1. Ps.23 Sebelum menyiarkan film atau iklan wajib memperoleh ijin lulus sensor dari lembaga yang berwenang 2. Lembaga penyiaran TV wajib mempunyai sensor internal dalam siaran non berita, seperti drama komedi, musik, dokumenter15. Bab XVIII. Ps.24. Lembaga penyiaran berlangganan 1. Wajib melakukan sensor internal terhadap materi siarannya 2. Ps 25, memeliki kunci parental dan buku panduan , menerbitkan buku panduan secara berkala 3. Ps 26. diharuskan membuat terjemahan bagi siaran asing 4. Ps. 27. Saluran program siaran, setiap LPB wajib membuat paling sedikit 10 % dari kapasitas saluran untuk menyalurkan produksi dalam negeri 5. Ps. 28 LPB dapat menyiarkan program acara sesui waktu penyiaran tempat asal16. Bab XIX. Ps 29 . Siaran Iklan 1. Lembaga penyiaran wajib berpedoman pada etika pariwara indonesia 2. Siaran iklan, atau ILm wajib memenuhi presentase waktu siar sesui aturan yang berlaku17. Bab XX. Ps 30 . Lembaga penyiaran dapat menyiarkan program siaran asing sesui ketentuan undang-undang yang berlaku18. Bab XXI Ps. 31 .Siaran lokal dan SSJ, wajib menyiarkan program siaran lokal dalam sistem SSJ sesuai ketentuan perundang-undangan19. Bab. XXII. Ps. 32 Siaran langsung, wajib berpedoman pada penggolongan program siaran , durasi, dan waktu siar sesuai usia khalayak penonton20. Bab. XXIII. Ps. 33 Siaran kuis, undian berhadiah, penggalangan dana, wajib mendapatkan izin dari lembaga yang berwenang21. Bab XXIV. Ps. 34 Peliputan bencana alam 1. Melakukan peliputan harus mempertimbangkan proses pemulihan korban dan keluarganya 2. Tidak menambah penderitaan atau trauma korban bencana 3. Gambar korban, penderitaan harus sesui dengan konteks mendukung tayangan22. Bab XXV Ps. 35 Siaran PEMILU dan PEMILUKADA 1. Memberi waktu yang cukup, Bersikap adil, proporsional 2. Netral, tidak memihak, dilarang menyiarkan program yang dibiayai oleh Kontestan23. Bab XXVI Ps. 36 Narasumber 1. Menjelaskan keterlibatan narasumber dalam sebuah program siaran
  10. 10. 1. Lembaga penyiaran wajib memberitahukan tujuan, topik dan para pihak yang telibat dalam sebuah program acara serta kontribusi yang bisa diberikan, menjelaskan apakah siaran itu langsung atau tidak langsung skaligus pengeditan, dan kepastian penayangannya 2. Wajib memberlakukan narasumber dengan hormat dan santun 2. Ps. 37 persetujuan narasumber, 1. dilarang menyiarkan tanpa persetujuan dari nara sumber 2. Dilarang melakukan intimidasi terhadap narasumber 3. Menghormati hak narasumber yang ingin identitasnya tidak diketahui dei keselamatan diri dan keluarganya 3. Ps. 38 Ank dan remaja sebagai narasumber 1. Dilarang mewawancarai anak atau remaja dibawah usia 18 tahun mengenai hal diluar kapasitasnya, mis perceraian dll 2. Mempertimbangan masadepan anak yang menjadi narasumber 3. Menyamarkan identitas jika berhubungan dengan polisi atau peradilan atau tindak kejahatan seksual 4. PS 39. Narasumber menolak partisipasi 1. Setiap orang berhak menolak partisipasi dalam sebuah program acara 2. Memberikan penjelasan yang proporsional jika ada narasumber yang berhalangan hadir 3. Dilarang menyiarkan pernyataan yang bersifat penafsiran dan penolakan terhadap kealpaanya 5. Ps. 40 Wawancara Telepon dan rekaman telepon 1. Meperkenalkan diri, dan menyampaikan tujuan acara 2. Memberitahukan siaran langsung atau gtidak langsung 3. Memberitahukan penyuntingan sebagi acara yang tidak langsung 4. Ps 41 . Percakapan langsung dg penelpon 5. Memperoleh identitas lengkap sebelum wawancara disiarkan 6. Pembawa acara mengigatkan langsung pada narasumber bila menyampaikan hal yang tidak layak pada pemirsa 6. Pasal 42 perekaman tersembunyi 1. Memiliki nilai kepentingan publik yng tinggi 2. Dilakukan diruang publik 3. Digunakan untuk pembuktian isu atau pelanggaran 4. Usaha pendekatan terbuka tidak berhasil 5. Jika perekeman diketahui oleh obyek , maka rekaman dihentikan sesui permintaan 6. Tidak disiarkan secara langsung 7. Tidak melanggar privasi orang yang kebetulan terekam 8. Tidak disiarkan bila obyek yang dituju menolak hasil24. Bab XXVII Privasi,ps. 43 menghargai privasi dalam pembuatan program siaran24. Bab XXVIII Pembawa acara 1. Bersikap netral, tidak beropini pribadi tidak menyudutkan narasumber 2. Tidak memprovokasi dan menghasut atau tidak merangkap sebagi narasumber
  11. 11. 25. Bab XXIX. Ps. 45 Siaran pembuka dan penutup, wajib membuka dan menutup siaran dengan lagu kebangsaan Indonesia Raya 26. Bab XXX. Ps 46 - 54Pengawasan, pengaduan dan penanggungjawab 1. Ps. 46. Pengawasan 2. Ps. 47. Sosialisasi 3. Ps. 48-50,Pengaduan 4. Ps. 51, Hak jawab 5. Ps. 52, Materi siaran dan keputusan 6. Ps. 53, Penanggungjawab 7. Ps. 54. Pencatatan Pelanggaran 27. Bab XXXI Ps. 55-57Ketentuan penutupAcara yang berlangsung di Aula Gedung UPDT Dishubkominfo Plasa Informasi di hadiri olehpimpinan lembaga penyiaran yang ada dfi Yogyakarta. Pada kesempatan yang sama, ketuaKPID DIY Rahmad S Ariffin mengatakan bahwa P3SPS ini bisa disosialisasikan kepadapenyiar dan tim kreatif untuk tetap menjaga citra siaran yang sesuai dengan P3SPS.14. RN Linda (Radja FM) dan Ngadiyar (Poworo) mengundurkan diri dari pengurus JRKY karena tidak bisa aktiv. 29 Maret 2010. Karena kesibukan yang sangat padat serta tidak bisa membagi waktu untuk bisa berperan lebih aktiv, 2 (dua) personil pengurus JRKY menyatakan mundur dari kepengurusan. Dari catatan sekretariat, selama 1 tahun terakhir dalam buku daftar hadir pengurus dan daftar hadir rapat bulanan pengurus, kedua personil tersebut memang sering absen. Mempertimbangkan hal tersebut, sekretariat mengirimkan SMS tentang komitmen, apakah masih bisa aktiv dalam kepengurusan JRKY. Dalam jawaban via sms, kedua personil menyatakan tidak bisa aktiv dan mengundurkan diri untuk di ganti dengan personil lain. Kebijakan tersebut selanjutnya menjadi kewenangan Ketua. Dalam keputusan rapat bulan Maret 2010.15. Divisi Pelatihan dan Pengembangan melakukan pengecekan di Rasida FM, 31 Maret 2010. Koordinator Divisi Litbang JRKY, Kokoh Handoko melakukan pengecekan dan pemantauan keberadaan radio Rasida FM 107.7 Mhz. Contak person Rasida sdr Ronny Yahya menghubungi koordinator Divisi Litbang atas rekomendasi Balmon tentang hasil pengukuran yang telah dilaksanakan. Balmon memandang perlu untuk memberikan informasi sebenarnya kepada JRKY. Dalam pengecekan yang dilakukan pada hari Rabu sekitar pukul 14:20 Wib beberapa catatan telah dikumpulkan untuk menjadi rekomendasi radio Rasida fm. Beberapa hasil catatan khusus seperti : a. Tentang kabel yang terlalu panjang (40 meter) tetapi tidak dimanfaatkan secara baik sehingga perlu di lakukan penyesuaian untuk mendapatkan hasil yang sesuai aturan. Misalnya kabel yang uwel-uwelan. b. Pemancar yang besar (L-3000 watt) sudah sangat melebihi ketentuan sehingga perlu dilakukan penyesuaian dan perbaikan sesuai ketentuan yang berlaku. c. Keberadaan pemancar yang dirasa tidak aman dan nyaman bila mengalami gangguan atau kerusakan karena tempatnya yang tinggi sehingga sangat beresiko sehingga perlu dilakukan penempatan yang dirasa mudah dan aman baik perbaikan maupun perawatan. d. Ketiadaan tehnisi tetap yang bisa diajak untuk koordinasi bila pemancar mengalami kerusakan sehingga direkomendasikan untuk tetap berkomunikasi dengan tehnisi rujukan yang mengerjakan selama ini.
  12. 12. Hal tersebut di rasa perlu untuk segera dilakukan perubahan sehingga proses pengukuran Balmon segera bisa dilakukan kembali. Divisi litbang hanya bisa merekomendasikan kepada pimpinan Rasida untuk selanjutnya menunggu kabar berikutnya. Birokrasi yang berbelit dan rumit menjadi persoalan bagi pengelola Rasida dalam melakukan sikap dan tindakan yang cepat. .B. Kegiatan Bulan April 1. Kemitraan JRKY dengan Depkominfo, 6 April 2010 di Saphir Hotel. Tawaran dari Depkominfo untuk menyelenggarakan kegiatan pertemuan radio komunitas di Yogyakarta di batalkan. Adalah Bapak Denny dari Depkominfo menghubungi sekeratriat untuk menjalin kerjasama dengan JRKY. Rencana yang telah di sepakti dan di rancang oleh Depkominfo di batalkan karena alasan pimpinan ada kegiatan di Amerika. Pemberitahuan melalui sms dan di tujukan kepada ketua JRKY di sampaikan mendadak dari rencana yang telah di sepakati. Istilah dalam lagu ”kau dulu yang berjanji dan kau yang mengingkari” menjadi perbincangan yang menarik di radio komunitas. 2. Logo Radio Komunitas Anggota JRKY di tampilkan di Web JRKY, 7 April 2010. Melalui perencanaan panjang yang dipersiapkan oleh sekretariat JRKY, penayangan logo anggota JRKY dapat terwujud. Divisi Pelatihan dan Pengembangan beserta tim tehnisnya yang di komandani Bapak Widodo segera meluncurkan logo rakom anggota JRKY. Untuk tahap pertama ada 22 logo yang selanjutnya akan dilengkapi profil masing- masing radio. Melalui web JRKY di: www.jrky.org anda bisa klik di profil anggota yang selanjutnya akan terpampang profil dan keberadaan radio komunitas yang di maksud. Salah satu fungsi dan peran JRKY memberikan fasilitasi untuk anggotanya agar di kenal dan di ketahui pihak mitra sudah di lakukan. Diharapkan penayangan logo ini bisa memberikan nilai dan manfaat yang positif untukberkembangnya radio komunitas di Daerah Istimewa Yogyakarta. Radio komunitas yang belum menjadi anggota masih di beri kesempatan untuk meregistrasi dan mendaftarkan diri ke sekretariat. Upaya ini dilakukan untuk memperjelas keberadaan radio komunitas agar mudah dalam pemantauan dan advokasi bila menghadapi masalah. 3. Pembekalan radio komunitas penerima papan nama kerjasama JRKY dengan LOS DIY, 8 April 2010. Pertemuan pengelola radio komunitas dengan Lembaga Ombusman Swasta DIY sebagai tindaklanjut kerjasama yang di jalin selama ini. Bertempat di Ruang Bawah Lembaga Ombusman Daerah DIY yang di hadiri oleh 13 utusan dari 20 radio komunitas yang di undang. Acara yang di awali dengan pembekalan tentang apa dan siapa LOS DIY itu oleh Ketua LOS Bapak Ananta Heru Pramono yang di pandu oleh Bapak Bambang Farid Siswantoro. Pertemuan yang di lakukan secara santai juga terjadi dialog antar pengelola rakom dengan komisioner LOS lainnya. Kehadiran Bapak Supriyono dan Ibu Pilkeska juga memberikan penjelasan yang lebih lengkap apa dan bagaimana tugas LOS serta peran yang harus dilakukan radio komunitas dalam kerjasama ini. Radio komunitas yang hadir adalah :RAG,KOMPAK,SWARAKOTA,DIORAMA,SUAKA,MENTARI,AJR,SADEWO,SWARADE SA,KARISMA,RASIDA,BBM, LIMA CEMARA. Kegiatan ini diteruskan dengan pembagian
  13. 13. papan nama untuk 20 radio komunitas yang telah menjadi anggota JRKY. Kedepan diharapkan banyak program-program yang dapat di fasilitasi oleh LOS. Pembuatan ILM bersama atas nama JRKY akan di tindaklanjuti dengan pihak LOS. Agar ILM yang diluncurkan ke radio anggota atas nama JRKY saja.4. RADDEKA meregistrasi diri menjadi anggota JRKY, 8 April 2010. Satu lagi radio komunitas yang terdaftar di JRKY meregistrasi menjadi anggota JRKY. Radio yang terletak di dusun Salak Kawasan Konservasi Desa Semoyo Patuk Gunung Kidul Yogyakarta. Nama RADDEKA sebagai nama trend bagi masyarakat kawasan konservasi sudah sangat familiar. Menurut pengelola sekaligus penanggungjawab RADDEKA, Bapak Suratimin bahwa badan hukum sedang dalam proses pembuatan dalam waktu 2 bulan,FC akan segera di kirim ke sekretariat JRKY. Aji sebagai kontak person RADDEKA juga menegaskan bahwa proses badan hukum sedang berlangsung dalam pembuatan di Notaris. Persyaratan untuk menjadi anggota dan mendapat Nomer Induk Anggota (NIA) JRKY selan FC Badan Hukum, Profil dan Surat Pernyataan. Untuk RADDEKA kekurangan FC Badan Hukum akan di serahkan 2 bulan berikutnya. RADDEKA mendapat Nomer Induk Anggota (NIA) : 023.7.04.2010. RADDEKA merupakan radio yang ke 23 yang menjadi anggota JRKY. Dalam perkembangan selanjutnya, radio komunitas anggota JRKY akan ditampilkan di web JRKY dalam profil anggota. Diharapkan hal ini menjadi media publikasi anggota JRKY untuk di ketahui oleh mitra dan relasi JRKY. Status RADDEKA saat ini aktiv bersiaran.5. Undangan Seminar Nasional ” Menyelamatan TVRI, Menyelamatkan Ruang Publik Pluralisme” Sabtu, 10 April 2010 di TBY. Sebagai Lembaga Penyiaran Publik TVRI saat ini seperti dalam dilema, satu sisi membutuhkan dana operasional yang besar sedangkan satu sisi harus menjadi media publik profesional yang tidak memihak. Wacana penggabungan dua lembaga penyiaran publik (TVRI dan RRI) terus mengelinding bak bola salju. Secara tehnis akan sangat efisien dan dalam tataran managemen akan efisien namun dalam konten dan sejarah keduanya memiliki latar belakang yang jauh berbeda. Bila di bandingkan dengan lembaga penyiaran di luar negeri seperti di Jepang maupun Korea akan sangat beda jauh. Seminar Nasional yang di selenggarakan oleh MPM (Masyarakat Peduli Media) dengan Yaysan SET serta dukungan USAID,TVRI dan SETARA. Acara ini di pandu oleh A. Darmanto (MPM) dengan 4 (empat) Narasumber yaitu Garin Nugroho (Sineas/Yayasan SET). Roy Suryo (Pakar dan Komisi I DPRRI), Prof. MusA As`arie (Dewan Pengawas TVRI dan Rektor UIN Suka) dan Amir Effendi Siregar (Praktisi Media). Menurut Garin persoalan menyelamatkan TVRI sebagai media publik yang plural harus dilakukan dari tangan kekuasaan pemerintah, ini penting karena TVRI bukan sebagai corong pemerintah. Namun yang lebih penting adalah bagaimana membangun image yang lebih kreatif dan bisa memberikan tayangan yang lebih berkwalitas dan hanya sekedar siaran.Masa lalu TVRI adalah satu-satunya lembaga yang sangat di nanti kehadirannya karena lembaga ini menjadi bagian hidup masyarakat. TVRI Jogja pada masa kepemimpinan Bapak Ishadi SK menjadi satu-satunya lembaga penyiaran yang banyak menghasilkan produk yang berkwalitas dan bermuatan nilai budaya plural namun saat ini TVRI mengalami stagnasi dari kungkungan TV Swasta. Roy Suryo menilai bahwa penyelamatan TVRI dari wacana pengabungan harus diperjelas dan di pertegas. Dalam pembagian kanal digital nantinya, peluang untuk berkembangnya TVRI semakin terbuka. Peran KPI dan KPID harus menjadi lembaga yang struktural satu atap. Persoalan ini manjadi kendala manakala anggaran KPID masih nebeng di pemerintahan propinsi sehingga KPID belum memiliki daya tawar yang kuat terhadap pelanggaran di daerah. Pendanaan KPI dan KPID harus dari APBN. Pendramatisasian di lembaga TV masih terjadi apalagi di TV swasta. Prof
  14. 14. Musa mengatakan bahwa penyelamatan TVRI harus di upayakan secara internal menagemen. Membangun kreativitas yang lebih......Amir Efendi Siregar.... Seminar Nasional yang di hadiri oleh kaum muda seperti dari BEM ,Ngo,Praktisi, Tokoh masyarakat,Asosiasi,Radio dall.6. Rapat Koordinasi panitia HUT 8 JRKY, Sabtu 10 April 2010 di Philanos. Rapat koordinasi untuk mendengar perkembangan kegiatan panitia HUT 8 JRKY di hadiri oleh Adelia, Haribawa, Wied Widodo dan Mardiyono sedangkan Fuad Fauzi dan Fidarini izin tidak hadir. Beberapa keputusan yang di hasilkan : a. Untuk rencana sarasehan pada tanggal 6 Mei 2010. Tempat di Join Lecture MMTC, sound lainnya siap, Bacdruop pakai LCD untuk segera di disaind logo yang akan di tampilkan . Konsumsi akan di support MMTC (Rp.1.000.000) di usahakan snak dan makan siang. Adelia yang bertanggungjawab b. Undangan akan di disaind sekertariat. Senin akan diambil Pak Haribawa untuk ditawarkan di percetakan. Cari sponsor untuk undangan. c. Konsumsi untuk pelatihan 7 Mei 2010 dan bacdroup sedang di usahakan, kembali koordinasi dengan mas Kokoh posisi saat ini. d. Undangan harus di distribusikan mulai 25 April 2010. Selain undangan juga akan di tampilkan di Web, email dan SMS. e. Untuk acara tanggal 9 Mei 2010, aksi sosial semua sudah siap tinggal peserta sunat yang belum terpenuhi jumlahnya, masih menunggu sampai tanggal 15 April 2010.7. Undangan yayasan Lesman Boyolali untuk pertemuan dengan radio komunitas di DIY dan Jateng. Kegiatan lokakarya untuk radio komunitas dampingan Yayasan Letari Mandiri (lesman) Boyolali. 7 radio komunitas yang berbasis pertanian atau lebih di kenal dengan nama RKP (Radio Komunitas Petani) seperti Trisna Alami Sentolo Kulon Progo, Intan Playen Gunung Kidul, Tanjungharjo Nanggulan Kulon progo, RJPH Jatiwangi Boyolali, Petani Merapi, Petani Mandiri Tras Cluntang, Suara manunggal Semanu Gunung Kidul. Bersama ketua JRK Jateng Renaldi berkodinasi untuk memberikan perkembangan radio komunitas melalui legislasi undang-undang dan peraturan pemerintah. Dalam diskusi yang di pandu oleh Narang (lesman) dan samsul sebagai fasilitator menegaskan bahwa radio komunitas hadir dari persolan pengakuan radio komunitas di UUP nomer 32 tahun 2002. Pengakuan telah di dapat namun dalam PP no. 51 tahun 2004 radio komunitas kembali di kungkung dengan persolan izin yang di anggap memberatkan. Belum selesai dengan masalah satu telah muncul masalah berikutnya, badan hukum menjadi persoalan urgen yang harus di slesaikan oleh setiap radio komunitas belum bagaimana dapat siaran secara rutin dan berkelanjutan. Proses izin yang panjang dan melelahkan menjadi kendala bagi pengelola. Masalah internal yang tidak pernah selesai. Radio Komunitas tidak boleh siaran iklan namun hanya ILM. JRKY sebagai wadah radio komunitas di DIY melihat pentingnya membangun jaringan dengan semua pihak yang peduli dengan radio komunitas. Dalam penaataan organisasi, JRKY masih harus banyak belajar dalam peran dan fungsinya sebagai organiasi jaringan radio komunitas. Secara struktural, penataan organisasi mulai berjalan dan terlihat peran yang di lakukan. Dalam kegiatan lokakarya yang di hadiri oleh 25 personel pengelola radio komunitas dampingan LESMAN terbaca bahwa sikap dewasa radio komunitas belum terbangun dan terukur. Segala sesuatunya akan di kembalikan kepada LSM yang mendampingi namun hal ini juga merupakan bukti bahwa LSM pendamping belum memahami karakter komunitas dampingan dan masih menjadi sinterklas juga belum terbangun kemitraan
  15. 15. yang baik. Persolan badan hukum, operasional, izin, kendala tehnik (pemancar rusak), tidak boleh iklan, masih tegantung tehnisi order menjadi perbincangan menarik dalam lokakarya. Acara selama 2 (dua) hari dari tanggal 14-15 April 2010 bertempat di kantor Lesman l. Regulo 79B Boyolali ini akan menggali segala persolan yang terjadi di radio komunitas dampingan.8. Panitia HUT 8 JRKY bertemu dengan Bapak Samuel Kristiyana di Kampus IST Akprind, 15 April 2010.Rencana pelaksanaan Workshop Tehnik bagi radio komunitas akan dilaksanakan pada hari Sabtu, 8 Mei 2010. Sebagai rangkaian kegiatan dari HUT 8 tahun JRKY. Workshop ini akan di fasilitasi oleh Aprind sebagai penyedia tempat dan narasumber bersama Balmon dan divisi Litbang JRKY. Pada pertemuan tersebut hadir Kokoh handoko selaku koordinator litbang,Haribawa koordinator kegiatan dan Mardiyono ketua panitia. Dalam pembahasan rencana workshop tehnisi radio komunitas, Akprind tidak bisa membantu konsumsi karena anggaran telah habis, namun rencana kerjasama berkelanjutan dapat dirancang berikutnya. Radio komunitas harus dipersiapkan dalam pengelolaan tehnik yang selama ini menjadi kendala utama. Diharapkan setiap semester dapat dilakukan kegiatan rutin dalam bentuk pelatihan setelah workshop kali ini. Dukungan dari berbagai pihak dapat di lakukan agar panitia bisa lebih maksimal bekerja. Panitia melihat masih ada peluang untuk bekerjasama dengn pihak-pihak lain dalam mendukung acar workshop kali ini.9. Undangan EDP Radio PATAS FM, Kamis 22 April 2010. Evaluasi Dengar Pendapat (EDP) PATAS 107.9 FM di laksanakan pada hari Kamis, 22 April 2010. Acara yang di pandu oleh Ketua sidang Bapak Ngurah Putra dengan anggota Rahmat S Arifin,Tri Suparyanto,Teguh Ariffianto dan Ki Gunawan. Kegiatan yang diawali dengan pemaparan dari pemohon (PATAS FM) yang di wakili oleh Bapak Sudiman dan Dwi dialkukan secara rapi dan tertata. Pada pelaksanaan tanya jawab dan dengar pendapat dengan komisioner dan masyarakat pendukung dilakukan dengan lancar dan tertib, Dari balmon yang di wakili Bapak Amir Suatmaji langsung melakukan pengecekan pemancar dan ruang siar. Komisioner KPID berharap kegiatan EDP ini hanya satu langkah awal untuk menghadapi tahap berikutnya sehingga pemohon (Radio Patas Fm) untuk melengkapi kekeurangan dan menjalankan tahap berikutnya sebelim di terbitkan IPP. Ki Gunawan menyoroti agar muatan lokal dan daerah setempat di tambahh jam siarnya dan lebih mementingkan kegiatan sosial kemasyarakatann. Sedang Teguh Ariffianto lebih menekankan bagaimana radio Patas FM bisa menjalankan siaran, bagaimana cara mendapatkan dana operasional. Tri Suparyanto lebih menitikberatkan pada kelengkapan administrasi yang harus di penuhi dan meminta ada pengganti Bapak Puji Prayitno dan siapa kontak personnya. Dari masyarakat pendukung radio PATAS tidak banyak komentar dan tidak ada pendapat, sehingga acara ini berjalan lancar dan dilanjutkan dengan penandatanganan berita acara EDP yang disaksikan oleh tokoh masyarakat setempat. JRKY mendukung proses EDP ini sebagai bagian tahapan yang harus di jalani oleh PATAS FM sebagai Lembaga Penyiaran Komunitas.10. Pertemuan pembahasan pembuatan spot,adlip dan ilm. 22 April 2010. Bertempat di Radio Persatuan Bantul 94,2 FM, anggota tim panitia seleksi penerimaan komisioner Keterbukaan Informasi Daerah (KID) Bapak Farid Bambang Siswantoro (LOS) bersama Bapak Arfan Faisal (Persatuan Bantu) sedang JRKY di wakili Bapak Mardiyono (Ketua) dan Bapak Haribawa (Sekretaris). Agenda yang di mulai pukul 13.30 Wib di awali dengan pemaparan anggota tim. Menjalankan amanat UU nomer 14 tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik (KIP) . Propinsi DIY melalui dishubkominfo akan melakukan penjaringan calon KIB di Daerah. Dalam melakukan kegiatan sosialisasi panitia adhoc telah bekerjasama dengan semua institusi media masa baik cetak mapun elektronik.
  16. 16. Kegiatan ini lebih berfungsi untuk menyebarkan informasi kepada masyarakat untuk ikut berpartisipasi dalam pemilihan komisioner KID DIY. Media Penyiaran yang akan di gunakan adalah RRI,Retjo Buntung dan Persatuan Bantul. Untuk radio persatuan Bantul di dalamnya telah inklud dengan JRKY karena yang memiliki administrasi secara resmi. Dalam kerjasama ini panitia telah memberikan perbandingan JRKY 1:2 untuk persatuan. Selanjutnya kontrak kegiatan dan Mou akan di tangani oleh radio Persatuan. Dalam diskusi antara JRKY dan Radio Persatuan telah disepakati beberapa klausul : a. Pembuatan iklan, adclip, dan ilm di produksi radio persatuan b. Spot, Adclip dan Ilm akan menggunakan nama JRKY untuk radio komunitas c. JRKY meminta sejumlah 23 radio komunitas untuk mendapatkan kompensasi siaran. d. Penayangan siaran untuk spot,adclip dan ilm disesuaikan dengan kondisi radio masing-masing e. Hanya radio komunitas anggota JRKY yang aktiv dan siaran yang akan di berikan kerjasama sedang untuk rakom yang of air dan kadang-kadang siaran akan diatur selanjutnya. f. Semua proses administrasi akan di tangani oleh bendahara 2. g. Besaran dana yang di peroleh JRKY sebesar Rp 1.150.000,- h. Untuk pembagian dan distribusi di serahkan JRKY. i. Pendistribusian akan dilakukan melalui email sedang pemberitahuan lewat web dan sms. j. JRKY tidak mendapatkan hasil dari kegiatan penyiaran ini. k. JRKY akan memotong Rp 5000 sebagai bentuk iuran untuk semua rakom yang mendapatkan program ini. l. Bentuk laporan siaran akan disediakan JRKY Hasil kesepakatan ini akan segera ditindaklanjuti dan dilaporkan kepada tim seleksi dengan menandatangani Mou yang di wakili radio Persatuan.11. Menghadiri pembentukan pengurus RAG FM dan sosialisai LOS DIY. 24 April 2010. Bertempat di Balai Sido Rukun Kecamatan Ngawen Gunung Kidul, perwakilan 6 Desa Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) di Kecamatan Ngawen berkumpul dan mendengarkan sosialisasi dari LOS DIY. Bapak Bambang Farid Siswantoro beserta Bapak Andang beserta dua staff yaitu Mas Bagus dan Mas Sugeng hadir mewakili LOS DIY. Kegiatan ini merupakan bagian dari sosialisasi LOS DIY yang bekerjasama dengan JRKY melelaui radio komunitas RAG FM. Koordinator kegiatan Bapak Wied Widodo yang juga selaku wakil ketua JRKY berharap bisa membangkitkan kembali radio RAG yang telah 2 tahun vakum tidak mengudara. Pergantian nama dan pengurus radio diharapkan bisa memberikan nuansa lain untuk radio RAG. Pada kesempatan tersebut Ketua JRKY juga berharap agar para pengurus yang terbentuk nanti harus bekerja keras untuk bisa mewujudkan visi misinya dan harus komitmen dan loyal terhadap dinamika radio. Gelem penake yo kudu gelem rekasane. Banyak radio komunitas yang muncul karena kepentingan proyek semata, sehingga setelah proyek berakhir maka matilah radio tersebut. Kejadian ini harus menjadi motivasi bagi pengurus RAG untuk berkaca, mengelola radio komunitas itu gampang-gampang susah. Untuk persoalan perizinan radio di lakukan sambil jalan tapi pasti, salah satu tugas pengurus adalah kembali memproses izin yang telah lama terbengkelai.12. Koordinasi dengan KPA (Komisi Penanggulangan AIDS) DIY, 26 April 2010. Bertempat di Aula KPID DIY koordinasi antara JRKY dengan KPA DIY di laksanakan. Pada pertemuan awal ini pihak KPA DIY yang hadir adalah mbak Dian ( project manager) bersama mbak nana sedang JRKY di wakili ketua dan sekretaris. Pembicaraan awal adalah mengetahui keberadaan dan informasi JRKY. Konsep kerjasama akan
  17. 17. dibicarakan lebih lanjut. KPA DIY akan mengandeng JRKY dalam program-program penanggulangan AIDS di DIY dengan melibatkan radio komunitas anggota JRKY. Kegiatan ini akan di susun dan di bicarakan pada pertemuan berikutnya. 13. Rapat koordinasi pantia dan pertemuan bulanan pengurus, selasa, 27 April 2010. Bertempat di kediaman Fidarini devi (Bendahara) kegiatan koordinasi panitia HUT 8 JRKY di laksnanakan. Hasil keputusan dan tindaklanjut dilapangan adalah : 1. Pembagian tugas distribusi undangan (28/4-4/5) 2. Persiapan pelaksanaan dan pembagian tugas di lapangan (2/5) 3. Pembuatan surat untuk narasumber (1/5) 4. Pengecekan kesiapan tempat dan kelengkapannya (5/5) 5. Konsumsi (snak berat) Sarasehan siap (adelia), konsumsi(snak berat) workshop siap (KPID) 6. Materi sarasehan dan workshop disiapkan narasumber. 7. MC sarasehan MMTC, MC workshop Fidarini 8. Moderator disiapkan ketua 9. Guna menjalankan tugas dan fungsinya, diharapkan semua panitia siap pada tanggal pelaksanaan.C. Kegiatan Mei 2010 1. Proposal kerjasama dengan KPA DIY dikirim, 3 Mei 2010. Pengiriman proposal kerjasama ke sekretriat JRKY lewat email di lakukan oleh KPA DIY. Menjalankan salah satu tugas dan fungsi KPA Provinsi DIY untuk mengkoordinasi penanggulangan HIV di Provinsi DIY, memberikan informasi pada seluruh lapisan masyarakat, sangat penting bagi KPA dan jaringannya untuk bekerjasama dengan media-media lokal yang menjadi kunci bagi penyebaran informasi untuk masyarakat setempat. Untuk itulah KPA Provinsi DIY bermaksud menjalin kerja sama dengan Jaringan Radio Komunitas Yogyakarta dalam rangka penyebaran informasi pada masyarakat di setempat. Adapun bentuk kerjasama yang di tawarkan adalah ketersediaan jam siar di radio komunitas termaksud. Adapun nara sumber dan materi yang akan dibahas di acara tersebut akan disediakan oleh KPA Prov DIY. Waktu dan kelengkapan siaran akan disediakan oleh JRKY, dengan koordinasi secara komprehensif dengan pihak KPA. Materi dan ketersediaan nara sumber akan dikoordinasikan bersama antara pihak KPA dengan JRKY. Kerja sama yang di jalin dengan Radio Komunitas se-DIY ini bertujuan untuk membina dan memelihara keberlanjutan penyebaran informasi dari KPA ke masyarakat luas. KPA juga berharap bahwa setiap radio komunitas secara pro aktif menjadi semacam media center untuk masyarakat pendengarnya, dengan menampung pertanyaan dari mereka untuk kemudian meneruskannya pada KPA atau organisasi lain yang berhubungan langsung dengan pertanyaan tersebut. Waktu pelaksanaan adalah 24 kali siaran di 24 radio komunitas di DIY dalam rentang waktu Juni-Desember 2010. 2. Sarasehan : Refleksi 8 Tahun JRKY, 6 Mei 2010. Bertempat di Auditorium MMTC Yogyakarta, HUT JRKY ke 8 terselenggarakan. Acara yang di hadiri oleh perwakilan instansi seperti Bappeda, Dinsos,LSM,Ormas, Radio Komunitas dan Tokoh Masyarakat. Acara sareshan yang di buka oleh Rektor STMM
  18. 18. MMTC Bapak DR. Ir. Sasongko Pramono Hadi,DEA. Dalam sambutannya Rektor STMM MMTC berharap kegiatan yang dilaksananakan di MMTC ini menjadi kehormatan tersendiri karena MMTC memeliki radio komunitas yang telah menjadi anggota JRKY. Kedepan meminta agar JRKY bisa lebih berperan dan bisa memanfaatkan fasilitas MMTC untuk kegiatan yang lebih produktiv dan bermanfaat bagi radio komunitas.Ketua JRKY yang sekaligus ketua panitia mengatakan Rangkaian kegiatan HUT 8 JRKY akan dilanjutkan dengan kegiatan workshop tehnik: bagi tehnisi radio komunitas yang akan dilaksanakan pada hari sabtu,8 Mei 2010 di Kampus IST Akprint Yogyakarta sedangkan kegiatan aksi sosial berupa khitanan massal akan di laksanakan pada hari Minggu,9 Mei 2010 di Plasa Informasi Aula Dishubkominfo Komplek KPID DIY. Usia 8 tahun bagi JRKY adalah usia yang masih belia, usia yang masih akan tumbuh kembang menuju kedewasaan dalam berorganisasi. Tantangan kedepan pasti akan lebih banyak dan sangat berat. JRKY sebagai wadah radio komunitas di DIY saat ini sedang menata diri ke arah yang lebih baik. Tidak bisa di pungkiri, sarana pendukung dan infrastruktur yang masih minim dan sangat terbatas menjadi kendala utama untuk berkembang, selain SDM yang terbatas. Keberadaan radio komunitas yang tumbuh dan berkembang sangat cepat belum diimbangi dengan kepemilikan izin. Baru sekitar 12 radio komunitas yang telah memasuki tahap EDP dan 5 menunggu IPP. Memasuki satu dasawarsa, banyak tantangan yang akan dihadapi oleh JRKY. Oleh karena itu JRKY di harapkan mampu mempercepat proses kemandirian dan profesionalitas radio komunitas di tengah karut- marutnya persoalan penyiaran. Refleksi 8 tahun JRKY menjadi tonggak awal memulai perubahan. Mampukah JRKY memainkan peran tersebut? Bagaimanakah peran dan fungsi jaringan dalam memberdayakan radio komunitas.Bagaimanakah kepengurusan ideal yang dipilih menjawabnya. Serta gerakan sosial seperti apakah kedepan. Diantara tarikan konservatif dan progresif di tubuh JRKY? Kegiatan sarasehan ini mengundang semua unsur stakeholder baik dari pemerintah, Ngo, ormas, lembaga independent, radio komunitas dan media baik cetak maupun elektronik serta tokoh masyarakat. Harapannya agar acara sarasehan HUT JRKY ke 8 lebih memiliki makna dan arti yang lebih kongkrit dalam pemberdayaan radio komunitas di kemudian hari. Keberadaan JRKY lebih memiliki makna dalam mengangkat dan memberdayakan radio komunitas ke depan. 3 Narasumber yang hadir adalah Bapak M Rahmad S Ariffin, Ketua KPID DIY mengambil tema : Radio Komunitas dan Birokrasi Perizinan,Bapak Anton M Birowo Dosen Fisipol UAJY mengambil tema : Radio Komunitas diantara tarikan konsevatif dan progresif di tubuh JRKY dan Bapak A. Darmanto Peneliti BPPKI Kentrian Kominfo membawakan materi : :Mempercepat proses kemandirian dan profesionalitas radio komunitas di tengah karut-marutnya persoalan penyiaran. Acara yang di mulai pukul 09.45 sampai 13.00 Wib di pandu oleh ketua JRKY. 80 peserta undangan hadir. Persolan radio komunita selalu menjadi masalah klasik, seperti izin, operasional dan regenerasi.3. Workshop tehnik : Membangun tehnisi yang handal dan profesional, 8 Mei 2010. Bertempat di Auditorium IST Akprind Yogyakarta workshop tehnik dilaksanakan. Dalam rangkaian HUT ke 8 JRKY kegiatan ini menjadi momentum untuk bangkitnya radio komunitas dalam menghadapi kendala tehnik yang seringkali menjadi momok utama. Dalam sambutannya, Ketua BAT IST Akprind Yogyakarta Bapak Ir. Syaiful Huda,MT menegaskan, IST Akprind sangat bangga di gandeng oleh JRKY dalam bidang tehnik untuk pengembangan mutu radio komunitas dalam peningkatan kwalitas tehnisi radio komunitas. IST Akprind sebagai lembaga tinggi pendidikan mempunyai tugas dan tanggungjawab dalam partisipasi dengan masyarakat melalui pengabdian khususnya di bidang pengembangan tehnik. Menyadari radio komunitas lahir dari masyarakat, maka peran dan fungsinya harus jelas yaitu memberdayakan masyarakat komunitasnya melalui media penyiaran radio. Kalau di ceritakan, radio komunitas itu ibarat daerah kumuh yang
  19. 19. di huni oleh orang-orang pinggiran dengan bedeng-bedeng yang sangat sempit danumpel-umpelan sedangkan radio swasta ibarat rumah gedong yang mewah dan luashalamannya. Kedepan, BAT IST AKprind mengajak JRKY untuk bisa membuat skemakegiatan yang lebih kongkrit dan maju dalam pengembangan rekayasa tehnologi keradioan. Sementara Kepal Seksi Penindakan Pelanggaran Frekwensi, Ibu Sri Anommengatakan, peran JRKY dalam memberdayakan radio komunitas harus mendapatapresiasi karena Balmon DIY mempunyai tugas dan tanggungjawab dalam membinaradio komunitas menuju arah legalitas formal sesuai aturan yang ada. Balmon mengajakJRKY dalam pelaksanaan pemantauan di lapangan untuk bisa mengkampanyekan danmensosialisaikan tentang pentingnya penggunaan frekwensi yang legal. Keberadaanradio komunitas yang sangat berarti bagi komunitasnya harus di dorong menuju kearahyang lebih baik melalui perizinan dan legalitas resmi. Balmon DIY sangat terbuka untuk diajak bekerjasama dengan JRKY dalam kegiatan tehnik melalui workshop maupunpelatihan. Dalamsambutannya Ketua JRKY, mengatakan usia 8 tahun bagi JRKY adalahusia yang masih belia, usia yang masih akan tumbuh kembang menuju kedewasaandalam berorganisasi. Tantangan kedepan pasti akan lebih banyak dan sangat berat.JRKY sebagai wadah radio komunitas di DIY saat ini sedang menata diri ke arah yanglebih baik. Tidak bisa di pungkiri, sarana pendukung dan infrastruktur yang masih minimdan sangat terbatas menjadi kendala utama untuk berkembang, selain SDM yangterbatas. Keberadaan radio komunitas yang tumbuh dan berkembang sangat cepat belumdiimbangi dengan kepemilikan izin dan tehnologi rekayasa yang masih senderhana selainbeberapa radio komunitas yang telah memiliki sarana standart, namun semua itu belum diimbangi oleh tehnisi yang profesional. Untuk mempercepat proses pematangan radiokomunitas khususnya di bidang tehnik, workshop kali ini menjadi momentum bagi tehnisiradio komunitas untuk belajar kepada ahlinya. Workshop tehnik ini menjadi momentumdan tonggak awal memulai perubahan. Mampukah tehnisi radio komunitas memainkanperan dalam keberlangsungan siaran tersebut? Bagaimanakah peran dan fungsi tehnisidalam mengatasi kendala tehnik, apa yang harus di lakukan?.Bagaimanakah tehnikmengampu dan merawat sarana dan prasarana pemancar dan kelengkapannya yangbenar. Serta pengetahuan seperti apakah yang di butuhkan para tehnisi radio komunitaskedepan? Workshop tehnik bagi tehnisi radio komunitas di buka oleh Bapak Ir,.SyaifulHuda,MT Ketua BAT IST Akprind Yogyakarta. 3 pemateri adalah : Bapak Amir Suatmaji(Balmon DIY), Bapak Samuel Kristiyana,ST,MT (BAT IST Akprind) dan KokohHandoko,ST (Litbang JRKY). Bapak Amir Suatmaji lebih menekankan tentang prosespengukuran frekwensi radio komunitas. Banyak pelanggaran yang dialakukan oleh radiokomunits seperti RASIDA FM, MMTC Radio dan radio di Klaten Jawa Tengah seperti 3Mdan Radione wong dndeso. Pola pemikiran pengelola radio komunitas yang harus bisa didengar jauh dari komunitas menjadi gambaran radio komunitas belum banyak memahamitentang arti dan makna komunitas sebenarnya. Jarak 2,5 km melingkar, penggunaanantene, ERP 50 watt dari antene, losis kabel dan daya pancar yang melebihi ERP sertaketinggian antene yang banyak dilanggar. Radio komunitas harusdipahamkan, 50 wattERP adalah 50 watt keluaran dari antene setelah di kurangi losis kabel.Balmon sangatterbuka dan menjadi mitra bagi semua pelaku penyiaran. Manfaatkan sarana danprasarana Balmon untuk menunjang secara tehnis bagi radio komunitas. Standarisasi alatmerupakan sebuah proses ketentuan yang harus di upayakan untuk peningkatan mutusiaran radio komunitas agar tidak mengganggu frekwensi lain baik penerbangan maupuntelekomunikasi lainnya. Bapak Samuel Kristiyana lebih menekankan tentang tehnikpengetahuan radio komunitas secara akademik, keberadaan radio komunitas harusmengetahui pemahaman secara utuh dan standart pengelolaannya.Pengetahuan tentangradio komunitas dalam arti sesungguhnya harus digali dari para tehnisi yang ingin majudan mengembangkan kemampuannya melalui workshop dan pelatihan. Koordinator divisi
  20. 20. Litbang JRKY lebih mengarah ke praktek secara tehnis di lapangan, seperti SWR itu untuk apa, spektrum frewkwensi untuk mengetahu frekwensi yang baik dan benar. Frekwensi yang runcing tidak menggangu frekwensilainnya. Damilod bisa di buat seperti apa, bagiamana cara membuat osilator, pemanfaatkan tehnologi yang telah berkembang dan tehnik-tehnik pembuatan antene. Acara yang di hadiri olah tehnisi, pengelola dan aktivis rakom ini diharapkan bisa mewujudkan kegiatan yang lebih kongkrit untuk pengetahuan tehnisi radio komunitas. Workshop menjadi awal untuk menuju kegiatan berikutnya seperti pelatihan spesifik dan khusus serta fokus seperti pelatihan pembuatan skema osilator, pemancar,antene, damilod, mpx,pengukuran kabel (dip),pengukuran frekwensi dan lain-lain.4. Aksi Sosial JRKY: khitanan Masssal, 9 Mei 2010. Bertempat di Aula UPTD Dishubkominfo Komplek Plasa Informasi kegiatan aksi sosial dalam rangka HUT ke 8 JRKY di selenggarakan. Tujuan dari dipilihnya khitanan masal ini karena wujud kongkritnya nyata dan bisa dirasakan langsung oleh masyarakat umum yang membutuhkan. JRKY sebagai wadah radio komunitas di DIY memandang perlu dan peduli akan peningkatan kesehatan masyarakat memalui khitan. Peserta yang hadir sebanyak 25 anak khitan yang tersebar di 4 kabupaten dan i kota. Dalam sambutannya ketua JRKY mengatakan usia 8 tahun bagi JRKY adalah usia yang masih belia, usia yang masih akan tumbuh kembang menuju kedewasaan dalam berorganisasi. Tantangan kedepan pasti akan lebih banyak dan sangat berat. JRKY sebagai wadah radio komunitas di DIY saat ini sedang menata diri ke arah yang lebih baik. Pelaksanaan kegiatan sosial seperti khitanan Massal merupakan salah satu kiprah nyata yang dilakukan oleh radio komunitas. Selain sebagai penyebar informasi, radio komunitas juga sebagai media sambung nalar bagi warga komunitasnya untuk saling berinteraksi dan berkomunikasi. Peran ini menjadi sangat penting saat radio komunitas harus berkiprah nyata selain menghibur bagi pendengar komunitasnya. Acara yang didukung oleh pemerintah Prov. DIY dan dinas Sosial Kab. Bantul ini juga bekerjasama dengan pihak swasta lainnya yang peduli dengan JRKY. Kegiatan ini semoga bisa berjalan setiap tahun dan dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat luas yang membutuhkan.5. Koordinasi dengan KPA DIY, 12 Mei 2010. Bertempat di Famale radio Jl. Yos Sudarso Kota Baru Yogyakarta, koordinasi lanjutan program penanggulangan HIV/AIDS antaar KPA dan JRKY. Mbak Dian wakil KPA selaku Project Manager berdiskusi untuk mematangkan rencana kegiatan yang akan di mulai Juni 2010. Selama 24 kali di 24 radio komunitas anggota JRKY atau selama 6 bulan. Setiap minggu akan dilakukan talkshow secara roadshow. Hasil kesepakatan antara lain adalah : 1. Pelaksanaan program siaran talkshow akan di mulai awal Juni 2010 2. Tema besar telah ditentukan oleh KPA 3. Narasumber akan disediakan KPA 4. Pendanaan didukung penuh oleh KPA sedang pendistribusiannya di serahkan JRKY 5. Jadwal talkshow di radio komunitas akan di tetapkan setelah pertemuan radio komunitas anggota JRKY pada hari sabtu, 15 Mei 2010 di BBM 6. Pelaksanaan jadwal talkshow di usahakan siang-sore antara senin sampai jum`at untuk rakom yang sulit dan jauh jangkauannya, sedang untuk rakom di dalam kota bisa malam atau sesuai kesepakatan dengan narasumber.
  21. 21. 7. JRKY diberi kewenangan penuh dalam mengelola pendanaan program KPA. Rincian pendanaan program adalah : Setiap radio komunitas mendapat jatah :Rp 500.000,- sudah termasuk untuk tranport 3 narsumber+penyiar, iuran 1 tahun, ilm dan operasional. Untuk radio komunitas Rp.200.000,- Transport 3 Narasumber+Penyiar Rp.200.000,-. Iuran 1 tahun Rp.60.000. Pembuatan ILM+Operasional : Rp.40.000,- 8. Akan ada penilaian bagi radio komunitas yang talkshownya menarik dan akan ada hadiah dari KPA. 9. Akan dibuatkan stiker untuk radio komunitas yang telah melakukan kampanye penanggulangani HIV/AIDS yang di tempel di studio. 10. Undangan via sms koordinasi untuk 23 radio komunitas anggota JRKY untuk membahas program talkshow dengan KPA akan dikirim 13 Mei 2010 untuk pertemuan 15 Mei 2010 di lakukan oleh JRKY. 11. JRKY akan mengawal dan mendampingi kegiatan talkshow selama program di radio komunitas. Demikian hasil kesepakatan yang selanjutnya akan di tindaklanjuti dengan pertemuan radio komunitas untuk shariing waktu dan kesiapan pelaksanaan.6. Pertemuan Radio Komunitas Anggota JRKY untuk membahas program kerjasama dengan KPA, Sabtu, 15 Mei 2010. Pertemuan radio komunitas anggota JRKY untuk menyusun program dengan KPA DIY di laksanakan pada hari Sabtu, 15 Mei 2010 di Radio Agricia FM, Komplek Fakultas Pertanian UGM Gedung perpustakaan sayap utara lantai 3. Sebanyak 12 radio komunitas hadir dari 23 yang di undang. Undangan telah disampaikan via SMS pada hari Rabu, 12 Mei 2010 dan email pada hari kamis, 13 Mei 2010 serta SMS pengingat pada hari jum1at, 14 Mei 2010. Pertemuan dilakukan di ruang kuliah dengan di hadiri 27 peserta undangan. Pada penjelasannya: kegiatan program ini hanya diberikan untuk radio komunitas anggota JRKY. Program ini di danai oleh KPA DIY selama 24 kali di 24 radio komunitas. Rincian anggarannya adalah : Rp. 500.000/siaran/radio 1. Untuk Radio Komunitas Rp. 200.000,- 2. Transport untuk 3 Narasumber+1 penyiar Rp. 200.000,- atau @Rp.50.000/orang 3. Sisa Rp.100.000 dengan rincian : Rp.60.000 untuk iuran selama 12 bulan/radio. Rp. 40.000 untuk pembuatan ILM+Operasional. 4. Tema talkshow telah di tentukan oleh KPA DIY 5. Radio komunitas bebas memilih tema sesuai dengan karakter komunita yang dilayaninya. Ada 3 tema yang ditawarkan. 6. Jadwal kegiatan terlampir dan telah disepakati bersama dalam forum: 7. Kegiatan talkshow ini akan dimulai Juni-Desember 2010 Keputusan tersebut telah ditentukan dalam forum bersama antar radio komunitas yang hadir, bagi radio komunitas yang tidak hadir wajib mematuhi keputusan tersebut. Perubahan harus di sampaikan ke koordinasi kegiatan 1 bulan sebelum pelaksanaan talkshow di laksanakan.7. Ucapan Selamat HUT 94 Kab. SLEMAN dari JRKY, 15 Mei 2010 di hal.4 Koran MERAPI. JRKY melalui koran MERAPI edisi Sabtu, 15 Mei 2010 turut serta dalam
  22. 22. ucapan HUT 94 Kabupaten Sleman Propinsi DIY. Kegiatan ini sebagai upaya pengenalan JRKY dan membuka jaringan serta mempromosikan keberadaan JRKY. Dokumentasi koran ucapan telah di kliping oleh sekretariat sebagai bukti kegiatan. JRKY sebagai wadah radio komunitas di DIY. Menjalankan amanat musang dan penataan internal JRKY terus dilakukan menuju organisasi yang sehat dan tertata. Posisi JRKY dalam ucapan selamat HUT 94 Kab. Sleman berada di kiri atas.8. Undangan Koordinasi AKMS, Kamis 20 Mei 2010. Undangan pertemuan kader AKMS (Advokasi,Komunikasi, Mobilisasi,Sosialisasi) terhadap program pemberantasan Tubercolusis (TB) oleh SR PW Aisyiyah DIY berlangsung di Gedung Lt 2 PW Muhammadiyah DIY. Utusan peserta dari berbagia elemen masyarakat dan instansi terkait diharapkan bisa mengkampanyekan dan menemukan ”suspec” atau”diduga” penderita TB di daerah layanannya. Project Manager TB PWA DIY,Dra Mahmumidah Firdiana N dalam sambutannya mengatakan bahwa TB untuk di dunia Indonesia peringkat 3 sedang yang banyak diserang dari kalangan usia produktiv usia 25-35 tahun. Penyakait TB bukan penyakit kutukan dan turunan tapi akibat virus tubercolusis yang hanya bisa di matikan lewat sinar matahari langsung. Rumah yang tidak ada ventilasi udara dan lembab adalah tempat yang baik untuk berkembangnya virus ini. Menurut S Akhadi,Skes dari Dinas Kesehatan DIY yang diwakili Rini seksi penanggulangan TB mengatakan bahwa TB di DIY kalangan yang banyak diserang adalah laki-laki. Target penemuan suspec baru terpenuhi 52% dari terget 70% sehingga masih jauh dari capaian.Secara nasional persediaan obat sangat menyukupi, untuk DIY hanya Kab. Bantul dan Kota Yogyakarta yang telah menyediakan anggaran obat untuk penderita TB. Sistem DOTs telah diterapkan di hampir semua RS negeri dan swasta yang telah bergabung. Obat TB gratis bagi penderita, efek samping yang diakibatkan dari minum obat TB ini seperti mual-mual,pusing,nafsu makan berkurang menjadi banyak penderita enggan berobat. Pengobatan selama 6 bulan rutin dan harus mendapatkan pengawasaan dari kader terlatih. TB ini saudara sepupu HIV/AIDs sehingga penanggulangannya harus serentak dan berkelanjutan. Dr.Agus Taufiqurahman,Mkes,Sps dari RSU PKU Muhammadiyah Bantul menegaskan, TB ini sangat berbahaya karena selain menyerang paru juga menyerang kelenjar. Program ini jangan hanya dijadikan project semata namun harus dijadikan program berkelanjutan untuk membasmi TB secara total. Sistem pemberantasannya harus bersinergi dengan semua unsur, sehingga peran dan fungsinya masing-masing pelaksana dapat menjalankan tugas dengan baik, selama masih ada funding program berjalan. Banyak kasus di puskesmas, dokter senior lebih sering menjalankan TB ini sebagai project sehingga melupakan program TB di puskesmas karena alasan dana funding sehingga target hanya sekedar laporan yang di manipulatif, pembohongan hatinurani. TB sudah lama diberantas di Indonesia, karena semua hanya project dan project sampai sekarang target tidak pernah terpenuhi. Pertemuan ini diakhiri dengan diskusi dan pembuatan RTL untuk masing-masing peserta. Apa yang bisa difasilitasi untuk program TB ini.9. Undangan Diskusi bedah buku ”Jurnalisme Bencana, Bencana jurnalisme” 21 Mei 2010. Bertempat di ruang seminar Lt 3 gedung Perpustakaan Fisipol UAJY berlangsung diskusi dan bedah buku karya Ahmad Arif wartawan Kompas. Dalam diskusi yang dipandu oleh Yohanes Widodo(staf pengajar fisipol UAJY) juga menghadirkan narasumber Mario Anton Birowo dosesn fisipol UAJY dan philipus SMS parere wartawan tempo. Dalam diskusi yang berlangsung hangat terpapar bahwa bagaimana menjadi wartawan saat terjadi bencana, menolong dulu atau mengabadikan lebih dahulu. Dua hal yang menjadi persoalan pelik karena tuntutan profesionalisme kadang harus meninggalkan empati. Buku itu juga merupakan sebagai otokritik terhdap pekerja media yang terlalu di dramatisir untuk mendapatkan kisah yang goodnews. Namun demikian banyak juga wartawan yang main asal comot dan tidak pernah berkonfirmasi dengan
  23. 23. narsumber yang berkompeten. Buku ini juga membedah tentang otokritik bagi wartawan itu sendiri dalam bersikap yang lebih manusiawi dalam pemberitaan. Jurnalisme bencana akan menjadi bencana bagi jurnalis itu sendiri saat sumber tidak akurat.10. Pembubaran Panitia HUT 8 JRKY, 22 Mei 2010. Bertempat di Goebug Resto Jl. Wonosari Ketandan Banguntapan, perempatan Ringroads Timur pembubaran panitia HUT 8 JRKY di laksanakan. 8 personil pengurus yang aktiv dalam panitia berkumpul dalam acara tersebut. Ketua panitia sekaligus ketua JRKY dalam sambutannya mengatakan bahwa kegiatan HUT 8 JRKY telah terlaksana dengan baik, namun dmikian perlu evaluasi dan koreksi untuk kegiatan kedepan. Jalan telahdi buka, komunikasi dengan pihak luar telah di jalin, sekarang tergantung pengurus untuk menindaklanjuti. 3 agenda kegiatan yang telah terlaksana dari sarasehan:Refleksi 8 tahun JRKY (6/5) dilanjutkan dengan Workshop Tehnik: Tehnisi Rakom(8/5) dan Aksi Sosial: Khitana Masal (9/5). Kegiatan yang dilakukan merupakan satu rangkaian yang tersusun dan terlembaga sesuai harapan organisasi. Pembangunan secara capaistas building dengan mengkoreksi diri dengan refleksi adalah wujud nyata untuk kemajuan organisasi. Fasilitasi dengan workshop: untuk tehnisi rakom yang bekerjasama dengan Perguruna Tinggi IST Akprind menjadi wujud nyata peran dan fungsi jaringan ke depan. Kegiatan khitanan massal menjadi aksi sosial yang lebih nyata peran jaringan dalam turut meningkatkan kesehatan masyarakat melalui khitanan massal. Evaluasi ini menjadi penting agar dalam kegiatan berikutnya lebih baik dan meningkat kualitasnya. Momentum tersebut juga mengawali kebangkitan JRKY dengan partisipasi pengurus untuk membuat jaket JRKY. Jaket yang berwarna crem dengan bertuliskan logo dan tulisan Jaringan Radio Komunitas Yogyakarta dan alamat web:www.jrky.org di belakang serta logo JRKY di depan. Dalam acara yang juga dilanjutkan dengan diskusi terkomunikasikan beberapa masalah seperti terwacanakan Badan Hukum JRKY,peluang dan masalah yang akan timbul.perlu di diskusikan lagi yang lebih intensif. JRKY harus tetap memfasilitasi radio komunitas yang ada di DIY namun untuk program harus diutamakan anggotanya. Keberadaan personel JRKY dalam berkompetisi untuk berpartisipasi dalam pemilihan komisioner KPID menjadi bahasan yang menarik dan perlu di diskusikan kembali.11. Radio Trisna Alami FM, meregistrasi mejadi anggota JRKY, 22 Mei 2010. Atas nama radio Trisna Alami FM, Bapak Giyana menyerahkan berkas permohonan pengajuan diri untuk didaftar menjadi anggota JRKY dan meminta untuk diterbitkan Nomer Induk Anggota. Kelengkapan persyaratan seperti FC akte badan hukum radio komunitas, profil radio dan surat pernyataan telah diserahkan di sekretariat. Mendapatkan Nomer Induk Anggota (NIA): 024.8.05.2010. Selanjutnya radio Trisna Alami FM yang bergerak di frekwensi 107.7 atau kanal 202 akan dilibatkan dalam program kegiatan dengan KPA (Komisi Penanggulangan AIDS) DIY. Jadwal kegiatan akan segera disusulkan. Penataan organisasi JRKY melalui pemberian NIA semakin mempertegas keberadaan jaringan sebagai wadah yang harus bisa menata anggotanya dengan kegiatan kongkrit. JRKY segera menerbitkan radio Trisna Alami FM di web JRKY. Di mohon kepada pengurus Radio Trisna Alami FM untuk segera menyerahkan logo dan profil berbentuk softcopy untuk diterbitkan di web JRKY. Radio yang beralamat di Dusun Ngrandu, Kaliagung Sentolo Kulon Progo Yogyakarta, awal berdirinya atas inisiasi dari Lembaga Lestari Mandiri Boyolali Jawa Tengah. Basis petani warga pengarap lahan tidur dan pertanian organik menjadi daya unggul dalam penyebaran informasi melalui media penyiaran komunitas. Awal berdirinya sudah cukup lama, sejak tahun 2004 telah menjadi binaan Lesman dan baru tahun 2010 tepatnya di bulan April keberadaan perkumpulan radio komunitas Trisna Alami di lembagakan dengan badan hukum.12. Koordinasi dengan KPA DIY 24 Mei 2010. Bertempat di sekretariat KPA DIY yang beralamat di Jl. Sriti 20F Demangan Baru Yogyakarta di laksanakan koordinasi program talkshow kampaye HIV/AIDs di radio komunitas anggota JRKY. Dalam koordniasi yang di
  24. 24. hadiri Koordinator program Mbak Aan dan Project Manager Mbak Dian Purnomo memperkuat palnning yang telah disepakati dan ketentuan lainnya. Pada prinsipnya KPA DIY mendukung kebijakan yang dilakukan JRKY dan telah disharringkan dengan radio komunitas anggotanya. Jadwal kegiatan telah disepakati dan akan diinformasikan untuk narasumber setiap bulan. Program ini berjalan awal Juni sampai Desember 2010. Operasional didukung oleh KPA. Beberapa hasil kesepakatan diantaranya : a. Dibutuhkan kwitansi untuk narasumber, penyiar dan sewa radio b. Setiap kegiatan talkshow harus ada bukti rekaman berupa kaset maupun CD c. Daftar hadir kegiatan talkshow harus ada sebagai lampiran d. Proses pembayaran akan dilakukan oleh Bendahara KPA via Bendahara JRKY atau yang di tunjuk untuk pelaksanaannya e. Semua bukti kwitansi, rekaman hasil talkshow harus dilaporkan segera. f. KPA DIY hanya berkomunikasi dengan JRKY dalam program ini hanya melalui ketua JRKY. g. Keputusan yang telah di tetapkan JRKY merupakan kebijakan yang telah di ketahui oleh anggotanya. Hasil sharing dan koordinasi dengan KPA selanjutnya di tindaklanjuti di tingkat pengurus untuk menjadi jukllak dan juknis untuk menjalankan program.13. Lounching Jurnal dan buku komunikasi UII, 26 Mei 2010. Bertempat di Grand Quality Jl. Solo Yogyakarta yang bertepatan dengan Milad ke 6 prodi Komunikasi UII diselenggarakan peluncuran labolaturium komunikasi UII. Acara yang dikemas dengan orasi dan Ruwatan « Budaya membagun Komunkasi karakter Bangsa » bersama Garin Nugroho (sineas dan Budayawan). Dalam sambutannya Masduki,MSi prodi Komunikasi UII mengatakan bahwa kegiatan ini menjadi titik awal untuk memperkenalkan jurusan komunkasi UII di Dunia Internasional. Pembangunan sumberdaya manusia dan membangun komunkasi menjadi dua arah yang harus seimbang. Haji Garin Nugraoho dalam orasinya mengatakan saat ini bangsa indonesia harus hijrah total dalam penataan komunikasi yang beradab. Bangsa ini telah kehilangan karakter sejati dalam berbangsa, Pikiran paradok telah mewarnai kehidupan manusia Indonesia dalam menyikapi tekno Kapitalis. Pemahaman tentang berbudaya dan berkomunikasi sudah tidak melihat norma yang berlaku. Pola pragmatisme dan asal gampang tidak mau berproses dalam hidup menjadi panutan yang saat ini berlaku di kalangan strata masyarakat. Haji Garin juga prihatin melihat pola hidup masyarakat yang bergaya hidonis. Prilaku alami sebagai manusia secara dasar sudah tidak berlaku lagi. Dunia hiburan yang saat ini sudah tidak memiliki etika dalam mencapai tujuan, Politikus, pemain sinetron,koruptor adalah sebuah profesi yang semua ingin menjadi terkenal. Ketua panitia lounching Muhzayin Nazaruddin dalam sambutannya, bahwa labolaturium komunikasi UII saat ini sedang berbenah dan penataan untuk menuju kwalitas yang lebih baik. Kegiatan ini sekaligus meluncurkan blog penulisan alternatif bagi mahasiswa jurusan ilmu komunikasi UII sebagai ajang kreativitas.14. Undangan EDP MMTC Radio dan TV, 27 Mei 2010. Selamat dan sukses atas terselenggaranya pelaksanaan Evaluasi Dengar Pendapat (EDP) untuk MMTC Radio dan TV. Bertempat di aula dishubkominfo DIY Jl. Brigjend Katamso Yogyakarta kegiatan EDP berlangsung. Pimpinan sidang EDP yang juga Ketua KPID DIY M Rahmad S Ariffin didampingi oleh Ki Gunawan,Igusti Ngurah Putra, Tri Suparyanto dan Teguh Ariffianto. Pemohon dari MMTC Radio adalah Utjuk Raharjo sebagai DPK MMTC Radio yang di dampingi oleh Kusumo sebagai Manager MMTC Radio.Dalam pemaparannya, MMTC Radio sebagai labolaturium pendidikan dan ketrampilan memilih radio komunitas sebagai wadah kreativitas bagi mahasiswanya karena tidak adanya tambahan alokasi bagi frekwensi radio di DIY. Sebagai lembaga pendidikan tinggi (STMM) MMTC Radio merasa perlu diperkuat dengan hasil kreativitas yang unggul di bidang broadcasting. MMTC Radio
  25. 25. di awaki oleh para mahasiswa yang belajar dan magang di MMTC. EDP kali ini merupakan salah satu wujud kongkrit MMTC Radio sebagai lembaga penyiaran komunitas yang harus taat aturan main. Banyak kritik,saran dan masukkan bagi MMTC Radio untuk lebih mematuhi aturan main yang berlaku dan bisa menjalankan amanat komunitasnya. Acara ini juga di hadiri Pimpinan STMM MMTC Bapak DR. Sasongko Hadi Pramono, DEA. Sebagai anggota JRKY, MMTC Radio harus lebih peduli dengan sesama radio komunitas lainnya dalam memberdayakan masyarakat di sekitarnya. 15. Pengiriman surat Usulan konsultasi KM 15. 28 Maret 2010. Sehubungan menuju tertibnya para pengaju permohonan izin Radio Komunitas di DIY, sudah 13 radio komunitas yang lolos EDP serta mendapatkan RK dan 8 radio komunitas telahdiukur/analisa Balmon SF dan OS DIY atas perintah Dir.Peng.Spekfrekrad Depkominfo Jakarta. aringan Radio Komunitas Yogyakarta (JRKY) sebagai wadah radio komunitas di DIY memohon dengan sangat agar , Radio ber ISR Global FM yang dialokasikan pada frekuensi 107.600 atau kanal 201 ditinjau untuk di-realokasikan ke kanal yang lain, kerena sangat tidak memberikan ruang bagi calon radio komunitas yang dijatah di kanal 202 ; 203 ; dan 204. Mengingat keberadaan radio komunitas di DIY yang mulai tertib dan taat aturan sesuai dengan peraturan yang berlaku menjadi pertimbangan yang mendesak untuk di perhatikan sebagai usulan dalam konsultasi KM 15.Demikian yang dapat kami sampaikan, atas perhatian dan kerjasamanya di ucapkan terimakasih. Surat tersebut sudah di kirim via email pada hari Jum`at, 28 Mei 2010 ke dirjen postel Depkominfo Jakarta. Upaya ini merupakan bagian dari advokasi JRKY untuk mendorong peran dan fungsi jaringan dalam memberdayakan radio komunitas.Laporan KeuanganDana yang tersimpan di rekening JRKY ( 3587.01.010073.5.9 BRI unit Niten Bantul) sampai akhir 28Februari 2010 sebesar Rp. 350.000,- (Tiga ratus lima puluh ribu rupiah). Untuk laporan keuangan (kas)yang di bawa Bendahara 2 untuk operasional kegiatan JRKY sampai akhir Mei 2010 sebesar Rp.525.300,-Demikian laporan ini di sampaikan kepada Radio Komunitas sebagai pemberitahuan atas kerja PengurusJRKY. Atas perhatiannya di ucapkan terimakasih.Yogyakarta, 31 Mei 2010MardiyonoKetua

×