makanan dan minuman (tafsir ahkam)

7,314 views

Published on

0 Comments
0 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

No Downloads
Views
Total views
7,314
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
3
Actions
Shares
0
Downloads
104
Comments
0
Likes
0
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

makanan dan minuman (tafsir ahkam)

  1. 1. MAKANAN DAN MINUMAN(KAJIAN TAFSIR SURAT AL-BAQARAH: 172-173, 219)
  2. 2. I. MAKANAN YANG HALAL DANYANG HARAM(TAFSIR SURAT AL-BAQARAH :172-173
  3. 3. TEKS AYAT • •
  4. 4. TERJEMAH AYAT• 172. Hai orang-orang yang beriman, makanlah di antara rezki yang baik-baik yang Kami berikan kepadamu dan bersyukurlah kepada Allah, jika benar-benar kepada-Nya kamu menyembah.• 173. Sesungguhnya Allah hanya mengharamkan bagimu bangkai, darah, daging babi, dan binatang yang (ketika disembelih) disebut (nama) selain Allah. Tetapi barangsiapa dalam keadaan terpaksa (memakannya) sedang dia tidak menginginkannya dan tidak (pula) melampaui batas, maka tidak ada dosa baginya. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
  5. 5. MAKNA MUFRADAT•( ), syukur adalah mengakui nikmat disertai dengan pengagungan. Hal itu dilaksanakan dengan 2 cara. Pertama : mengakui nikmat dengan memuji pemberi nikmat. Kedua : menggunakan nikmat dalam hal yang diridhai Allah, seperti menggunakan penglihatan, pendengaran dan seluruh panca indera pada tjuan diciptakannya.•( / Sesungguhnya Allah hanya mengharamkan bagimu bangkai), yang dimaksud di sini adalah makannya, karena pembicaraan di sini adalah tentang makanan. ( ) : yaitu binatang yang tidak disembelih secara syar’i. Atau yang dipotong dari binatang yang hidup. Dalam bangkai ini dikecualikan ikan dan belalang.•( ), yakni darah yang mengalir.
  6. 6. •( ) : yakni binatang yang disembelih dengan menyebut nama selain Allah. Asal arti uhilla (ihlal) adalah mengeraskan suara, karena orang- orang musyrik ketika menyembelih binatang untuk sembahan mereka, menyebut nama sembahan itu dengan suara keras. Mereka mengatakan dengan nama Lata dan Uzza.•( ), yakni orang yang terpaksa makan yang diharamkan.•( ): : tidak menginginkan sesuatu yang diharamkan zatnya.•( ): : tidak melampaui batas kadar keterpaksaan.•( ): adalah dosa dan maksiat.
  7. 7. MUNASABAH AYAT• Pada beberapa ayat yang telah lalu Allah swt menjelaskan kondisi orang-orang yang menjadikan selain Allah sebagai sembahan. Mereka mencintai sembahan-sembahan itu sebagaimana mencintai Allah. Allah mengisyaratkan bahwa yang menyebabkan demikian itu adalah cinta dunia dan keterkaitan kemaslahatan yang dipimpin dengan kemaslahatan pemimpin dalam masalah rezeki dan kedudukan. Kemudian Allah memerintahkan seluruh manusia untuk makan semua hasil bumi asalkan halal dan baik ( /Hai sekalian manusia, makanlah yang halal lagi baik dari apa yang terdapat di bumi). Allah menjelaskan buruknya kondisi orang-orang kafir yang mengekor, yang dipimpin oleh para pemimpinnya sebagaimana kambing dituntun penggembalanya, karena mereka tidak punya kebebasan berfikir. Kemudian pada ayat –ayat ini Allah memerintahkan orang-orang beriman secara khusus, karena mereka lebih berhak untuk memahami, tahu dan mendapat petunjuk.
  8. 8. PENJELASAN/TAFSIR AYAT•( ). Yang dimaksud dengan ( ) di sini ialah rezeki yang halal, karena setiap yang halal adalah baik, dan setiap yang haram adalah buruk. Menurut Umar bin Abdul Aziz : maksudnya adalah baik ushanya (cara mendapatkannya), bukan baik makanannya. Penafsiran ini dikuatkan oleh hadits :
  9. 9. Sesungguhnya Allah ta’ala itu baik, tidak menerimakecuali yang baik. Dan sesungguhnya Allahmemerintahkan orang beriman sebagaimana diamemerintahkan para rasul-Nya dengan firman-Nya:Wahai Para Rasul makanlah yang baik-baik dan beramalshalehlah. Dan Dia berfirman: Wahai orang-orang yangberiman makanlah yang baik-baik dari apa yang Kamirizkikan kepada kalian. Kemudian beliau menyebutkanada seseorang melakukan perjalan jauh dalam keadaankusut dan berdebu. Dia mengangkatkan keduatangannya ke langit seraya berkata: Ya Tuhanku, YaTuhanku, padahal makanannya haram, minumannyaharam, pakaiannya haram dan kebutuhannya dipenuhidari sesuatu yang haram, maka (jika begitu keadaannya)bagaimana doanya akan dikabulkan. (Riwayat Muslim).Ini merupakan penjelasan rezki yang baik denganpenjelasan Rasulullah saw, tidak ada penjelasan lagiyang diperlukan setelah penjelasan beliau.
  10. 10. • ( ) : ini berpaling dari dhamir mutakkallim kepada yang ghaib. Kalau gaya bahasa ini sejalan dengan yang pertama, niscaya Allah berfirman ( ). Faidah perpalingan ini adalah pembinaan dengan rasa takut dalam hati.• ( ). Berkenaan dengan ayat ini dihubungkan dengan ayat sebelumnya, Abu Hayyan berkata : ketika Allah swt membolehkan hamba- Nya makan yang halal dan yang baik dari yang ada di bumi, sedangkan jenis-jenis yang halal itu banyak, maka Allah menjelaskan yang haram kepada mereka, karena yang haram itu lebih sedikit. Setelah Allah menjelaskan yang haram, maka berarti selain yang haram itu halal sampai ada larangan lain. Ini seperti sabda Rasulullah saw ketika ditanya tentang yang dipakai oleh orang yang sedang ihram, beliau menjawab : ia tidak memakai baju dan celana. Beliau berpaling dari menyebutkan yang boleh kepada menyebutkan yang dilarang, karena banyaknya yang boleh dan sedikitnya yang tidak boleh. Ini termasuk penjelasan yang ringkas dan padat.
  11. 11. • Firman Allah di atas dengan membuang mudhaf, yakni ( /yakni makan bangkai dan makan daging babi...) seperti firman Allah [ (QS. Yusuf:82) ], artinya : dan tanyalah negeri.. Maksudnya : tanyalah penduduk negeri..•( / Sesungguhnya Allah hanya mengharamkan bagimu bangkai...). Diharamkannya makan bangkai karena tertahannya darah dalam bangkai itu yang bisa jadi akan membahayakan disebabkan dagingnya telah rusak dan biasanya juga tercemar penyakit. Jadi bangkai diharamkan karena kotor dan mengandung bahaya.
  12. 12. • ( ). Yakni memakan darah yang mengalir, karena membahayakan dan jiwa yang bersih enggan memakannya. Jadi makan darah haram hukumnya karena kotor dan juga berbahaya.• ( ). Yakni diharamkan juga makan daging babi karena membahayakan, khususnya di musim panas. Juga karena jiwa yang baik enggan memakannya. Hal itu karena babi adalah binatang yang kotor, pada umumnya tidak makan kecuali kotoran dan najis, sehingga karenanya ia menjadi kotor. Dan juga karena babi mengandung bahaya disebabkan membawa bakteri yang sangat merusak. Babi juga memiliki beberapa karakter yang buruk, sangat mencintai hubungan kelamin, tidak punya rasa cemburu terhadap perempuannya, karakternya pemalas, orang yang makan dagingnya bisa terpengaruh dengan karakter-karakter tersebut, bisa dihinggapi cacing pita yang bisa jadi berada pada sel-sel urat tubuhnya, walaupun diternaknya di tempat yang bersih.
  13. 13. •( ). Diharamkannya memakan binatang yang disembelih dengan menyebut nama selain Allah, karena itu termasuk perbuatan berhalaisme yang mengandung kemusyrikan dan bergantung kepada selain Allah. Orang-orang Arab pada masa jahiliyah menyembelih binatnag untuk berhala, mereka mengatakan : dengan nama Lata dan uzza. Jadi itu haram untuk menjaga prinsip agama, tauhid, dan pengagungan Allah.
  14. 14. • Dibatasinya keharaman pada 4 jenis ini diambil dari firman Allah : ( ). Yakni Allah tidak mengharamkan atas kamu kecuali bangkai dan seterusnya, karena kata ( ) mengandung pengertian membatasi, mengokohkan yang disebutkan dan meniadakan yang tidak disebutkan. Pembatasan keharaman ini pada ayat ini lebih-lebih disebutkan setelah penghalalan pada ayat sebelumnya ( ).• Selain yang diharamkan yang disebutkan pada ayat ini adalah yang disebutkan pada surat al-Maidah ayat 3. juga yang diharamkan Rasulullah saw, yaitu makan daging binatang buas yang bertaring, burung yang berkuku panjang, dan daging keledai yang dipelihara.
  15. 15. •( / Tetapi barangsiapa dalam keadaan terpaksa (memakannya) sedang dia tidak menginginkannya dan tidak (pula) melampaui batas, maka tidak ada dosa baginya.)• Maksud potongan ayat di atas adalah orang yang dalam keadaan terpaksa memakan yang diharamkan(yaitu sampai batas binasa kalau tidak memakannya), sedangkan tidak ada makanan lain selain itu, dan ia khawatir akan binasa jika tidak memakannya, dia sendiri tidak suka memakannya dan tidak melebihi kadar yang dibutuhkan, maka ia tidak berdosa karena menjaga nyawanya dan agar terhindar dari kebinasaan, dan karena dekatnya pada kematian disebabkan lapar lebih berbahaya dari pada memakan bangkai dan darah.
  16. 16. • Dibatasinya memakan yang diharamkan dengan firman- Nya ( / sedang dia tidak menginginkannya dan tidak (pula) melampaui batas) adalah agar orang tidak mengikuti hawa nafsunya dalam menafsirkan keadaan terpaksa, sehingga seseorang mengaku dalam keadaan terpaksa padahal ia tidak terpaksa, dan ia tidak melampaui kadar kebutuhan karena memanfaatkan kondisi darurat, sehingga ia tunduk pada hawa nafsunya.• ( ): Sesungguhnya Allah mengampuni kesalahan hamba-hamba-Nya dalam menentukan keadaan darurat, karena hal itu diserhkan pada ijtihad mereka. Allah menyayangi mereka, karena Dia telah membolehkan memakan yang diharamkan dalam keadaan darurat dan tidak membiarkan mereka jatuh pada kesulitan dan kesengsaraan.
  17. 17. KANDUNGAN AYAT• Dalam ayat di atas Allah menekankan bolehnya makan yang baik-baik. Disebutkan orang-orang yang beriman secara khsusus di sini merupakan keutamaan dan penghargaan bagi mereka. Dan yang dimaksud dengan makan adalah memanfaatkan dengan berbagai cara. Oleh karena itu boleh memanfaatkan semua yang ada di daratan dan lautan berupa tanaman, binatang, ikan, dan burung kecuali yang diharamkan Allah dalam ayat ini, surat al- maidah:3, dan yang disebutkan oleh ulama-ulama fiqh berdasarkan hadits Nabi. Perlu dicatat bahwa yang disebutkan dalam surat al-Maidah masuk pada nama bangkai, yaitu setiap yang mati tanpa melalui penyembelihan secara syar’i. Baik matinya dalam keadaan tercekik, terpukul, jatuh, ditanduk, dan diterkam binatang buas, kecuali yang masih hidup dan lalu dismbelih.
  18. 18. • Berkaitan dengan yang diharamkan dalam ayat di atas juga ada beberapa hukum :1. Yang diharamkan berkenaan dengan bangkai apakah memakannya atau memanfaatkannya?2. Apa hukum bangkai ikan dan belalang?3. Apa hukum anak binatang yang berada di dalam perut induknya yang disembelih?4. Apakah boleh memanfaatkan bangkai tanpa dimakan?5. Apakah hukum darah yang tersisa pada urat dan daging?6. Apa yang diharamkan dari babi?7. Apa yang dibolehkan bagi orang yang terpaksa dalam memakan bangkai?
  19. 19. KESIMPULAN1. Boleh makan yang baik-baik bagi orang-orang yang beriman dengan syarat berasal dari usaha yang halal.2. Mensyukuri nikmat Allah yang tiada terhingga wajib atas orang-orang yang beriman.3. Ikhlas dalam ibadah kepada Allah termasuk sifat orang-orang yang beriman sejati.4. Allah mengharamkan yang buruk-buruk atas hamba-hamba-Nya, tidak yang baik-baik.5. Keadaan terpaksa membolehkan seseorang makan yang diharamkan Allah seperti bangkai dsb.
  20. 20. II. MINUMAN YANG HARAM(TAFSIR SURAT AL-BAQARAH : 219)
  21. 21. TEKS DAN TERJEMAH AYAT •• 219. Mereka bertanya kepadamu tentang khamar dan judi. Katakanlah: "Pada keduanya terdapat dosa yang besar dan beberapa manfaat bagi manusia, tetapi dosa keduanya lebih besar dari manfaatnya." Dan mereka bertanya kepadamu apa yang mereka nafkahkan. Katakanlah: " Yang lebih dari keperluan." Demikianlah Allah menerangkan ayat- ayat-Nya kepadamu supaya kamu berfikir,
  22. 22. MAKNA MUFRADAT • • • • • • •
  23. 23. MAKNA MUFRADAT • • • • • •
  24. 24. SEBAB NUZUL AYAT•
  25. 25.
  26. 26. MUNASABAH AYAT • •
  27. 27. TAFSIR/PENJELASAN AYAT • -
  28. 28.
  29. 29. ••••••
  30. 30. ••
  31. 31. ••••••
  32. 32.
  33. 33. KANDUNGAN AYAT• Ayat di atas mengandung beberapa hukum : • • • - - •
  34. 34. •••••••••
  35. 35. ••
  36. 36. •••••••••
  37. 37. - - • •
  38. 38. ••••••
  39. 39. •••
  40. 40. KESIMPULAN • • •
  41. 41. ••

×