Kelompok 2: 
Lina Marlina 
Herlina Sri Wahyuni 
Shafa Nabilah Eka Puteri
• Penyakit Diabetes Mellitus (DM) yang juga dikenal 
sebagai penyakit kencing manis atau penyakit gula darah 
adalah golongan penyakit kronis yang ditandai dengan 
peningkatan kadar gula dalam darah sebagai akibat 
adanya gangguan sistem metabolisme dalam tubuh, 
dimana organ pankreas tidak mampu memproduksi 
hormon insulin sesuai kebutuhan tubuh.
• Faktor utama pada diabetes ialah insulin, suatu hormon 
yang dihasilkan oleh sel khusus di pankreas. Insulin 
memberi sinyal kepada sel tubuh agar menyerap 
glukosa. Insulin, bekerja dengan hormon pankreas lain 
yang disebut glukagon, juga mengendalikan jumlah 
glukosa dalam darah. Apabila tubuh menghasilkan 
terlampau sedikit insulin atau jika tubuh tidak 
menanggapi insulin dengan tepat terjadilah diabetes.
• Penyebab utama diabetes di era globalisasi adalah 
adanya perubahan gaya hidup (pola makan yang tidak 
seimbang, kurang aktivitas fisik). Selain itu, adanya 
stress, kelainan genetika, usia yang semakin lama 
semakin tua dapat pula menjadi salah satu faktor 
penyebab timbulnya penyakit diabetes. 
• Penyakit ini dapat dicegah dengan merubah pola makan 
yang seimbang (hindari makanan yang banyak 
mengandung protein, lemak, gula, dan garam), 
melakukan aktivitas fisik minimal 30 menit setiap hari 
(berenang, bersepeda, jogging, jalan cepat), serta rajin 
memeriksakan kadar gula urine setiap tahun (Sinaga, 
2003).
• Diabetes Melitus Tipe 1 
• Diabetes Melitus Tipe 2
• Diabetes tipe 1 adalah diabetes yang bergantung pada 
insulin dimana tubuh kekurangan hormon insulin, dikenal 
dengan istilah Insulin Dependent Diabetes Mellitus 
(IDDM). 
• Hal ini disebabkan karena hilangnya sel beta penghasil 
insulin pada pulau-pulau Langerhans pankreas. 
• Diabetes tipe 1 banyak ditemukan pada balita, anak-anak 
dan remaja. 
• Diabetes Mellitus tipe 1 hanya dapat diobati dengan 
pemberian terapi insulin yang dilakukan secara terus 
menerus berkesinambungan.
• Diabetes tipe 2 adalah dimana hormon insulin dalam 
tubuh tidak dapat berfungsi dengan semestinya, dikenal 
dengan istilah Non-Insulin Dependent Diabetes Mellitus 
(NIDDM). 
• Hal ini dikarenakan berbagai kemungkinan seperti 
kecacatan dalam produksi insulin, resistensi terhadap 
insulin atau berkurangnya sensitifitas (respon) sel dan 
jaringan tubuh terhadap insulin yang ditandai dengan 
meningkatnya kadar insulin di dalam darah.
DM Tipe 1 DM Tipe 2 
- Sel pembuat insulin rusak 
- Mendadak, berat dan fatal 
- Umumnya usia muda 
- Insulin absolut dibutuhkan seumur 
hidup 
- Bukan turunan 
- Lebih sering dari tipe 1 
- Faktor turunan positif 
- Muncul saat dewasa 
- Biasanya diawali dgn kegemukan 
- Komplikasi jika tidak terkendali
• DM Gestasional : diabetes karena dampak kehamilan 
• DM tipe lain : bisa berupa efek genetik fungsi insulin, 
efek genetik kerja insulin, infeksi, karena obat/kimiawi 
efek imunologis lain, sindrom genetik yang terkait DM.
a. Gejala Klinis 
 Gejala khas 
• Banyak kencing (poliuria) 
• Banyak makan (poliphagia) 
• Banyak minum (polidipsia) 
 Gejala lain 
• Lemah, karena sel tidak bekerja 
dengan baik 
• Kulit mengering 
• Penderita menjadi kurus, 
karena banyak gula yang 
terbuang 
b. Gambaran Laboratorium 
• Gula darah sewaktu ≥ 200 
mg/dl. 
• Gula darah puasa (tidak ada 
masukan makanan/kalori 
sejak 10 jam terakhir) > 126 
mg/dl 
• Glukosa plasma 2 jam > 180 
mg/dl
Dalam masyarakat, mereka yang termasuk kelompok risiko 
tinggi DM adalah: 
• Usia > 45 tahun. 
• Berat badan lebih (BBR > 110% atau IMT > 25 kg/m). 
• Hipertensi (> 140/90 mmHg). 
• Ibu dengan riwayat melahirkan bayi > 4000 gram. 
• Pernah diabetes sewaktu hamil. 
• Riwayat keturunan DM. 
• Kolesterol HDL < 35 mg/dl atau trigliserida > 250 mg/dl. 
• Kurang aktivitas fisik.
Tabel Prevalensi Kejadian Diabetes Melitus di beberapa negara pada tahun 2010 dan 
2030 (WHO) 
No. Negara 
Tahun 2010 
(juta) 
Negara 
Tahun 2030 
(juta) 
1. India 31.7 India 79.4 
2. China 20.8 China 42.3 
3. Amerika Serikat 17.7 Amerika Serikat 30.3 
4. Indonesia 8.4 Indonesia 21.3 
5. Jepang 6.8 Pakistan 13.9 
6. Pakistan 5.2 Brazil 11.3 
7. Federasi Rusia 4.6 Banglades 11.1 
8. Brazil 4.6 Jepang 8.9 
9. Italia 4.3 Filipina 7.8 
10. Banglades 3.2 Mesir 6.7
• Berdasarkan proses timbulnya DM dapat disimpulkan bahwa orang yg 
berisiko mengalami DM adalah mereka yang memiliki riwayat diabetes 
dari keluarga. 
• Pasien DM tipe 2 umumnya dewasa usia 40-an dan mengalami 
kegemukan (obesitas) dan tidak aktif dan jarang berolahraga. 
• Sedangkan pada diabetes melitus tipe 1 biasanya terdapat pada anak-anak 
dan remaja, salah satu penyebabnya adalah seringnya 
mengkonsumsi fast food. 
• Ibu yg melahirkan bayi dengan berat lebih dari 4 kg juga berisiko 
mengalami DM. 
• Apabila dipersentasekan berdasarkan jumlah penderita dengan jumlah 
penduduk, maka pada usia sebelum 20 tahun angka kejadian DM 
diperkirakan 0,19% dan diatas usia 20 tahun diperkirakan mencapai 
8,6%, sedangkan pada usia di atas 65 tahun 20,1 %.
6 
5 
4 
3 
2 
1 
0 
Prevalensi Diabetes Menurut Kelompok Umur 
(tahun), Indonesia 2013 (Riskesdas 2013) 
15 - 24 25 - 34 35 - 44 45 - 54 55 - 64 65 - 74 75+ 
DM Terdiagnosis DM Terdiagnosis / Gejala
2.5 
2 
1.5 
1 
0.5 
0 
Prevalensi Diabetes menurut jenis kelamin, 
Indonesia 2013 (Riskesdas 2013) 
Laki-Laki Perempuan 
DM Terdiagnosis DM Terdiagnosis / Gejala
3 
2.5 
2 
1.5 
1 
0.5 
0 
Prevalensi Diabetes menurut tingkat pendidikan, 
Tidak 
Sekolah 
Tidak 
Tamat SD 
Tamat SD Tamat SMP Tamat SMA Tamat D1- 
D3 / PT 
Indonesia 2013 (Riskesdas 2013) 
DM Terdiagnosis DM Terdiagnosis / Gejala
3 
2.5 
2 
1.5 
1 
0.5 
0 
Prevalensi Diabetes menurut jenis pekerjaan, 
Indonesia 2013 (Riskesdas 2013) 
DM Terdiagnosis DM Terdiagnosis / Gejala
• 8,4 juta orang pada tahun 2000 dan diperkirakan terus 
meningkat dari tahun ke tahun yaitu sebanyak 21,3 juta 
orang penderita diabetes mellitus. 
• Menurut Hasil Riskesdas 2013, prevalensi DM tertinggi 
berada pada daerah DI Yogyakarta (2,6%), DKI Jakarta 
(2,5%), Sulawesi Utara (2,4%), dan Kalimantan Timur 
(2,3%). 
• Sedangkan menurut tempat tinggal, prevalensi DM lebih 
banyak di daerah perkotaan daripada di pedesaan.
4 
3.5 
3 
2.5 
2 
1.5 
1 
0.5 
0 
Prevalensi Diabetes pada umur ≥18 tahun menurut provinsi, Indonesia 
2013 (Riskesdas 2013) 
DM Terdiagnosis DM Terdiagnosis / Gejala
3 
2.5 
2 
1.5 
1 
0.5 
0 
Prevalensi Diabetes menurut tempat tinggal, 
Indonesia 2013 (Riskesdas 2013) 
Perkotaan Pedesaan 
DM Terdiagnosis DM Terdiagnosis / Gejala
Sebagai suatu gangguan kesehatan, diabetes memberikan 
beban besar sebagai masalah kesehatan dengan melihat 
bahwa: 
• Gejala-gejala DM sendiri cukup banyak, luas dan berat. 
• DM merupakan penyakit yang sangat mudah ‘kerja 
sama’ dengan penyakit lain. 
• Jika DM memasuki tahap komplikasi, komplikasi DM 
dapat memasuki semua jalur sistem tubuh manusia.
• Penanggulangan: Diarahkan kepada upaya penurunan 
kejadian (incidence) atau terjadi kasus baru/pasien baru DM 
dengan menekankan upaya-upaya pencegahan tingkat awal. 
• Pencegahan: Diarahkan kepada upaya-upaya khusus 
sehingga kelompok risiko tidak jatuh menjadi DM baru. 
• Pengobatan: Diarahkan supaya penderita DM dapat 
mengakses pelayanan pengobatan, memilih dan memakai 
bentuk pengobatan yang sesuai dan patuh melakukan upaya 
pengobatan, makan obat sesuai dengan petunjuk klinis 
penyakitnya.
• Pencegahan Premordial kepada masyarakat yang sehat, 
untuk berperilaku positif mendukung kesehatan umum dan 
upaya menghindarkan diri dari risiko DM. 
• Promosi kesehatan, ditujukan kepada kelompok berisiko, 
untuk mengurangi atau menghilangkan risiko yang ada. 
• Pencegahan khusus, ditujukan kepada mereka yang 
mempunyai risiko tinggi untuk melakukan pemeriksaan atau 
upaya sehingga tidak jatuh ke DM. 
• Diagnosis awal, dilakukan dengan penyaringan (screening), 
yakni pemeriksaan kadar gula darah kelompok risiko.
• Pengobatan yang tepat, berbagai macam upaya dan 
pendekatan pengobatan terhadap penderita untuk tidak 
jatuh ke DM yang lebih berat atau komplikasi. 
• Disability limitation; pembatasan kecacatan yang 
ditujukan kepada upaya maksimal mengatasi dampak 
komplikasi DM sehingga tidak menjadi lebih berat. 
• Rehabilitasi, sosial maupun medis. Memperbaiki 
keadaan yang terjadi akibat komplikasi atau kecacatan 
yang terjadi karena DM.
Epidemiologi Diabetes Mellitus

Epidemiologi Diabetes Mellitus

  • 1.
    Kelompok 2: LinaMarlina Herlina Sri Wahyuni Shafa Nabilah Eka Puteri
  • 2.
    • Penyakit DiabetesMellitus (DM) yang juga dikenal sebagai penyakit kencing manis atau penyakit gula darah adalah golongan penyakit kronis yang ditandai dengan peningkatan kadar gula dalam darah sebagai akibat adanya gangguan sistem metabolisme dalam tubuh, dimana organ pankreas tidak mampu memproduksi hormon insulin sesuai kebutuhan tubuh.
  • 3.
    • Faktor utamapada diabetes ialah insulin, suatu hormon yang dihasilkan oleh sel khusus di pankreas. Insulin memberi sinyal kepada sel tubuh agar menyerap glukosa. Insulin, bekerja dengan hormon pankreas lain yang disebut glukagon, juga mengendalikan jumlah glukosa dalam darah. Apabila tubuh menghasilkan terlampau sedikit insulin atau jika tubuh tidak menanggapi insulin dengan tepat terjadilah diabetes.
  • 4.
    • Penyebab utamadiabetes di era globalisasi adalah adanya perubahan gaya hidup (pola makan yang tidak seimbang, kurang aktivitas fisik). Selain itu, adanya stress, kelainan genetika, usia yang semakin lama semakin tua dapat pula menjadi salah satu faktor penyebab timbulnya penyakit diabetes. • Penyakit ini dapat dicegah dengan merubah pola makan yang seimbang (hindari makanan yang banyak mengandung protein, lemak, gula, dan garam), melakukan aktivitas fisik minimal 30 menit setiap hari (berenang, bersepeda, jogging, jalan cepat), serta rajin memeriksakan kadar gula urine setiap tahun (Sinaga, 2003).
  • 5.
    • Diabetes MelitusTipe 1 • Diabetes Melitus Tipe 2
  • 6.
    • Diabetes tipe1 adalah diabetes yang bergantung pada insulin dimana tubuh kekurangan hormon insulin, dikenal dengan istilah Insulin Dependent Diabetes Mellitus (IDDM). • Hal ini disebabkan karena hilangnya sel beta penghasil insulin pada pulau-pulau Langerhans pankreas. • Diabetes tipe 1 banyak ditemukan pada balita, anak-anak dan remaja. • Diabetes Mellitus tipe 1 hanya dapat diobati dengan pemberian terapi insulin yang dilakukan secara terus menerus berkesinambungan.
  • 7.
    • Diabetes tipe2 adalah dimana hormon insulin dalam tubuh tidak dapat berfungsi dengan semestinya, dikenal dengan istilah Non-Insulin Dependent Diabetes Mellitus (NIDDM). • Hal ini dikarenakan berbagai kemungkinan seperti kecacatan dalam produksi insulin, resistensi terhadap insulin atau berkurangnya sensitifitas (respon) sel dan jaringan tubuh terhadap insulin yang ditandai dengan meningkatnya kadar insulin di dalam darah.
  • 8.
    DM Tipe 1DM Tipe 2 - Sel pembuat insulin rusak - Mendadak, berat dan fatal - Umumnya usia muda - Insulin absolut dibutuhkan seumur hidup - Bukan turunan - Lebih sering dari tipe 1 - Faktor turunan positif - Muncul saat dewasa - Biasanya diawali dgn kegemukan - Komplikasi jika tidak terkendali
  • 9.
    • DM Gestasional: diabetes karena dampak kehamilan • DM tipe lain : bisa berupa efek genetik fungsi insulin, efek genetik kerja insulin, infeksi, karena obat/kimiawi efek imunologis lain, sindrom genetik yang terkait DM.
  • 10.
    a. Gejala Klinis  Gejala khas • Banyak kencing (poliuria) • Banyak makan (poliphagia) • Banyak minum (polidipsia)  Gejala lain • Lemah, karena sel tidak bekerja dengan baik • Kulit mengering • Penderita menjadi kurus, karena banyak gula yang terbuang b. Gambaran Laboratorium • Gula darah sewaktu ≥ 200 mg/dl. • Gula darah puasa (tidak ada masukan makanan/kalori sejak 10 jam terakhir) > 126 mg/dl • Glukosa plasma 2 jam > 180 mg/dl
  • 11.
    Dalam masyarakat, merekayang termasuk kelompok risiko tinggi DM adalah: • Usia > 45 tahun. • Berat badan lebih (BBR > 110% atau IMT > 25 kg/m). • Hipertensi (> 140/90 mmHg). • Ibu dengan riwayat melahirkan bayi > 4000 gram. • Pernah diabetes sewaktu hamil. • Riwayat keturunan DM. • Kolesterol HDL < 35 mg/dl atau trigliserida > 250 mg/dl. • Kurang aktivitas fisik.
  • 12.
    Tabel Prevalensi KejadianDiabetes Melitus di beberapa negara pada tahun 2010 dan 2030 (WHO) No. Negara Tahun 2010 (juta) Negara Tahun 2030 (juta) 1. India 31.7 India 79.4 2. China 20.8 China 42.3 3. Amerika Serikat 17.7 Amerika Serikat 30.3 4. Indonesia 8.4 Indonesia 21.3 5. Jepang 6.8 Pakistan 13.9 6. Pakistan 5.2 Brazil 11.3 7. Federasi Rusia 4.6 Banglades 11.1 8. Brazil 4.6 Jepang 8.9 9. Italia 4.3 Filipina 7.8 10. Banglades 3.2 Mesir 6.7
  • 13.
    • Berdasarkan prosestimbulnya DM dapat disimpulkan bahwa orang yg berisiko mengalami DM adalah mereka yang memiliki riwayat diabetes dari keluarga. • Pasien DM tipe 2 umumnya dewasa usia 40-an dan mengalami kegemukan (obesitas) dan tidak aktif dan jarang berolahraga. • Sedangkan pada diabetes melitus tipe 1 biasanya terdapat pada anak-anak dan remaja, salah satu penyebabnya adalah seringnya mengkonsumsi fast food. • Ibu yg melahirkan bayi dengan berat lebih dari 4 kg juga berisiko mengalami DM. • Apabila dipersentasekan berdasarkan jumlah penderita dengan jumlah penduduk, maka pada usia sebelum 20 tahun angka kejadian DM diperkirakan 0,19% dan diatas usia 20 tahun diperkirakan mencapai 8,6%, sedangkan pada usia di atas 65 tahun 20,1 %.
  • 14.
    6 5 4 3 2 1 0 Prevalensi Diabetes Menurut Kelompok Umur (tahun), Indonesia 2013 (Riskesdas 2013) 15 - 24 25 - 34 35 - 44 45 - 54 55 - 64 65 - 74 75+ DM Terdiagnosis DM Terdiagnosis / Gejala
  • 15.
    2.5 2 1.5 1 0.5 0 Prevalensi Diabetes menurut jenis kelamin, Indonesia 2013 (Riskesdas 2013) Laki-Laki Perempuan DM Terdiagnosis DM Terdiagnosis / Gejala
  • 16.
    3 2.5 2 1.5 1 0.5 0 Prevalensi Diabetes menurut tingkat pendidikan, Tidak Sekolah Tidak Tamat SD Tamat SD Tamat SMP Tamat SMA Tamat D1- D3 / PT Indonesia 2013 (Riskesdas 2013) DM Terdiagnosis DM Terdiagnosis / Gejala
  • 17.
    3 2.5 2 1.5 1 0.5 0 Prevalensi Diabetes menurut jenis pekerjaan, Indonesia 2013 (Riskesdas 2013) DM Terdiagnosis DM Terdiagnosis / Gejala
  • 18.
    • 8,4 jutaorang pada tahun 2000 dan diperkirakan terus meningkat dari tahun ke tahun yaitu sebanyak 21,3 juta orang penderita diabetes mellitus. • Menurut Hasil Riskesdas 2013, prevalensi DM tertinggi berada pada daerah DI Yogyakarta (2,6%), DKI Jakarta (2,5%), Sulawesi Utara (2,4%), dan Kalimantan Timur (2,3%). • Sedangkan menurut tempat tinggal, prevalensi DM lebih banyak di daerah perkotaan daripada di pedesaan.
  • 19.
    4 3.5 3 2.5 2 1.5 1 0.5 0 Prevalensi Diabetes pada umur ≥18 tahun menurut provinsi, Indonesia 2013 (Riskesdas 2013) DM Terdiagnosis DM Terdiagnosis / Gejala
  • 20.
    3 2.5 2 1.5 1 0.5 0 Prevalensi Diabetes menurut tempat tinggal, Indonesia 2013 (Riskesdas 2013) Perkotaan Pedesaan DM Terdiagnosis DM Terdiagnosis / Gejala
  • 21.
    Sebagai suatu gangguankesehatan, diabetes memberikan beban besar sebagai masalah kesehatan dengan melihat bahwa: • Gejala-gejala DM sendiri cukup banyak, luas dan berat. • DM merupakan penyakit yang sangat mudah ‘kerja sama’ dengan penyakit lain. • Jika DM memasuki tahap komplikasi, komplikasi DM dapat memasuki semua jalur sistem tubuh manusia.
  • 22.
    • Penanggulangan: Diarahkankepada upaya penurunan kejadian (incidence) atau terjadi kasus baru/pasien baru DM dengan menekankan upaya-upaya pencegahan tingkat awal. • Pencegahan: Diarahkan kepada upaya-upaya khusus sehingga kelompok risiko tidak jatuh menjadi DM baru. • Pengobatan: Diarahkan supaya penderita DM dapat mengakses pelayanan pengobatan, memilih dan memakai bentuk pengobatan yang sesuai dan patuh melakukan upaya pengobatan, makan obat sesuai dengan petunjuk klinis penyakitnya.
  • 23.
    • Pencegahan Premordialkepada masyarakat yang sehat, untuk berperilaku positif mendukung kesehatan umum dan upaya menghindarkan diri dari risiko DM. • Promosi kesehatan, ditujukan kepada kelompok berisiko, untuk mengurangi atau menghilangkan risiko yang ada. • Pencegahan khusus, ditujukan kepada mereka yang mempunyai risiko tinggi untuk melakukan pemeriksaan atau upaya sehingga tidak jatuh ke DM. • Diagnosis awal, dilakukan dengan penyaringan (screening), yakni pemeriksaan kadar gula darah kelompok risiko.
  • 24.
    • Pengobatan yangtepat, berbagai macam upaya dan pendekatan pengobatan terhadap penderita untuk tidak jatuh ke DM yang lebih berat atau komplikasi. • Disability limitation; pembatasan kecacatan yang ditujukan kepada upaya maksimal mengatasi dampak komplikasi DM sehingga tidak menjadi lebih berat. • Rehabilitasi, sosial maupun medis. Memperbaiki keadaan yang terjadi akibat komplikasi atau kecacatan yang terjadi karena DM.