KONSEP PERAKITAN
KULTIVAR BARU
Tujuan: mahasiswa mengetahui
konsep perakitan varietas dan
hal-hal yang harus diperhatikan
dalam perencanaan kegiatan
pemuliaan tanaman
Pemuliaan tanaman
- proses panjang
- ketidakpastian
- tergantung pada faktor-faktor biotik,
abiotik dan ekonomi
efisien
jika konsep pemuliaan mantap dan
program dirancang dengan baik.
Tujuan pemuliaan
 masalah apa yang akan dipecahkan?
 Jawabannya bgmn areal lahan dan kondisi
lainnya.
 Jika peningkatan produksi:
perluasan areal (agroekologi berbeda)
dirakit kultivar adapted dengan kultur praktis dan iklim
berbeda.
Lahan terbatas  dikembangkan tanaman yang
berdaya hasil tinggi per unit areal.
Tujuan pemuliaan juga tergantung
 intensitas penggunaan lahan (proses produksi)
 kemajuan kultur teknis
Ex. sebuah proses produksi yang intensif
(pengolahan tanah baik, pupuk tinggi,
pengendalian hama-penyakit dan gulma intensif,
pemanenan mekanis kultivar berbeda proses
produksi yang tidak intensif (lahan tidak diolah,
pupuk alami, tidak disiangi dll.).
 kultivar yang mampu beradaptasi dilahan masam, kapur,
pasir, gambut, dan kegaraman semakin tinggi
 perbaikan lahan harus dilakukan
tanaman tahan dan kondisi lahan lebih baik berproduksi
tinggi
Contoh : Varietas barley berproduksi dengan pengairan air laut.
Gandum tahan di lahan basa dan tanah kadar Al tinggi
Varietas baru harus dapat diterima pasar/konsumen.
1. Kultivar mempunyai nilai gizi yang tinggi, tetapi sifat
seperti bau, rasa dan ketahanan angkut juga tidak kalah
penting.
2. Konsumen domestik biasanya mempunyai permintaan
yang berbeda dengan konsumen asing/daerah lain
- Beras pulen X kasar, rasa buah (manis X manis asam)
Jumlah penduduk yang meningkat
Nilai ekonomi produksi tidak dapat
diabaikan dari konsep pemuliaan
 Petani sulit menerima kultivar baru jika
memerlukan tambahan dana untuk
pemanenan, transportasi, pengendalian
organisme pengganggu, kecuali
 ada peningkatan keuntungan
BUDIDAYA KENTANG
‘MULSA PLASTIK’
Perancangan model sebuah
kultivar
Sebelum mengembangkan kultivar superior dari tetua yang ada
merancang program pemuliaan secara detail.
 apa yang akan dilakukan pada fase tertentu
 bagaimana hasil yang akan dihasilkan oleh idiotipe yang
diinginkan tersebut
Contohnya:
- bentuk babi yang diinginkan (panjang dan besar)
MacKey
 Kriteria efisiensi pemuliaan tanaman dengan
hasil tinggifotosintesis sebagai faktor pertama
Cara pengukuran laju fotosintesis & translokasi
asimilat di lapangan sulit
dipilih karakter morfologi yang berbeda
mencolok dan relevan dengan hasil di
lingkungan yang berbeda.
komponen hasil serealia: anakan, jumlah
spekelet, jumlah dan ukuran biji per spekelet 
mengestimasi pengaruh lingkungan dan genetik.
Model yang diinginkan
Tahun 1968 Dr. J. Donald
 mempresentasikan model gandum yang kate dengan
daun tegak, malai panjang berbulu, satu batang satu
bulir.
 Finlay (1968): tidak diperlukannya model kultivar karena
menyebabkan penurunan keragaman genetik secara
cepat. (kultivar dengan hasil tinggi dan beradaptasi luas
dapat dicapai dengan cara yang berbeda).
 Martinic (1973) menekankan perakitan kultivar
adaptabilitas genetik luas.
 Evans (1973) dan Blixt dan Vose (1984) mendukung
bahwa pemuliaan sebaiknya lebih mengarah ke konsep
adaptabilitas daripada konsep idiotipe.
 Kultivar beradaptasi luas diperlukan di negara dengan
wilayah beragam
pembuatan model
 tidak hanya digambarkan fenotipenya saja
 struktur genetiknya dispesifikasi
 lingkungan target yang akan digunakan
untuk memproduksi kultivar baru tersebut
 harus dipahami adalah fenotipe merupakan
ekspresi dari kerjasama genotipe dan
lingkungan tertentu.
Lihat
perkembangan
dari awal sampai
akhir
Gandum
prinsip-prinsip dalam prancangan kultivar:
 Menentukan sifat yang dihasilkan
(kerjasama genetik dan lingkungan).
 Menentukan sifat-sifat tanaman yang
berkaitan dengan hasil.
 Memperhatikan permintaan pasar.
Menentukan sifat yang dihasilkan
 Identifikasi faktor pembatas : temperatur
tinggi atau rendah, kering-basah, hama
penyakit dll.  mengatasi kendala
 Lingkungan yang dapat diperbaiki yaitu
kualitas lahan, irigasi, waktu tanam dll 
diperhitungkan agar ekspresi gen dan
hasil maksimal.
Sifat tanaman berkorelasi dgn hasil
 Donald (1968) menjelaskan keuntungan daun
tegakkerapatan tanam tergantung asitektur
cabang atau daun, tinggi tanaman, tingkat
keintensifan budidaya, resiko penyakit dll.
 monokultur dengan jarak rapat  kultivar dgn
kompetisi antar tanaman di dalam plot minimum.
tumpangsari: tinggi tanaman, posisi daun
tanaman yang lebih tinggi, pengaturan jarak
tanam untuk menghindari adanya saling
menaungi sehingga menurunkan fotosintesis 
diusahakan saling kompensasi sehingga
hasilnya optimal.
permintaan pasar.
 sifat tanaman yang diinginkan :
kualitas berkaitan rasa, warna, protein,
kadar minyak dan tahan angkutan dll
parameter utama dalam pemuliaan tanaman
 Tanaman dengan indeks panen tinggi atau biomasa
total. Gandum dulu indeks panen 20-30%  40%.
dipanen vegetatifnya tujuan utama biomasa
(rumputan, sayuran daun ).
 Pemuliaan untuk mendapatkan kanopi optimum. Ini
berkaitan dengan pemanfaatan cahaya matahari yang
optimum dan ketahanan terhadap temperatur rendah.
 Pemuliaan untuk mendapatkan tanaman dengan
aktivitas fotosintesis tinggi: indeks panen, sudut daun
(tegak), lama daun berfungsi
 Pemuliaan untuk penggunaan nutrisi yang efisien.
 Pemuliaan tanaman untuk potensi hasil tinggi melalui
komponen hasil.
Hal penting dalam merancang suatu model
tanaman
1. Apakah bahan yang tersedia memungkinkan untuk
mengembangkan variabilitas genetik yang diperlukan untuk
merealisasikan model tanaman yang dibuat?
2. Apakah populasi yang akan digunakan mengandung variabilitas
genetik yang cukup untuk menjamin kesuksesan rekombinasi
sifat yang dikehendaki.
3. Metode seleksi yang mana yang dapat digunakan untuk
mengekstraksi genotipe yang superior dan kemudian digunakan
untuk mengembangkan kultivar baru.
4. Komposisi genetik yang bagaimanakah yang akan menghasilkan
kultivar baru yang sesuai untuk lingkungan tertentu dan
dikehendaki pasar/konsumen (lini murni, sintetik, hibrida dll.)
5. Bagaimana pengujian lini, hibrida atau populasi terseleksi agar
genotipe yang terseleksi memang superior?. Tentukan rancangan,
tingkat budidayanya, lokasi dan lama penelitian
Pemilihan tetua
 Tetua harus mengandung gen target
 Diketahui pola pewarisannya
Konsep pemilihan tetua:
 Konsep varietas
 Konsep sifat
 Konsep gen

Mpt 2 konsep pembuatan varietas

  • 1.
    KONSEP PERAKITAN KULTIVAR BARU Tujuan:mahasiswa mengetahui konsep perakitan varietas dan hal-hal yang harus diperhatikan dalam perencanaan kegiatan pemuliaan tanaman
  • 2.
    Pemuliaan tanaman - prosespanjang - ketidakpastian - tergantung pada faktor-faktor biotik, abiotik dan ekonomi efisien jika konsep pemuliaan mantap dan program dirancang dengan baik.
  • 3.
    Tujuan pemuliaan  masalahapa yang akan dipecahkan?  Jawabannya bgmn areal lahan dan kondisi lainnya.  Jika peningkatan produksi: perluasan areal (agroekologi berbeda) dirakit kultivar adapted dengan kultur praktis dan iklim berbeda. Lahan terbatas  dikembangkan tanaman yang berdaya hasil tinggi per unit areal.
  • 4.
    Tujuan pemuliaan jugatergantung  intensitas penggunaan lahan (proses produksi)  kemajuan kultur teknis Ex. sebuah proses produksi yang intensif (pengolahan tanah baik, pupuk tinggi, pengendalian hama-penyakit dan gulma intensif, pemanenan mekanis kultivar berbeda proses produksi yang tidak intensif (lahan tidak diolah, pupuk alami, tidak disiangi dll.).
  • 5.
     kultivar yangmampu beradaptasi dilahan masam, kapur, pasir, gambut, dan kegaraman semakin tinggi  perbaikan lahan harus dilakukan tanaman tahan dan kondisi lahan lebih baik berproduksi tinggi Contoh : Varietas barley berproduksi dengan pengairan air laut. Gandum tahan di lahan basa dan tanah kadar Al tinggi Varietas baru harus dapat diterima pasar/konsumen. 1. Kultivar mempunyai nilai gizi yang tinggi, tetapi sifat seperti bau, rasa dan ketahanan angkut juga tidak kalah penting. 2. Konsumen domestik biasanya mempunyai permintaan yang berbeda dengan konsumen asing/daerah lain - Beras pulen X kasar, rasa buah (manis X manis asam) Jumlah penduduk yang meningkat
  • 6.
    Nilai ekonomi produksitidak dapat diabaikan dari konsep pemuliaan  Petani sulit menerima kultivar baru jika memerlukan tambahan dana untuk pemanenan, transportasi, pengendalian organisme pengganggu, kecuali  ada peningkatan keuntungan
  • 7.
  • 8.
    Perancangan model sebuah kultivar Sebelummengembangkan kultivar superior dari tetua yang ada merancang program pemuliaan secara detail.  apa yang akan dilakukan pada fase tertentu  bagaimana hasil yang akan dihasilkan oleh idiotipe yang diinginkan tersebut Contohnya: - bentuk babi yang diinginkan (panjang dan besar)
  • 9.
    MacKey  Kriteria efisiensipemuliaan tanaman dengan hasil tinggifotosintesis sebagai faktor pertama Cara pengukuran laju fotosintesis & translokasi asimilat di lapangan sulit dipilih karakter morfologi yang berbeda mencolok dan relevan dengan hasil di lingkungan yang berbeda. komponen hasil serealia: anakan, jumlah spekelet, jumlah dan ukuran biji per spekelet  mengestimasi pengaruh lingkungan dan genetik.
  • 10.
  • 11.
    Tahun 1968 Dr.J. Donald  mempresentasikan model gandum yang kate dengan daun tegak, malai panjang berbulu, satu batang satu bulir.  Finlay (1968): tidak diperlukannya model kultivar karena menyebabkan penurunan keragaman genetik secara cepat. (kultivar dengan hasil tinggi dan beradaptasi luas dapat dicapai dengan cara yang berbeda).  Martinic (1973) menekankan perakitan kultivar adaptabilitas genetik luas.  Evans (1973) dan Blixt dan Vose (1984) mendukung bahwa pemuliaan sebaiknya lebih mengarah ke konsep adaptabilitas daripada konsep idiotipe.  Kultivar beradaptasi luas diperlukan di negara dengan wilayah beragam
  • 12.
    pembuatan model  tidakhanya digambarkan fenotipenya saja  struktur genetiknya dispesifikasi  lingkungan target yang akan digunakan untuk memproduksi kultivar baru tersebut  harus dipahami adalah fenotipe merupakan ekspresi dari kerjasama genotipe dan lingkungan tertentu.
  • 13.
  • 14.
  • 15.
    prinsip-prinsip dalam prancangankultivar:  Menentukan sifat yang dihasilkan (kerjasama genetik dan lingkungan).  Menentukan sifat-sifat tanaman yang berkaitan dengan hasil.  Memperhatikan permintaan pasar.
  • 16.
    Menentukan sifat yangdihasilkan  Identifikasi faktor pembatas : temperatur tinggi atau rendah, kering-basah, hama penyakit dll.  mengatasi kendala  Lingkungan yang dapat diperbaiki yaitu kualitas lahan, irigasi, waktu tanam dll  diperhitungkan agar ekspresi gen dan hasil maksimal.
  • 17.
    Sifat tanaman berkorelasidgn hasil  Donald (1968) menjelaskan keuntungan daun tegakkerapatan tanam tergantung asitektur cabang atau daun, tinggi tanaman, tingkat keintensifan budidaya, resiko penyakit dll.  monokultur dengan jarak rapat  kultivar dgn kompetisi antar tanaman di dalam plot minimum. tumpangsari: tinggi tanaman, posisi daun tanaman yang lebih tinggi, pengaturan jarak tanam untuk menghindari adanya saling menaungi sehingga menurunkan fotosintesis  diusahakan saling kompensasi sehingga hasilnya optimal.
  • 18.
    permintaan pasar.  sifattanaman yang diinginkan : kualitas berkaitan rasa, warna, protein, kadar minyak dan tahan angkutan dll
  • 19.
    parameter utama dalampemuliaan tanaman  Tanaman dengan indeks panen tinggi atau biomasa total. Gandum dulu indeks panen 20-30%  40%. dipanen vegetatifnya tujuan utama biomasa (rumputan, sayuran daun ).  Pemuliaan untuk mendapatkan kanopi optimum. Ini berkaitan dengan pemanfaatan cahaya matahari yang optimum dan ketahanan terhadap temperatur rendah.  Pemuliaan untuk mendapatkan tanaman dengan aktivitas fotosintesis tinggi: indeks panen, sudut daun (tegak), lama daun berfungsi  Pemuliaan untuk penggunaan nutrisi yang efisien.  Pemuliaan tanaman untuk potensi hasil tinggi melalui komponen hasil.
  • 20.
    Hal penting dalammerancang suatu model tanaman 1. Apakah bahan yang tersedia memungkinkan untuk mengembangkan variabilitas genetik yang diperlukan untuk merealisasikan model tanaman yang dibuat? 2. Apakah populasi yang akan digunakan mengandung variabilitas genetik yang cukup untuk menjamin kesuksesan rekombinasi sifat yang dikehendaki. 3. Metode seleksi yang mana yang dapat digunakan untuk mengekstraksi genotipe yang superior dan kemudian digunakan untuk mengembangkan kultivar baru. 4. Komposisi genetik yang bagaimanakah yang akan menghasilkan kultivar baru yang sesuai untuk lingkungan tertentu dan dikehendaki pasar/konsumen (lini murni, sintetik, hibrida dll.) 5. Bagaimana pengujian lini, hibrida atau populasi terseleksi agar genotipe yang terseleksi memang superior?. Tentukan rancangan, tingkat budidayanya, lokasi dan lama penelitian
  • 21.
    Pemilihan tetua  Tetuaharus mengandung gen target  Diketahui pola pewarisannya
  • 22.
    Konsep pemilihan tetua: Konsep varietas  Konsep sifat  Konsep gen