Kesehatan dasar basic six atau 6 program pokok puskesmas yaitu

39,197 views

Published on

  • Be the first to comment

Kesehatan dasar basic six atau 6 program pokok puskesmas yaitu

  1. 1. Kesehatan dasar BASIC SIX atau 6 program pokok puskesmas yaitu:Promosi kesehatan.Kesehatan lingkungan.Pencegahan Pemberantasan Penyakit MenularKesehatan Keluarga dan ReproduksiPerbaikan Gizi masyarakatPenyembuhan Penyakit dan Pelayanan Kesehatan1. Promosi KesehatanA. PengertianPenyuluhan Kesehatan Masyarakat adalah upaya untuk memberikan pengalaman belajaratau menciptakan kondisi bagi perorangan, kelompok dan masyarakat, dalam berbagaitatanan, dengan membuka jalur komunikasi, menyediakan informasi, dan melakukanedukasi, untuk meningkatkan pengetahuan, sikap dan prilaku, dengan melakukanadvokasi, pembinaan suasana dan gerakan pemberdayaan masyarakat untuk mengenali,menjaga/memelihara, meningkatkan dan melindungi kesehatannya.B. TujuanTercapainya perubahan prilaku individu, keluarga dan masyarakat dalam membina danmemelihara prilaku sehat, serta berperan aktif dalam upaya mewujudkan derajatkesehatan yang optimal.C. Sasarana. Pelaksanaan posyandu dan Pembinaan kaderb. Penyuluhan Kesehatan- Penyuluhan dalam gedung- Penyuluhan luar gedungPenyuluhan kelompok :- Kelompok posyandu- Penyuluhan masyarakat- Anak sekolahPenyuluhan perorangan : PHNc. Perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS)d. Advokasi program kesehatan dan program prioritasKampanye program prioritas antara lain : vitamin A, narkoba, P2M DBD, HIV, malaria,diaree. Promosi kesehatan tentang narkobaf. Promosi tentang kepesertaan jamkesmasg. Pembinaan dana sehat/jamkesmas
  2. 2. 2. Kesehatan LingkunganA. PengertianBerdasarkan teori Blum, lingkungan merupakan salah satu faktor yang pengaruhnyapaling besar terhadap status kesehatan masyarakat di samping faktor pelayanankesehatan, faktor genetik dan faktor prilaku. Bahaya potensial terhadap kesehatan yangdiakibatkan oleh lingkungan dapat bersifat fisik, kimia maupun biologi.Sejalan dengan kebijaksanaan’Paradigma Sehat’ yang mengutamakan upaya-upayayang bersifat promotif, preventif dan protektif. Maka upaya kesehatan lingkungansangat penting.Semua kegiatan kesehatan lingkungan yang dilakukan oleh para staf Puskesmas akanberhasil baik apabila masyarakat berperan serta dalam pelaksanaannya harus mengikutsertakan masyarakat sejak perencanaan sampai pemeliharaan.B. TujuanTujuan UmumKegiatan peningkatan kesehatan lingkungan bertujuan terwujudnya kualitas lingkunganyang lebih sehat agar dapat melindungi masyarakat dari segala kemungkinan resikokejadian yang dapat menimbulkan gangguan dan bahaya kesehatan menuju derajatkesehatan keluarga dan masyarakat yang lebih baik.Tujuan Khusus1. Meningkatkan mutu lingkungan yang dapat menjamin masyarakat mencapai derajatkesehatan yang optimal2. Terwujudnya pemberdayaan masyarakat dan keikut sertaan sektor lain yangbersangkutan, serta bertanggung jawab atas upaya peningkatan dan pelestarianlingkungan hidup.3. Terlaksananya peraturan perundangan tentang penyehatan lingkungan danpermukiman yang berlaku.4. Terselenggaranya pendidikan kesehatan guna menunjang kegiatan dalampeningkatan kesehatan lingkungan dan pemukiman.5. Terlaksananya pengawasan secara teratur pada sarana sanitasi perumahan,kelompok masyarakat, tempat pembuatan/penjualan makanan, perusahaan dan tempat-tempat umum.C. KegiatanKegiatan-kegiatan utama kesehatan lingkungan yang harus dilakukan Puskesmasmeliputi:1. Penyehatan air2. Penyehatan makanan dan minuman3. Pengawasan pembuangan kotoran mannusia4. Pengawasan dan pembuangan sampah dan limbah
  3. 3. 5. Penyehatan pemukiman6. Pengawasan sanitasi tempat umum7. Pengamanan polusi industri8. Pengamanan pestisida9. Klinik sanitasi3. Pencegahan Pemberantasan Penyakit MenularA. Pengertian1. Penyakit MenularAdalah penyakit yang disebabkan oleh agent infeksi atau toksinnya, yang beraasal darisumber penularan atau reservoir, yang ditularkan/ ditansmisikan kepada pejamu (host)yang rentan.2. Kejadian Luar Biasa (KLB)Adalah kejadian kesakitan atau kematian yang menarik perhatian umum dan mungkinmenimbulkan kehebohan/ketakutan di kalangan masyarakat, atau menurut pengamatanepidemiologik dianggap adanya peningkatan yang berarti (bermakna) darikejadiankesakitan/kematian tersebut kepada kelompok penduduk dalam kurun tertentu.3. Wabah Penyakit MenularAdalah kejadian berjangkitnya suatu penyakit menular dalam masyarakat yang jumlahpenderitanya meningkat secara nyata melebihi dari keadaan yang lazim pada waktu dandaerah tertentu serta dapat mennnimbulkan malapetaka (U.U. No. 4 tahun 1984 tentangwabah penyakit yang mennular)4. Penanggulangan Kejadian Luar Biasa Penyakit Menular (P2M)Penanggulangan KLB penyakit menular dilaksanakan dengan upaya-upaya :a. Pengobatan, dengan memberikan pertolongan penderita, membangun pos-poskesehatan di tempat kejadian dengan dukungan tenaga dan sarana obat yang memadaitermasuk rujukan.b. Pemutusan rantai penularan atau upaya pencegahan misalnya, abatisasi pada KLB,DBD, Kaporisasi pada sumur-sumur yang tercemar pada KLB diare, dsb.c. Melakukan kegiatan pendukung yaitu penyuluhan , pengamatan/pemantauan(surveinlans ketat) dan logistik.5. Program PencegahanAdalah mencegah agar penyakit menular tidak menyebar didalam masyarakat, yangdilakukan antara lain dengan memberikan kekebalan kepada host melalui kegiatanpenyuluhan kesehatan dan imunisasi.6. Cara Peenularan Penyakit MenularDikenal beberapa cara penularan penyakit menular yaitu:a. Penularan secara kontak
  4. 4. b. Penularan melalui vehicle seperti melalui makanan dan minuman yang tercemarc. Pennularan melalui vektord. Penularan melalui suntikan, transfusi, tindik dan tato.7. Surveilans Evidemiologi Penyakit MenularAdalah suatu kegiatan pengumpulan data/informasi melalui pengamatan terhadapkesakitan/kematian dan penyebarannya serta faktor-faktor yang mempengaruhinyasecar sistematik, terus menerus dengan tujuan untuk perencanaan suatu program,mengevaluasi hasil program, dan sistem kewaspadaan dini. Secara singkat dapatdikatakan: Pengumpulan Data/Informasi Untuk Menentukan Tindakan (Surveillance ForAction).B. Program Pemberantasan Penyakit Menulara. Program imunisasib. Program TB paru dengan kegiatan penemuan penderita TBCc. Program malaria dengan angka insiden malaria (AMI)d. Program ISPA dengan frekuensi penemuan dan penaggulanganpneumoniae. Program diare meliputi frekuensi penanggulangan diaref. Program rabiesg. Program Surveilansh. Pemberantasan P2B2 demam berdarah4. Kesehatan Keluarga dan ReproduksiA. PengertianKesehatan Keluarga adalah wujud keluarga sehat, kecil bahagia dan sejahtra dari suamiistri, anak dan anggota keluarga lainnya (UU RI no 23 th 1992)Kesehatan Reproduksi adalah kesejahteraan fisik, mental dan sosial yang utuh. Bukanhanya bebas dari penyakit dan kecacatan, dalam segala aspek yang berhubungandengan sistem reproduksi, fungsi serta prosesnya.(WHO)B. TujuanTujuan UmumMeningkatkan kesadaran kemandirian wanita dan keluarganya dalam mengatur biologikkeluarga termasuk fungsi reproduksinya serta berperan serta aktif dalam mencegah danmenyelesaikan masalah kesehatan keluarga serta meningkatkan kualitas hidup keluargaTujuan Khusus1. Peran serta aktif wanita dan keluarganya dalam mencegah dan memecahkanmasalah kesehatan keluarga dan masalah reproduksi2. Memberikan informasi, edukasi terpadu mengenai seksualitas dan kesehatanreproduksi, manfaat dan resiko dari: obat, alat, perawatan, tindakan serta kemampuan
  5. 5. memilih kontrasepsi dengan tepat3. Melaksanakan pelayanan kesehatan reproduksi yang berkualitas4. Melaksanakan pelayanan kontrasepsi yang aman dan efektif5. Kehamilan dap persalinan yang direncanakan dan aman6. Pencegahan dan penanganan engguguran kandungan yang tidak dikehendaki7. Pelayanan infertilitas8. Informasi secara menyeluruh tentang pengaruh defisiensi hormon di usia lanjutpada usia lanjut penapisan masalah malignasiC. Kebijaksanaan Penyelenggaraan Pembinaan Kesehatan Keluarga dan ReproduksiSesuai dengan intervensi nasional penanggulangan masalah kesehatan reproduksi diindonesia berdasarkan rekomendasi strategi regional WHO untuk negara-negara AsiaTenggara, maka kegiatan pelayanan reproduksi adalah:1. Kesehatan Ibu Dan Anak2. Kesehatan Anak Usia Sekolah3. Kesehatan Remaja, termasuk pencegahan serta penanganan PMS (Penyakit Menularakibat Hubungan Seks, HIV/AIDS)4. Keluarga Berencana5. Kesehatan Usia Lanjut (Program Pengembangan Puskesmas)D. Indikator keberhasilanIndikator keberhasilan program di wilayah kerja dinilai dari:1. Angka Kematian Bayi2. Angka Kematian Ibu3. Prosentase Ibu Hamil Yang Mempunyai Berat Badan Dan Tinggi Yang Normal4. Prosentase Ibu Hamil Dengan Anemia5. Prosentase Balita Dengan Berat Badan Dan Tinggi Sesuai Umur Kesehatan ibu dan anakA. PengertianAdalah upaya kesehatan primer yang menyangkut pelayanan dan pemeliharaankesehatan ibu dalam menjalankan fungsi reproduksi yang berkualitas serta upayakelangsungan hidup, pengembangan dan perlindungan bayi, anak bawah lima tahun(BALITA) dan anak usia pra sekolah dalam proses tumbuh kembang.Prioritas pelayanan KIA dewasa ini adalah meningkatkan derajat kesehatan ibbu dananak dalam rangka menurunkan angka kematian ibu dan anak.Pelayanan KIA Puskesmas terdiri dari1. Pelayanan kesehatan asuhan kebidanan di wilayah Puskesmas2. Pelayanan kesehatan bagi bayi, balita dan anak pra sekolahB. TujuanTujuan Umum
  6. 6. Terciptanya pelayanan berkualitas denagn partisipasi penuh pengguna jasa dankeluarganya dalam mewujudkan bahwa setiap ibu mempunyai kesempatan yang terbaikdalam hal waktu dan jarak antar kehamilan, melahirkan bayi sehat yang aman dalamlingkungan yang kondusif sehat, denagn asuhan antenatal yang ade kuat, dengan giziserta persiapan menyusui yang baik.Tujuan Khususa. Memberikan pelayanan kebidanan dasar dan KIE kepada ibu hamil termasuk KBberupa pelayanan antenatal, pertolongan persalinan dan pelayanan nifas sertaperawatan bayi baru lahir.b. Memberikan pertolongan pertama penanganan kedaruratan kebidanan dan neonatalserta merujuk ke fasilitas rujukan primer (RS Dati II) sesuai kebutuhanc. Memantau cangkupan pelayanan kebidanan dasar dan penagganan kedaruratankebidanan neonatald. Meningkatkan kualitas pelayanan KIA secara berkelanjutane. Menumbuhkan, mengoptimalkan dan memelihara peran serta masyarakat dalamupaya KIAf. Memberikan pelayanan kesehatan neonatal esensial seluruh bayi baru lahir yangmeliputi usaha pernafasan spontan, menjaga bayi tetap hangat, menyusui dini daneksklusif, mencegah interaksi serta tata laksana neonatal sakitg. Melaksanakan pemeliharaan kesehatan kepada seluruh balita dan anak pra sekolahyang meliputi perawatn bayi baru lahir, pemeriksaan kesehatan rutin pemberianimunisasi dan upaya perbaikan gizih. Melaksanakan secara dini pelayanan program dan stimulasi tumbuh kembang padaseluruh balita dan anak pra sekolah yang melipui perkembangan motorik, kemampuanberbicara dan kognitif serta sosialisasi dan kemandirian anaki. Melaksanakan management terpadu balita sakit yang datang berobat ke fasilitasrawat jalan termasuk pelayanan pra rujukan dan tindak lanjutnyaC. SasaranAdalah ibu, bayi, balita, anak usia pra sekolah dan keluarga yang tinggal dan beraada diwilayah kerja Puskesmas serta yang berkunjung ke Puskesmas. Kesehatan Anak Usia SekolahA. PengertianUpaya terpadu lintas program dan lintas sektoral dalam rangka meningkatkan derajatkesehatan serta membentuk prilaku hidup sehat anak usia sekolah yang berada disekolah dan perguruan agamaAnak usia sekolah (7-21 tahun) sesuai proses tumbuh kembang di bagi 3 subkelompokyaitu:a. Pra- remaja (7-9 tahun)
  7. 7. b. Remaja (10-19 tahun)c. Dewasa Muda (20-21 tahun)B. TujuanTujuan UmumMeningkatkan derajat kesehatan peserta didik, sehingga memungkinkan pertumbuhandan perkembangan yang harmonis dan optimal dalam rangka pembentukan manusiaIndonesia seutuhnyaTujuan Khususa. Memiliki pengetahuan, sikap dan keterampilan untuk melaksanakan prinssip hidupsehat serta berpartisipasi aktif di dalam usaha peningkatan kesehatan sekolah,perguruan agama, di rumah tangga maupun di lingkungan masyarakatb. Memiliki daya hayat dan daya tangkal terhadap pengaruh buruk, penyalah gunaannarkotika dan bahan berbahaya, alkohol, rokok dan sebagainyac. Meningkatnya mutu dan jangkauan pelayanan kesehatan bagi peserta didik ddiksekolah dan diluar sekolahd. Terciptanya lingkungan kehidupan sehat di sekolahC. SasaranMasyarakat sekolah dari tingkat pendidik dasar sampai dengan tingkat pendidikanmenengah termasuk perguruan agama,beserta lingkungannya, serta perguruan tinggi(tingkat 1 dan 2) Kesehatan RemajaA. PengertianAdalah pembinaan yang meliputi perencanaan, penilaian, pembimbingan danpengendalian segala upaya untuk meningkatkan status kesehatan remaja danpeningkatan peran serta aktif remaja dalam perawatan kesehatan diri dan kesehaatankeluarga, dengan dukungan kerjasama lintas program dan lintas ssektoralB. TujuanTujuan UmumMeningkatnya kemampuan hidup sehat remaja sebagai unsur kesehatan keluarga, gunamembina kesehatan diri dan lingkungannya dalam rangka meningkatkan ketahanan diri,prestasi dan peran aktifnya dalam pembangunan nasionalTujuan Khususa. Meningkatkan pengetahuan remaja tentang perkembangan biologik yang terjadipada dirinyab. Menurunnya angka kehamilan dikalangan remajac. Menurunnya angka kematian bayi dan ibu akibat kehamilan remajad. Menurunnya angka kejadian Penyakit akibat hubungan seksual(PHS) di kalanganremaja
  8. 8. e. Meningkatnya peran serta aktif keluarga dan masyarakat dalam upaya pembinaankesehatan remaja.C. SasaranSasaran untuk wilayah Puskesmasa. Sasaran Remajai. Remaja berusia 10-19 tahun dan belum kawin dalam institusi pendidikan formal dannon formal di wilayah Puskesmasii. Remaja berusia 10-19 tahun dan belum kawin dalam kelompok pekerjaiii. Remaja berusia 10-19 tahun dalam kelompok masyarakat (Olahraga, Kesenian, PMIRemaja, Pramuka, Karang Taruna)b. Sasaran Pembina Remajai. Perkumpulan orang tua muridii. Pimpinan/supervisor/pembimbing kegiatan remajaiii. Pimpinan kelompok pekerja/industri yang beranggotakan remajac. Sasaran Pengelola Kegiatani. Pimpinan pengelola program/upaya pelayanan kesehatana.ii. Petugas Pelayanan Kesehatan Keluarga BerencanaA. PengertianAdalah upaya kesehatan primer yang menyangkut pelayanan dan pemeliharaankesehatan pasangan usia subur dalam menjalankan fungsi reproduksi yang berkualitas.Prioritas pelayanan KB dewasa ini adalah meningkatkan derajat kesehatan pasanganusia subur dan keluarganya dalam pengaturan kehamilan, baik jumlah dan waktukehamilan serta jarak antar kehamilan guna menurunkan angka kelahiran nasionalB. TujuanTujuan UmumAdalah terciptanya pelayanan yang berkualitas dengan penuh pengguna jasa pelayanandan keluarganya dalam mewujudkan bahwa setiap pasangan usia subur mempunyakesempatan yang terbaik dalam mengatur jumlah, waktu dan jarak antar kehamilanguna merencanakan dan mewujudkan suatu keluarga kecil, bahagia dan sejahtra.Tujuan Khususa. Memberikan pelayanan kontrasepsi yang berkualitas dan KIE kepada pasangan usiasubur dan keluarganyab. Memberikan pertolongan pertama/penanganan efek samping dan kegagalan metodekontrasepsi serta merujuk ke fasilitas rujukan primer (RS Dati II) sesuai dengankebutuhanc. Memantau cakupan pelayanan kontrasepsi dan kegagalan metoda kontrasepsid. Meningkatkan kualitas pelayanan KB secara berkelanjutan
  9. 9. e. Menumbuhkan, mengoptimalkan dan memelihara peran serta masyarakat dalamupaya KBf. Memberikan pelayanan kesehatan pasangan usia subur, calon pasangan usia subur,serta anggota keluarga yang lain dalam rangka meningkatkan kualitas kesehatan fungsireproduksinyag. Melaksanakan penanganan infentaris pasangan usia subur yang berkualitas danmerunjuk ke fasilitas rujukan primer sesuai dengan kebutuhanh. Melaksanakan managemen terpadu pelayanan kontrasepsi yang datang berobat kefasilitas rawat jalan termasuk pelayanan pra rujukan dan tindakan lanjutnyaC. Sasarana. Sasaran pelayanan KB adalah pasangan usia suburb. Calon pasangan usia suburc. Pasangan usia subur dengan wanita yang akan memasuki masa menoupausd. Keluarga yang tinggal dan berada di wilayah kerja Puskesmase. WUS yang datang pada pelayanan rawat jalan Puskesmas yang dalam faseintervensi pelayanan KB.5. Perbaikan Gizi masyarakatA. PengertianAdalah kegiatan untuk mengupayakan peningkatan status gizi masyarakat denganpengelolaan terkoordinasi dari berbagai profesi kesehatan serta dukungan peran sertaaktif masyarakatB. ProgramUpaya Perbaikan Gizi Puskesmas meliputi:1. Upaya Perbaikan Gizi Keluarga (UPGK)2. Upaya Perbaikan Gizi Institusi (UPGI)3. Upaya Penanggulangan Kelainan Gizi Yang Terdiri Dari:a. Pencegahan Dan Penanggulangan Gangguan Akibat Kekurangan Yodium (GAKY)b. Pencegahan Dan Penanggulangan Anemia Besi (AGB)c. Pencegahan Dan Penanggulangan Kurang Kalori Energi Protein (KEP) Dan KurangEnergi Kronis (KEK)d. Pencegahan Dan Penaggulangan Kekurangan Vitamin A (KVA)e. Pencegahan Dan Penaggulangan Masalah Kekurangan Gizi Mikro Lainf. Pencegahan Dan Penaggulangan Masalah Gizi Lebih4. Sistem Kewaspadaan Pangan Dan Gizi (SKPG)C. TujuanTujuan UmumMenanggulangi masalah gizi dan meningkatkan status gizi masyarakat
  10. 10. Tujuan Khusus1. Meningkatkan kemampuan dan peran serta masyarakat, keluarga dan seluruhanggotanya untuk mewujudkan prilaku gizi yang baik dan benarsesuai denagn giziseimbang2. Meningkatkan perhatian dan upaya peningkatan status gizi warga dari berbagaiinstitusi pemerintahan serta swasta3. Meningkatkan pengetahuan dan kemampuan petugas gizi/petugas Puskesmaslainnya dalam merencanakan, melaksanakan, membina, memantau dan mengevaluasiupaya perbaikan gizi masyarakat4. Terselenggaranya pelayanan gizi yang melibatkan partisipasi keluarga terhadappencegahan dan penanggulangan masalah kelainan gizi5. Terwujudnya rangkaian kegiatan pencatatan/pelaporan masalah gizi dantersedianya informasi situasi pangan dan gizi.D. SasaranSasaran upaya perbaikan gizi adalah kelompok-kelompok yang beresiko menderitakelainan gizi antara lain:1. Bayi, anak balita, anak pra sekolah dan anak usia sekolah2. Wanita Usia Subur (WUS) termasuk calon pengantin (cantin), ibu hamil, ibu nifas,ibu menyusui, dan usia lanjut (usila)3. Semua penduduk rawan gizi (endemik)4. Semua anak dan dewasa mempunyai masalah gizi5. Pekerja penghasilan rendah.6. Penyembuhan Penyakit dan Pelayanan Kesehatan1. Pelayanan Medik Rawat JalanA. PengertianAdalah pelayanan medik yang dilakukan oleh pelaksana pelayanan (dokter) baik secarasendiri ataupun atas koordinasi bersama dengan sesama profesi maupun pelaksanapenunjang pelayanan kesehatan lain sesuai dengan wewenangnya, untuk menyelesaikanmasalah kesehatan dan menyembuhkan penyakit yang ditemukan dari pengguna jasapelayanan kesehatan, dengan tidak memandang umur dan jenis kelamin, yang dapatdiselenggarakan pada ruang praktek.B. TujuanTujuan UmumTujuan pelayanan medik rawat jalan adalah terwujudnya pengguna jasa dankeluarganya yang partisipatif, sehat sejahtera, badan, jiwa, dan sosial yangmemungkinkan setiap anggota keluarga hidup produktif secara sosial dan ekonomidengan baik
  11. 11. Tujuan Khususa. Meningkatkan kemampuan dan peran serta masyarakat, keluarga dan seluruhanggotanya untuk mengatasi masalah kesehatannya sendiri, trutama melaluipeningkatan kesehatan dasar dan pencegahan penyakitb. Meningkatkan kesehatan ‘pengguna jasa pelayanan, dan komunikasi yang dilayanioleh Puskesmasc. Terselenggaranya pelayanan medik yang berkualitas serta melibatkan partisipasikeluarga terhadap perawatan untuk:i. Mengurangi penderitaan karena sakitii. Mencegah timbul dan berkembangnya penyakit ke arah kecacataniii. Memulihkan kesehatan fisik, psikis dan sosiald. Menurunnya angka morbidilitas penyakit di wilayah kerja Puskesmas.C. SasaranSasaran pelayanan medik rawat jalan yang diselenggarakan Puskesmas adalah semuaanggota masyarakat dengan tidak memandang umur, dan tidak membedakan stratasosial.2. Pelayanan Kedaruratan MedikA. PengertianAdalah pelayanan medik terdepan yang merupakan penatalaksanaan kecelakaan dankeadaan kedaruratan medik berkenaan dengan perubahan keadaan baik fisiologik,anatomik dan mental psikologikal dari pengguna jasa pelayanan, yang terjadimendadak, yang tindakan mengatasinya harus segera dilaksanakan di mulai dari tempatkejadian sampai dengan pelayanan medik untuk menyelamatkan kehidupan.B. TujuanTujuan pelayanan kecelakaan dan kedaruratan medik adalah memberikan pertolonganmedik segera dengan menyelesaikan masalah kritis yang ditemukan untuk mengambilfungsi vital tubbuh serta meringankan penderitaaan dari pengguna pelayanan.C. Prinsip KerjaPelayanan kedaruratan medik mempunyai prinsip-prinsip kerja khusus yang harusdilaksanakan, yaitu:a. Pertolongan harus cepat dan tepatb. Pertolongan harus memenuhi standar pelayanan tingkat primer, yaitu :i. Menstabilkan kondisi medik untuk evakuasi ke tempat rujukanii. Memperbaiki jalan nafas dan pernafasan spontan, agar terjaminnya oksigenasi yangadekuat ke seluruh tubuh terutama otakiii. Memperbaiki sirkulasi darahiv. Menghilangkan dan mengurangi rasa nyeriv. Melakukan tindakan invasif medik yang diperlukan
  12. 12. c. Memberikan informed consent kepada keluarga penderita3. Pelayanan Kesehatan Gigi dan MulutA. PengertianAdalah pelayanan gigi dan mulut yang dilakukan oleh pelaksana pelayanan medikataupun kesehatan yang berwenang dalam bidang kesehatan gigi dan mulut, yangdilaksanakan sendiri atau bersama menurut fungsinya masing-masing, ggunamengantisifasi proses penyakit gigi dan mulut dan permasalahannya secara keseluruhan,yang dapat dilaksanakan dalam prosedur pelayanan di kamar praktek dan denganpembinaan kesehatan wilayah setempat.Pelayanan kesehatan gigi dan mulut meliputi:a. Pelayanan kesehatan gigi dasar paripurna yang terintegrasi dengan program-program lain di Puskesmas adalah pelayanan kesehatan gigi esensial yang terbanyak dibutuhkan oleh masyarakat dengan mengutamakan upaya peningkatan dan pencegahanpenyakit gigi.b. Pelayanan kesehatan gigi khusus adalah upaya perlindungan khusus, tindakan,pengobatan dan pemulihan masalah kesehatan gigi dan mulut serta pelayanan asuhansistemik kesehatan gigi dan mulut.B. TujuanTujuan UmumTujuan pelayanan kesehatan gigi dan mulut adalah meningkatkannya partisipasi anggotamasyarakat dan keluarganya untuk bersama-sama mewujudkan tercapainya derajatkesehatan gigi dan mulut masyarakat yang optimalTujuan Khususa. Meningkatnya kesadaran, sikap dan prilaku masyarakat dalam kemampuanpemeliharaan diri di bilang kesehatan gigi dan mulut dalam mencari pertolongan sedinimungkinb. Meningkatkan kesehatan gigi pengguna jasa pelayanan, keluarga dankomunikasinyac. Terselenggaranya pelayanan medik gigi dan mulut yang berkualitas sertamelibatkan partisipasi keluarga terhadap perawatan untuk:i. Menghentikan perjalanan penyakit gigi dan mulut yang dideritaii. Terhindarnya/berkurangnya gangguan fungsi kunyah akibat kerusakan gigi danmulutiii. Mengurangi penderita karena sakitiv. Mencegah timbul dan berkembangnya penyakit ke arah kecacatanv. Memulihkan kesehatan gigi dan mulutd. Menurunnya prevelensi penyakit gigi dan mulut yang banyak diderita masyarakatterutama pada kelompok masyarakat yang rawan
  13. 13. C. SasaranKelompok rentan untuk mendapatkan pelayanan asuhan kesehatan gigi dan mulut yaitu:a. Anak sekolah dasar (upaya kesehatan gigi sekolah)b. kelompok ibu hamil dan menyusuic. Anak pra sekolahd. Kelompok masyarakat lain berpenghasilam rendahe. Lansia

×