• Share
  • Email
  • Embed
  • Like
  • Save
  • Private Content
jenis dan rancangan penelitian
 

jenis dan rancangan penelitian

on

  • 5,259 views

 

Statistics

Views

Total Views
5,259
Views on SlideShare
5,259
Embed Views
0

Actions

Likes
0
Downloads
157
Comments
0

0 Embeds 0

No embeds

Accessibility

Categories

Upload Details

Uploaded via as Microsoft PowerPoint

Usage Rights

© All Rights Reserved

Report content

Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
  • Full Name Full Name Comment goes here.
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Processing…
Post Comment
Edit your comment

    jenis dan rancangan penelitian jenis dan rancangan penelitian Presentation Transcript

    • JENIS DAN RANCANGAN PENELITIAN Thoufan Pratama, SKM http://thoufanpratama.blogspot.com thoufanpratama@gmail.com thoufanpratama@live.com
    • Jenis dan Desain Penelitian Desain eksploratif Desain Deskriptip Desain Cross Sectional Desain Case Control Desain Cohort
    • Desain eksploratif PRINSIP Jenis penelitian ini dimaksudkan untuk mengembangkan desain penelitian, merumuskan dan mengembangkn hipotesis penelitian, dimana arah penelitian itu sendiri belum jelas. SIFATStruktur desainnya luwes, masalah penelitiannya belum dirumuskan secara jelas.
    • Tujuan1. Melakukan pengembangan konsep yang lebih jelas.2. Menentukan prioritas masalah.3. Memperbaiki desain penelitian akhir4. Menghemat waktu dan biaya, terutama apabila masalahnya dianggap tdk penting.5. Mempelajari kelayakan suatu penelitian untuk dilaksanakan
    • Tehnik Eksplorasi Tujuan eksplorasi adalah melakukanpengumpulan data melalui berbagai cara, baik cara kuantitatif maupun cara kualitatif, dan jenis penelitian ini menekankan pada tehnik kualitatif.
    • Tehnik Kualitatif1. Depth interview.2. Pengamatan terhadap subyek.3. Film, foto dan rekaman video.4. Teknik proyeksi dan test psikologi.5. Studi kasus6. Etnografi jalanan (mempelajari bagaimana sub kelompok menggambarkan dan menstruktur dunianya padd tingkat jalanan)7. Interview8. Analisis dokumen9. Proxemics dan kinesics (mempelajari pemakaian ruang dan komunikasi gerakan tubuh)
    • Tehnik Kuantitatif Analisis data sekunder Survai pengalaman Kelompok fokus Desain dua tahapan
    • Analisis Data Sekunder Berbagai macam sumber informasi dapat digunakan pada analisis data sekunder, dan analisis data disini diarahkan untuk memperoleh informasi mengenai konsep dan hipotesis sesuai dengan judul penelitian. Sumber tersebut antara lain : Referensi Umum 1. Text book atau jurnal yg sehubungan dgn topik. 2. Encyclophedia. 3. Bibliografi.
    • Sumber Referensi Lain 1.Daftar pustaka pada subyek tunggal 2.Daftar pustaka pada subyek umum 3.Terbitan berkala 4.Thesis dan disertasi 5.Katalog perpustakaan dan atlas 6.Karya yang berkaitan dgn biografi 7.Terbitan dinas / Instansi 8.Kamus dan karya statistik
    • Survai PengalamanMencari orang-orang yang berpengalaman dalam bidangyang diteliti, dan pada orang inilah dipelajari mengenai :1.Pemikiran atau issue atau aspek penting dari subyek.2.Apa yang menjadi penting disekitar subyek.3.Menggunakan alat ukur (kuesioner) yang sangat luwes utk mencari :
    • a) Apa yang sedang dilakukanb) Apa yang telah dilakukan dimasa lalu dan gagalc) Pengaruh waktu pada perubahan tersebutd) Faktor yang berhubungan dengan perubahan yang terjadie) Kendala-kendala yang dihadapif) Bidang yang memerlukan prioritas
    • Kelompok Fokus1. Klp fokus terdiri dari 8-12 responden dan dipimpin oleh seorg moderator.2. Moderator menggunakan prinsip dinamika kelompok utk memfokus atau mengarahkan kelompok dalam; bertukar pikiran, perasaan, dan pengalaman yang cukup dimengerti mengenai topik.3. Hasilnya merupakan suatu produk baru atau konseo baru mengenai topik yg akan diteliti.4. Hasil akhir pembahasan adlh sejumlah pemikiran dan pengalaman, perilaku, disertai rekomendasi dari moderator.5. Hasilnya dipakai untuk pengujian secara kuatitatif.
    • Desain Dua TahapanTahapan pertamaMelakukan penjejakan awal sebelum tahapan kedua dilakukanTahapan kedua1. Merumuskan masalah penelitian dgn jelas2. Mengembangkan desain penelitian3. Penelitian berakhir bila peneliti merasa yakin bahwa: a. Telah menemukan penyebab yg dianggap berrmasalah b. Telah dipelajari hipotesis lain yang tidak relevan c. Kemungkinan penelitian ditutup karena dianggap tidak penting
    • Ke DesainDeskriptif,,,
    • Desain Deskriptif PRINSIPJenis penelitian ini dirancang untuk menghasilkan informasitentang keadaan nyata yg peristiwanya telah selesai, atau sementara berlangsung TUJUAN Untuk melakukan identifikasi sifat suatu keadaan yg peristiwanya telah selesai, atau sementara berlangsung pada saat penelitian dilakukan, tanpa mempersoalkan hubungan/pengaruh antar sebab dan akibat yang terjadi
    • Desain Deskriptif DefinisiIalah kegiatan yg dilakukan utk mengumpulkan data, pada peristiwa yang telah selesai atau peristiwa yg sedang berlangsung dgn maksud utk melakukan deskripsi karakteristik umum dan khusus variabel penelitian untuk menjawab pertanyaan penelitian. ( Travers, 1978; Gay, 1976 )
    • Desain Deskriptif Sifat1. menentukan / atau melaporkan keadaan sekarang.2. tidak dapat mengontrol keadaan yang telah terjadi.3. tidak dapat mengontrol keadaan yang sedang terjadi.4. Mengukur apa yang telah atau sedang berlangsung.
    • Desain DeskriptifSumber Informasi Melalui Quesioner Melalui Interview Melalui Observasi Dikatakan observasi apabilapengamatan dipusatkan pada perilaku subyek (Helmstadler)
    • Desain Deskriptif Keuntungan1. Dapat digunakan secara luas pada berbagai jenis penelitian2. Sangat baik untuk menyebarluaskan informasi atau menciptak hubungan masyarakat3. Sangant cocok untuk penelitian yang menggunakan standar ukuran normatif berdasarkan hal-hal umum
    • Desain Deskriptif Perlu diperhatikan1.Perlu memastikan bahwa didalam menggambarkankelompok individu didalam populasi maka : * Bukan saja sifat umum partisipan dimasukkantetapi juga sifat uniknya. * Bila sifat unik gagal dimasukkan maka hasil yangdiperoleh tidak reliable.2.Tujuan umum penelitian ini adalah : * Memudahkan peramalan * Cikal bakal penelitian analitik * Memudahkan mengontrol berbagai perilaku3. Dalam prosedurnya perlu statistik
    • Desain Deskriptif PRINSIP Mengukur gejala yang ada ( telah terjadi atau sedang berlangsung )tanpa menyelidiki sebab munculnya gejala tersebut.
    • Desain Deskriptif Sifat1.Data yang diperoleh bukan hasil perlakuan peneliti.2.Tidak menerangkan hubungan / pengaruh sebab akibat dari variabel yang diteliti.3.Penekanannya kearah pencarian informasi variabel secara utuh dan bukan informasi tentang individu.
    • Desain Deskriptif Prinsip Desain1. Tetapkan judul dan subyek penelitian .2. Identifikasi variabel penelitian.3. Lakukan pengukuran variabel.4. Lakukan analisis hasil penelitian.
    • Desain Deskriptif Judul dan subyekJudul• Singkat, jelas, dan tegas, ( umumnya terdiri dari 6 – 10 kata ) .• Isi judul menggambarkan : 1. Maksud dan tujuan penelitian 2. Jenis subyek penelitian 3. Variabel yang terlibat dalam penelitian
    • Desain Deskriptif Subyek penelitianAdalah unit yang membentuk sampel, padanya melekat semua variabel penelitian.Jenis subyek penelitian1. Individu2. Kelompok individu3. Lingkungan4. Obyek tertentu5. Kombinasi
    • Desain Deskriptif Identifikasi VariabelTujuan identifikasi :1. Mengenal dimensi variabel2. Mengenal karakteristik variabel : - Karakteristik umum - Karakteristik khususContoh judul :1. Studi kualitas air limbah Rumah sakit2. Faktor-faktor yang berhubungan dengan keteraturan berobat penderita kusta
    • Desain DeskriptifKarakteristik Umum Limbah RS :• SPAL RS• Pengelolaan limbah RSKarakteristik Khusus Limbah RS1. Fisik - Bau, suhu, warna, kekeruhan.2. Kimiawi - pH ( besi, mangan terlarut ) - Nitrat, nitrit, amoniak, BOD, COD.3. Biologis - Bentos, plakton
    • Desain Deskriptif Pengukuran variabelPengukuran variabel dilakukan dengan alat ukur yangtelah disusn berdasarkan 1.Dimensi yang menyusun variabel. 2.Telah diuji validitas, reliabilitasnya. 3.Telah duji coba lapangan Cara ukur dengan menggunakan : 1.Kuesioner 2.Interview 3.Observasi
    • Desain Deskriptif Analisis VariabelAnalisis variabel dalam bentuk :1.UnivariatData kategori dan data numerik - Nilai tengah - Nilai sebar - Bilangan relatif2. Bivariat - Tabulasi - Analisis persentase variabel
    • Ke Desain
    • Desain Cross Sectional Prinsip Dirancang untuk melakukan analisis data yang sifatnya telah terjadi atau sedang berlangsungdalam populasi penelitian, dengan model analisis secara deskriptif atau model hubungan sebab akibat. Sedangkan pelaksanaan pengukuran dilakukan sesaat (Point time) .
    • Desain Cross Sectional Sifat1. Data yang diperoleh sifatnya sesaat,peneyebab maupun akibat diukur secarasimultan.2. Penyebab dapat berada bersama-samapada saat pengukuran akibat, tetapi dapatjuga diluar waktu pengukuran.3. Model analisis variabel, adalah univariat,bivariat atau multivariat.
    • Desain Cross SectionalSistematika Rancangan1. Teatapkan judul dan subyek penelitian2. Identifikasi variabel penelitian3. Pengukuran variabel4. Analisis hasil penelitianJudul Penelitian1. Singkat, jelas, dan tegas (umumnya terdiri dari 6-10 kata)2. Isi judul menggambarkan : Jenis variabel terlihat Hubungan variabel Tipe hubungan variabel Maksud dan tujuan penelitian
    • Desain Cross Sectional Subyek PenelitianAdalah unit yg membentuk sampel dalampopulasi, dan unit inilah melekat semua varibelyg akan diobservasi. Adapun sifat subyek iniadalah : 1.Individu 2.Kelompok individu (masyarakat) 3.Lingkungan 4.Obyek tertentu 5.Kombinasi
    • Desain Cross Sectional Perlu diperhatikan :1. Upayakan agar variabel independen variabilitasnya cukup besar sehingga efeknya pada variabel dependen menjadi lebih nyata.2. Upayakan agar variabilitas variabel luar sangat minimum sehingga tidak mengganggu pengaruh / hubungan variabel utama.
    • Desain Cross Sectional Identifikasi VaribelIdentifikasi semua jenis variabel yg terlibat dalam penelitian secara cermatTetapkan mana variabel independen dan mana variabel dependen yg terlibatdalam penelitian dan yg tdk terlibat dalam penelitianTetapkan variabel independen lain yg mungkin berpengaruh tetapi tdkdimasukkan dlm penelitian ini beserta alasannya.Tetapkan dimensi yg menyusun variabel utama dan variabel tambahan baikyg berpengaruh langsung maupun yg tdk berpengaruh langsung
    • Desain Cross Sectional Pengukuran variabel1. Buat definisi operasional dari definisi konsep variabel yg diteliti.2. Buat instrumen pengukuran  Pemilihan alat ukur yg tepat  Pengembangan alat ukur  Pemilihan cara pengukuran  Pengembangan cara pengukuran3. Lakukan pengukuran variabel Kuesioner Interview Observasi
    • Desain Cross Sectional
    • Desain Cross Sectional Kelebihannya1. Memungkinkan penggunaan populasi masyarakat umum2. Desain relatif mudah, murah, dan hasilnya cepat3. Dapat dipakai untuk meneliti banyak variabel4. Tidak terancam dengan loss to follow up5. Dapat dimasukkan sebagai tahap awal dari penelitian kohor atau eksperimen6. Dapat digunakan sebagai tahap awal utk penelitian yg lebih konklusif
    • Desain Cross Sectional Kelemahannya1. Lemah dalam menentukan hubungan sebab dan akibat oleh karena variabel independen dan dependen diambil secara bersama.2. Lebih banyak menjaring subyek yg mempunyai prevalensi masa sakit yg panjang daripada yg pendek3. Membutuhkan subyek yg cukup besar4. Tidak menggambarkan perjalanan penyakit5. Tidak praktis untuk kasus yang jarang6. Dapat terjadi recall bias
    • Ke Desain Case
    • Desain Case Control PengertianAdalah rancangan studi epidemiologi ygmempelajari hubungan antara PAPARAN danPENYAKIT, dengan cara membandingkanantara kelompok kasus dengan kelompokkontrol berdasarkan STATUS PAPARANNYA.
    • Desain Case Control Ciri Kasus Kontrol1. Pemilihan subyek didasarkan atas status penyakit, utk kemudian diamati secara retrospektif apakah subyek mempunyai riwayat terpapar dgn faktor pemapar atau tidak.2. Subyek yg terpapar dinyatakan sebagai kasus “ berupa insidensi yg muncul dalam satu populasi.3. Subyek yg tdk terpapar dinyatakan sbg “ Kontrol “ yg dicuplik secara acak dari populasi yg berbeda dgn populasi asal kasus.4. Sifat populasi kasus dan kontrol hendaknya setara
    • Desain Case Control Sifat desain case control RetrospektifApabila klasifikasi subyek dibuat (ditetapkan) pada waktu MULAI atau SEDANG mengalami akibat paparan pada saat penelitian dimulai.
    • Desain Case Control
    • Desain Case Control Sifat desain case control Prospektif Apabila klasifikasi subyek dibuat(ditetapkan) pada waktu akibat paparan TELAH TERJADI dan masih akan berlangsung terus sampai masa akan datang
    • Desain Case Control
    • Desain Case Control (Kelemahan & Kekuatan)Kekuatan1. Relaitf murah dan mudah dilakukan2. Cocok untuk penyakit dengan periode prevalen yg panjang3. Karena subyek dipilih berdasarkan status penyakit, → ada keleluasaan peneliti menetukan ratio sampel kasus dan kontrol yang optimal4. Dapat meneliti pengaruh sejumlah paparan terhadap sejumlah penyakit
    • Desain Case Control (Kelemahan & Kekuatan)Kelemahan1. Alur metodologi inferensi kausal bertentangan dgn logika eksperimen klasik (anti logic)2. Tidak efisien untuk mempelajari paparan-paparan yang langkah3. Tidak dapat dihitung laju insidensi (kecepatan kejadian penyakit)4. Tidak mudah memastikan hubungan temporal antara paparan dan penyakit.
    • Desain Case Control Matching = PencocokanAdalah pemilihan serangkaian subyek untuk kelompokpembanding sedemikian rupa sehingga kelompokpembanding memiliki distribusi sejumlah faktor perancupotensial yang sama atau serupa dengan kelompok yangdibandingkan.
    • Desain Case Control [ Penentuan Subyek Penelitian ]Ada tiga hal pokok yang perlu diperhatikanialah: 1. Kriteria diagnosis 2. Populasi sumber kasus 3. Jenis data penyakit
    • Desain Case Control Kriteria DiagnosisBuat definisi operasional dari kasussejelas mungkin untuk menghindari terjadinya “ Bias Misklasifikasi “
    • Desain Case Control Pertimbangan dalam menentukan kasus adalah :• Pakai kasus insidens (baru). Bila kasus prevalens (baru + lama) terjad “Bias Neyman [ perjalanan penyakit yang singkat / mortalitas sangat tinggi tidak terdeskripsi dalam populasi.]• Tempat pengumpulan kasus di RS “ terjadi bias Berkson” [kasus yg berobat di RS, tdk sama dgn yg tidak berobat di RS.]• Waktu diagnosis [ yakin bahwa distribusi faktor resiko terjadi sebelum timbulnya penyakit. ]
    • Desain Case Control Sumber Kasus 1. Rumah Sakit ( Hospital base )2. Populasi / masyarakat / komunitas ( population base ).
    • Desain Case Control [ Keuntungan RS ]1. Praktis dan murah2. Bias recall kurang terjadi3. Kasus lebih kooperatif [ Kerugiannya ]1. Terjadi bias sentrifital dan akses diagnostil ( Bias karena faktor freferensi / penggunaan RS ) [ Keuntungan populasi ]1. Tidak terjadi bias karena pemilihan RS2. Karena populasi tergambar
    • Desain Case Control Alternatif Pemilihan Kontrol Karakter populasi sumber kasus Komparabilitas kasus dan kontrol Pertimbangan praktis & ekonomis
    • Desain Case Control Sifat Kontrol : Tidak perlu mencerminkan karakter populasi kasus Kontrol dipilih dari individu yg memiliki karakter yg serupa dgn populasi kasus Jenis populasi kontrol adalah : 1. Rumah Sakit 2. Populasi umum 3. Tetangga 4. Teman 5. Kerabat keluarga
    • Desain Case Control Besar sampel yang akan ditarik ditentukan oleh :• Besarnya densitas distribusi faktor resiko pada populasi [ f ]• Rasio odds terkecil yg dianggap bermakna [ R ] atau resiko relatif (RR)• Derajat kemaknaan ( kesalahan tipe I, atau alpha ) dan kekuatan (power = 1 betha ) yg diinginkan [ dari 1 persen sampai 10 persen ]• Rasio antara kasus dengan kontrol• Apakah pemilihan kontrol dilakukan dengan matching atau tidak
    • Desain Case Control Pendekatan Yg Digunakan untuk sampel Ialah :1. Menggunakan rumus sampel dengan menggunakan parameter sbg berikut :  Nilai [ f ] ialah perkiraan besarnya paparan dalam masyarakat  Nilai [ R ] ialah perkiraan besarnya resiko relatif ( RR )  Nilai [ q ] yang diperoleh dari nilai 1 – p2. Menggunakan tabel yg telah disimulasi melalui komputer
    • Desain Case ControlBesarnya sampel pd penelitian kasus kontrol diperoleh dgnmenggunakan rumus sbg berikut : { 1,96 √ 2u ( 1 - u ) + 0,842 √ f ( 1 – f ) + pq }² n = ---------------------------------------------------------------- ( f – p )² r = perkiraanDimana, besarnya R paparan diu = ½ x f ( 1 + ------------------- ) masyarakat 1+f(R–1) R = perkiraan besarnya relative R risk p = f x ------------------------ 1 + f (R–1) q=1-p
    • Ke Desain Cohort,,,
    • Desain Case Cohort Adalah rancangan studi epidemiologi yang mempelajari hubungan antara paparan dan penyakit, dengan cara membandingkan kelompokterpapar dengan kelompok tidak terpapar “ status penyakit “
    • Desain Case Cohort Ciri Studi Kohort1. Pemilihan subyek didasarkan atas status paparannya, untuk kemudian diamati apakah didalam perkembangannya subyek mengalami penyakit yang diteliti atau tidak.2. Memungkinkan perhitungan laju insidensi ( ID ) dari masing-masing kelompok studi.3. Peneliti hanya mengamati dan mencatat paparan dan penyakit, dan tidak dengan sengaja mengalokasikan paparan
    • Desain Case Cohort Studi Kohort Retrospektif Apabila paparan telah terjadi sebelumpeneliti memulai penelitiannya. Disebutjuga sebagai “Studi prospektif historikatau Historical Prospektive” (Mausner dan Kramer )
    • Desain Case Cohort
    • Desain Case CohortStudi Kohort ProspektifApabila paparan sedang atauakan berlangsung pada saat penelitian dimulai.
    • Desain Case Cohort
    • Desain Case Cohort Studi Kohort Ambispectif Adalah perpaduan antara ciri kohortretrospektif dengan kohort prospektif.
    • Desain Case Cohort (Kekuatan dan kelemahan) Kekuatan1. Sesuai dengan logika eksperimen dalam membuat inferensi kausal → penelitian dimulai dengan menentukan penyebab ( anteseden ) diikuti dengan akibat ( konsekuen ).2. Dapat dihitung laju insidensi.3. lebih cocok untuk meneliti paparan yang langka ( mis faktor lingkungan ).4. Memungkinkan untuk mempelajari sejumlah efek secara serentak dari sebuah paparan.5. Kemungkinan terjadinya bias seleksi kurang.6. Karena bersifat observasional maka tidak ada subyek yang sengaja dirugikan karena itdak mendapat terapi yang bermanfaat.
    • Desain Case Cohort (Kekuatan dan kelemahan) Kelemahan1. Mahal dan butuh waktu lama.2. Tidak efisien dan prakris untuk mempelajari penyakit yang langkah.3. Ancaman drop out cukup besar.4. Karena sebab telah ditentukan sebelumnya maka tidak cocok untuk merumuskan hipotesis tentang faktor etiologi lainnya untuk penyakit itu.
    • Desain Case Cohort ( Kelompok terpapar )Ketentuan subyek1. Bebas dari penyakit yang diteliti.2. Subyek maupun kontrol dapat berasal dari satu populasi atau dua populasi yang tidak terpapar penyakit yang diteliti.3. Peneliti itdak boleh terpengaruh oleh status paparan penyakit (Bias misklasifikasi differential).
    • Desain Case Cohort Populasi umum dengan keadaan sebagai berikut:- Prevalensi paparan pada populasi cukup tinggi.- Mempunyai batas geografis yang jelas.- Secara demografik stabil- Tersedia catatan demografik yang lengkap.• Populasi khusus dengan keadaan :- Prevalensi paparan dan keajadian penyakit pada populasi umum rendah.- Mudah memperoleh informasi yang akurat.
    • Desain Case Cohort (Memilih Control) ( Kelompok tidak terpapar ) Sumber dari kontrol1. Populasi kohort ( terpapar ) .2. Populasi umum.3. Populasi asal kelompok terpapar.
    • Desain Case Cohort Perhitungan sampel Pendekatan yang digunakan* Dihitung pada studi kohort dengan pembanding eksternal (studi kohort ganda )• Dihitung pada studi kohort dengan pembanding internal (studi kohort tunggal)
    • Desain Case Cohort (Pembanding Internal) Perkiraan pasien yang akan terpapar faktor resiko dapat dihitung bila :• Insidens efek pada kelompok dengan faktor resiko = P1.• Insidens efek pada kelompok tanpa faktor resiko = P2.• Maka resiko relatif [ RR ] = P1 / P2 .• Bila RR diketahui, P1 diketahui maka P2 dapat dihitung ( P2 = P1 / RR ) .• Bila RR diketahui, P2 diketahui maka P1 dapat dihitung ( P1 = RR x P2 )
    • Desain Case Cohort JENIS PERHITUNGAN SAMPELEstimasi interval kepercayaan resiko relatif• Dibutuhkan 3 informasi utama yakni : - Perkiraan proporsi efek pada kelompok kontrol P2 [ dari pustaka ]. - Resiko relatif yang bermakna secara klinis, RR ( clinical judgmen ) - Dari keduanya diatas dpt dihitung proporsi efek pada klmpk studi P1. - Tingkat ketepatan relatif yg dikehendaki, “e” [ ditetapkan peneliti ]. - Tingkat kemaknaan, ‘α‘ [ ditetapkan peneliti ].
    • Desain Case Cohort JENIS PERHITUNGAN SAMPELRumus yang digunakan Zα² ( Q1/P1 + Q2/P2 ) n1 = n2 = -------------------------------------- [ In ( 1 – e ) ]Catatan : Q1 = ( 1- P1 ) ; Q2 = ( 1- P2 )
    • Desain Case Cohort Uji hipotesis terhadap resiko relatif• Informasi yang diperlukan- Proporsi efek pada kelompok tanpa faktor resiko, P2 [ dari pustaaka ]- Resiko relatif yang dianggap bermakna secara klinis ( clinical Judgment ).- Dari point 1 dan 2 dapat dihitung P1 dan P2 yakni ½ ( P1 + P2 ).- Zα [ ditetapkan peneliti ]- Zβ [ ditetapkan peneliti ]
    • Desain Case Cohort Uji hipotesis terhadap resiko relatif• Rumus yang digunakan ( Zα √ 2PQ + Zβ √ P1Q1 + P2Q2 )² n1 = n2 = ----------------------------------------------------------- ( P1 – P2 )²
    • Ke Desain Studi Kasus,,
    • Desain Studi Kasus PengertianAdalah studi secara terinci tentang seluruh phenomena, atau pengalaman yang terdapat padaunit dalam kurun waktu tertentu.
    • Desain Studi Kasus Makna UnitTerminologi unit dalam penelitian studi kasus bermaknasebagai berikut :1. Individu ( penderita penyakit tertentu ) .2. Sekelompok orang ( perkumpulan atau keluarga ) .3. Suatu kelas orang ( para professor, para pejabat, dll ) .4. Suatu unit ekologis ( rukun tetangga, atau komunitas ) .5. Suatu unit budaya ( sebuah peragaan atau lembaga )
    • Desain Studi Kasus Prinsip1. Melakukan penyelidikan secara mendalam dan melakukan pemeriksaan secara menyeluruh terhadap tingkah laku unit.2. Melakukan observasi terhadap “ perubahan tingkah laku “ manakala unit tersebut menyesuaikan diri, dan memberi reaksi terhadap lingkungannya .
    • Desain Studi Kasus Prinsip1. Melakukan identifikasi semua varianel penting yang mempunyai sumbangan terhadaap riwayat atau pengembangan subyek ( mengumpulkan data mengenai pengalaman masa lampau dan keadaan sekarang dari individu tersebut, termasuk lingkungannya ) .2. Melakukan identifikasi semua jenis / tipe hubungan variabel antara satu dengan lainnya.
    • Desain Studi KasusKelebihan penelitian studi kasusPengumpulan datanya menggunakan cara yang lebih lues. - Interview - Kuesioner - Pengamatan - Dlldapat digunakan dalam analsis pendalaman terhadapberbagai situasi sosial yang spesifik.
    • Desain Studi KasusKelebihan penelitian studi kasus Keluesan studi kasus menjangkau dimensi yang sesungguhnya dari topik yang diselidiki. Penekanannya terutama pada kesaksamaannya dalam menyelidiki berbagai aspek “ individu atau sosial “ . Dapat dilaksanakan secara praktis didalam banyak lingkungan sosial.
    • Wassalam…,