• Share
  • Email
  • Embed
  • Like
  • Save
  • Private Content
Sistim pendidikan nasional
 

Sistim pendidikan nasional

on

  • 3,388 views

 

Statistics

Views

Total Views
3,388
Views on SlideShare
3,386
Embed Views
2

Actions

Likes
1
Downloads
89
Comments
0

1 Embed 2

http://rinoarpa20.blogspot.com 2

Accessibility

Categories

Upload Details

Uploaded via as Microsoft PowerPoint

Usage Rights

© All Rights Reserved

Report content

Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
  • Full Name Full Name Comment goes here.
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Processing…
Post Comment
Edit your comment

    Sistim pendidikan nasional Sistim pendidikan nasional Presentation Transcript

    • BAB VII SISTIM PENDIDIKAN NASIONAL DI SUSUN OLEH: RINO ARPA
    • Sistem pendidikan nasional adalah keseluruhan komponen pendidikan yang saling terkait secara terpadu untuk mencapai tujuan pendidikan nasional. UUSPN dari No. 2 tahun 1989 diganti UU No. 20 tahun 2003, dilakukan dalam rangka memperbarui visi, misi dan strategi pendidikan nasional. Pembaruan sistem pendidikan nasional mencakup penghapusan diskriminasi antara pendidikan formal dan pendidikan non- formal.
    • Visi Pendidikan nasional Visi pendidikan nasional adalah memberdayakan semua warga negara Indonesia, sehingga dapat berkembang menjadi manusia berkualitas yang mampu bersaing dan sekaligus bersanding dalam menjawab tantangan zaman.
    • Misi pendidikan nasional : 1. Mengupaya perluasan dan pemeratan kesempatan memperoleh pendidikan yang bermutu bagi seluruh rakyat Indonesia. 2. Membantu dan memfasilitasi perkembangan potensi anak bangsa secara utuh sejak usia dini sampai akhir hayat dalam rangka mewujudkan masyarakat belajar. 3. Meningkatkan kualitas proses pendidikan untuk mengoptimalkan pembentukan kepribadian yang bermoral. 4. Meningkatkan keprofesionalan dan akunbalitas lembaga pendidikan sebagai pusat pembudayaan ilmu berdasarkan standar nasional dan global. 5. Memberdayakan peran serta masyarakat dalam penyelenggaraan pendidikan berdasarkan prinsip otonomi dalam konteks NKRI.
    • • Berdasarkan visi dan misi pendidikan nasional tersebut, maka fungsi pendidikan nasional adalah mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa. • Tujuan pendidikan nasional adalah untuk mengembangkan potensi-potensi peserta didik yang menjadi manusia beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggungjawab.
    • Strategi pendidikan nasional 1. Pelaksanaan pendidikan agama serta akhlak mulia. 2. Perkembangan kurikulum berbasis kopetensi. 3. Proses pembelajaran yang mendidik dan dialogis. 4. Evaluasi, Akreditasi, dan sertifikasi pendidikan yang memberdayakan. 5. Peningkatan keprofesionalan tenaga kependidikan. 6. Penyediaan sarana yang mendidik. 7. Pembiayaan pendidikan yang sesuai dengan prinsip pemerataan dan berkeadilan.
    • 8. Penyelenggaraan pendidikan yang terbuka dan merata. 9. Pelaksanan wajib belajar. 10. Pelaksanaan otonomi manajemen pendidikan. 11. Pemberdayaan peran masyarakat. 12. Pusat pembudayaan dan pembangunan masyarakat. 13. Pelaksanan pengawasan dalam system pendidikan nasional.
    • KELEMBAGAAN DAN PENGELOLAAN PENDIDIKAN • Pendidikan nasional indonesia adalah pendidikan yang berakar pada kebudayaan bangsa indonesia dan berdasarkan kepada pencapaian tujuan pembangunan nasional indonesia. • Berdasarkan UU RI No.2 th 1989 tentang sistem pendidikan nasional, kelembagaan pendidikan dapat dilihat dari jalur pend. Dan program serta pengelolaan pendidikan
    • Jalur Pendidikan a. Jalur pendidikan sekolah merupakan pendidikan yang diselenggarakan sekolah melalui kegiatan belajar mengajar serta berjenjang dan bersinambungan ( pendidikan dasar, pendidikan menenga dan pendidikan tinggi). Sifatnya formal diatur berdasarkan ketentuan ketentuan pemerintah dan mempunyai keseragaman pola yang bernasional.
    • b. Jalur pendidikan luar sekolah ( PLS ) pendidikan yang diselenggarakan di luar sekolah melalui kegiatan belajar mengajar yang tidak berjenjang dan sifatnya nonformal. PLS ini fungsinya menanamkan keyakinan agama, nilai budaya serta moral keterampilan praktis
    • Jenjang pendidikan Jenjang pendidikan adalah tahapan pendidikan yang diterapkan berdasarkan tingkat perkembangan peserta didik, tujuan yang akan dicapai dan kemampuan yang akan dikembangkan. Menurut UU No. 20 tahun 2003 pasal 14, jenjang pendidikan formal terdiri atas: Pendidikan dasar (SD dan SMP, MTS) ↓ Pendidikan menengah (SMA, MA, SMK, MAK) ↓ Pendidikan tinggi ( akademi, politeknik, sekolah tinggi, institut, universitas)
    • Pendidikan menengah Fungsinya untuk : a) Mempersiapkan peserta didik untuk melanjutkan dan meluaskan pendidikan dasar. b) Menyiapkan peserta didik menjadi masyarakat yang memiliki kemampuan yang mengadakan hubungan timbal balik dengan lingkungan sosial, budaya dan alam sekitar. c) Dapat mengembangkan kemampuan lebih lanjut dalam dunia kerja atau pendidikan tinggi.
    • Pendidikan tinggi Dalam Peraturan Pemerintah RI No.30 tahun 1990 di jelaskan tentang Perguruan Tinggi dan di tetapkan bagaimana syarat- syarat dan tata cara pendirian perguruan tinggi serta penyelenggaraan pendidikan tinggi.
    • Fungsi pendidikan tinggi @Untuk menyiapkan peserta didik menjadi anggota masyarakat yang memiliki kemampuan akademik atau profesional, yang dapat menerapkan , mengembangkan atau menciptakan ilmu pengetahuan, teknologi atau kesenian. @Misinya yaitu “TRI DHARMA”, yang meliputi pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat dalam rangka mencapai tujuan yang telah digariskan tersebut.
    • • Akademik : merupakan perguruaan tinggi yang menyelenggarakan pendidikan terapan dalam satu cabang. • Politektik : merupakan perguruan tinggi yang diselenggarakan pendidikan terapan dalam sejumlah bidang pengetahuan khusus. • Sekolah tinggi: perguruan tinggi yang menyelenggarakan pendidikan akademik/profesional dalam satu ilmu. • Institud: yang terdiri atas sejumlah fakultas • Universitas : yang terdiri sejumlah fakultas yang diselenggarakan pendidikan akademik.
    • Jenis pendidikan • Pendidikan umum=> Pendidikan dasar dan menengah yang mengutamakan perluasan pengetahuan yang diperlukan oleh peserta didik untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi Contohnya : SD, SMP, SMA dan universitas • Pendidikan akademik=> Pendidikan tinggiyang diarahkan terutama pada penguasaan disiplin ilmu pengetahuan tertentu (program sarjana dan pascasarjana).
    • • Pendidikan akademik=> Pendidikan tinggi yang diarahkan terutama pada penguasaan disiplin ilmu pengetahuan tertentu (program sarjana dan pascasarjana). • Pendidikan kejuruan=> Pendidikan menengah yang mempersiapkan peserta didik untuk bekerja dalam bidang tertentu. Contohnya: STM, SMTK, SMIP, SMEA
    • • Pendidikan profesi=> Pendidikan tinggi yang diarahkan untuk mempersiapkan peserta didik agar memiliki pekerjaan dengan persyaratan keahlian khusus. • Pendidikan vokasi=> Pendidikan tinggi yang diarahkan untuk mempersiapkan peserta didik agar memiliki pekerjaan dengan keahlian terapan tertentu maksimal setara dengan program sarjana.
    • Pendidikan khusus a)Pendidikan Luar Biasa untuk peserta didik yang menyandang kelainan fisik/ mental. contoh : Sekolah Dasar Luar Biasa (SDLB) ,Pendidikan Luar Biasa (PLB) b) Pendidikan kedinasan untuk meningkatkan kemampuan dalam pelaksanaan tugas kedinasan bagi pegawai atau calon pegawai suatu departemen pemerintah atau non departemen, dan dilaksanakan di sekolah kedinasan atau pusat-pusat latihan (PUSDIKLAT) dan lembaga pendidikan yang diselenggarakan baik oleh pemerintah maupun oleh swasta.
    • c) Pendidikan khusus teknis dilaksanakan di pusat-pusat atau lembaga pendidikan khusus yang diselenggarakan baik oleh pemerintah maupun oleh swasta.
    • d. Pendidikan khusus keagamaan -untuk mempersiapkan peserta didik untuk dapat melaksanakan peranan yang menuntut penguasaan khusus tentang ajaran agama yang bersangkutan contoh : • Madrasah Ibtidiyah • Institut Agama Islam Negri • Pendidikan Guru Agama • Seminar • Biara • Sekolah Tinggi Teknologi dan Institut Ilenda Dharma
    • Konsep-konsep tentang pendidikan nasional indonesia: 1. pembangunan nasional merupakan supra sistem dari sistem pendidikan nasional. 2.sistem pendidikan nasional merupakan salah satu bagian sistem dari pembangunan nasional. 3.pendidikan nasional merupakan usaha sadar untuk membangun masyarakat pancasila. 4.sumber masukan sistem pendidikan nasional indonesia adalah masyarakat. 5.proses yang di harapkan terjadi dalam sistem pendidikan nasional indonesia adalah proses sosialisasi.
    • HAK DAN KEWAJIBAN PESERTA DIDIK DAN PENDIDIK 1) hak peserta didik : • mendapatkan pendidikan agama sesuai dengan agama yang di anutnya dan di ajarkan oleh pendidik yang seagama • mendapatkan pelayanan pendidikan sesuai dengan bakat, minat dan kemampuannya. • mendapatkan beasiswa bagi yang brprestasi yang orang tuanya tidak mampu membiayainya pendidikannya
    • • mendapatkan biaya pendidikan bagi mereka yang orang tuanya tidak mampu membiayai pendidikannya. • pindah ke program pendidikan pada jalur dan satuan pendidikan lain yang setara. • menyelesaikan program pendidikan sesuai dengan kecepatan belajar masing-masing dan tidak menyimpang dari ketentuan batas waktu yang ditetapkan.
    • 2) Kewajiban peserta didik • Menjaga norma- norma pendidikan untuk menjamin keberlangsungan proses dak keberhasilan pendidikan. • Ikut menanggung biaya penyelenggaraan pendidikan, kecuali bagi pesera didik yang dibebaskan dari kewajiban tersebut sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. • Warga negara asing dapat menjadi peserta didik pada satuan pendidikan yang diselenggarakan dalam wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia.
    • 3) Hak pendidik dan tenaga kependidikan: a) Penghasilan dan jaminan dan kesejahteraan sosial yang pantas dan memadai. b) Pengharhgaan sesuai dengan tugas dan prestasi kerja . c) Pembinaan karier,sesuai dengan tuntutan dan pengembangan kualitas. d) Perlindungan hukum dan melaksanakan tugas dan hak atas hasil kekayaan intelektual. e) Kesempatan untuk menggunakan sarana ,prasarana, fasilitas pendidikan untuk menunjang kelancaran pelaksanaan tugas.
    • 4) kewajiban pendidik dan tenaga kependidikan : a) Menciptakan suasana pendidikan yang bermakna, menyenangkan kreatif,dinamis,dan dialogis. b) Mempunyai komitmen secara profesional untuk meningkatkan mutu pendidikan. c) Memberi teladan dan menjaga nama baik lembaga profesi dan kedudukan sesuai dengan kepercayaan yang diberikan kepadanya.
    • SUMBER DAYA KEPENDIDIKAN Pengadaan dan pendayagunaan sumber daya pendidikan dilakukan oleh pemerintah, masyarakat atau keluarga peserta didik. Pendidikan tidak mungkin dapat terselenggarakan dengan baik , bilamana para tenaga kependidikan maupun para peserta didik tidak didukung oleh sumber belajar . • contoh. : perpustakaan dan laboratorium
    • D. KURIKULUM Kurikulum disusun untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional dengan mempertimbangkan tahap perkembangan peserta didik dan keserasiannya dengan lingkungan, kebutuhan pembangunan nasional, pekembangan ilmu pengetahuan dan teknologi serta kesenian, sesuai dengan jenis dan jenjang masing-masing satuan pendidikan.
    • Ketentuan mengenai kurikulum diatur dalam UU no.20 tahun 2003 pasal 36, 37, dan 38. • Pasal 36: (1) Pengembangan kurikulum dilakukan dengan mengacu pada standar nasional pendidikan untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional. (2) Kurikulum pada semua jenjang dan jenis pendidikan dikembangkan dengan prinsip diversifikasi sesuai dengan satuan pendidikan, potensi daerah dan peserta didik.
    • 3) Kurikulum disusun dengan jenjang pendidikan dalam kerangka NKRI dengan memperhatikan: a. Peningkatan iman dan taqwa. b. Peningkatan akhlak mulia. c. Peningkatan potensi, kecerdasan dan minat peserta didik. d. Keragaman potensi daerah dan nasional. e. Tuntutan pembangunan daerah dan nasional. f. Tuntutan dunia kerja. g. Perkembangan Ipteks. h. Agama. i. dinamika perkembangan global. j. Persatuan nasional dan nilai-nilai kebangsaan.
    • • Pasal 37: (1) Kurikulum pendidikan dasar dan menengah wajib memuat: Pendidikan agama, pendidikan kewarganegaraan, bahasa, matematika, IPA, IPS, seni dan budaya, Pendidikan jasmani dan olahraga, keterampilan/kejuruan, muatan lokal.
    • • Pasal 38: (1) Kerangka dasar dan struktur kurikulum pendidikan dasar dan menengah ditetapkan oleh pemerintah. (2) Kurikulum pendidikan dasar dan menengah dikembangkan sesuai dengan relevansinya oleh setiap kelompok atau satuan pendidikan dan komite sekolah di bawah koordinasi dan supervisi Dinas Pendidikan atau Kantor Departemen Agama Kabupaten/Kota untuk pendidikan dasar dan Provinsi untuk pendidikan menengah.
    • (3) Kurikulum pendidikan tinggi dikembangkan oleh perguruan tinggi yang bersangkutan dengan mengacu pada Standar Nasional Pendidikan untuk setiap program studi. (4) Kerangka dasar dan struktur kurikulum pendidikan tinggi dikembangkan oleh perguruan tinggi yang bersangkutan dengan mengacu pada Standar Nasional Pendidikan untuk setiap program studi.
    • TUGAS AKHIR PENGANTAR PENDIDIKAN • BAB 1,2,3 DIBUAT OLEH : DONA WIDIYA • BAB 4 DIBUAT BERKELOMPOK • BAB 5,6,7 DIBUAT OLEH SRINI MURIA RISMA • BAB 8,9,10 DIBUAT OLEH SRI MUTIARA PERMATA G.