TUGAS RESENSI BUKU Disusun oleh : Rika fatmawati II.C UNIVERSITAS KUNINGAN FAKULTAS KEGURUAN ILMU PENDIDIKAN
JUDUL BUKU : PSIKOLOGI PERKEMBANGAN ANAK Dr. Reni Akbar-Hawandi <ul><li>Perkembangan Psikologis dan Sosoial Anak </li></ul...
Perkembangan Psikologis dan Sosoial Anak <ul><li>Masalah perkembangan ( developmental ) merupakan bagian dari Ilmu Psikolo...
<ul><li>Faktor penentu perkembangan </li></ul><ul><li>Makanan yang dikonsumsi ibu sangat amat berpengaruh bagi janin. Kesa...
<ul><li>Tahap perkembangan anak dan ciri-cirinya </li></ul><ul><li>1. Masa bayi </li></ul><ul><li>Pertumbuhan pada nasa ba...
<ul><li>Perkembangan bicara pada masa bayi yang  menonjol adalah dalam tiga bentuk, yaitu  menangis, merancau, gestures ( ...
<ul><li>  2. Masa kanak-kanak awal </li></ul><ul><li>perkembangan fisik yang ideal dikembangkan pada  usia awal masa kanak...
REFLEKSI <ul><li>Perkembangan anak di masa dini sangatlah penting bagi pertumbuhan psikologisnya. Semua yang ada di sekeli...
Pentingnya Kreativitas bagi Perkembangan Anak <ul><li>Para psikolog dan pakar lainnya telah menyadari betapa pentingnya kr...
<ul><li>1. Fakto jenis kelamain </li></ul><ul><li>Anak laki-laki menunjukkan lebih kreatif dari pada  anak perempuan,khusu...
<ul><li>3. Urutan kelahiran </li></ul><ul><li>Ada pengaruh urutan kelahiran pada kreativitas  anak. Anak tengah, anak yang...
<ul><li>5. Lingkungan perkotaan dan pedesaan </li></ul><ul><li>Anak-anak yang berasal  dari daerah perkotaan  cenderung le...
<ul><li>Minat pakar saat ni di pusatkan pada cara-cara menggali potensi kreatif tersebut supaya bisa berkembang. Memunculk...
<ul><li>Adapun contoh tema-tema yang di gunakan dalam  permainan drama ini misalnya domestic patterns (  main rumah-rumaha...
<ul><li>Jenis permainan konstruktif yang populer adalah  memebuat sesuatu yang menggambar. Membuat  sesuatu misalnya dari ...
REFLEKSI <ul><li>Menurut saya sangatlah penting suatu kreativitas atau permainan bagi anak yang lagi masa pertumbuhan sepe...
Bagaimana Meningkatkan MoTivasi Belajarnya  <ul><li>Orang tua yang memiliki anak remaja dapat melihat bahwa mereka mengala...
<ul><li>A. Motif Berprestasi </li></ul><ul><li>Motif berprestasi menurut Mc. Clelland (1976)  adalah motif yang mengarahka...
<ul><li>B. Ragam motif berprestasi  </li></ul><ul><li>Ada dua bentuk atau ragam berprestasi : </li></ul><ul><li>1. Motivas...
<ul><li>2. Motivasi berprestasi yang berasal dari dalam    diri siswa (motivasi intrinsik). Motif      berprestasi ini mun...
<ul><li>1. Faktor individual </li></ul><ul><li>Penelitian Harter (1981) pada siswa  berdasarkan intrinsik dan ekstrinsik  ...
<ul><li>2. Faktor situasional </li></ul><ul><li>Untuk membangkitkan motivasi belajar terutama  para remaja, beberapa hal y...
REFLEKSI <ul><li>Meningkatkan motivasi belajar bagi anak sangatlah penting dan bagus untuk masa pertumbuhan dan meningkatk...
Peran Orang Tua dalam Mendorong Potensi Anak Berbakat <ul><li>Kunci untuk membesarkan anak berbakat adalah respek, yaitu t...
<ul><li>Tanda-tanda  keberbakatan dini : </li></ul><ul><li>1. daya ingat yang luar biasa </li></ul><ul><li>2. senang dan c...
<ul><li>Adapun pegangan bagi orang tua di dalam mendidik anaknya yang tergolong anak berbakat: </li></ul><ul><li>- Berlaku...
<ul><li>Anak yang berbakat sangat membutuhkan nasehat yang bertanggung jawab dari orang tuanya. Di sarankan agar orang tua...
REFLEKSI <ul><li>Menurus saya semua orang mempunyai bakaynya masing-masing apabila bakat tersebut terus dikembangkan akan ...
<ul><li>TERIMA KASIH </li></ul>
Upcoming SlideShare
Loading in …5
×

Tugas Psikologi

11,981 views
11,795 views

Published on

3 Comments
2 Likes
Statistics
Notes
No Downloads
Views
Total views
11,981
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
13
Actions
Shares
0
Downloads
318
Comments
3
Likes
2
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Tugas Psikologi

  1. 1. TUGAS RESENSI BUKU Disusun oleh : Rika fatmawati II.C UNIVERSITAS KUNINGAN FAKULTAS KEGURUAN ILMU PENDIDIKAN
  2. 2. JUDUL BUKU : PSIKOLOGI PERKEMBANGAN ANAK Dr. Reni Akbar-Hawandi <ul><li>Perkembangan Psikologis dan Sosoial Anak </li></ul><ul><li>Pentingnya Kreativitas bagi Perkembangan Anak </li></ul><ul><li>Bagaimana Meningkatkan Motivasi Belajarnya? </li></ul><ul><li>Peran Orang Tua dalam Mendorong Potensi Anak Berbakat. </li></ul>
  3. 3. Perkembangan Psikologis dan Sosoial Anak <ul><li>Masalah perkembangan ( developmental ) merupakan bagian dari Ilmu Psikologi yang menitikberatkan pada pemahaman proses-proses dasar serta dinamika prilaku manusia dalam berbagai tahapan kehidupan. Pertumbuhan dan perkembangan prilaku serta kepribadian manusia merupakan interaksi dari faktor hereditas dan faktor lingkungan. Apa yang individu warisi merupakan faktor yang disebut genotifi dan hal-hal yang individu terima dari anggota keluarga,teman sebaya,lingkingan sekolah dan masyarakat serta kebudayaannya merupakan fakto yang disebut phenotipi. </li></ul>
  4. 4. <ul><li>Faktor penentu perkembangan </li></ul><ul><li>Makanan yang dikonsumsi ibu sangat amat berpengaruh bagi janin. Kesalahan makanan akan memebuat ibu dan bayi sama-sama menderita sebab malnutrisi merupakan faktor yang besar pengaruhnya terhadap kecacatan yang serius pada anak. Faktor yang tidak kecil pengaruhnya bagi perkembangan anak adalah lingkungan keluarga serta sekolahan. Pengaruh orang tua pada anak lambat laun berkurang dengan mulai masuknya anak kesekolah, saat ia dipengaruhi oleh teman sebaya serta media massa yang ada. </li></ul><ul><li>Pendidikan dan perkembangan </li></ul><ul><li>Ayah dan ibu meskipun bukan seorang guru yang baik namun paling tidak memiliki kekuatan besar dalam pendidikan bagi anak-anaknya. Orang tualah yang mengontrol anak selama masa-masa terpenting dan kritis pada tahun-tahun pembentukan. Pendidikan di sekolahpun sangat berpengaruh penting terhadap anak dimana seorang anak bisa mempunyai seorang teman begitupula di lingkungannya sendiri. </li></ul>
  5. 5. <ul><li>Tahap perkembangan anak dan ciri-cirinya </li></ul><ul><li>1. Masa bayi </li></ul><ul><li>Pertumbuhan pada nasa bayi terlihat menonjol </li></ul><ul><li>dalam fisik maupun psikologis. Tugas perkembangan pada masa bayi adalah belajar berjalan , memakan makanan yang keras, mampu mengkontrol organ-organ tubuhnya, mencapai kemantapan fisiologisnya baik untuk makan dan tidur, belajar berbicara, belajar berhubungan secara emosional dengan orang tua dan saudara- saudaranya. Dan pada akhir masa bayi ia telah mampu berkata-kata dengan pengucapan yang baik dan benar. Perkembangan fisik pada masa bayi merupakan salah satu yang menonjol dari dua periode lain dalam kehidupan manusia. Yang penting untuk diketahui pada masa bayilah pola- paola dasar fisiologis terbentuk. </li></ul>
  6. 6. <ul><li>Perkembangan bicara pada masa bayi yang menonjol adalah dalam tiga bentuk, yaitu menangis, merancau, gestures ( gerak-gerik ). Perkembangan emosi pada masa bayi, pada awalnya tampil sederhana. Bayi yang berbeda akan memberikan respons yang tidak sama pada rangsangan yang datang dan bergantung pada pengalaman sebelumnya. Perkembangan sosial pada masa bayi memegang peran penting untuk menentukan hubungan sosialnya pada masa mendatang serta pola prilaku pada orang lain. Perkembangan moral belum terlihat pada masa bayi. Seorang bayi adalah nonmoral, yaitu perilakunya tidak di pandu oleh standar moral. Perkembangan pemahaman tidak datang begitu saja. Awal dari pemahaman ini adalah melalui pengamatan,pendengaran,penciuman maupun perabaan dan pengecapan melelui koordinasi motoriknya. </li></ul>
  7. 7. <ul><li> 2. Masa kanak-kanak awal </li></ul><ul><li>perkembangan fisik yang ideal dikembangkan pada usia awal masa kanak-kanak adalah belajar keterampilan tangan dan kaki. Perkembnagan bicara terlihat meningakat dalam usia ini. Jika mula- mula anak bersifat egosentrik dan ia hanya bicara mengenai dirinya sendiri, keluarga maupun hal-hal yang menjadi miliknya. Perkembangan emosi anak yang menonjol pada usia ini adalah mudahnya anak untuk ngambek maupun hala-hal lain yang bersifat emosi dimana pada akhirnya anak sulit untuk ditangani. Perkembangan moral pada anak masih bergantung pada orang lain. Perilaku yang ditampilkan tanpa dipikirkan dahulu. Disiplin yang di tanamamkan orang tuanya sanagt membantu anak dalam mengmbangkan moral yang baik pada tahap selanjutnya. </li></ul>
  8. 8. REFLEKSI <ul><li>Perkembangan anak di masa dini sangatlah penting bagi pertumbuhan psikologisnya. Semua yang ada di sekelilingnya sangatlah berpengaruh khususnya dalam pendidikan. Peran orang tua sangatlah penting dalam hal ini mendidik, maupun membina anak tersebut baik dalam perkembangannya maupun perkembangan psikologisnya anak sejak dini. </li></ul>
  9. 9. Pentingnya Kreativitas bagi Perkembangan Anak <ul><li>Para psikolog dan pakar lainnya telah menyadari betapa pentingnya kreativitas bagi individu maupun masyarakat. Perkembangan kreativitas bisa tampil dini dalam kehidupan anak dan terlihat pda saat ia main. Suatu studi menunjukkan bahwa puncak kreativitas dapat diraih pada usia 30 tahunan, akhirnya mendatar saja dan tahap demi tahap akan menurun. Lehman menjelaskan beberapa faktor yang mempengaruhi kreativitas yaitu lingkungan, tekanan keuangan, dan kurangnya waktu bebas. </li></ul><ul><li>Variasi Dalam Kreativitas </li></ul><ul><li>Ada lima faktor yang dapat dilihat sebagai variasi, antara lain : </li></ul>
  10. 10. <ul><li>1. Fakto jenis kelamain </li></ul><ul><li>Anak laki-laki menunjukkan lebih kreatif dari pada anak perempuan,khususnya pada masa kanak- kanak lanjut. Hal ini disebabkan adanya perbedaan pendekatan yang dilakukan oleh lingkungan untuk anak laki-laki dan anak perempuan. </li></ul><ul><li>2. Status sosial ekonomi </li></ul><ul><li>Anak-anak yang berasal dari latar belakang status ekonomi sosial tinggi cenderung lebih kretif dari pada anak-anak yang berasal dari status ekonomi sosia rendah. Anak yang di asuh dengan asuh demokratis mempunyai peluang untuk mengekspresikan diri, minat dan aktivitasnya sendiri. Anak yang berasal dari keluarga yang kurang beruntung mempunyai pengalaman yang kurang dalam penggunaan material yang kreatif. </li></ul>
  11. 11. <ul><li>3. Urutan kelahiran </li></ul><ul><li>Ada pengaruh urutan kelahiran pada kreativitas anak. Anak tengah, anak yang dilahirkan kemudian di anggap lebih kreatif dari pada anak yang sulung. Hal ini disebabkan karena anak sulung lebih di harapkan untuk menaati harapan-harapan orang tuanya dan tekanan-tekanan yang ada pada conformer dari pada creator. Anak tunggal meskipun ada tekanan untuk bersikap konform di rumah, tetapi juga diberi peluang untuk mengembangkan individualitas mereka. </li></ul><ul><li>4. Untuk keluarga </li></ul><ul><li>Anak-anak dari keluarga kecil cenderung lebih kreatif dari pada anak-anak dari keluarga besar. Pada keluarga besar,sifat pola asuh lebih otoritarian dan hal ini lebih djumpai mereka. </li></ul>
  12. 12. <ul><li>5. Lingkungan perkotaan dan pedesaan </li></ul><ul><li>Anak-anak yang berasal dari daerah perkotaan cenderung lebih kretif dari pada anak-anak pedesaan. Anak-anak didesa lebih memperoleh pola asuh otoritarian dan kurang rangsangan, di bandingkan dengan anak-anak di kota. Adapun beberapa hal yang mempengaruhi perkembangan kreatifitas yaitu rumah, sekolah, sosial. </li></ul><ul><li>B. Penemuan kreativitas </li></ul><ul><li>Pada masa lalu, seseorang disebut kreatif jika dia menghasilkan karya-karya orsinil, seperti lukisan, komposisi musik, dan menemukan suatu penemuan. Tes-tes kreativitas bersifat verbal dan ada yang bersifat visual. </li></ul>
  13. 13. <ul><li>Minat pakar saat ni di pusatkan pada cara-cara menggali potensi kreatif tersebut supaya bisa berkembang. Memunculkan potensi kreatif memang suatu tugas yang sulit pada penelitian, upaya ini di arahkan ke arah di buatnya tes-tes konstruktif yang bisa mengukur kreatifitas berikut aspek-aspeknya. </li></ul><ul><li>C. Permainan kreatif </li></ul><ul><li>Untuk permainan yang di golongkan kreatif antara lain daalah jenis permainan drama dan permainan konstruktif. </li></ul><ul><li>1. Permainan drama </li></ul><ul><li>pada permainan drama, murid di minta untuk memainakan hal-hal yang dilihat dan dirasakannya dari lingkungan atau bacaan yang ada. Permainan drama ini mencerminkan semangat khusus dari anak usia tertentu. </li></ul>
  14. 14. <ul><li>Adapun contoh tema-tema yang di gunakan dalam permainan drama ini misalnya domestic patterns ( main rumah-rumahan,memasak,makan,menjaga bayi dll ), imitating animal ( meraung,mencakar,terbang ), taking care of the sick ( main dokter-dokteran,suster-susteran ), playing stone ( jual-jualan ), legendary characters ( cinderella, dewi shinta ). Permainan drama ini sesungguhnya tidak banyak memebutuhkan tempat. Anak-anak dengan latar belang ekonomi kurang pun bisa di rangsnang bermain jenis ini. </li></ul><ul><li> 2. Permainan konstruktif </li></ul><ul><li>Permainan konstruktif menjadi permainan yang di gemari semasa tahun-tahun persekolahan, yang bisa di mainkan tanpa teman sebaya. Sebaliknya, kegembiraan anak dalam bermain drama akan hilang jika anak tidak mempunyai teman bermain. </li></ul>
  15. 15. <ul><li>Jenis permainan konstruktif yang populer adalah memebuat sesuatu yang menggambar. Membuat sesuatu misalnya dari lempung, pasir, balok, lilin, cat, kertas dll. </li></ul>
  16. 16. REFLEKSI <ul><li>Menurut saya sangatlah penting suatu kreativitas atau permainan bagi anak yang lagi masa pertumbuhan seperti contoh menggambar. Memang faktor sosial ekonomi dalam keluarga pun sangatlah berpengaruh dan biasanya yang sosial ekonomi tinggi lebih kreati di bandingkan bagi yang sosial ekonomi rendah cenderung tidak aktif kalau tidak ada kemauan dari anak tersebut beserta keluarganya. </li></ul>
  17. 17. Bagaimana Meningkatkan MoTivasi Belajarnya <ul><li>Orang tua yang memiliki anak remaja dapat melihat bahwa mereka mengalami kesulitan untuk memompa anak remaja untuk belajar. Agaknya, kegiatan lain di luar beljar lebih menarik minat mereka. Dewasa ini, tampaknya berkembang suatu gejala yang cukup mengkhawatirkan para pendidik, yakni adanya krisis motivasi terutama pada siswa sekolah menengah. Gejala yang di tunjukan adalah berkurangnya perhatian siswa untuk belajar, kelalaian dalam mengerjakan tugas-tugas pekerjaan rumah, menunda persiapan ulangan, serta pandangan asal lulus atau asal naik kelas. </li></ul><ul><li>untuk itu, perlu diperhatiakn faktor apakah yang berperan pada pencapaian prestasi yang membanggakan itu. </li></ul>
  18. 18. <ul><li>A. Motif Berprestasi </li></ul><ul><li>Motif berprestasi menurut Mc. Clelland (1976) adalah motif yang mengarahkan tingkah laku seseorang dengan titik berat pada bagaimana prestasi tersebut dicapai. Motif inilah yang mendorong individu untuk mencapai keberhasilan dalam bersaing dengan suatu standar keunggulan tertentu. Heckhausen menyebutkan tiga ukuran standar keunggulan, antara lain karena prestasinya sendiri, prestasi orang lain atau prestasi untuk menyelesaikan suatu tugas. Jelas sudah bahwa motif berprestasi ini amat penting dalam keberhsilan belajar. Dengan dimilikinya motivasi berprestasi bisa diharapkan prestasi akademik siswa akan baik. Motivasi ini memberi arah dan tujuan pada kegitan belajar dan mendorong siswa untuk memilih dan menyukai kegiatan belajar. </li></ul>
  19. 19. <ul><li>B. Ragam motif berprestasi </li></ul><ul><li>Ada dua bentuk atau ragam berprestasi : </li></ul><ul><li>1. Motivasi berprestasi yang berasal dari luar dirinya (motivasi ekstrinsik), yang artinya bahwa motif berprestasi ini muncul karena faktor di luar dirinya baik dari lingkungan rumah maupun sekolah, seperti: </li></ul><ul><li>- siswa belajar karena takut di hukum guru - siswa belajar karena dijanjikan akan memperoleh hadiah oleh orang tuanya. </li></ul><ul><li>- siswa belajar karena untuk menaikkan gengsi dirinya dimata teman atau saudaranya. </li></ul><ul><li>- siswa belajar karena akan mendapat pujian atau penghargaan yang disediakan disekolah. </li></ul>
  20. 20. <ul><li>2. Motivasi berprestasi yang berasal dari dalam diri siswa (motivasi intrinsik). Motif berprestasi ini muncul tanpa dorongan dari pihak luar. Siswa belajar karena kesadaran atau keinginannya untuk belajar. Belajar bagi dirinya sudah merupakan kebutuhan. Ia menyadari sepenuhnya manfaat dari kegiatan belajar itu, bukan karena semata-mata ingin mendapatkan hadih, pujian atau takut di hukum, tapi lebih dari itu ia akan memperoleh pengetahuan. </li></ul><ul><li>C. Faktor- faktor yang berpengaruh </li></ul><ul><li>Pada kenyataannya, ada siswa yang motif berprestasinya lebih bersifat intrinsik sedangkan pada orang lain bersifat ekstrinsik. Hal ini disebabkan adanya : </li></ul>
  21. 21. <ul><li>1. Faktor individual </li></ul><ul><li>Penelitian Harter (1981) pada siswa berdasarkan intrinsik dan ekstrinsik menunjukan bahwa hanya siswa yang mempersepsikan dirinya untuk berkompetensi dalam bidang akadenis yang mampu mengembangkan motivasi intrinsik. Yang ter masuk faktor indivudual antara lain pengaruh orang tua. Dari penelitian Ames dan Achter (1987) terlihat bahwa para ibu menekankan nilai rapor pada anaknya, motivasi yang berkembang lebih ke arah ekstrinsik,sedangkan ibu yang lebih mengutamakan bagaimana anaknya bekerja dan melihat bahwa keberhasilan adalah hasil dari usaha, maka motivasi yang berkembang lebih ke arah intrinsik. </li></ul>
  22. 22. <ul><li>2. Faktor situasional </li></ul><ul><li>Untuk membangkitkan motivasi belajar terutama para remaja, beberapa hal yang perlu dipertimbangkan baik oleh guru maupaun orang tua. Yang ideal adalah motif berprestasi ini muncul dari dalam siri siswa sendiri.namun hal ini tidaklah mudah sebab menyangkut faktor yang sangat individual sifatnya. Yang bisa membangkitkan motivasi belajar yang remaja ini adalah motivasi yang datang dari luar. Rasa motivasi dari luar yakni guru dan sekolahan amatlah penting untik di munculkan kembali. Peraturan yang ketat di sekolah yang mengarah pada disiplin siswa, lingkungan belajar yang mengundang, sikap guru pada siswa yang berperan sebagai motivator dan cara guru mengajar merupakan hal-hal yang mampu memompakan prestasi belajar siswa. </li></ul>
  23. 23. REFLEKSI <ul><li>Meningkatkan motivasi belajar bagi anak sangatlah penting dan bagus untuk masa pertumbuhan dan meningkatkan daya ingat seorang anak serta perkembangan psikologisnya. Peran orang tua sangatlah penting, orang tua yang mengajarkan anaknya untuk sedikit demi sedikit memperkenalkan buku-buku yang menarik untuk membuat anak tersebut menjadi tertarik untuk belajar. </li></ul>
  24. 24. Peran Orang Tua dalam Mendorong Potensi Anak Berbakat <ul><li>Kunci untuk membesarkan anak berbakat adalah respek, yaitu terhadap keunikan yang dimilikinya, respek terhadap gagasan dan iede-idenya, respek terhadap mimpi-mimpinya. Anak yang berbakat membutuhkan orang tua yang responsif dan fleksibel terhadap hal-hal yang dikerjakan anak yang terlalu muda untuk anak seusianya. Memang suatu hal yang menyakitkan bagi orang tua melihat berbeda dari anak yang lain, namun tidaklah bijaksana untuk menekankan anak agar fit in. anak cukup memperolehnya dari dunia luar,tetapi dirumah, seorang anak buth mengetahui bahwa keunikanyang ia miliki di hargai dan di terima sebagia seorang individu dengan dirinya. </li></ul>
  25. 25. <ul><li>Tanda-tanda keberbakatan dini : </li></ul><ul><li>1. daya ingat yang luar biasa </li></ul><ul><li>2. senang dan cepat belajar </li></ul><ul><li>3. perkembangan bahasa yang cepat dan luas </li></ul><ul><li>4. tertarik dengan buku-buku </li></ul><ul><li>5. rasa ingin tahu </li></ul><ul><li>6. memiliki humor yang sngat baik </li></ul><ul><li>7. daya nalar dan kemampuan memecahkan masalah. </li></ul><ul><li>8. imajinasi yang hidup </li></ul><ul><li>9. peka dan mudah terharu </li></ul><ul><li>10. tingkat aktivitas yang tinggi </li></ul>
  26. 26. <ul><li>Adapun pegangan bagi orang tua di dalam mendidik anaknya yang tergolong anak berbakat: </li></ul><ul><li>- Berlaku sebagai pendorong anak dengan sekolahnya di dalam memberikan informasi tentang kekuatan-kekuatan dan gaya belajar yang dimiliki oleh anak. </li></ul><ul><li>- menyediakan kesempatan belajar dirumah maupun di luar sekolah. </li></ul><ul><li>- bantulah anak pada setiap tugas yang diberikan oleh sekolah. </li></ul><ul><li>- berperan sebagai mentor,dan tidak segan-segan bertukar pikiran dengan orang tua lainnya maupun anak yang lainnya. </li></ul><ul><li>- mengembangkan materi pelajaran yang diberikan untuk anak sesuai dengan minat dan kemampuannya. </li></ul>
  27. 27. <ul><li>Anak yang berbakat sangat membutuhkan nasehat yang bertanggung jawab dari orang tuanya. Di sarankan agar orang tua yang memiliki anak berbakat berkumpul membentuk kelompok orang tua untuk membagi pengalamannya satu sama lain agar hal-hal yang terjadi dapat ditangani dengan segera mungkin. Setiap manusia mempunyai bakat, jadi tidak betul kalau ada yang mengatakan bahwa kamu tidak berbakat. Yang jelas dalam hal ini kita belum tahu persis bakat kita itu apa dan untuk itu perlu bantuan lingkungan serta rasa percaya diri dan berusaha untuk memupuk dan menggalinya. Sebaliknya bakat yang ada kalu tidak dikembangkan bisa hialang. </li></ul>
  28. 28. REFLEKSI <ul><li>Menurus saya semua orang mempunyai bakaynya masing-masing apabila bakat tersebut terus dikembangkan akan menjadi suatu kelebihan bagi anak tersebut dan sebaliknya apabila bakat tersebut tidak dikembangkan besar kemungkinan bakat tersebut akan hilang. Peran orang tua sangat berpengaruh dalam hal ini, orang tua yang bertanggung jawab atas perkembangannya dan memberikan nasehat terhadap anak tersebut untuk mengarahkan anak tersebut. </li></ul>
  29. 29. <ul><li>TERIMA KASIH </li></ul>

×