PENDAHULUAN
Sekitar 1 miliar manusia atau setiap 1di antara 6 penduduk dunia adalah remaja. Sebanyak
85%dl antaranyahidup ...
4 Kesehatan ReproduksiRemaja dan Wanita
4. kurangnya informasi dan konseling mengenai pendidikan seksual;
5. kehamilan din...
Bab 1-Konsep Remaja 5
Masa remaja adalah masa yang penting dalam perjalanan kehidupan manusia. Golongan
umur ini penting k...
6 KesehatanRe~roduksiRemaiadan Wanita
2. Ikatan terhadap pekerjaan atau tugas.
Seringkali remaja menunjukkan minat pada su...
Bab I-Ko~S~RRemaia 7
TUCAS-TUCAS PERKEMBANCAN REMAJA
Menurut Havighurst (1988), ada tugas-tugas yang harus diselesaikan de...
8 KesehatanReproduksiRemajadan Wanita
KONSEP KEDEWASAAN
Karekteristik remaja (adolescence) adalah tumbuh menjadi dewasa. S...
PENGERTIAN PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN
Pertumbuhan adalah perubahan yang menyangkut segi kuantitatif yang ditandai dengan...
10 KesehatanReproduksi Remaja dan Wanita
Tabel 2.1 Perubahan-perubahan yang Dipengaruhi oleh Hormon
)esteron
Tanda IMenstr...
Bab 2-Pertumbuhan dan PerkembanganRemaja 11
bersama dengan orangtuanya, sehingga wajar saja jika tingkah laku dan normalat...
12 Kesehatan Reproduksi Remaja dan Wanita
Pengelompokan Sosial Baru
Kelompokremaja yang beranggotakan laki-lakibiasanya le...
Bab 2-Pertumbuhan dan PerkembanaanRemaia 13
Perkembangan Emosi
Ciri-ciri perkembangan emosi pada tahap ini antara lain seb...
14 KesehatanReproduksiRemaja dan Wanita
-
Tabel 2.2 Jenis Emosi yang Sering Dihadapi oleh Remaja
1 Senang I Ciri-ciri ada ...
Bab 2-Pertumbuhan danPerkembanganRemaja 15
Berdasarkan teori perkembangan kognitif Piaget, kemampuan kognitif remaja berad...
Kesehatan Reproduksi Remaja dan Wanita
4. penilaian moral menjadi semakin kritis sehingga remaja lebih berani menganalisis...
Bab 2-Pertumbuhan dan Perkembangan Remaja 17
2. sangat terpengaruh oleh pandangan orang lain terhadap dirinya;
3. memiliki...
18 KesehatanReproduksiRemaja dan Wanita
dibedakan dengan remajayang memililu masalahyangpatologis (pathologicteenager). Be...
Bab 3-Menstruasi dan Mim~iBasah 21
Beberapa tanda-tanda adanya masalah dalam menstruasi yang perlu dikonsultasikan
kepada ...
PENCERTIAN SEKSUALITAS
-  <
Seks berarti jenis kelamin. Segala sesuatu yang berhubungan dengan jenis kelamin disebut
denga...
28 KesehatanReproduksi Remaja dan Wanita
aspek psikologis (kognisi, emosi, motivasi, perilaku) terhadap seksualitas itu se...
Bab 5-Seksualitas Remaja 29
5. Eksploitasi (exploitation).
Unsur kontrol dan manipulasi terhadap seksualitas, seperti: kek...
30 KesehatanReproduksi Remaja dan Wanita
DlMENSl PRlBADl YANG TERKAIT DENCAN SEKSUALITAS
Berlkut ini adalah tiga elemen di...
30 Kesehatan ReproduksiRemaia dan Wanita
DlMENSl PRlBADl YANG TERKAIT DENGAN SEKSUALITAS
Berikut ini adalah tiga elemen di...
Bab 5-Seksualitas Remaja 31
Karekteristik seksual primer mencakup perkembangan organ-organ reproduksi,
sedangkan karekteri...
32 KesehatanReproduksiRemaja dan Wanita
Sejalandenganmeningkatnya minat terhadap kehidupan seksual,remaja selaluberusaha
m...
Bab 5-Seksualitas Remaia 33
TUGAS PERKEMBANCAN SEKSUALITAS REMAJA
Secarapsikologis,pada fase remaja ini ada dua aspek yang...
34 Kesehatan ReoroduksiRemaia dan Wanita
Hubungan seksual adalah kontak seksual yang dilakukan berpasangan-dengan lawan
je...
Upcoming SlideShare
Loading in …5
×

Remaja

2,056 views

Published on

1 Comment
3 Likes
Statistics
Notes
No Downloads
Views
Total views
2,056
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
5
Actions
Shares
0
Downloads
167
Comments
1
Likes
3
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Remaja

  1. 1. PENDAHULUAN Sekitar 1 miliar manusia atau setiap 1di antara 6 penduduk dunia adalah remaja. Sebanyak 85%dl antaranyahidup di negara berkembang. Di Indonesia,jumlah remaja dan kaum muda berkembang sangat cepat. Antara tahun 1970 dan 2000, kelompok umir 15-24 jumlahnya meningkat dari 21juta menjadi 43juta atau dari 18%menjadi 21% dari totaljurnlah populasi penduduk Indonesia. Remajamerupakan suatu masa kehidupan individu di mana terjadi eksplorasi psikologis untuk menemukan identitas diri. Pada inasa transisi dari masa anak-anak ke masa remaja, individu mulai mengembangkan ciri-ciri abstrak dan konsep diri menjadi lebih berbeda. Remaja mulai memandang diri dengan penilaian dan standar pribadi, tetapi kurang dalarn interpretasi perbandingan sosial. Remaja mempunyai sifat yang unik, salah satunya adalah sifat hgin meniru sesuatu ha1 yang dillhat, kepada keadaan, serta lingkungan di selutarnya. Di samping itu, remaja mempunyai kebutuhan &an kesehatan seksual, di mana pemenuhan kebutuhan kesehatan seksual tersebut sangat bervarlasi. Adapun beberapa isu sosial dan kl~nisyangberkaitan dengall remaja antara lain terdiri atas. 1. peranan jenis kelamin; 2. penyakit menular seksual (PMS); 3. penggunaan KB pada usia remajaldi luar nikah;
  2. 2. 4 Kesehatan ReproduksiRemaja dan Wanita 4. kurangnya informasi dan konseling mengenai pendidikan seksual; 5. kehamilan dini pada remajaldi luar nikah. Semua isu di atas dapat memberikan dampak besar pada timbulnya tahapan penyakit sepertipada Human Papilloma Virus (HPV)dan kankermulutrahim (kankerseniks).Banyak faktoryang memengaruhi kesehatanseksualdan kesehatanreproduktifremaja. Faktor-faktor tersebut meliputi: 1. kepantasan hubungan seksual di kalangan remaja; 2. bagaimana cara yang dilakukan untukmencapai pemenuhan kebutuhan seksual; 3. bagaimanacaramengaksesjasa serta informasiterkaitkesehatan seksualdan kesehatan reproduktifi 4. derajat tingkat perilaku yang dipengaruhi oleh kurangnya pengetahuan; 5. pengaruh masyarakat dan budaya yang menyimpang; 6. bagaimana cara mengendalikan kesuburan secara efektif. Pada kenyataannya, kesehatan seksual secara klinis sering digambarkan oleh tingkat kehamilan yang tidak direncanakan dan Penyakit Menular Seksual (PMS). PENCERTIAN REMAJA Pendapat tentang rentangusia remajabervariasiantarabeberapa ahli,organisasi,atau lembaga kesehatan. Usia remaja merupakan periode transisi perkembangan dari masa anak ke masa dewasa, usia antara 10-24 tahun. Secaraetimiologi,remajaberarti "tumbuh menjadidewasa".Definisiremaja (adolescence) menurut organisasikesehatan dunia (WHO) adalah periode usia antara 10sampai 19tahun, sedangkan Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) menyebut kaum muda (youth) untuk usia antara 15 sampai 24 tahun. Sementara itu, menurut The Health Resources and Services Administrations Guidelines Amerika Serikat, rentang usia remaja adalah 11-21 tahun dan terbagimenjadi tigatahap,yaitu remajaawal(11-14 tahun);remaja menengah (15-17 tahun); dan remaja akhir (18-21 tahun). Definisi ini kemudian disatukan dalam terminologi kaum muda (youngpeople)yang mencakup usia 10-24 tahun. Definisi remaja sendiri dapat ditinjau dari tiga sudut pandang, yaitu: 1. secara kronologis, remaja adalah individu yang berusia antara 11-12 tahun sampai 20-2 1tahun; 2. secara fisik, remaja ditandai oleh ciri perubahan pada penampilan fisik dan fungsi fisiologis,terutama yang terkait dengan kelenjar seksual; 3. secara psikologis, remaja merupakan masa di mana individu mengalami perubahan- perubahan dalam aspek kognitif, emosi, sosial, dan moral, di antara masa anak-anak menuju masa dewasa. Gunarsa (1978)mengungkapkan bahwa masa remaja merupakan masa peralihan dari rnasa anak-anak ke masa dewasa, yang meliputi semua perkembangan yang dialami sebagai persiapan memasulu masa dewasa.
  3. 3. Bab 1-Konsep Remaja 5 Masa remaja adalah masa yang penting dalam perjalanan kehidupan manusia. Golongan umur ini penting karena menjadi jembatan antara rnasa kanak-kanak yang bebas menuju masa dewasa yang menuntut tanggung jawab. CIRI-CIRIKEJIWAANDAN PSlKOSOSlAL.REMAJA Usia Remaja Muda (12-1 5 Tahun) 1. Sikapprotes terhadap orangtua. Remajapada usia ini cendekungtidakmenyetujui nilai-nilaihidup orangtuanya,sehingga seringrnenunjukkan sikapprotes terhadap orangtua. Merekaberusaha mencari identitas diri dan sering kali disertai dengan menjauhkan diri dari orangtuanya. Dalam upaya pencarianidentitasdiri,remaja cenderungmelihat kepadatokoh-tokohdiluarlingkungan keluarganya,yaitu: guru, figur ideal yang terdapat di film, atau tokoh idola. 2. Preokupasi dengan badan sendiri. Tubuhseorangremaja pada usia inimengalamiperubahan yangcepat sekali.Perubahan- perubahan ini menjadi perhatian khusus bagi diri rernaja. 3. Kesetiakawanan dengan kelompok seusia. Para remaja pada kelompok umur ini merasakan keterikatan dan kebersarnaan dengan kelompok seusia dalam upaya mencari kelompok senasib.Hal ini tercermin dalam cara berperilaku sosial. 4. Kemampuan untuk berpilur secara abstrak. Daya kemampuan berpilur seorang remaja mulai berkembang dan dimanifestaslkan dalam bentuk diskusi untuk mempertajam kepercayaan diri. 5. Perilaku yang labil dan berubah-ubah. Remaja sering mernperlihatkan perilaku yang berubah-ubah. Pada suatu waktu tampak bertanggung jawab, tetapi dalam waktu lain tampak masa bodoh dan tidak bertanggung jawab. Remaja merasa cemas akan perubahan dalam dirinya. Perilaku demikian menunjukkan bahwa dalam diri remaja terdapat konflik yang memerlukan pengertian dan penanganan yang bijaksana. Usia Remaja Penuh (16-19 Tahun) 1. Kebebasan dari orangtua. Dorongan untuk menjauhkan diri dari orangtua menjadi realitas. Remaja mulai merasakan kebebasan, tetapi juga merasa kurang menyenangkan. Pada diri remaja timbul kebutuhan untuk terikat dengan orang lain melalui ikatan cinta yang stabil.
  4. 4. 6 KesehatanRe~roduksiRemaiadan Wanita 2. Ikatan terhadap pekerjaan atau tugas. Seringkali remaja menunjukkan minat pada suatu tugas tertentu yang ditekuni secara mendalam. Terjadipengembangan akan cita-cita masa depan yaitu mulai memikirkan melanjutkan sekolah atau langsungbekerja untuk mencari nafkah. 3. Pengembangan nilai moral dan etis yang mantap. Remaja mulai menyusun nilai-nilai moral dan etis sesuai dengan cita-cita. 4. Pengembangan hubungan pribadi yang labil. Adanya tokoh panutan atau hubungan cinta yang stabil menyebabkan terbentuknya kestabilan diri remaja. 5. Penghargaan kembali pada orangtua dalarn kedudukan yang sejajar (Arifin,2003). MASA TRANSlSl REMAJA Pada usia remaja, terdapat masa transisi yang akan dialami. Masa transisi tersebut menurut Gunarsa (1978) dalarn disertasi PKBI (2000) adalah sebagaiberikut. 1. Transisifisikberkaitan dengan perubahan bentuk tubuh. Bentuk tubuh remaja sudah berbeda dengan anak-anak, tetapi belum sepenuhnya menampilkan bentuk tubuh orang dewasa. Hal ini menyebabkan kebingungan peran, didukung pula dengan sikap masyarakat yang kurang konsisten. 2. Transisi dalam kehidupan emosi. Perubahan hormonal dalam tubuh remaja berhubungan erat dengan peningkatan kehidupan emosi. Remaja sering memperlihatkan ketidakstabilan emosi. Remaja tampak sering gelisah, cepat tersinggung, melamun, dan sedih, tetapi di lain sisi akan gembira, tertawa, ataupun marah-marah. 3. Transisi dalam kehidupan sosial. Lingkungan sosial anak semakin bergeser ke luar dari keluarga, di mana lingkungan teman sebayamulai memegangperanan penting. Pergeseran ikatan pada teman sebaya merupakan upaya remaja untuk mandiri (melepaskan ikatan dengan keluarga). 4. Transisidalam nilai-nilai moral. Remaja mulai meninggalkan nilai-nilai yang dianutnya dan menuju nilai-nilai yang dianut orang dewasa. Saat ini remaja mulai meragukan nilai-nilaiyang diterima pada waktu anak-anak dan mulai mencari nilai sendiri. 5. Transisidalam pemahaman. Remaja mengalami perkembangankognitifyangpesatsehinggamulai mengembangkan kemampuan berpilur abstrak.
  5. 5. Bab I-Ko~S~RRemaia 7 TUCAS-TUCAS PERKEMBANCAN REMAJA Menurut Havighurst (1988), ada tugas-tugas yang harus diselesaikan dengan baik pada setiapperiodeperkembangan. Tugasperkembangan adalah hal-hal yang harus dipenuhiatau dilakukan oleh remaja dan dipengaruhi oleh harapan sosial. Deskripsi tugas perkembangan berisi harapan lingkungan yang merupakan tuntutan bagi remaja dalambertingkahlaku.Adapun tugasperkembangan padaremajaadalahsebagaiberikut. 1. Menerima keadaan dan penampilan diri, serta menggunakan tubuhnya secara efektif. 2. Belajar berperan sesuai dengan jenis kelamin (sebagailaki-lakiatau perempuan). 3. Mencapairelasi yangbaru danlebihmatang dengan teman sebaya,b l k sejenismaupun lawan jenis. 4. Mengharapkan dan mencapai perilaku sosial yang bertanggung jawab. 5. Mencapai kemandirian secara emosional terhadap orangtua dan orang dewasa lainnya. 6. Mempersiapkan karier dan kemandirian secara ekonomi. 7. Menyiapkan diri (fisik dan psikis) dalam menghadapi perkawinan dan kehidupan keluarga. 8. Mengembangkankemampuandanketerampilanintelektualuntukhidup bermasyarakat dan untuk masa depan (dalam bidang pendidikan atau pekerjaan). 9. Mencapai nilai-nilai kedewasaan. TUJUANPERKEMBANCAN REMAJA 1. Keterampilan kognitif dan nonkognitif yang dibutuhkan agar dapat mandiri secara ekonomi maupun mandiri dalam bidang-bidang pekerjaan tertentu. 2. Kecakapan dalam mengelola dan mengatasi masalah-masalah pribadi secaraefektif. 3. Kecakapan-kecakapan sebagai seorang pengguna kekayaan kultural dan peradaban bangsa. 4. Kecakapan untuk dapat terikat dalam suatu keterlibatan yang intensif pada suatu kegiatan. Perkembangan Sosial 1. Pengalaman bersama pribadi-pribadi yang berbeda dengan dirinya, baik dalam kelas sosial,subkultur, maupun usia. 2. Pengalaman di mana tindakannya dapat berpengaruh pada orang lain. 3. Kegiatan saling tergantung yang diarahkan pada tujuan-tujuan bersama (interaksi kelompok).
  6. 6. 8 KesehatanReproduksiRemajadan Wanita KONSEP KEDEWASAAN Karekteristik remaja (adolescence) adalah tumbuh menjadi dewasa. Secara fisik, remaja ditandai dengan ciri perubahan pada penampilan fisik dan fungsi fisiologis, terutama yang terkait dengan kelenjar seksual. Sementara itu, secara psikologis remaja merupakan masa di mana individu mengalami perubahan-perubahan dalarn aspek kognitif, emosi, sosial, dan moral antara masa anak-anak menuju dewasa. Remaja mengevaluasi diri secara keseluruhan danterdapat beberapa pemisahan dimensi diri, seperti dalam akademh olahraga, penampilan, hubungan sosial, dan moral. Terdapat bukti bahwa konsep diri remaja berbeda di berbagai konteks dan remaja memandang diri berbeda jika berada dengan teman sebaya dibandingkan saat dengan orangtua dan guru. Salah satu tugas perkembangan masa remaja adalah mencapai nilai-nilai kedewasaan. Adapun ciri-ciri kedewasaaan antara lain: 1. ernosi relatif lebih stabil (mampu mengendalikan emosi); 2. mandiri (baik secara ekonomi, sosial, dan emosi); 3. mampu melakukan upaya menyerahkan sumber daya dalarn diri dan lingkungan untuk memecahkan masalah; 4. adanya interdependensi (saling ketergantungan) dalam hubungan sosial; 5 . memiliki tanggung jawab; 6. memiliki kontrol diri yang adekuat (mampu menunda kepuasan, melawan godaan, serta mengembangkan standar prestasi sendiri); 7. memililu tujuan hidup yang realistis; 8. memilki dan menghayati nilai-nilai keagamaan yang dianut; 9. peka terhadap kepentingan orang lain; 10. mampu menyesualkan d i r ~dengan lingkungan (bersikapluwes),bertindaksecara tepat sesuai dengan situasi dan kondis~yang dihadapi. 1. Jelaskan isu dari pertumbuhan dan perkernbangan pada remaja? 2. Jelaskan konsep kedewasaan yang harus dicapai oleh rernaja? 3. Jelaskan perbedaan dalam tugas perkembangan pada pembagian masa-masa remaja?
  7. 7. PENGERTIAN PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN Pertumbuhan adalah perubahan yang menyangkut segi kuantitatif yang ditandai dengan peningkatan dalam ukuran fisik dan dapat diukur. Perkembangan adalah perubahan yang menyangkut aspek kualitatif dan kuantitatif. Rangkaian perubahan dapat bersifat progresif, teratur, berkesinambungan, serta akumulatif. ASPEK PERTUMBUHAN REMAJA Fungsi fisiologis dipengaruhi oleh kondis~lingkungan dan gizi. Faktor lingkungan dapat memberi pengaruh yang kuat untuk lebih mempercepat perubahan. Perubahan dipengaruhi oleh dua organ penting, yaitu: hipotalamus dail hipofisis. Ketika kedua organ ini bekerja, ada tiga kelenjar yang dirangsang, yaitu: kelenjar gondok, kelenjar anak ginjal, dan kelenjar organ reproduksi. Ketiga kelenjartersebut akan salingbekerja sama dan berinteraksi dengan faktor genetlk maupun lingkungan.
  8. 8. 10 KesehatanReproduksi Remaja dan Wanita Tabel 2.1 Perubahan-perubahan yang Dipengaruhi oleh Hormon )esteron Tanda IMenstruasi IPerubahan fisik ' ( Pertarnbahan tinggi badan. Turnbuh rambut di sekitar alat kelamin dan ketiak Kulit rnenjadi lebih halus. Suara rnenjadilebih halus dan tinggi. Payudara rnulai rnembesar. Pinggul sernakin rnernbesar. Paha rnernbulat. Mengalami rnenstruasi. Testosteron Mirnpibasah Turnbuh rambut di sekitar kernaluan, kaki, tangan, dada, ketiak d m wajah. Tampak pada anak laki-laki rnulai berkumis, berjambang, dan berbulu ketiak. Suarabariton atau bertambah besar. Badan lebih berotot terutama bahu dm dada. Pertambahan berat dan tinggi badan. Buah zakar rnenjadi lebih besar dan bila terangsang dapat4 rnengeluarkansperrna. Mengalamirnimpi basah. ASPEK PERKEMBANGAN REMAjA Terdapat dua konsep perkembangan remaja, yaitu nature dan nurture. Konsep nature mengungkapkanbahwa masa remaja adalah masa badai dan tekanan. Periode perkembangan ini individu banyak mengalami gejolak dan tekanan karena perubahan yang terjadi dalam dirinya. Konsep nurture menyatakan tidak semua remaja mengalami masa badai dan tekanan tersebut. Hal tersebut tergantung pada pola asuh dan lingkungan di mana remaja itu tinggal. , -. Perkembangan Sosial Terjadinya tumpang tindih pola tingkah laku anak dan pola perilaku dewasa merupakan kondisi tersulit yang dihadapi remaja. Remaja diharuskan dapat menyesuaikan diri dengan peran orang dewasa dan melepaskan diri dari peran anak-anak. Remajadituntut untuk dapat menyesuaikan diri dengan orang dewasa di luar lingkungan keluarga dan sekolah. Kuatnya Teman Sebaya Keinginanmenjadimandiri akan timbuldaridalarndiri remaja.Salahsatubentukkemandirian itu adalah dengan mulai melepaskan diri dari pengaruh orangtua dan ketergantungan secara emosional pada orangtua. Berdasarkan ciri-ciri yang dimillki seperti menjadi egosentris, kebingungan peran dan lain-lain, maka seorang remaja mulai mencari pengakuan dirinya di luar rurnah. Pada usia remaja, seseorangmenghabiskan lebihbanyak waktubersama teman sebayanyadibandingkan
  9. 9. Bab 2-Pertumbuhan dan PerkembanganRemaja 11 bersama dengan orangtuanya, sehingga wajar saja jika tingkah laku dan normalaturan- aturan yang dipegang banyak dipengaruhi oleh kelompok sebayanya. Namun, meskipun tampaknya remaja sangat bergantung pada teman sebayanya, pada remaja sendiri terdapat sikap ambivalen. Di satu sisi ingin membuktikan kemandiriannya dengan melepaskan diri dari orangtuanya, tetapi di sisi lain mereka masih tergantung pada orangtuanya. Remaja akan tetap meminta pertimbangan dari orangtuanya ketika menghadapi masalah yang berat atau harus menentukan sesuatu yang berkaitan dengan masa depannya yang berakibat jangka panjang. Hal ini merupakan bentuk ketergantungan remaja kepada orangtua. Ketergantungan pada teman sebaya leblh mengarah pada hal-ha1yang berkaitan dengan relasi sosial atau penerimaan lingkungan (misalnya tingkah lakulkebiasaan sehari- hari, kesukaan, aktivitas yang dipilih, gaya bahasa, dan lainnya). Diterima olehteman sebayamerupakan sesuatu yangsangatberarti bagi remaja,sehingga penyesuaian diri dengan kelompok,misalnyapenyesuaiandengan selera,caraberpakaian, cara berbicara dan berperilaku sosial lainnya adalah penting (Hurlock, 1973).Namun, perilaku mengikuti kelompok akan semaln berkurang sesuai dengan bertambahnya kematangan karena remaja semaln ingin menjadi individu yang mandiri dan unik serta lebih selektif dalam memilih sahabat. Tingkat konformitas remaja dengan kelompok sebayanya bervariasi menurut kualitas relasi yang terjadi dalam keluarga. Remaja yang berasal dari keluarga yang terlalu hangat, memberikan perlindungan dan keamanan secara berleblhan, melibatkan ikatan emosi yang sangat kuat cenderung memengaruhi remaja menjadi malas menjalin ikatan lain di luar keluarga atau mengalami kesulitan dalam berinteraksi di lingkungan selain keluarganya. Umumnya remaja ini lebih senang menyendiri atau bergaul dengan orang-orangtertentu saja, ada juga yang menjadi minder dan sulit berinteraksi dengan sebayanya. Sementara keluarga yang tidak memberikan kehangatan dan ikatan emosikepada anak, cenderung memengaruhi remaja berusaha keras mengikatkan diri pada lingkungan lain (yang berarti baginya) dan secara penuh mengikuti aturan kelompok tersebut (tanpa membedakan mana tingkah laku yang salah atau benar). Keluarga yang memberikan kehangatan serta ikatan emosi dalam kadar yang tidak berlebihan dan senantiasa memberikan dukungan positif dapat membantu anak mengembangkan lkatan lain di luar keluarga secara lebih balk. Ia mampu menentukan kapan ia harus mengikuti kelompoknya dan kapan harus menolak ajakan dari teman sebayanya sehingga remaja tersebut akan terbebas dari tekanan teman sebaya untuk melakukan hal-ha1 negatif. Perubahan dalam perilaku sosial ditunjukkan dengan: 1. minat dalam hubungan heteroseksual yang lebih besar; 2. kegiatan-kegiatan sosial yang melibatkan kedua jenis kelamin; 3. bertambahnya wawasan sehingga remaja memiliki penilaian yang lebih baik serta lebih bisa mengerti orang lain. Remajajuga mengembangkan kemampuan sosialyang mendorongnya lebih percaya diri dan aktif dalam aktivitas sosial; 4. berkurangnya prasangka dan diskriminasi. Mereka cenderung tidak mempersoalkan orang yang tidak cocok latar belakang budaya dan pribadinya.
  10. 10. 12 Kesehatan Reproduksi Remaja dan Wanita Pengelompokan Sosial Baru Kelompokremaja yang beranggotakan laki-lakibiasanya lebih besar dan tidak terlalu akrab, sedangkan kelompok remaja perempuan membentuk kelompok yang lebih kecil dan lebih akrab. Remajalaki-lakicenderunglebihbanyakberbagi pengalaman petualangan atau topik- topik tertentu yangmenarik (olahraga,musik, film,teknologi,danlainnya).Umumnya mereka jarang berbagi perasaan atau emosi dengan teman sebayanya,sedangkan remaja perempuan lebih bisa berbagi pengalaman dan perasaan. Dalam pengelompokan sosial,akan muncul nilai-nilaibaru yang diadaptasi oleh remaja. Nilai-nilai tersebut antara lain adalah sebagaiberikut. 1. Nilai baru dalam memilh teman. Pemilihan teman berdasarkan kesamaan minat dan nilai-nilai yang sama, yang dapat mengerti dan memberi rasa aman, serta yang dapat berbagi masalah dan membahas hal-hal yang tidak dapat dibicarakan dengan orang dewasa. 2. Nilai baru dalam penerimaan sosial. Remaja menerima teman-teman yang disenangi dan menolak yang tidak disenangi yaitu dimulai dengan menggunakan standar yang sama dengan kelompoknya. 3. Nilai baru dalam memilh pemimpin. Remaja memilih pemimpin yangberkemampuan tinggi yang akan dikagumi dan dihormati oleh orang lain dan dapat menguntungkan mereka,bukan pada penilaianfisikmelainkan pada orangyangbersemangat,bergairah, penuh inisiatif,bertanggung jawab, banyak ide, dan terbuka. Jenis-jenispengelompokkan sosial remaja antara lain: 1. teman dekat atau sahabat karib; 2. kelompok kecil, terdiri atas kelom~okteman-teman dekat, biasanya terdiri atas jenis kelamin yang sama; 3. kelompok besar, terdiri atas beberapa kelompok kecil dan kelompok teman dekat, biasanya berhubungan dalam aktivitas khusus; 4. kelompok yang terorganisasi, dibina oleh orang dewasa, dibentuk oleh sekolah, organisasi masyarakat, untuk memenuhi kebutuhan sosial para remaja yang tidak mempunyai kelompok kecil atau kelompok besar; 5. kelompok geng yang terdiri atas an&-an& yang memiliki minat utama yang sejenis untuk menghadapai penolakan teman-teman melalui perilaku antisosial. Pengaruh geng cenderung meningkat selama masa remaja. Pola interaksi sosial yang terjadi pada remaja umumnya masih belum mendalam dan jarang membentuk ikatan emosional yang kuat. Interaksi sosial masih bersifat egosentris (keinginan mendahulukan kepentingan atau kebutuhan pribadi). Pola lebih cenderung meluaskan kelompok sosial. Oleh karena itu, umumnya konflik interpersonal masih belum terlalu banyakdialami oleh remaja.Jlkamengalamibentrokan umumnya mengambillangkah berkelahi, bermusuhan, serta saling menghindar dan menjauhi.
  11. 11. Bab 2-Pertumbuhan dan PerkembanaanRemaia 13 Perkembangan Emosi Ciri-ciri perkembangan emosi pada tahap ini antara lain sebagaiberikut. 1. Emosi lebih mudah bergejolak dan biasanya diekspresikan secara meledak-ledak. 2. Kondisi emosionalbiasanyaberlangsungcukup lama sampaipada akhirnyake keadaan semula, yaitu keadaan sebelum munculnya suatu keadaan emosi. 3. Jenis-jenis emosi sudah lebih bervariasi (perbedaan antara emosi satu dengan lainnya makin tipis) bahkan ada saatnya emosi bercampur baur sehingga sulit dikenali oleh dirinya sendiri. Remaja juga sering bingung dengan emosinya sendiri karena muncul emosi-emosi yang bertentangan dalam suatu waktu, misalnya benci dan sayang. 4. Mulai munculnya ketertarikan dengan lawan jenis yang melibatkan emosi (sayang, cinta, cemburu, dan lainnya). 5. Remaja umumnya sangatpeka terhadap cara oranglain memandang mereka.Akibatnya remaja menjadi mudah tersinggung dan merasa malu. Hal ini akan terkait dengan perkembangan konsep dirinya. Faktor-faktor yang menyebabkan tingginya emosi antara lain sebagai berikut. 1. Fisik (kelenjar dan nutrisi). 2. Lingkungan dan sosial: a, penyesuaian terhadap lingkungan yang baru; b. tuntutan sosial untuk berperilaku yang lebih matang; c. aspirasi yang tidak realistis (tidak sesuai dengan kondisi dan situasiyang nyata); d. penyesuaian sosialterhadap teman sejenis dan lawan jenis; e. masalah-masalah di sekolah; f. masalah-masalah dengan tugas atau bidang pekerjaan; g. hambatan terhadap hal-hal yang ingin dilakukan; h. relasi yang kurang mendukung. Pengendalian Ernosi Pengendalian emosibukan merupakan upaya menekan atau menghilangkanemosimelainkan upayabelajarmenghadapi situasidengan rasional;belajar mengenali emosi dan menghindari penafsiran yang berlebihan terhadap situasi; serta belajar memberikan respons terhadap situasi tersebut dengan pikiran maupun emosi tidak berlebihan yang proporsional sesuai dengan situasinya. Ada tiga aturan yang harus diterapkan seseorang apabila menghindari beban emosi. Pertama, seseorang harus menyadari dan mampu menyadari emosi yang muncul dan sedang dicoba untuk dikendalikan. Kedua, menempatkan aspek mental dan penilaian kognitif dari respons emosi tersebut untuk mengujikewajaran respons tersebutterhadap realitanya.Ketiga, seseorang perlu belajar untuk mengemukakan emosi positif dan negatif secara benar dan proporsional.
  12. 12. 14 KesehatanReproduksiRemaja dan Wanita - Tabel 2.2 Jenis Emosi yang Sering Dihadapi oleh Remaja 1 Senang I Ciri-ciri ada kedamaian, sesuai dengan apa yang diinginkan, ada kecocokan dengan 1 selera. I Cinta Keadaan emosi yang relatif menyenangkan, menggetarkan diri untuk selalu melihat I dekat, rasa rindu, rasa ingin kontak/berhubungan/berkomunikasi. Kadang-kadang ( Frustasi Keadaan emosi, di mana seseorang mengalami dan menghadapi hambatan dalam pemenuhan keinginan atau kebutuhannya. Frustasi menimbulkan rasa rendah diri, bersifat aeresif fisik,dan ucaDan kasar. I Iri hati Bentuk emosi yang ditujukan pada orang tertentu berkaitan dengan status, oemilikan benda. atau kemam~uantertentu dari orang lain vang memiliki. Kebahagiaan pada Masa Remaja Ketidakbahagiaan remaja lebih disebabkan masalah pribadi daripada lingkungannya. Jika remaja berhasil mengatasi masalah masalah yang dihadapi dan kepercayaan pada kemampuannya mengatasi permasalah tanpa bantuan orang dewasa, maka kebahagiaan akan semakin meningkat dan meletakkan tujuan sesuai dengan apa yang ia mampu capai. Selain itu juga meningkatkan kepercayaan diri serta keberhasilan yang ia peroleh dari pengalamannya. Faktor yang memengaruhi adalah sebagai berikut. 1. Tingkat kematangan. Kondisi fisik yang lebih matang menyebabkan tuntutan sosial yang lebih besar pada remaja untuk dapat mengendalikan ekspresi emosi yang wajar dan sesuai norma lingkungannya. 2. Jenis kelamin. Kebanyakan kultur memberlakukan tuntutan bahwa laki-lalu lebih diizinkan untuk mengekspresikan emosinya, kecuali takut dan sedih, dibandingkan perempuan yang lebih dituntut untuk menekan dan menahan perasaan emosi. 3. Kelas sosial atau budaya. Terdapat beberapa budaya atau kelas sosial tertentu yang mengizinkan atau tidak mengizinkan suatu ekspresi tertentu muncul.
  13. 13. Bab 2-Pertumbuhan danPerkembanganRemaja 15 Berdasarkan teori perkembangan kognitif Piaget, kemampuan kognitif remaja berada pada tahapformal operational. Remaja harus mampu mempertimbangkan semua kemungkinan untuk menyelesaikan masalah dan mempertanggungjawabkannya. Berkaitan dengan perkembangan kognitif, umumnya remaja menampillcan tingkah laku sebagaiberikut. 1. Kritis. Segala sesuatu harus rasional dan jelas, sehingga remaja cenderung mempertanyakan kembali aturan-aturan yang diterimanya. 2. Rasa ingin tahu yang kuat. Perkembangan intelektual pada remaja merangsang adanya kebutuhanlkegelisahan akan sesuatu yang harus diketahuildipecahkan. 3. Jalan pikiran egosentris. Berkaitan dengan menentang pendapat yang berbeda. Cara berpilur kritis dan egosentris, menyebabkan remaja cenderung sulit menerima pola pihr yang berbeda dengan pola pilurnya. 4. Imagery audience. Remaja merasa selaludiperhatikan ataumenjadipusat perhatian oranglainmenyebabkan remaja sangat terpengaruh oleh penampilan fisiknya dan dapat memengaruhi konsep dirinya. 5. Personalfables. Remaja merasa dirinya sangat unlk dan berbeda dengan orang lain. Tercapainyatahap perkembangan ini ditandai dengan individu mampu: 1. berpikir secara kontra-faktual (contra-factual), artinya ia menyadari bahwa realitas dan pihran tentang realitas bisa berbeda, juga bisa memaknai suatu realitas sesuai kehendaknya; 2. realitasadalah kondisi nyatanya (objektif) sedangkan pikiran tentang realitasnya adalah kondisi subjektif (persepsi). PerkembanganMoral Perubahan mendasar dalam moralitas remaja meliputi: 1. pada masa remaja, mereka mulai "memberontak" dari nilai-nilai orangtua dan orang dewasa lainnya serta mulai menentukan nilai-nilainya sendiri; 2. pandangan moral remaja semalun lama semakin menjadi lebih abstrak dan kurang nyata; 3. keyalunan moral leblh berpusat pada apa yang benar, bukan pada apa yang salah;
  14. 14. Kesehatan Reproduksi Remaja dan Wanita 4. penilaian moral menjadi semakin kritis sehingga remaja lebih berani menganalisis norma sosial dan norma pribadi, serta berani mengambil keputusan berbagai masalah moral yang dihadapinya. 5. penilaian moral menjadi kurang egosentris, tetapi lebih mengembangkan norma berdasarkan nilai-nilai kelompok sosialnya. 6. penilaian moral cenderung melibatkan beban ernosi dan menimbulkan ketegangan psikologis. Berdasarkan tahapan perkembangan moral menurut Kohlberg, remaja harus mencapai tahap moralitas pascakonvensional dengan menerima sendiri sejumlah prinsip, yaitu: 1. individu yakin bahwa harus ada fleksibilitas dalam keyakinan moral sehingga dimungkinkan adanya perbaikan dan perubahan standar moral yang menguntungkan kelompok secara keseluruhan; 2. individu menyesuaikan diri dengan standar sosial dan ideal yang diinternalisasi lebih untuk menghindari hukuman terhadap diri sendiri daripada tuntutan sosial; 3. moralitas didasarkan pada rasa hormat kepada orang lain dan bukan pada keinginan yang bersifat pribadi. Perkembaflgan Konsep Diri (Kepribadian) Konsep diri merupakan semuaperasaan dan pemikiran seseorang mengenai dirinya sendiri. Gambaran pribadi remaja terhadap dirinya meliputi penilaian diri dan penilaian sosial. Penilaian diri berisi pandangan dirinya terhadap hal-hal, antara lain: 1. pengendalian keinginan dan dorongan-dorongan dalam diri; 2. suasana hati yang sedang dihayati remaja; 3. bayangan subjektif terhadap kondisi tubuhnya; 4. merasa orang lain selalu mengamatitmemperhatikan dirinya (kaitannya dengan perkembangan kognitif). Penilaian sosialberisievaluasiterhadap bagaimanaremajamenerima penilaianlingkungan sosialpada dirinya.Selainitu,konseplain yangterdapat dalarnpengertian konsep diriiniadalah seyimage atau citra diri, yaitu merupakan garnbaran dari hal-hal sebagaiberikut. 1. Siapa saya (extant self). Bagaimana remaja menilai keadaan pribadi dirinya seperti tingkat intelektual, status ekonomi keluarga, atau peran di lingkungan sosialnya. 2. Saya ingin jadi apa (desiredseIf). Remaja memilllu harapan-harapan peran dan cita-cita ideal yang ingin ia capai yang cenderung tidak realistis. Ciri-ciriperkembangan konsep diri remaja antara lain terdiri atas: 1. perubahan perkembangan fisik yang cukup drastis pada masa remaja, kadang-kadang tidaklkurang proposional;
  15. 15. Bab 2-Pertumbuhan dan Perkembangan Remaja 17 2. sangat terpengaruh oleh pandangan orang lain terhadap dirinya; 3. memiliki aspirasi yang sangat tinggi tentang segala hal; 4. memandang diri leblh rendah atau lebih tinggi dari pada kondisi objektifnya; 5. merasa selalu diperhatikan atau menjadi pusat perhatian. Perkembangan Heteroseksual Dalamperkembanganheteroseksualini,remajabelajarmemerankan peran jenis kelaminyang diakui oleh lingkungannya.Remajaperempuan menemukan adanya doublestandard, di mana remaja laki-laki boleh melakukan hal yangbagi remaja perempuan sering sekali disalahkan. Kondisi pandangan budaya tertentu mengenai peran jenis kelamin remaja mengakibatkan munculnya efek penggolongan dalam masyarakat, contohnya antara lain: 1. remaja lalu-laki memiliki perasaan lebih unggul yang relatif terus menetap dan diharapkan dapat berperan sebagai pemimpin di dalam kegiatan masyarakat; 2. prasangkajenis kelamin melahirkan kecenderungan merendahkan prestasi perempuan meshpun prestasi itu menyamai atau bahkan melebihi prestasi laki-lab, 3. perempuan mengalamiperasaan takut untuk sukseskarena didasarkan pada anggapan bahwakeberhasilanakan mendapatkan dukungan sosiallaki-lakidanmenjadihalangan yang besar dalam proses mencari pasangan hidup. Beberapa ciri penting perkembangan heteroseksual remaja secara umum antara lain: 1. remaja mempelajari perilaku orang dewasa sesuai dengan jenis kelaminnya untuk menarik perhatian lawan jenisnya; 2. minat terhadap lawan jenis malun kuat disertai keinginan kuat untuk memperoleh dukungan dari lawan jenis; 3. minat terhadap kehidupan seksual; 4. remaja mulai mencari cari informasi tentangkehidupan seksual orang dewasa,bahkan juga muncul rasa ingin tahu dan keinginan bereksplorasi untuk melakukannya; 5. minat dalam keintiman secarafisik.Dengan adanya dorongan seksual dan ketertarikan terhadap lawanjenis, perilaku remaja mulai diarahkan untuk menarik perhatian lawan jenis. Masalah Umum Remaja McAllistermembagi remaja menjadi beberapa kelompok yaitu: 1. remaja normal; 2. remaja bermasalah umum; 3. remaja bermasalah patologis. Dua kelompokyang pertama merupakanproblem teenagergroup dengan didasari asumsi bahwa tidak ada remaja yang tidak bermasalah dalam menghadapi transisi dalam berbagai aspek perkembangan serta menghadapi lingkungan. Remaja yang memililu masalah umum
  16. 16. 18 KesehatanReproduksiRemaja dan Wanita dibedakan dengan remajayang memililu masalahyangpatologis (pathologicteenager). Berikut adalah masalah umum yang dialarni remaja berkaitan dengan tumbuh kembangnya. 1. Masalah yang berkaitan dengan lingkungan rumahnya seperti relasi dengan anggota keluarga, disiplin, dan pertentangan dengan orangtua. 2. Masalah-masalah yang berkaitan dengan lingkungan sekolah. 3. Kondisi fisik (kesehatan atau latihan), penampilan (berat badan, ciri-ciri daya tarik, bau badan, jerawat, kesesuaian dengan jenis kelamin). 4. Emosi (temperamen yang meledak ledak, suasana hati berubah-ubah). 5. Penyesuaian sosial (minder, sulit bergaul, pacaran, penerimaan oleh teman sebaya, peran pemimpin). 6. Masalah pekerjaan (pilihan pekerjaan, pengangguran). 7. Nilai-nilai (moral, penyalahgunaan obat-obatan, dan hubungan seksual). 8. Masalah yang berkaitan dengan hubungan lawan jenis (heteroseksual), seperti putus pacar, proses pacaran, backstreet, sulit punya pacar, dan lain-lain. 1. Jelaskanaspek perkembangan remaja dari konsep diri? 2. Jelaskanperubahan-perubahan daripertumbuhan remajayangterjadi pada perempuan dan laki-laki? 3. Jelaskanperlakuan budaya berhubungan dengan peran jenis kelamin pada remaja?
  17. 17. Bab 3-Menstruasi dan Mim~iBasah 21 Beberapa tanda-tanda adanya masalah dalam menstruasi yang perlu dikonsultasikan kepada dokter ahlinya, antara lain: 1. apabila haid itu tidak pernah teratur sejak semula walau telah melewati tahun-tahun "belajar" menarche (haid yang pertarna); 2. timbul nyeri hebat terutama jika baru muncul kemudian yang diperkirakan a d a gangguan dalam organ reproduksi, terutama jika rasa nyeri itu semakin lama semakin bertambah intensitasnya; 3. satu hal yang perlu diwaspadaiadalah jika darah mengalir sangat berlebihan sehingga membutuhkan pembalut lebih dari selusin dalam sehari; 4. panjang hari haid lebih sembilan hari; 5. muncul noktah darah antara dua siklus haid (spotting); 6. warna darah kelihatan tidak sepertibiasa,menjadi lebihkecokelatanatau merah darah segar. KEPUTIHAN Keputihan adalah keluarnya cairan selain darah dari liang vagina di luar kebiasaan, baik berbau ataupun tidak, serta disertai rasa gatal setempat. Penyebab keputihan dapat secara normal (fisiologis)yang dipengaruhi olehhormon tertentu. Cairannyaberwarna putih, tidak berbau, danjika dilakukan pemeriksaan laboratorium tidak menunjukkan ada kelainan. Hal ini dapat tampak pada perempuan yang terangsang pada waktu sanggama atau saat masa subur (owlasi). Keputihan yang abnormal bisa disebabkan oleh infeksilperadangan yang terjadi karena mencuci vagina dengan air kotor, pemeriksaan dalam yang tidak benar, pemakaian pembilas vagina yang berlebihan, pemerlksaan yang tidak higienis, dan adanya benda asing dalam vagina. Selain karena infeksi, keputihan dapat juga disebabkan oleh masalah hormonal, celana yang tidak menyerap keringat, dan penyalut menular seksual. Cairannya berwarna putihl hijaulkuning,berbau, sangatgatal,danlatau disertai nyeri perut bagianbawah. Jlkaseseorang mengalami hal seperti itu, maka orang tersebut harus segera berobat ke dokter. Pengobatan akan disesuaikan dengan penyebabnya. MlMPl BASAH Mimpi basah pertama terjadi pada masa remaja laki-laki kira-kira usia 9-14 tahun. Mimpi basah umumnya terjadi secaraperiodlk,berkisar setiap2-3 minggu.Mimpibasah merupakan pengeluaran cairan sperma yang tidak diperlukan secara alamiah. Ketika testis mulai bereproduksi, maka setiap hari testis memproduksi sperma. Jika produksi air mani tidak disalurkan keluar (misalnyadengan cara senggamaatau masturbasi) maka air mani keluar dengan sendirinya pada saat tidur, balk melalui mimpi atau tidak.
  18. 18. PENCERTIAN SEKSUALITAS - < Seks berarti jenis kelamin. Segala sesuatu yang berhubungan dengan jenis kelamin disebut dengan seksualitas.Menurut Masters,Johnson,dan Koldny (1992),seksualitasmenyangkut berbagai dimensi yang sangat luas, di antaranya adalah dimensi biologis, psikologis, sosial, dan kultural. Dimensi Biologis Berdasarkanperspektifbiologis (fisik),seksualitaiberkaitan dengan anatomi dan fungsional alatreproduksi atau alatkelamin manusia,serta dampaknyabagikehldupan fisikatau biologis manusia. Termasuk di dalamnya menjaga kesehatannya dari gangguan seperti penyakit rnenular seksual, infeksi saluran reproduksi (ISR), bagaimana memfungsikan seksualitas sebagai alat reproduksi sekaligus alat rekreasi secara optimal, serta dinam+a munculnya dorongan seksualsecarabiologis. Dimensi Psikologis Berdasarkandimensiini,seksualitasberhubungan erat denganbagaimana manusia menjalani fungsi seksual sesuai dengan identitas jenis kelaminnya, dan bagaimana dinamika aspek-
  19. 19. 28 KesehatanReproduksi Remaja dan Wanita aspek psikologis (kognisi, emosi, motivasi, perilaku) terhadap seksualitas itu sendiri, serta bagaimana dampak psikologis dari keberfungsian seksualitas dalam kehidupan manusia. Misalnya bagaimana seseorang berperilaku sebagai seorang laki-laki atau perempuan, bagaimana seseorang mendapatkan kepuasan psikologis dari perilaku yang dihubungkan dengan identitas peran jenis kelamin, serta bagaimana perilaku seksualnya dan motif yang melatarbelakanginya. Dimensi Sosial Dimensi sosialrnelihatbagairnanaseksualitasmuncul dalam relasi antarmanusia, bagaimana seseorangberadaptasi atau menyesuaikandiri dengan tuntutan peran darilingkungan sosial, serta bagairnana sosialisasi peran dan fungsi seksualitasdalam kehidupan manusia. Dimensi Kulti~raldan Moral Dimensi ini menunjukan bagaimana nilai-nilai budaya dan moral mempunyai penilaian terhadap seksualitasyangberbedadengannegarabarat. Seksualitasdi negara-negarabarat pada umurnnya menjadi salah satu aspek kehidupan yang terbuka dan rnenjadi hak asasi manusia. Berbedahalnyadenganmoralitasagama,misalnya menganggapbahwaseksualitassepenuhnya adalah hak Tuhan sehingga penggunaan dan pemanfaatannyaharus dilandasidengan norma- norma agama yang sudah mengatur kehidupan seksualitasmanusia secaralengkap. Menurut Blanch dan Collier (1993),seksualitasmeliputi lima area. 1. Sensualitas. Adalah kenikrnatan yang merupakan bentuk interaksi antara pikiran dan tubuh. Umumnya sensualitasmelibatkanpancaindra (aroma,rasa,penglihatan, pendengaran, sentuhan) dan otak (organ yang paling kuat terkait dalam seks dalam fungsi fantasi, antisipasi, memori, atau pengalaman). 2. Intimacy. Ikatan emosional atau kedekatan dalam relasi interpersonal. Biasanya mengandung unsur-unsur kepercayaan,keterbukaan diri, kelekatandengan orang lain, kehangatan, kedekatan fisik, dan saling menghargai. 3. Identitas. Peran jenis kelamin yang mengandung pesan-pesan'gender perempuan dan laki-laki dan mitos-mitos (feminimitas dan maskulinitas), serta orientasi seksual. Hal ini juga menyangkutbagaimanaseseorangmenghayati peran jenis kelaminsesuaidengan peran jenis kelaminnya. 4. Lingkaran kehidupan (lifecycle). Aspek biologis dari seksualitas yang terkait dengan anatomi dan fisiologis organ seksual.
  20. 20. Bab 5-Seksualitas Remaja 29 5. Eksploitasi (exploitation). Unsur kontrol dan manipulasi terhadap seksualitas, seperti: kekerasan seks&l, pornografi, pemerkosaan, dan pelecehan seksual. Sementara itu, menurut Hidayat (1997), ruang lingkup seksualitas terbagi atas hal-ha1 berikut. 1. Seksual biologis. Komponen yangmengandung beberapa ciri dasar seksyang terlihatpada individu yang bersangkutan (kromosom, hormon, serta ciri seks primer dan sekunder). Ciri seks primer timbul sejak lahir,yaitu alat kelamin luar (genitalia eksterna) dan alat kelarnin dalam (genitalia interna). Ciri seks sekunder timbul saat seorang meningkat dewasa, misalnya timbul bulu-bulu badan ditempat tertentu (ketiak, dada); berkembangnya payudara perempuan, dan perubahan suara laki-laki. 2. Identitas seksual. Identitas seksual adalah konsep diri pada individu yang menyatakan dirinya laki- lalu atau perempuan. Identitas seksual dalarn bentuknya banyak dipengaruhi oleh lingkungan dan tokoh yang sangat penting (orangtua). 3. ldentitas gender. Identitas gender adalah penghayatan perasaan kelaki-lakianatau keperempuanan yang dinyatakan dalam bentuk perilaku sebagailaki-laki atau perempuan dalam lingkungan budayanya. Identitasbudaya merupakan interaksi antara faktor fisik dan psikoseksual. Interaksi yang harmonis di antara kedua faktor ini akan menunjang perkembangan norma seorang perempuan atau laki-laki. 4. Perilaku seksual. Perilakuseksualyaitu orientasiseksualdari seorangindividu,yangmerupakan interaksi antara kedua unsur yang sulit dipisahkan,yaitu tingkah laku seksual dan tingkah laku gender. Tingkah laku seksual didasari oleh dorongan seksual untuk mencari dan memperoleh kepuasan seksual, yaitu orgasmus. Tingkah laku gender adalah tingkah laku dengan konotasi maskulin atau feminim di luar tingkah laku seksual. Perilaku seksual itu mulai tampak setelah anak menjadi remaja. TUJUANSEKSUALITAS 1. Tujuan umum: meningkatkan kesejahteraan kehidupan manusia. 2. Tujuan khusus: a. prokreasi (menciptakan atau meneruskan keturunan); b. rekreasi (memperoleh ken~krnatanbiologis/seksual).
  21. 21. 30 KesehatanReproduksi Remaja dan Wanita DlMENSl PRlBADl YANG TERKAIT DENCAN SEKSUALITAS Berlkut ini adalah tiga elemen dimensi pribadi yang terkait dengan seksualitas. 1. Harga diri. Adalah konsep individu tentang h i n y ayang menggambarkan pemaknaan tentang diri serta seberapajauh kepuasan yang didapatkannya dari gambaran tentang diri tersebut, sangat memengaruhi tingkah laku seseorang. 2. Kemampuan berkomunlkasi. Yaitu cara remaja mengekspresikan perasaan, keinginan, dan pendapatnya tentang masalah-masalah yang berhubungan dengan seksualitasnya. Bila remaja mampu mengomunikasikannya dengan baik, maka akan mempermudah dirinya dalam menanggulangi permasalahan seksualitasyang dialami. 3. Kemampuan mengambil keputusan. Sepanjang kehidupan, banyak keputusan mengenai seksualitas yang harus diambil, misalnya: perilaku seksual yang dipilih, memilih pasangan hidup, dan perencanaan kehamilan. SlKAP POSITIF 'TERHADAP SEKSUALITAS Tingkah laku yang menunjukan sikap positif terhadap seksualitasadalah sebagai berikut. 1. Menempatkan seks sesuai dengan fungsi dan tujuan. 2. Tidak menganggap seks itu jijik, tabu, dan jorok. 3. Tidak dijadikan candaan dan bahan obrolan murahan. 4. Mengikuti norma atau aturan dalam menggunakannya. 5. Membicarakan seks dalam konteks ilmiah atau belajar untuk memahami diri dan orang lain, serta pemanfaatan secara baik dan benar sesuai dengan fungsi dan tujuan sakralnya. PERKEMBANCAN SEKSUALITAS REMAJA Sejakmasa remaja,pada diriseoranganak terlihat adanya perubahan-perubahan pada bentuk tubuh yang disertai dengan perubahan struktur dan fungsi. Pematangan kelenjar pituitari berpengaruh pada proses pertumbuhan tubuh sehingga remaja mendapdkan ciri-cirinya sebagai perempuan dewasa atau lalu-laki dewasa. Masa remaja diawali oleh masa pubertas, yaitu masa terjadinya perubahan-perubahan fisik (meliputipenarnpilan fislkseperti bentuk tubuh dan proporsi tubuh) dan fungsifisiologis (kematangan organ-organ seksual). Perubahan tubuh ini disertai dengan perkembangan bertahap dari karekteristik seksual primer dan karekteristik seksual sekunder.
  22. 22. 30 Kesehatan ReproduksiRemaia dan Wanita DlMENSl PRlBADl YANG TERKAIT DENGAN SEKSUALITAS Berikut ini adalah tiga elemen dirnensi pribadi yang terkait dengan seksualitas. 1. Harga diri. Adalah konsep individu tentang dirinya yang menggambarkan pemaknaan tentang diri sertaseberapajauh kepuasan yang didapatkannya dari garnbaran tentang diri tersebut, sangat memengaruhi tingkah laku seseorang. 2. Kemampuan berkomunlkasi. Yaitu cara remaja mengekspresikan perasaan, keinginan, dan pendapatnya tentang masalah-masalah yang berhubungan dengan seksualitasnya. Bila remaja mampu rnengornunikasikannya dengan baik, maka akan mempermudah dirinya dalam menanggulangi permasalahan seksualitas yang dialarni. 3. Kernampuan mengambil keputusan. Sepanjang kehidupan, banyak keputusan mengenai seksualitas yang harus diambil, misalnya: perilaku seksual yang dipilih, memilih pasangan hidup, dan perencanaan kehamilgn. SlKAP POSITIF TERHADAP SEKSUALITAS Tingkah laku yang menunjukan sikap positif terhadap seksualitas adalah sebagai berikut. 1. Menempatkan seks sesuai dengan fungsi dan tujuan. 2. Tidak menganggap seks itu jijik, tabu, dan jorok. 3. Tidak dijadikan candaan dan bahan obrolan murahan. 4. Menglkuti norma atau aturan dalam menggunakannya. 5. Membicarakan seks dalarn konteks ilmiah atau belajar untuk memahami diri dan orang lain, serta pemanfaatan secara baik dan benar sesuai dengan fungsi dan tujuan sakralnya. PERKEMBANGAN SEKSUALITAS REMAJA Sejakmasa remaja, pada diri seorang anakterlihat adanya perubahan-perubahan pada bentuk tubuh yang disertai dengan perubahan struktur dan fungsi. Pernatangan kelenjar pituitari berpengaruh pada proses pertumbuhan tubuh sehingga remaja mendapatkan ciri-cirinya sebagai perempuan dewasa atau laki-lalu dewasa. Masa remaja diawali oleh masa pubertas, yaitu masa terjadinya perubahan-perubahan fisik (meliputi penampilan fislk sepertibentuk tubuh dan proporsi tubuh) dan fungsifisiologis (kernatangan organ-organ seksual). Perubahan tubuh ini disertai dengan perkembangan bertahap dari karekteristik seksual primer dan karekteristik seksual sekunder.
  23. 23. Bab 5-Seksualitas Remaja 31 Karekteristik seksual primer mencakup perkembangan organ-organ reproduksi, sedangkan karekteristik seksual sekunder mencakup perubahan dalam bentuk tubuh sesuai dengan jenis kelamin, misalnya: pada remaja putri ditandai dengan pembesaran buah dada dan pinggul;sedangkan pada remaja putra mengalami pembesaran suara,tumbuh bulu dada, kaki, serta kumis. Karekteristikseksualsekunderinitidakberhubungan langsungdengan fungsireproduksi, tetapiperannya dalam keludupan seksualtidak kalah pentingnya karena berhubungan dengan sex appeal (daya tarik seksual). Kematangan seksual pada remaja ini menyebabkan munculnya minat seksual d a n keingntahuan remaja tentang seksual.Menurut Tanner (1990), minat seksualremaja antara lain sebagaiberdcut. Minat dalam Permasalahan yang Menyangkut Kehidupan Seksual Remaja mulai ingin tahu tentang kehidupan seksual manusia. Untuk itu, mereka mencari informasi mengenai seks,balk melalui buku, film,atau gambar-gambar lain yang dilakukan secara sembunyi-sembunyi. Hal ini dilakukan remaja karena kurang terjalinnya komunikasi yang bersifat dialogis antara remaja dengan orang dewasa, baik orangtua maupun guru, mengenai masalah seksual,di mana kebanyakan masyarakat masih menganggap tabu untuk membicarakan masalah seksual dalam kehidupan sehari-hari. Keterlibatan Aspek Emosi dan Sosial pada Saat Berkencan Perubahan fisik dan fungsi fisiologis pada remaja, menyebabkan daya tarik terhadap lawan jenis yang merupakan akibat timbulnya dorongan-dorongan seksual. Misalnya, pada anak lalu-laki dorongan yang ada dalam dirinya terealisasi dengan aktivitas mendekati teman perempuannya, hingga terjalin hubungan. Dalam berkencan, biasanya para remaja melibatkan aspek emosi yang diekspresikan dengan berbagai cara, seperti bergandengan tangan, berciuman, memberdcan tanda mata, bunga, kepercayaan, dan sebagainya. Minat dalam Keintiman Secara Fisik Dengan adanya dorongan-dorongan seksual dan rasa ketertarikan terhadap lawan jenis kelaminnya,perilakuremajamulaidiarahkan untuk menardcperhatian lawanjenis kelaminnya. Dalam rangka mencari pengetahuan mengenai seks, ada remaja yang melakukannya secara terbuka bahkan mulai rnencobamengadakan eksperimen dalarnkehidupan seksual.Misalnya dalam berpacaran, mereka mengekspresikan perasaannya dalam bentuk-bentuk perilaku yang menuntut keintiman secara fisik dengan pasangannya, seperti berciuman, bercumbu, dan lain-lain. - ' Perkembangan minat seksualini menyebabkan masa remaja disebutjuga dengan "masa keaktifan seksual tinggi" yang merupakan masa ketika masalah seksual dan lawan jenis menjadi bahan pembicaraan yang menarik dan dipenuhi dengan rasa ingin tahu tentang masalah seksual (Kartono, 1995).
  24. 24. 32 KesehatanReproduksiRemaja dan Wanita Sejalandenganmeningkatnya minat terhadap kehidupan seksual,remaja selaluberusaha mencari informasi objektif mengenai seks (Hurlock, 1973).Oleh karena itu, hal yang paling membahayakan adalah bila informasi yang diterima remajaberasal dari sumberyangkurang tepat sehingga akhirnya remaja menginterprestas~kannyadengan salah. Hal ini merupakan &bat kekurangpahaman remaja terhadap masalah seputar seksual. Kekurangpahaman ini akan memunculkan perilaku seksual remaja yang tidak bertanggung jawab, seperti melakukan eksperimen ke lokalisasi pekerja seks komersial, melakukan hubungan seks sebelum nikah dengan pasangannya (pacar), melakukan oral seks, dan sebagainya, tanpa pertimbangan kemungkinan masa depan yang kurang cerah bagi dirinya. Keadaan ini tampak sudah meluas pula di kalangan remaja Indonesia. Semua perubahan dipengaruhi oleh berfungsinya hormon-hormon seksual, yaitu: testosteron untuk laki-laki, serta progesteron dan estrogen untuk perempuan. Hormon- hormon inijugalah yang berpengaruh terhadap dorongan seksualmanusia. Kinsey, dkk. (1948) serta Udry dan Client (1982) menyimpulkan data penelitian bahwa anak-anak yang lebih dahulu mengalami pertumbuhan fisik akan lebih condong berperilaku seks (misalnyamasturbasi atau hubungan seksual)dibandingkan yangterlarnbat mengalaminya. Masters,dkk.(1992) memperkirakan bahwa ini terjadi karena hormon akan membuat seseoranglebih sadarterhadap sensasiseksual.Misalnya,hormon testosteron akan menyebabkan seorang anak laki-lalu mengalami ereksi. Akibatnya, ia menyadari sensasi seksual dan lebih sensitif terhadap stimulasi yang menimbulkan sensasi seksual.Selain itu, kadar testosteron dalam darah akan membuat otak mengaktifkan piluran atau dorongan seks. Pengaruh hormon ini juga dapat dilihat melalui meningkatnya dorongan seks pada perempuan yang sedang mengalami masa subur. Pada masa subur ini, hormon-hormon memang meningkat kadarnya untuk mengatur ovulasi dan memerintahkan rahim untuk menebalkan dinding luarnya (endometrium). Kondisi hormonal ini yang menyebabkan remaja menjadi semakin peka terhadap stimulan seksual (visual,sentuhan, audiovisual, dan lainnya) sehingga mendorong munculnya perilaku seksual. Dengan meningkatnya dorongan seksual,remaja akan mudah sekali terangsang secara seksual. Membaca bacaan yang romantis, melihat gambar romantis, melihat alat kelamin lawanjenis, atau menyentuh alat kelaminnya akan dapat menimbulkan rangsangan seksual. Ketika pubertas, laki-laludan perempuan mulai memiliki pikiran dan khayalan tentang seksual. Pada perempuan, jika mengalami keterbangkitan seksual ditunjukkan oleh reaksi vagina menjadi basah, karena keterbangkitan dorongan seksual secara alamiah merangsang vagina mengeluarkan cairan pelicin,sedangkanlaki-lakimengalamiereksipenegangan penis apabila ia berfantasi atau merangsang dirinya. Munculnya dorongan seksual ini menimbulkan permasalahan, antara lain: perasaan aneh karena munculnya reaksi yang tidak begitu tampak pada masa sebelumnya, belum dapat menyalurkannya karena belum menikah sementara remaja cepat terangsang secara seksual dan menimbulkan keingintahuan lebih lanjut tentang apakah alat kelamin yang dimilikinya dapat berfungsi dengan balk. Hal yang terakhir ini dapat mendorong seseorang untuk bereksplorasi banyak dalam hal ha1seksual.
  25. 25. Bab 5-Seksualitas Remaia 33 TUGAS PERKEMBANCAN SEKSUALITAS REMAJA Secarapsikologis,pada fase remaja ini ada dua aspek yang penting yang harus dipersiapkan yaitu sebagaiberikut. OrientasiSeksual Heteroseksualitasrasatertarikterhadaplawanjenistimbuldansejalandenganberkembangnya minat terhadap aktivitasyangberhubungan denganseks.Keadaan iniditandaiolehrasa ingin tahu yang kuat dan kehausan akan informasi yang selanjutanya dapat berkembang ke arah tingkah laku seksualyang sesungguhnya. Relasi heteroseksual manusia umumnya mengikuti pola tertentu, yaitu pengidolaan (terhadap figur tertentu), cinta monyet (perasaan ketertarikan seksualterhadap lawan jenis yang masih berpindah-pindah),pacaran (menjalin komitmen), bertunangan (goingsteady), dan menikah. Peran Seks Peran seksadalah menerirna dan mengembangkan peran serta kemampuan tertentu selaras dengan jenis kelaminnya. Bagi remaja laki-laki, ha1 itu mungkin tidak terlalu menjadi masalah. Namun, bagi remaja perempuan, bermacam revolusi dan perubahan pandangan atau nilai terhadap peran perempuan yang berlangsungterus-menerus sampai saat ini dapat menimbulkan masalah tertentu. Perubahan-perubahan nilai dan norma tentang seks yang terjadi saat ini dapat menimbulkan berbagai persoalan bagi remaja (pelacuran, penyakit kelarnin menular,penylmpangan seksual,kehamilan diluar nikah, dan sebagainya). PERILAKU SEKSUAL REMAJA Perubahan dan perkembangan perilaku seksualyang terjadi pada masa remaja dipengaruhi oleh berfungsinya hormon-hormon seksual (testosteron untuk lalu-lah dan progesteron untuk perempuan). Hormon-hormon inilah yang berpengaruh terhadap dorongan seksual manusia. Perilaku sosial memiliki pengertian yang berbeda dengan aktivitas seksual dan hubungan seksual. Perilakuseksualseringditanggapisebagaihalyangberkonotasinegatif,padahalperilaku seksual ini sangat luas sifatnya. Perilaku seksual merupakan perilaku yang bertujuan untuk menarik perhatian lawan jenis. Contohnya antara lain mulai dari berdandan, mejeng, mengerlingkan mata, merayu, menggoda, bersiul. Aktivitas seksual adalah kegiatan yang dilakukan dalam upaya memenuhi dorongan seksual atau kegiatan mendapatkan kesenangan organkelamin atauseksualmelalui berbagai perilaku. Contoh perilakunya adalah berfantasi, masturbasi, cium pipi, cium bibir, petting, berhubungan intim (intercourse).
  26. 26. 34 Kesehatan ReoroduksiRemaia dan Wanita Hubungan seksual adalah kontak seksual yang dilakukan berpasangan-dengan lawan jenis. Contohnya: masturbasi, fantasi seksual, at& menonton/membaca buku yang berisi informasi porno. Cara yang biasa dilakukan orang untuk menyalurkan dorongan seksual antara lain: 1. menahan diri dengan berbagai cara; 2. menyibukkan diri dengan berbagaiaktivitas; 3. menghabiskantenaga dengan berolahraga; 4. memperbanyakibadah dan mendekatkan diri kepada Tuhan; 5. menyalurkannyamelalui mimpi erotis (mimpi basah); 6. berkhayal atau berfantasi tentang seksual; 7. masturbasi atau onani; 8. melakukan aktivitasseksualnonpenetrasi (berpegangantangan, berpelukan,ciumpipi, cium bibir, cumbuan berat,petting); 9. melakukan aktivitasseksual penetrasi (intercourse). Faktor-faktor yang memengaruhi perilaku seksual remaja antara lain: 1. perubahan biologis yangterjadipada masa pubertas dan pengaktifan hormonal dapat menimbulkan perilaku seksual; 2. kurangnyapengaruh orangtua melaluikomunikasiantara orangtuadan remajaseputar maslah seksualdapat memperkuat munculnya penyimpangan perilaku seksual(Oom, 1981); 3. pengaruh teman sebaya sangat kuat sehingga munculnya penyimpangan perilaku seksual dikaitkan dengan norma kelompok sebaya; 4. remaja dengan prestasi rendah dan tahap aspirasiyang rendah cenderung lebih sering memunculkan aktivitas seksual dibandingkan remaja dengan prestasi yang baik di sekolah (perspektif akademik); 5. perspektif sosial kognitif diasosiasikan dengan pengambilan keputusan yang menyediakan pemahaman perilaku seksual kalangan remaja (Muss, 1990). 1. Jelaskan gangguan identifikasi seksual pada remaja yang berdampak pada kesehatan reproduksi! 2. Berikantanggapan Anda mengenaiseksualitaspada remajadan bagaimanadampaknya pada kesehatan reproduksi remaja dari sudut fisik dan psikologis! 3. Bagaimanakah tanggapan sosial dan budaya di Indonesia terhadap seksualitaspada remaja?

×