Successfully reported this slideshow.
We use your LinkedIn profile and activity data to personalize ads and to show you more relevant ads. You can change your ad preferences anytime.

Perkembangan Sosial

9,472 views

Published on

Published in: Education
  • Sex in your area is here: ♥♥♥ http://bit.ly/39sFWPG ♥♥♥
       Reply 
    Are you sure you want to  Yes  No
    Your message goes here
  • Dating for everyone is here: ♥♥♥ http://bit.ly/39sFWPG ♥♥♥
       Reply 
    Are you sure you want to  Yes  No
    Your message goes here

Perkembangan Sosial

  1. 1. Pengertian Perkembangan SosialBentuk- bentuk Tingkah Laku SosialKarakteristik Perkembangan SosialFaktor- faktor Yang Mempengaruhi PerkemPengaruh Perkembangan Sosial terhadap TAnakKesimpulanCREATED BY :MUHAMAD YOGISATRIYADISunday, May 12, 2013 1
  2. 2. PERKEMBANGAN SOSIALPerkembangan psikososial siswa, atau sebut saja perkembangansosial siswa, adalah proses perkembangan kepribadian sosial siswa selakuseorang anggota masyarakat dalam berhubungan dengan orang lain.Perkembangan sosial, menurut Bruno (1987), merupakan prosespembentukan social-self (pribadi dalam masyarakat), yakni pribadi dalamkeluarga, budaya, bangsa, dan seterusnya. Proses perkembangan sosialdan moral juga selalu berkaitan dengan proses belajar. Konsekuensinya,kualitas hasil perkembangan sosial siswa sangat bergantung pada kualitasproses belajar (khususnya belajar sosial) siswa tersebut baik di lingkungansekolah dan keluarga maupun di lingkungan yang lebih luas. Seorang siswahanya mampu berperilaku sosial dalam situasi sosial tertentu secaramemadai apabila menguasai pemikiran normal perilaku moral yang diperlukan untuk situasi sosial tersebut.Sunday, May 12, 2013 2
  3. 3. Ada dua macam metode yang diaplikasikan Pieget untukmelakukan studi mengenai perkembangan moral anak danremaja1. Melakukan observasi terhadap sejumlah anak yang bermain kelerengdan menanyai mereka tentang aturan yang mereka ikuti.2. Melakukan tes dengan menggunakan beberapa kisah yang menceritakansalah dan benar yang dilakukan anak-anak, lalu meminta responden (yangterdiri atas anak-anak dan remaja) untuk manila kisah-kisah tersebutberdasarkan pertimbangan moral mereka sendiri.semakin bertambah usiaanak maka semakin kompleks perkembangan sosialnya, dalam arti merekasemakin membutuhkan orang lain. Tidak dipungkiri lagi bahwa manusiaadalah makhluk sosial yang tidak akan mampu hidup sendiri, mereka butuhinteraksi dengan manusia lainnya, interaksi sosial merupakan kebutuhankodrati yang dimiliki oleh manusia.Sunday, May 12, 2013 3
  4. 4. BENTUK-BENTUK TINGKAH LAKU SOSIAL1. Pembangkangan (Negativisme)Tingkah laku ini terjadi sebagai reaksi terhadap penerapan disiplin atautuntutan orang tua atau lingkungan yang tidak sesuai dengan kehendakanak. Tingkah laku ini mulai muncul pada usia 18 bulan dan mencapaipuncaknya pada usia tiga tahun dan mulai menurun pada usia empathingga enam tahun.Sikap orang tua terhadap anak seyogyanya tidak memandang  pertandamereka anak yang nakal, keras kepala, tolol atau sebutan negatiflainnya, sebaiknya orang tua mau memahami sebagai prosesperkembangan anak dari sikap dependent menuju kearah independent.Sunday, May 12, 2013 4
  5. 5. 2. Agresi (Agression)Yaitu perilaku menyerang balik secara fisik (nonverbal) maupun kata-kata (verbal). Agresi merupakan salah bentuk reaksi terhadap rasafrustasi ( rasa kecewa karena tidak terpenuhi kebutuhan ataukeinginannya). Biasanya bentuk ini diwujudkan dengan menyerangseperti ; mencubut, menggigit, menendang dan lain sebagainya.Sebaiknya orang tua berusaha mereduksi, mengurangi agresifitas anakdengan cara mengalihkan perhatian atau keinginan anak. Jika orang tuamenghukum anak yang agresif maka egretifitas anak akan semakinmemingkat.3. Berselisih (Bertengkar)Sikap ini terjadi jika anak merasa tersinggung atau terganggu olehsikap atau perilaku anak lain.Sunday, May 12, 2013 5
  6. 6. 4. Menggoda (Teasing)Menggoda merupakan bentuk lain dari sikap agresif, menggodamerupakan serangan mental terhadap orang lain dalam bentuk verbal(kata-kata ejekan atau cemoohan) yang menimbulkan marah pada orangyang digodanya.5. Persaingan (Rivaly)Yaitu keinginan untuk melebihi orang lain dan selalu didorong oleh oranglain. Sikap ini mulai terlihat pada usia empat tahun, yaitu persainganprestice dan pada usia enam tahun semangat bersaing ini akan semakinbaik.6. Kerja sama (Cooperation)Yaitu sikap mau bekerja sama dengan orang lain. Sikap ini mulai nampakpada usia tiga tahun atau awal empat tahun, pada usia enam hinggatujuh tahun sikap ini semakin berkembang dengan baik.Sunday, May 12, 2013 6
  7. 7. 7. Tingkah laku berkuasa (Ascendant behavior)Yaitu tingkah laku untuk menguasai situasi sosial, mendominasi ataubersikap bossiness. Wujud dari sikap ini adalah ; memaksa, meminta,menyuruh, mengancam dan sebagainya.8. Mementingkan diri sendiri (selffishness)Yaitu sikap egosentris dalam memenuhi interest atau keinginannya9. Simpati (Sympaty)Yaitu sikap emosional yang mendorong individu untuk menaruhperhatian terhadap orang lain mau mendekati atau bekerjasama dengandirinya. Sunday, May 12, 2013 7
  8. 8. KARAKTERISTIK PERKEMBANGAN SOSIAL REMAJAPada masa remaja , anak mulai memperhatikan dan mengenalberbagai norma pergaulan. Pergaulan sesama teman lawan jenis dirasakansangat penting, tetapi cukup sulit, karena di samping harus memperhatikannorma pergaulan sesama remaja juga terselip pemikiran adanya kebutuhanmasa depan untuk memilih teman hidup.Kehidupan sosial remaja ditandai dengan menonjolnya fungsiintelektual dan emosional. Remaja sering mengalami sikap hubungan sosialyang tertuutup sehubungan dengan masalah yang dialaminya.Menurut Erick Erison “Bahwa pada masa remaja terjadi masa krisis,masa pencarian jati diri”. Dia berpendapat bahwa penemuan jati diriseseorang didorong oleh sosiokultural. Sedangkan menurut Freud, Kehidupansosial remaja didorong oleh dan berorientasi pada kepentingan seksual.Pergaulan remaja banyak diwujudkan dalam bentuk kelompok – kelompok, baikkelompok besar maupun kelompok kecil.Sunday, May 12, 2013 8
  9. 9. FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERKEMBANGANSOSIALPerkembangan sosial manusia dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu:keluarga, kematangan anak, status ekonomi keluarga, tingkat pendidikan, dankemampuan mental terutama emosi dan inteligensi.a. KeluargaKeluarga merupakan lingkungan pertama yang memberikan pengaruhterhadap berbagai aspek perkembangan anak, termasuk perkembangansosialnya. Kondisi dan tata cara kehidupan keluarga merupakan lingkungan yangkondusif bagi sosialisasi anak. Di dalam keluarga berlaku norma-normakehidupan keluarga, dan dengan demikian pada dasarnya keluarga merekayasaperilaku kehidupan budaya anak. Proses pendidikan yang bertujuanmengembangkan kepribadian anak lebih banyak ditentukan oleh keluarga. Polapergaulan dan bagaimana norma dalam menempatkan diri terhadap lingkunganyang lebih luas ditetapkan dan diarahkan oleh keluarga.Sunday, May 12, 2013 9
  10. 10. b. Kematangan anakBersosialisasi memerlukan kematangan fisik dan psikis. Untuk mampumempertimbangan dalam proses sosial, memberi dan menerima pendapatorang lain, memerlukan kematangan intelektual dan emosional. Di sampingitu, kemampuan berbahasa ikut pula menentukan. Dengan demikian, untukmampu bersosialisasi dengan baik diperlukan kematangan fisik sehinggasetiap orang fisiknya telah mampu menjalankan fungsinya dengan baik.c. Status Sosial EkonomiKehidupan sosial banyak dipengaruhi oleh kondisi atau status kehidupansosial keluarga dalam lingkungan masyarakat. Masyarakat akanmemandang anak, bukan sebagai anak yang independen, akan tetapi akandipandang dalam konteksnya yang utuh dalam keluarga anak itu. “ia anaksiapa”. Secara tidak langsung dalam pergaulan sosial anak, masyarakatdan kelompoknya dan memperhitungkan norma yang berlaku di dalamkeluarganya. Dari pihak anak itu sendiri, perilakunya akan banyakmemperhatikan kondisi normatif yang telah ditanamkan oleh keluarganya.Sunday, May 12, 2013 10
  11. 11. e. Kapasitas Mental, Emosi, dan IntegensiKemampuan berpikir banyak mempengaruhi banyak hal, sepertikemampuan belajar, memecahkan masalah, dan berbahasa. Anakyang berkemampuan intelektual tinggi akan berkemampuanberbahasa secara baik. Oleh karena itu kemampuan intelektual tinggi,kemampuan berbahasa baik, dan pengendalian emosional secaraseimbang sangat menentukan keberhasilan dalam perkembangansosial anak. Sikap saling pengertian dan kemampuan memahamiorang lain merupakan modal utama dalam kehidupan sosial dan halini akan dengan mudah dicapai oleh remaja yang berkemampuanintelektual tinggi.Sunday, May 12, 2013 11
  12. 12. d. PedidikanPendidikan merupakan proses sosialisasi anak yang terarah. Hakikatpendidikan sebagai proses pengoperasian ilmu yang normatif, akanmemberikan warna kehidupan sosial anak di dalam masyarakat dankehidupan mereka di masa yang akan datang. Pendidikan dalam arti luasharus diartikan bahwa perkembangan anak dipengaruhi oleh kehidupankeluarga, masyarakat, dan kelembagaan. Penanaman norma perilaku yangbenar secara sengaja diberikan kepada peserta didik yang belajar dikelembagaan pendidikan(sekolah). Kepada peserta didik bukan sajadikenalkan kepada norma-norma lingkungan dekat, tetapi dikenalkankepada norma kehidupan bangsa(nasional) dan norma kehidupanantarbangsa. Etik pergaulan membentuk perilaku kehidupanbermasyarakat dan bernegara.Sunday, May 12, 2013 12
  13. 13. Pengaruh Perkembangan Sosial Terhadap Tingkah Laku AnakDalam perkembangan sosial anak, mereka dapat memikirkandirinya dan orang lain. Pemikiran itu terwujud dalam refleksi diri, yangsering mengarah kepenilaian diri dan kritik dari hasil pergaulannyadengan orang lain. Hasil pemikiran dirinya tidak akan diketahui oleh oranglain, bahkan sering ada yang menyembunyikannya ataumerahasiakannya.Pikiran anak sering dipengaruhi oleh ide-ide dari teori-teori yangmenyebabkan sikap kritis terhadap situasi dan orang lain, termasukkepada orang tuanya. Kemampuan abstraksi anak sering menimbulkankemampuan mempersalahkan kenyataan dan peristiwa-peristiwa dengankeadaan bagaimana yang semstinya menurut alam pikirannya.Sunday, May 12, 2013 13
  14. 14. Disamping itu pengaruh egoisentris sering terlihat, diantaranya berupa :1. Cita-cita dan idealism yangbaik, terlalu menitik beratkan pikiran sendiri, tanpamemikirkan akibat labih jauh dan tanpa memperhitungkan kesulitan praktis yangmungkin menyebabkan tidak berhasilnya menyelesaikan persoalan.2. Kemampuan berfikir dengan pendapat sendiri, belum disertai pendapat orang laindaalm penilaiannya.Melalui banyak pengalaman dan penghayatan kenyataan serta dalam menghadapipendapat orang lain, maka sikap ego semakin berkurang dan diakhir masa remaja sudahsangat kecil rasa egonya sehingga mereka dapat bergaul dengan baik.Bertalian dengan perkembangan sosial anak, peranan orang tua sangatpenting,terutama dalam mengembangkan keterampilan bergaul anak. Oleh karena itumemberikan kepercayaan dan kesempatan kepada anak, orang tua juga diharapkandapat memberi penguatan melalui pemberian ganjaran atau hadiah pada saat anakberperilaku positif. Lebih lanjut masalah ganjaran dan hukuman diuraikan sebagaiberikut ;Sunday, May 12, 2013 14
  15. 15. 1.Ganjaran atau HadiahGanjaran atau hadiah adalah berbagai bentuk apresiasi terhadap suatuprestasi yang telah dicapai oleh suatu atau sekelompok anak dalamaktivitas tertentu.Pada umumnya hadiah atau ganjaran diberikan setelahanak mencapai prestasi atau menghasilkan sesuatu yang dapat dibanggakan baik teman, orang tua, guru, dan dirinya sendiri.Dengandemikian anak berbuat sesuatu yang melebihi temannya tidak perlumemperoleh upah atau bayaran.Fungsi hadiah ada 3 yaitu :1. Memiliki nilai pendidikan.2. Memberikan motivasi kepada anak.3. Memperkuat perilaku.Sunday, May 12, 2013 15
  16. 16. 2. HukumanHukuman merupakan sangsi fisik maupun psikis terhadap sesuatukesalahan atau pelanggaran yang dilakukan oleh anak dengan sengaja.Olehkarena itu terhadap anak yang sudah besar dapat diasumsikan bahwaapabila mereka membuat suatu kesalahan yang disengaja, maka harusbersedia menerima hukuman baik dari orang tua maupun dari gurunya.A. Fungsi Hukuman1) Fungsi restriktif.2) Hukuman sebagai fungsi pendidikan.3) Hukuman sebagai penguat motivasi.Sunday, May 12, 2013 16
  17. 17. B. Syarat-syarat Hukuman1) Sebaiknya hukuman segera diberikan kepada anak yangmembuat kesalahan dan patut mendapat hukuman.2) Diberikan secara konsisten.3) Hukuman yang diberikan harus konstruktif.4) Bersifat impresional.5) Disertai alasan6) Dapat digunakan sebagai alat mengembangkan hati nuranianak.7) Diberikan pada tempat dan waktu yang tepatSunday, May 12, 2013 17
  18. 18. Perkembangan Moral dan SikapTeori belajar sosial adalah sebuah teori belajar yang relatif masihbaru dibandingkan dengan teoti-teori belajar lainnya, prinsip dasar belajarhasil temuan Bandura termasuk belajar sosial dan moral. Menurut Barlaw(1985), sebagai besar upaya belajar manusia terjdi melalui peniruan (imitation)dan penyajian contoh perilaku (modeling). Dalam hal ini, seorang siswa belajarmengubah perilakunyasendiri melalui penyaksian cara orang atau sekelompokorang mereaksi atau merespons sebuah stimulus tertentu. Siswa ini jugadapat menpelajari respons-respons baru dangan cara pengamatan terhadapperilaku contoh dari orang lain, misalnya guru atau orang tuanya.Pendekatan teori belajar sosial terhadap proses perkembangan sosial danmoral siswa ditekankan pada perlunya conditioning (pembiasaan merespons)dan imitation (peniruan).Sunday, May 12, 2013 18
  19. 19. Pengamatan terhadap model tersebut, antara lain bergantungpada ketajaman persepsinya mengenai ganjaran dan hukum yangberkaitan dengan benar dan salahnya perilaku yang ia tiru dari modeltadi . Pemahaman tentang perkembangan pribadi dan sosial ini sangatberperan penting bagi kemampuan guru memotivasi, mengajar, danberhasil berinteraksi dengan siswa dalam berbagai usia. Sama sepertiperkembangan kognitif, perkembangan pribadi dan sosial seringdigambarkan dari sudut tahap-tahap. Kata-kata remaja dan belasantahun diasosiasikan dalam budaya barat dengan sikap memberontak,Krisis identitas, pemujaan pahlawan, dan kesadaran seksual.Semuaasosiasi ini mencerminkan tahap-tahap perkembangan yang kita yakinidialami setiap orangSunday, May 12, 2013 19
  20. 20. 1. ConditioningMenurut prinsip-prinsip kondisioning, prosedur belajar dalammengembangkan perilaku sosial dan moral pada dasarnya samayakni dengan “reward” (ganjaran/memberi hadiah ataumengganjar)) dan “punishment” (hukuman/memberi hukuman).2. ImitationProsedur lain yang juga penting dan menjadi bagian yang integraldengan prosedur-prosedur belajar menurut teori social learning,ialah proses imitasi atau peniruan. Dalam hal ini , orangtua dan guruseyogianya memainkan peran penting sebagi seorang model atautokoh yang dijadikan contoh berperilaku sosial dan moral bagi siswa.Kualitas kemampuan siswa dalam melakukan perilaku sosial hasil.Sunday, May 12, 2013 20
  21. 21. 3. InternalisasiInternalisasi merupakan proses yang merasuk pada diri seseorang(anak) karena pengaruh sosial. Dalam internalisasi faktor yang palingpenting adanya keyakinan pada diri semdiri terhadap pandangan dariorang lain dalam pergaulan sehari-hari.4. IntrovertIntrovert merupakan kecenderungan seseorang untuk menarik diridari lingkungan sosialnya,minat,sikap, atau keputusan yang diambilsesuai dengan perasaan, pemikiran dan pengalamannya sendiri.Orang yang cenderung bersikap introvert biasanya pendiam dankurang bergaul seakan-akan ia bisa memenuhi kebutuhannya sendiriSunday, May 12, 2013 21
  22. 22. 5. EkstrovertEkstrovert merupakan kecenderungan seseorang untuk mengarahkanperhatian keluar dirinya, sehingga segala minat, sikap dan keputusan yangdiambil lebih banyak ditentukan oleh orang lain atau peristiwa lain yangterjadi diluar dirinya.Orang yang cenderung bersikap ekstrovert biasanyamudah bergaul, ramah, aktif, banyak inisiatif serta banyak temannya.6. KemandirianKemandirian adalah kemampuan seseorang untuk berdiri sendiri tanpabantuan orang lain baik material maupun moral. Sedangkan pada anak,pengertian kemandirian sering dikaitan dengan kemampuan anak untukmelakukan segala sesuatu berdasarkan kekuatan sendiri tanpa bantuanorang dewasa.Dasar kemandirian yaitu adanya rasa percaya diri untukmenghadapi sesuatu dalam kehidupan sehari-hari.Sunday, May 12, 2013 22
  23. 23. 7. KetergantunganAnak-anak usia 6-12 tahun hidupnya sangat bergantung pada orang tuaatau orang dewasa lainnya, terutama masih ada hubungan keluarga.Ketergantungan atau overdependency ditandai dengan perilaku anakyang bersifat “kekanak-kanakan”, perilakunya tidak sesuai dengan anaklain yang sebaya usianya.8. BakatBakat atau aptitude merupakan potensi dalam diri seseorang denganadanya rangsangan tertentu kemungkinan orang tersebut dapatmencapai sesuatu tingkat kecakapan, pengetahuan dan keterampilankhusus yang melebihi orang lain.Menurut ilmu pengetahuan terdapat duajenis bakat yang dimiliki dan dapat dikembangkan, yaitu:Sunday, May 12, 2013 23
  24. 24. a. Bakat yang bertalian dengan kemahiran atau kemampuan mengenai suatubidang pekerjaan.b. Bakat yang diperlukan untukk berhasil dalam tipe pendidikan tertentu ataupendidikan khusus.Terdapat berbagai cara atau metode untuk dapat mengembangkan bakatanak tersebut antara lain1. Memperkaya anak dengan berbagai macam pengalaman.2. Mendorong (encourage) atau merangsang anak untuk mengembangkansemua minatnya.3. Memberikan ganjaran dan pujian terhadap hasil usaha agar anakmerasakan mendapat perhatian atas hasil karyanya.4. Menyediakan sarana dan prasarana yang cukup agar bakat anak dapatdiaktualisasikan.Sunday, May 12, 2013 24
  25. 25. KesimpulanDalam aspek perkembangan sosial keberhasilan anak dalammengembangkan jiwa sosialnya ditunjukkan melalui kemampuannyauntuk melakukan penyesuaian sosial. Penyesuaian sosial adalahkeberhasilan anak dalam menyesuaikan diri terhadap orang laindalam pergaulan hidup sehari-hariSunday, May 12, 2013 25
  26. 26. 5. Apabila orang tua belum mengetahui bakat anak sesungguhnyadapat dipilihkan bidang yang umum dan seterusnya diarahkankepada bakat yang khusus.Terdapat tiga faktor yang dapat mempengaruhi tampilnya bakatanak, yaitu :1. Faktor motivasi2. Faktor nilai atau value3. Konsep DiriSunday, May 12, 2013 26

×