Indikator Kesejateraan Rakyat Kabupaten Paser Tahun 2011   1
Indikator Kesejateraan Rakyat Kabupaten Paser Tahun 2011   2
INDIKATOR KESEJAHTERAAN RAKYAT                   KABUPATEN PASER TAHUN 2011No. Katalog          : 4101004.6401No. Publikas...
VISI KABUPATEN PASERMenuju Masyarakat Kabupaten Paser yangAgamais, Sejahtera, dan BerbudayaMISI KABUPATEN PASERMengembangk...
KATA PENGANTAR    Untuk             mendapatkan                    gambaranperkembangan tingkat kesejahteraan rakyat danpe...
kerja, perumahan dan pengeluaran rumah tangga.Namun tidak semua indikator kesejahteraandapat disajikan karena adanya keter...
DAFTAR ISI                                                                                                                ...
4.7. Imunisasi Balita ...................................................................................     25Bab      V...
9.2. Pengeluaran Rumah Tangga …………………………………………….          669.3. Sosial Ekonomi Lainnya …………………………………………………..         689....
Tabel 3.1 Jumlah Penduduk Menurut Jenis Kelamin dan Kelompok Umur, Tahun            2010 ……………………………………….. ………………………..………....
2010.....……………………………………………..Tabel 6.2.Perkembangan Angkatan Kerja, TPAK, TPT, dan TKKKabupaten Paser,                     ...
Tabel 8.3. Persentase Rumahtangga Menurut Jenis Atap Terluas Di Kabupaten           Paser, Tahun 2008-2010 ………………………………………...
DAFTAR GRAFIK                                                                                                             ...
BAB I                                   PENDAHULUAN1.1.    Umum        Tujuan     pembangunan    pada    hakekatnya    unt...
fertilitas dan keluarga berencana, perumahan dan lingkungan serta polakonsumsi dan pengeluaran rumah tangga.       Tujuan ...
Umum, Maksud dan Tujuan, Ruang Lingkup, Sumber Data dan SistematikaPenyajian. Bab II menyajikan tentang Konsep dan Definis...
BAB II                        KONSEP DAN DEFINISI2.1. Kependudukan      Penduduk adalah setiap orang, baik warga negara Re...
Dalam konsep yang digunakan BPS, seseorang dianggap migran jikatelah tinggal selama enam bulan berturut-turut atau kurang ...
Penduduk usia sekolah adalah mereka yang pada usia sekolah normalsesuai dengan tingkat pendidikan, seperti penduduk usia S...
kerjaadalah penduduk berumur 15 tahun atau lebih yang digolongkan menjadiangkatan kerja dan bukan angkatan kerja . Angkata...
tersebut. Dinding rumah, adalah batas penyekat dengan rumah tangga danatau bangunan pihak lain atau sisi luar batas dari b...
BAB III                                KEPENDUDUKAN      Kependudukan merupakan faktor yang sangat strategis dalam kerangk...
Besarnya RJK penduduk KabupatenPaser tahun 2010 sedikit berbedajika dibandingkan RJK tahun 2009. Rasio perbandingan jumlah...
3.2. Komposisi Penduduk      Dari 233.030 jiwa penduduk Kabupaten Paser ternyata komposisimenurut jenis kelamin adalah seb...
Tabel 3.2. Persentase Penduduk Menurut Jenis Kelamin dan                           Kelompok Umur, Tahun 2010   Kelompok   ...
puncaknya. Hal ini menunjukkan bahwa tingkat kelahiran dan kematian yangrendah.                 Grafik 3.2. Piramida Pendu...
Kabupaten Paser sebesar 55,41 persen, angkanya menurun menjadi 53,14 ditahun 2009.     Kemudian pada tahun 2010 Angka Beba...
BAB IV                          KESEHATAN DAN GIZI      Kesehatan dan gizi merupakan bagian dari indikator kesejahteraanpe...
puskesmas/puskesmas pembantu mampu menjangkau masyarakat di desasecara langsung sehingga mengurangi biaya transportasi unt...
gizi dan lain-lain. Oleh karena itu AHH cukup representatif digunakan sebagaiindikator dalam menilai tingkat kesejahteraan...
4.3. Keluhan Kesehatan dan Angka Kesakitan      Penduduk yang sehat cenderung memiliki kualitas fisik yang baik.Dengan fis...
Selain keluhan kesehatan juga ditampilkan perkembangan angkakesakitan. Angka kesakitan merupakan persentase penduduk yang ...
Pada tabel 4.4 disajikan persentase penduduk yang menderita sakityaitu penduduk yang mempunyai keluhan kesehatan sampai me...
sebelumnya mencapai 70,87 persen (tahun 2008) dan 69,02 persen (tahun2009).  Grafik 4.2. Persentase Penduduk Yang mengalam...
Grafik 4.3. Persentase Penduduk Yang Mengalami Keluhan Kesehatan dan    Usaha Mengobati Sendiri Menurut Jenis Obat/ Cara P...
sekitar 23,65 persen.Kondisiini dapat terjadi karena dalam proses persalinanyang dilakukan pertama kali oleh dukunmungkin ...
Tabel 4.6.Status Gizi Balita Kabupaten Paser,                              Tahun 2006 – 2010                Jumlah       J...
Tabel 4.7. Persentase Bayi Yang Pernah Disusui Menurut Lamanya             Menyusui Di Kabupaten Paser, Tahun 2008 - 2010 ...
bergizi diharapkan akan terbentuk generasi penerus bangsa yang lebihberkualitas.               Grafik 4.4. Persentase Bali...
BAB V                                 PENDIDIKAN5.1 Partisipasi Sekolah      Pendidikan merupakan suatu proses berkesinamb...
bahwa kesempatan anak perempuan untuk mengenyam pendidikan lebih kecildaripada anak laki-laki. Hal ini tentu terjadi karen...
Pada tahun 2010 penduduk Kabupaten Paser yang berumur 10 tahunkeatas bila dilihat dari pendidikan tertinggi yang ditamatka...
5.3 Angka Melek Huruf (AMH)      Salah satu kebutuhan dasar penduduk untuk berkomunikasi adalahkemampuan membaca dan menul...
Grafik 5.1. Persentase Penduduk 10 Tahun keatas Menurut Angka Melek                   Hurufdan Buta Huruf di Kabupaten Pas...
Tabel 5.3. Persentase Penduduk Usia 10 Tahun Keatas         Menurut Kemampuan Membaca/Menulis Di Kabupaten Paser          ...
dimaksudkan di sini adalah merupakan perbandingan antara penduduk yangmasih sekolah terhadap penduduk usia sekolah pada ke...
Beberapa faktor yang mungkin menjadi penyebab penurunan tingkatpartisipasi sekolah antara lain mungkin masih kurangnya kes...
BAB VI                           KETENAGAKERJAAN6.1. Angkatan Kerja dan Bukan Angkatan Kerja      Data ketenagakerjaan dew...
persen (sekolah, mengurus rumah tangga, dan lainnya).                Tabel 6.1. Penduduk Usia Kerja (15 Tahun Keatas)Menur...
barang dan jasa dalam suatu perekonomian. TPAK Kabupaten Paser dari tahunke tahun berfluktuatif dengan nilai diatas 60,00 ...
Sedangkan Tingkat Kesempatan Kerja (TKK) adalah rasio antarapenduduk yang bekerja terhadap angkatan kerja. Antara TPT dan ...
6.4. Lapangan Usaha      Proporsi penduduk yang bekerja menurut lapangan pekerjaan utamabiasanya dipakai sebagai salah sat...
Jika dicermati dari penyerapan tenaga kerja pada sektor-sektor yangada, maka tampak pada tabel 6.3 bahwa mayoritas pendudu...
proporsi terbesar untuk laki-laki dan perempuan adalah sebagai buruh/karyawan yaitu sekitar 40,55 persen dan 36,52 persen....
Batasan jam kerja yang biasanya dipakai sebagai jumlah jam kerjanormal selama satu minggu adalah 35 jam. Apabila jumlah ja...
6.7. Tingkat Pendidikan Pekerja        Kualitas pekerja yang bekerja pada selurah lapangan usaha dapatdilihat dari tingkat...
BUKU INDIKATOR KESEJAHTERAAN RAKYAT KABUPATEN PASER TAHUN 2011
BUKU INDIKATOR KESEJAHTERAAN RAKYAT KABUPATEN PASER TAHUN 2011
BUKU INDIKATOR KESEJAHTERAAN RAKYAT KABUPATEN PASER TAHUN 2011
BUKU INDIKATOR KESEJAHTERAAN RAKYAT KABUPATEN PASER TAHUN 2011
BUKU INDIKATOR KESEJAHTERAAN RAKYAT KABUPATEN PASER TAHUN 2011
BUKU INDIKATOR KESEJAHTERAAN RAKYAT KABUPATEN PASER TAHUN 2011
BUKU INDIKATOR KESEJAHTERAAN RAKYAT KABUPATEN PASER TAHUN 2011
BUKU INDIKATOR KESEJAHTERAAN RAKYAT KABUPATEN PASER TAHUN 2011
BUKU INDIKATOR KESEJAHTERAAN RAKYAT KABUPATEN PASER TAHUN 2011
BUKU INDIKATOR KESEJAHTERAAN RAKYAT KABUPATEN PASER TAHUN 2011
BUKU INDIKATOR KESEJAHTERAAN RAKYAT KABUPATEN PASER TAHUN 2011
BUKU INDIKATOR KESEJAHTERAAN RAKYAT KABUPATEN PASER TAHUN 2011
BUKU INDIKATOR KESEJAHTERAAN RAKYAT KABUPATEN PASER TAHUN 2011
BUKU INDIKATOR KESEJAHTERAAN RAKYAT KABUPATEN PASER TAHUN 2011
BUKU INDIKATOR KESEJAHTERAAN RAKYAT KABUPATEN PASER TAHUN 2011
BUKU INDIKATOR KESEJAHTERAAN RAKYAT KABUPATEN PASER TAHUN 2011
BUKU INDIKATOR KESEJAHTERAAN RAKYAT KABUPATEN PASER TAHUN 2011
BUKU INDIKATOR KESEJAHTERAAN RAKYAT KABUPATEN PASER TAHUN 2011
BUKU INDIKATOR KESEJAHTERAAN RAKYAT KABUPATEN PASER TAHUN 2011
BUKU INDIKATOR KESEJAHTERAAN RAKYAT KABUPATEN PASER TAHUN 2011
BUKU INDIKATOR KESEJAHTERAAN RAKYAT KABUPATEN PASER TAHUN 2011
BUKU INDIKATOR KESEJAHTERAAN RAKYAT KABUPATEN PASER TAHUN 2011
BUKU INDIKATOR KESEJAHTERAAN RAKYAT KABUPATEN PASER TAHUN 2011
BUKU INDIKATOR KESEJAHTERAAN RAKYAT KABUPATEN PASER TAHUN 2011
BUKU INDIKATOR KESEJAHTERAAN RAKYAT KABUPATEN PASER TAHUN 2011
BUKU INDIKATOR KESEJAHTERAAN RAKYAT KABUPATEN PASER TAHUN 2011
BUKU INDIKATOR KESEJAHTERAAN RAKYAT KABUPATEN PASER TAHUN 2011
BUKU INDIKATOR KESEJAHTERAAN RAKYAT KABUPATEN PASER TAHUN 2011
Upcoming SlideShare
Loading in …5
×

BUKU INDIKATOR KESEJAHTERAAN RAKYAT KABUPATEN PASER TAHUN 2011

2,061 views
1,956 views

Published on

Published in: Education
0 Comments
0 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

No Downloads
Views
Total views
2,061
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
1
Actions
Shares
0
Downloads
53
Comments
0
Likes
0
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

BUKU INDIKATOR KESEJAHTERAAN RAKYAT KABUPATEN PASER TAHUN 2011

  1. 1. Indikator Kesejateraan Rakyat Kabupaten Paser Tahun 2011 1
  2. 2. Indikator Kesejateraan Rakyat Kabupaten Paser Tahun 2011 2
  3. 3. INDIKATOR KESEJAHTERAAN RAKYAT KABUPATEN PASER TAHUN 2011No. Katalog : 4101004.6401No. Publikasi : 64.012.0903Ukuran buku : 21 cm x 29,7 cmJumlah halaman : 71 halamanNaskah : Badan Pusat Statistik Kabupaten PaserPenyunting : Badan Pusat Statistik Kabupaten PaserGambar kulit : Badan Pusat Statistik Kabupaten PaserDiterbitkan oleh : Bappeda Kabupaten Paser bekerjasama denganBadan Pusat Statistik Kabupaten PaserBoleh dikutip dengan menyebut sumbernya Indikator Kesejateraan Rakyat Kabupaten Paser Tahun 2011 3
  4. 4. VISI KABUPATEN PASERMenuju Masyarakat Kabupaten Paser yangAgamais, Sejahtera, dan BerbudayaMISI KABUPATEN PASERMengembangkan ekonomi kerakyatanMeningkatkan kualitas Sumber Daya ManusiaMenumbuhkembangkan kehidupan masyarakat yang berbudayaMewujudkan Kabupaten Konservasi Indikator Kesejateraan Rakyat Kabupaten Paser Tahun 2011 4
  5. 5. KATA PENGANTAR Untuk mendapatkan gambaranperkembangan tingkat kesejahteraan rakyat danperkembangan keadaan sosial ekonomimasyarakat Kabupaten Paser dari waktu kewaktu, maka Badan Pusat Statistik KabupatenPaser bekerjasama dengan Badan PerencanaanPembangunan Daerah Kabupaten Pasermenerbitkan publikasi Indikator KesejahteraanRakyat Kabupaten Paser Tahun 2011. Penyajianini juga bertujuan untuk melengkapi data statistikkhususnya dibidang kesejahteraan rakyat yangdiharapkan dapat digunakan sebagai salah satuacuan pengambilan kebijakan bagi pemerintahKabupaten Paser di bidang kependudukan. Indikator Kesejahteraan Rakyat Tahun 2011menyajikan data kuantitatif baik berupa dataprimer maupun sekunder yang meliputi datapenduduk, pendidikan, kesehatan, angkatan Indikator Kesejateraan Rakyat Kabupaten Paser Tahun 2011 5
  6. 6. kerja, perumahan dan pengeluaran rumah tangga.Namun tidak semua indikator kesejahteraandapat disajikan karena adanya keterbatasan datadan luasnya indikator yang dapat digunakanuntuk menggambarkan kesejahteraanmasyarakat. Kepada semua pihak yang telah membantubaik langsung atau tidak langsung dalampenerbitan ini, kami ucapkan banyak terimakasih. Kami sangat mengharapkan kritik dansaran yang konstruktif dari pembaca demiperbaikan publikasi ini di masa yang akandatang. Besar harapan kami bahwa publikasi iniberguna bagi semua pihak. Tanah Grogot, Agustus 2011 Kepala BAPPEDA Kepala Badan Pusat Statistik Kabupaten Paser, Kabupaten Paser, Drs. Muhammad Fauzy, MT Ir.Bahramsyah Indikator Kesejateraan Rakyat Kabupaten Paser Tahun 2011 6
  7. 7. DAFTAR ISI HalamanKata Pengantar …………………………………………………….…………...………… iiiDaftar Isi …………………………………………………………………..……………… ivDaftar Tabel …………………………………………………………………………….…. viDaftar Grafik ……………………………………………………………………………….. ixBab I Pendahuluan ............................................................................................ 1 1.1. Umum ………………………………………………………………………. 1 1.2. Maksud dan Tujuan ………………………………………………………. 1 1.3. Ruang Lingkup ……………………………………………………………. 2 1.4. Sumber Data dan Sistematika Penulisan …………………………….... 2Bab II Konsep dan Definisi ................................................................................. 4 2.1. Kependudukan …………………………………..………………………… 4 2.2. Kesehatan ……………………………………………………….……….… 5 2.3. Pendidikan …………… …………………………………………………… 5 2.4. Ketenagakerjaan ……… ……………………………………………..….. 7 2.5. Perumahan ……………...……………………………………………..….. 7 2.6. Pengeluaran Rumahtangga ………………………………………….…… 8Bab III Kependudukan ........................................................................................ 9 3.1. Jumlah Penduduk dan Rasio Jenis Kelamin …………………………… 9 3.2. Komposisi Penduduk ……………………………………………………… 11 3.3. Angka Beban Tanggungan (Dependency Ratio) ………………………… 13Bab IV Kesehatan dan Gizi ............................................................................... 15 4.1. Sarana Kesehatan ……………………………………………………..…. 15 4.2. Angka Harapan Hidup ……………………………………………………. 16 4.3. Keluhan Kesehatan dan Angka Kesakitan ..........…………………….. 18 4.4. Penolong Kelahiran ……………………………………………………….. 21 4.5. Status Gizi Balita ...............………………………………………………. 23 4.6. Pemberian Air Susu Ibu (ASI) ............................................................ 24 Indikator Kesejateraan Rakyat Kabupaten Paser Tahun 2011 7
  8. 8. 4.7. Imunisasi Balita ................................................................................... 25Bab V Pendidikan ............................................................................................. 27 5.1. Partisipasi Sekolah …………………………………………………….... 27 5.2. Tingkat Pendidikan Yang Ditamatkan………………………………….. 28 5.3. Angka Melek Huruf (AMH) ………………………………………………... 30 5.4. Angka Partisipasi Sekolah (APS) ………………………………………….. 32 5.5. Angka Partisipasi Murni (APM) …………………………………………… 34Bab VI Ketenagakerjaan .................................................................................... 35 6.1. Angkatan Kerja dan Bukan Angkatan Kerja …………………………… 35 6.2. Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) ……………………………… 36 6.3. Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) ………………………………… 37 6.4. Lapangan Usaha …………………………………………………………… 39 6.5. Status Pekerjaan …………………………………………………………. 40 6.6. Jam Kerja ............................................................................................ 41 6.7. Tingkat Pendidikan Pekerja ................................................................. 43Bab VII Fertilitas dan Keluarga Berencana ......................................................... 45 7.1. Fertilitas …………………………………………………………………. 45 7.2. Keluarga Berencana…………………………………………................. 48Bab VIII Perumahan dan Lingkungan ............................................................... 53 8.1. Status Penguasaan Bangunan Tempat Tinggal ………………………… 53 8.2. Kondisi Fisik Bangunan …………………………………………………… 54 8.2.1 Luas Lantai …………………………………………………………. 54 8.2.2 Jenis Atap ……………………………………………………………. 56 8.2.3 Jenis Dinding ……………………………………………………….. 57 8.3. Fasilitas Perumahan ………………………………………………………. 57 8.3.1 Sumber Penerangan …………………………………………………. 58 8.3.2 Fasilitas Air Minum …………………………………………………… 59 8.3.3 Fasilitas Tempat Buang Air Besar ………………………………….. 61Bab IX Pengeluaran Konsumsi ........................................................................... 63 9.1. PDRB Perkapita dan Pendapatan Perkapita …………………………… 63 Indikator Kesejateraan Rakyat Kabupaten Paser Tahun 2011 8
  9. 9. 9.2. Pengeluaran Rumah Tangga ……………………………………………. 669.3. Sosial Ekonomi Lainnya ………………………………………………….. 689.4. Penduduk Miskin ………………………………………………………….. 70 DAFTAR TABEL Halaman Indikator Kesejateraan Rakyat Kabupaten Paser Tahun 2011 9
  10. 10. Tabel 3.1 Jumlah Penduduk Menurut Jenis Kelamin dan Kelompok Umur, Tahun 2010 ……………………………………….. ………………………..………. 10Tabel 3.2 Persentase Penduduk Menurut Jenis Kelamin danKelompok Umur Tahun2010…………………………………………...…………………….. 12Tabel 3.3. Persentase Penduduk Kabupaten Paser Menurut Kelompok Usia Produktif dan Angka Beban Tanggungan, Tahun 2008-2010…………… 14Tabel 4.1 Jumlah Fasilitas dan Tenaga Kesehatan Kabupaten Paser, Tahun 2006 - 2010 …………………………………………………………………………. 15Tabel 4.2 Perkembangan Angka Harapan Hidup Penduduk Kabupaten Paser Tahun 2007 – 2010 …………………………………………………………… 17Tabel 4.3 Persentase Penduduk Yang Mengalami Keluhan Kesehatan Menurut Jenis Keluhan Di Kabupaten Paser Tahun 2008 – 2010 ………………… 19Tabel 4.4. Persentase Penduduk Yang Menderita Sakit Selama Bulan Referensi Menurut Jumlah Hari Sakit, Tahun 2008-2010 ........................................ 20Tabel 4.5. Persentase Balita Menurut Penolong Persalinan Pertama dan Terakhir Waktu Lahir Di Kabupaten Paser, Tahun 2008 - 2010 …………………… 23Tabel 4.6. Status Gizi Balita Kabupaten Paser, Tahun 2006-2010 ......................... 24Tabel 4.7. Persentase Bayi yang Pernah Disusui Menurut Lamanya Menyusui Di Kabupaten Paser, Tahun 2008 – 2010 ……………………………………… 25Tabel 5.1 Persentase Penduduk Berusia 10 Tahun Keatas Menurut Partisipasi Sekolah Di Kabupaten Paser Tahun 2008 – 2010 ………………………… 28Tabel 5.2 Persentase Penduduk 10 Tahun Keatas Menurut JenjangPendidikan Yang Ditamatkan Di Kabupaten Paser, Tahun 2008-2010 ……………….. 29Tabel 5.3. Persentase Penduduk Usia 10 Tahun Keatas Menurut Kemampuan Membaca/Menulis Di Kabupaten Paser Tahun 2010 ……………………. 32Tabel 5.4. Angka Partisipasi Sekolah menurut Usia Sekolah Di Kabupaten Paser Tahun 2008 – 2010 …………………………………………………………… 33Tabel 5.5.Angka Partisipasi Murni SD, SLTP, SLTA Menurut Jenis Kelamin Di Kabupaten Paser, Tahun 2009-2010 ……………………………………... 34Tabel 6.1. Penduduk Usia Kerja ( 15 Tahun Keatas ) Menurut Kegiatan UtamadanJenis Kelamin, Tahun 36 Indikator Kesejateraan Rakyat Kabupaten Paser Tahun 2011 10
  11. 11. 2010.....……………………………………………..Tabel 6.2.Perkembangan Angkatan Kerja, TPAK, TPT, dan TKKKabupaten Paser, 38 Tahun 2007 – 2010 .......................................................................Tabel 6.3.Penduduk Usia 15 Tahun Keatas Yang Bekerja Menurut Lapangan Usaha 39 Di Kabupaten PaserTahun 2010 …..............................................Tabel 6.4. Penduduk Usia 15 Tahun Keatas yang BekerjaMenurut Status Pekerjaan 41 dan Jenis Kelamin, Tahun 2010....……………………………Tabel 6.5. Penduduk Usia 15 tahun Keatas yang Bekerja Menurut Jumlah Jam 42 Kerja seluruhnya dan Jenis Kelamin, Tahun 2010 .................................Tabel 6.6. Penduduk Usia 15 tahun Keatas yang Bekerja Menurut 43 TingkatPendidikan yang Ditamatkan dan Jenis Kelamin, Tahun 2010 ............... 46Tabel 7.1 Jumlah Penduduk 10 Tahun ke Atas Menurut Status Perkawinandan Jenis Kelamin Di Kabupaten Paser, Tahun 2010 ………………………… 47Tabel 7.2.Persentase Penduduk Wanita 10 Tahun ke Atas Menurut Status Perkawinan Di Kabupaten Paser, Tahun 2008-2010 ……………………..Tabel 7.3. Persentase Penduduk Wanita 10 Tahun ke AtasYang Pernah Kawin 48 Menurut Umur PerkawinanPertama Di Kabupaten Paser, Tahun 2008- 2010 ……………………………………………………………………………. 49Tabel 7.4.Penduduk Perempuan umur 15-49 Tahun Menurut Kelompok Umur dan Status Perkawinan, Tahun 2010 …………………………………………...Tabel 7.5.Persentase Penduduk Perempuan Umur 15-49 Tahun Berstatus Kawin 50 Menurut Sedang/Tidaknya Menggunakan alat KB Di Kabupaten Paser , Tahun 2008-2010 ……………………………………………………………...Tabel 7.6. Persentase Wanita umur 15-49 Tahun Berstatus Kawin Menurut 51 Alat/Cara KB Yang Sedang Digunakan Di Kabupaten Paser, Tahun 2008-2010 ……………………………………………………………………… 54Tabel 8.1. Persentase Rumahtangga Menurut Status Penguasaan Bangunan Tempat Tinggal Di Kabupaten Paser,Tahun 2008-2010 ……………….. 55Tabel 8.2. Persentase Rumahtangga Menurut Luas Lantai Rumah Di Kabupaten Paser, Tahun 2008-2010 ....................................................................... 56 Indikator Kesejateraan Rakyat Kabupaten Paser Tahun 2011 11
  12. 12. Tabel 8.3. Persentase Rumahtangga Menurut Jenis Atap Terluas Di Kabupaten Paser, Tahun 2008-2010 …………………………………………………… 57Tabel 8.4. Persentase Rumahtangga Menurut Jenis Dinding Terluas Di Kabupaten Paser, Tahun 2008-2010…………………………………………………... 58Tabel 8.5. Persentase Rumahtangga Menurut Sumber Penerangan Di Kabupaten Paser Tahun 2008-2010 ……………………………………………………… 59Tabel 8.6. Persentase Rumahtangga Menurut Penggunaan Fasilitas Air Minum Di Kabupaten Paser, Tahun 2009-2010 ……………………………………… 60Tabel 8.7. Persentase Rumahtangga Menurut Sumber Air Minum Di Kabupaten Paser Tahun 2008-2010 …………………………………………………… 62Tabel 8.8. Persentase Rumahtangga Menurut Fasilitas Buang Air Besar Di Kabupaten Paser, Tahun 2008-2010 ……………………………………. 65Tabel 9.1.PDRB Perkapita dan Pendapatan Perkapita Kabupaten Paser,Tahun 2006 – 2010 ( Jutaan Rupiah ) ……………………………………………… 66Tabel 9.2. Persentase Penduduk Menurut Kelompok Pengeluaran per Kapita Sebulan Di Kabupaten Paser, Tahun 2009-2010 ………………………… 68Tabel 9.3.Komposisi pengeluaran Rumahtangga Menurut Sub KelompokMakanan dan Bukan Makanan di Kabupaten Paser,Tahun 2009-2010 ..Tabel 9.4. Persentase Rumahtangga Yang Mendapat Pelayanan KesehatanGratis 69 Selama 6 Bulan Terakhir Menurut Jenis Kartu Yang Digunakan di Kabupaten Paser,Tahun 2008-2010 …………………………………..Tabel 9.5. Persentase Rumahtangga Yang Membeli Beras Murah/ RaskinSelama 3 69 Bulan Referensi Menurut Jumlah Beras Yang Dibeli di Kabupaten Paser, Tahun 2008-2010 …………………………………………………… 70Tabel 9.6. Jumlah Penduduk Miskin di Kabupaten Paser (Data Makro), Tahun 2007- 2010 …………………………………………………………………….. Indikator Kesejateraan Rakyat Kabupaten Paser Tahun 2011 12
  13. 13. DAFTAR GRAFIK HalamanGrafik 3.1. Persentase Penduduk Kabupaten Paser Menurut Jenis Kelamin, Tahun 2010 ........................................................................ ………………………… 11Grafik 3.2. Piramida Penduduk Kabupaten Paser, Tahun 2010 ................................... 12Grafik 4.1. Perkembangan Angka Keluhan Kesehatan dan AngkaKesakitanPenduduk di Kabupaten Paser, Tahun 2009-2010 ..................................... 18Grafik 4.2. Persentase Penduduk Yang mengalami Keluhan Kesehatan dan Usaha 20Mengobati Sendiri Menurut Jenis Kelamin di Kabupaten Paser,Tahun2008-2010 .................................................................................................. 21Grafik 4.3. Persentase Penduduk Yang Mengalami Keluhan Kesehatan dan UsahaMengobati Sendiri Menurut Jenis Obat/ Cara Pengobatan Yang Digunakandi Kabupaten Paser, Tahun 2009-2010 ...................................................... 22Grafik 4.4. Persentase Balita Yang Pernah Mendapat Imunisasi MenurutJenisImunisasi diKabupaten Paser, Tahun 2010 …………………………………... 26Grafik 5.1. Persentase Penduduk 10 Tahun keatas Menurut Angka Melek Huruf dan Buta Huruf di Kabupaten Paser, Tahun 2008-2010 ………………………… 31Grafik 9.1. Perkembangan Pendapatan Perkapita Kabupaten Paser,Tahun 2006-2010 (Jutaan Rupiah) ………………………………………………………………… 65 Indikator Kesejateraan Rakyat Kabupaten Paser Tahun 2011 13
  14. 14. BAB I PENDAHULUAN1.1. Umum Tujuan pembangunan pada hakekatnya untuk meningkatkankesejahteraan rakyat. Oleh karenanya upaya peningkatan taraf hidup dankesejahteraan seluruh lapisan masyarakat haruslah dibarengi dengan usahauntuk meletakkan landasan yang kuat agar pembangunan di tahap-tahapberikutnya dapat lebih terarah dan berhasil guna. Upaya tersebut tentunya tidakakan dapat memberikan hasil yang maksimal tanpa didukung data yang benardan baik guna mengevaluasi hasil-hasil pembangunan. Data benar adalah data yang diperolehdengan mengikuti metode danmemenuhi konsep-definisi yang telah dirumuskan sesuai dengan tujuan yangditetapkan sebelumnya. Data baik atau data berkualitas baik adalah data yangakurat, tepat waktu dan relevan, tegasnya data tersebut harus mencerminkanhal-hal yang sebenarnya mengenai gejala-gejala(fenomena) yang tengahterjadi. Indikator Kesejahteraan Rakyat (INKESRA) Kabupaten Paser Tahun2011 merupakan wahana yang dapat membantu memberikan berbagai dataoutput dan input kesejahteraan rakyat yang ada di masyarakat sebagai hasildari berbagai proses pembangunan. Muatan dalam INKESRA ini masih bersifatmakro, hal ini dikarenakan dimensi cakupan dari kesejahteraan rakyat sangatlahluas.1.2. Maksud dan Tujuan Maksud dari penyusunan publikasi ini adalah untuk mengetahui berapabesar tingkat kesejahteraan rakyat di wilayah Kabupaten Paser ditinjau dari 7aspek yakni kependudukan, kesehatan dan gizi, pendidikan, ketenagakerjaan, Indikator Kesejateraan Rakyat Kabupaten Paser Tahun 2011 14
  15. 15. fertilitas dan keluarga berencana, perumahan dan lingkungan serta polakonsumsi dan pengeluaran rumah tangga. Tujuan yang ingin dicapai adalah memberikan gambaran dan bahanmasukan serta evaluasi bagi pemerintah daerah dalam mengevaluasi danmerencanakan pembangunan yang telah dan akan dilaksanakan selanjutnya.1.3. Ruang Lingkup Ruang lingkup dalam penyusunan INKESRA adalah kondisikesejahteraan rakyat yang ada di wilayah Kabupaten Paser. Kesejahteraanrakyat mengandung makna yang cukup luas, sedemikian luasnya pengertiankesejahteraan sehingga data statistik ekonomi konvensional seperti pendapatanper kapita belum memadai untuk memberikan gambaran tentang kesejahteraanyang dimaksud. Dalam pengertian yang sangat luas, tidak mungkin untukmenyajikan data statistik yang mampu mengukur tingkat kesejahteraanpenduduk secara rinci. Karenanya, indikator yang disajikan dalam publikasi inihanya mencakup aspek - aspek kesejahteraan yang dapat terukur (measurablewelfare) saja. Oleh karena itu statistik tentang sosial merupakan komponenutama dalam penyusunan indikator kesejahteraan rakyat.1.4. Sumber Data dan Sistematika Penulisan Data yang digunakan dalam publikasi Indikator Kesejahteraan RakyatKabupaten Paser Tahun 2011 ini, adalah hasil dari Survei Sosial EkonomiNasional ( SUSENAS ) 2008, 2009 (angka revisi) dan 2010 Kabupaten Paser,kemudian data Produk Domestik Regional Bruto 2010 Kabuaten Paser. Khususuntuk data ketenagakerjaan menggunakan hasil dari Survei Angkatan KerjaNasional (SAKERNAS) 2010 Kabupaten Paser. Serta ditunjang data sekunderdari Dinas Kesehatan Kabupaten Paser. Penyajian Indikator Kesejahteraan Rakyat Kabupaten Paser Tahun 2011diuraikan dalam tujuh bab. Pada Bab I diuraikan Pendahuluan yang berisikan Indikator Kesejateraan Rakyat Kabupaten Paser Tahun 2011 15
  16. 16. Umum, Maksud dan Tujuan, Ruang Lingkup, Sumber Data dan SistematikaPenyajian. Bab II menyajikan tentang Konsep dan Definisi. Bab III tentangKependudukan yang mencakup Jumlah Penduduk dan Rasio JenisKelamin,serta Komposisi Penduduk. Bab IV mengenai Kesehatan dan Gizi yangmencakup Angka Harapan Hidup, Angka Kesakitan, Penolong Kelahiran danLamanya Menyusui. Bab V menyajikan tentang Pendidikan yang mencakupPartisipasi Sekolah, Pendidikan yang Ditamatkan, Angka Melek Huruf, APS danAPM. Bab VI mengenai Ketenagakerjaan. Bab VII mengenai Fertilitas danKeluarga Berencana. Bab VIII menyajikan tentang Perumahan dan Lingkunganserta BabIX mengenai Pengeluaran Konsumsi. Indikator Kesejateraan Rakyat Kabupaten Paser Tahun 2011 16
  17. 17. BAB II KONSEP DAN DEFINISI2.1. Kependudukan Penduduk adalah setiap orang, baik warga negara Republik Indonesiamaupun warga negara asing yang berdomisili di dalam wilayah RepublikIndonesia selama enam bulan atau lebih dan mereka yang berdomisili kurangdari enam bulan tetapi bertujuan menetap. Penduduk usia produktif adalahpenduduk yang berusia 15-64 tahun. Pendudukusia belum produktif adalahpenduduk yang berusia kurang dari 15 tahun. Penduduk usiatidak produktifadalah penduduk yang berusia 65 tahun atau lebih. Kelahiranadalah anak lahir hidup, yaitu anak yang pada waktu dilahirkanmenunjukan tanda-tanda kehidupan (seperti jantung berdenyut, bernapas,menangis, dan sebagainya ), walaupun mungkin hanya beberapa saat saja.Anak masih hidup adalah semua anak yang dilahirkan dan pada saatpencacahan masih hidup, baik yang tinggal bersama ibunya maupun tinggalditempat lain. Kematian adalah suatu peristiwa atau keadaan hilangnyatanda-tanda kehidupan dari seseorang. Pertumbuhan penduduk merupakan keseimbangan yang dinamisantara kekuatan yang menambah dan kekuatan yang mengurangi banyaknyapenduduk. Kekuatan yang menambah banyaknya penduduk adalah kelahirandan migrasi masuk (penduduk datang) sedangkan kekuatan yang mengurangibanyaknya penduduk adalah kematian dan migrasi keluar (penduduk pergi).Laju pertumbuhan alamiah adalah laju pertumbuhan yang hanya dipengaruhifaktor kelahiran dan faktor kematian sedangkan laju pertumbuhan sosial hanyadipengaruhi oleh migrasi. Migrasi adalah perpindahan penduduk dari suatutempat ke tempat lain baik melewati batas politis negara maupun batasadministrasi atau batas bagian dalam suatu negara dengan tujuan menetap. Indikator Kesejateraan Rakyat Kabupaten Paser Tahun 2011 17
  18. 18. Dalam konsep yang digunakan BPS, seseorang dianggap migran jikatelah tinggal selama enam bulan berturut-turut atau kurang dari enam bulantetapi dengan tujuan akan menetap. Wanita usia subur adalah wanita yang berada pada masa mampumelahirkan atau masa reproduksi (15-49 tahun). Peserta KB aktif adalahakseptor yang pada saat penca-cahan masih aktif mengikuti program KB(memakai alat kontrasepsi). Akseptor adalah pasangan usia subur yangmenggunakan salah satu alat kontrasepsi. Metodekontrasepsi adalah cara/alatyang dipakai untuk mencegah kehamilan.2.2. Kesehatan Keluhan Kesehatan, adalah keadaan seseorang yang merasa tergangguoleh kondisi kesehatan, kejiwaan, kecelakaan dan hal lain termasuk yangmenderita penyakit kronis tetapi telah sembuh. Sakit adalah apabila seseorangmenderita penyakit kronis atau mempunyai keluhan/gangguan kesehatan lainyang menyebabkan kegiatannya terganggu. Sedangkan cara pengobatanadalah perlakuan/cara yang ditempuh seseorang bila menderita suatu penyakit,seperti pergi ke dokter praktek, rumah sakit, puskesmas dan tenaga kesehatanlainnya atau diobati sendiri.2.3. Pendidikan Dapat membaca dan menulis adalah mereka yang dapat membaca danmenulis surat/kalimat sederhana dengan sesuatu huruf. Orang buta yang dapatmembaca dan menulis huruf braille dan orang cacat yang sebelumnya dapatmembaca dan menulis kemudian karena cacatnya tidak dapat membaca danmenulis, digolongkan dapat membaca dan menulis. Sedangkan orang yanghanya dapat membaca saja tetapi tidak dapat menulis, dianggap tidak dapatmembaca dan menulis (buta huruf). Indikator Kesejateraan Rakyat Kabupaten Paser Tahun 2011 18
  19. 19. Penduduk usia sekolah adalah mereka yang pada usia sekolah normalsesuai dengan tingkat pendidikan, seperti penduduk usia SD adalah 7 – 12tahun, penduduk usia SLTP adalah 13 – 15 tahun, dan penduduk usia SLTAadalah 16 – 18 tahun. Pendidikan Pra Sekolah, diselenggarakan selama satusampai dua tahun bagi anak usia 5 – 6 tahun, yang merupakan persiapan bagianak sebelum masuk Sekolah Dasar. Sekolah, adalah sekolah formal mulai dari pendidikan Dasar (SD danSLTP), pendidikan Menengah (SMK atau SMU), dan pendidikan Tinggi(Akademi dan Universitas), termasuk pendidikan yang setara. tidak termasukpendidikan non formal seperti kursus mengetik, komputer, bahasa Inggris,Seskoad, Diklatpim dan sebagainya. Tamat Sekolah, adalah mereka yangmenyelesaikan pelajaran pada kelas atau tingkat terakhir suatu jenjang sekolahdi sekolah negeri maupun sekolah swasta dengan mendapatkan tandatamat/ijazah. Seseorang yang belum mengikuti pelajaran pada kelas tertinggitetapi jika mengikuti ujian akhir dan lulus dianggap tamat sekolah.Tidak/belumpernah sekolah adalah mereka yang tidak atau belum pernahsekolah termasuk yang tamat/ belum tamat Taman Kanak-kanak yangtidak/belum melanjutkan ke Sekolah Dasar. Masihsekolah adalah yang sedangmengikuti pendidikan di pendidikan Dasar, Menengah atau Tinggi. Tidaksekolah lagi adalah yang pernah mengikuti pendidikan Dasar, Menengah atauTinggi, tetapi pada saat pencacahan tidak sekolah lagi. Jenjang pendidikan tertinggi yang pernah/sedang diduduki, adalahjenjang sekolah tertinggi yang pernah/sedang diduduki oleh seseorang baiksudah tamat maupun tidak/belum tamat. Penduduk yang masih bersekolahadalah yang sedang mengikuti pendidikan ditingkat pendidikan tertentu.2.4. Ketenagakerjaan Dalam konsep ketenagakerjaan, penduduk dibagi menjadi dua golonganyaitu penduduk usia kerja dan penduduk bukan usia kerja. Penduduk usia Indikator Kesejateraan Rakyat Kabupaten Paser Tahun 2011 19
  20. 20. kerjaadalah penduduk berumur 15 tahun atau lebih yang digolongkan menjadiangkatan kerja dan bukan angkatan kerja . Angkatan Kerja adalah pendudukusia kerja yang bekerja atau punya pekerjaan tetapi sementara tidak bekerjadan yang mencari pekerjaan. Bukan angkatan kerja adalah penduduk usiakerja yang kegiatannya tidak bekerja maupun mencari pekerjaan atau pendudukusia kerja dengan kegiatan sekolah, mengurus rumah tangga dan lainnya. Mencari Pekerjaan adalah seseorang yang berusaha mendapatkanpekerjaan termasuk yang sedang menunggu jawaban lamaran. Bekerja adalahkegiatan melakukan pekerjaan dengan maksud memperoleh atau membantumemperoleh penghasilan atau keuntungan selama paling sedikit satu jam dalamseminggu. Bekerja selama satu jam tersebut harus dilakukan secara berturut-turut dan tidak terputus. Penghasilan dan keuntungan mencakup upah/gajitermasuk semua tunjangan, bonus, dan hasil usaha berupa sewa, bunga, dankeuntungan baik berupa uang maupun barang. Hari kerja adalah waktu yang dinyatakan dalam hari yang dipergunakanoleh seseorang untuk melakukan kegiatan bekerja paling sedikit satu jam terusmenerus. Jam kerja adalah Waktu yang dinyatakan dalam jam yangdipergunakan untuk bekerja. Jam kerja normal adalah 35 – 44 jam per minggu.Punya pekerjaan tetapi sementara tidakbekerja adalah kegiatan seseorangyang mempunyai pekerjaan tetapi selama seminggu yang lalu tidak bekerjakarena sakit, cuti, mogok dan lain-lain. Termasuk juga orang yang sudahditerima bekerja tetapi selama seminggu yang lalu belum mulai bekerja.2.5. Perumahan Luas lantai rumah yang dikuasai rumah tangga, adalah luas lantaibangunan yang ditempati dan digunakan untuk keperluan sehari-hari. Ataprumah, adalah penutup bagian atas suatu bangunan, sehingga yang mendiamidibawahnya terlindung dari terik matahari, hujan dan sebagainya, untukbangunan bertingkat atap yang dimaksud adalah bagian teratas dari bangunan Indikator Kesejateraan Rakyat Kabupaten Paser Tahun 2011 20
  21. 21. tersebut. Dinding rumah, adalah batas penyekat dengan rumah tangga danatau bangunan pihak lain atau sisi luar batas dari bangunan. Sumber penerangan rumah tangga, adalah penerangan utama yangdigunakan dalam ruangan tempat tinggal sehingga dapat melakukan kegiatan.Fasilitas air minumyang dimiliki, adalah fasilitas air minum yang dimiliki ( secarasendiri, bersama, umum, membeli dan lainnya ) dan digunakan oleh rumahtangga. Sumber penggunaan air bersih adalah sumber air terbanyak yangdigunakan rumah tangga yang berasal dari ledeng, pompa air, sumur dan mataair terlindung.2.6. Pengeluaran Rumahtangga Pengeluaran rumah tangga sebulan adalah semua biaya yangdikeluarkan oleh rumah tangga selama sebulan untuk memenuhi kebutuhankonsumsi rumah tangga. Konsumsi rumah tangga dibedakan atas konsumsimakanan dan bukan makanan yang mencakup semua barang dan jasa yang dikonsumsi tanpa memperhatikan asalnya tetapi terbatas hanya pada barang danjasa untuk kebutuhan rumah tangga. Dengan perkataan lain, pengeluaran untukkebutuhan usaha atau diberikan kepada pihak lain tidak dimasukkan kedalamkonsumsi rumah tangga. Indikator Kesejateraan Rakyat Kabupaten Paser Tahun 2011 21
  22. 22. BAB III KEPENDUDUKAN Kependudukan merupakan faktor yang sangat strategis dalam kerangkapembangunan nasional. Hal ini dikarenakan kependudukan atau dalam hal iniadalah penduduk, merupakan pusat dari seluruh kebijakan dan programpembangunan yang akan dilakukan. Masalah kependudukan memiliki posisi yang sangat penting bagipembangunan daerah, sehingga data kependudukan sangat diperlukan sebagaipenentu kebijakan maupun perencanaan program. Lebih luas lagi datakependudukan dapat digunakan sebagai bahan evaluasi kegiatan yang lalu danyang sedang berjalan, bahkan dapat memperkirakan bentuk dan volumekegiatan yang akan dilakukan di masa yang akan datang. Pembangunan manusia dititikberatkan pada peningkatan kualitasSumber Daya Manusia (SDM) yang sejalan dengan pertumbuhan ekonomi.Penitikberatan pada kualitas SDM diperlukan karena penduduk yang besarhanya akan dapat merupakan aset pembangunan jika “kualitasnya” (dilihat dariderajat kesehatan dan atau tingkat pendidikan) cukup baik. Jumlah pendudukyang besar disadari hanya merupakan beban pembangunan jika berkualitasrendah apabila dilihat dari komposisinya secara sosial dan budaya yang sangatberagam.3.1 Jumlah Penduduk dan Rasio Jenis Kelamin Jumlah penduduk Kabupaten Paser berdasarkan hasil Susenas tahun2010 berjumlah 233.030 jiwa. Berdasarkan jenis kelamin maka jumlahpenduduk laki-laki masih lebih banyak dibandingkan dengan jumlah pendudukperempuan. Hal ini terlihat dari Rasio Jenis Kelamin (RJK)yang merupakanperbandingan antara penduduk laki-laki terhadap penduduk perempuan, danbila nilai RJK penduduk di suatu wilayah di atas 100 maka menunjukkan bahwaproporsi penduduk laki-laki lebih besar dibandingkan penduduk perempuan. Indikator Kesejateraan Rakyat Kabupaten Paser Tahun 2011 22
  23. 23. Besarnya RJK penduduk KabupatenPaser tahun 2010 sedikit berbedajika dibandingkan RJK tahun 2009. Rasio perbandingan jumlah penduduk laki-laki terhadap penduduk perempuan adalah 111 pada tahun 2009 yang berartiterdapat 111 penduduk laki-laki diantara 100 penduduk perempuan, sementarapada tahun 2010 hanya 110 yang berarti hanya terdapat 110 penduduk laki-lakidiantara 100 penduduk perempuan. Hal ini dapat diartikan bahwa telah terjadipeningkatan jumlah penduduk perempuan selama tahun 2009 sampai dengan2010. Tabel 3.1. Jumlah Penduduk Menurut Jenis Kelamin dan Kelompok Umur, Tahun 2010 Kelompok Rasio jenis Laki-laki Perempuan Jumlah Umur Kelamin (1) (2) (3) (4) (5) 0-4 13 409 12 058 25 467 111,20 5-9 14 345 12 098 26 443 118,57 10-14 9 481 10 470 19 951 90,55 15-19 11 654 10 087 21 741 115,53 20-24 10 846 9 555 20 401 113,51 25-29 11 165 12 558 23 723 88,91 30-34 12 494 10 353 22 847 120,68 35-39 9 651 8 488 18 139 113,70 40-44 7 864 6 694 14 558 117,48 45-49 7 144 5 233 12 377 136,52 50-54 4 623 5 046 9 669 91,62 55-59 3 968 2 914 6 882 136,17 60-64 2 337 1 645 3 982 142,07 65+ 3 230 3 620 6 850 89,23Jumlah 2010 122 211 110 819 233 030 110,28 2009 105 881 95 412 201 293 110,97Sumber : Susenas 2009-2010 Indikator Kesejateraan Rakyat Kabupaten Paser Tahun 2011 23
  24. 24. 3.2. Komposisi Penduduk Dari 233.030 jiwa penduduk Kabupaten Paser ternyata komposisimenurut jenis kelamin adalah sebanyak 122.211 jiwa atau 52,44 persen adalahlaki-laki, dan 110.819 jiwa atau 47,56 persen adalah perempuan (grafik 3.1). Berdasarkan tabel 3.2 penduduk Kabupaten Paser masih tergolong kedalam pergeseran dari penduduk muda ke penduduk tua.Hal ini dapatditunjukkan dari proporsi penduduk di bawah 15 tahun adalah 30,84 persen,sementara pada usia 65 tahun atau labih adalah 2,94 persen.Pendudukdikatakan “muda” apabila proporsi penduduk di bawah 15 tahun sebesar kira-kira 40 persen, sebaliknya dikatakan “tua” apabila proporsi penduduk pada usia65 tahun atau lebih telah mencapai 10 persen atau lebih. Grafik 3.1. Persentase Penduduk Kabupaten Paser Menurut Jenis Kelamin, Tahun 2010 47.56% Laki-laki 52.44% Perempuan Indikator Kesejateraan Rakyat Kabupaten Paser Tahun 2011 24
  25. 25. Tabel 3.2. Persentase Penduduk Menurut Jenis Kelamin dan Kelompok Umur, Tahun 2010 Kelompok Jenis Kelamin Umur Laki-laki Perempuan Jumlah (1) (2) (3) (4) 0-4 10,97 10,88 10,93 5-9 11,74 10,92 11,35 10-14 7,76 9,45 8,56 15-19 9,54 9,1 9,33 20-24 8,87 8,62 8,76 25-29 9,14 11,33 10,18 30-34 10,22 9,34 9,8 35-39 7,9 7,66 7,78 40-44 6,43 6,04 6,25 45-49 5,85 4,72 5,31 50-54 3,78 4,55 4,15 55-59 3,25 2,63 2,95 60-64 1,91 1,49 1,71 65+ 2,64 3,27 2,94 Jumlah 100,00 100,00 100,00Sumber : Susenas, 2010 Cara lain yang biasa digunakan untuk menggambarkan komposisimenurut umur dan jenis kelamin adalah dengan piramida penduduk. Bentukpiramida penduduk dari suatu wilayah pada tahun tertentu dapat mencerminkandinamika kependudukan di wilayah tersebut, seperti kelahiran, kematian, danmigrasi. Suatu wilayah dengan tingkat kelahiran dan kematian yang tinggibiasanya ditandai dengan bentuk piramida yang alasnya besar kemudianberangsur mengecil hingga ke puncak piramida. Sedangkan pada wilayahdengan tingkat kelahiran dan kematian yang rendah mempunyai bentukpiramida dengan alas yang tidak begitu besar dan tidak langsung mengecilhingga puncaknya. Piramida penduduk Kabupaten Paser pada tahun 2010 menunjukkanalas piramida tidak begitu besar dan tidak langsung mengecil hingga Indikator Kesejateraan Rakyat Kabupaten Paser Tahun 2011 25
  26. 26. puncaknya. Hal ini menunjukkan bahwa tingkat kelahiran dan kematian yangrendah. Grafik 3.2. Piramida Penduduk Kabupaten Paser, Tahun 2010 65+ 60-64 55-59 50-54 45-49 40-44 35-39 30-34 25-29 20-24 Kelompok Umur 15-19 10-14 5-9 0-4 Persen -15 -10 -5 0 5 10 15 Laki-laki Perempuan3.3. Angka Beban Tanggungan (Dependency Ratio) Berdasarkan komposisi penduduk menurut kelompok umur seperti yangdisajikan pada tabel 3.3, dapat diturunkan indikator yang dapat digunakansebagai salah satu indikator ekonomi yaitu Angka Beban Tanggungan yangmerupakan perbandingan atau rasio antara penduduk usia belum produktif ( 0 -14 tahun ) dan usia 65 tahun keatas dengan penduduk usia produktif (15 – 64tahun). Besarnya Angka Beban Tanggungan ini menunjukkan bebantanggungan ekonomi penduduk usia produktif. Semakin mengecil angka bebanketergantungan akan semakin baik kondisi perekonomian masyarakat yangbersangkutan. Pada tahun 2008 Angka Beban Tanggungan (Dependency Ratio) Indikator Kesejateraan Rakyat Kabupaten Paser Tahun 2011 26
  27. 27. Kabupaten Paser sebesar 55,41 persen, angkanya menurun menjadi 53,14 ditahun 2009. Kemudian pada tahun 2010 Angka Beban Tanggungan turunmenjadi 51,01 persen, dengan kata lain setiap 100 penduduk usia produktif(usia 15 – 64 tahun) harus menanggung sebanyak 51 orang penduduk yangtidak produktif ( usia di bawah 15 tahun dan di atas 65 tahun ). Tabel3.3. Persentase Penduduk Kabupaten Paser Menurut Kelompok Usia Produktif dan Angka Beban Tanggungan, Tahun 2008 - 2010 Struktur Umur Angka Beban Tahun Jumlah Tanggungan 0-14 15-64 65+ (1) (2) (3) (4) (5) (6) 2008 32,39 64,34 2,99 100,00 55,41 2009 31,93 65,30 2,77 100,00 53,14 2010 30,84 66,22 2,94 100,00 51,01 Sumber : Susenas 2008-2010 Indikator Kesejateraan Rakyat Kabupaten Paser Tahun 2011 27
  28. 28. BAB IV KESEHATAN DAN GIZI Kesehatan dan gizi merupakan bagian dari indikator kesejahteraanpenduduk dalam hal kualitas fisik, dalam hal ini dapat dilihat melalui angkakesakitan dan status gizi. Sementara untuk melihat gambaran tentangkemajuan upaya peningkatan dan status kesehatan masyarakat dapat melaluipemberian imunisasi, penolong persalinan bayi, ketersediaan sarana kesehatandan jenis pengobatan yang dilakukan. Berbagai upaya untuk meningkatkan kualitas fisik penduduk telahdilakukan yang ditujukan untuk meningkatkan derajat kesehatan penduduk danmutu pelayanan kesehatan serta meningkatkan kualitas dan kuantitas saranadan prasarana kesehatan bagi seluruh penduduk baik yang tinggal di daerahperkotaan maupun perdesaan.4.1. Sarana Kesehatan Penyediaan sarana kesehatan yang memadai merupakan salah satukebutuhan pokok dalam upaya meningkatkan taraf kesehatan masyarakat, danprogram ini terus ditingkatkan kualitas pelayanan serta keberadaannya. Saranakesehatan yang ada di Kabupaten Paser ternyata cukup memadai untuk jumlahpenduduk yang harus dilayani. Hal ini dapat dilihat dari jumlah puskesmas,rumah sakit, dan jumlah tenaga medis yang ada di Kabupaten Paser. Dari dataDinas Kesehatan Kabupaten Paser dapat dilihat bahwa pada tahun 2010terdapat satu unit rumah sakit , 17 unit puskesmas, 94 unit pusban, 17 unitpuskesmas keliling, dan didukung 642 orang tenaga kesehatan. Bila dikaitkan dengan jumlah penduduk, maka sebuahpuskesmas/puskesmas pembantu di wilayah Kabupaten Paser melayani kuranglebih 2.000 penduduk. Idealnya, satu puskesmas hanya melayani kurang lebih7.000 penduduk. Jadi, di Kabupaten Paser jumlah puskesmas sudah memadaidengan jumlah penduduk. Ke depan, untuk lebih mendekatkan aksesmasyarakat ke sarana layanan kesehatan, akan lebih baik jika keberadaan Indikator Kesejateraan Rakyat Kabupaten Paser Tahun 2011 28
  29. 29. puskesmas/puskesmas pembantu mampu menjangkau masyarakat di desasecara langsung sehingga mengurangi biaya transportasi untuk berobat. Tabel 4.1 Jumlah Fasilitas dan Tenaga Kesehatan Kabupaten Paser,Tahun 2006 - 2010 Sarana / Tenaga Kesehatan 2006 2007 2008 2009 2010 (1) (2) (3) (4) (5) (6)Rumah Sakit 1 1 1 1 1Puskesmas 17 17 17 17 17Pusban 90 89 95 97 94Puskesmas Keliling 17 16 20 27 17Tenaga Kesehatan 497 520 518 564 642Sumber : Dinas Kesehatan Kabupaten Paser, 20114.2. Angka Harapan Hidup (AHH) Angka Harapan Hidup merupakan salah satu ukuran demografi yangmemperlihatkan kondisi kesehatan masyarakat. Usia anak sebelum mencapaisatu tahun sangat rentan dengan berbagai penyakit, sehingga resiko kematianmenjadi semakin tinggi dari aspek ini, pengamatan harapan hidup denganmenggunakan alat ukur Angka Harapan Hidup menjadi cukup penting. Angka Harapan Hidup (AHH) atau Life Expecstancy (LE) menunjukkanrata-rata umur penduduk mulai lahir sampai dengan akhir hidupnya. Besarnyanilai AHH berkaitan erat dengan angka kematian bayi, dimana semakin tinggikematian bayi nilai AHH akan menurun. Faktor yang mempengaruhi perubahanAHH dapat ditinjau dari beberapa hal seperti kondisi lingkungan dan statussosial ekonomi penduduk, ketersediaan fasilitas dan tenaga kesehatan, status Indikator Kesejateraan Rakyat Kabupaten Paser Tahun 2011 29
  30. 30. gizi dan lain-lain. Oleh karena itu AHH cukup representatif digunakan sebagaiindikator dalam menilai tingkat kesejahteraan penduduk khususnya di bidangkesehatan. Semakin tinggi pencapaian angka harapan hidup di suatu daerah secaratidak langsung dapat menggambarkan semakin membaiknya tingkatkesejahteraan masyarakat secara umum. Menurut data Susenas 2009, capaianangka harapan hidup penduduk Kabupaten Paser sebesar 72,74 tahun, danmeningkat menjadi 73.09tahun pada tahun 2010. Tabel 4.2.Perkembangan Angka Harapan Hidup Penduduk Kabupaten Paser Tahun 2007 – 2010 Indikator Derajat Kesehatan 2007 2008 2009 2010 (1) (2) (3) (4) (5) Angka Harapan Hidup 72.06 72.39 72.74 73.09Sumber : Susenas,2007- 2010 Peningkatan angka harapan hidup Kabupaten Paser ini seiring denganbesarnya perhatian pemerintah daerah terhadap layanan kesehatanmasyarakat, yaitu dengan telah diterbitkannya SK Bupati tentang pembebasanretribusi pelayanan kesehatan dasar di Puskesmas se-Kabupaten Paser danterus digalakkannya program desa. Fenomena tersebut diatas menunjukkan bahwa biaya peningkatanderajat kesehatan di masyarakat masih menjadi beban pemerintah sepenuhnya.Pada saat alokasi anggaran kesehatan meningkat, biasanya akan diikuti pulaoleh peningkatan AHH yang signifikan. Sedangkan jika alokasi belanja publik dibidang kesehatan pada APBD menurun, dengan sendirinya akan menekansecara langsung pemenuhan kebutuhan kesehatan di masyarakat, danberimbas pada penurunan laju peningkatan AHH pada periode berikutnya. Indikator Kesejateraan Rakyat Kabupaten Paser Tahun 2011 30
  31. 31. 4.3. Keluhan Kesehatan dan Angka Kesakitan Penduduk yang sehat cenderung memiliki kualitas fisik yang baik.Dengan fisik yang baik segala aktivitas dalam kehidupan sehari-hari akanberjalan dengan lancar baik bekerja, sekolah, mengurus rumah tangga maupunmelakukan aktivitas lainnya. Salah sati indikator yang dapat menggambarkanstatus kesehatan penduduk adalah angka keluhan kesehatan dan angkakesakitan. Angka keluhan kesehatan diukur dengan menggunakan pendekatanpenduduk yang mempunyai keluhan kesehatan selama sebulan yang lalu,sedangkan angka kesakitan merupakan persentase penduduk yang mengalamigangguan kesehatan hingga mengganggu aktivitasnya sehari-hari. Berdasarkan data Susenas dapat dilihat bahwa selama kurun waktutahun 2009 - 2010, terjadi penurunan angka keluhan kesehatan dari 36,89persen (tahun 2009) laluturunmenjadi 23,10 persen (tahun 2010). Turun angkakeluhan kesehatan ini dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor terutama cuaca,kebersihan lingkungan atau pola hidup masyarakat (grafik 4.1). Grafik 4.1. Perkembangan Angka Keluhan Kesehatan dan Angka Kesakitan Penduduk di Kabupaten Paser, Tahun 2009-2010 36.89 40 35 30 22.92 23.1 25 20 9.78 15 10 5 0 2009 2010 Angka Keluhan Kesehatan Angka Kesakitan Indikator Kesejateraan Rakyat Kabupaten Paser Tahun 2011 31
  32. 32. Selain keluhan kesehatan juga ditampilkan perkembangan angkakesakitan. Angka kesakitan merupakan persentase penduduk yang mempunyaikeluhan kesehatan dan menyebabkan terganggunya aktivitas sehari-hari.Angka kesakitan di kabupaten Paser pada tahun 2009 sebesar 22,92 persen,mengalami penurunan menjadi 9,78 persen pada tahun 2010. Dari jenis keluhan kesehatan yang paling banyak dialami pendudukKabupaten Paser pada tahun 2010 adalah sakit pilek (12,35 persen), batuk(11,49 persen), panas (6,60 persen), dan sakit kepala berulang (5,42 persen).Adapun keluhan kesehatan selain yang sudah disebutkan tadi, persentasenyatidak begitu besar untuk masing-masing keluhan kesehatan. Tabel 4.3. Persentase Penduduk Yang Mengalami Keluhan Kesehatan Menurut Jenis Keluhan Di Kabupaten Paser, Tahun 2008-2010Jenis Keluhan Kesehatan 2008 2009 2010 (1) (2) (3) (4)Panas 6,47 12,87 6,60Batuk 8,56 17,56 11,49Pilek 10,57 17,01 12,35Asma/Sesak 1,35 1,73 0,92Napas/CepatDiare/Buang Air 0,96 3,05 1,56Sakit Kepala Berulang 3,79 11,90 5,42Sakit Gigi 1,21 4,15 1,85Lainnya 5,18 6,63 3,27Sumber : Susenas 2008-2010 Indikator Kesejateraan Rakyat Kabupaten Paser Tahun 2011 32
  33. 33. Pada tabel 4.4 disajikan persentase penduduk yang menderita sakityaitu penduduk yang mempunyai keluhan kesehatan sampai mengakibatkanterganggunya pekerjaan, sekolah, atau kegiatan sehari-hari selama sebulanyang lalu menurut jumlah hari sakit. Persentase penduduk Kabupaten Paseryang paling dominan adalah yang mengalami sakit antara 0-3 hari yaitu sekitar55,75 persen, kemudian disusul jumlah hari sakit antara 4 – 7 hari sekitar 36,07persen. Sedangkan untuk jumlah hari sakit antara 8-14 hari sebesar 5,02persen, 15-21 hari sebesar 0,34 persen, dan 22-30 hari sebesar 2,82 persen. Tabel 4.4. Persentase Penduduk Yang Menderita Sakit Selama Bulan Referensi Menurut Jumlah Hari Sakit, Tahun 2008-2010 Jumlah Hari Sakit 2008 2009 2010 (1) (3) (4) (5) 0- 3 49,25 66,81 55,75 4-7 40,13 27,80 36,07 8 - 14 3,69 3,12 5,02 15 - 21 4,06 1,15 0,34 22 - 30 2,87 1,11 2,82Sumber : Susenas 2008-2010 Dalam upaya untuk terapi penyembuhan bagi penduduk KabupatenPaser tahun 2010 yang mengalami gangguan kesehatan dan berusahamengobati sendiriyaitu sebanyak 64,64 persen. Bila dilihat menurut jeniskelaminnya maka laki-laki yang mengalami keluhan kesehatan dan berusahauntuk mengobati sendiri mempunyai persentase lebih besar yaitu 65,40 persendibanding perempuan sebesar 63,88 persen. Apabila dibandingkan dengantahun 2008 dan 2009 makapersentase penduduk yang mengalami keluhankesehatan dan usaha mengobati sendiri mengalami penurunan, dimana Indikator Kesejateraan Rakyat Kabupaten Paser Tahun 2011 33
  34. 34. sebelumnya mencapai 70,87 persen (tahun 2008) dan 69,02 persen (tahun2009). Grafik 4.2. Persentase Penduduk Yang mengalami Keluhan Kesehatan dan Usaha Mengobati Sendiri Menurut Jenis Kelamin di Kabupaten Paser, Tahun 2008-2010 71.65 72 70.87 70.11 70.29 70 69.02 67.68 68 65.4 Laki-laki 66 64.64 63.88 Perempuan 64 L+P 62 60 58 2008 2009 2010 Penduduk yang mengalami keluhan kesehatan biasanya berusahadengan berbagai cara untuk mengurangi bahkan menghilangkan keluhantersebut. Pada tahun 2010 persentase penduduk Kabupaten Paser yangmengalami keluhan kesehatan dan berusaha mengobati sendiri dengan obat/cara pengobatan tradisional sebanyak 21,58 persen. Selain obat/ caratradisional juga dengan obat/ cara pengobatan modern sekitar 91,48 persen.Obat/ cara pengobatan lainnya juga merupakan pilihan sekitar 5,48 persenpenduduk yang mengalami keluhan kesehatan dan mengupayakan pengobatansendiri. Indikator Kesejateraan Rakyat Kabupaten Paser Tahun 2011 34
  35. 35. Grafik 4.3. Persentase Penduduk Yang Mengalami Keluhan Kesehatan dan Usaha Mengobati Sendiri Menurut Jenis Obat/ Cara Pengobatan Yang Digunakan di Kabupaten Paser, Tahun 2009-2010 100 91.48 90 83.36 80 70 60 Tradisional 50 Modern 40 Lainnya 26.9 30 21.58 20 5.91 5.48 10 0 2009 20104.4. Penolong Kelahiran Untuk menghindari kematian bayi maupun kematian ibu pada saatpersalinan, maka penolong kelahiran harus ditangani oleh tenaga yangberpengalaman di bidang kesehatan, semakin banyak bayi yang lahir ditolongoleh dokter atau bidan maka diharapkan semakin baik tingkat keselamatan bayidan ibunya. Dari hasil Susenas 2008-2010 tercatat masih sedikit kelahiranbalita yang ditolong oleh dokter, sementara yang banyak menolong proseskelahiran adalah bidan atau dukun, baik proses pertolongan pertama kalimaupun penolong terakhir kelahiran bayi. Hasil Susenas 2010 terdapat sekitar 58,58 persen proses kelahiranpertama ditolong oleh bidan, danpada proses kelahiran terakhir yang jugaditolong oleh bidan meningkat menjadi sekitar 61,28 persen. Sementara prosespenolong kelahiran yang dilakukan oleh dukun untuk proses kelahiran pertamasebesar 26,41 persen dan pada proses kelahiran terakhir menurun menjadi Indikator Kesejateraan Rakyat Kabupaten Paser Tahun 2011 35
  36. 36. sekitar 23,65 persen.Kondisiini dapat terjadi karena dalam proses persalinanyang dilakukan pertama kali oleh dukunmungkin mengalami sesuatu dan lainhal sehingga perlu penanganan lebih lanjut, dan biasanya diserahkan kepadatenaga kesehatan seperti dokter, bidan, atau tenaga paramedis. Tabel 4.5. Persentase Balita Menurut Penolong Persalinan Pertama dan Terakhir Waktu Lahir Di Kabupaten Paser, Tahun 2008 - 2010 2008 2009 2010 Penolong Perta Tera Perta Tera Perta Tera Kelahiran ma khir ma khir ma khir (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7)Dokter 11,23 14,19 13,54 17,03 12,67 13,03Bidan 54,42 59,54 51,35 58,20 58,58 61,28Tenaga 0,32 0,32 0,00 0,37 1,04 2,03Paramedis LainDukun 31,64 24,76 26,91 20,30 26,41 23,65Famili 2,08 1,20 8,21 4,10 1,30 0,00 Jumlah 100,00 100,00 100,00 100,00 100,00 100,00Sumber : Susenas 2008– 20104.5. Status Gizi Balita Status gizi balita merupakan salah satu indikator mengenai jumlah balitayang mengalami kekurangan gizi. Pada tahun 2010 di Kabupaten Paserterdapat 25.706 balita usia 1 sampai 4 tahun.Dari balita yang ada tersebut,1.096 balita mengalami Kekurangan Energi Protein Total dan 140 balitamengalami Kekurangan Energi Protein Nyata. Bila dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumya, angka ini mengalami penurunan drastis. Indikator Kesejateraan Rakyat Kabupaten Paser Tahun 2011 36
  37. 37. Tabel 4.6.Status Gizi Balita Kabupaten Paser, Tahun 2006 – 2010 Jumlah Jumlah Jumlah Balita Dengan Tahun Balita Balita KEP KEP (1-4tahun) Ditimbang % % Total Nyata (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) 2010 25.706 17.015 1.096 6,44 140 0,82 2009*) - - - - - - 2008 25.387 5.178 894 17,27 177 3,42 2007*) - - - - - - 2006 22.771 7.488 1.049 14,01 182 2,43Sumber : Dinas Kesehatan Kabupaten Paser, 2011 *) Data tidak tersedia.4.6. Pemberian Air Susu Ibu (ASI) Manfaat pemberian Air Susu Ibu (ASI) tidak saja dilandasi atas dasarmotivasi kesehatan tetapi juga kasih sayang. Dalam hal kesehatan manfaat ASIsangat besar bagi tumbuh dan berkembang bagi anak serta kelangsunganhidup anak. Kekebalan tubuh seorang anak terhadap penyakit diperoleh dengancara pemberian vaksinasi. Pemberian vaksinasi secara alami hanya diperolehanak melalui pemberian ASI. Di dalam ASI terkandung zat imunisasi yangmenyebabkan seorang bayi kebal terhadap penyakit. Selain itu, lama menyusuiseorang ibu kepada anaknya sangat mempengaruhi keadaan gizi bagi sanganak. Anak yang mengkonsumsi ASI dengan cukup cenderung lebih sehat,lebih kebal dari serangan penyakit sehingga jarang sakit. Indikator Kesejateraan Rakyat Kabupaten Paser Tahun 2011 37
  38. 38. Tabel 4.7. Persentase Bayi Yang Pernah Disusui Menurut Lamanya Menyusui Di Kabupaten Paser, Tahun 2008 - 2010 Lama Menyusui (Bulan) 2008 2009 2010 (1) (2) (3) (4) 0-5 10,48 17.13 5.55 6-11 11,52 14.70 13.71 12-17 20,89 15.33 23.03 18-23 18,18 16.51 18.38 24+ 38,92 36.33 39.34 Jumlah 100,00 100.00 100.00 Sumber : Susenas 2008-2010 Pada tabel di atas diperlihatkan bahwa kesadaran akan pentingnyapemberian ASI selain baik untuk bayi itu sendiri juga sangat baik bagikesehatan ibu, terutama untuk pemberian ASI lebih dari 24 bulan yaitu dari36,33 persen pada tahun 2009 menjadi 39,34 persen pada tahun 2010. Selainitu data tahun 2010 mencatat bahwa untuk balita yang diberi ASI selama 18-23bulan ada sekitar 18,38 persen, 12-17 bulan 23,03 persen, 6-11 bulan 13,71persen,sementara itu masih ada bayi yang diberi ASI kurang dari 5 bulansebanyak 5,55 persen.4.6. Imunisasi Balita Imunisasi sangat penting dilakukan pada balita karena pada umurtersebut mereka masih sangat rentan terhadap penyakit. Imunisasi atauvaksinasi adalah memasukkan kuman atau racun penyakit tertentu yang sudahdilemahkan (vaksin) ke dalam tubuh dengan cara disuntik atau diminum(diteteskan dalam mulut), dengan maksud untuk meningkatkan kekebalan tubuhterhadap penyakit tersebut. Dengan imunisasi yang lengkap dan makanan yang Indikator Kesejateraan Rakyat Kabupaten Paser Tahun 2011 38
  39. 39. bergizi diharapkan akan terbentuk generasi penerus bangsa yang lebihberkualitas. Grafik 4.4. Persentase Balita Yang Pernah Mendapat Imunisasi MenurutJenis Imunisasi di Kabupaten Paser, Tahun 2010 99.55 99.1 100 98.66 98 96 95.06 94 92 90.45 90 88 86 84 BCG DPT Polio Campak/ Hepatitis B morbili Dari hasil Susenas 2010 mencatat bahwa bahwa rata-rata balita yangada di Kabupaten Paser sebagian besar pernah mendapatkan pelayananimunisasi. Persentase balita yang pernah mendapat imunisasi BCG sebesar99,55 persen, imunisasi DPT sebesar 98,66 persen, imunisasi polio sebesar99,10 persen, imunisasi Campak/morbili sebesar 90,45 persen, dan imunisasihepatitis B sebesar 95,06 persen (grafik 4.4). Indikator Kesejateraan Rakyat Kabupaten Paser Tahun 2011 39
  40. 40. BAB V PENDIDIKAN5.1 Partisipasi Sekolah Pendidikan merupakan suatu proses berkesinambungan yang bertujuanuntuk meningkatkan kecerdasan dan keterampilan manusia. Dan upaya untukmeningkatkan kualitas sumber daya manusia ditempuh melalui pelaksanaanberbagai program pendidikan dan keterampilan. Mereka yang mempunyai pendapatan yang tinggi mempunyaikemungkinan/peluang lebih besar untuk memperoleh pendidikan yang tinggi.Sebaliknya, mereka yang mempunyai pendapatan yang rendah, kecilkemungkinannya untuk mencapai tingkat pendidikan yang lebih tinggi. Dengandemikian dari sudut sosial ekonomi, tingkat pendidikan seseorang merefleksikantingkat kesejahteraannya. Pendidikan merupakan salah satu sarana untuk meningkatkankecerdasan dan keterampilan manusia sehingga kualitas sumber daya manusiasangat tergantung dari kualitas pendidikan. Semakin tinggi tingkat pendidikansuatu masyarakat, semakin baik kualitas sumber dayanya. Pada dasarnya pendidikan yang diupayakan bukan hanya tanggungjawab pemerintah saja tetapi juga masyarakat dan keluarga.Banyaknyapenduduk yang mendapatkan pendidikan di sekolah merupakan indikatortersedianya tenaga terdidik atau sumber daya manusia terdidik yang tersediasaat ini. Besaran ini ditunjukkan oleh angka partisipasi sekolahpenduduk yangberusia 10 tahun keatas yang berasal dari hasil Susenas, diantaranyamenyajikan persentase partisipasi bersekolah yangdikelompokkan ke dalam tigakelompok besar, yaitu: penduduk yang tidak/belum pernah sekolah, masihsekolah, dan tidak bersekolah lagi. Pada tahun 2010 penduduk di Kabupaten Paser yang tidak/belum pernahsekolah sekitar 6,69 persen dengan rincian 4,80 persen untuk laki-laki dan 8,74persen untuk perempuan. Dari angka ini kita dapat melihat bahwa untukperempuan persentasenya lebih besar daripada laki-laki, hal ini menunjukkan Indikator Kesejateraan Rakyat Kabupaten Paser Tahun 2011 40
  41. 41. bahwa kesempatan anak perempuan untuk mengenyam pendidikan lebih kecildaripada anak laki-laki. Hal ini tentu terjadi karena sudah merupakan “kebiasaan ” untuk mengutamakan pendidikan anak laki-laki daripada anakperempuan. Selanjutnya persentase penduduk yang masih sekolah di KabupatenPaser untuk usia 10 tahun keatas sebesar 18,39 persen, yaitu 17,46 persenuntuk laki-laki dan 19,40 persen untuk perempuan. Kemudian persentasependuduk yang tidak bersekolah lagi sebesar 74,93 persen, dengan rincian77,74 persen untuk laki-laki dan 71,86 persen untuk perempuan.Tabel 5.1. Persentase Penduduk Berusia 10 Tahun Keatas Menurut Partisipasi Sekolah Di Kabupaten Paser, Tahun 2008-2010 2010 Partisipasi Sekolah 2008 2009 Laki-laki Perempuan Total (1) (2) (3) (4) (5) (6)Tidak/Belum Pernah 4,73 5,37 4.80 8.74 6.69SekolahMasih Sekolah 19,56 21,29 17.46 19.40 18.39Tidak Bersekolah lagi 75,71 73,34 77.74 71.86 74.93 Jumlah 100,00 100,00 100.00 100.00 100.00Sumber : Susenas 2008-20105.2. Tingkat Pendidikan Yang Ditamatkan Indikator lain yang juga dapat digunakan untuk menggambarkankemajuan di bidang pendidikan adalah persentase penduduk yang menamatkansekolah pada jenjang tertentu. Dari Tabel 5.2 menunjukkan bahwa selama tigatahun terakhir penduduk 10 tahun keatas di Kabupaten Paser sebagian besarmasih berpendidikan tamat SD. Indikator Kesejateraan Rakyat Kabupaten Paser Tahun 2011 41
  42. 42. Pada tahun 2010 penduduk Kabupaten Paser yang berumur 10 tahunkeatas bila dilihat dari pendidikan tertinggi yang ditamatkan, makayang tamatSD/MI/Sederajat 36,20 persen, tamat SLTP Umum/Kejuruan/Sederajat sebesar22,50 persen, tamat SLTA Umum/Kejuruan/Sederajat 17,50 persen dan tamatDiploma /Sarjana sebesar 6,50 persen. Dan masih ada penduduk 10 tahunkeatas yang tidak/belum sekolah/belum punya ijazah adalah sebesar 17,30persen. Tabel 5.2. Persentase Penduduk 10 Tahun Keatas Menurut JenjangPendidikan Yang Ditamatkan Di Kabupaten Paser, Tahun 2008- 2010 Jenjang Pendidikan Yang 2008 2009 2010 Ditamatkan (1) (2) (3) (4)Tidak/ belum pernah sekolah/ 26,93 23,68 17.30tidak/belum tamat SDTamat SD/Sederajat 32,14 33,99 36.20Tamat SLTP 21,17 19,42 22.50Umum/Kejuruan/SederajatTamat SLTA 17,34 18,02 17.50Umum/Kejuruan/SederajatDiploma/Sarjana 2,41 4,89 6.50 Jumlah 100.00 100.00 100.00Sumber : Susenas 2008-2010 Indikator Kesejateraan Rakyat Kabupaten Paser Tahun 2011 42
  43. 43. 5.3 Angka Melek Huruf (AMH) Salah satu kebutuhan dasar penduduk untuk berkomunikasi adalahkemampuan membaca dan menulis. Dimana hal ini merupakan keterampilanminimum yang dibutuhkan penduduk dalam proses bermasyarakat, sehinggapenduduk dapat berperan lebih aktif dalam pembangunan ekonomi yangberkesinambungan.Angka Melek Huruf diperoleh dengan membagi banyaknyapenduduk usia 10 tahun keatas yang bisa membaca dan menulis denganseluruh penduduk usia 10 tahun keatas. Indikator ini menggambarkan mutusumber daya manusia yang diukur dalam aspek pendidikan. Semakin tinggi nilaiindikator ini semakin tinggi mutu sumber daya manusia suatu masyarakat. Pada tahun 2010di Kabupaten Paser penduduk usia 10 tahun keatasyang melek huruf sudah lebih baik dibandingkan tahun 2008. Hal ini terlihat darihasil Susenas 2010 persentase penduduk yang melek huruf sekitar 96,14persen, dibandingkan tahun 2008 hanya mencapai sekitar 94,46 persen.Sementara tahun 2009 persentasenya hampir tidak jauh beda dengan tahun2010 yaitu sekitar 96,38 persen. Dengan demikian dapat dikatakan persentasependuduk usia 10 tahun keatas yang buta huruf dari tahun 2008-2010 adalahsebesar 5,54 persen, 3,62 persen, dan 3,86 persen (Grafik 5.1). Indikator Kesejateraan Rakyat Kabupaten Paser Tahun 2011 43
  44. 44. Grafik 5.1. Persentase Penduduk 10 Tahun keatas Menurut Angka Melek Hurufdan Buta Huruf di Kabupaten Paser, Tahun 2008-2010 3.86 2010 96.14 3.62 2009 96.38 5.54 2008 94.46 0 20 40 60 80 100 Buta Huruf Melek Huruf Dari tabel 5.3 menunjukkan bahwa pada tahun 2010 persentasependuduk Kabupaten Paser usia 10 tahun keatas yang dapat membaca danmenulis berdasarkan jenis huruf, maka yang dapat membaca dan menulismenggunakan huruf latin sebesar 61,97 persen, huruf latin dan arab 26,00persen, huruf latin, arab dan lainnya 4,72 persen, dan sisanya masih di bawah 4persen. Indikator Kesejateraan Rakyat Kabupaten Paser Tahun 2011 44
  45. 45. Tabel 5.3. Persentase Penduduk Usia 10 Tahun Keatas Menurut Kemampuan Membaca/Menulis Di Kabupaten Paser Tahun 2010 Kemampuan 2009 2010 Membaca/Menulis (1) (2) (3) Huruf Latin 60,45 61,97 Huruf Arab 0,50 2,18 Huruf Lainnya 0,12 0,06 Huruf Latin dan Arab 25,04 26,00 Huruf Latin, Arab dan Lainnya 6,31 4,72 Huruf Latin dan Lainnya 3,87 1,21 Huruf Arab dan Lainnya 0,08 0,00 Tidak bisa 3,62 3,86 Jumlah 100,00 100,00Sumber : Susenas 2009, 20105.4. Angka Partisipasi Sekolah (APS) Upaya untuk memperluas jangkauan pelayanan pendidikan bertujuanuntuk meningkatkan pemerataan pada pemanfaatan fasilitas pendidikan,sehingga makin banyak penduduk dapat bersekolah. Partisipasi penduduk usiasekolah dapat menggambarkan tingkat ketersediaan kualitas sumber dayamanusia dan aktivitas pendidikan di suatu wilayah. Partisipasi penduduk yang Indikator Kesejateraan Rakyat Kabupaten Paser Tahun 2011 45
  46. 46. dimaksudkan di sini adalah merupakan perbandingan antara penduduk yangmasih sekolah terhadap penduduk usia sekolah pada kelompok jenjangpendidikan tertentu, misalnya (7 – 12) untuk usia SD, (13 – 15) untuk usiaSLTP, dan (16 – 18) untuk usia SLTA. Tabel 5.4. Angka Partisipasi Sekolah menurut Usia Sekolah Di Kabupaten Paser, Tahun 2008 - 2010 Tahun Usia Sekolah 2008 2009 2010 (1) (2) (3) (4) 7-12 98,03 98.50 96.38 13-15 85,00 85.80 85.30 16-18 47,64 59.79 64.52Sumber : Susenas 2008-2010 Angka Partisipasi Sekolah (APS) yang merupakan gambaran tingkatpartisipasi dan keikutsertaan masyarakat untuk mengikuti pendidikan, semakintinggi tingkat pendidikan, semakin rendah tingkat partisipasinya, walaupundalam setiap tingkatan semakin menunjukkan peningkatan APS. APS untukSD/MI paling besar dibanding pada tingkatan pendidikan di atasnya. Demikianjuga untuk tingkat SLTP, APS-nya masih cukup besar. Angka-angka tersebutmenunjukkan tingkat partisipasi pendidikan di tingkat dasar sangat tinggi, danmenurun ketika masuk tingkatan yang lebih tinggi. Angka Partisipasi Sekolah penduduk Kabupaten Paser pada kelompokusia sekolah 7-12 tahun dan 13-15 tahun mengalami penurunan masing-masingdari 98,50 dan 85,80 persen di tahun 2009 menjadi 96,38 dan 85,30 persentahun 2010. Sementara itu untuk kelompok usia sekolah 16-18 tahunmengalami kenaikan dari 59,79 persen di tahun 2009 menjadi 64,52 persen ditahun 2010. Indikator Kesejateraan Rakyat Kabupaten Paser Tahun 2011 46
  47. 47. Beberapa faktor yang mungkin menjadi penyebab penurunan tingkatpartisipasi sekolah antara lain mungkin masih kurangnya kesadaran orang tuauntuk menyekolahkan anak, kurangnya fasilitas pendidikan yang ada di wilayahKabupaten Paser khususnya pada wilayah kecamatan dan desa-desa yangjaraknya cukup jauh dari wilayah kecamatan dan kabupaten sedangkan aksesjalan masih cukup sulit untuk dapat dilalui/dijangkau.5.5. Angka Partisipasi Murni (APM) Angka Partisipasi Murni (APM) menunjukkan partisipasi sekolahpenduduk pada satu kelompok umur tertentu yang bersekolah pada tingkatyang sesuai dengan kelompok umurnya.APM SD pada tahun 2010 sebesar93,92 persen, APM SLTP sebesar 70,47 persen, dan APM SLTA sebesar58,03 persen. Tabel 5.5. Angka Partisipasi Murni SD, SLTP, SLTA Menurut Jenis Kelamin Di Kabupaten Paser, Tahun 2009-2010 APM 2009 2010 (1) (2) (3) SD 92.57 93.92 SLTP 70.61 70.47 SLTA 49.07 58.03Sumber : Susenas 2009-2010 Indikator Kesejateraan Rakyat Kabupaten Paser Tahun 2011 47
  48. 48. BAB VI KETENAGAKERJAAN6.1. Angkatan Kerja dan Bukan Angkatan Kerja Data ketenagakerjaan dewasa ini semakin diperlukan, terutama untukevaluasi dan perencanaan pembangunan di bidang ketenagakerjaan sepertipeningkatan keterampilan tenaga kerja, perluasan kesempatan kerja danberusaha serta produktifitas tenaga kerja. Sangat masuk akal jika analisismengenai kualitas sumber daya manusia biasanya menempatkan faktorketenagakerjaan sebagai salah satu dimensi yang vital. Apabila kita bicara masalah penduduk usia kerja dewasa ini menurutUU No. 20 tahun 1999, berarti kita berbicara tentang penduduk usia 15 tahunkeatas yang terdiri dari angkatan kerja dan bukan angkatan kerja. Yangtermasuk angkatan kerja adalah penduduk dalam usia kerja (15 tahun keatas)yang bekerja, mempunyai pekerjaan tetapi sementara tidak bekerja, dan orangtidak bekerja yang mencari pekerjaan. Sedangkan bukan angkatan kerja,adalah penduduk dalam usia kerja (15 tahun keatas) yang tidak bekerja, tidakmencari pekerjaan, tetapi kegiatan golongan ini masih bersekolah, mengurusrumah tangga dan lainnya (seperti tidak mampu bekerja, pensiun). Hasil Sakernas 2010 Kabupaten Paser seperti terlihat pada tabel 6.1menunjukkan bahwa penduduk usia kerja usia 15 tahun keatas tercatat160.384 orang, yang terdiri dari angkatan kerja sekitar 99.383orang(61,97persen) dan bukan angkatan kerja sekitar 61.001 orang (38,03 persen). Bila dilihat dari jenis kelamin penduduk usia kerja, maka 85,86 persenlaki-laki adalah merupakan angkatan kerja yang terdiri dari 81,75 persenbekerja dan 4,12 persen sedang mencari pekerjaan, sisanya adalah bukanangkatan kerja (sekolah, mengurus rumah tangga, dan lainnya). Sedangkanpenduduk usia kerja perempuan yang merupakan angkatan kerja hanya sekitar34,46 persen yang terdiri dari 30,11 persen bekerja dan 4,35 persen sedangmencari pekerjaan, sisanya adalah bukan angkatan kerja sebesar 65,54 Indikator Kesejateraan Rakyat Kabupaten Paser Tahun 2011 48
  49. 49. persen (sekolah, mengurus rumah tangga, dan lainnya). Tabel 6.1. Penduduk Usia Kerja (15 Tahun Keatas)Menurut Kegiatan UtamadanJenis Kelamin, Tahun 2010 Laki- Perem Kegiatan Utama % % Total % Laki puan (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) 1.Angkatan Kerja 73.685 85,86 25.698 34,46 99.383 61,97Bekerja 70.150 81.75 22.457 30.11 92.607 57.74Mencari 3.535 4.12 3.241 4.35 6.776 4.22Pekerjaan2. Bukan Angkatan 12.130 14,14 48.871 65,54 61.001 38,03 KerjaSekolah 7.632 8.89 7.985 10.71 15.617 9.74Mengurus Rumah 1.286 1.50 38.732 51.94 40.018 24.95TanggaLainnya 3.212 3.74 2.154 2.89 5.366 3.35 Jumlah 85.815 100.00 74.569 100.00 160.384 100.00Sumber : Sakernas 20106.2. Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) Tingkat partisipasi angkatan kerja (TPAK) mengindikasikan besarnyapenduduk usia kerja yang aktif secara ekonomi di suatu negara atau wilayah.TPAK diukur sebagai persentase jumlah angkatan kerja terhadap jumlahpenduduk usia kerja. Indikator ini menunjukkan besaran relatif dari pasokantenaga kerja (Labour Supply) yang tersedia untuk memproduksi barang – Indikator Kesejateraan Rakyat Kabupaten Paser Tahun 2011 49
  50. 50. barang dan jasa dalam suatu perekonomian. TPAK Kabupaten Paser dari tahunke tahun berfluktuatif dengan nilai diatas 60,00 persen. Hasil Sakernas 2010 Kabupaten Paser menunjukkan bahwa pendudukusia kerja usia 15 tahun keatas tercatat 160.384 orang, yang terdiri dariangkatan kerja sekitar 99.383orang(61,97 persen) dan bukan angkatan kerjasekitar 61.001 orang (38,03 persen). Sehingga dapat dikatakan bahwa TingkatPartisipasi Angkatan Kerja (TPAK) tahun 2010 adalah sebesar 61,97 persen,angka ini menurunbila dibandingkan tahun 2009 sebesar 64,06 persen, dantahun 2008 sebesar 67,00 persen.6.3. Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Seseorang dikatakan bekerja apabila berupaya bekerja atau berusahamembantu mencari nafkah sekurang-kurangnya satu jam dalam sehari secaraterus menerus selama seminggu yang lalu.Sementara dikatakan sebagaipencari kerja apabila melakukan kegiatan mencari pekerjaan. Istilah lain daripencari kerja adalah pengangguran, yang bisa terdiri atas pencari kerja baruatau pernah bekerja sebelumnya. Konsep pengangguran yang digunakan adalah mereka yang sedangmencari pekerjaan, yang mempersiapkan usaha, yang tidak mencari pekerjaankarena merasa tidak mungkin mendapatkan pekerjaan, dan yang sudah punyapekerjaan tetapi belum mulai bekerja dan pada waktu bersamaan mereka tidakbekerja (jobless). Penganggur dengan konsep / definisi tersebut biasanyadisebut pengangguran terbuka (open unemployment ). Indikasi tentang penduduk usia kerja yang termasuk dalam kelompokpengangguran diukur dengan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT), dimanaTPT merupakan persentase jumlah yang mencari pekerjaan terhadap jumlahangkatan kerja. Indikator Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) secara tidaklangsung dapat menggambarkan kondisi ekonomi suatu wilayah. Tinggirendahnya angka ini memiliki kepekaan terhadap tingkat kesejahteraanmasyarakat maupun keamanan dan stabilitas regional. Indikator Kesejateraan Rakyat Kabupaten Paser Tahun 2011 50
  51. 51. Sedangkan Tingkat Kesempatan Kerja (TKK) adalah rasio antarapenduduk yang bekerja terhadap angkatan kerja. Antara TPT dan TKK akanselalu berkaitan satu sama lain. Jika TPT semakin besar maka kesempatankerja akan berkurang, dan sebaliknya jika TKK besar berarti TPT akanberkurang atau semakin kecil. TPT Kabupaten Paser dari tahun ke tahun terus menunjukkanpenurunan, hasil Sakernas tahun 2010 TPT sekitar 6,82 persen. Jadi dari 100penduduk yang termasuk angkatan kerja sekitar 7 orang diantaranya adalahpencari kerja (pengangguran). Angka TPT tahun 2010 menurun biladibandingkan tahun 2009 sebesar 7,64 persen, dan tahun 2008sebesar 7,76persen, atau dari 100 penduduk yang termasuk angkatan kerja sekitar 8 orangdiantaranya adalah pencari kerja (pengangguran). Seiring dengan perubahan tingkat pengangguran terbuka, tingkatkesempatan kerja yang tersedia di daerah ini juga mengalami perubahan. TKKdi Kabupaten Paser pada tahun 2010 mencapai 93,18 persen, sementara padatahun 2009 hanya 92,36 persen. Tabel 6.2.Perkembangan Angkatan Kerja, TPAK, TPT, dan TKK Kabupaten Paser, Tahun 2007 – 2010 Uraian 2007 2008 2009 2010 (1) (2) (3) (4) (5)Angkatan Kerja 81.791 90.751 88.447 99.383(jiwa) 65,57 67,00 64,06 61.97TPAK (%) 10,89 7,76 7,64 6,82TPT (%)TKK (%) 89,11 92,24 92,36 93,18Sumber : Sakernas 2007-2010 Indikator Kesejateraan Rakyat Kabupaten Paser Tahun 2011 51
  52. 52. 6.4. Lapangan Usaha Proporsi penduduk yang bekerja menurut lapangan pekerjaan utamabiasanya dipakai sebagai salah satu ukuran untuk melihat potensi sektorperekonomian dalam menyerap tenaga kerja, disamping itu juga digunakanuntuk mengetahui struktur perekonomian suatu daerah. Tabel 6.3. Penduduk Usia 15 Tahun Keatas Yang Bekerja Menurut Lapangan Usaha Di Kabupaten Paser, Tahun 2010 Lapangan Usaha Jumlah Persentase (1) (2) (3) Pertanian 42.013 45,37 Pertambangan dan Penggalian 10.658 11,51 Industri 1.827 1,97 Listrik, Gas dan Air Minum 316 0,34 Konstruksi 6.180 6,67 Perdagangan 11.720 12,66 Angkutan dan Komunikasi 5.155 5,57 Keuangan 1.635 1,77 Jasa-jasa 13.103 14,15 Jumlah 92.607 100,00Sumber : Sakernas, 2010 Indikator Kesejateraan Rakyat Kabupaten Paser Tahun 2011 52
  53. 53. Jika dicermati dari penyerapan tenaga kerja pada sektor-sektor yangada, maka tampak pada tabel 6.3 bahwa mayoritas penduduk di KabupatenPaser pada tahun 2010 yang bekerja di sektor pertanian sebesar 45,37 persen,disusul kemudian di sektor jasa-jasa sebesar 14,15 persen, di sektorperdagangan sebesar 12,66 persen, di sektor pertambangan dan penggaliansebesar 11,51 persen dan sisanya tersebar di berbagai sektor seperti di sektorindustri, listrik, gas dan air minum, konstruksi, angkutan dan komunikasi sertakeuangan, dimana persentasenya masih di bawah 7 persen. Penyerapan tenaga kerja menurut sektor kadang kala menggambarkankinerja sektor secara ekonomis yang diukur dari penciptaan nilai tambah bruto(PDRB) oleh tenaga kerja yang terserap pada masing-masing sektor. Sektoryang mampu menyerap tenaga kerja lebih banyak tentu saja akan dapatmenciptakan nilai tambah yang lebih besar. Tetapi sisi lain juga terjadifenomena bahwa sektor yang lebih bersifat tradisional dan konvensional akanlebih ramah terhadap penyerapan tenaga kerja dibandingkan sektor yangdikelola secara lebih modern.6.5. Status Pekerjaan Salah satu indikator yang dapat digunakan untuk memberikangambaran tentang kedudukan pekerja adalah status pekerjaan bagi pendudukyang bekerja. Status pekerjaan bagi buruh/ karyawan merupakan bagianterbesar dari status pekerjaan penduduk di Kabupaten Paser tahun 2010 yaitusekitar 36.649 orang atau 39,57 persen. Selain sebagai buruh/ karyawan,bagian yang besar lainnya adalah berstatus berusaha sendiri yang mencapai22,92 persen. Kemudian berusaha dibantu buruh tidak tetap sekitar 15,75persen, pekerja tidak dibayar 11,60 persen, sedangkan yang berusaha dibantuburuh tetap, perkerja bebas di pertanian, pekerja bebas non pertanian masing-masing sekitar 3,09 persen, 3,64 persen, dan 3,37 persen. Bila dilihat menurut jenis kelamin, maka status pekerja antarapenduduk laki-laki dan perempuan mempunyai pola yang sama dimana Indikator Kesejateraan Rakyat Kabupaten Paser Tahun 2011 53
  54. 54. proporsi terbesar untuk laki-laki dan perempuan adalah sebagai buruh/karyawan yaitu sekitar 40,55 persen dan 36,52 persen. Tabel 6.4. Penduduk Usia 15 Tahun Keatas yang Bekerja Menurut Status Pekerjaan dan Jenis Kelamin, Tahun 2010Status/Kedudukan Perem- Laki-laki Persen Persen. Total Persen Pekerjaan puan (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7)Berusaha Sendiri 16.091 22,94 5.132 22,85 21.223 22,92Berusaha dibantu 12.658 18,04 1.982 8,83 14.590 15,75buruh tidak tetapBerusaha dibantu 2.535 3,61 326 1,45 2.863 3,09buruh tetapBuruh/Karyawan/ 28.447 40,55 8.202 36,52 36.649 39,57Perkerja dibayarPekerja Bebas di 2.974 4,24 393 1,75 3.367 3,64PertanianPekerja Bebas di 2.803 4,00 320 1,42 3.123 3,37Non PertanianPekerja Tidak 4.660 6,64 6102 27,17 10.742 11,60dibayar Jumlah 70.150 100,00 22.457 100,00 92.607 100,00Sumber : Sakernas, 20106.6. Jam Kerja Salah satu indikator produktivitas tenaga kerja disamping dilihat darinilai tambah yang dihasilkan juga dapat dilihat dari lamanya penduduk untukbekerja. Produktivitas dianggap membaik jika tenaga kerja bekerja semakinlama akan menghasilkan output yang lebih besar dengan asumsi faktor-faktorlain bersifat sama. Indikator Kesejateraan Rakyat Kabupaten Paser Tahun 2011 54
  55. 55. Batasan jam kerja yang biasanya dipakai sebagai jumlah jam kerjanormal selama satu minggu adalah 35 jam. Apabila jumlah jam kerja kurangdari 35 jam dalam seminggu dianggap pekerja mempunyai produktivitas rendahatau disebut jugasetengah pengangguran. Berdasarkan hasil Sakernas 2010(periode Agustus 2010) dari 92.607 pekerja yang ada di Kabupaten Paserterdapat sekitar 34.742 pekerja atau 37,51 persen bekerja dengan jam kerjadibawah 35 jam, dan sebanyak 57.865 pekerja atau sekitar 62,49 persenbekerja dengan jam kerja 35 jam lebih. Ini berarti lebih dari sepertiga jumlahpekerja memiliki produktivitas rendah atau setengah pengangguran. Tabel 6.5 . Penduduk Usia 15 tahun Keatas yang Bekerja Menurut Jumlah Jam Kerja seluruhnya dan Jenis Kelamin, Tahun 2010. Jumlah Jam Kerja Perem- Laki-laki Persen Persen. Total Persen seluruhnya puan (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) 0 (sementara 2.384 3,40 647 2,88 3.031 3,27 tidak bekerja) 1-9 1.663 2,37 640 2,85 2.303 2,49 10 - 24 11.573 16,50 4.081 18,17 15.654 16,90 25 - 34 9.948 14,18 3.806 16,95 13.754 14,85 35 - 44 14.010 19,97 4.408 19,63 18.418 19,89 45 - 59 20.823 29,68 5.551 24,72 26.374 28,48 60 + 9.749 13,90 3.324 14,80 13.073 14,12 Jumlah 70.150 100,00 22.457 100,00 92.607 100,00Sumber : Sakernas, 2010 Dilihat dari jenis kelamin ternyata sekitar 36,45 persen pekerja laki-lakidan 40,85 persen pekerja perempuan mempunyai produktivitas rendah.Besarnya jumlah pekerja perempuan yang memiliki produktivitas rendah didugadisebabkan karena fungsi ganda wanita, yakni disamping mengurus rumahtangga juga merangkap sebagai pekerja sambilan untuk membantumemperoleh penghasilan keluarga atau sebagai pekerja keluarga (tabel 6.5). Indikator Kesejateraan Rakyat Kabupaten Paser Tahun 2011 55
  56. 56. 6.7. Tingkat Pendidikan Pekerja Kualitas pekerja yang bekerja pada selurah lapangan usaha dapatdilihat dari tingkat pendidikan yang ditamatkan. Semakin tinggi tingkatpendidikan pekerja dapat diasumsikan kualitas tenaga kerja tersebut semakinbaik, karena semakin tinggi tingkat pendidikan diperkirakan kemampuan danketrampilan mereka akan bertambah. Dengan meningkatnya kemampuan danketrampilan, maka nilai tambah sebagai imbalan yang diperoleh akan semakinmeningkat sehinga dapat memperbaiki tingkat kesejahteraan mereka. Tabel 6.6. Penduduk Usia 15 tahun Keatas yang Bekerja Menurut TingkatPendidikan yang Ditamatkan dan Jenis Kelamin, Tahun 2010 Tingkat Pendidikan Perem- Laki-laki Persen Persen. Total Persen Yang Ditamatkan puan (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) TIDAK/BLM SEKOLAH 2.055 2,93 1.030 4,59 3.085 3,33 TIDAK/BLM TAMAT SD 12.568 17,92 4.432 19,74 17.000 18,36 SD 19.862 28,31 7.008 31,21 26.870 29,02 SMP/TSANAWIYAH 13.826 19,71 2.767 12,32 16.593 17,92 SMA/ALIYAH 13.172 18,78 2.475 11,02 15.647 16,90 SMK 4.970 7,08 1.594 7,10 6.564 7,09 PROGRAM DIPLOMA I/II 680 0,97 1.272 5,66 1.952 2,11 PROGRAM DIPLOMA III 1.189 1,69 722 3,22 1.911 2,06 PROGRAM 1.828 2,61 1.157 5,15 2.985 3,22 D.IV/S1/S2/S3 Jumlah 70.150 100,00 22.457 100,00 92.607 100,00Sumber : Sakernas, 2010 Pada tabel 6.6 memperlihatkan penduduk usia 15 tahun keatas yangbekerja menurut tingkat pendidikan yang ditamatkan, ternyata yang tamat SDmemiliki proporsi terbesar dibandingkan yang lain yaitu mencapai 29,02 persen,disusul kemudian mereka yang tamat SMA/Aliyah/SMK sebesar 23,99 persen.Masih tingginya proporsi penduduk pada kelompok tamat SD ke bawah perlu Indikator Kesejateraan Rakyat Kabupaten Paser Tahun 2011 56

×