Pencemaran lingkungan
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×
 

Pencemaran lingkungan

on

  • 27,874 views

Pencemaran lingkungan

Pencemaran lingkungan

Statistics

Views

Total Views
27,874
Views on SlideShare
27,847
Embed Views
27

Actions

Likes
8
Downloads
704
Comments
0

2 Embeds 27

http://adraufaa.blogspot.com 18
http://adraufaa.blogspot.ru 9

Accessibility

Categories

Upload Details

Uploaded via as Microsoft PowerPoint

Usage Rights

© All Rights Reserved

Report content

Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
  • Full Name Full Name Comment goes here.
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Processing…
Post Comment
Edit your comment

Pencemaran lingkungan Pencemaran lingkungan Presentation Transcript

  • pendahuluan Keseimbangan LingkunganMacam-macam Pencemaran LIngkungan Perubahan lingkunganLimbah dan permasalahannya Artikel Video
  • Pendahuluan Lingkungan adalah segala sesuatu yang terdapat di sekitar organisme. Lingkungan terdiri atas semua benda mati dan makhluk hidup lain yang terdapat di sekitar organisme tersebut. Lingkungan yang sesuai akan mampu menunjang kehidupan organisme yang ada pada ekosistem. Proses ekosistem akan terus berjalan dengan teratur. Daur materi, aliran energi, dan produktivitas lingkungan terjamin. Kondisi ini akan terus bertahan manakala komponen-komponen ekosistem berada dalam keadaan seimbang. Lingkungan tidak dapat mendukung jumlah kehidupan yang tanpa batas, Kehidupan senantiasa berubah, begitu juga dengan lingkungan. Perubahan lingkungan dapat terjadi oleh aktivitas manusia atau kejadian alam seperti letusan gunung berapi, tanah longsor, dan kebakaran hutan. Perubahan lingkungan yang terjadi, baik yang dilakukan oleh manusia atau kejadian alam dapat bersifat positif, artinya bermanfaat bagi kesejahteraan manusia dan bersifat negatif yang merugikan bagi kehidupan manusia. Perubahan lingkungan terjadi apabila ada perubahan dalam daur biologi atau daur biogeokimia.
  • Keseimbangan Lingkungan Keseimbangan lingkungan secara alami dapat berlangsung karena beberapa hal yaitu jika komponen-komponen yang ada terlibat dalam aksi interaksi dan berperan sesuai kondisi keseimbangan, serta proses pemindahan energi dan siklus biogeokimia dapat berlangsung. Keseimbangan lingkungan dapat terganggu apabila terjadi perubahan berupa pengurangan fungsi dari komponen atau hilangnya sebagian komponen yang dapat menyebabkan putusnya mata rantai dalam ekosistem. dalam suatu ekosistem akan senantiasa terjadi fluktuasi atau grafik naik turun secara teratur. Proses itu akan terus berjalan secara berkesinambungan dan tanpa menimbulkan guncangan ekosistem. Hal ini akan terjadi selama lingkungan tersebut berada dalam keadaan seimbang. Pada lingkungan yang berada dalam keseimbangan tidak akan terjadi peningkatan populasi komponen biotik tertentu secara mencolok. Manusia dan lingkungan Teknologi dan lingkungan
  • Manusia dan lingkungan Perubahan lingkungan dapat terjadi oleh aktivitas manusia seperti penebangan hutan, penggunaa pestisida pada tanaman dll. Penebangan hutan berarti menghilangkan sebagian besar produsen dalam suatu ekosistem. Karena itu akan menyebabkan kepunahan sebagian flora dan fauna yang ada di hutan tersebut. Pengaruh yang lainnya, dengan pembukaan hutan akan menyebabkan perubahan dalam daur hidrologi. penggunaan pestisida maupun pupuk yang berlebihan juga akan menyebabkan perubahan lingkungan. Pemasukan limbah, seperti pupuk anorganik pada perairan akan menyebabkan bertambahnya zat hara yang lebih besar dibandingkan dengan yang dapat diserap pada daur biologi dalam proses penguraian dan fotosintesis. Ada beberapa hal yang dapat dilakukan untuk menjaga kelestarian lingkungan. seperti, Melakukan perlindungan hutan dengan cara antara lain, menebang hutan secara selektif, melakukan reboisasi, mencegah terjadinya kebakaran hutan, pangadaan taman nasional, dan lain-lain. Menggunakan pestisida dan pupuk sesuai dosis yang dianjurkan. Mengolah limbah sebelum dibuang ke sungai atau ke saluran air yang lain. Tidak membuang sampah sembarangan. Melakukan proses daur ulang untuk sampah yang bisa dimanfaatkan.
  • Tokoh Pada tahun 1979, James Lovelock, seorang ilmuwan inggris yang bukan ahli ekologi, mengajukan sebuah teori mengenai kehidupan yang dinamakannya Teori Gaia, menurut nama dewi bumi dalammitologi Yunani. Dasar dari teori ini adalah bahwa bumi merupakanorganism yang memiliki kemampuan mengatur dirinya sendiri, yang menyesuaikan diri dengan berbagai perubahan untuk mempertahankan kondisi yang memungkinkan adanya kehidupan.Teori Lovelock mengandalkan bahwa kehidupan di bumi akan terus berlangsung, apapun yang dilakukan manusia terhadap bumi. Masalahnya adalah bahwa mungkin saja manusia tidak termasuk dalam bentuk kehidupan yang mampu bertahan hidup. Sumber: Pollock,2000
  • Teknologi dan kseimbangan lingkungan Sejak ilmu dan teknologi dikembangkan, kemampuan manusia untuk mengeksploitasi lingkungan semakin mudah. Dengan ilmu dan teknologi, manusia dapat menciptakan alat dan bahan yang dapat mempermudah kerjanya. Pembabatan hutan, pengolahan lahan pertanian, pemberantasan hama, pengguanaan pupuk buatan, dll.• kemudahan dan kesejahteraan tersebut dapat mengubah pola hidup manusia yang cenderung konsumtif.• peningkatan populasi manusia, peningkatan kebutuhan hidup, kemudahan mengeksploitasi lingkungan, serta perubahan pola tingkah laku manusia akan meningkatkan tekanan terhadap komponen ekosistem lainnya. Hal inilah yang selanjutnya akan menyebabkan terjadinya krisis lingkungan.• Pendirian pabrik akan meningkatkan pengunaan bahan bakar, seperti batu bara, minyak bumi, gas alam, dan lain-lain serta akan menghasilkan berbagai zat sisa yang akan mengganggu keseimbangan lingkungan.
  • Tokoh Pada tahun 1962, sebuah buku yang ditulis Rachel Carson berjudul Silent Spring (Musim Semi yang Senyap) menarik perhatian umumterhadap kerusakan yang ditimbulkan oleh bahan-bahan kimia. Dalam bukunya, Carson menyajikan bukti bahwa insektisida tidak sekedar membunuh hama. Konsumen sekunder memangsa serangga yang terkena semprotan bahan kimia tersebut dan dengan demikian membangun tumpukan pestisida di dalam tubuhnya. Bahan-bahankimia ini semakin banyak menumpuk pada setiap peningkatan jenjang piramida trofik sehingga ada bahaya yang serius yang mengancam makhluk di puncak rantai makanan, termasuk manusia. Sumber: Pollock,2000
  • Macam-macampencemaran lingkungan Pencemaran air Pencemaran udara Pencemaran tanah
  •  Pencemaran air adalah suatu perubahan keadaan di suatu tempat penampungan air seperti danau, sungai, lautan dan air tanah akibat aktivitas manusia. Tindakan manusia dalam pemenuhan kegiatan sehari-hari, secara tidak sengaja telah menambah jumlah bahan anorganik pada perairan dan mencemari air. Misalnya, pembuangan detergen ke perairan dapat berakibat buruk terhadap organisme yang ada di perairan. Pemupukan tanah persawahan atau ladang dengan pupuk buatan, kemudian masuk ke perairan akan menyebabkan pertumbuhan tumbuhan air yang tidak terkendali yang disebut eutrofikasi. pestisida atau DDT (Dikloro Difenil Trikloroetana) yang sering digunakan oleh petani untuk memberantas hama tanaman juga dapat berakibat buruk terhadap tanaman dan organisme lainnya. Untuk mencegah agar tidak terjadi pencemaran air, dalam aktivitas kita dalam memenuhi kebutuhan hidup hendaknya tidak menambah terjadinya bahan pencemar antara lain  tidak membuang sampah rumah tangga, sampah/limbah industri secara sembarangan  tidak membuang sampah ke dalam air sungai, danau ataupun ke dalam selokan.  Tidak menggunakan pupuk dan pestisida secara berlebihan.  Tidak menggunakan deterjen fosfat, karena senyawa fosfat merupakan makanan bagi tanaman air seperti enceng gondok yang dapat menyebabkan terjadinya pencemaran air.
  • Eutrofikasi merupakan problem lingkungan hidup yang diakibatkanoleh limbah fosfat (PO-43-), khususnya dalam ekosistem air tawar.Eutrofikasi adalah pencemaran air yang disebabkan oleh munculnyanutrient yang berlebihan ke dalam ekosistem air. Air dikatakan eutrofikjika konsentrasi total phosphorus (TP) dalam air berada dalam rentang35-100 µg/L.Eutrofikasi merupakan sebuah proses alamiah di manadanau mengalami penuaan secara bertahap dan menjadi lebih produktiflagi tumbuhnya biomassa. Proses alamiah ini, oleh manusia dengansegala aktuvitas modernnya, secara tidak disadari dipercepat menjadidalam hitungan beberapa decade atau bahkan beberapa tahun saja.Maka tidaklah mengherankan jika eutrofikasi menjadi masalah dihampir ribuan danau di muka bumi, sebagaimana di kenal lewatfenomena algal bloom.
  • Macam-macam pencemaran lingkungan
  •  Pencemaran udara adalah masuknya atau tercampurnya unsur-unsur berbahaya ke dalam atmosfir yang dapat mengakibatkan terjadinya kerusakan lingkungan, gangguan pada kesehatan manusia secara umum serta menurunkan kualitas lingkungan. Sumber pencemar udara dapat diklasifikasikan menjadi sumber diam dan sumber bergerak. Sumber diam terdiri dari pembangkit listrik, industri dan rumah tangga. Sedangkan sumber bergerak adalah aktifitas lalu lintas kendaraan bermotor dan tranportasi laut. Gas-gas asap merupakan oksdidasi dari berbagai unsur penyusun bahan bakar. Di antaranya adalah oksida karbon (CO2 dan CO), oksida belerang (SO2 dan SO), serta oksida zat lemas (NO dan NO2). Di samping itu, polutan udara jug adapt berupa persenyawaan hidrokarbon, seperti CH4 dan CFCs, debu tanah, karbon asbes, timbale, asm sulfat, asm nitrat, pestisida, serta berbagai jenis zat lainnya Salah satu dampak yang ditimbulkan akibat pencemaran udara antara lain adalah efek rumah kaca. Efek rumah kaca, yang pertama kali diusulkan oleh Joseph fourier pada 1842, merupakan proses pemanasan permukaan suatu benda langit (terutama planet atau satelit) yang disebabkan oleh komposisi dan keadaan atmosfernya.
  • Efek rumah kaca disebabkan karena naiknya konsentrasi gas karbon dioksida (CO2)dan gas-gas lainnya di atmosfer. Kenaikan konsentrasi gas CO2 ini disebabkan olehkenaikan pembakaran bahan bakar minyak, batu bara dan bahan bakar organik lainnyayang melampaui kemampuan tumbuhan-tumbuhan dan laut untuk menyerapnya.Energi yang diserap dipantulkan kembali dalam bentuk radiasi inframerah oleh awandan permukaan bumi. Namun sebagian besar inframerah yang dipancarkan bumitertahan oleh awan dan gas CO2 dan gas lainnya, untuk dikembalikan ke permukaanbumi. Dalam keadaan normal, efek rumah kaca diperlukan, dengan adanya efekrumah kaca perbedaan suhu antara siang dan malam di bumi tidak terlalu jauhberbeda.Meningkatnya suhu permukaan bumi akan mengakibatkan adanya perubahan iklimyang sangat ekstrem di bumi. Hal ini dapat mengakibatkan terganggunya hutan danekosistem lainnya, sehingga mengurangi kemampuannya untuk menyerap karbondioksida di atmosfer. Pemanasan global mengakibatkan mencairnya gunung-gununges di daerah kutub yang dapat menimbulkan naiknya permukaan air laut. Efek rumahkaca juga akan mengakibatkan meningkatnya suhu air laut sehingga air lautmengembang dan terjadi kenaikan permukaan laut yang mengakibatkan negarakepulauan akan mendapatkan pengaruh yang sangat besar.
  • Macam-macam pencemaran lingkungan
  • • Pencemaran tanah adalah keadaan di mana bahan kimia buatan manusia masuk dan merubah lingkungan tanah alami.• Jika suatu zat berbahaya telah mencemari permukaan tanah, maka ia dapat menguap, tersapu air hujan dan atau masuk ke dalam tanah. Pencemaran yang masuk ke dalam tanah kemudian terendap sebagai zat kimia beracun di tanah. Zat beracun di tanah tersebut dapat berdampak langsung kepada manusia ketika bersentuhan atau dapat mencemari air tanah dan udara di atasnya.• Lingkungan adalah suatu sistem ekologi yang terbentuk oleh hubungan timbal balik tak terpisahkan antara makhluk hidup. Manusia sebagai makhluk yang memiliki akal, tentu bertanggung jawab atas kerusakan lingkungan. Dengan menjaga keseimbangan dari lingkungan itu sendiri, tingkat pencemaran bisa diminimalkan.• Terdapat beberapa cara untuk membersihkan permukaan tanah yang tercemar, antara lain yaitu dengan cara remediasi dan bioremediasi.
  • • Remediasi adalah kegiatan untuk membersihkan permukaan tanah yang tercemar. Ada dua jenis remediasi tanah, yaitu in-situ (atau on-site) dan ex-situ (atau off-site). Pembersihan on-site adalah pembersihan di lokasi. Pembersihan off-site meliputi penggalian tanah yang tercemar dan kemudian dibawa ke daerah yang aman. Setelah itu di daerah aman, tanah tersebut dibersihkan dari zat pencemar. Caranya yaitu, tanah tersebut disimpan di bak/tanki yang kedap, kemudian zat pembersih dipompakan ke bak/tangki tersebut. Selanjutnya zat pencemar dipompakan keluar dari bak yang kemudian diolah dengan instalasi pengolah air limbah.• Bioremediasi adalah proses pembersihan pencemaran tanahdengan menggunakan mikroorganisme (jamur, bakteri), bioremediasi bertujuan untuk memecah atau mendegradasi zat pencemar menjadi bahan yang kurang beracun atau tidak beracun. Salah satu mikroorganisme yang berfungsi sebagai bioremediasi adalah jamur vesikular arbuskular mikoriza (vam). Jamur vam dapatberp[eran langsung maupun tidak langsung dalam remediasi tanah. Berperan langsung karena kemampuannya menyerap unsurl logam dari dalam tanah dan berperan tidak langsung karena menstimulir pertumbuhan mikroorganisme bioremediasi lain seperti bakteri tertentu, jamur dan sebagainya
  • Macam-macam pencemaran lingkungan
  • Perubahan lingkungan Terputusnya sebagian rantai makanan pada suatu ekosistem menyebabkan terganggunya daur materi dan aliran energi. Selanjutnya, akan diikuti keguncangan terhadap keseimbanhan lingkungan. Berubahnya keseimbangan akan mengakibatkan berbagai dampak. Pembabatan hutan Penggunaan pestisida Penyederhanaan ekosistem
  • Pembabatan hutan Hutan merupakan salah satu ekosistem klimaks yang mantap. Sejalan dengan meningkatnya populasi manusia, kawasan hutan diubah menjadi berbagai kepentingan seperti untuk lahan pertanian, perumahan, industri, perdagangan, perkantoran, dan lain-lain. Pembukaan hutan untuk berbagai kepentingan lain dilakukan dengan melakukan pembakaran. Pembakaran hutan akan berdampak besar terhadap tata air tanah dan kelangsungan daur hidrologi tersebut. Dengan melakukan pembakaran hutan, berarti membunuh semua komponen biotik yang ada. Berarti hilanglah sebagian plasma nutfah. Produsen, konsumen, maupun mikroba akan punah.
  • Perubahan lingkungan
  • Penggunaan pestisida Pestisida adalah bahan kimia yang biasa dipergunakan untuk memberantas hama. Salah satu sifat pestisida adalah sulit terurai, tetapi mudah larut dalam lemak dan jaringan lemak. Contoh pestisida yang memiliki sifat-sifat di atas adalah DDT (dichloro diphenil triclorethane). Dalam intensifikasi pertanian, diperlukan penambahan pemakaian pupuk dan pestisida pemberantas hama. Pupuk yang dipergunakan untuk meningkatkan produksi pertanian dalam intensifikasi adalah jenis pupuk buatan, seperti urea, ZA, KCl, NPK, TSP, dan lain-lain. Kelebihan pupuk organik tersebut dapat menyebabkan berubahnya derajat keasaman (pH) tanah. Keadaan ini dapat mempengaruhi kehidupan mikroba dan fauna tanah. Di samping itu, akan berpengaruh terhadap Tahukah anda ?? kemampuan tumbuhan dalam penyerapan zat hara.
  • Perubahan lingkungan
  • Dampak pestisida
  • Penyederhanaan ekosistem Untuk meningkatkan produksi pertanian, manusia melakukan intensifikasi pertanian. Salah satu usaha yang dikembangkan adalah penggunaan bibit unggul. Untuk dapat menghasilkan produksi tinggi, pengembangan bibit unggul harus dibudidayakan dengan sistem monokultur. Monokultur adalah membudidayakan tanaman spesies pada suatu lahan tertentu. Pemuliaan tanaman yang diikuti budi daya tanaman sistem monokultur akan mengakibatkan terjadinya penyederhanaan keanekaragaman hayati. Dampak selanjutnya akan diikuti terjadinya penyederhanaan ekosistem. Dan selanjutnya terjadilah perubahan pola daur materi dan energi. Hal ini terjadi karena intensifikasi cenderung membentuk ekosistem yang monokultur.
  • Limbah dan permasalahannya Limbah Pengolahan limbah
  • limbah• Limbah adalah buangan yang dihasilkan dari suatu proses produksi baik industri maupun domestik (rumah tangga), yang kehadirannya pada suatu saat dan tempat tertentu tidak dikehendaki lingkungan karena tidak memiliki nilai ekonomis dan dapat mengganggu ekosistem lingkungan tersebut.• Toksikologi lingkungan yaitu pengetahuan yang mempelajari efek substansi toksik (beracun) yang terdapat di lingkungan alam maupun binaan dan mempelajari dampak atau resiko keberadaan substansi tersebut terhadap makhluk hidup.• Berdasrkan PP RI No. 18 tahun 1999 yang dimaksud limbah B3 yaitu semua abahan senyawa baik padat, cair, ataupun gas yang mempunyai potensi merusak terhadap kesehatan manusia serta lingkungan akibat sifat-sifat yang dimiliki senyawa tersebut.• Limbah B3 diidentifikasikan sebagai bahan kimia dengan satu atau lebih karakteristik, yaitu mudah meledak, mudah terbakar, bersifat reaktif, beracun, menyebabkan infeksi, dan bersifat korosif.
  • Beberapa bahan kimia yang tergolong limbah B3 anatara lain Air raksa/merkuri (Hg) Kromium (Cr) Tenbaga (Cu) Timah hitam (Pb) Pestisida Karbon monoksida (CO) Sulfur oksida (SO2) Limbah dan permasalahannya
  • Pengolahan limbah• Daur ulang adalah proses untuk menjadikan suatu bahan bekas menjadi bahan baru dengan tujuan mencegah adanya sampah yang sebenarnya dapat menjadi sesuatu yang berguna, mengurangi penggunaan bahan baku yang baru, mengurangi penggunaan energi, mengurangi polusi, kerusakan lahan, dan emisi gas rumah kaca• Produksi Bersih (Clean Production) merupakan salah satu pendekatan untuk merancang ulang industri yang bertujuan untuk mencari cara-cara pengurangan produk-produk samping yang berbahaya, mengurangi polusi secara keseluruhan, dan menciptakan produk-produk dan limbah-limbahnya yang aman dalam kerangka siklus ekologis. Prinsip-prinsip Produksi Bersih adalah Prinsip-prinsip yang juga bisa diterapkan dalam keseharian misalnya dengan menerapkan Prinsip 4R yaitu Reduce, Rauce, Recycle dan Replace.
  • Reduce Rauce Recycle ReplaceLimbah dan permasalahannya
  • Reduce (Mengurangi); sebisa mungkin lakukan minimalisasi barang ataumaterial yang kita pergunakan. Semakin banyak kita menggunakanmaterial, semakin banyak sampah yang dihasilkan.Untuk menerapkan prinsip ini beberapa cara yang dapat dilakukan antaralain: Membawa tas belanja sendiri untuk mengurangi sampah kantong plastic pembungkus barang belanja Membeli kemasan isi ulang untuk sampo dan sabun daripada membeli botol baru setiap kali habis. Membeli susu, makanan kering, detergen dan laian-lain dalam paket yang besar daripada membeli paket kecil untuk volume yang sama
  • Reuse (Memakai kembali); sebisa mungkin pilihlah barang-barang yang bisadipakai kembali. Hindari pemakaian barang-barang yang disposable (sekalipakai, buang). Hal ini dapat memperpanjang waktu pemakaian barangsebelum ia menjadi sampah. Untuk menerapkan prinsip ini beberapa carayang dapat dilakukan antara lain: Memanfaatkan botol-botol bekas untuk wadah. Memanfaatkan kantong plastik bekas kemasan belanja untuk pembungkus. Memanfaatkan pakaian atau kain-kain bekas untuk kerajinan tangan, perangkat pembersih, maupun berbagai keperluan lainnya.
  • Recycle (Mendaur ulang); sebisa mungkin, barang-barang yg sudah tidakberguna lagi, bisa didaur ulang. Tidak semua barang bisa didaur ulang,namun saat ini sudah banyak industri non-formal dan industri rumahtangga yang memanfaatkan sampah menjadi barang lain. Daur ulang sendirimemang tidak mudah karena terkadang dibutuhkan teknologi danpenanganan khusus, tetapi ada bebrapa hal yang minimal dapat kita lakukan Mengumpulkan kertas, majalah, dan surat kabar bekas untuk didaur ulang. Mengumpulkan sisa-sisa kaleng atau botol gelas untuk didaur ulang. Menggunakan berbagai produk kertas maupun barang lainnya hasil daur ulang.
  • Replace (Mengganti); teliti barang yang kita pakai sehari-hari. Gantilahbarang barang yang hanya bisa dipakai sekalai dengan barang yang lebihtahan lama. Juga telitilah agar kita hanya memakai barang-barang yanglebih ramah lingkungan, Misalnya, ganti kantong keresek kita dnegankeranjang bila berbelanja, dan jangan pergunakan styrofoam karena keduabahan ini tidka bisa didegradasi secara alami.
  • Bakteri pendegradasi limbah minyak bumi Pujawati sryatmana berhasil menemukan mikroorganisme pendegradasi limbah minyak bumi. Penemuannya tersebut dituangkan dalam disertasi yang berjudul “Biodegradasi Hidrokarbon Minyak Bumi dengan Penambahan Azotobacter chroococcum AC04 sebagai Bakteri Penghasil Biosurfaktan”. Disertasi ini mengangkat permasalahan limbah minyak bumi yang toksisitasnya tinggi dan lambat terdegradasi secara alami. Senyawa hidrokarbon minyak bumi memiliki karakteristik toksik, karsinogenik, mutagenik dan berpotensi untuk terakumulasi dalam rantai makanan sehingga dapat menyebabkan keracunan saraf neurotoxicity. Salah satu cara yang dianggap paling efektif dan ramah lingkungan adalah teknik bioproses. Bioproses merupakan teknik penyisihan limbah berbahaya dengan memanfaatkan dan mengeksploitasi kemampuan mikroorganisme sebagai agen utama dalam proses penyisihan. Untuk itulah dilakukan penelitian dengan tujuan mengembangkan strategi baru dalam proses degradasihidrokarbon melalui aplikasi dua kelompok bakteri dengan fungsi yang berbeda dan kajian fenomena danmekanisme interaksi keduanya serta rekonstruksi jalur degradasinya. Mekanisme interaksi dua kelompok bakteri dapat mempercepat proses sehingga dapat meningkatkan efektifitas biodegradasi, jelas Pujawati. Dua kelompok bakteri yang digunakan dalam penelitian yaitu kelompok Petrofilik dan Petrosfir yang merupakan kelompok bakteri pendegradasi hidrokarbon seperti Enterobacter sp (Rhizopetrofilik) dan Bacillus cereus (Petrosfir). Kelompok bakteri kedua ialah kelompok penghasil biosurfaktan, yaitu Azotobacter chrooccum AC04.Mekanisme interaksi dua kelompok bakteri di atas ternyata berhasil meningkatkan efisiensi biodegradasi sebesar 54,98 %. Ko-kultur AC04 mengekskresikan biosurfaktan untuk membantu degradasi yang dilakukan Petrofilik. Hasil degradasi bakteri Petrofilik berupa energi dan senyawa antara, senyawa yang digunakan ko-kultur AC04 untuk tumbuh.Kehadiran kelompok bakteri penghasil biosurfaktan terbukti dapat membantu kerja bakteri pendegradasi hidrokarbon dan dapat meningkatkan efektifitas bioproses limbah minyak bumi. Hasil penelitian yang terangkum dalam disertasi ini membawa Pujawari Suryatmana pada gelar Doktor dalam bidang ilmu Teknik Lingkungan. Alumni Biologi ITB tahun 1986 dan dosen Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran ini terlihat bahagia menerima gelar doktor dari Sekolah Pascasarjana ITB.