Tugas sosiologi (kenakalan remaja) untuk mata pelajaran Sosiologi SMA

57,596 views

Published on

MEMBAHAS KENAKALAN REMAJA, SEBAB AKIBAT DSB.

Published in: Education
0 Comments
10 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

No Downloads
Views
Total views
57,596
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
2
Actions
Shares
0
Downloads
890
Comments
0
Likes
10
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Tugas sosiologi (kenakalan remaja) untuk mata pelajaran Sosiologi SMA

  1. 1. LAPORAN PENELITIAN TENTANG KENAKALAN REMAJA (diajukan sebagai salah satu syarat tugas Sosiologi) DISUSUN OLEH : AGNES YODO EVI JULIANI JACKY LIE MEILIANA TANDEAN WILLIAM EFFENDI YESSICA ADELINA S. KELAS : XI-IIPS A SMA NASIONAL PLUS CINTA BUDAYA JL. PANCING, KOMPLEK MMTC BLOK CINTA BUDAYA NO.1 DELI SERDANG, SUMUT
  2. 2. LAPORAN PENELITIAN CARA MENGATASI KENAKALAN REMAJA
  3. 3. Kata Pengantar Puji syukur kami panjatkan ke-hadirat Tuhan yang Maha Esa karena atas berkat dan rahmat-nya kami dapat menyusun laporan penelitian ini. Kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Guru Sosiologi kami, Pak Rosman Siregar, yang telah menugaskan kami untuk mengerjakan laporan penelitian ini. Ucapan terima kasih juga ditujukan kepada pembaca yang telah bersedia membaca laporan penelitian ini. Adapun topik yang dibahas adalah hal yang menyangkut masalah kenakalan remaja. Kami juga berharap semoga laporan penelitian ini dapat digunakan sebagai acuan untuk membantu mengatasi masalah kenakalan remaja. Saran dan kritik yang bersifat membangun sangat kami harapkan sebagai upaya penyempurnaan laporan penelitian ini. Medan,11 November 2012 Tim Penyusun i
  4. 4. DAFTAR ISI Kata Pengantar ............................................................................. i Daftar Isi ........................................................................................ ii BAB I PENDAHULUAN ......................................................................... 1 A. Latar Belakang Masalah ........................................................................................ 1 B. Identifikasi Masalah .............................................................................................. 3 C. Pembatasan Masalah ............................................................................................. 3 D. Rumusan Masalah ................................................................................................. 4 E. Tujuan Penelitian .................................................................................................. 4 F. Kegunaan Penelitian ............................................................................................. 4 BAB II HIPOTESIS PENELITIAN ......................................................... 5 BAB III METODOLOGI PENELITIAN.................................................. 6 A. Tujuan Penelitian Secara Operasional .................................................................. 6 B. Tempat dan Waktu Penelitian ............................................................................... 6 C. Metode Penelitian ................................................................................................. 6 D. Teknik Pengambilan Sampel ................................................................................ 6 E. Teknik Pengumpulan Data .................................................................................... 6 F. Teknik Analisis Data ............................................................................................. 7 BAB IV PEMBAHASAN ........................................................................... 8 ii
  5. 5. A. Penyebab Masalah................................................................................................. 8 B. Dampak Masalah................................................................................................... 10 C. Cara Mengatasi Masalah ....................................................................................... 11 BAB V PENUTUP ..................................................................................... 13 A. Kesimpulan ........................................................................................................... 13 B. Saran...................................................................................................................... 13 DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN DAFTAR TABEL/DIAGRAM iii
  6. 6. BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masa remaja awal merupakan masa transisi, dimana usianya berkisar antara 13 sampai 16 tahun atau yang biasa disebut dengan usia belasan yang tidak menyenangkan, dimana terjadi juga perubahan pada dirinya baik secara fisik,psikis, maupun secara sosial (Hurlock, 1973). Selain itu, kita sebagai manusia juga mengetahui bahwa perilaku menyimpang yang dilakukan oleh remaja atau yang biasanya disebut kenakalan remaja, merupakan tindakan yang tidak bermoral. Kenakalan-kenakalan yang dilakukan oleh remaja di bawah usia 17 tahun sangat beragam mulai dari perbuatan yang amoral dan anti sosial tidak dapat dikategorikan sebagai pelanggaran hukum. Bentuk kenakalan remaja tersebut seperti: kabur dari rumah, melawan orang tua ataupun guru, mengucapkan kata-kata kotor, membawa senjata tajam, dan kebut-kebutan di jalan, sampai pada perbuatan yang sudah menjurus pada perbuatan kriminal atau perbuatan yang melanggar hukum seperti; pembunuhan, perampokan, pemerkosaan, seks bebas, pemakaian obat-obatan terlarang, tawuran antar pelajar yang memakan korban jiwa, dan tindak kekerasan lainnya yang sering diberitakan media- media massa. Hasil Survey Demografi Kesehatan Indonesia (SDKI 2007) menunjukkan jumlah remaja di Indonesia mencapai 30 % dari jumlah penduduk, jadi sekitar 1,2 juta jiwa. Hal ini tentunya dapat menjadi asset bangsa jika remaja dapat menunjukkan potensi diri yang positif namun sebaliknya akan menjadi petaka jika remaja tersebut menunjukkan perilaku yang negatif bahkan sampai terlibat dalam kenakalan remaja. Kondisi remaja di Indonesia saat ini dapat digambarkan sebagai berikut : 1. Pernikahan usia remaja 2. Sex pra nikah dan Kehamilan tidak dinginkan 3. Aborsi 2,4 jt : 700-800 ribu adalah remaja 4. MMR 343/100.000 (17.000/th, 1417/bln, 47/hr perempuan meninggal) karena komplikasi kehamilan dan persalinan 5. HIV/AIDS: 1283 kasus, diperkirakan 52.000 terinfeksi (fenomena gunung es), 70% remaja 1
  7. 7. 6. Miras dan Narkoba. Angka-angka di atas cukup mencengangkan, bagaimana mungkin anak remaja yang masih muda, polos, energik, potensial yang menjadi harapan orangtua, masyarakat dan bangsanya dapat terjerumus dalam limbah kenistaan, sungguh sangat disayangkan. Tanpa disadari pada saat ini, di luar sana anakanak remaja kita sedang terjerat dalam pengaruh narkoba, miras, seks bebas, aborsi dan kenakalan remaja lainnya. Bahkan angka-angka tersebut diprediksikan akan terus menanjak, seperti fenomena gunung es, tidak tampak di permukaan namun jika ditelusuri lebih dalam ternyata banyak ditemukan kasus kasus yang cukup mengejutkan. Perilaku yang seperti ini tentu sangat meresahkan masyarakat, karena remaja yang diharapkan sebagai generasi penerus bangsa telah terjerumus dalam penyimpangan sosial. 2
  8. 8. B. Identifikasi Masalah Yang menjadi permasalahan dalam laporan penelitian ini adalah kenakalan remaja di Indonesia. C. Pembatasan Masalah Masalah kenakalan remaja di Indonesia sangatlah luas dan kompleks. Agar pembahasan lebih terarah, laporan penelitian ini hanya membahas kenakalan remaja di Jakarta 3
  9. 9. D. Rumusan Masalah Dari pembatasan masalah di atas, maka dirumuskan apa penyebab kenakalan remaja, dampak dari kenakalan remaja, dan kiat-kiat untuk mengatasi kenakalan remaja di Jakarta. E. Tujuan Penelitian Untuk mengetahui penyebab kenakalan remaja, dampak dari kenakalan remaja, dan kiat-kiat untuk mengatasi kenakalan remaja. F. Kegunaan Penelitian Sebagai referensi dalam mengatasi kenakalan remaja di Jakarta bagi penentu kebijakan, orangtua maupun remaja. 4
  10. 10. BAB II HIPOTESIS PENELITIAN Berdasarkan data penelitian yang dilakukan lembaga-lembaga yang ada di Indonesia, ditemukan : 1. Tak hanya di kawasan Jakarta, perilaku seks bebas juga sudah merajalela di beberapa kota besar lainnya. Bahkan, di Surabaya seks pra nikah mencapai 54 persen, disusul Medan sebanyak 52 persen, dan Bandung sebanyak 47 persen.” 2. Hasil penelitian BKKBN di Yogyakarta menunjukkan, dari 1.160 mahasiswa, sekitar 37 persen sudah tidak perawan lagi. 3. Sedangkan berdasarkan data Kemenkes pada akhir Juni 2010 tercatat 21.770 kasus AIDS dan 47.157 kasus HIV positif dengan persentase pengidap usia 20-29 tahun yakni 48,1 persen dan usia 30-39 tahun sebanyak 30,9 persen.“ 4. Jumlah penyalahguna narkoba sebesar 1,5% dari populasi atau 3,2 juta orang, terdiri dari 69% kelompok teratur pakai dan 31% kelompok pecandu dengan proporsi laki-laki sebesar 79%, perempuan 21% 5. Kelompok teratur pakai terdiri dari penyalahguna ganja 71%, shabu 50%, ekstasi 42% dan obat penenang 22%. 6. Kelompok pecandu terdiri dari penyalahguna ganja 75%, heroin / putaw 62%, shabu 57%, ekstasi 34% dan obat penenang 25%. 7. Penyalahguna Narkoba Dengan Suntikan (IDU) sebesar 56% (572.000 orang) dengan kisaran 515.000 sampai 630.000 orang. 8. Beban ekonomi terbesar adalah untuk pembelian / konsumsi narkoba yaitu sebesar Rp. 11,3 triliun 9. Angka kematian (Mortality) pecandu 15.00 orang meninggal dalam 1 tahun. 5
  11. 11. Untuk itu, dugaan sementara terkait penyebab kenakalan remaja : 1. kurangnya kasih sayang orang tua. 2. kurangnya pengawasan dari orang tua. 3. pergaulan dengan teman yang tidak sebaya. 4. peran dari perkembangan IPTEK yang berdampak negatif. 5. tidak adanya bimbingan kepribadian dari sekolah. 6. dasar-dasar agama yang kurang 6
  12. 12. BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Tujuan Penelitian Secara Operasional Secara operasional, penelitian ini bertujuan untuk meneliti apakah penyebab kenakalan remaja dan menganalisis hubungan kenakalan remaja terhadap IPTEK. B. Tempat dan Waktu Penelitian Oleh karena penelitian dilakukan secara deskriptif, maka penyusun tidak dapat menguraikan tempat dan waktu penelitian. C. Metode Penelitian Penelitian ini menggunakan metode deskriptif. D. Teknik Pengambilan Sampel Oleh karena penelitian dilakukan secara deskriptif (tanpa melakukan pengamatan atau survei), maka penyusun tidak menggunakan sampel apapun dalam membuat laporan penelitian ini. E. Teknik Pengumpulan Data Data yang ada dalam laporan penelitian ini diambil dari media elektronik dan data yang berupa fakta dilansir dari laporan yang dibuat oleh lembaga yang bersangkutan. 6
  13. 13. F. Teknik Analisis Data Data yang telah diambil dianalisis untuk diambil kesimpulannya, menggunakan teknik menelaah. 7
  14. 14. BAB IV PEMBAHASAN A. Penyebab Masalah Kenakalan remaja meliputi semua perilaku yang menyimpang dari norma-norma hukum pidana yang dilakukan oleh remaja. Perilaku tersebut akan merugikan dirinya sendiri dan orang-orang di sekitarnya. Para ahli pendidikan sependapat bahwa remaja adalah mereka yang berusia 13-18 tahun. Pada usia tersebut, seseorang sudah melampaui masa kanak-kanak, namun masih belum cukup matang untuk dapat dikatakan dewasa. Ia berada pada masa transis. Perilaku nakal biasanya terjadi karena 2 faktor ,yaitu : Faktor internal 1. Krisis identitas Perubahan biologis dan sosiologis pada diri remaja memungkinkan terjadinya dua bentuk integrasi. Pertama, terbentuknya perasaan akan konsistensi dalam kehidupannya. Kedua, tercapainya identitas peran. Kenakalan ramaja terjadi karena remaja gagal mencapai masa integrasi kedua. 2. Kontrol diri yang lemah Remaja yang tidak bisa mempelajari dan membedakan tingkah laku yang dapat diterima dengan yang tidak dapat diterima akan terseret pada perilaku „nakal‟. Begitupun bagi mereka yang telah mengetahui perbedaan dua tingkah laku tersebut, namun tidak bisa mengembangkan kontrol diri untuk bertingkah laku sesuai dengan pengetahuannya. 8
  15. 15. Faktor eksternal 1. Keluarga dan perceraian orangtua Tidak adanya komunikasi antar anggota keluarga, atau perselisihan antar anggota keluarga bisa memicu perilaku negatif pada remaja. Pendidikan yang salah di keluarga pun, seperti terlalu memanjakan anak, tidak memberikan pendidikan agama, atau penolakan terhadap eksistensi anak, bisa menjadi penyebab terjadinya kenakalan remaja. 2. Teman sebaya yang kurang baik 3. Komunitas/lingkungan tempat tinggal yang kurang baik. Jakarta sebagai ibukota negara Indonesia sarat akan kesenjangan ekonomi & sosial, ditemukan banyak pemukiman kumuh, yang menjadi ladang bagi munculnya kejahatan. 4. Kurangnya pengawasan terhadap anak (baik aktivitas, pertemanan di sekolah ataupun di luar sekolah, dan lainnya). 9
  16. 16. B. Dampak Masalah Bagi Diri Sendiri Akan tumbuh menjadi remaja berkepribadian buruk dan dikucilkan masyarakat. Akibatnya remaja akan merasa sedih, marah hingga mengalami gangguan kejiwaan. Bagi Keluarga Keluarga akan menanggung malu akibat dari perbuatan remaja tersebut & harus menghidupi remaja tersebut hingga tua karena masa depan remaja suram. Bagi Pemerintah Tingkat kriminalitas meningkat karena remaja akan berusaha memenuhi kebutuhannya yang dianggap sangat berharga. 10
  17. 17. C. Cara Mengatasi Hal-hal yang bisa dilakukan untuk mengatasi kenakalan remaja: 1. Remaja harus bisa mendapatkan sebanyak mungkin figur orang-orang dewasa yang berhasil memperbaiki diri setelah terjerumus dalam kenakalan remaja. 2. Adanya motivasi dari keluarga, guru, teman sebaya untuk melakukan point pertama. 3. Kemauan orangtua untuk membenahi kondisi keluarga sehingga tercipta keluarga yang harmonis, komunikatif, dan nyaman bagi remaja. 4. Remaja pandai memilih teman dan lingkungan yang baik serta orangtua memberi arahan dengan siapa dan di komunitas mana remaja harus bergaul. 5. Remaja membentuk ketahanan diri agar tidak mudah terpengaruh jika ternyata teman sebaya atau komunitas yang ada tidak sesuai dengan harapan. 6. Pengawasan yang perlu dan intensif terhadap media komunikasi seperti TV, Internet, Radio, Handphone dan lain- lain. 7. Perlunya pembelajaran agama yang dilakukan sejak dini seperti beribadah dan mengunjungi tempat ibadah sesuai dengan iman dan kepercayaannya. 8. Orang tua harus menjadi tempat remaja untuk mencurahkan isi hati, sehingga dapat membimbing remaja ketika ia sedang menghadapi masalah. 11
  18. 18. 9. Mendukung hobi yang remaja inginkan selama itu masih positif untuknya. Mencegah hobinya maupun kesempatannya mengembangkan bakat dapat mengganggu kepribadian dan kepercayaan dirinya. 12
  19. 19. BAB V PENUTUP A. Kesimpulan Berdasarkan analisis di atas, ditemukan bahwa remaja yang memiliki waktu luang banyak seperti mereka yang tidak bekerja atau menganggur dan masih pelajar kemungkinannya lebih besar untuk melakukan kenakalan atau perilaku menyimpang. Demikian juga dari keluarga yang tingkat keharmonisan rendah maka kemungkinan besar anaknya akan melakukan kenakalan pada tingkat yang lebih berat. Sebaliknya bagi keluarga yang tingkat keharmonisan tinggi maka kemungkinan anak-anaknya melakukan kenakalan sangat kecil. B. Saran a. Orangtua Disarankan kepada orangtua untuk dapat menjaga hubungan yang hangat dalam keluarga dengan cara saling menghargai, pengertian, dan penuh kasih sayang serta tidak bertengkar di depan anak, sehingga dapat dianggap oleh anak sebagai keluarga yang harmonis. b. Pihak Sekolah Pihak sekolah disarankan dapat membantu siswa untuk mengenali potensi-potensi yang dimiliki agar dapat meningkatkan konsep diri siswa, serta dapat meminimalisir penggunaan kata-kata atau sikap yang dapat menurunkan konsep diri siswa. 13
  20. 20. Daftar Pustaka http://www.scribd.com/doc/88521776/Kenakalan-Remaja-Sex-Bebas http://ntb.bkkbn.go.id/Lists/Artikel/DispForm.aspx?ID=673&ContentTypeId=0x01003DCABABC04 B7084595DA364423DE7897
  21. 21. DAFTAR TABEL 1. Dari 2,4 juta kasus aborsi yang terjadi di Indonesia, 800 ribu adalah remaja ( ditunjukkan oleh warna merah pada tabel berikut).
  22. 22. 2. Dari 1283 kasus HIV/AIDS yang terjadi di Indonesia, 70% adalah remaja (ditunjukkan oleh warna biru dalam table berikut) REMAJA
  23. 23. 3. Perilaku seks bebas sudah merajalela di beberapa kota besar di Indonesia. Jakarta 58%, di Surabaya seks pra nikah mencapai 54 persen, disusul Medan sebanyak 52 persen, dan Bandung sebanyak 47 persen. 70% 60% 50% 40% 30% 20% 10% 0% Medan Jakarta Bandung Surabaya
  24. 24. 4. Hasil penelitian BKKBN di Yogyakarta menunjukkan, dari 1.160 mahasiswa, sekitar 37 persen sudah tidak perawan lagi. Tidak Perawan Perawan
  25. 25. 5. Berdasarkan data Kemenkes pada akhir Juni 2010 tercatat 21.770 kasus AIDS dan 47.157 kasus HIV positif dengan persentase pengidap usia 20-29 tahun yakni 48,1 persen dan usia 30-39 tahun sebanyak 30,9 persen. USIA 20-29 USIA 30-39 SISA
  26. 26. 6. Jumlah penyalahguna narkoba remaja sebesar 0,9% dari populasi atau 1,1 juta orang, terdiri dari 69% kelompok teratur pakai dan 31% kelompok pecandu dengan proporsi laki-laki sebesar 79%, perempuan 21% 70% 60% 50% 40% 30% 20% 10% 0% Kelompok Teratur Pakai Kelompok Pecandu Laki-laki Perempuan 80% 70% 60% 50% 40% 30% 20% 10% 0%
  27. 27. 7. Kelompok teratur pakai remaja terdiri dari penyalahguna ganja 71%, shabu 50%, ekstasi 42% dan obat penenang 22%. 80% 70% 60% 50% 40% 30% 20% 10% 0% Ganja Shabu Ekstasi Obat Penenang

×