BAB II

                           PEMBAHASAN

Pengertian Filsafat Pendidikan Islam
A. Pengertian, Filsafat
Filsafat adalah ilmu yang mempelajari dengan sungguh-sungguh
tentang. hakikat kebenaran sesuatu. Hakikat filsafat selalu menggunakan
ratio (pikiran), tetapi tidak semua proses berpikir disebut filsafat.
Pemikiran manusia dapat dipelajari dalam 4 (empat) golongan. Yaitu:
1.Pemikiran pseudo ilmiah
2.Pemikiran awam
3.Pemikiran ilmiah
4.Pemikiran filosofis
Jadi, dari uraian tentang pengertian filsafat yang ditinjau dari segi arti bahasanya dapat
disimpulkan bahwa filsafat adalah:

1.Pengetahuan tentang kebijaksanaan
2.Mencari kebenaran.
3.Pengetahuan tentang dasar-dasar atau prinsip-prinsip

    Ketiga pengertian tersebut tidaklah hanya diperlukan oleh seorang flosof umum saja,
tetapi juga diperlukan oleh setiap individu yang baik yang memiliki pemikiran terutama
pendidik dan guru yang harus bersikap bijaksana. Sosok pendidik atau guru yang sanggup
menilai situasi dan kondisi dalam segala segi; memiliki kesanggupan bertindak dengan baik,
mengambil kesimpulan terhadap sesuatu secara tepat, berusaha menghubungkan sebab
akibat, mengkritik dan menganalisis serta mengembalikan pendapat pada motif-motif yang
menyebabkannya, Kemudian mempertahankan pendapat tadi dengan argumentasi dan
penalaran yang tepat
Pengertian Pendidikan Islam

1.Menurut Drs. Abmad D. Marimba:
      Pendidikan Islam adalah bimbingan jasmani, rohani berdasarkan
hukum-hukum agama Islam menuju terbentuknya kepribadian
utama menurut ukuran-ukuran Islam. Dengan pengertian yang lain
seringkali beliau mengatakan kepribadian utama tersebut dengan
istilah kepribadian muslim, yakni kepribadian yang memiliki nilai-nilai
agama islam, memilih dan memutuskan serta berbuat berdasarkan
nilai-nilai Islam dan bertanggung jawab sesuai dengan nilai-nilai
Islam
2.Menurut Drs. Burlian Shomad;
       Pendidikan Islam ialah pendidikan yang bertujuan membentuk
individu menjadi makhluk yang bercorak diri berderajat tinggi
menurut ukuran Allah dan sisi pendidikannya untuk mewujudkan
tujuan’ itu adalah ajaran Allah. Secara rinci beliau mengemukakan
pendidikan itu baru dapat disebut pendidikan Islam apabila
memiliki dua ciri khas yaitu :
1) Tujuan untuk membentuk individu yang bercorok diri, tertinggi
menurut ukuran Al-Quran,
2) Isi pendidikannya adalah ajaran Allah yang tercantum dengan
Lengkap di .dalam Al-Quran dan pelaksanaannya di dalam praktek
kehidupan sehari-hari sebagaimana yang dicontohkan oleh Nabi
Muhammad SAW.
3.Menurut Musthfa Al-Ghulayaini.

  Pendidikan Islam ialah menanamkan akhlak yang mulia di dalam jiwa anak pada
masa pertumbuhannya dan menyiraminya dengan air petunjuk dan nasihat, sehingga
akhlak itu menjadi salah satu kemampuan (meresap dalam) Jiwanya kemudian buahnya
berwujud keutamaan, kebaikan dan cinta bekerja untuk kemanfaatan tanah air.

4.Menurut Syah Muhammad A. Naquib Al-Atas

   Pendidikan Islam ialah dilakusaha yang ukan pendidik terhadap anak didik untuk
pengenalan dan pengakuan tempat-tempat. yang benar dan segala sesuatu di dalam
tatanan penciptaan sehingga membimbing ke arah pengenaan dan pengakuan akan
tempat Tuhan yang tepat di dalam tatanan wujud dan kepribadian.

Winda

  • 1.
    BAB II PEMBAHASAN Pengertian Filsafat Pendidikan Islam A. Pengertian, Filsafat Filsafat adalah ilmu yang mempelajari dengan sungguh-sungguh tentang. hakikat kebenaran sesuatu. Hakikat filsafat selalu menggunakan ratio (pikiran), tetapi tidak semua proses berpikir disebut filsafat. Pemikiran manusia dapat dipelajari dalam 4 (empat) golongan. Yaitu: 1.Pemikiran pseudo ilmiah 2.Pemikiran awam 3.Pemikiran ilmiah 4.Pemikiran filosofis
  • 2.
    Jadi, dari uraiantentang pengertian filsafat yang ditinjau dari segi arti bahasanya dapat disimpulkan bahwa filsafat adalah: 1.Pengetahuan tentang kebijaksanaan 2.Mencari kebenaran. 3.Pengetahuan tentang dasar-dasar atau prinsip-prinsip Ketiga pengertian tersebut tidaklah hanya diperlukan oleh seorang flosof umum saja, tetapi juga diperlukan oleh setiap individu yang baik yang memiliki pemikiran terutama pendidik dan guru yang harus bersikap bijaksana. Sosok pendidik atau guru yang sanggup menilai situasi dan kondisi dalam segala segi; memiliki kesanggupan bertindak dengan baik, mengambil kesimpulan terhadap sesuatu secara tepat, berusaha menghubungkan sebab akibat, mengkritik dan menganalisis serta mengembalikan pendapat pada motif-motif yang menyebabkannya, Kemudian mempertahankan pendapat tadi dengan argumentasi dan penalaran yang tepat
  • 3.
    Pengertian Pendidikan Islam 1.MenurutDrs. Abmad D. Marimba: Pendidikan Islam adalah bimbingan jasmani, rohani berdasarkan hukum-hukum agama Islam menuju terbentuknya kepribadian utama menurut ukuran-ukuran Islam. Dengan pengertian yang lain seringkali beliau mengatakan kepribadian utama tersebut dengan istilah kepribadian muslim, yakni kepribadian yang memiliki nilai-nilai agama islam, memilih dan memutuskan serta berbuat berdasarkan nilai-nilai Islam dan bertanggung jawab sesuai dengan nilai-nilai Islam
  • 4.
    2.Menurut Drs. BurlianShomad; Pendidikan Islam ialah pendidikan yang bertujuan membentuk individu menjadi makhluk yang bercorak diri berderajat tinggi menurut ukuran Allah dan sisi pendidikannya untuk mewujudkan tujuan’ itu adalah ajaran Allah. Secara rinci beliau mengemukakan pendidikan itu baru dapat disebut pendidikan Islam apabila memiliki dua ciri khas yaitu : 1) Tujuan untuk membentuk individu yang bercorok diri, tertinggi menurut ukuran Al-Quran, 2) Isi pendidikannya adalah ajaran Allah yang tercantum dengan Lengkap di .dalam Al-Quran dan pelaksanaannya di dalam praktek kehidupan sehari-hari sebagaimana yang dicontohkan oleh Nabi Muhammad SAW.
  • 5.
    3.Menurut Musthfa Al-Ghulayaini. Pendidikan Islam ialah menanamkan akhlak yang mulia di dalam jiwa anak pada masa pertumbuhannya dan menyiraminya dengan air petunjuk dan nasihat, sehingga akhlak itu menjadi salah satu kemampuan (meresap dalam) Jiwanya kemudian buahnya berwujud keutamaan, kebaikan dan cinta bekerja untuk kemanfaatan tanah air. 4.Menurut Syah Muhammad A. Naquib Al-Atas Pendidikan Islam ialah dilakusaha yang ukan pendidik terhadap anak didik untuk pengenalan dan pengakuan tempat-tempat. yang benar dan segala sesuatu di dalam tatanan penciptaan sehingga membimbing ke arah pengenaan dan pengakuan akan tempat Tuhan yang tepat di dalam tatanan wujud dan kepribadian.