TENAGA PEMBENTUK
MUKA BUMI
Tenaga pembentuk muka bumi:
 Tenaga Endogen (Hipogen)  berasal
dari dalam Bumi
 Tenaga Eksogen (Epigen)  berasal dari
Luar bumi
Tenaga
pembentuk
muka bumi
Endogen
Eksogen
Vulkanisme
Tektonisme
Seisme
Weathering
Erosion
Mass Wasting
Sedimentation
Tenaga Endogen
 Tektonisme
 Vulkanisme
 Seisme
Tektonisme
 Tektonik : tenaga yang bekerja dari dalam
bumi dengan arah vertikal maupun lateral
yang mengakibatkan perubahan lokasi
atau letak lapisan batuan yang
membentuk permukaan bumi
 Diastropisme : Proses pembentukan kulit
bumi
Tektonisme
Epirogenetik
Orogenetik
Epirogenetik
Positif
Epirogenetik
Negatif
Lipatan
Patahan
Epirogenetik
 Epirogenetik  Gerakan yang
menyebabkan turun-naiknya suatu
wilayah yang luas dan berlangsung lama
 Epirogenetik Positif : gerak turunnya
daratan (perubahan muka laut positif)
 Epirogenetik Negatif : gerak naiknya
daratan (perubahan muka laut negatif)
Orogenesis
 Orogenesis  tenaga geologi yang berkerja di
areal yang relatif sempit dengan kecepatan
yang relatif cepat.
 Lipatan (Folds): kenampakan berbentuk
melengkung yang diakibatkan oleh tekanan
horizontal dan vertikal pada kulit bumi yang
plastis
 Patahan (Fault): Bentukan alam sebagai akibat
proses pematahan karena tekanan tenaga
horizontal dan/atau vertikal pada kulit bumi yang
tidak plastis
Bagian-bagian lipatan
Istilah-istilah dalam lipatan
 Antiklinal: Punggung lipatan
 Sinklinal: Lembah lipatan
 Geosinklinal: Lembah sinklinal yang luas
 Ideogeosinklinal: Ladang minyak di
geosinklinal
Macam-macam lipatan
Macam-macam lipatan
 L. Tegak: karena tenaga radial = tenaga tangensial
 L. Miring: tenaga radial < tenaga tangensial
 L. Menggantung: tenaga tangensial > tenaga radial dan
terus bekerja shg punggung antiklin berada di atas
sinklinal
 L. Rebah: karena tenaga horizontal berasal dari satu
arah dan terus bekerja
 L. Isoklinal: Sederetan lipatan yang mempunyai bentuk
lipatan yang sama besarnya
 L. Sesar Sungkup: L. rebah tetap mendapat tekanan
tangensial, shg batuan di bawah lembah sinklinal patah
Bagian-bagian patahan
Horst
Slenk/graben
Escarpment
LIPATAN DAN PATAHAN
LIPATAN DAN PATAHAN
Istilah-istilah dalam patahan
 Horst: tanah naik/lapisan tanah yang lebih
tinggi daripada sekitarnya
 Graben/slenk: tanah turun/lapisan tanah
lebih rendah daripada sekelilingnya
 Escarpment: Bidang pergeseran
 Dekstral: pergeseran mendatar ke kanan
 Sinistral: pergeseran mendatar ke kiri
Dekstral dan sinistral
VULKANISME
VULKANISME
 Peristiwa yang berhubungan dengan
pembentukan gunung api
 Peristiwa yang berhubungan dengan
naiknya magma dari dalam perut bumi
 Gerakan batuan cair (magma) pada
permukaan bumi atau ke arah permukaan
bumi
Hal-hal yang berkaitan dengan
vulkanisme
 Magma : bahan silikat pijar yang terdiri
dari bahan padatan (batuan), cairan dan
gas yang terkandung dalam lapisan kulit
bumi
 Macam Magma
- magma asam (granitis)
- magma basa
- magma pertengahan (andesitis)
INTRUSI MAGMA
  Aktivitas magma dalam lapisan lithosfer
yang memotong atau menyusup di antara
lapisan lithosfer, tetapi tidak mencapai
permukaan bumi
Macam-macam hasil intrusi magma
 Batolit : dapur magma yang membeku
 Lakolit : bentukan yang cembung ke atas dan datar di
bawah yang terletak di antara lapisan lithosfer yang
disebabkan masuknya magma di antara kedua lapisan
 Sill : Keping intrusi, bentukan yang disebabkan intrusi
magma yang berarah mendatar dan masuk di antara
dua lapisan batuan
 Gang/Korok/dyke/retas : batuan hasil intrusi yang
berbentuk pipih/tipis dan panjangserta memotong
lapisan lithosfer dengan arah vertikal atau miring
 Diatrema: Batuan hasil intrusi yang mengisi pipa
letusan, silinder dan memanjangdari dapur magma
sampai pada batas permukaan bumi
 Apofisa: Gang yang relatif kecil dan merupakan cabang
gang
EKSTRUSI MAGMA
  Proses keluarnya magma sampai ke
permukaan bumi
 = ERUPSI
Macam erupsi berdasarkan kekuatan
letusannya:
 Erupsi Efusif : proses erupsi berupa
lelehan lava dan lahar. Terjadi jika magma
relatif encer
 Erupsi Eksplosif : proses erupsi yang
disertai dengan letusan/ledakan yang
cukup dahsyat. Terjadi jika magma kental
dan memiliki kandungan gas yang relatif
lebih banyak
Macam Erupsi menurut bentuk
lubang tempat keluarnya magma:
 Erupsi Linear: proses erupsi melalui
celah/retakan yang memanjang. Menimbulkan
deretan gunung api
 Erupsi Areal: proses erupsi terjadi karena
magma dekat dengan permukaan bumi
sehingga magma melelehkan dan membakar
batuan di atasnya, maka magma keluar di
beberapa tempat
 Erupsi Sentral: proses erupsi melalui sebuah
lubang/pusat erupsi, sehingga membentuk
kerucut gunung api yang terpisah-pisah
Hasil Erupsi Sentral
 Gunung api perisai / tameng : hasil erupsi
efusif dengan magma cair yang encer
Kepulauan Hawaii
 Gunung Api Maar : Hasil erupsi eksplosif yang
sangat kuat dan hanya terjadi sekali  Gn.
Lamongan
 Gunung api Strato : hasil erupsi campuran
antara efusif dan eksplosif yang berulang
beberapa kali hampir semua gunung di
Indonesia
Tipe Letusan gunung Berapi
LAVA MEMBANGUN MERUSAK
Cair Sekali Hawaii Stromboli
Perret
Cair
Vulkano
Lemah
Vulkano
Kuat
Cair Liat Merapi St. Vincent Pelee
TEKANAN
GAS
Rendah Sedang Tinggi Amat Tinggi
PUSAT
MAGMA
Dangkal
Sekali
Dangkal Dalam Amat Dalam
Contoh
 Hawaii : Kilauea, Mauna Loa
 Stromboli : Vesuvius, Raung, Batur
 Perret : Krakatau
 Vulkano lemah : Bromo, Semeru
 Vulkano Kuat :Etna
 Merapi : Merapi
 St. Vincent : Kelud, St. Vincent
 Pelee : Montage Pelee
BENTUK GUNUNG API
Bahan yang dikeluarkan
 Bahan Padat (Efflata)
 Bahan Cair
 Bahan Gas (Ekshalasi)
Efflata berdasar asalnya
 Efflata Allogen : Berasal dari batuan di
sekitar kawah
 Efflata Autogen : Berasal dari magma =
Proklastika Efflata
Efflata berdasar Ukurannya
 Bom : batuan besar
 Slak : batu-batu kecil
 Lapili : ukuran sebesar kerikil
 Pasir
 Abu / debu
Bahan Cair :
 Lava: magma yang meleleh keluar lereng,
suhu 700-1200°C
 Lahar Panas : campuran magma dan air,
berupa lumpur panas
 Lahar dingin : endapan lava/lahar berubah
jadi lumpur karena tertimpa hujan
Bahan Gas
 Solfatar : H2S / Belerang
 Fumarol : H2O / Uap Air
 Mofet : CO2 / Karbondioksida
Gejala Pre-Vulkanism
 Suhu sekitar gunung naik mendadak
 Sumber air mengering
 Terjadi Gempa
 Pohon meranggas dan mati
 Binatang liar banyak yang mengungsi
 Suara gemuruh dari dalam tanah
 Ekshalasi semakin hebat
Gejala Post-Vulkanik
 Munculnya Ekshalasi
 Munculnya sumber air panas (term) 
Cipanas, Baturaden, dieng
 Mata air Makdani (mata air bermineral) 
Maribaya, Baturaden, Dieng
 Geyser (air panas yang memancar secara
periodik)  Cisolok jabar, Eslandia, New
Zealand, Yellowstone national Park
Vulkanisme di Indonesia
penyebarannya dibagi tiga :
 Sistem Sunda: dari Arakan Yoma
(Myanmar) – Andaman – Nicobar –
Sumatra – Jawa – Kepulauan Nusa
Tenggara – Banda
 Sistem Busur Tepi Asia: Dari Jepang-
Filipina – Kalimantan Utara, Kep Sangihe
 Sistem Sirkum Australia: NZ –
Kaledonia Baru – Papua - Maluku
Manfaat Gunung Berapi
 Abu vulkanis menyuburkan tanah
 Memperbanyak hujan (orografis)
 Sumber air panas dan makdani
 Pariwisata
 Potensi tambang dan bahan bangunan
 PLTA dan irigasi
Pengaruh negatif Gunung berapi
 Korban Jiwa / ternak
 Gas beracun
 Awan panas berbahaya bagi jiwa
 Lahar panas dan lahar dingin merusak wilayah
yang dilalui
 Efflata dapat merusak bangunan
 Abu vulkanik mengganggu pernafasan
 Gelombang pasang jika gunung berada di laut
Usaha mengurangi bahaya gunung
berapi
 Membuat terowongan air pada gunung
yang berkepundan
 Mengadakan pos-pos pengamatan
gunung berapi
 Mengungsikan penduduk sekitar gunung
SEISME
Pengertian Seisme
 Getaran kulit bumi / bergetarnya
permukaan bumi
 Penyebab: Energi potensial berubah
menjadi energi kinetik
 Alat pencatat gempa: Seismograf
 Hasil catatan: Seismogram
Beberapa Istilah dalam seisme
 Seismologi : Ilmu yang mempelajari
gempa
 Hiposentrum: Titik/garis di dalam lapisan
bumi pada kedalaman tertentu yang
menyebabkan terjadinya gempa
 Episentrum: Titik/Garis di permukaan
bumi/laut sebagai tempat dimana
gelombang mulai dirambatkan
HIPOSENTRUM
EPISENTRUM
E
E
Beberapa Istilah dalam seisme
 Pleistoseista: Garis pada peta yang
membatasi daerah sekitar episentrum yang
mengalami kerusakan terhebat akibat gempa.
 Isoseista: Garis pada peta yang
menghubungkan tempat-tempat yang
mempunyai kerusakan fisik yang sama
 Homoseista: Garis pada peta yang
menghubungakan daerah-daerah yang
mengalami gelombang primer pada waktu
yang sama
Macam Gelombang Gempa
 Gel. Longitudinal / Primer / P-Wave: Gelombang
gempa yang dirambatkan dari hiposentrum melalui
lapisan lithosfer secara menyebar dengan
kecepatan 7-14 km/detik
 Gel. Transversal / Sekunder/Share Wave/S-
Wave: Gelombang gempa yang bersama-sama
dengan P-Wave dirambatkan dai hiposentrum ke
segala arah dalam lapisan lithosfer dengan
kecepatan 4-7 km/detik
 Gel. Panjang /Permukaan/L-Wave: gelombang
yang dirambatkan dari episentrum menyebar ke
segala arah di permukaan bumi dengan kecepatan
3,5-3,9 km/detik
Klasifikasi Gempa
1. Berdasar Penyebabnya
a. Gempa runtuhan (Fall Earthquake)
b. Gempa Vulkanik (Vulcanic
Earthquake)
c. Gempa Tektonik (Tectonic
Earthquake)
2. Berdasar Intensitasnya
 Macroseisme : intensitasnya besar dan
dapat diketahui tanpa menggunakan alat
 Microseisme : Intensitasnya kecil, hanya
dapat diketahui dengan menggunkan
seismograf
3. Berdasar bentuk episentrumnya
 Gempa Linear : Episentrum berupa Garis
(Gempa tektonik)
 Gempa Sentral : Episentrum berupa titik
(Gempa vulkanik/runtuhan)
4. Berdasarkan Kedalaman Hiposentrum
 Gempa dangkal : Kedalaman hiposentrum
< 100 km
 Gempa menengah : kedalaman
hiposentrum 100 – 300 km
 Gempa dalam : kedalaman hiposentrum
300 – 700 km
* Intensitas gempa semakin dangkal
semakin kuat
5. Berdasarkan Jarak episentrum
 Gempa Setempat: Jarak episentrum <
10.000 km
 Gempa Jauh : Jarak episentrum 10.000
km
 Gempa Sangat Jauh : Jarak Episentrum >
10.000 km
6. Berdasar Letak Pusat Gempa
(Episentrum)
 Gempa Laut : episentrum terletak di dasar
laut
 Gempa Darat : episentrum terletak di
permukaan darat
Tugas
 Apa saja yang harus dilakukan:
a. sebelum terjadi gempa
b. ketika terjadi gempa
c. setelah terjadi gempa
Rumus LASKA
 Untuk menghitung jarak episentrum
 Rumus:
Δ = [ (S - P) – 1’ ] x 1000
Contoh
 Pada tanggal 1 januari 2001 di Jakarta,
gelombang primer tercatat pada pukul
4.30’20” WIB sedangkan gel sekunder
pada pukul 4.32 WIB. Berapa jarak
episentrum dari kota jakarta ?
Jawab
 Diketahui : P = 4.30’20” WIB
S = 4.32’ WIB
 Ditanya: Jarak Episentrum ?
 Jawab: Δ = [(S-P) – 1] x 1000
= [ (4.32 – 4.30’20”) – 1] x 1000
= [ 1’40” – 1] x 1000
= 1 ‘40/60 -1 X1000 km
=666,6 km
PENGUKUR INTENSITAS
KEKUATAN GEMPA:
 Skala Omari (I – VII)
 Skala Mercalli (I – XII)
 Skala Cancani ( I – XII)
 Skala Richter (Berdasar Jarak episentrum
dan amplitudo gelombang gempa)
TENAGA
EKSOGEN
Peristiwa Eksogenetik
meliputi:
Pelapukan (Weathering)
Pengikisan (Erosion)
Pengangkutan (Mass Wasting)
Pengendapan (Sedimentation)
Agen-agen tenaga eksogen:
Sinar Matahari
Angin
Air
Gelombang laut
Gletser
Makhluk hidup
Pelapukan
Merupakan proses penghancuran
batuan dari bongkahan besar menjadi
bagian yang lebih kecil
Penyebabnya: Cuaca/iklim, terkena
unsur kimia, dan makhluk hidup
Macam-macam Pelapukan
Pelapukan Mekanik / Disintegrasi
Pelapukan Kimiawi / Dekomposisi
Pelapukan Biologis / Organis
Erosi
Merupakan proses terlepasnya partikel
batuan dari induknya
Tenaga yang bekerja: Air, Angin,
Gelombang laut, Gletser
Erosi oleh air
Erosi percikan / Splash Erosion
Erosi permukaan / Sheet erosion
Erosi alur / riil erosion
Erosi Parit / Gully erosion
Erosi Tebing sungai / Stream Banks
Erosion
Erosi Air Terjun / Water fall erosion
Erosi Oleh Gelombang
= Abrasi
Menghasilkan Sea Caves dan Cliff
Sea cave
Cliff
Erosi oleh angin
= Deflasi
= Korasi  Mushroom rock
Di daerah Plateau menghasilkan Mesa
dan Butte
Mesa & butte
Erosi oleh gletser
Menghasilkan Morena (moraine)
Mass wasting
Slow Flowage/Creep
Rapid Flowage
Land Slides
Subsidence
Creep
Tidak Tampak mata
Terdiri dari:
- Soil Creep / rayapan tanah
- Talus Creep / rayapan talus
- Rock Creep / rayapan batuan
- rock-glacier Creep / rayapan batuan-gletser
- Soilfluction / aliran massa batuan kenyang
air
Rapid Flowage
Earth flow / aliran tanah
Mudflow / aliran lumpur
Debris Avalanche / guguran puing
Land slides / longsor lahan
Slump / luncur
Debris slide / longsor puing
Debris fall / jatuh puing
Rock slide / longsor batu
Rock fall / jatuh batu
Subsidence
=Amblesan
Pergerakan tanah secara vertikal tanpa
permukaan bebas
Sedimentasi
Proses pengendapan batuan hasil
kikisan
Agen pembawanya: Angin, air, gletser,
gelombang laut
Dunes
Sedimentasi berdasarkan
tempat pengendapannya
S. Fluvial : sungai
S. Terestris : daratan
S. Limnis : danau/rawa
S. Marine : laut
S. Glasial : daerah es
Sedimentasi berdasar tenaga
pengangkutnya
S. Aquatis : air
S. Aeolis / Aeris : angin
S. Marine : air laut
S. Glasial : gletser
Lama periode waktu epirogenetik
negatif
Contoh daerah yang mengalami graben
di Indonesia
Dampak gerak epirogenetik

vulkanisme dan tektonismemmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmm.ppt

  • 1.
  • 2.
    Tenaga pembentuk mukabumi:  Tenaga Endogen (Hipogen)  berasal dari dalam Bumi  Tenaga Eksogen (Epigen)  berasal dari Luar bumi
  • 3.
  • 4.
    Tenaga Endogen  Tektonisme Vulkanisme  Seisme
  • 5.
    Tektonisme  Tektonik :tenaga yang bekerja dari dalam bumi dengan arah vertikal maupun lateral yang mengakibatkan perubahan lokasi atau letak lapisan batuan yang membentuk permukaan bumi  Diastropisme : Proses pembentukan kulit bumi
  • 6.
  • 7.
    Epirogenetik  Epirogenetik Gerakan yang menyebabkan turun-naiknya suatu wilayah yang luas dan berlangsung lama  Epirogenetik Positif : gerak turunnya daratan (perubahan muka laut positif)  Epirogenetik Negatif : gerak naiknya daratan (perubahan muka laut negatif)
  • 8.
    Orogenesis  Orogenesis tenaga geologi yang berkerja di areal yang relatif sempit dengan kecepatan yang relatif cepat.  Lipatan (Folds): kenampakan berbentuk melengkung yang diakibatkan oleh tekanan horizontal dan vertikal pada kulit bumi yang plastis  Patahan (Fault): Bentukan alam sebagai akibat proses pematahan karena tekanan tenaga horizontal dan/atau vertikal pada kulit bumi yang tidak plastis
  • 9.
  • 10.
    Istilah-istilah dalam lipatan Antiklinal: Punggung lipatan  Sinklinal: Lembah lipatan  Geosinklinal: Lembah sinklinal yang luas  Ideogeosinklinal: Ladang minyak di geosinklinal
  • 11.
  • 12.
    Macam-macam lipatan  L.Tegak: karena tenaga radial = tenaga tangensial  L. Miring: tenaga radial < tenaga tangensial  L. Menggantung: tenaga tangensial > tenaga radial dan terus bekerja shg punggung antiklin berada di atas sinklinal  L. Rebah: karena tenaga horizontal berasal dari satu arah dan terus bekerja  L. Isoklinal: Sederetan lipatan yang mempunyai bentuk lipatan yang sama besarnya  L. Sesar Sungkup: L. rebah tetap mendapat tekanan tangensial, shg batuan di bawah lembah sinklinal patah
  • 13.
  • 14.
  • 15.
  • 16.
    Istilah-istilah dalam patahan Horst: tanah naik/lapisan tanah yang lebih tinggi daripada sekitarnya  Graben/slenk: tanah turun/lapisan tanah lebih rendah daripada sekelilingnya  Escarpment: Bidang pergeseran  Dekstral: pergeseran mendatar ke kanan  Sinistral: pergeseran mendatar ke kiri
  • 17.
  • 18.
  • 19.
    VULKANISME  Peristiwa yangberhubungan dengan pembentukan gunung api  Peristiwa yang berhubungan dengan naiknya magma dari dalam perut bumi  Gerakan batuan cair (magma) pada permukaan bumi atau ke arah permukaan bumi
  • 20.
    Hal-hal yang berkaitandengan vulkanisme  Magma : bahan silikat pijar yang terdiri dari bahan padatan (batuan), cairan dan gas yang terkandung dalam lapisan kulit bumi  Macam Magma - magma asam (granitis) - magma basa - magma pertengahan (andesitis)
  • 21.
    INTRUSI MAGMA  Aktivitas magma dalam lapisan lithosfer yang memotong atau menyusup di antara lapisan lithosfer, tetapi tidak mencapai permukaan bumi
  • 22.
    Macam-macam hasil intrusimagma  Batolit : dapur magma yang membeku  Lakolit : bentukan yang cembung ke atas dan datar di bawah yang terletak di antara lapisan lithosfer yang disebabkan masuknya magma di antara kedua lapisan  Sill : Keping intrusi, bentukan yang disebabkan intrusi magma yang berarah mendatar dan masuk di antara dua lapisan batuan  Gang/Korok/dyke/retas : batuan hasil intrusi yang berbentuk pipih/tipis dan panjangserta memotong lapisan lithosfer dengan arah vertikal atau miring  Diatrema: Batuan hasil intrusi yang mengisi pipa letusan, silinder dan memanjangdari dapur magma sampai pada batas permukaan bumi  Apofisa: Gang yang relatif kecil dan merupakan cabang gang
  • 23.
    EKSTRUSI MAGMA  Proses keluarnya magma sampai ke permukaan bumi  = ERUPSI
  • 24.
    Macam erupsi berdasarkankekuatan letusannya:  Erupsi Efusif : proses erupsi berupa lelehan lava dan lahar. Terjadi jika magma relatif encer  Erupsi Eksplosif : proses erupsi yang disertai dengan letusan/ledakan yang cukup dahsyat. Terjadi jika magma kental dan memiliki kandungan gas yang relatif lebih banyak
  • 25.
    Macam Erupsi menurutbentuk lubang tempat keluarnya magma:  Erupsi Linear: proses erupsi melalui celah/retakan yang memanjang. Menimbulkan deretan gunung api  Erupsi Areal: proses erupsi terjadi karena magma dekat dengan permukaan bumi sehingga magma melelehkan dan membakar batuan di atasnya, maka magma keluar di beberapa tempat  Erupsi Sentral: proses erupsi melalui sebuah lubang/pusat erupsi, sehingga membentuk kerucut gunung api yang terpisah-pisah
  • 26.
    Hasil Erupsi Sentral Gunung api perisai / tameng : hasil erupsi efusif dengan magma cair yang encer Kepulauan Hawaii  Gunung Api Maar : Hasil erupsi eksplosif yang sangat kuat dan hanya terjadi sekali  Gn. Lamongan  Gunung api Strato : hasil erupsi campuran antara efusif dan eksplosif yang berulang beberapa kali hampir semua gunung di Indonesia
  • 27.
    Tipe Letusan gunungBerapi LAVA MEMBANGUN MERUSAK Cair Sekali Hawaii Stromboli Perret Cair Vulkano Lemah Vulkano Kuat Cair Liat Merapi St. Vincent Pelee TEKANAN GAS Rendah Sedang Tinggi Amat Tinggi PUSAT MAGMA Dangkal Sekali Dangkal Dalam Amat Dalam
  • 28.
    Contoh  Hawaii :Kilauea, Mauna Loa  Stromboli : Vesuvius, Raung, Batur  Perret : Krakatau  Vulkano lemah : Bromo, Semeru  Vulkano Kuat :Etna  Merapi : Merapi  St. Vincent : Kelud, St. Vincent  Pelee : Montage Pelee
  • 29.
  • 30.
    Bahan yang dikeluarkan Bahan Padat (Efflata)  Bahan Cair  Bahan Gas (Ekshalasi)
  • 31.
    Efflata berdasar asalnya Efflata Allogen : Berasal dari batuan di sekitar kawah  Efflata Autogen : Berasal dari magma = Proklastika Efflata
  • 32.
    Efflata berdasar Ukurannya Bom : batuan besar  Slak : batu-batu kecil  Lapili : ukuran sebesar kerikil  Pasir  Abu / debu
  • 33.
    Bahan Cair : Lava: magma yang meleleh keluar lereng, suhu 700-1200°C  Lahar Panas : campuran magma dan air, berupa lumpur panas  Lahar dingin : endapan lava/lahar berubah jadi lumpur karena tertimpa hujan
  • 34.
    Bahan Gas  Solfatar: H2S / Belerang  Fumarol : H2O / Uap Air  Mofet : CO2 / Karbondioksida
  • 35.
    Gejala Pre-Vulkanism  Suhusekitar gunung naik mendadak  Sumber air mengering  Terjadi Gempa  Pohon meranggas dan mati  Binatang liar banyak yang mengungsi  Suara gemuruh dari dalam tanah  Ekshalasi semakin hebat
  • 36.
    Gejala Post-Vulkanik  MunculnyaEkshalasi  Munculnya sumber air panas (term)  Cipanas, Baturaden, dieng  Mata air Makdani (mata air bermineral)  Maribaya, Baturaden, Dieng  Geyser (air panas yang memancar secara periodik)  Cisolok jabar, Eslandia, New Zealand, Yellowstone national Park
  • 37.
    Vulkanisme di Indonesia penyebarannyadibagi tiga :  Sistem Sunda: dari Arakan Yoma (Myanmar) – Andaman – Nicobar – Sumatra – Jawa – Kepulauan Nusa Tenggara – Banda  Sistem Busur Tepi Asia: Dari Jepang- Filipina – Kalimantan Utara, Kep Sangihe  Sistem Sirkum Australia: NZ – Kaledonia Baru – Papua - Maluku
  • 38.
    Manfaat Gunung Berapi Abu vulkanis menyuburkan tanah  Memperbanyak hujan (orografis)  Sumber air panas dan makdani  Pariwisata  Potensi tambang dan bahan bangunan  PLTA dan irigasi
  • 39.
    Pengaruh negatif Gunungberapi  Korban Jiwa / ternak  Gas beracun  Awan panas berbahaya bagi jiwa  Lahar panas dan lahar dingin merusak wilayah yang dilalui  Efflata dapat merusak bangunan  Abu vulkanik mengganggu pernafasan  Gelombang pasang jika gunung berada di laut
  • 40.
    Usaha mengurangi bahayagunung berapi  Membuat terowongan air pada gunung yang berkepundan  Mengadakan pos-pos pengamatan gunung berapi  Mengungsikan penduduk sekitar gunung
  • 41.
  • 42.
    Pengertian Seisme  Getarankulit bumi / bergetarnya permukaan bumi  Penyebab: Energi potensial berubah menjadi energi kinetik  Alat pencatat gempa: Seismograf  Hasil catatan: Seismogram
  • 43.
    Beberapa Istilah dalamseisme  Seismologi : Ilmu yang mempelajari gempa  Hiposentrum: Titik/garis di dalam lapisan bumi pada kedalaman tertentu yang menyebabkan terjadinya gempa  Episentrum: Titik/Garis di permukaan bumi/laut sebagai tempat dimana gelombang mulai dirambatkan
  • 44.
  • 45.
    Beberapa Istilah dalamseisme  Pleistoseista: Garis pada peta yang membatasi daerah sekitar episentrum yang mengalami kerusakan terhebat akibat gempa.  Isoseista: Garis pada peta yang menghubungkan tempat-tempat yang mempunyai kerusakan fisik yang sama  Homoseista: Garis pada peta yang menghubungakan daerah-daerah yang mengalami gelombang primer pada waktu yang sama
  • 46.
    Macam Gelombang Gempa Gel. Longitudinal / Primer / P-Wave: Gelombang gempa yang dirambatkan dari hiposentrum melalui lapisan lithosfer secara menyebar dengan kecepatan 7-14 km/detik  Gel. Transversal / Sekunder/Share Wave/S- Wave: Gelombang gempa yang bersama-sama dengan P-Wave dirambatkan dai hiposentrum ke segala arah dalam lapisan lithosfer dengan kecepatan 4-7 km/detik  Gel. Panjang /Permukaan/L-Wave: gelombang yang dirambatkan dari episentrum menyebar ke segala arah di permukaan bumi dengan kecepatan 3,5-3,9 km/detik
  • 47.
    Klasifikasi Gempa 1. BerdasarPenyebabnya a. Gempa runtuhan (Fall Earthquake) b. Gempa Vulkanik (Vulcanic Earthquake) c. Gempa Tektonik (Tectonic Earthquake)
  • 48.
    2. Berdasar Intensitasnya Macroseisme : intensitasnya besar dan dapat diketahui tanpa menggunakan alat  Microseisme : Intensitasnya kecil, hanya dapat diketahui dengan menggunkan seismograf
  • 49.
    3. Berdasar bentukepisentrumnya  Gempa Linear : Episentrum berupa Garis (Gempa tektonik)  Gempa Sentral : Episentrum berupa titik (Gempa vulkanik/runtuhan)
  • 50.
    4. Berdasarkan KedalamanHiposentrum  Gempa dangkal : Kedalaman hiposentrum < 100 km  Gempa menengah : kedalaman hiposentrum 100 – 300 km  Gempa dalam : kedalaman hiposentrum 300 – 700 km * Intensitas gempa semakin dangkal semakin kuat
  • 51.
    5. Berdasarkan Jarakepisentrum  Gempa Setempat: Jarak episentrum < 10.000 km  Gempa Jauh : Jarak episentrum 10.000 km  Gempa Sangat Jauh : Jarak Episentrum > 10.000 km
  • 52.
    6. Berdasar LetakPusat Gempa (Episentrum)  Gempa Laut : episentrum terletak di dasar laut  Gempa Darat : episentrum terletak di permukaan darat
  • 53.
    Tugas  Apa sajayang harus dilakukan: a. sebelum terjadi gempa b. ketika terjadi gempa c. setelah terjadi gempa
  • 54.
    Rumus LASKA  Untukmenghitung jarak episentrum  Rumus: Δ = [ (S - P) – 1’ ] x 1000
  • 55.
    Contoh  Pada tanggal1 januari 2001 di Jakarta, gelombang primer tercatat pada pukul 4.30’20” WIB sedangkan gel sekunder pada pukul 4.32 WIB. Berapa jarak episentrum dari kota jakarta ?
  • 56.
    Jawab  Diketahui :P = 4.30’20” WIB S = 4.32’ WIB  Ditanya: Jarak Episentrum ?  Jawab: Δ = [(S-P) – 1] x 1000 = [ (4.32 – 4.30’20”) – 1] x 1000 = [ 1’40” – 1] x 1000 = 1 ‘40/60 -1 X1000 km =666,6 km
  • 57.
    PENGUKUR INTENSITAS KEKUATAN GEMPA: Skala Omari (I – VII)  Skala Mercalli (I – XII)  Skala Cancani ( I – XII)  Skala Richter (Berdasar Jarak episentrum dan amplitudo gelombang gempa)
  • 58.
  • 59.
    Peristiwa Eksogenetik meliputi: Pelapukan (Weathering) Pengikisan(Erosion) Pengangkutan (Mass Wasting) Pengendapan (Sedimentation)
  • 60.
    Agen-agen tenaga eksogen: SinarMatahari Angin Air Gelombang laut Gletser Makhluk hidup
  • 61.
    Pelapukan Merupakan proses penghancuran batuandari bongkahan besar menjadi bagian yang lebih kecil Penyebabnya: Cuaca/iklim, terkena unsur kimia, dan makhluk hidup
  • 62.
    Macam-macam Pelapukan Pelapukan Mekanik/ Disintegrasi Pelapukan Kimiawi / Dekomposisi Pelapukan Biologis / Organis
  • 63.
    Erosi Merupakan proses terlepasnyapartikel batuan dari induknya Tenaga yang bekerja: Air, Angin, Gelombang laut, Gletser
  • 64.
    Erosi oleh air Erosipercikan / Splash Erosion Erosi permukaan / Sheet erosion Erosi alur / riil erosion Erosi Parit / Gully erosion Erosi Tebing sungai / Stream Banks Erosion Erosi Air Terjun / Water fall erosion
  • 65.
    Erosi Oleh Gelombang =Abrasi Menghasilkan Sea Caves dan Cliff
  • 66.
  • 67.
  • 68.
    Erosi oleh angin =Deflasi = Korasi  Mushroom rock Di daerah Plateau menghasilkan Mesa dan Butte
  • 69.
  • 70.
  • 71.
    Mass wasting Slow Flowage/Creep RapidFlowage Land Slides Subsidence
  • 72.
    Creep Tidak Tampak mata Terdiridari: - Soil Creep / rayapan tanah - Talus Creep / rayapan talus - Rock Creep / rayapan batuan - rock-glacier Creep / rayapan batuan-gletser - Soilfluction / aliran massa batuan kenyang air
  • 73.
    Rapid Flowage Earth flow/ aliran tanah Mudflow / aliran lumpur Debris Avalanche / guguran puing
  • 74.
    Land slides /longsor lahan Slump / luncur Debris slide / longsor puing Debris fall / jatuh puing Rock slide / longsor batu Rock fall / jatuh batu
  • 75.
    Subsidence =Amblesan Pergerakan tanah secaravertikal tanpa permukaan bebas
  • 76.
    Sedimentasi Proses pengendapan batuanhasil kikisan Agen pembawanya: Angin, air, gletser, gelombang laut
  • 77.
  • 78.
    Sedimentasi berdasarkan tempat pengendapannya S.Fluvial : sungai S. Terestris : daratan S. Limnis : danau/rawa S. Marine : laut S. Glasial : daerah es
  • 79.
    Sedimentasi berdasar tenaga pengangkutnya S.Aquatis : air S. Aeolis / Aeris : angin S. Marine : air laut S. Glasial : gletser
  • 80.
    Lama periode waktuepirogenetik negatif Contoh daerah yang mengalami graben di Indonesia Dampak gerak epirogenetik