1
Disusun sebagai tugas struktur Ujian Tengah Semester (UTS) mata kuliah sosiologi
Dosen Pengampu:
Dr.Taufiq Ramdani S.TH.I.,M.Sos
Disusun Oleh:
Nama :Nuansa Putty Imani
NIM : L1A021105
Prodi/Kelas : Hubungan Internasional /1C
PROGRAM STUDI HUBUNGAN INTERNASIONAL
FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK
UNIVERSITAS MATARAM
2021
2
DAFTAR ISI
COVER ................................................................................................................................1
DAFTAR ISI .......................................................................................................................2
BAB I
PENDAHULUAN...............................................................................................................3
1.1 Latar Belakang ........................................................................................................3
1.2 Rumusan Masalah ....................................................................................................3
1.3 Tujuan Pembahasan .................................................................................................3
BAB II
PEMBAHASAN..................................................................................................................4
A. Pengertian Stratifikasi sosial.......................................................................................4
B. Konsep Stratifikasi sosial...........................................................................................5
C. Ruang lingkup Stratifikasi sosial...............................................................................6
D. Pengertian Perubahan sosial…………………………………………………………7
E. Konsep perubahan sosial……………………………………………………............8
F. Ruang lingkup perubahan sosial…………………………………………………….9
G. Contoh ruang lingkup perubahan sosial……………………………………………9
H. Pengertian Konflik sosial…………………………………………………………11
I. Konsep konflik sosial………………………………………………………………12
J. Ruang lingkup konflik sosial…………………………..…………………………..13
K. Contoh konflik sosial………………………………………………………………14
L. Pengertian mobilitas sosial…………………………………………………………17
M. Konsep mobilitas sosial…………………………………………………………….18
N. Ruang lingkup mobilitas sosial……………………………………………………19
O. Contoh Mobilitas .....................................................................................................21
P. Pengertian sosiologi………………………………………………………………..22
Q. Ruang lingkup sosiologi……………………………………………………………23
BAB III
PENUTUP ..........................................................................................................................24
I. Kesimpulan .............................................................................................................24
3
II. Daftar Pustaka ........................................................................................................25
BAB I
PENDAHULUAN
1.1.Latar Belakang
Stratifikasi sosial merupakan pengelompokkan atau penggolongan masyarakat secara
vertical berdasarkan keturunan,kekayaan dan ilmu pengetahuan yang dimiliki sesorang atau
kelompok.Perubahan Sosial adalah suatu proses berubahnya struktur dalam masyarakat
yang memengaruhi sistem sosialnya.
Konflik Sosial merupakan suatu peristiwa atau fenomena sosial yang tejadi pertentangan
atau pertikain antar individu dengan indvidu dengan kelompok,kelompok dengan
kelompok.
Mobilitas Sosial adalah Perpindahan status sekelompok orang atau individu ke status lain
baik secara horizontal atau vertikal .Terdapat mobilitas horizontal dan vetikal naik dan
turun. Sosiologi adalah suatu ilmu pengetahuan yang mempelajari tentang masyarakat
secara keseluruhan yakni hubungan antara imdividu dengan individu.individu dengan
kelompok,dan kelompok dengan kelompok.
1.2.Rumusan Masalah
a.Pengertian,konsep,serta contoh ruang lingkup strarifikasi sosial
b.Pengertian,konsep,ruang lingkup serta contoh perubahan sosial
c. Pengertian,konsep,ruang lingkup serta contoh konflik sosial
d. Pengertian,konsep,ruang lingkup serta contoh mobilitas vertikal dan horizontal
e. Pengertian,konsep,ruang lingkup kajian sosiologi
1.3.Tujuan Pembahasan
a. Mengetahui pengertian,konsep,serta contoh ruang lingkup strarifikasi sosial
b.Mengetahui pengertian, konsep,ruang lingkup serta contoh perubahan sosial
c. Mengetahui pengertian,konsep,ruang lingkup serta contoh konflik sosial
d. Mengetahui pengertian konsep,ruang lingkup serta contoh mobilitas vertikal dan
horizontal
e. Mengetahui pengertian konsep,ruang lingkup kajian sosiologi
4
BAB II
PEMBAHASAN
A.Pengertian Stratifikasi Sosial
Stratifikasi sosial merupakan pengelompokkan atau penggolongan masyarakat secara
vertical berdasarkan keturunan,kekayaan dan ilmu pengetahuan yang dimiliki sesorang atau
kelompok.
Adapun pengertian Strarifiasi Ssosial menurut para ahli:
 Menurut Robert M.Z.Lawang
Menurutnya staratifikasi sosial adalah penggolongan orang -orang yang termasuk dalam
sistem sosial tertentu di dalam lapisan-lapisan hierarkis menuurut dimensi
kekuasaan,privilege,serta prestise.
 Menurut Horton Dan Hunt
Menurutnya stratifikasi sosial berarti sistem pemisahan status didalam masyarakat.
 Menurut Soerjono Soekanto
Menurutnya startifikasi sosial adalah perbedaaan masyarakat kedalam kelas-kelas yang
bertingkat-tingkat
 Menurut Bruce J.Cohen
Menurutnya stratifikasi Sosial adalah sistem yang menempatkan seseorang sesuai
dengan kualitas dan kelas sosial yang sesuai.
 Menurut Astrid S.Susanto
Menurutnya stratifikasi sosial adalah hasil kebiasaan hubungan antar manusia secara
teratur dan tersusun sehingga setiap orang setiap saat menentukan hubungannya dengan
orang secara vertikal maupun horizontal di masyarakat.
 Menurut P.J.Bouman
Menurutnyaa stratifikasi sosial adalah golongan manusia yang ditandai dengan adanya
suatu kesadaran hidup dalam kesadaran akan beberapa hal istimewa tertentu dan sebab
hal itu menuntut gengsi kemasyarakatan
5
B.Konsep Stratifikasi Sosial
 Sifat Stratifikasi Sosial
Stratifikasi sosial memiliki sifat-sifatnya tersendiri.Sifat-sifat itu meliputi,Stratifikasi sosial
tertutup,stratifikasi sosial terbuka dan stratifikasi sosial campuran.Berikut penjelasannya.
1.Stratifikasi sosial tertutup
Stratifikasi sosial tertutup merupakan suatu sifat stratifikasi yang memiliki pembatasan
dengan mobilitas dari masyarakat untuk naik atau turun.
Seperti sistem kasta di masyarakat Bali.
2.Stratifikasi sosial terbuka
Stratifikasi terbuka merupakan suatu sifat stratifikasi yang bersifat terbuka atau dinamis
sehingga memungkinkan untuk berganti status.
Seperti di dunia bisnis pengusaha bisa menaikkan levelnya dengan cara mendapatkan
banyak pembeli,begitu juga sebaliknya.
3.Stratifikasi Campuran
Stratifikasi campuran merupakan penggabungan dari stratifikasi tertutup dan
terbuka.Stratifikasi ini memungkinkan terjadinya perpindahan kelas pada waktu yang
tertentu.
Seperti masyarakat hindu bali yang saat di bali,sistem tersebut sangat berpengaruh tetapi
saat berpindah tempat sistem itu tidak berpengaruh.
6
C.Ruang Lingkup Stratifikasi Sosial
Ruang lingkup stratifikasi memiliki lima indikator meliputi kekayaan,kekuasaan,
Kehormatan,ilmu pengetahuan dan keturunan.Berikut penjelasannya:
 Kekayaan
Max Weber mengatakan bahwa kekayaan menentukan kedudukan seseorang didalam
lapisan masyarakat.Kekayaan dalam hal ini yaitu besar rumah,jenis kendaraan yang
dimiliki dan pakaian yang digunakan,dan lainnya.
 Kekuasaan
Yang dimaksud dengan Kekuasaan yaitu kemampuan untuk mengatur pihak lain sesuai
dengan keinginan pemengang kuasa.Kekuasaan ini berasal dari kepemilikan atau
keturunan.Contoh kekuasaan yaitu Gubernur yang memiliki kekuasaan untuk mengatur
daerah pemerintahannya.
 Kehormatan
Kehormatan biasanya ditemui di masyarakat tradisional dan orang yang bersanggkutan
dianggap berjasa dan disegani di masyarakat.Seperti ketua adat,pemuka agama yang di
hormati atau di segani dalam masyarakat.
 Ilmu Pengetahuan
Seseorang yang berpendidikan tinggi akan berada dikelas sosial yang tinggi dibanding
orang yang berpendidikan . Walau begitu, terkadang hal ini memberikan dampak yang
negatif, seperti mementingkan mendapat gelar kesarjanaan dengan segala cara, bukan
mementingkan mutu ilmu pengetahuannya.
 Keturunan
Di masyarakat yang feodal, anggota keluarga raja atau kaum bangsawan menduduki
lapisan atas. Sementara, rakyat jelata ada di lapisan bawah.Seperti sistem kastayang
terjadi di masyarakat Bali.
7
D.Pengertian Perubahan Sosial
Perubahan Sosial adalah suatu proses berubahnya struktur dalam masyarakat yang
memengaruhi sistem sosialnya.
Perubahan Sosial menurut para ahli
 Hirscman
Perubahan sosial adalah fenomena sosial yang terjadi karena pengaruh komunikasi dan
cara pola pikir mayarakat
 Max Iver
Perubahan Sosial adalah situasi yang terjadi dimasyarakat yang diakibatkan karena
ketidaksamaan unsur-unsur sosial yang ada.
 Gilin
Perubahan Sosial adalah cara hidup yang dipengaruhi oleh kondisi kebudayaan
material,komdisi geogerafis ,komposisi penduduk,ideologi,dan dank arena yang
dipengaruhi oleh hasil penemmuan baru.
 Max Weber
Perubahan Sosial adalah situasi yang terjadi yang dimasyarakt yang diakibatkan karena
ketidaksamaan unsur-unsur sosial yang ada.
 W.Kornblum
Perubahan sosial budaya yakni perubahan suatu budaya masyarakat secara bertatap
dalam jangka waktu yang lama.
 Kingsley Davis
Perubahan sosial adalah perubahan yang terjadi dalam struktur dan fungsi masyarakat.
 Hawley
Perubahan Sosial adalah setiap perubahan yang tejadi tidak berulang dari sistem sosial
sebagai satu kesatuan
 Moore
Perubahan Sosial adalah perubahan yang penting dari struktur sosial yaitu pola-pola
perilaku dan interaksi sosial yang terjadi di masyarakat.
8
E.Konsep Perubahan Sosial
Konsep Perubahan Sosial terdiri dari internalisasi,sosialisasi,enkulturasi,inovasi,dan
penemuan baru.Berikut penjelasannya:
 Internalisasi
Internalisasi yaitu Proses panjang sejak seorang manusia hingga ia meninggal.Dalam
proses ini ,seorang individu mempelajari untuk menanamkan segala perasaan,hasrat
,nafsu dan emosi yang diperlukan selama hidup dalam keperibadiannya.
 Sosialisasi
Sosialisasi yaitu proses yang dilalui seseorang dari masa kanak-kanak hingga masa
tua.yang dimana proses tersebut bisa menempati posisi serta peranan penting didalam
masyarakat.
 Enkulturasi
Enkulturasi yaitu proses seseorang individu dalam mempelajari dan menyesuaikan
pikiran serta adat, istiadat,sistem norma,serta peraturan didalam kebudayannya.
Proses dimulai sejak kecil didalam lingkungan keluarga dan teman sepermain atau
disekolah.seseorang biasanya meniru perilaku seseorang dan dimasukkan ke dalam
keperibadiannya.Dengan sering meniru suatu tindakan dan norma maka menjadi sebuah
tindakan yang dibudayakan
 Difusi
Difusi adalah sebuah proses penyebaran unsur-unsur ke seluruh dunia.Proses
penyebaran ini bersamaan dengan penyebaran serta migrasi kelompok –kelompok
manusia.
 Akulturasi
Akulturasi adalah proses sosial yang timbul ketika seorang individu bertemu suatu
kebudayaan tertentu dengan unsur-unsur dari suatu kebudayaan yang asing dan
kemudian kebudayaan asing itu kemudian diterima serta diolah ke dalam kebudayaan
itu tersendiri tanpa menghilangkan nilai dari kebudayaan itu sendiri.
9
 Asimilasi
Asimilasi yaitu proses perpaduan dua kebudayaan dengan menghilangkan kebudayaan
aslinya dan menghasilkan kebudayaan yang baru.Proses ini dapat terjadi apabila ada
hal-hal seperti:
1. Adanya golongan-golongan manusia dengan kebudayaan berbeda
2. Saling berinteraksi secara langsung dan intesif dalam waktu yang lama
3. Kebudayaan golongan manusia dengan kebudayaan berbeda merubah sifat
kebudayaan menjadi khas,dan juga unsurnya berubah menjadi budaya
campuran
F.Ruang lingkup Perubahan Sosial
Batasan ruang lingkup perubahan sosial mencangkup unsur-unsur kebudayaan baik yang
bersifat materil maupu yang tidak bersifat materil dengan menekankan pengaruh yang
besar dari unsur-unsur kebudayaan yang materil terhadap unsur-unsur yang tiadak bersifat
materil (Wilham Ogburn dan Elly M.Setiadi(2011)).
G.Contoh Perubahan Sosial
 Perubahan Teknologi Kendaraan
Pada zaman dahulu manusia bepergian menggunakan kereta roda yang memanfaatkan
tenaga hewan seperti kuda ataupun sapi untuk menggerakkannya. Namun kini setelah
ditemukan mesin pada kendaraan bermotor, manusia dapat bepergian dengan nyaman
menggunakan mobil atau motor.
 Pakaian
Modernisasi dan globalisasi di masa sekarang sangat mempengaruhi cara berpakaian
masyarakat. Jika dizaman dahulu masyarakat Indonesia sering memakai pakaian
tradisional dan baju adat, saat ini kebiasaan seperti itu semakin sulit ditemukan. Banyak
orang kini memakai pakaian sesuai dengan trend yang sedang viral maupun sekadar ingin
mengenakan sesuai selera mereka. Sedangkan pakaian adat hanya dikenakan di momen
tertentu saja seperti dalam acara pernikahan. Contohnya adalah banyaknya pakaian dari
kain jeans, bahan kaos,dsan lainnya
10
 Bangunan Rumah
Rumah di zaman dahulu sangat sederhana yang terbuat dari anyaman bambu dan atap daun
kering. Modelnya pun dibuat sesuai dengan bangunan khas rumah adat dari masing-masing
daerah. Sekarang rumah-rumah dibangun dari bahan campuran semen dan pasir yang kokoh
dengan model beraneka macam. Rumah sekarang juga banyak dibangun lebih dari satu
lantai dengan sistem penerangan dan pembuangan yang baik.
 Alat Komunikasi
Di zaman dahulu manusia menggunakan surat dan telepon umum sebagai alat komunikasi
jarak jauh. Sekarang, setelah hadirnya smartphone banyak orang berkomunikasi dengan
lebih mudah dan cepat dengan sarana internet.
11
H.Pengertian Konflik Sosial
Konflik Sosial merupakan suatu peristiwa atau fenomena sosial yang tejadi pertentangan
atau pertikain antar individu dengan indvidu dengan kelompok,kelompok dengan
kelompok.
Konflik Sosial menurut para ahli
 Soerjono Soekanto
Konflik Sosial adalah sebuah proses sosial dimana individu atau kelompok berupaya
memperoleh tujuan yang menjadi kepentingan nya melalui cara menantang lawan disertai
ancaman ataupun kekerasan
 Lewis A.Coser
Konflik sosial adalah perjuangan untuk mengejar nilai apa yang diyakini dengan mengejar
status sosial dan kekuasaan kadan dengan cara mencederai lawan.
 Robert M.Z.Lawang
Konflik sosial adalah perjuangan atau perebutan sumber daya yang langka sepeti
kekuasaan,status dan nilai dengan tujuan memperoleh keuntungan dan membuat lawan
menjadi tunduk .
 Kartono Kartini
Konflik sosial adalah proses sosial yang memiliki sifat antogonistik dan seringkali tak
dapat di sesuaikan karena pihak-pihak yang sedang berkonflik memegang teguh nilai dan
tujuan masing-masing yang berbeda.
 De Moor
Konflik sosial terjadi ketika seseorang atau kelompok yang hidup di sebuah sistem sosial
Dibimbing oleh nilai dan tujuan yang tidak sesuai dengan dirinya.
 Gilin
Konflik merupakan bagian dari interaksi sosial yang membebentuk pola pertentangan
maupun perlawanan.
12
I.Konsep konflik sosial
 Penyebab konflik Sosial
1.Perbedaan antar perorangan
Perbedaan antar perorangan dapat berupa perbedaan perasaan,pendirian atau
pendapat,karena setiap manusia pastinya memiliki perbedaan antara individu dengan
individu lainnya.
2.Perbedaan Kebudayaaan
Setiap daerah memiliki kebudayaan yang berbeda-beda.Seperti perilaku atau tata
sikap.Konflik bisa terjadi karena kelainan tata sikap dan perilaku sosialnya.
3.Perbedaan Kepentingan
Adanya perbeadaan kepentingan dapat menjadi munculnya konflik sosial,karena
kepentingan itu sifatnya essensial bagi kelangsungan hidup itu sendiri.Ketika individu
mengalami kegagalan dalam memenuhi kepentingan maka meninmbulkan konflik untuk
dirinya maupun orang lain.
4.Perubahan yang terlalu cepat
Konflik sosial bisa berdampak dari revolusi atau perubahan sosial yang terlalu cepat
dimasyarakat.Konflik adalah salah satu penyebab perubahan sosial.
 Teori-teori Konflik
1.C.Gerrtz dengan teori primodialisme
2.Karl Marx dengan teori pertentangan kelas
3.James Scott dengan teori patron klien
13
J.Ruang Lingkup Konflik Sosial
 Ciri-ciri Konflik Sosial
Menurut Wijono ,Ciri-ciri Konflik adalah :
1. Setidaknya ada dua pihak secara individu maupun kelompok yang terlibat suatu
interaksi saling bertentangan sehingga timbul pertentangan untuk mencapai tujuan.
2. Munculnya interaksi ditandai dengan gejala perilaku yang direncanakan untuk
saling mengurangi, dan menekan pihak lain agar dapat memperoleh keuntungan.
3. Munculnya tindakan yang saling berhadap-hadapan sebagai akibat pertentangan
yang berlarut-larut sehingga menyebabkan ketidakseimbangan.
 Tahapan-Tahapan Perkembangan kearah terjadinya konflik sebagai berikut:
1. Konflik yang masih tersembunyi
2. Konflik yang mendahului
3. Konflik yang dapat diamati dan konflik yang dapat dirasakan
4. Konflik terlihat secara terwujud dalam perilaku (manifest behavior)
5. Penyelesaian atau tekanan konflik
6. Akibat penyelesaian konflik
 Jenis-jenis Konflik Sosial
Menurut Dahrendorf, konflik dibedakan menjadi 4 macam :
1. konflik antara dalam peran sosial (intrapribadi), misalnya antara peranan- peranan
dalam keluarga atau profesi (konflik peran (role))
2. konflik antara kelompok-kelompok sosial (antar keluarga, antar gank).
3. konflik kelompok terorganisir dan tidak terorganisir (polisi melawan massa).
4. konflik antar satuan nasional (kampanye, perang saudara).
14
K.Contoh Konflik Sosial
 Konflik sosial berdasarkan posisi pelaku
Berdasarkan posisi pelaku, konflik sosial bisa dibedakan jadi 2 macam.
Keduanya: konflik vertikal dan konflik horizontal.
Konflik horizontal adalah konflik antarpihak yang derajat atau kedudukannya sama. Contoh
konflik sosial ini adalah pertikaian dengan kekerasan antarsuku, atau tawuran antarwarga
beda kampung.
Sementara konflik vertikal adalah konflik yang melibatkan pihak yang kedudukannya tidak
sejajar. Contoh konflik vertikal adalah bentrok polisi dan masyarakat yang menolak
digusur.
 Konflik sosial berdasarkan sifat pelaku
Berdasarkan sifat pelaku, konflik sosial bisa dibedakan menjadi konflik terbuka dan
tertutup.
Kedua jenis ini berbeda dari segi penampakan konfliknya. Untuk yang pertama, yakni
konflik terbuka, adalah konflik sosial yang diketahui oleh semua orang. Jadi, konflik itu
tidak hanya diketahui oleh pihak yang terlibat, tapi juga khalayak umum yang tak terkait
dengannya.
Contoh konflik sosial terbuka ialah demonstrasi buruh, demonstrasi mahasiswa pada 1998,
demo aktivis dan mahasiswa menolak Omnibus Law, dan sejenisnya.
Sementara konflik tertutup merupakan konflik yang diketahui oleh beberapa pihak saja,
misalnya oleh pihak yang terkait saja.
Contohnya, pemberian gaji pada karyawan WNI dengan karyawan WNA di suatu
perusahaan tidak sama, padahal peran keduanya dalam bekerja setara.
Namun, konflik sosial ini belum muncul ke permukaan sehingga tidak diketahui oleh
siapapun di luar perusahaan.
 Konflik sosial berdasarkan waktu
Berdasarkan kategori waktu, konflik sosial dibedakan menjadi konflik sesaat (spontan) dan
konflik berkelanjutan.
Konflik sesaat dapat terjadi dalam waktu singkat atau sesaat saja karena adanya
kesalahpahaman antara pihak yang berkonflik.
15
Contohnya: bentrok antarwarga karena masalah salah paham. Sedangkan konflik
berkelanjutan terjadi dalam waktu yang lama dan sulit untuk diselesaikan. Hal ini bisa
dilihat contohnya pada konflik antarsuku yang berkepanjangan.
 Konflik sosial berdasarkan tujuan organisasi
Jika dilihat berdarkan tujuan organisasi, macam-macam konflik sosial bisa dipilah menjadi
konflik fungsional dan disfungsional.
Konflik fungsional merupakan konflik yang mendukung tercapainya tujuan organisasi dan
bersifat konstruktif.
Contohnya, persaingan antara organisasi pramuka dan OSIS di sebuah sekolah yang lantas
mendorong masing-masing kelompok berlomba dalam meraih prestasi.
Adapun konflik disfungsional adalah konflik yang menghambat tercapainya tujuan suatu
organisasi dan bersifat destruktif (merusak).
Contohnya adalah konflik perebutan posisi ketua satu organisasi yang berujung pada
perpecahan pengurus, bahkan mungkin sampai memicu bentrok kekerasan.
 Konflik sosial berdasarkan pengendaliannya
Apabila ditelisik berdasarkan pengendaliannya, konflik sosial dapat dikategorikan jenisnya
menjadi 4, yakni konflik terkendali, konflik tidak terkendali, konflik sistematis, dan konflik
nonsistematis.
Pertama, konflik terkendali terjadi saat pihak-pihak yang terlibat dapat mengendalikannya
dengan baik, sehingga perselisihan tidak menyebar dan membesar dengan cepat.
Contohnya, konflik antara karyawan dengan perusahaan mengenai nilai gaji. Kemudian
konflik itu ditengahi oleh Dinas Tenaga Kerja melalui proses mediasi, dan akhirnya terjadi
kesepakatan.
Kedua, konflik tidak terkendali merupakan konflik sosial yang menimbulkan akibat yang
tak dapat dikendalikan oleh pihak-pihak yang terkait, sehingga berujung pada aksi
kekerasan.
Contoh jenis ini adalah bentrok dengan kekerasan antara polisi dan massa demonstrasi.
Ketiga, konflik nonsistematis dapat terjadi walaupun tanpa perencanaan dan keinginan
menang yang kuat.
16
Pihak yang terlibat konflik tidak menganalisis bagaimana konflik bisa dikendalikan atau
memperoleh hasil yang memuaskan.
Contoh konflik nonsistematis adalah perkelahian antarkelompok pelajar yang tiba-tiba saja
terjadi, hanya karena kasus senggolan motor di jalan.
Keempat, konflik sistematis terjadi karena ada perencanaan yang disusun sebelumnya.
Tidak cuma agar tujuan tercapai, tapi juga dengan strategi tertentu supaya salah satu pihak
pemenang dapat menguasai pihak lain.
Untuk memenangkan konflik, pihak yang berkonflik merencanakan cara untuk dapat
menundukkan dan menguasai lawan.
Contoh konflik sistematis ini bisa terlihat pada pertikaian antarpartai politik, atau
antarkelompok organisasi kemasyarakatan (ormas).
17
l.Pengertian Mobilitas Sosial
Mobilitas Sosial adalah Perpindahan status sekelompok orang atau individu ke status lain
baik secara horizontal atau vertikal
Mobilitas Sosial menurut para ahli:
 Soerjono Soekanto
Mobilitas Sosial adalah suatu gerak didalam struktur sosial,yaitu pola-pola yang mengatur
organisasi kelompok sosial
 Horton dan Hunt
Mobilitas Sosial adalah perpindahan dari satu kelas ke kelas lainnya.
 William Kornblum
Mobilitas Sosial adalah Perpindahan individu ,keluarga serta kelompok sosial lainnya dari
satu lapisan sosial ke lapaisan lainnya
 Michael S.Basis
Mobilitas Sosial adalah perpindahan keatas ataupun ke bawah limgkungan ekonomi yang
mengubah status seseorang di dalam lingkungan masyarakat.
 H.Edward Ranssford
Mobilitas Sosial adalah perpindahan ke atas ataupun ke bawah didalam lingkungan sosial
secara hierarki.
 Kimball Young dan Raymon W Mack
Mobilitas Sosial adalah suatu mobilitas di dalam struktur sosial yaitu pola-pola yang
mengatur organisasi kelompok sosial
 Anthony Giddens
Mobilitas Sosial adalah gerakan dari individu per individu serta kelompok per kelompok
diantara kedudukan-kedukan sosial ekonomi yang berda-beda.
18
M.Konsep Mobilitas Sosial
Mobilitas sosial sebagai suatu proses yang berkesinambungan mempunyai sejumlah
karakteristik, di antaranya yaitu sebagai berikut :
 Mobilitas sosial bisa melibatkan seseorang atau sekelompok orang dalam
masyarakat. Gerakan suatu perpindahan bisa dilakukan secara individual, tapi tidak
jarang melibatkan banyak orang seperti yang terjadi pada perkembangan negara
berkembang menjadi negara maju sehingga ikut meningkatkan taraf kehidupan
banyak warganya.
 Mobilitas sosial menyebabkan kecemasan dan ketegangan. Pada masyarakat dimana
struktur sosialnya terbuka, individu selalu mengalami suatu kecemasan akan
kehilangan hak-hak yang dipunyai bila terjadi penurunan status, sehingga hampir
seluruh waktunya mungkin dihabiskan untuk berusaha mempertahankan kedudukan.
Sebaliknya, juga muncul ketegangan dalam mempelajari peran baru jika terjadi
kenaikan status.
 Mudah-tidaknya seseorang atau sekelompok orang melakukan suatu mobilitas
sosial tergantung pada struktur sosial masyarakatnya.
 Perubahan dalam mobilitas sosial ditandai oleh suatu perubahan struktur sosial yang
meliputi hubungan antar individu dalam kelompok dan antara individu dengan
kelompok. Dalam hal ini, sering terjadi keretakan sebuah hubungan antar anggota
kelompok primer, karena ada anggotanya yang berpindah ke status yang lebih tinggi
atau lebih rendah.
19
N.Ruang Lingkup Mobilitas Sosial
 Faktor yang memengaruhi mobilitas sosial
1.Perubahn Kondisi sosial
Struktur kelas dan kasta dapat berubah dikarenakan terjadinya perubahan didalam maupun
diluara masyarakat.
2.Ekspansi teritorial dan gerak penduduk
Ekspansi sosial dan perpindahan penduduk yang cepat adalah bukti terjadinya mobilitas
sosial.
3.Pembatasan komunikasi
Keadaan-keadaan yang komunikasi diantara anggota masyarakat yang berbeda akan
menghalangi pertukaran pengetahuan serta pengalaman mereka.Keadaan yang seperti
itulah yang membatasi adanya mobilitas sosial
4.Pembagian kerja
Adanya mobilitas relative dengan adanya tingkat pembagian kerja.Jika didalam masyarakat
terdapat spesialisasi kerja yang ketat,maka adanya tingkat mobilitas menjadi lemah.
Spesialisasi kerja yang ketat membutuhkan keterampilan yang tinggi.Hal tersebut akan
membuat seseorang untu sulit berpindah pekerjaan,dengan adanya perpindahan pekerjaan
membuat mobilitas menjadi lemah.
5.Tingkat kelahiran
Tingkat kelahiran memengaruhi mobilitas sosial.Karena tingkat kelahiran yang tinggi dari
kelas-kelas sosial rendah membatasi anggota keluarga meningkatkan kelas
sosialnya.Kesulitan mobilitas tersebut diakibatkan tingkat ekonomi yang dimiliki
 Faktor timbal balik
Selain adanya faktor yang memengaruhi terdapat juga faktor timbal balik mobilitas
sosial.Faktor-faktor tersebut adalah ukuran keluarga,pendidikan,jenis kelamin,nomor urut
didalam keluarga,perkawinan,penundaan kepuasan,ras dan suku,dan program pemerintah.
1.Ukuran Keluarga
Keluarga yang jumlah keluarganya kecil memiliki kesempatan yang lebih besar untuk
melakukan mobilitas vertikal naik dibandingkan dengan keluarga yang jumlah besar.
2.Pendidikan
20
Pendidikan pun ikut memengaruhi hubungan timbal balik di mobilitas sosial,khususnya
mobilitas vertikal,karena pendidikan yang formal dipandang sebagai cara utama dalam
mempunyai pekerjaan
3.jenis kelamin dan nomor urut didalam keluarga
Faktor jenis kelamin dan nomor urut didalam keluarga memengaruhi mobilitas vertikal di
keluarga karena masih ada perbedaan perlakuan antara anak perempuan dan laki-laki.selain
itu kesempatan untuk naik ke mobilitas vertikal naik lebih besar di anak pertama.
4.Perkawinan
Mobilitas vertikal naik dapat terjadi dengan adanya perkawinan.Misalnya seseorang yang
memiliki kelas sosial yang rendah menikah dengan seorang yang berkelas sosial tinggi
dengan begitu ia akan ikut naik kekelas sosial yang tinggi
5.Penundaan kepuasan
Penundaan kepuasaan berarti penangguhan hasil langsung untuk diambil dimasa depan
dengan hasil yang lebih besar
6.Ras dan suku
Alasan ras dan suku memengaruhi sebab ras dan suku berhubungan dengan kesempatan
seseorang mencapai mobilitas vertikal.
7.Program pemerintah
Pemerintah melalui programnya memberikan peluang bagi kelas bawah dan menengah
untuk masuk ke lapisan yang tinggi.Misalnya adanya program beasiswa pendidikan.
21
O.Contoh Mobilitas Sosial
 Mobilitas sosial horizontal adalah perpindahan status sosial dari satu posisi ke posisi
lain yang sifatnya sederajat. Mobilitas horizontal tidak menimbulkan perubahan
status seseorang dalam masyarakat.
 Mobilitas sosial horizontal biasanya disebabkan oleh perpindahan tempat tinggal
atau peralihan individu dari suatu kelompok sosial ke kelompok lainnya yang
sederajat.
Mobilitas sosial horizontal dapat terjadi secara intergenerasi dan intragenerasi. Mobilitas
sosial horizontal intragenerasi terjadi jika perubahan tersebut dialami oleh orang yang
sama.
Contohnya pemindahan wilayah dinas seorang PNS dengan jabatan yang sama serta
pergantian kerja dari sekretaris menjadi bendahara dengan gaji yang sama.
Mobilitas sosial vertikal adalah peralihan individu dari suatu kedudukan sosial ke
kedudukan sosial lain yang tidak sederajat sehingga menyebabkan terjadinya perubahan
status sosial.
Mobilitas ini terbagi menjadi mobilitas vertikal ke atas (social climbing) dan mobilitas
vertikal ke bawah (social sinking). Mobilitas ini juga dapat terjadi secara intergenerasi dan
intragenerasi.
Contoh mobilitas vertikal ke atas :
1.Seseorang yang awalnya pegawai biasa lalu dipromosikan menjadi manajer
2.Guru honorer menjadi PNS
3.Pedangang nasi goring keliling kini memiliki restoran tetap.
Contoh mobilitas vertikal kebawah:
1.Pengusaha yang gulung tikar
2.Seorang mahasiswa yang dikeluarkan dari kampus
3,Penurunan jabatan yang dialami seseorang yang awalnya manajer menjadi pegawai biasa
22
P.Pengertian Sosiologi
Sosiologi adalah suatu ilmu pengetahuan yang mempelajari tentang masyarakat secara
keseluruhan yakni hubungan antara imdividu dengan individu.individu dengan
kelompok,dan kelompok dengan kelompok.
Secara etimilogis ,istilah socio berasal dari bahasa latin yang berarti masyarakat atau kawan
dan logos yang berarti ilmu.
Sosiologi menurut para ahli
 Emle Durkheim
Sosiologi adalah imlu yang mempelajari fakta-fakta,seperti yang berisikan cara
bertindak,berpikir dan merasakan hal yang mengendalikan seseorang.
 Max Weber
Sosiologi adalah ilmu yang mempelajari hubungan serta pengaruh timbal balik antara
beraneka ragam gejala sosial.
 Peter L.Berger
Sosiologi bertujuan untuk memahami masyarakat sehingga daya rarik sosiologi terletak
dari kenyataan yang memungkinkan kita untuk memperoleh gambaran lain mengenai dunia
yang tempat kita tinggal seumur hidup
 Auguste Comte
Sosiologi merupakan ilmu yang bertujuan mengetahui masyarakat.serta,dengan
pengetahuan itu seoreng individu dapat meramalkan,menjelaskan, serta mengontrol
masyarakat.
 William F,Ogburn dan Mayer F.Nimkoff
Sosilogi adalah penelitian secara ilmiah terhadap interaksi sosial lalu hasilnya berupa
organisasi sosial
 Selo Soemardjan dan Soelaeman Soemardi
Sosiologi merupakan Ilmu kemasyarakatn yang mempelajari struktur sosial dan proses-
proses sosial yang termasuk perubahn sosial.
23
Q.Ruang lingkup kajian Sosiologi
 Kedudukan dan peran individu dalam keluarga,kelompok sosial dan masyarakat
 Nilai-nilai dan aturan –aturan sosial yang menjadidasar yang berpengaruh terhadap
sikap dan perilaku anggota masyarakat dalam melakukan hubungan sosial
 Perubahan sosial budaya yang terus menerus berlangsung yang disebabkan oleh
faktor-faktor inrernal maupun eksternal
 Masyarakat dan kebudayaan daerah sebagai submasyarakat serta kebudayaan
nasional Indonesia
 Masalah-masalah sosial budaya yang ditemui dalam kehidupan sehari-hari
24
BAB III
PENUTUP
I.Kesimpulan
Stratifikasi sosial merupakan pengelompokkan atau penggolongan masyarakat secara
vertical berdasarkan keturunan,kekayaan dan ilmu pengetahuan yang dimiliki sesorang atau
kelompok.Adapun sifat stratifkasi sosial seperti startifikasi terbuka,tertutup dan campuran.
Perubahan Sosial adalah suatu proses berubahnya struktur dalam masyarakat yang
memengaruhi sistem sosialnya.
Konsep Perubahan Sosial terdiri dari internalisasi,sosialisasi,enkulturasi,inovasi,dan
penemuan baru.
Konflik Sosial merupakan suatu peristiwa atau fenomena sosial yang tejadi pertentangan
atau pertikain antar individu dengan indvidu dengan kelompok,kelompok dengan
kelompok.
Mobilitas Sosial adalah Perpindahan status sekelompok orang atau individu ke status lain
baik secara horizontal atau vertikal .Terdapat mobilitas horizontal dan vetikal naik dan
turun.
Sosiologi adalah suatu ilmu pengetahuan yang mempelajari tentang masyarakat secara
keseluruhan yakni hubungan antara imdividu dengan individu.individu dengan
kelompok,dan kelompok dengan kelompok.
25
II.Daftar Pustaka
https://id.wikipedia.org/wiki/Stratifikasi_sosial
https://www.gurupendidikan.co.id/stratifikasi-sosial/
https://www.detik.com/edu/detikpedia/d-5636809/stratifikasi-sosial-pengertian-indikator-
dan-jenisnya
https://tirto.id/pengertian-perubahan-sosial-dan-teorinya-menurut-ahli-sosiologi-gabY
https://ipsterpadu.com/pengertian-sosiologi/
https://www.ruangguru.com/blog/pengertian-sosiologi-dan-objek-studinya
https://www.quipper.com/id/blog/mapel/sosiologi/pengertian-mobilitas-sosial/
https://www.gurupendidikan.co.id/mobilitas-sosial/
https://www.kumpulanpengertian.com/2016/02/pengertian-mobilitas-sosial-menurut.html
https://mediakasasi.com/ragam/901/macam-macam-konflik-sosial-dan-contohnya-di-
masyarakat.html
https://www.porosilmu.com/2015/01/konsep-perubahan-sosial.html
https://duniapendidikan.co.id/pengertian-konflik/
https://kumparan.com/berita-hari-ini/mobilitas-sosial-definisi-jenis-dan-contohnya-
1uhs4i1m5IH/full

makalah sosiologi

  • 1.
    1 Disusun sebagai tugasstruktur Ujian Tengah Semester (UTS) mata kuliah sosiologi Dosen Pengampu: Dr.Taufiq Ramdani S.TH.I.,M.Sos Disusun Oleh: Nama :Nuansa Putty Imani NIM : L1A021105 Prodi/Kelas : Hubungan Internasional /1C PROGRAM STUDI HUBUNGAN INTERNASIONAL FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK UNIVERSITAS MATARAM 2021
  • 2.
    2 DAFTAR ISI COVER ................................................................................................................................1 DAFTARISI .......................................................................................................................2 BAB I PENDAHULUAN...............................................................................................................3 1.1 Latar Belakang ........................................................................................................3 1.2 Rumusan Masalah ....................................................................................................3 1.3 Tujuan Pembahasan .................................................................................................3 BAB II PEMBAHASAN..................................................................................................................4 A. Pengertian Stratifikasi sosial.......................................................................................4 B. Konsep Stratifikasi sosial...........................................................................................5 C. Ruang lingkup Stratifikasi sosial...............................................................................6 D. Pengertian Perubahan sosial…………………………………………………………7 E. Konsep perubahan sosial……………………………………………………............8 F. Ruang lingkup perubahan sosial…………………………………………………….9 G. Contoh ruang lingkup perubahan sosial……………………………………………9 H. Pengertian Konflik sosial…………………………………………………………11 I. Konsep konflik sosial………………………………………………………………12 J. Ruang lingkup konflik sosial…………………………..…………………………..13 K. Contoh konflik sosial………………………………………………………………14 L. Pengertian mobilitas sosial…………………………………………………………17 M. Konsep mobilitas sosial…………………………………………………………….18 N. Ruang lingkup mobilitas sosial……………………………………………………19 O. Contoh Mobilitas .....................................................................................................21 P. Pengertian sosiologi………………………………………………………………..22 Q. Ruang lingkup sosiologi……………………………………………………………23 BAB III PENUTUP ..........................................................................................................................24 I. Kesimpulan .............................................................................................................24
  • 3.
    3 II. Daftar Pustaka........................................................................................................25 BAB I PENDAHULUAN 1.1.Latar Belakang Stratifikasi sosial merupakan pengelompokkan atau penggolongan masyarakat secara vertical berdasarkan keturunan,kekayaan dan ilmu pengetahuan yang dimiliki sesorang atau kelompok.Perubahan Sosial adalah suatu proses berubahnya struktur dalam masyarakat yang memengaruhi sistem sosialnya. Konflik Sosial merupakan suatu peristiwa atau fenomena sosial yang tejadi pertentangan atau pertikain antar individu dengan indvidu dengan kelompok,kelompok dengan kelompok. Mobilitas Sosial adalah Perpindahan status sekelompok orang atau individu ke status lain baik secara horizontal atau vertikal .Terdapat mobilitas horizontal dan vetikal naik dan turun. Sosiologi adalah suatu ilmu pengetahuan yang mempelajari tentang masyarakat secara keseluruhan yakni hubungan antara imdividu dengan individu.individu dengan kelompok,dan kelompok dengan kelompok. 1.2.Rumusan Masalah a.Pengertian,konsep,serta contoh ruang lingkup strarifikasi sosial b.Pengertian,konsep,ruang lingkup serta contoh perubahan sosial c. Pengertian,konsep,ruang lingkup serta contoh konflik sosial d. Pengertian,konsep,ruang lingkup serta contoh mobilitas vertikal dan horizontal e. Pengertian,konsep,ruang lingkup kajian sosiologi 1.3.Tujuan Pembahasan a. Mengetahui pengertian,konsep,serta contoh ruang lingkup strarifikasi sosial b.Mengetahui pengertian, konsep,ruang lingkup serta contoh perubahan sosial c. Mengetahui pengertian,konsep,ruang lingkup serta contoh konflik sosial d. Mengetahui pengertian konsep,ruang lingkup serta contoh mobilitas vertikal dan horizontal e. Mengetahui pengertian konsep,ruang lingkup kajian sosiologi
  • 4.
    4 BAB II PEMBAHASAN A.Pengertian StratifikasiSosial Stratifikasi sosial merupakan pengelompokkan atau penggolongan masyarakat secara vertical berdasarkan keturunan,kekayaan dan ilmu pengetahuan yang dimiliki sesorang atau kelompok. Adapun pengertian Strarifiasi Ssosial menurut para ahli:  Menurut Robert M.Z.Lawang Menurutnya staratifikasi sosial adalah penggolongan orang -orang yang termasuk dalam sistem sosial tertentu di dalam lapisan-lapisan hierarkis menuurut dimensi kekuasaan,privilege,serta prestise.  Menurut Horton Dan Hunt Menurutnya stratifikasi sosial berarti sistem pemisahan status didalam masyarakat.  Menurut Soerjono Soekanto Menurutnya startifikasi sosial adalah perbedaaan masyarakat kedalam kelas-kelas yang bertingkat-tingkat  Menurut Bruce J.Cohen Menurutnya stratifikasi Sosial adalah sistem yang menempatkan seseorang sesuai dengan kualitas dan kelas sosial yang sesuai.  Menurut Astrid S.Susanto Menurutnya stratifikasi sosial adalah hasil kebiasaan hubungan antar manusia secara teratur dan tersusun sehingga setiap orang setiap saat menentukan hubungannya dengan orang secara vertikal maupun horizontal di masyarakat.  Menurut P.J.Bouman Menurutnyaa stratifikasi sosial adalah golongan manusia yang ditandai dengan adanya suatu kesadaran hidup dalam kesadaran akan beberapa hal istimewa tertentu dan sebab hal itu menuntut gengsi kemasyarakatan
  • 5.
    5 B.Konsep Stratifikasi Sosial Sifat Stratifikasi Sosial Stratifikasi sosial memiliki sifat-sifatnya tersendiri.Sifat-sifat itu meliputi,Stratifikasi sosial tertutup,stratifikasi sosial terbuka dan stratifikasi sosial campuran.Berikut penjelasannya. 1.Stratifikasi sosial tertutup Stratifikasi sosial tertutup merupakan suatu sifat stratifikasi yang memiliki pembatasan dengan mobilitas dari masyarakat untuk naik atau turun. Seperti sistem kasta di masyarakat Bali. 2.Stratifikasi sosial terbuka Stratifikasi terbuka merupakan suatu sifat stratifikasi yang bersifat terbuka atau dinamis sehingga memungkinkan untuk berganti status. Seperti di dunia bisnis pengusaha bisa menaikkan levelnya dengan cara mendapatkan banyak pembeli,begitu juga sebaliknya. 3.Stratifikasi Campuran Stratifikasi campuran merupakan penggabungan dari stratifikasi tertutup dan terbuka.Stratifikasi ini memungkinkan terjadinya perpindahan kelas pada waktu yang tertentu. Seperti masyarakat hindu bali yang saat di bali,sistem tersebut sangat berpengaruh tetapi saat berpindah tempat sistem itu tidak berpengaruh.
  • 6.
    6 C.Ruang Lingkup StratifikasiSosial Ruang lingkup stratifikasi memiliki lima indikator meliputi kekayaan,kekuasaan, Kehormatan,ilmu pengetahuan dan keturunan.Berikut penjelasannya:  Kekayaan Max Weber mengatakan bahwa kekayaan menentukan kedudukan seseorang didalam lapisan masyarakat.Kekayaan dalam hal ini yaitu besar rumah,jenis kendaraan yang dimiliki dan pakaian yang digunakan,dan lainnya.  Kekuasaan Yang dimaksud dengan Kekuasaan yaitu kemampuan untuk mengatur pihak lain sesuai dengan keinginan pemengang kuasa.Kekuasaan ini berasal dari kepemilikan atau keturunan.Contoh kekuasaan yaitu Gubernur yang memiliki kekuasaan untuk mengatur daerah pemerintahannya.  Kehormatan Kehormatan biasanya ditemui di masyarakat tradisional dan orang yang bersanggkutan dianggap berjasa dan disegani di masyarakat.Seperti ketua adat,pemuka agama yang di hormati atau di segani dalam masyarakat.  Ilmu Pengetahuan Seseorang yang berpendidikan tinggi akan berada dikelas sosial yang tinggi dibanding orang yang berpendidikan . Walau begitu, terkadang hal ini memberikan dampak yang negatif, seperti mementingkan mendapat gelar kesarjanaan dengan segala cara, bukan mementingkan mutu ilmu pengetahuannya.  Keturunan Di masyarakat yang feodal, anggota keluarga raja atau kaum bangsawan menduduki lapisan atas. Sementara, rakyat jelata ada di lapisan bawah.Seperti sistem kastayang terjadi di masyarakat Bali.
  • 7.
    7 D.Pengertian Perubahan Sosial PerubahanSosial adalah suatu proses berubahnya struktur dalam masyarakat yang memengaruhi sistem sosialnya. Perubahan Sosial menurut para ahli  Hirscman Perubahan sosial adalah fenomena sosial yang terjadi karena pengaruh komunikasi dan cara pola pikir mayarakat  Max Iver Perubahan Sosial adalah situasi yang terjadi dimasyarakat yang diakibatkan karena ketidaksamaan unsur-unsur sosial yang ada.  Gilin Perubahan Sosial adalah cara hidup yang dipengaruhi oleh kondisi kebudayaan material,komdisi geogerafis ,komposisi penduduk,ideologi,dan dank arena yang dipengaruhi oleh hasil penemmuan baru.  Max Weber Perubahan Sosial adalah situasi yang terjadi yang dimasyarakt yang diakibatkan karena ketidaksamaan unsur-unsur sosial yang ada.  W.Kornblum Perubahan sosial budaya yakni perubahan suatu budaya masyarakat secara bertatap dalam jangka waktu yang lama.  Kingsley Davis Perubahan sosial adalah perubahan yang terjadi dalam struktur dan fungsi masyarakat.  Hawley Perubahan Sosial adalah setiap perubahan yang tejadi tidak berulang dari sistem sosial sebagai satu kesatuan  Moore Perubahan Sosial adalah perubahan yang penting dari struktur sosial yaitu pola-pola perilaku dan interaksi sosial yang terjadi di masyarakat.
  • 8.
    8 E.Konsep Perubahan Sosial KonsepPerubahan Sosial terdiri dari internalisasi,sosialisasi,enkulturasi,inovasi,dan penemuan baru.Berikut penjelasannya:  Internalisasi Internalisasi yaitu Proses panjang sejak seorang manusia hingga ia meninggal.Dalam proses ini ,seorang individu mempelajari untuk menanamkan segala perasaan,hasrat ,nafsu dan emosi yang diperlukan selama hidup dalam keperibadiannya.  Sosialisasi Sosialisasi yaitu proses yang dilalui seseorang dari masa kanak-kanak hingga masa tua.yang dimana proses tersebut bisa menempati posisi serta peranan penting didalam masyarakat.  Enkulturasi Enkulturasi yaitu proses seseorang individu dalam mempelajari dan menyesuaikan pikiran serta adat, istiadat,sistem norma,serta peraturan didalam kebudayannya. Proses dimulai sejak kecil didalam lingkungan keluarga dan teman sepermain atau disekolah.seseorang biasanya meniru perilaku seseorang dan dimasukkan ke dalam keperibadiannya.Dengan sering meniru suatu tindakan dan norma maka menjadi sebuah tindakan yang dibudayakan  Difusi Difusi adalah sebuah proses penyebaran unsur-unsur ke seluruh dunia.Proses penyebaran ini bersamaan dengan penyebaran serta migrasi kelompok –kelompok manusia.  Akulturasi Akulturasi adalah proses sosial yang timbul ketika seorang individu bertemu suatu kebudayaan tertentu dengan unsur-unsur dari suatu kebudayaan yang asing dan kemudian kebudayaan asing itu kemudian diterima serta diolah ke dalam kebudayaan itu tersendiri tanpa menghilangkan nilai dari kebudayaan itu sendiri.
  • 9.
    9  Asimilasi Asimilasi yaituproses perpaduan dua kebudayaan dengan menghilangkan kebudayaan aslinya dan menghasilkan kebudayaan yang baru.Proses ini dapat terjadi apabila ada hal-hal seperti: 1. Adanya golongan-golongan manusia dengan kebudayaan berbeda 2. Saling berinteraksi secara langsung dan intesif dalam waktu yang lama 3. Kebudayaan golongan manusia dengan kebudayaan berbeda merubah sifat kebudayaan menjadi khas,dan juga unsurnya berubah menjadi budaya campuran F.Ruang lingkup Perubahan Sosial Batasan ruang lingkup perubahan sosial mencangkup unsur-unsur kebudayaan baik yang bersifat materil maupu yang tidak bersifat materil dengan menekankan pengaruh yang besar dari unsur-unsur kebudayaan yang materil terhadap unsur-unsur yang tiadak bersifat materil (Wilham Ogburn dan Elly M.Setiadi(2011)). G.Contoh Perubahan Sosial  Perubahan Teknologi Kendaraan Pada zaman dahulu manusia bepergian menggunakan kereta roda yang memanfaatkan tenaga hewan seperti kuda ataupun sapi untuk menggerakkannya. Namun kini setelah ditemukan mesin pada kendaraan bermotor, manusia dapat bepergian dengan nyaman menggunakan mobil atau motor.  Pakaian Modernisasi dan globalisasi di masa sekarang sangat mempengaruhi cara berpakaian masyarakat. Jika dizaman dahulu masyarakat Indonesia sering memakai pakaian tradisional dan baju adat, saat ini kebiasaan seperti itu semakin sulit ditemukan. Banyak orang kini memakai pakaian sesuai dengan trend yang sedang viral maupun sekadar ingin mengenakan sesuai selera mereka. Sedangkan pakaian adat hanya dikenakan di momen tertentu saja seperti dalam acara pernikahan. Contohnya adalah banyaknya pakaian dari kain jeans, bahan kaos,dsan lainnya
  • 10.
    10  Bangunan Rumah Rumahdi zaman dahulu sangat sederhana yang terbuat dari anyaman bambu dan atap daun kering. Modelnya pun dibuat sesuai dengan bangunan khas rumah adat dari masing-masing daerah. Sekarang rumah-rumah dibangun dari bahan campuran semen dan pasir yang kokoh dengan model beraneka macam. Rumah sekarang juga banyak dibangun lebih dari satu lantai dengan sistem penerangan dan pembuangan yang baik.  Alat Komunikasi Di zaman dahulu manusia menggunakan surat dan telepon umum sebagai alat komunikasi jarak jauh. Sekarang, setelah hadirnya smartphone banyak orang berkomunikasi dengan lebih mudah dan cepat dengan sarana internet.
  • 11.
    11 H.Pengertian Konflik Sosial KonflikSosial merupakan suatu peristiwa atau fenomena sosial yang tejadi pertentangan atau pertikain antar individu dengan indvidu dengan kelompok,kelompok dengan kelompok. Konflik Sosial menurut para ahli  Soerjono Soekanto Konflik Sosial adalah sebuah proses sosial dimana individu atau kelompok berupaya memperoleh tujuan yang menjadi kepentingan nya melalui cara menantang lawan disertai ancaman ataupun kekerasan  Lewis A.Coser Konflik sosial adalah perjuangan untuk mengejar nilai apa yang diyakini dengan mengejar status sosial dan kekuasaan kadan dengan cara mencederai lawan.  Robert M.Z.Lawang Konflik sosial adalah perjuangan atau perebutan sumber daya yang langka sepeti kekuasaan,status dan nilai dengan tujuan memperoleh keuntungan dan membuat lawan menjadi tunduk .  Kartono Kartini Konflik sosial adalah proses sosial yang memiliki sifat antogonistik dan seringkali tak dapat di sesuaikan karena pihak-pihak yang sedang berkonflik memegang teguh nilai dan tujuan masing-masing yang berbeda.  De Moor Konflik sosial terjadi ketika seseorang atau kelompok yang hidup di sebuah sistem sosial Dibimbing oleh nilai dan tujuan yang tidak sesuai dengan dirinya.  Gilin Konflik merupakan bagian dari interaksi sosial yang membebentuk pola pertentangan maupun perlawanan.
  • 12.
    12 I.Konsep konflik sosial Penyebab konflik Sosial 1.Perbedaan antar perorangan Perbedaan antar perorangan dapat berupa perbedaan perasaan,pendirian atau pendapat,karena setiap manusia pastinya memiliki perbedaan antara individu dengan individu lainnya. 2.Perbedaan Kebudayaaan Setiap daerah memiliki kebudayaan yang berbeda-beda.Seperti perilaku atau tata sikap.Konflik bisa terjadi karena kelainan tata sikap dan perilaku sosialnya. 3.Perbedaan Kepentingan Adanya perbeadaan kepentingan dapat menjadi munculnya konflik sosial,karena kepentingan itu sifatnya essensial bagi kelangsungan hidup itu sendiri.Ketika individu mengalami kegagalan dalam memenuhi kepentingan maka meninmbulkan konflik untuk dirinya maupun orang lain. 4.Perubahan yang terlalu cepat Konflik sosial bisa berdampak dari revolusi atau perubahan sosial yang terlalu cepat dimasyarakat.Konflik adalah salah satu penyebab perubahan sosial.  Teori-teori Konflik 1.C.Gerrtz dengan teori primodialisme 2.Karl Marx dengan teori pertentangan kelas 3.James Scott dengan teori patron klien
  • 13.
    13 J.Ruang Lingkup KonflikSosial  Ciri-ciri Konflik Sosial Menurut Wijono ,Ciri-ciri Konflik adalah : 1. Setidaknya ada dua pihak secara individu maupun kelompok yang terlibat suatu interaksi saling bertentangan sehingga timbul pertentangan untuk mencapai tujuan. 2. Munculnya interaksi ditandai dengan gejala perilaku yang direncanakan untuk saling mengurangi, dan menekan pihak lain agar dapat memperoleh keuntungan. 3. Munculnya tindakan yang saling berhadap-hadapan sebagai akibat pertentangan yang berlarut-larut sehingga menyebabkan ketidakseimbangan.  Tahapan-Tahapan Perkembangan kearah terjadinya konflik sebagai berikut: 1. Konflik yang masih tersembunyi 2. Konflik yang mendahului 3. Konflik yang dapat diamati dan konflik yang dapat dirasakan 4. Konflik terlihat secara terwujud dalam perilaku (manifest behavior) 5. Penyelesaian atau tekanan konflik 6. Akibat penyelesaian konflik  Jenis-jenis Konflik Sosial Menurut Dahrendorf, konflik dibedakan menjadi 4 macam : 1. konflik antara dalam peran sosial (intrapribadi), misalnya antara peranan- peranan dalam keluarga atau profesi (konflik peran (role)) 2. konflik antara kelompok-kelompok sosial (antar keluarga, antar gank). 3. konflik kelompok terorganisir dan tidak terorganisir (polisi melawan massa). 4. konflik antar satuan nasional (kampanye, perang saudara).
  • 14.
    14 K.Contoh Konflik Sosial Konflik sosial berdasarkan posisi pelaku Berdasarkan posisi pelaku, konflik sosial bisa dibedakan jadi 2 macam. Keduanya: konflik vertikal dan konflik horizontal. Konflik horizontal adalah konflik antarpihak yang derajat atau kedudukannya sama. Contoh konflik sosial ini adalah pertikaian dengan kekerasan antarsuku, atau tawuran antarwarga beda kampung. Sementara konflik vertikal adalah konflik yang melibatkan pihak yang kedudukannya tidak sejajar. Contoh konflik vertikal adalah bentrok polisi dan masyarakat yang menolak digusur.  Konflik sosial berdasarkan sifat pelaku Berdasarkan sifat pelaku, konflik sosial bisa dibedakan menjadi konflik terbuka dan tertutup. Kedua jenis ini berbeda dari segi penampakan konfliknya. Untuk yang pertama, yakni konflik terbuka, adalah konflik sosial yang diketahui oleh semua orang. Jadi, konflik itu tidak hanya diketahui oleh pihak yang terlibat, tapi juga khalayak umum yang tak terkait dengannya. Contoh konflik sosial terbuka ialah demonstrasi buruh, demonstrasi mahasiswa pada 1998, demo aktivis dan mahasiswa menolak Omnibus Law, dan sejenisnya. Sementara konflik tertutup merupakan konflik yang diketahui oleh beberapa pihak saja, misalnya oleh pihak yang terkait saja. Contohnya, pemberian gaji pada karyawan WNI dengan karyawan WNA di suatu perusahaan tidak sama, padahal peran keduanya dalam bekerja setara. Namun, konflik sosial ini belum muncul ke permukaan sehingga tidak diketahui oleh siapapun di luar perusahaan.  Konflik sosial berdasarkan waktu Berdasarkan kategori waktu, konflik sosial dibedakan menjadi konflik sesaat (spontan) dan konflik berkelanjutan. Konflik sesaat dapat terjadi dalam waktu singkat atau sesaat saja karena adanya kesalahpahaman antara pihak yang berkonflik.
  • 15.
    15 Contohnya: bentrok antarwargakarena masalah salah paham. Sedangkan konflik berkelanjutan terjadi dalam waktu yang lama dan sulit untuk diselesaikan. Hal ini bisa dilihat contohnya pada konflik antarsuku yang berkepanjangan.  Konflik sosial berdasarkan tujuan organisasi Jika dilihat berdarkan tujuan organisasi, macam-macam konflik sosial bisa dipilah menjadi konflik fungsional dan disfungsional. Konflik fungsional merupakan konflik yang mendukung tercapainya tujuan organisasi dan bersifat konstruktif. Contohnya, persaingan antara organisasi pramuka dan OSIS di sebuah sekolah yang lantas mendorong masing-masing kelompok berlomba dalam meraih prestasi. Adapun konflik disfungsional adalah konflik yang menghambat tercapainya tujuan suatu organisasi dan bersifat destruktif (merusak). Contohnya adalah konflik perebutan posisi ketua satu organisasi yang berujung pada perpecahan pengurus, bahkan mungkin sampai memicu bentrok kekerasan.  Konflik sosial berdasarkan pengendaliannya Apabila ditelisik berdasarkan pengendaliannya, konflik sosial dapat dikategorikan jenisnya menjadi 4, yakni konflik terkendali, konflik tidak terkendali, konflik sistematis, dan konflik nonsistematis. Pertama, konflik terkendali terjadi saat pihak-pihak yang terlibat dapat mengendalikannya dengan baik, sehingga perselisihan tidak menyebar dan membesar dengan cepat. Contohnya, konflik antara karyawan dengan perusahaan mengenai nilai gaji. Kemudian konflik itu ditengahi oleh Dinas Tenaga Kerja melalui proses mediasi, dan akhirnya terjadi kesepakatan. Kedua, konflik tidak terkendali merupakan konflik sosial yang menimbulkan akibat yang tak dapat dikendalikan oleh pihak-pihak yang terkait, sehingga berujung pada aksi kekerasan. Contoh jenis ini adalah bentrok dengan kekerasan antara polisi dan massa demonstrasi. Ketiga, konflik nonsistematis dapat terjadi walaupun tanpa perencanaan dan keinginan menang yang kuat.
  • 16.
    16 Pihak yang terlibatkonflik tidak menganalisis bagaimana konflik bisa dikendalikan atau memperoleh hasil yang memuaskan. Contoh konflik nonsistematis adalah perkelahian antarkelompok pelajar yang tiba-tiba saja terjadi, hanya karena kasus senggolan motor di jalan. Keempat, konflik sistematis terjadi karena ada perencanaan yang disusun sebelumnya. Tidak cuma agar tujuan tercapai, tapi juga dengan strategi tertentu supaya salah satu pihak pemenang dapat menguasai pihak lain. Untuk memenangkan konflik, pihak yang berkonflik merencanakan cara untuk dapat menundukkan dan menguasai lawan. Contoh konflik sistematis ini bisa terlihat pada pertikaian antarpartai politik, atau antarkelompok organisasi kemasyarakatan (ormas).
  • 17.
    17 l.Pengertian Mobilitas Sosial MobilitasSosial adalah Perpindahan status sekelompok orang atau individu ke status lain baik secara horizontal atau vertikal Mobilitas Sosial menurut para ahli:  Soerjono Soekanto Mobilitas Sosial adalah suatu gerak didalam struktur sosial,yaitu pola-pola yang mengatur organisasi kelompok sosial  Horton dan Hunt Mobilitas Sosial adalah perpindahan dari satu kelas ke kelas lainnya.  William Kornblum Mobilitas Sosial adalah Perpindahan individu ,keluarga serta kelompok sosial lainnya dari satu lapisan sosial ke lapaisan lainnya  Michael S.Basis Mobilitas Sosial adalah perpindahan keatas ataupun ke bawah limgkungan ekonomi yang mengubah status seseorang di dalam lingkungan masyarakat.  H.Edward Ranssford Mobilitas Sosial adalah perpindahan ke atas ataupun ke bawah didalam lingkungan sosial secara hierarki.  Kimball Young dan Raymon W Mack Mobilitas Sosial adalah suatu mobilitas di dalam struktur sosial yaitu pola-pola yang mengatur organisasi kelompok sosial  Anthony Giddens Mobilitas Sosial adalah gerakan dari individu per individu serta kelompok per kelompok diantara kedudukan-kedukan sosial ekonomi yang berda-beda.
  • 18.
    18 M.Konsep Mobilitas Sosial Mobilitassosial sebagai suatu proses yang berkesinambungan mempunyai sejumlah karakteristik, di antaranya yaitu sebagai berikut :  Mobilitas sosial bisa melibatkan seseorang atau sekelompok orang dalam masyarakat. Gerakan suatu perpindahan bisa dilakukan secara individual, tapi tidak jarang melibatkan banyak orang seperti yang terjadi pada perkembangan negara berkembang menjadi negara maju sehingga ikut meningkatkan taraf kehidupan banyak warganya.  Mobilitas sosial menyebabkan kecemasan dan ketegangan. Pada masyarakat dimana struktur sosialnya terbuka, individu selalu mengalami suatu kecemasan akan kehilangan hak-hak yang dipunyai bila terjadi penurunan status, sehingga hampir seluruh waktunya mungkin dihabiskan untuk berusaha mempertahankan kedudukan. Sebaliknya, juga muncul ketegangan dalam mempelajari peran baru jika terjadi kenaikan status.  Mudah-tidaknya seseorang atau sekelompok orang melakukan suatu mobilitas sosial tergantung pada struktur sosial masyarakatnya.  Perubahan dalam mobilitas sosial ditandai oleh suatu perubahan struktur sosial yang meliputi hubungan antar individu dalam kelompok dan antara individu dengan kelompok. Dalam hal ini, sering terjadi keretakan sebuah hubungan antar anggota kelompok primer, karena ada anggotanya yang berpindah ke status yang lebih tinggi atau lebih rendah.
  • 19.
    19 N.Ruang Lingkup MobilitasSosial  Faktor yang memengaruhi mobilitas sosial 1.Perubahn Kondisi sosial Struktur kelas dan kasta dapat berubah dikarenakan terjadinya perubahan didalam maupun diluara masyarakat. 2.Ekspansi teritorial dan gerak penduduk Ekspansi sosial dan perpindahan penduduk yang cepat adalah bukti terjadinya mobilitas sosial. 3.Pembatasan komunikasi Keadaan-keadaan yang komunikasi diantara anggota masyarakat yang berbeda akan menghalangi pertukaran pengetahuan serta pengalaman mereka.Keadaan yang seperti itulah yang membatasi adanya mobilitas sosial 4.Pembagian kerja Adanya mobilitas relative dengan adanya tingkat pembagian kerja.Jika didalam masyarakat terdapat spesialisasi kerja yang ketat,maka adanya tingkat mobilitas menjadi lemah. Spesialisasi kerja yang ketat membutuhkan keterampilan yang tinggi.Hal tersebut akan membuat seseorang untu sulit berpindah pekerjaan,dengan adanya perpindahan pekerjaan membuat mobilitas menjadi lemah. 5.Tingkat kelahiran Tingkat kelahiran memengaruhi mobilitas sosial.Karena tingkat kelahiran yang tinggi dari kelas-kelas sosial rendah membatasi anggota keluarga meningkatkan kelas sosialnya.Kesulitan mobilitas tersebut diakibatkan tingkat ekonomi yang dimiliki  Faktor timbal balik Selain adanya faktor yang memengaruhi terdapat juga faktor timbal balik mobilitas sosial.Faktor-faktor tersebut adalah ukuran keluarga,pendidikan,jenis kelamin,nomor urut didalam keluarga,perkawinan,penundaan kepuasan,ras dan suku,dan program pemerintah. 1.Ukuran Keluarga Keluarga yang jumlah keluarganya kecil memiliki kesempatan yang lebih besar untuk melakukan mobilitas vertikal naik dibandingkan dengan keluarga yang jumlah besar. 2.Pendidikan
  • 20.
    20 Pendidikan pun ikutmemengaruhi hubungan timbal balik di mobilitas sosial,khususnya mobilitas vertikal,karena pendidikan yang formal dipandang sebagai cara utama dalam mempunyai pekerjaan 3.jenis kelamin dan nomor urut didalam keluarga Faktor jenis kelamin dan nomor urut didalam keluarga memengaruhi mobilitas vertikal di keluarga karena masih ada perbedaan perlakuan antara anak perempuan dan laki-laki.selain itu kesempatan untuk naik ke mobilitas vertikal naik lebih besar di anak pertama. 4.Perkawinan Mobilitas vertikal naik dapat terjadi dengan adanya perkawinan.Misalnya seseorang yang memiliki kelas sosial yang rendah menikah dengan seorang yang berkelas sosial tinggi dengan begitu ia akan ikut naik kekelas sosial yang tinggi 5.Penundaan kepuasan Penundaan kepuasaan berarti penangguhan hasil langsung untuk diambil dimasa depan dengan hasil yang lebih besar 6.Ras dan suku Alasan ras dan suku memengaruhi sebab ras dan suku berhubungan dengan kesempatan seseorang mencapai mobilitas vertikal. 7.Program pemerintah Pemerintah melalui programnya memberikan peluang bagi kelas bawah dan menengah untuk masuk ke lapisan yang tinggi.Misalnya adanya program beasiswa pendidikan.
  • 21.
    21 O.Contoh Mobilitas Sosial Mobilitas sosial horizontal adalah perpindahan status sosial dari satu posisi ke posisi lain yang sifatnya sederajat. Mobilitas horizontal tidak menimbulkan perubahan status seseorang dalam masyarakat.  Mobilitas sosial horizontal biasanya disebabkan oleh perpindahan tempat tinggal atau peralihan individu dari suatu kelompok sosial ke kelompok lainnya yang sederajat. Mobilitas sosial horizontal dapat terjadi secara intergenerasi dan intragenerasi. Mobilitas sosial horizontal intragenerasi terjadi jika perubahan tersebut dialami oleh orang yang sama. Contohnya pemindahan wilayah dinas seorang PNS dengan jabatan yang sama serta pergantian kerja dari sekretaris menjadi bendahara dengan gaji yang sama. Mobilitas sosial vertikal adalah peralihan individu dari suatu kedudukan sosial ke kedudukan sosial lain yang tidak sederajat sehingga menyebabkan terjadinya perubahan status sosial. Mobilitas ini terbagi menjadi mobilitas vertikal ke atas (social climbing) dan mobilitas vertikal ke bawah (social sinking). Mobilitas ini juga dapat terjadi secara intergenerasi dan intragenerasi. Contoh mobilitas vertikal ke atas : 1.Seseorang yang awalnya pegawai biasa lalu dipromosikan menjadi manajer 2.Guru honorer menjadi PNS 3.Pedangang nasi goring keliling kini memiliki restoran tetap. Contoh mobilitas vertikal kebawah: 1.Pengusaha yang gulung tikar 2.Seorang mahasiswa yang dikeluarkan dari kampus 3,Penurunan jabatan yang dialami seseorang yang awalnya manajer menjadi pegawai biasa
  • 22.
    22 P.Pengertian Sosiologi Sosiologi adalahsuatu ilmu pengetahuan yang mempelajari tentang masyarakat secara keseluruhan yakni hubungan antara imdividu dengan individu.individu dengan kelompok,dan kelompok dengan kelompok. Secara etimilogis ,istilah socio berasal dari bahasa latin yang berarti masyarakat atau kawan dan logos yang berarti ilmu. Sosiologi menurut para ahli  Emle Durkheim Sosiologi adalah imlu yang mempelajari fakta-fakta,seperti yang berisikan cara bertindak,berpikir dan merasakan hal yang mengendalikan seseorang.  Max Weber Sosiologi adalah ilmu yang mempelajari hubungan serta pengaruh timbal balik antara beraneka ragam gejala sosial.  Peter L.Berger Sosiologi bertujuan untuk memahami masyarakat sehingga daya rarik sosiologi terletak dari kenyataan yang memungkinkan kita untuk memperoleh gambaran lain mengenai dunia yang tempat kita tinggal seumur hidup  Auguste Comte Sosiologi merupakan ilmu yang bertujuan mengetahui masyarakat.serta,dengan pengetahuan itu seoreng individu dapat meramalkan,menjelaskan, serta mengontrol masyarakat.  William F,Ogburn dan Mayer F.Nimkoff Sosilogi adalah penelitian secara ilmiah terhadap interaksi sosial lalu hasilnya berupa organisasi sosial  Selo Soemardjan dan Soelaeman Soemardi Sosiologi merupakan Ilmu kemasyarakatn yang mempelajari struktur sosial dan proses- proses sosial yang termasuk perubahn sosial.
  • 23.
    23 Q.Ruang lingkup kajianSosiologi  Kedudukan dan peran individu dalam keluarga,kelompok sosial dan masyarakat  Nilai-nilai dan aturan –aturan sosial yang menjadidasar yang berpengaruh terhadap sikap dan perilaku anggota masyarakat dalam melakukan hubungan sosial  Perubahan sosial budaya yang terus menerus berlangsung yang disebabkan oleh faktor-faktor inrernal maupun eksternal  Masyarakat dan kebudayaan daerah sebagai submasyarakat serta kebudayaan nasional Indonesia  Masalah-masalah sosial budaya yang ditemui dalam kehidupan sehari-hari
  • 24.
    24 BAB III PENUTUP I.Kesimpulan Stratifikasi sosialmerupakan pengelompokkan atau penggolongan masyarakat secara vertical berdasarkan keturunan,kekayaan dan ilmu pengetahuan yang dimiliki sesorang atau kelompok.Adapun sifat stratifkasi sosial seperti startifikasi terbuka,tertutup dan campuran. Perubahan Sosial adalah suatu proses berubahnya struktur dalam masyarakat yang memengaruhi sistem sosialnya. Konsep Perubahan Sosial terdiri dari internalisasi,sosialisasi,enkulturasi,inovasi,dan penemuan baru. Konflik Sosial merupakan suatu peristiwa atau fenomena sosial yang tejadi pertentangan atau pertikain antar individu dengan indvidu dengan kelompok,kelompok dengan kelompok. Mobilitas Sosial adalah Perpindahan status sekelompok orang atau individu ke status lain baik secara horizontal atau vertikal .Terdapat mobilitas horizontal dan vetikal naik dan turun. Sosiologi adalah suatu ilmu pengetahuan yang mempelajari tentang masyarakat secara keseluruhan yakni hubungan antara imdividu dengan individu.individu dengan kelompok,dan kelompok dengan kelompok.
  • 25.
    25 II.Daftar Pustaka https://id.wikipedia.org/wiki/Stratifikasi_sosial https://www.gurupendidikan.co.id/stratifikasi-sosial/ https://www.detik.com/edu/detikpedia/d-5636809/stratifikasi-sosial-pengertian-indikator- dan-jenisnya https://tirto.id/pengertian-perubahan-sosial-dan-teorinya-menurut-ahli-sosiologi-gabY https://ipsterpadu.com/pengertian-sosiologi/ https://www.ruangguru.com/blog/pengertian-sosiologi-dan-objek-studinya https://www.quipper.com/id/blog/mapel/sosiologi/pengertian-mobilitas-sosial/ https://www.gurupendidikan.co.id/mobilitas-sosial/ https://www.kumpulanpengertian.com/2016/02/pengertian-mobilitas-sosial-menurut.html https://mediakasasi.com/ragam/901/macam-macam-konflik-sosial-dan-contohnya-di- masyarakat.html https://www.porosilmu.com/2015/01/konsep-perubahan-sosial.html https://duniapendidikan.co.id/pengertian-konflik/ https://kumparan.com/berita-hari-ini/mobilitas-sosial-definisi-jenis-dan-contohnya- 1uhs4i1m5IH/full