Kelompok 1
Athaya Zaizafia
Ayu Putri Noviyanti
Fakhriyah Elita
Pertumbuhan dan perkembangan
anak yang normal:
– definisi (termasuk kecukupan gizi)
– bagaimana cara mencapai pertumbuhan dan
perkembangan anak normal (termasuk peran gizi
seimbang dan zat gizi)
Tumbuh Kembang Anak yang Normal
• Menurut ilmu kesehatan anak, tumbuh kembang ialah semua
aspek kemajuan yang dicapai manusia sejak konsepsi hingga
dewasa.
• Istilah ini merupakan dua peristiwa yang berbeda tetapi saling
berhubungan.
• Pertumbuhan berkaitan dengan aspek fisik dengan masalah
perubahan ukuran, besar, jumlah atau dimensi pada tingkat sel,
organ maupun individu.
• Perkembangan adalah pertambahan kemampuan struktur dan
fungsi tubuh yang lebih kompleks.
• Perkembangan menyangkut adanya proses diferensiasi sel-sel,
jaringan, organ, dan sistem organ yang berkembang
sedemikian rupa sehingga dapat memenuhi fungsinya.
Kebutuhan nutrisi Anak
Beberapa hal yang perlu di perhatikan dalam
memenuhi kebutuhan gizi Anak
1. Pada masa pertumbuhan cepat berikan zat gizi yang lebih
banyak, seperti energi, protein, dan zat gizi lain, namun masih
tetap seimbang.
2. Berikan makanan padat/kasar dalam porsi kecil namun sering
agar terpenuhi kebutuhan energi
3. Hindarkan makanan jajanan yang berlebihan.
4. Kenalkan dengan berbagai macam makanan sejak dini
5. Sediakan makan pagi dan bekal.
6. Pilih makanan yang terjamin kebersihannya, aman dan bergizi
7. Hindarkan dari kegemaran yang berlebihan terhadap satu
jenis makanan
8. Jika anak tidak mau makan ibu harus bersabar, jangan buru-
buru diberi susu atau makanan kegemaran.
• Salah satu upaya yang paling mendasar untuk menjamin
pencapaian kualitas tumbuh kembang anak secara optimal
adalah memberikan makanan terbaik bagi anak sejak lahir
hingga usia dua tahun
• Pertumbuhan anak yang baik ditandai dengan adanya
perubahan ukuran dan bentuk tubuh atau anggota tubuh,
seperti bertambahnya berat badan, tinggi badan, dan lingkar
kepala.
• Sedangkan proses perkembangan biasanya ditandai dengan
adanya perkembangan mental, emosional, psikososial,
psikoseksual, nilai moral dan spiritual.
• Baik pertumbuhan maupun perkembangan keduanya perlu
mendapatkan perhatian yang cukup, baik dari keluarga,
masyarakat maupun pemerintah
Mencapai pertumbuhan dan perkembangan normal pada Anak
Beberapa informasi penting diketahui dan dilakukan
orang tua dalam mendukung tumbuh kembang optimal
bagi anaknya adalah
1. Memenuhi kebutuhan anak akan makanan yang memenuhi
standar emas Pemberian Makanan Bayi dan Anak (PMBA)
yaitu; Melakukan Inisiasi Menyusu Dini (IMD), Memberikan
ASI Eksklusif; Memberikan Makanan Pendamping ASI (MP-
ASI) mulai usia 6 bulan dan Melanjutkan menyusui sampai
dua tahun atau lebih
2. Menjaga kesehatan anak
3. Berinteraksi dengan anak dengan penuh kasih sayang lewat
berbagai kegiatan yang sesuai anak, orang tua dapat
memberikan belaian, senyuman, dekapan, penghargaan dan
bermain, mendongeng, menyanyi serta memberikan contoh-
contoh tingkah laku sehari-hari yang baik dan benar kepada
anak.
Kebutuhan dasar anak harus dipenuhi,
yaitu: Asuh, Asih, Asah
• Asuh, kebutuhan fisik-biomedis meliputi antara
lain pemberian ASI, gizi yang sesuai, kelengkapan
imunisasi, pengobatan bila anak sakit,
pemukiman yang layak, kebersihan individu dan
lingkungan, rekreasi dan bermain.
• Asih, kebutuhan emosi dan kasih sayang.
• Asah, kebutuhan akan stimulasi mental yang
merupakan cikal bakal untuk proses belajar anak.
Pedoman Pelaksanaan Stimulasi, Deteksi dan Intervensi Dini Tumbuh Kembang Anak Di Tingkat Pelayanan Kesehatan Dasar, Kemenkes RI, 2014
Mencapai pertumbuhan dan perkembangan normal pada bayi
Pemberian ASI
“Breastfeeding—the main source of active
and passive immunity in the vulnerable
early months and years of life—is
considered to be the most effective
preventive means of reducing the death
rate of children under five.”
Lubbock, M. H., Clark, D., and Goldman, A. S. Breastfeeding:maintaining an irreplaceable immunological resource. Nature Reviews Immunology.
2004; 4(Jul):565–572.
Mencapai pertumbuhan dan perkembangan normal pada bayi
Pemberian ASI
• ASI mengandung nutrisi yang optimal dibutuhkan oleh bayi
• Keseimbangan nutrisi dalam ASI sesuai dengan kebutuhan tumbuh
kembang bayi
• ASI adalah cairan isosmotic, yaitu serupa dengan konsentrasi ion.
Sehingga ASI bisa menggantikan bentuk cairan dalam makanan ataupun
air
• Kadar protein yang relatif rendah pada ASI dapat melindungi bayi dari
kelebihan nitrogen pada ginjal bayi yang belum sempurna
• Protein dalam ASI yang berbentuk whey mudah di cerna oleh usus bayi
• ASI mengandung lemak yang banyak dalam bentuk asam lemak
esensial, asam lemak jenuh, trigliserida rantai sedang dan kolesterol
• Long-chain polyunsaturated fatty acids, terutama DHA berperan untuk
mengoptimalkan perkembangan sistem saraf pusat
• Mineral yang terkandung dalam ASI berikatan dengan protein sehingga
menyeimbangkan kembali kebutuhan bayi seperti selama masa
kehamilan
• ASI eksklusif yang diberikan pada bayi sampai berusia 6 bulan
akan menjamin tercapainya pengembangan potensi
kecerdasan anak secara optimal.
• ASI selain sebagai nutrient yang ideal, dengan komposisi yang
tepat serta disesuaikan dengan kebutuhan bayi, juga
mengandung nutrient khusus seperti, laktosa, Arachidonic Acid
(AA), Docosahexanoic Acid (DHA), omega 3, Omega 6, kolin,
dan triptofan yang diperlukan otak bayi agar tumbuh optimal
untuk membantu proses synaptogenesis dan proses
mielinisasi.
Toddler and Pre-school
• Pertumbuhan selama balita dan usia prasekolah lebih lambat
dibandingkan pada masa bayi namun stabil.
• Lambatnya laju pertumbuhan ini tercermin pada penurunan
nafsu makan.
• Namun, anak kecil membutuhkan kalori dan nutrisi yang cukup
untuk memenuhi kebutuhan gizi mereka.
• Asupan energi dan nutrisi yang memadai diperlukan bagi balita
dan anak usia prasekolah untuk mencapai pertumbuhan dan
potensi perkembangannya.
• Kebiasaan makan dan kesehatan yang ditetapkan pada tahap
toddler and pre-school dapat mempengaruhi kebiasaan makan
dan kesehatan selanjutnya di kemudian hari.
• Pengembangan keterampilan baru dan peningkatan
kemandirian menandai tahap balita dan prasekolah. Belajar
tentang dan menerima makanan baru, mengembangkan
keterampilan memberi makan, dan menetapkan preferensi
makanan sehat dan kebiasaan makan merupakan aspek
penting dari tahap perkembangan ini.
• Ketika anak dapat menerima preferensi dan kebiasaan makan
sehat, maka anak akan mengalami pertumbuhan dan
perkembangan yang normal.
Toddler and Pre-school
• Piramida yang diwarnai meniru anak-anak untuk
mengkonsumsi berbagai makanan, untuk membuat pilihan
makanan yang bijak dari masing-masing kelompok makanan,
dan untuk membatasi makanan tinggi lemak dan gula. Untuk
menekankan pentingnya aktivitas fisik, ilustrasi anak-anak yang
sedang aktif digambarkan di sekitar piramida.
• My Pyramid bisa menjadi acuan untuk membuat pilihan
makanan bagi anak tetapi jumlah kandungan zat gizi harus
disesuaikan dengan AKG 2013 sehingga anak bisa tumbuh dan
berkembang secara normal.
Toddler and Pre-school
Mencapai pertumbuhan dan perkembangan pada
toddler dan pre-school
• Biasakan makan 3 kali sehari
(pagi, siang dan malam) bersama
keluarga.
• Perbanyak mengonsumsi
makanan kaya protein.
• Perbanyak mengonsumsi sayur
dan buah-buahan.
• Batasi mengonsumsi makanan
selingan yang terlalu asin, manis,
dan berlemak.
• Minum air putih sesuai kebutuhan
– 1200-1500 ml air/hari
• Biasakan bermain bersama dan
melakukan aktivitas fisik setiap
hari.
Pedoman Gizi Seimbang Kemenkes RI 2014
Preadolescents and School Age
• Middle childhood adalah istilah yang umumnya
menggambarkan anak antara usia 5 dan 10 tahun. Tahapan ini
pertumbuhan dan perkembangannya juga disebut sebagai
“school age”, dan kedua istilah tersebut digunakan secara
bergantian dalam bab ini.
• Preadolescence umumnya didefinisikan sebagai usia 9
sampai 11 tahun untuk anak perempuan dan usia 10 sampai 12
tahun untuk anak laki-laki. "Usia sekolah" ini juga digunakan
untuk menggambarkan masa remaja.
The 2000 CDC Growth Charts
• Grafik pertumbuhan ini berhubungan
dengan anak usia sekolah, BB menurut
usia, TB menurut usia, dan Indeks Masa
Tubuh (IMT)
• Grafik pertumbuhan didasarkan pada
data dari siklus kedua dan ketiga
Kesehatan Nasional dan Survei
Pemeriksaan (NHES) dan Kesehatan
Nasional dan Survei Pemeriksaan Gizi
(NHANES) I, II, dan III.
• Namun, data berat badan untuk anak
lebih besar dari 6 tahun yang
berpartisipasi dalam NHANES III tidak
termasuk karena ada prevalensi yang
lebih tinggi kelebihan berat badan untuk
usia ini
• Memasukkan informasi ini ke grafik
pertumbuhan akan mencerminkan
standar tidak sehat
WHO Growth References
• Pada tahun 2007, Organisasi
Kesehatan Dunia (WHO) merilis
referensi pertumbuhan untuk anak
usia sekolah dan remaja yang lebih
tua, termasuk tinggi badan untuk
usia, berat badan untuk usia, dan
BMI-untuk usia.
• Menerapkan metode statistik
mutakhir, Kurva tahun 2007
diimbangi dengan kurva balita WHO
dan nilai BMI pada usia 19 tahun
dibandingkan dengan cut off BMI
digunakan untuk orang dewasa
untuk mengidentifikasi kelebihan
berat badan (BMI> 25,0 kg / m2) dan
obesitas (BMI> 30,0 kg / m2) .12
• Referensi pertumbuhan WHO dapat
diunduh dari situs web WHO
www.who.int/childgrowth
Physiological and Cognitive Development of School-
Age Children
• Selama masa kanak-kanak, kekuatan otot, koordinasi motorik,
dan stamina meningkat secara progresif.
• Anak-anak mampu melakukan gerakan pola yang lebih
kompleks, oleh karena itu memberi mereka kesempatan untuk
berpartisipasi kegiatan seperti tari, olah raga, senam, dan
aktifitas fisiklainnya
• Selama masa kanak-kanak, persen lemak tubuh mencapai
minimal 16% pada wanita dan 13% pada pria. Persen lemak
tubuh kemudian meningkat dalam persiapan untuk remaja
lonjakan pertumbuhan
• Kenaikan persen lemak tubuh ini, yang biasanya terjadi rata-
rata pada usia 6,0-6,3 tahun ini disebut adipositas rebound atau
rebound BMI dan tercermin di grafik pertumbuhan BMI-untuk-
usia.
Physiological Development
Physiological and Cognitive Development of School-
Age Children
• Prestasi perkembangan utama selama masa kecil adalah self-efficacy,
pengetahuan dari apa yang harus dilakukan dan kemampuan untuk
melakukannya
• Selama tahun-tahun sekolah, anak-anak pindah dari preoperasional periode
pembangunan ke salah satu "Operasi konkret.”
• Tahap ini ditandai dengan mampu fokus pada beberapa aspek situasi pada
waktu bersamaan; mampu untuk memiliki alasan / efek yang lebih rasional
pemikiran; mampu mengklasifikasikan, reklasifikasi, dan generalisasi; dan
penurunan egosentrisme, yang memungkinkan anak untuk melihat yang lain
sudut pandang.
• Hubungan rekan menjadi semakin penting, dan anak-anak mulai berpisah
dari mereka sendiri keluarga dengan menghabiskan malam di teman atau
keluarga rumah. Semakin banyak waktu dihabiskan untuk menonton televisi
dan bermain video game.
Cognitive Development
• Protein berfungsi untuk membangun, memelihara dan
memperbaiki jaringan tubuh seperti otot dan organ tubuh.
• Lemak sangat penting untuk perkembangan otak (Hingga
usia 3 tahun). Lemak menyusun sekiar 60% sistem saraf pusat
dan perifer yang secara umum mengontrol, mengatur dan
mengintegrasikan setiap sistem tubuh
Ketika anak-anak tumbuh dan berkembang, protein merupakan
nutrisi yang sangat dibutuhkan untuk menyediakan pertumbuhan
yang optimal.
sehingga sangat penting bagi anak yang sedang mengalami
pertumbuhan untuk mendapatkan lemak yang adekuat dari diet.
• Zinc berperan dalam sintesis protein dan merupakan
komponen enzim tertentu sehingga defisiensi zink
menyebabkan kekerdilan (stunted).
• Kalsium merupakan mineral utama yang berperan dalam
mineralisasi tulang. Anak mengalami peningkatan kebutuhan
kalsium untuk mendukung pertumbuhan tulang dan
perkembangan rangka yang cepat, yang terjadi selama tahun-
tahun awal kehidupan.
Tulang tidak dapat tumbuh secara sempurna tanpa suplai kalsium
yang cukup, fosfor, dan komponen anorganik lain seperti
magnesium dan mangan.
• Zat Besi yang defisien pada bayi dan anak-anak dapat
menyebabkan gangguan perkembangan saraf.
• Fosfor merupakan komponen enzim, metabolik lain, material
genetic (DNA), membran sel dan tulang digunakan dalam
mineralisasi tulang. Sekitar 85% dari fosfor tubuh berada di
tulang.
• Vitamin A dapat mengendalikan aktivitas osteoblast dan
osteoclast.
– Vitamin A yang terlalu banyak dapat menyebabkan pertumbuhan skeletal
berkurang
– vitamin A yang kurang dapat menyebabkan cacat dalam proses
pembentukan tulang.
• Vitamin C yang defisien mengakibatkan substansi
interseluler tulang dibentuk tidak sempurna.
• Vitamin D menstimulasi absorpsi kalsium dari usus halus dan
reabsorpsi kalsium oleh ginjal.
• Asam lemak esensial. sangat dibutuhkan untuk
pertumbuhan juga untuk memelihara kesehatan kulit. Bila
kekurangan asam lemak esensial, maka sel neuron akan
kekurangan energi untuk proses tumbuh kembangnya.
Jika vitamin D sangat sedikit maka suplai kalsium dan fosfor
dalam aliran darah tidak cukup sehingga tulang yang lunak
menjadi distorsi dan berat badan menurun.
dianjurkan 15-20% total berasal dari lemak dan 1-2 % energi total
sebaiknya berasal dari asam lemak essensial (seperti: asam
linoleat, asam palmitat, asam stearat dan lain~lain)
Kebutuhan zat gizi pada perkembangan otak anak pra sekolah
sangat penting karena dapat membantu pembelahan sel pada
otak, apabila anak kekurangan zat gizi maka pertumbuhan otak
akan terganggu akibatkan otak akan tumbuh dalam ukuran kecil.
Kecukupan zat gizi makro sehari pada anak pra sekolah, yaitu
antara lain: Energi = 1210-1600 kilo kalori dan protein 23-29 gr
per berat badan.
Kategori Kelompok Umur Koordinasi Otot kecil Koordinas Otot Besar
Anak Pra Sekolah
(umur 1-6 Tahun)
(12-15 tahun) Cara menyayang, cara
memberi makan, dan cara
rnemasang pakaian pada
boneka atau dapat beri
permainan balok kayu
kecildan ringan dan lebih
Ianjut lagi perkenalkan
pada lingkungan, seperti
rekreasi ke kebun binatang
dan kita sebutkan nama-
nama tumbuhan/pohon.
Merangsang agar anak
mau. berjalan ··sendiri
dengan rpenarik permainan
mobil-mobilan atau bermain
·bola plastik/karet.
(15-18 bulan) Meniup busa sabun ketika
mandi dan ajarkan anak
untuk membuat untaian
benda-benda seperti
manik-manik dan lain-lain.
Anak berjalan sambil
berjinjit, berjalan mundur,
memanjat dan bermain
ayunan.
(18-24 bulan) Anak belajar membuat
mainan sendiri dari adonan
tanah liat atau adonan liIin
untuk kemudian dicetak
dibuat permainannya dan
anak mulai senang untuk
menggambar garis-garis
atau bulatan-bulatan.
Anak mulai senang untuk
melompat atau berdiri
dengan satu kaki untuk
belajar keseimbangan
badan
• Gizi seimbang untuk bayi 0-6 bulan cukup hanya dari ASI.
• ASI merupakan makanan yang terbaik untuk bayi oleh karena
dapat memenuhi semua zat gizi yang dibutuhkan bayi sampai
usia 6 bulan, sesuai dengan perkembangan sistem
pencernaannya, murah dan bersih.
• Oleh karena itu setiap bayi harus memperoleh ASI Eksklusif
yang berarti sampai usia 6 bulan hanya diberi ASI saja.
Bayi (0-6 bulan)
• Kebutuhan terhadap berbagai zat gizi semakin meningkat.
• Pada usia ini anak berada pada periode pertumbuhan dan
perkembangan cepat, mulai terpapar terhadap infeksi dan
secara fisik mulai aktif.
• Agar mencapai gizi seimbang maka perlu ditambah dengan
Makanan Pendamping ASI atau MP-ASI, sementara ASI tetap
diberikan sampai bayi berusia 2 tahun.
• Secara bertahap, variasi makanan semakin ditingkatkan;
sayuran dan buah-buahan, lauk pauk sumber protein hewani
dan nabati, serta makanan pokok sebagai sumber kalori.
• Demikian pula jumlahnya ditambahkan secara bertahap dalam
jumlah yang tidak berlebihan dan dalam proporsi yang juga
seimbang.
Bayi (6-24 bulan)
Anak (2-5 tahun)
• Kebutuhan zat gizi anak pada usia 2-5 tahun meningkat karena
masih berada pada masa pertumbuhan cepat dan aktivitasnya
tinggi.
• Anak sudah mempunyai pilihan terhadap makanan yang disukai
termasuk makanan jajanan. Oleh karena itu jumlah dan variasi
makanan harus mendapatkan perhatian secara khusus dari ibu
atau pengasuh anak, terutama dalam “memenangkan” pilihan
anak agar memilih makanan yang bergizi seimbang.
• Disamping itu anak pada usia ini sering keluar rumah sehingga
mudah terkena penyakit infeksi dan kecacingan, sehingga
perilaku hidup bersih perlu dibiasakan untuk mencegahnya.
• Anak pada kelompok usia ini merupakan anak yang sudah
memasuki masa sekolah dan banyak bermain diluar, sehingga
pengaruh kawan, tawaran makanan jajanan, aktivitas yang
tinggi dan keterpaparan terhadap sumber penyakit infeksi
menjadi tinggi.
• Sebagian anak usia 6-9 tahun sudah mulai memasuki masa
pertumbuhan cepat pra-pubertas, sehingga kebutuhan
terhadap zat gizi mulai meningkat secara bermakna.
Anak (6-9 tahun)
Referensi
• Atikah Proverawati.“Buku Ajar Gizi Untuk Kebidanan”. Yogyakarta : Nuha
Medika. 2009
• Judith Sharlin. “Gizi dalam Daur Kehidupan (Essentials of Life Cycle
Nutrition)”. Jakarta: EGC
• Kemenkes RI. “Pedoman Gizi Seimbang”.2014
• Andrian Reza Saputra. “Peran Pemberian ASI Ekslusif Terhadap Status Gizi
dan Tumbuh Kembang pada Anak Usia Dini”. Diakses dari
http://juke.kedokteran.unila.ac.id/index.php/agro/article/viewFile/1179/pdf
• Kemenkes RI. 2014. (Artikel) Orang Tua Kunci Utama Tumbuh Kembang
Anak. Diakses dari www.depkes.go.id
• Judith E. Brown. 2011. Nutrition Through The Cycle 4th Edition. Canada:
Wadsworth, Cengage Learning
• Kementrian Kesehatan RI. Buku Kesehatan Ibu dan Anak.
• Kemenkes RI. 2014. (Artikel) Orang Tua Kunci Utama Tumbuh Kembang
Anak. Diakses dari www.depkes.go.id
• Pedoman Pelaksanaan Stimulasi, Deteksi dan Intervensi Dini Tumbuh
Kembang Anak Di Tingkat Pelayanan Kesehatan Dasar, Kemenkes RI, 2014
• Kementrian Kesehatan RI. 2014. Pedoman Gizi Seimbang.
• Pedoman Pelaksanaan Stimulasi, Deteksi dan Intervensi Dini Tumbuh
Kembang Anak Di Tingkat Pelayanan Kesehatan Dasar, Kemenkes RI, 2014
• Chamidah, Atien Nur. (n.d.) Deteksi Dini Gangguan Pertumbuhan dan
Perkembangan Anak. Diakses dari
https://s3.amazonaws.com/academia.edu.documents/37343287/deteksi_dini
_gangguan_tumbang.pdf?AWSAccessKeyId=AKIAIWOWYYGZ2Y53UL3A&
Expires=1519058589&Signature=75hr%2B00U4vm29UiaHU242vRAFog%3
D&response-content-
disposition=inline%3B%20filename%3DTumbuh_kembang_Anak.pdf
• Faizah, Nur. (n.d.) Tumbuh Kembang Anak. Diakses dari
http://file.upi.edu/Direktori/FIP/JUR._PGTK/197011292003122-
NUR_FAIZAH_ROMADONA/KES_d_GIZI/TUMBUH_KEMBANG_ANAK.pdf
• Permenkes RI, 2013. Angka Kebutuhan Gizi yang dianjurkan bagi bangsa
Indonesia. Jakarta: Kemenkes RI
• Royhanaty, Isy. (n.d.). Tumbuh Kembang Anak. Diakses dari
https://isyroyhanaty.files.wordpress.com/2010/08/tumbuh-kembang-anak.pdf
• Toni, Kuston. (n.d.) Kebutuhan Gizi Menurut Golongan Usia. Diakses dari
http://www.academia.edu/11007033/KEBUTUHAN_GIZI_MENURUT_GOLO
NGAN_USIA

Tumbuh Kembang Anak yang Normal

  • 1.
    Kelompok 1 Athaya Zaizafia AyuPutri Noviyanti Fakhriyah Elita
  • 2.
    Pertumbuhan dan perkembangan anakyang normal: – definisi (termasuk kecukupan gizi) – bagaimana cara mencapai pertumbuhan dan perkembangan anak normal (termasuk peran gizi seimbang dan zat gizi)
  • 3.
    Tumbuh Kembang Anakyang Normal • Menurut ilmu kesehatan anak, tumbuh kembang ialah semua aspek kemajuan yang dicapai manusia sejak konsepsi hingga dewasa. • Istilah ini merupakan dua peristiwa yang berbeda tetapi saling berhubungan. • Pertumbuhan berkaitan dengan aspek fisik dengan masalah perubahan ukuran, besar, jumlah atau dimensi pada tingkat sel, organ maupun individu. • Perkembangan adalah pertambahan kemampuan struktur dan fungsi tubuh yang lebih kompleks. • Perkembangan menyangkut adanya proses diferensiasi sel-sel, jaringan, organ, dan sistem organ yang berkembang sedemikian rupa sehingga dapat memenuhi fungsinya.
  • 4.
  • 5.
    Beberapa hal yangperlu di perhatikan dalam memenuhi kebutuhan gizi Anak 1. Pada masa pertumbuhan cepat berikan zat gizi yang lebih banyak, seperti energi, protein, dan zat gizi lain, namun masih tetap seimbang. 2. Berikan makanan padat/kasar dalam porsi kecil namun sering agar terpenuhi kebutuhan energi 3. Hindarkan makanan jajanan yang berlebihan. 4. Kenalkan dengan berbagai macam makanan sejak dini 5. Sediakan makan pagi dan bekal. 6. Pilih makanan yang terjamin kebersihannya, aman dan bergizi 7. Hindarkan dari kegemaran yang berlebihan terhadap satu jenis makanan 8. Jika anak tidak mau makan ibu harus bersabar, jangan buru- buru diberi susu atau makanan kegemaran.
  • 6.
    • Salah satuupaya yang paling mendasar untuk menjamin pencapaian kualitas tumbuh kembang anak secara optimal adalah memberikan makanan terbaik bagi anak sejak lahir hingga usia dua tahun • Pertumbuhan anak yang baik ditandai dengan adanya perubahan ukuran dan bentuk tubuh atau anggota tubuh, seperti bertambahnya berat badan, tinggi badan, dan lingkar kepala. • Sedangkan proses perkembangan biasanya ditandai dengan adanya perkembangan mental, emosional, psikososial, psikoseksual, nilai moral dan spiritual. • Baik pertumbuhan maupun perkembangan keduanya perlu mendapatkan perhatian yang cukup, baik dari keluarga, masyarakat maupun pemerintah Mencapai pertumbuhan dan perkembangan normal pada Anak
  • 7.
    Beberapa informasi pentingdiketahui dan dilakukan orang tua dalam mendukung tumbuh kembang optimal bagi anaknya adalah 1. Memenuhi kebutuhan anak akan makanan yang memenuhi standar emas Pemberian Makanan Bayi dan Anak (PMBA) yaitu; Melakukan Inisiasi Menyusu Dini (IMD), Memberikan ASI Eksklusif; Memberikan Makanan Pendamping ASI (MP- ASI) mulai usia 6 bulan dan Melanjutkan menyusui sampai dua tahun atau lebih 2. Menjaga kesehatan anak 3. Berinteraksi dengan anak dengan penuh kasih sayang lewat berbagai kegiatan yang sesuai anak, orang tua dapat memberikan belaian, senyuman, dekapan, penghargaan dan bermain, mendongeng, menyanyi serta memberikan contoh- contoh tingkah laku sehari-hari yang baik dan benar kepada anak.
  • 8.
    Kebutuhan dasar anakharus dipenuhi, yaitu: Asuh, Asih, Asah • Asuh, kebutuhan fisik-biomedis meliputi antara lain pemberian ASI, gizi yang sesuai, kelengkapan imunisasi, pengobatan bila anak sakit, pemukiman yang layak, kebersihan individu dan lingkungan, rekreasi dan bermain. • Asih, kebutuhan emosi dan kasih sayang. • Asah, kebutuhan akan stimulasi mental yang merupakan cikal bakal untuk proses belajar anak. Pedoman Pelaksanaan Stimulasi, Deteksi dan Intervensi Dini Tumbuh Kembang Anak Di Tingkat Pelayanan Kesehatan Dasar, Kemenkes RI, 2014
  • 9.
    Mencapai pertumbuhan danperkembangan normal pada bayi Pemberian ASI “Breastfeeding—the main source of active and passive immunity in the vulnerable early months and years of life—is considered to be the most effective preventive means of reducing the death rate of children under five.” Lubbock, M. H., Clark, D., and Goldman, A. S. Breastfeeding:maintaining an irreplaceable immunological resource. Nature Reviews Immunology. 2004; 4(Jul):565–572.
  • 10.
    Mencapai pertumbuhan danperkembangan normal pada bayi Pemberian ASI • ASI mengandung nutrisi yang optimal dibutuhkan oleh bayi • Keseimbangan nutrisi dalam ASI sesuai dengan kebutuhan tumbuh kembang bayi • ASI adalah cairan isosmotic, yaitu serupa dengan konsentrasi ion. Sehingga ASI bisa menggantikan bentuk cairan dalam makanan ataupun air • Kadar protein yang relatif rendah pada ASI dapat melindungi bayi dari kelebihan nitrogen pada ginjal bayi yang belum sempurna • Protein dalam ASI yang berbentuk whey mudah di cerna oleh usus bayi • ASI mengandung lemak yang banyak dalam bentuk asam lemak esensial, asam lemak jenuh, trigliserida rantai sedang dan kolesterol • Long-chain polyunsaturated fatty acids, terutama DHA berperan untuk mengoptimalkan perkembangan sistem saraf pusat • Mineral yang terkandung dalam ASI berikatan dengan protein sehingga menyeimbangkan kembali kebutuhan bayi seperti selama masa kehamilan
  • 11.
    • ASI eksklusifyang diberikan pada bayi sampai berusia 6 bulan akan menjamin tercapainya pengembangan potensi kecerdasan anak secara optimal. • ASI selain sebagai nutrient yang ideal, dengan komposisi yang tepat serta disesuaikan dengan kebutuhan bayi, juga mengandung nutrient khusus seperti, laktosa, Arachidonic Acid (AA), Docosahexanoic Acid (DHA), omega 3, Omega 6, kolin, dan triptofan yang diperlukan otak bayi agar tumbuh optimal untuk membantu proses synaptogenesis dan proses mielinisasi.
  • 14.
    Toddler and Pre-school •Pertumbuhan selama balita dan usia prasekolah lebih lambat dibandingkan pada masa bayi namun stabil. • Lambatnya laju pertumbuhan ini tercermin pada penurunan nafsu makan. • Namun, anak kecil membutuhkan kalori dan nutrisi yang cukup untuk memenuhi kebutuhan gizi mereka. • Asupan energi dan nutrisi yang memadai diperlukan bagi balita dan anak usia prasekolah untuk mencapai pertumbuhan dan potensi perkembangannya.
  • 15.
    • Kebiasaan makandan kesehatan yang ditetapkan pada tahap toddler and pre-school dapat mempengaruhi kebiasaan makan dan kesehatan selanjutnya di kemudian hari. • Pengembangan keterampilan baru dan peningkatan kemandirian menandai tahap balita dan prasekolah. Belajar tentang dan menerima makanan baru, mengembangkan keterampilan memberi makan, dan menetapkan preferensi makanan sehat dan kebiasaan makan merupakan aspek penting dari tahap perkembangan ini. • Ketika anak dapat menerima preferensi dan kebiasaan makan sehat, maka anak akan mengalami pertumbuhan dan perkembangan yang normal. Toddler and Pre-school
  • 16.
    • Piramida yangdiwarnai meniru anak-anak untuk mengkonsumsi berbagai makanan, untuk membuat pilihan makanan yang bijak dari masing-masing kelompok makanan, dan untuk membatasi makanan tinggi lemak dan gula. Untuk menekankan pentingnya aktivitas fisik, ilustrasi anak-anak yang sedang aktif digambarkan di sekitar piramida. • My Pyramid bisa menjadi acuan untuk membuat pilihan makanan bagi anak tetapi jumlah kandungan zat gizi harus disesuaikan dengan AKG 2013 sehingga anak bisa tumbuh dan berkembang secara normal. Toddler and Pre-school
  • 18.
    Mencapai pertumbuhan danperkembangan pada toddler dan pre-school • Biasakan makan 3 kali sehari (pagi, siang dan malam) bersama keluarga. • Perbanyak mengonsumsi makanan kaya protein. • Perbanyak mengonsumsi sayur dan buah-buahan. • Batasi mengonsumsi makanan selingan yang terlalu asin, manis, dan berlemak. • Minum air putih sesuai kebutuhan – 1200-1500 ml air/hari • Biasakan bermain bersama dan melakukan aktivitas fisik setiap hari. Pedoman Gizi Seimbang Kemenkes RI 2014
  • 23.
    Preadolescents and SchoolAge • Middle childhood adalah istilah yang umumnya menggambarkan anak antara usia 5 dan 10 tahun. Tahapan ini pertumbuhan dan perkembangannya juga disebut sebagai “school age”, dan kedua istilah tersebut digunakan secara bergantian dalam bab ini. • Preadolescence umumnya didefinisikan sebagai usia 9 sampai 11 tahun untuk anak perempuan dan usia 10 sampai 12 tahun untuk anak laki-laki. "Usia sekolah" ini juga digunakan untuk menggambarkan masa remaja.
  • 24.
    The 2000 CDCGrowth Charts • Grafik pertumbuhan ini berhubungan dengan anak usia sekolah, BB menurut usia, TB menurut usia, dan Indeks Masa Tubuh (IMT) • Grafik pertumbuhan didasarkan pada data dari siklus kedua dan ketiga Kesehatan Nasional dan Survei Pemeriksaan (NHES) dan Kesehatan Nasional dan Survei Pemeriksaan Gizi (NHANES) I, II, dan III. • Namun, data berat badan untuk anak lebih besar dari 6 tahun yang berpartisipasi dalam NHANES III tidak termasuk karena ada prevalensi yang lebih tinggi kelebihan berat badan untuk usia ini • Memasukkan informasi ini ke grafik pertumbuhan akan mencerminkan standar tidak sehat
  • 25.
    WHO Growth References •Pada tahun 2007, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) merilis referensi pertumbuhan untuk anak usia sekolah dan remaja yang lebih tua, termasuk tinggi badan untuk usia, berat badan untuk usia, dan BMI-untuk usia. • Menerapkan metode statistik mutakhir, Kurva tahun 2007 diimbangi dengan kurva balita WHO dan nilai BMI pada usia 19 tahun dibandingkan dengan cut off BMI digunakan untuk orang dewasa untuk mengidentifikasi kelebihan berat badan (BMI> 25,0 kg / m2) dan obesitas (BMI> 30,0 kg / m2) .12 • Referensi pertumbuhan WHO dapat diunduh dari situs web WHO www.who.int/childgrowth
  • 26.
    Physiological and CognitiveDevelopment of School- Age Children • Selama masa kanak-kanak, kekuatan otot, koordinasi motorik, dan stamina meningkat secara progresif. • Anak-anak mampu melakukan gerakan pola yang lebih kompleks, oleh karena itu memberi mereka kesempatan untuk berpartisipasi kegiatan seperti tari, olah raga, senam, dan aktifitas fisiklainnya • Selama masa kanak-kanak, persen lemak tubuh mencapai minimal 16% pada wanita dan 13% pada pria. Persen lemak tubuh kemudian meningkat dalam persiapan untuk remaja lonjakan pertumbuhan • Kenaikan persen lemak tubuh ini, yang biasanya terjadi rata- rata pada usia 6,0-6,3 tahun ini disebut adipositas rebound atau rebound BMI dan tercermin di grafik pertumbuhan BMI-untuk- usia. Physiological Development
  • 27.
    Physiological and CognitiveDevelopment of School- Age Children • Prestasi perkembangan utama selama masa kecil adalah self-efficacy, pengetahuan dari apa yang harus dilakukan dan kemampuan untuk melakukannya • Selama tahun-tahun sekolah, anak-anak pindah dari preoperasional periode pembangunan ke salah satu "Operasi konkret.” • Tahap ini ditandai dengan mampu fokus pada beberapa aspek situasi pada waktu bersamaan; mampu untuk memiliki alasan / efek yang lebih rasional pemikiran; mampu mengklasifikasikan, reklasifikasi, dan generalisasi; dan penurunan egosentrisme, yang memungkinkan anak untuk melihat yang lain sudut pandang. • Hubungan rekan menjadi semakin penting, dan anak-anak mulai berpisah dari mereka sendiri keluarga dengan menghabiskan malam di teman atau keluarga rumah. Semakin banyak waktu dihabiskan untuk menonton televisi dan bermain video game. Cognitive Development
  • 28.
    • Protein berfungsiuntuk membangun, memelihara dan memperbaiki jaringan tubuh seperti otot dan organ tubuh. • Lemak sangat penting untuk perkembangan otak (Hingga usia 3 tahun). Lemak menyusun sekiar 60% sistem saraf pusat dan perifer yang secara umum mengontrol, mengatur dan mengintegrasikan setiap sistem tubuh Ketika anak-anak tumbuh dan berkembang, protein merupakan nutrisi yang sangat dibutuhkan untuk menyediakan pertumbuhan yang optimal. sehingga sangat penting bagi anak yang sedang mengalami pertumbuhan untuk mendapatkan lemak yang adekuat dari diet.
  • 29.
    • Zinc berperandalam sintesis protein dan merupakan komponen enzim tertentu sehingga defisiensi zink menyebabkan kekerdilan (stunted). • Kalsium merupakan mineral utama yang berperan dalam mineralisasi tulang. Anak mengalami peningkatan kebutuhan kalsium untuk mendukung pertumbuhan tulang dan perkembangan rangka yang cepat, yang terjadi selama tahun- tahun awal kehidupan. Tulang tidak dapat tumbuh secara sempurna tanpa suplai kalsium yang cukup, fosfor, dan komponen anorganik lain seperti magnesium dan mangan.
  • 30.
    • Zat Besiyang defisien pada bayi dan anak-anak dapat menyebabkan gangguan perkembangan saraf. • Fosfor merupakan komponen enzim, metabolik lain, material genetic (DNA), membran sel dan tulang digunakan dalam mineralisasi tulang. Sekitar 85% dari fosfor tubuh berada di tulang. • Vitamin A dapat mengendalikan aktivitas osteoblast dan osteoclast. – Vitamin A yang terlalu banyak dapat menyebabkan pertumbuhan skeletal berkurang – vitamin A yang kurang dapat menyebabkan cacat dalam proses pembentukan tulang.
  • 31.
    • Vitamin Cyang defisien mengakibatkan substansi interseluler tulang dibentuk tidak sempurna. • Vitamin D menstimulasi absorpsi kalsium dari usus halus dan reabsorpsi kalsium oleh ginjal. • Asam lemak esensial. sangat dibutuhkan untuk pertumbuhan juga untuk memelihara kesehatan kulit. Bila kekurangan asam lemak esensial, maka sel neuron akan kekurangan energi untuk proses tumbuh kembangnya. Jika vitamin D sangat sedikit maka suplai kalsium dan fosfor dalam aliran darah tidak cukup sehingga tulang yang lunak menjadi distorsi dan berat badan menurun. dianjurkan 15-20% total berasal dari lemak dan 1-2 % energi total sebaiknya berasal dari asam lemak essensial (seperti: asam linoleat, asam palmitat, asam stearat dan lain~lain)
  • 32.
    Kebutuhan zat gizipada perkembangan otak anak pra sekolah sangat penting karena dapat membantu pembelahan sel pada otak, apabila anak kekurangan zat gizi maka pertumbuhan otak akan terganggu akibatkan otak akan tumbuh dalam ukuran kecil. Kecukupan zat gizi makro sehari pada anak pra sekolah, yaitu antara lain: Energi = 1210-1600 kilo kalori dan protein 23-29 gr per berat badan.
  • 33.
    Kategori Kelompok UmurKoordinasi Otot kecil Koordinas Otot Besar Anak Pra Sekolah (umur 1-6 Tahun) (12-15 tahun) Cara menyayang, cara memberi makan, dan cara rnemasang pakaian pada boneka atau dapat beri permainan balok kayu kecildan ringan dan lebih Ianjut lagi perkenalkan pada lingkungan, seperti rekreasi ke kebun binatang dan kita sebutkan nama- nama tumbuhan/pohon. Merangsang agar anak mau. berjalan ··sendiri dengan rpenarik permainan mobil-mobilan atau bermain ·bola plastik/karet. (15-18 bulan) Meniup busa sabun ketika mandi dan ajarkan anak untuk membuat untaian benda-benda seperti manik-manik dan lain-lain. Anak berjalan sambil berjinjit, berjalan mundur, memanjat dan bermain ayunan. (18-24 bulan) Anak belajar membuat mainan sendiri dari adonan tanah liat atau adonan liIin untuk kemudian dicetak dibuat permainannya dan anak mulai senang untuk menggambar garis-garis atau bulatan-bulatan. Anak mulai senang untuk melompat atau berdiri dengan satu kaki untuk belajar keseimbangan badan
  • 34.
    • Gizi seimbanguntuk bayi 0-6 bulan cukup hanya dari ASI. • ASI merupakan makanan yang terbaik untuk bayi oleh karena dapat memenuhi semua zat gizi yang dibutuhkan bayi sampai usia 6 bulan, sesuai dengan perkembangan sistem pencernaannya, murah dan bersih. • Oleh karena itu setiap bayi harus memperoleh ASI Eksklusif yang berarti sampai usia 6 bulan hanya diberi ASI saja. Bayi (0-6 bulan)
  • 35.
    • Kebutuhan terhadapberbagai zat gizi semakin meningkat. • Pada usia ini anak berada pada periode pertumbuhan dan perkembangan cepat, mulai terpapar terhadap infeksi dan secara fisik mulai aktif. • Agar mencapai gizi seimbang maka perlu ditambah dengan Makanan Pendamping ASI atau MP-ASI, sementara ASI tetap diberikan sampai bayi berusia 2 tahun. • Secara bertahap, variasi makanan semakin ditingkatkan; sayuran dan buah-buahan, lauk pauk sumber protein hewani dan nabati, serta makanan pokok sebagai sumber kalori. • Demikian pula jumlahnya ditambahkan secara bertahap dalam jumlah yang tidak berlebihan dan dalam proporsi yang juga seimbang. Bayi (6-24 bulan)
  • 36.
    Anak (2-5 tahun) •Kebutuhan zat gizi anak pada usia 2-5 tahun meningkat karena masih berada pada masa pertumbuhan cepat dan aktivitasnya tinggi. • Anak sudah mempunyai pilihan terhadap makanan yang disukai termasuk makanan jajanan. Oleh karena itu jumlah dan variasi makanan harus mendapatkan perhatian secara khusus dari ibu atau pengasuh anak, terutama dalam “memenangkan” pilihan anak agar memilih makanan yang bergizi seimbang. • Disamping itu anak pada usia ini sering keluar rumah sehingga mudah terkena penyakit infeksi dan kecacingan, sehingga perilaku hidup bersih perlu dibiasakan untuk mencegahnya.
  • 37.
    • Anak padakelompok usia ini merupakan anak yang sudah memasuki masa sekolah dan banyak bermain diluar, sehingga pengaruh kawan, tawaran makanan jajanan, aktivitas yang tinggi dan keterpaparan terhadap sumber penyakit infeksi menjadi tinggi. • Sebagian anak usia 6-9 tahun sudah mulai memasuki masa pertumbuhan cepat pra-pubertas, sehingga kebutuhan terhadap zat gizi mulai meningkat secara bermakna. Anak (6-9 tahun)
  • 38.
    Referensi • Atikah Proverawati.“BukuAjar Gizi Untuk Kebidanan”. Yogyakarta : Nuha Medika. 2009 • Judith Sharlin. “Gizi dalam Daur Kehidupan (Essentials of Life Cycle Nutrition)”. Jakarta: EGC • Kemenkes RI. “Pedoman Gizi Seimbang”.2014 • Andrian Reza Saputra. “Peran Pemberian ASI Ekslusif Terhadap Status Gizi dan Tumbuh Kembang pada Anak Usia Dini”. Diakses dari http://juke.kedokteran.unila.ac.id/index.php/agro/article/viewFile/1179/pdf • Kemenkes RI. 2014. (Artikel) Orang Tua Kunci Utama Tumbuh Kembang Anak. Diakses dari www.depkes.go.id • Judith E. Brown. 2011. Nutrition Through The Cycle 4th Edition. Canada: Wadsworth, Cengage Learning • Kementrian Kesehatan RI. Buku Kesehatan Ibu dan Anak. • Kemenkes RI. 2014. (Artikel) Orang Tua Kunci Utama Tumbuh Kembang Anak. Diakses dari www.depkes.go.id • Pedoman Pelaksanaan Stimulasi, Deteksi dan Intervensi Dini Tumbuh Kembang Anak Di Tingkat Pelayanan Kesehatan Dasar, Kemenkes RI, 2014 • Kementrian Kesehatan RI. 2014. Pedoman Gizi Seimbang.
  • 39.
    • Pedoman PelaksanaanStimulasi, Deteksi dan Intervensi Dini Tumbuh Kembang Anak Di Tingkat Pelayanan Kesehatan Dasar, Kemenkes RI, 2014 • Chamidah, Atien Nur. (n.d.) Deteksi Dini Gangguan Pertumbuhan dan Perkembangan Anak. Diakses dari https://s3.amazonaws.com/academia.edu.documents/37343287/deteksi_dini _gangguan_tumbang.pdf?AWSAccessKeyId=AKIAIWOWYYGZ2Y53UL3A& Expires=1519058589&Signature=75hr%2B00U4vm29UiaHU242vRAFog%3 D&response-content- disposition=inline%3B%20filename%3DTumbuh_kembang_Anak.pdf • Faizah, Nur. (n.d.) Tumbuh Kembang Anak. Diakses dari http://file.upi.edu/Direktori/FIP/JUR._PGTK/197011292003122- NUR_FAIZAH_ROMADONA/KES_d_GIZI/TUMBUH_KEMBANG_ANAK.pdf • Permenkes RI, 2013. Angka Kebutuhan Gizi yang dianjurkan bagi bangsa Indonesia. Jakarta: Kemenkes RI • Royhanaty, Isy. (n.d.). Tumbuh Kembang Anak. Diakses dari https://isyroyhanaty.files.wordpress.com/2010/08/tumbuh-kembang-anak.pdf • Toni, Kuston. (n.d.) Kebutuhan Gizi Menurut Golongan Usia. Diakses dari http://www.academia.edu/11007033/KEBUTUHAN_GIZI_MENURUT_GOLO NGAN_USIA