PERUBAHAN
EKUITAS ENTITAS
ANAK
Mutiara Simbolon 190221100165
PENDAHULUAN
Perubahan ekuitas yang dimaksud adalah penjualan saham tambahan dan
transaksi saham perbendaharaan entitas anak, baik yang dilakukan dengan entitas
induk maupun dengan pihak eksternal.
Penjualan saham tambahan entitas anak baik kepada pihak eksternal maupun
entitas induk atau entitas anak yang lain dalam satu kelompok usaha atau satu
grup akan berdampak terhadap entitas induk.
PSAK 40 tahun 1997 menjelaskan transaksi entitas anak yang mengubah
persentase kepemilikan entitas induk atas entitas anak, antara lain :
a. Transaksi antara entitas anak dengan pihak ketiga (pihak eksternal)
I. Entitas anak menjual saham tambahan kepada pihak ketiga
II. Entitas anak memperoleh Kembali saham beredar yang dimiliki oleh pihak
ketiga
b. Transaksi antara entitas anak dengan entitas induk yang meliputi
I. Entitas anak menjual saham tambahan kepada induk
II. Entitas anak memperoleh Kembali saham beredar yang dimilki induk
Transaksi penjualan saham tambahan entitas anak
a. Penjualan saham tambahan kepada pihak eksternal
Misalkan PT Paula memiliki 800.000 lembar dari 1.000.000 lembar saham PT
Simon. Nilai investasi sama dengan kekayaan PT Simon yang dimiliki. Jumlah
kekayaan pemegang saham PT Simon per 1 Januari 2013 adalah sebagai
berikut :
Modal saham biasa (1 juta lembar) Rp 2.000.000.000
Agio saham biasa 300.000.000
Laba ditahan 200.000.000
Total kekayaan 1/1/2013 Rp 2.500.000.000
Laba PT Simon tahun 2013 adalah Rp600 juta yang diperoleh merata sepanjang tahun. Dividen
sebesar Rp200 juta diumumkan pada akhir bulan desember.
Pada tanggal 1 oktober 2013, PT Simon menjual saham tambahan sebanyak 250.000 lembar kepada
pihak eksternal dimana penjualan ini mempengaruhi PT Paula sebagai berikut :
1. Pengurangan peresentase kepemilikan PT Paula atas PT Simon. Sebelum PT Simon menjual
saham tambahan, PT Paula memiliki penguasaan 80% (800.000/1.000.000) atas PT Simon.
Penjualan saham tambahan PT Simon menyebabkan hak PT Paula atas PT Simon menjadi 64%
(800.000/1.250.000), yaitu terjadi penurunan 16%
2. Perubahan jumlah kekayaan entitas anak yang dimiliki induk. Nilai buku kekayaan pemegang
saham PT Simon per 1 oktober adalah Rp 2,95 miliar, yakni kekayaan awal ditambah laba hingga
tanggal 1 oktober 2013 Rp450 juta (9/12 x Rp 600 juta). Nilai buku per lembar saham adalah Rp 2.950
untuk saham yang beredar sebanyak 1 juta lembar. Apabila PT Simon menjual saham tambahan
pada harga yang sama dengan nilai bukunya (Rp 2.950 per lembar) atau total harga
Rp737.500.000, tidak ada perubahan jumlah kekayaan PT Simon yang dimiliki PT Paula yang dapat
dijelaskan dengan perhitungan :
Sebelum penjualan saham (80% x Rp2,95 miliar) Rp 2.360.000.000
Setelah penjualan saham (64% x Rp2.95 miliar+737.5 juta 2.360.000.000
Perubahan jumlah kekayaan anak yg dmlk induk
Apabila PT Simon menjual saham tambahan yang berbeda
dengan nilai bukunya, hal ini akan mempengaruhi jumlah
kekayaan entitas anak yang dimiliki induk. Misalkan PT Simon
menjual saham tambahan di atas nilai buku, yakni dengan
harga per lembar Rp 3.000 atau total harga Rp750 juta
(250.000 x Rp 3.000), penjualan saham tersebut
menyebabkan sisi ekuitas PT Simon menjadi Rp3,7 miliar
(Rp2,95 miliar + Rp750 juta). Perubahan ekuitas ini
berdampak terhadap entitas induk sebagai berikut :
Sebelum anak menjual saham (80% x Rp2,95 miliar) Rp 2.360.000.000
Setelah penjualan saham anak (84% x Rp3,7 miliar) 2.368.000.000
Kenaikan kekayaan Rp 8.000.000
Pendapatan Investasi dan Kertas Kerja Konsolidasi
Pendapatan investasi PT Paula atas saham PT Simon tahun 2013
dihitung sebagai berikut :
Laba entitas anak (1/1- 1/10) Rp600 juta x 9/12 x 80% Rp 360.000.000
Laba entitas anak (1/10 -31/12) Rp600 juta x3/12 x 64% 96.000.000
Total pendapatan investasi tahun 2013 456.000.000
Nilai investasi atas saham anak per 31/12/2013 adalah sebagai berikut
Investasi 1/1/2013 (80% x Rp2,5 miliar) Rp 2.000.000.000
Kenaikan investasi karena perubahan ekuitas anak 8.000.000
Pendapatan investasi tahun 2013 456.000.000
Dividen investasi anak 64% x Rp200 juta (128.000.000)
Investasi 31/12/2013 Rp 2.336.000.000
:
Nilai buku kekayaan PT Simon per 31/12/2013 adalah sebagai berikut :
Kekayaan per 1 januari Rp 2.500.000.000
Penjualan saham tambahan 750.000.000
Laba tahun berjalan 600.000.000
Dividen (200.000.000)
Kekayaan PT Simon 31/12/2013 Rp 3.650.000.000
Apabila kekayaan tersebut dipilah pada komponennya, jumlahnya adalah sebagai berikut :
Modal saham (Rp2 miliar + Rp500juta) Rp 2.500.000.000
Agio saham (300 jt +Rp250jt) 550.000.000
Laba ditahan (Rp200 jt + Rp600jt – Rp200jt) 600.000.000
Kekayaan PT Simon 31/12/2013 Rp 3.650.000.000
Jurnal yang di eliminasi
1. Eliminasi atas pendapatan investasi (induk) dan laba yang dibagi anak
2. Alokasi laba kepentingan nonpengendali
3, Eliminasi saldo awal
Penjualan Saham Tambahan kepada Entitas Induk
Penjualan saham tambahan entitas anak kepada induk dari sudut pandang induk merupakan reakuisisi.
Misalkan dalam kasus PT Paula dan PT Simon, penjualan 250.000 saham tambahan PT Simon seharga Rp750 juta
dilakukan kpd induk. Nilai investasi per 1 oktober 2013 sebelum reakuisisi adalah 80% dari kekayaan PT Simon yang
dimiliki per 1 oktober 2013 yakni Rp2.360.000.000. nilai invesatasi per lembar saham adalah Rp2.950 atas 800.000
lembar saham yang dimiliki. Harga jual saham PT Simon ke PT paula sebesar Rp3.000 per lembar, dengan
demikian terjadi kenaikan nilai investasi per lembar sebesar Rp50 untuk 800.000 lembar saham yang dimiliki.
Nilai investasi setelah reakuisisi tanggala 1 oktober adalah :
Investasi sebelum reakuisisi Rp2.360.000.000
Reakuisisi 750.000.000
Penilaian investasi 40.000.000
Nilai investasi 1 oktober 2013 Rp3.150.000.000
Perbandingan nilai investasi dengan kekayaan yang dimiliki pada
tanggal 1 oktober 2013
Total investasi Rp 3.150.000.000
Kekayaan dimiliki (84% x 3,7 miliar) 3.108.000.000
Goodwill untuk kepemilikan 84% 42.000.000
Pendapatan investasi dan kertas kerja konsolidasi
Pendapatan investasi PT Paula tahun 2013 adalah sebagai berikut :
Laba entitas anak Rp600 juta x 80% Rp 360.000.000
Laba entitas anak (1/10 – 31/12) Rp 600 juta x 3/12 x 84% 126.000.000
Penurunan nilai goodwill (42.000.000)
Total pendapatan investasi 2013 Rp 444.000.000
Laba kepentingan nonpengendali adalah sebagai berikut :
Laba entitas anak Rp600 juta x 16% Rp 96.000.000
Penurunan nilai goodwill (50.000.000 x 16%) (8.000.000)
Laba kepentingan nonpengendali 2013 88.000.000
Nilai investasi per 31/12/2013 menjadi
Investasi 1/1/2013 Rp 2.000.000.000
Akuisisi tambahan 750.000.000
Penilaian investasi 40.000.000
Pendapatan investasi tahun 2013 444.000.000
Dividen entitas anak 84% x Rp 200 juta (168.000.000)
Investasi 31/12/2013 Rp 3.066.000.000
Penarikan saham entitas anak dari peredaran
a. Penarikan saham milik eksternal
Penarikan saham dari peredaran menyebabkan berkurangnya modal saham.
Penarikan saham dari peredaran dapat dilakukan secara permanen (stock
retirement) atau penarikan sementara yang biasa disebut saham
perbendaharaan (treasury stock).
Misalkan PT Sedola melakukan transaksi saham perbendaharaan dengan
harga Rp360.000.000 Transaksi tersebut dapat dicatat dngan metode biaya
(cost) dan metode pari.
Saham perbendaharaan Rp360.000.000
Kas Rp 360.000.000
● Metode pari menjurnal saham perbendaharaan dengan men debet saham
perbendaharaan dan agio saham sebesar nilai nominal nya. Misalkan PT Sedola
memiliki saham sebanyak 1 juta lembar dengan nilai per lembar Rp1.500 dan agio per
lembar Rp300. PT Sedola menarik 200.000 lembar saham dengan total harga Rp360
juta. Pencatatan dengan metode pari adalah sebagai berikut :
Saham perbendaharaan (200.000 x Rp1.500) Rp 300.000.000
Agio saham (200.000 x Rp300) 60.000.000
Kas Rp 360.000.000
Pendapatan Investasi dan Kertas Kerja
Misalkan dalam tahun 2012 PT Sedola mengumumkan laba Rp500 juta dan dividen Rp200 juta.
Pendapatan investasi selama tahun 2012 dan nilai investasi per 31/12/2012 PT Redola adalah
sebagai berikut :
Laba entitas anak (1/1-1/7) Rp250 juta x 70% Rp 175.000.000
Laba entitas anak (1/7-31/12) Rp250 juta x 87,5% 218.750.000
Total pendapatan investasi Rp 393.750.000
Nilai investasi PT Redola atas saham PT Sedola per 31/12/2012 selain berasal dari pendapatan juga
dari kenaikan akibat perubahan ekuitas atas transaksi saham perbendaharaan sebagai berikut :
Investasi 1/1/2012 (70% x Rp 2,1 miliar) Rp 1.470.000.000
Kenaikan karena perubahan ekuitas anak 105.000.000
Pendapatan investasi tahun 2012 393.750.000
Dividen 31/12/2012 (87,5 % x Rp 200 juta) (175.000.000)
Nilai investasi 31/12/2012 Rp 1.793.750.000
Kombinasi bisnis entitas sepengendali
Ketika entitas anak menjual saham tambahan ke induk, dari sudut pandang induk
hal itu merupakan reakuisisi atau akuisisi tambahan. Dalam akuisisi tambahan
tersebut goodwill atau diskon pembelian akan diakui jika harga akuisisi tambahan
melebihi atau lebih kecil dari nilai wajar entitas anak. Sebaliknya, transaksi saham
perbendaharaan anak milik induk dalam sudut pandang induk merupakan
pelepasan saham atau divestasi. Dalam divestasi tersebut diakui untung rugi
pelepasan saham.
Dari sudut pandang induk, ada dua transaksi yang terjadi yakni pelepasan saham
atau divestasi saham anak (yang melakukana transaksi saham perbendaharaan),
dan transaksi re akuisisi atau akuisisi tambahan atas entitas anak lainnya
(yang melakukan penjualan saham tambahan kepada induk).
PSAK 38 revisi 2011 mendefenisikan kombinasi bisnis entitas
sepengendali sebagai kombinasi bisnis di mana semua entitas atau
bisnis yang bergabung pada akhirnya dikendalikan oleh pihak yang
sama (baik sebelum maupun sesudah kombinasi bisnis), dan
pengendaliannya tidak bersifat sementara. Entitas sepengendali
adalah entitas yang secara langsung atau tidak langsung (melalui
satu atau lebih perantara) mengendalikan atau dikendalikan oleh
atau berada di bawah pengendalian yang sama.
Misalkan nilai investasi PT A atas 100% saham PT B adalah Rp3 miliar,
dan PT B melakukan transaksi saham perbendaharaan sebanyak
200.000 lembar pada harga Rp650 juta milik PT A. kekayaan PT B
pada tanggal transaksi saham perbendaharaan adalah sebagai
berikut :
Modal saham (1 juta lembar) Rp 2.000.000.000
Laba ditahan 1.000.000.000
Kekayaan pemegang saham Rp 3.000.000.000
TERIMA KASIH

Tugas AKL 1.pptx

  • 1.
  • 2.
    PENDAHULUAN Perubahan ekuitas yangdimaksud adalah penjualan saham tambahan dan transaksi saham perbendaharaan entitas anak, baik yang dilakukan dengan entitas induk maupun dengan pihak eksternal. Penjualan saham tambahan entitas anak baik kepada pihak eksternal maupun entitas induk atau entitas anak yang lain dalam satu kelompok usaha atau satu grup akan berdampak terhadap entitas induk. PSAK 40 tahun 1997 menjelaskan transaksi entitas anak yang mengubah persentase kepemilikan entitas induk atas entitas anak, antara lain : a. Transaksi antara entitas anak dengan pihak ketiga (pihak eksternal) I. Entitas anak menjual saham tambahan kepada pihak ketiga II. Entitas anak memperoleh Kembali saham beredar yang dimiliki oleh pihak ketiga b. Transaksi antara entitas anak dengan entitas induk yang meliputi I. Entitas anak menjual saham tambahan kepada induk II. Entitas anak memperoleh Kembali saham beredar yang dimilki induk
  • 3.
    Transaksi penjualan sahamtambahan entitas anak a. Penjualan saham tambahan kepada pihak eksternal Misalkan PT Paula memiliki 800.000 lembar dari 1.000.000 lembar saham PT Simon. Nilai investasi sama dengan kekayaan PT Simon yang dimiliki. Jumlah kekayaan pemegang saham PT Simon per 1 Januari 2013 adalah sebagai berikut : Modal saham biasa (1 juta lembar) Rp 2.000.000.000 Agio saham biasa 300.000.000 Laba ditahan 200.000.000 Total kekayaan 1/1/2013 Rp 2.500.000.000
  • 4.
    Laba PT Simontahun 2013 adalah Rp600 juta yang diperoleh merata sepanjang tahun. Dividen sebesar Rp200 juta diumumkan pada akhir bulan desember. Pada tanggal 1 oktober 2013, PT Simon menjual saham tambahan sebanyak 250.000 lembar kepada pihak eksternal dimana penjualan ini mempengaruhi PT Paula sebagai berikut : 1. Pengurangan peresentase kepemilikan PT Paula atas PT Simon. Sebelum PT Simon menjual saham tambahan, PT Paula memiliki penguasaan 80% (800.000/1.000.000) atas PT Simon. Penjualan saham tambahan PT Simon menyebabkan hak PT Paula atas PT Simon menjadi 64% (800.000/1.250.000), yaitu terjadi penurunan 16% 2. Perubahan jumlah kekayaan entitas anak yang dimiliki induk. Nilai buku kekayaan pemegang saham PT Simon per 1 oktober adalah Rp 2,95 miliar, yakni kekayaan awal ditambah laba hingga tanggal 1 oktober 2013 Rp450 juta (9/12 x Rp 600 juta). Nilai buku per lembar saham adalah Rp 2.950 untuk saham yang beredar sebanyak 1 juta lembar. Apabila PT Simon menjual saham tambahan pada harga yang sama dengan nilai bukunya (Rp 2.950 per lembar) atau total harga Rp737.500.000, tidak ada perubahan jumlah kekayaan PT Simon yang dimiliki PT Paula yang dapat dijelaskan dengan perhitungan :
  • 5.
    Sebelum penjualan saham(80% x Rp2,95 miliar) Rp 2.360.000.000 Setelah penjualan saham (64% x Rp2.95 miliar+737.5 juta 2.360.000.000 Perubahan jumlah kekayaan anak yg dmlk induk Apabila PT Simon menjual saham tambahan yang berbeda dengan nilai bukunya, hal ini akan mempengaruhi jumlah kekayaan entitas anak yang dimiliki induk. Misalkan PT Simon menjual saham tambahan di atas nilai buku, yakni dengan harga per lembar Rp 3.000 atau total harga Rp750 juta (250.000 x Rp 3.000), penjualan saham tersebut menyebabkan sisi ekuitas PT Simon menjadi Rp3,7 miliar (Rp2,95 miliar + Rp750 juta). Perubahan ekuitas ini berdampak terhadap entitas induk sebagai berikut : Sebelum anak menjual saham (80% x Rp2,95 miliar) Rp 2.360.000.000 Setelah penjualan saham anak (84% x Rp3,7 miliar) 2.368.000.000 Kenaikan kekayaan Rp 8.000.000
  • 6.
    Pendapatan Investasi danKertas Kerja Konsolidasi Pendapatan investasi PT Paula atas saham PT Simon tahun 2013 dihitung sebagai berikut : Laba entitas anak (1/1- 1/10) Rp600 juta x 9/12 x 80% Rp 360.000.000 Laba entitas anak (1/10 -31/12) Rp600 juta x3/12 x 64% 96.000.000 Total pendapatan investasi tahun 2013 456.000.000 Nilai investasi atas saham anak per 31/12/2013 adalah sebagai berikut Investasi 1/1/2013 (80% x Rp2,5 miliar) Rp 2.000.000.000 Kenaikan investasi karena perubahan ekuitas anak 8.000.000 Pendapatan investasi tahun 2013 456.000.000 Dividen investasi anak 64% x Rp200 juta (128.000.000) Investasi 31/12/2013 Rp 2.336.000.000 :
  • 7.
    Nilai buku kekayaanPT Simon per 31/12/2013 adalah sebagai berikut : Kekayaan per 1 januari Rp 2.500.000.000 Penjualan saham tambahan 750.000.000 Laba tahun berjalan 600.000.000 Dividen (200.000.000) Kekayaan PT Simon 31/12/2013 Rp 3.650.000.000 Apabila kekayaan tersebut dipilah pada komponennya, jumlahnya adalah sebagai berikut : Modal saham (Rp2 miliar + Rp500juta) Rp 2.500.000.000 Agio saham (300 jt +Rp250jt) 550.000.000 Laba ditahan (Rp200 jt + Rp600jt – Rp200jt) 600.000.000 Kekayaan PT Simon 31/12/2013 Rp 3.650.000.000
  • 8.
    Jurnal yang dieliminasi 1. Eliminasi atas pendapatan investasi (induk) dan laba yang dibagi anak 2. Alokasi laba kepentingan nonpengendali 3, Eliminasi saldo awal
  • 9.
    Penjualan Saham Tambahankepada Entitas Induk Penjualan saham tambahan entitas anak kepada induk dari sudut pandang induk merupakan reakuisisi. Misalkan dalam kasus PT Paula dan PT Simon, penjualan 250.000 saham tambahan PT Simon seharga Rp750 juta dilakukan kpd induk. Nilai investasi per 1 oktober 2013 sebelum reakuisisi adalah 80% dari kekayaan PT Simon yang dimiliki per 1 oktober 2013 yakni Rp2.360.000.000. nilai invesatasi per lembar saham adalah Rp2.950 atas 800.000 lembar saham yang dimiliki. Harga jual saham PT Simon ke PT paula sebesar Rp3.000 per lembar, dengan demikian terjadi kenaikan nilai investasi per lembar sebesar Rp50 untuk 800.000 lembar saham yang dimiliki. Nilai investasi setelah reakuisisi tanggala 1 oktober adalah : Investasi sebelum reakuisisi Rp2.360.000.000 Reakuisisi 750.000.000 Penilaian investasi 40.000.000 Nilai investasi 1 oktober 2013 Rp3.150.000.000
  • 10.
    Perbandingan nilai investasidengan kekayaan yang dimiliki pada tanggal 1 oktober 2013 Total investasi Rp 3.150.000.000 Kekayaan dimiliki (84% x 3,7 miliar) 3.108.000.000 Goodwill untuk kepemilikan 84% 42.000.000
  • 11.
    Pendapatan investasi dankertas kerja konsolidasi Pendapatan investasi PT Paula tahun 2013 adalah sebagai berikut : Laba entitas anak Rp600 juta x 80% Rp 360.000.000 Laba entitas anak (1/10 – 31/12) Rp 600 juta x 3/12 x 84% 126.000.000 Penurunan nilai goodwill (42.000.000) Total pendapatan investasi 2013 Rp 444.000.000 Laba kepentingan nonpengendali adalah sebagai berikut : Laba entitas anak Rp600 juta x 16% Rp 96.000.000 Penurunan nilai goodwill (50.000.000 x 16%) (8.000.000) Laba kepentingan nonpengendali 2013 88.000.000 Nilai investasi per 31/12/2013 menjadi Investasi 1/1/2013 Rp 2.000.000.000 Akuisisi tambahan 750.000.000 Penilaian investasi 40.000.000 Pendapatan investasi tahun 2013 444.000.000 Dividen entitas anak 84% x Rp 200 juta (168.000.000) Investasi 31/12/2013 Rp 3.066.000.000
  • 12.
    Penarikan saham entitasanak dari peredaran a. Penarikan saham milik eksternal Penarikan saham dari peredaran menyebabkan berkurangnya modal saham. Penarikan saham dari peredaran dapat dilakukan secara permanen (stock retirement) atau penarikan sementara yang biasa disebut saham perbendaharaan (treasury stock). Misalkan PT Sedola melakukan transaksi saham perbendaharaan dengan harga Rp360.000.000 Transaksi tersebut dapat dicatat dngan metode biaya (cost) dan metode pari. Saham perbendaharaan Rp360.000.000 Kas Rp 360.000.000
  • 13.
    ● Metode parimenjurnal saham perbendaharaan dengan men debet saham perbendaharaan dan agio saham sebesar nilai nominal nya. Misalkan PT Sedola memiliki saham sebanyak 1 juta lembar dengan nilai per lembar Rp1.500 dan agio per lembar Rp300. PT Sedola menarik 200.000 lembar saham dengan total harga Rp360 juta. Pencatatan dengan metode pari adalah sebagai berikut : Saham perbendaharaan (200.000 x Rp1.500) Rp 300.000.000 Agio saham (200.000 x Rp300) 60.000.000 Kas Rp 360.000.000
  • 14.
    Pendapatan Investasi danKertas Kerja Misalkan dalam tahun 2012 PT Sedola mengumumkan laba Rp500 juta dan dividen Rp200 juta. Pendapatan investasi selama tahun 2012 dan nilai investasi per 31/12/2012 PT Redola adalah sebagai berikut : Laba entitas anak (1/1-1/7) Rp250 juta x 70% Rp 175.000.000 Laba entitas anak (1/7-31/12) Rp250 juta x 87,5% 218.750.000 Total pendapatan investasi Rp 393.750.000 Nilai investasi PT Redola atas saham PT Sedola per 31/12/2012 selain berasal dari pendapatan juga dari kenaikan akibat perubahan ekuitas atas transaksi saham perbendaharaan sebagai berikut : Investasi 1/1/2012 (70% x Rp 2,1 miliar) Rp 1.470.000.000 Kenaikan karena perubahan ekuitas anak 105.000.000 Pendapatan investasi tahun 2012 393.750.000 Dividen 31/12/2012 (87,5 % x Rp 200 juta) (175.000.000) Nilai investasi 31/12/2012 Rp 1.793.750.000
  • 15.
    Kombinasi bisnis entitassepengendali Ketika entitas anak menjual saham tambahan ke induk, dari sudut pandang induk hal itu merupakan reakuisisi atau akuisisi tambahan. Dalam akuisisi tambahan tersebut goodwill atau diskon pembelian akan diakui jika harga akuisisi tambahan melebihi atau lebih kecil dari nilai wajar entitas anak. Sebaliknya, transaksi saham perbendaharaan anak milik induk dalam sudut pandang induk merupakan pelepasan saham atau divestasi. Dalam divestasi tersebut diakui untung rugi pelepasan saham. Dari sudut pandang induk, ada dua transaksi yang terjadi yakni pelepasan saham atau divestasi saham anak (yang melakukana transaksi saham perbendaharaan), dan transaksi re akuisisi atau akuisisi tambahan atas entitas anak lainnya (yang melakukan penjualan saham tambahan kepada induk).
  • 16.
    PSAK 38 revisi2011 mendefenisikan kombinasi bisnis entitas sepengendali sebagai kombinasi bisnis di mana semua entitas atau bisnis yang bergabung pada akhirnya dikendalikan oleh pihak yang sama (baik sebelum maupun sesudah kombinasi bisnis), dan pengendaliannya tidak bersifat sementara. Entitas sepengendali adalah entitas yang secara langsung atau tidak langsung (melalui satu atau lebih perantara) mengendalikan atau dikendalikan oleh atau berada di bawah pengendalian yang sama. Misalkan nilai investasi PT A atas 100% saham PT B adalah Rp3 miliar, dan PT B melakukan transaksi saham perbendaharaan sebanyak 200.000 lembar pada harga Rp650 juta milik PT A. kekayaan PT B pada tanggal transaksi saham perbendaharaan adalah sebagai berikut : Modal saham (1 juta lembar) Rp 2.000.000.000 Laba ditahan 1.000.000.000 Kekayaan pemegang saham Rp 3.000.000.000
  • 17.