PRESENTATION
“TRANSPOR AKTIF”
BY
FARMASI C
KELOMPOK 1
UIN ALAUDDIN
2013/2014
Transpor Aktif
 Pada saat tertentu, sel hidup mampu menyerap beberapa zat meskipun
konsentrasi zat di dalam selnya lebih tinggi dibandingkan lingkungan di
sekitar sel. Artinya, sel menyerap zat berlawanan dengan gradien
konsentrasi sehingga proses tersebut membutuhkan energi. Proses
transpornya dinamakan transpor aktif.
 Transpor aktif merupakan pergerakan zat atau molekul yang
menyeberangi membran dengan melawan gradient konsentrasi melalui
membran semipermeabel.
 Transportasi zat atau molekul pada transport aktif memerlukan energi
yang berasal dari ATP.
 Transpor aktif terdiri atas dua
tahap yaitu transport aktif primer
dan transport aktif sekunder. Pada
transport aktif primer, dilibatkan
suatu pompa yang secara aktif
menghasilkan ion H+ untuk
melawan gradient konsentrasi.
Transport aktif sekunder
memanfaaatkan kegunaan
gradient yang telah ada
sebelumnya untuk mengendalikan
transport aktif suatu larutan.
 Salah satu contoh proses transpor aktif adalah pompa Natrium-Kalium.
Proses ini terjadi bila konsentrasi ion Kalium (K+) di dalam sel lebih tinggi
dibandingkan sekelilingnya, sedangkan ion Natrium (Na+)-nya jauh lebih
rendah. Karena itu, membran plasma akan memompakan ion Natrium
keluar sel dan Kalium ke dalam sel, sehingga diperoleh kesetimbangan.
 Selain pompa Natrium-Kalium, proses transpor aktif dapat pula
melibatkan proses transpor makromolekul. Proses ini terjadi bila
molekul besar melewati membran plasma secara eksositosis dan
endositosis .
 Pompa Natrium-Kalium (Na-K)
Transpor aktif juga dipengaruhi oleh muatan listrik yang di
tentukan oleh ion natriun (Na+), ion kalium (K+), dan ion (Cl+), di
lingkungan ekstraseluler dan intraseluler, keluar masuknya ion Na+,dan
K+ diatur oleh pompa ion Na dan K. ATP memberi sumber energi untuk
mengubah bentuk protein membrane agar membuka,kemudian pompa
mengeluarkan tiga ion Na+ dari intraseluler dan memasukkan dua ion K+
ke lingkungan sel.
Mekanisme :
a. Natrium-Kalium akan memompa masuk ion Kalium (K+) dan
memompa keluar ion Natrium (Na+).
b. Ketika ATP dihidrolisis menjadi ADP, fosfat yang
dihasilkan akan melekat pada protein. Melekatnya fosfat pada protein
menyebabkan protein berubah bentuk.
c. Perubahan bentuk protein membuat ion Na+ keluar dari dalam
sel.
d. Bersamaan dengan itu, ion K+ akan melekat pada protein dan
fosfat akan lepas.
f. Lepasnya fosfat menyebabkan bentuk protein kembali
seperti semula. Ion K+ akan masuk ke dalam sel.
Eksositosis dan Endositosis
Sel eukariot mempunyai dua mekanisme pengangkutan lainnya,
yaitu eksositosis dan endositosis. Kedua mekanisme ini berguna
mentransportasikan molekul dan partikel yang berukuran besar
- Transport makromolekul (polisakarida,
protein, polinukleotida, dll)
- Menggunakan pembentukan vesikel dari
atau dengan membran plasma
- Endositosis  untuk internalisasi
- Eksositosis  untuk eksternalisasi
Endositosis 
endo
ekso
Eksositosis
 Eksositosis dapat diartikan, keluarnya zat dari dalam sel.
Molekul yang dilepas digolongkan dalam:
1. Molekul yang terikat pada permukaan sel
2. Molekul yang menjadi bagian dari matriks
ekstra sel.
3. Molekul yang di ekstrasel menjadi sinyal
bagi sel lain.
Eksositosis terjadi apabila terdapat molekul-molekul berukuran besar
yang tidak dapat ditransportasikan melalui mekanisme transpor pasif.
Eksositosis (ex = keluar dari, cytos = sel) merupakan mekanisme
transpor molekul keluar dari sel dengan cara membentuk vesikula.
Suatu sel akan membentuk vesikula apabila akan mengeluarkan suatu
molekul.
Vesikula yang terbentuk akan melingkupi molekul yang akan dikeluarkan. Vesikula
bersama molekul yang dilingkupinya tersebut akan bergerak menuju membran sel.
Setelah melekat dengan membran sel, molekul yang dibawa vesikula akan dikeluarkan
dari dalam sel.
Endositosis
 Endositosis merupakan proses pemasukan zat dari luar sel ke dalam sel.
Istilah endositosis berasal dari bahasa Yunani, endo artinya ke dalam
dan cytos artinya sel, Membran sel membentuk pelipatan ke dalam
(invaginasi) dan “memakan” benda yang akan dipindahkan ke dalam
sel.
Mekanismenya, suatu sel akan membentuk vesikula dengan cara
menjulurkan bagian luar membran sel. Bagian luar membran sel tersebut
akan mengurung atau menangkap molekul yang akan dibawa masuk.
Kemudian, vesikula akan menelan molekul tersebut sehingga masuk
kedalam sel.
 Proses : invaginasi  vesikel  fusi kemembran organella 
transfer isi.
 Butuh energi, ca++, dan sistem mikrofilament
 Ada 3 type : fagositosis, pinositosis dan endositosis dengan reseptor
termediasi.
FAGOSITOSIS : untuk sel-sel makrofag dan granulosit.
PINOSITOSIS : pada semua sel
1. Fase cairan : non selektif, proporsional
dengan konsentrasi.
2. Fase absorptif : selektif, terbatas pada
reseptor tertentu, vesikel terbungkus klatrin
ENDOSITOSIS DENGAN RESEPTOR TERMEDIASI :
menggunakan reseptor khusus untuk partikel tertentu.
PINOSITOSIS
Pinositosis merupakan proses pemasukan zat ke dalam sel yang berupa cairan.
Hal ini sesuai dengan arti pino yaitu minum.
MEKANISME:
Bahan pada membran plasma reseptor akan menempel sehingga terjadi
lekukan.
Lekukan lama-kelamaan semakin dalam dan membentuk kantung.
Kantung yang terlepas akan berada dalam sitoplasma, Kantung ini
disebut gelembung pinositosis.
Gelembung pinositosis akan mengerut dan pecah menjadi gelembung
kecil-kecil kemudian bergabung menjadi gelembung
yang lebih besar.
PINOSITOSIS 
FAGOSITOSIS
fagositosis (fago = makan) merupakan pemasukan zat padat atau sel lainnya ke
dalam tubuh sel. Sesuai dengan artinya, peristiwa
ini seperti sel memakan zat lain.
MEKANISME:
Makanan atau partikel lain akan menempel pada membran.
lalu membran akan membentuk lekukan.
Membran akan menutup dan membentuk kantung.
lalu kantung melepaskan diri.
FAGOSITOSIS 
ENDOSITOSIS DENGAN RESEPTOR TERMEDIASI
Endositosis yang diperantarai reseptor merupakan proses
endositosis yang menggunakan reseptor khusus untuk partikel
tertentu
Endositosis yang diperantarai reseptor sangat spesifik. Yang tertanam
dalam membran adalah protein dengan tempat reseptor spesifik yang
dipaparkan ke fluida ekstraseluler. Ekstraseluler yang terikat pada reseptor
disebut ligan, suatu istilah umum untuk setiap molekul yang terikat
khususnya pada tempat reseptor molekul lain. Protein reseptor biasanya
mengelompok dalam daerah membran yang disebut membran terlapisi,
yang sisi sitoplasmiknya dilapisi oleh lapisan protein samar. Protein
pelapis ini mungkin membantu memperdalam lubang dan membentuk
vesikula.
Endositosis yang diperantarai reseptor memungkinkan sel dapat memperoleh
substansi spesifik dalam jumlah yang melimpah, sekalipun substansi itu
mungkin saja konsentrasinya tidak tinggi dalam fluida ekstraseluler. Misalnya,
sel manusia menggunakan proses ini untuk menyerap kolesterol dan
digunakan dalam sintesis membran dan sebagai prekursor untuk sintesis
steroid lainnya. Vesikula tidak saja mentranspor substansi antara sel dan
sekelilingnya, vesikula ini juga memberikan suatu mekanisme untuk
membentuk kembali membran plasma.
THANKS FOR YOUR ATTENTION 

transpor aktif

  • 1.
  • 2.
    Transpor Aktif  Padasaat tertentu, sel hidup mampu menyerap beberapa zat meskipun konsentrasi zat di dalam selnya lebih tinggi dibandingkan lingkungan di sekitar sel. Artinya, sel menyerap zat berlawanan dengan gradien konsentrasi sehingga proses tersebut membutuhkan energi. Proses transpornya dinamakan transpor aktif.  Transpor aktif merupakan pergerakan zat atau molekul yang menyeberangi membran dengan melawan gradient konsentrasi melalui membran semipermeabel.  Transportasi zat atau molekul pada transport aktif memerlukan energi yang berasal dari ATP.
  • 3.
     Transpor aktifterdiri atas dua tahap yaitu transport aktif primer dan transport aktif sekunder. Pada transport aktif primer, dilibatkan suatu pompa yang secara aktif menghasilkan ion H+ untuk melawan gradient konsentrasi. Transport aktif sekunder memanfaaatkan kegunaan gradient yang telah ada sebelumnya untuk mengendalikan transport aktif suatu larutan.
  • 4.
     Salah satucontoh proses transpor aktif adalah pompa Natrium-Kalium. Proses ini terjadi bila konsentrasi ion Kalium (K+) di dalam sel lebih tinggi dibandingkan sekelilingnya, sedangkan ion Natrium (Na+)-nya jauh lebih rendah. Karena itu, membran plasma akan memompakan ion Natrium keluar sel dan Kalium ke dalam sel, sehingga diperoleh kesetimbangan.  Selain pompa Natrium-Kalium, proses transpor aktif dapat pula melibatkan proses transpor makromolekul. Proses ini terjadi bila molekul besar melewati membran plasma secara eksositosis dan endositosis .
  • 5.
     Pompa Natrium-Kalium(Na-K) Transpor aktif juga dipengaruhi oleh muatan listrik yang di tentukan oleh ion natriun (Na+), ion kalium (K+), dan ion (Cl+), di lingkungan ekstraseluler dan intraseluler, keluar masuknya ion Na+,dan K+ diatur oleh pompa ion Na dan K. ATP memberi sumber energi untuk mengubah bentuk protein membrane agar membuka,kemudian pompa mengeluarkan tiga ion Na+ dari intraseluler dan memasukkan dua ion K+ ke lingkungan sel.
  • 6.
    Mekanisme : a. Natrium-Kaliumakan memompa masuk ion Kalium (K+) dan memompa keluar ion Natrium (Na+). b. Ketika ATP dihidrolisis menjadi ADP, fosfat yang dihasilkan akan melekat pada protein. Melekatnya fosfat pada protein menyebabkan protein berubah bentuk. c. Perubahan bentuk protein membuat ion Na+ keluar dari dalam sel. d. Bersamaan dengan itu, ion K+ akan melekat pada protein dan fosfat akan lepas. f. Lepasnya fosfat menyebabkan bentuk protein kembali seperti semula. Ion K+ akan masuk ke dalam sel.
  • 9.
    Eksositosis dan Endositosis Seleukariot mempunyai dua mekanisme pengangkutan lainnya, yaitu eksositosis dan endositosis. Kedua mekanisme ini berguna mentransportasikan molekul dan partikel yang berukuran besar - Transport makromolekul (polisakarida, protein, polinukleotida, dll) - Menggunakan pembentukan vesikel dari atau dengan membran plasma - Endositosis  untuk internalisasi - Eksositosis  untuk eksternalisasi
  • 10.
  • 11.
    Eksositosis  Eksositosis dapatdiartikan, keluarnya zat dari dalam sel. Molekul yang dilepas digolongkan dalam: 1. Molekul yang terikat pada permukaan sel 2. Molekul yang menjadi bagian dari matriks ekstra sel. 3. Molekul yang di ekstrasel menjadi sinyal bagi sel lain. Eksositosis terjadi apabila terdapat molekul-molekul berukuran besar yang tidak dapat ditransportasikan melalui mekanisme transpor pasif. Eksositosis (ex = keluar dari, cytos = sel) merupakan mekanisme transpor molekul keluar dari sel dengan cara membentuk vesikula. Suatu sel akan membentuk vesikula apabila akan mengeluarkan suatu molekul.
  • 12.
    Vesikula yang terbentukakan melingkupi molekul yang akan dikeluarkan. Vesikula bersama molekul yang dilingkupinya tersebut akan bergerak menuju membran sel. Setelah melekat dengan membran sel, molekul yang dibawa vesikula akan dikeluarkan dari dalam sel.
  • 13.
    Endositosis  Endositosis merupakanproses pemasukan zat dari luar sel ke dalam sel. Istilah endositosis berasal dari bahasa Yunani, endo artinya ke dalam dan cytos artinya sel, Membran sel membentuk pelipatan ke dalam (invaginasi) dan “memakan” benda yang akan dipindahkan ke dalam sel. Mekanismenya, suatu sel akan membentuk vesikula dengan cara menjulurkan bagian luar membran sel. Bagian luar membran sel tersebut akan mengurung atau menangkap molekul yang akan dibawa masuk. Kemudian, vesikula akan menelan molekul tersebut sehingga masuk kedalam sel.
  • 14.
     Proses :invaginasi  vesikel  fusi kemembran organella  transfer isi.  Butuh energi, ca++, dan sistem mikrofilament  Ada 3 type : fagositosis, pinositosis dan endositosis dengan reseptor termediasi. FAGOSITOSIS : untuk sel-sel makrofag dan granulosit. PINOSITOSIS : pada semua sel 1. Fase cairan : non selektif, proporsional dengan konsentrasi. 2. Fase absorptif : selektif, terbatas pada reseptor tertentu, vesikel terbungkus klatrin ENDOSITOSIS DENGAN RESEPTOR TERMEDIASI : menggunakan reseptor khusus untuk partikel tertentu.
  • 16.
    PINOSITOSIS Pinositosis merupakan prosespemasukan zat ke dalam sel yang berupa cairan. Hal ini sesuai dengan arti pino yaitu minum. MEKANISME: Bahan pada membran plasma reseptor akan menempel sehingga terjadi lekukan. Lekukan lama-kelamaan semakin dalam dan membentuk kantung. Kantung yang terlepas akan berada dalam sitoplasma, Kantung ini disebut gelembung pinositosis. Gelembung pinositosis akan mengerut dan pecah menjadi gelembung kecil-kecil kemudian bergabung menjadi gelembung yang lebih besar.
  • 17.
  • 20.
    FAGOSITOSIS fagositosis (fago =makan) merupakan pemasukan zat padat atau sel lainnya ke dalam tubuh sel. Sesuai dengan artinya, peristiwa ini seperti sel memakan zat lain. MEKANISME: Makanan atau partikel lain akan menempel pada membran. lalu membran akan membentuk lekukan. Membran akan menutup dan membentuk kantung. lalu kantung melepaskan diri.
  • 21.
  • 24.
    ENDOSITOSIS DENGAN RESEPTORTERMEDIASI Endositosis yang diperantarai reseptor merupakan proses endositosis yang menggunakan reseptor khusus untuk partikel tertentu Endositosis yang diperantarai reseptor sangat spesifik. Yang tertanam dalam membran adalah protein dengan tempat reseptor spesifik yang dipaparkan ke fluida ekstraseluler. Ekstraseluler yang terikat pada reseptor disebut ligan, suatu istilah umum untuk setiap molekul yang terikat khususnya pada tempat reseptor molekul lain. Protein reseptor biasanya mengelompok dalam daerah membran yang disebut membran terlapisi, yang sisi sitoplasmiknya dilapisi oleh lapisan protein samar. Protein pelapis ini mungkin membantu memperdalam lubang dan membentuk vesikula.
  • 25.
    Endositosis yang diperantaraireseptor memungkinkan sel dapat memperoleh substansi spesifik dalam jumlah yang melimpah, sekalipun substansi itu mungkin saja konsentrasinya tidak tinggi dalam fluida ekstraseluler. Misalnya, sel manusia menggunakan proses ini untuk menyerap kolesterol dan digunakan dalam sintesis membran dan sebagai prekursor untuk sintesis steroid lainnya. Vesikula tidak saja mentranspor substansi antara sel dan sekelilingnya, vesikula ini juga memberikan suatu mekanisme untuk membentuk kembali membran plasma.
  • 28.
    THANKS FOR YOURATTENTION 