SISTEM
TRANSPOR
MEMBRAN
        Kelompok V
 Muhammad Akip Poapa (12)
 Ayu Ardithya Wulandari (2)
 Dewi Ajeng Rahmadani (3)
Membran sel
Membran plasma merupakan batas kehidupan, batas
yang memisahkan sel hidup dari sekelilingnya yang
mati. Seperti semua membran biologis, membran
plasma    memiliki     permeabilitas        selektif;    yakni,
membran ini memungkinkan beberapa substansi dapat
melintasinya dengan lebih mudah daripada substansi
yang lainnya. Salah satu episode paling awal dalam
evolusi   kehidupan     mungkin     berpa      pembentukan
membran      yang    membatasi      suatu     larutan     yang
mempunyai komposisi yang berbeda dari larutan
sekelilingnya,      tetapi    masih     bisa     melakukan
penyerapan       nutrient    dan    pembuangan          produk
limbahnya     kemampuan       sel     untuk    membedakan
pertukaran kimiawainya ini dengan lingkungannya
MEMBRAN SEL
Membran sel berfungsi sebagai barier semipermeabel yang
memungkinkan molekul yang berukuran kecil dapat keluar
masuk ke dalam sel. Hasil pengamatan mikroskop elektron
terhadap membran sel menunjukkan bahwa membran sel
merupakan lipid bilayer. (disebut sebagai fluid-mosaic
model). Molekul penyusun utama adalah fosfolipid, yang
terdiri dari bagian kepala yang polar (hidrofilik) dan dua
ekor nonpolar (hidrofobik). Fosfolipid ini tersusun atas
bagian nonpolar membentuk daerah hidrofobik yang diapit
oleh daerah kepela yang pada bagian dalam dan luar
membran.
SISTEM TRANSPOR
    MEMBRAN
     • TRANSPOR
       AKTIF
     • TRANSPOR
       PASIF
TRANSPOR PASIF
Transpor pasif
merupakan suatu                      Osmosis
perpindahan molekul
menuruni gradien
konsentrasinya. Transpor
pasif ini bersifat spontan.
Difusi, osmosis, dan difusi
terfasilitasi merupakan
contoh dari transpor        Difusi
pasif.
Difusi adalah suatu proses spontan di mana molekul-molekul
bergerak dari daerah dengan konsentrasi tinggi ke daerah
yang   memiliki  konsentrasi   rendah.   Membran   bersifat
selektif permeabel sehingga berpengaruh terhadap laju
difusi beberapa jenis molekul. Satu jenis molekul yang
berdifusi bebas menembus banyak jenis membran adalah air.
Difusi bergantung pada pergerakan secara acak dari suatu
zat terlarut. Molekul-molekul dapat melewati selaput
plasma dengan jalan difusi sederhana sangat terbatas
jumlahnya dan untuk inipun selaput plasma masih memiliki
penghalang. Mikromolekul terutama jenis hidrofobik dapat
melewati membran plasma dengan mudah. Kemampuan sel untuk
dapat memilah senhyaya hidrofilik dengan berat molekul
(BM) kecil dari senyawa yang memiliki BM bsar sering kali
disebabkan oleh adanya porus pada selaput plasma. Terdapat
dua jenis porus. Jenis pertama yang dapat menembus protein
integral atau di antara kelompok          molekul protein
transmembran. Porus jenis kedua disebut porus statistik
yang terbentuk secara acak pada selaput plasma dan
menembus lipid bilayer.
Sejumlah substansi diketahui berdifusi dengan terlebih dahulu
berikatan dengan suatu protein membran yang disebut dengan
fasilitatif transporter yang memfasilitasi proses difusi. Pengikatan
molekul atau senyawa pada fasilitastif transporter pada satu sisi
akan memicu perubahan komformasi pada protein dan
menyebabkan zat terlarut dapat berdifusi ke daerah yang
berkonsentrasi rendah.
Senyawa yang melewati membran plasma dengan jalan difusi
dipermudah juga tidak memerlukan keterlibatan ATP, seperti halnya
difusi sederhana. Namun gerakan senyawa dari luar ke dalam atau
sebaliknya lebih cepat dari pada difusi sederhana. Hal ini
disebabkan oleh adanya protein pembawa yang mempercepat
pengangkutan. Molekul protein pembawa setelah mengikat
senyawa atau molekul yang akan di bawa, segera memindahkan
senyawa/molekul dari luar ke dalam atau sebaliknya.



              DIFUSI DIPERMUDAH
OSMOSIS
   Osmosis adalah peristiwa perpindahan
   molekul      air   (pelarut)    melalui
   membran semipermeabel dari larutan
   yang berkonsentrasi rendah ke larutan
   yang berkonsentrasi tinggi. Peristiwa
   osmosis ini terjadi pada sel. Peristiwa
   tersebut bergantung pada perbandingan
   konsentrasi larutan didalam dan diluar
   sel. Jika konsentrasi larutan diluar sel
   lebih rendah daripada larutan di
   dalam sel, berarti sel berada dalam
   larutan hipotenik. Konsentrasi larutan
   diluar sel lebih tinggi dari pada
   larutan didalam sel, berarti sel
   berada dalam larutan hipertonik.
TRANSPOR
        AKTIF
Transpor aktif merupakan kebalikan dari
transpor pasif dan bersifat tidak spontan. Arah
perpindahan dari transpor ini melawan gradien
konsentrasi.   Transpor     aktif    membutuhkan
bantuan dari beberapa protein. Contoh protein
yang terlibat dalam transpor aktif ialah
channel protein dan carrier protein, serta
ionophore.
Yang termasuk transpor aktif ialah coupled
carriers, ATP driven pumps, dan light driven
pumps. Dalam transpor menggunakan coupled
carriers dikenal dua istilah, yaitu simporter dan
antiporter. Simporter ialah suatu protein yang
mentransportasikan kedua substrat searah,
sedangkan    antiporter     mentransfer     kedua
substrat dengan arah berlawanan. ATP driven
pump merupakan suatu siklus transpor Na+/K+
ATPase. Light driven pump umumnya ditemukan
ATP DRIVEN PUMP
    (pompa natrium-
             kalium)
Mekanisme pompa Na-K adalah sebagai berikut:
A. Pengikatan Na+ sitoplasmik dengan protein
   menstimulasi fosforilasi oleh ATP,
B. Fosforilasi menyebabkan perubahan konformasi
   protein,
C. Perubahan konformasi mengusir Na+ keluar dan K+
   ekstraseluler diikat,
D. Pengikatan K+ memicu pelepasan gugus fosfat,
E. Kehilangan fosfat membentuk kembali konformasi
   asli,
F. K+ dilepaskan dan tempat Na+ mampu mengikat
   kembali; siklus berulang kembali.
Couple carrier adalah sepasang protein yang pengangkutan ion dari
suatu larutan di luar sel ke dalam sel melewati membran. Couple
carrier dibagi dua yaitu symporter (coupled transport yang melewatkan
ion pertama dan kedua pada arah yang sama) dan antiporters (coupled
transport yang melewatkan ion kedua dari arah berlawanan).
Couple carriers termasuk dalam transport aktif tidak langsung, pada
transport ini menggunakan energi yang dihasilkan dari pompa sodium-
potasium. Molekul-molekul yang masuk atau keluar sel dengan
transport tidak langsung selalu bergerak melewati membran bersama-
sama dengan gerakan ion, maka mekanisme transpot aktif ini juga
disebut cotransport.
Couple carriers terjadi dalam dua pola, symport dan antiport. Pada
symport, substansi yang dicotransport bergerak searah gerakan ion.
Diantara metabolit penting dan ion yang digerakkan secara aktif ke
dalam sel dengan symport adalah gula dan Na++.
Pada antiport, substansi yang di cotransport bergerak dalam arah
berlawanan dengan gerakan ion. Pola ini umumnya terbatas untuk ion.

      COUPLE CARRIER
BULK TRANSPORT
Molekul-molekul besar seperti protein ditranspor
dengan    eksositosis     dan     endositosis.     Pada
eksositosis, vesikula transpor bermigrasi ke membran
plasma,   bergabung    dengannya,     dan    melepaskan
kandungannya.   Pada   endositosis,     molekul   besar
memasuki sel di dalam vesikula yang dijepit ke dalam
dari membran plasma. Ketiga jenis endositosis ialah
fagositosis,   pinositosis,   dan    endositosis   yang
diperantarai reseptor.




          ENDOSITO                       EKSOSITO
             SIS          SEL               SIS
Pada endositosis, sel memasukan makromolekul dan materi yang sangat
kecil dengan cara membentuk vesikula baru dari membrane plasma.
Langkah-langkahnya pada dasarnya merupakan kebalikan dari eksositosis.
Sebagian kecil luas membrane plasma terbenam terdalam membentuk
kantong. Begitu kantong ini semakin dalam, kantong ini terjepit, membentuk
vesikula yang berisi materi yang telah terdapat diluar selnya. Terdapat tiga
jenis endositosis, yaitu fagositosis (pemakanan seluler) pinositosis
(peminuman seluler) dan endositosis yang diperantai reseptor.
Endositosis secara umum dapat dibagi menjadi dua kelompok yaitu: bulk-
phase endocytosis dan receptor-mediated endocytosis. Bulk-phase
endocytosis mengambil cairan ektraseluler tanpa adanya proses pengenalan
oleh permukaan membran plasma. bulk-phase endocytosis dapat diamati
dengan memberikan bahan tertentu pada medium kultur seperti enzim
horseradish peroxidase yang akan di ambil oleh sel-sel pada umumnya.
Receptor-mediated endocytosis merupakan pengambilan makromolekul
tertentu (ligand) yang akan berikatan dengan reseptor pada permukaan luar
membran.



                               S
                           ENDOSITOSI
EKSOSITOSIS
Sel mensekresi makro molekul dengan cara
menggabungkan vesikula dengan membrane plasma
disebut dengan eksositosis. Vesicula transfor yang lepas
dari apparatus golgi dipindahkan oleh sitoskeleton ke
membrane plasma. Ketika membrane vesikula dan
membrane plasma bertemu, molekul lipid keduan bilayer
menyusun ulang dirinya sendiri sehingga kedua membrane
bergabung. Kandungan vesikulanya kemudian tumpah dari
sel.
THANK YOU :*

Sistem transpor membran

  • 1.
    SISTEM TRANSPOR MEMBRAN Kelompok V Muhammad Akip Poapa (12) Ayu Ardithya Wulandari (2) Dewi Ajeng Rahmadani (3)
  • 2.
    Membran sel Membran plasmamerupakan batas kehidupan, batas yang memisahkan sel hidup dari sekelilingnya yang mati. Seperti semua membran biologis, membran plasma memiliki permeabilitas selektif; yakni, membran ini memungkinkan beberapa substansi dapat melintasinya dengan lebih mudah daripada substansi yang lainnya. Salah satu episode paling awal dalam evolusi kehidupan mungkin berpa pembentukan membran yang membatasi suatu larutan yang mempunyai komposisi yang berbeda dari larutan sekelilingnya, tetapi masih bisa melakukan penyerapan nutrient dan pembuangan produk limbahnya kemampuan sel untuk membedakan pertukaran kimiawainya ini dengan lingkungannya
  • 3.
    MEMBRAN SEL Membran selberfungsi sebagai barier semipermeabel yang memungkinkan molekul yang berukuran kecil dapat keluar masuk ke dalam sel. Hasil pengamatan mikroskop elektron terhadap membran sel menunjukkan bahwa membran sel merupakan lipid bilayer. (disebut sebagai fluid-mosaic model). Molekul penyusun utama adalah fosfolipid, yang terdiri dari bagian kepala yang polar (hidrofilik) dan dua ekor nonpolar (hidrofobik). Fosfolipid ini tersusun atas bagian nonpolar membentuk daerah hidrofobik yang diapit oleh daerah kepela yang pada bagian dalam dan luar membran.
  • 4.
    SISTEM TRANSPOR MEMBRAN • TRANSPOR AKTIF • TRANSPOR PASIF
  • 5.
    TRANSPOR PASIF Transpor pasif merupakansuatu Osmosis perpindahan molekul menuruni gradien konsentrasinya. Transpor pasif ini bersifat spontan. Difusi, osmosis, dan difusi terfasilitasi merupakan contoh dari transpor Difusi pasif.
  • 6.
    Difusi adalah suatuproses spontan di mana molekul-molekul bergerak dari daerah dengan konsentrasi tinggi ke daerah yang memiliki konsentrasi rendah. Membran bersifat selektif permeabel sehingga berpengaruh terhadap laju difusi beberapa jenis molekul. Satu jenis molekul yang berdifusi bebas menembus banyak jenis membran adalah air. Difusi bergantung pada pergerakan secara acak dari suatu zat terlarut. Molekul-molekul dapat melewati selaput plasma dengan jalan difusi sederhana sangat terbatas jumlahnya dan untuk inipun selaput plasma masih memiliki penghalang. Mikromolekul terutama jenis hidrofobik dapat melewati membran plasma dengan mudah. Kemampuan sel untuk dapat memilah senhyaya hidrofilik dengan berat molekul (BM) kecil dari senyawa yang memiliki BM bsar sering kali disebabkan oleh adanya porus pada selaput plasma. Terdapat dua jenis porus. Jenis pertama yang dapat menembus protein integral atau di antara kelompok molekul protein transmembran. Porus jenis kedua disebut porus statistik yang terbentuk secara acak pada selaput plasma dan menembus lipid bilayer.
  • 7.
    Sejumlah substansi diketahuiberdifusi dengan terlebih dahulu berikatan dengan suatu protein membran yang disebut dengan fasilitatif transporter yang memfasilitasi proses difusi. Pengikatan molekul atau senyawa pada fasilitastif transporter pada satu sisi akan memicu perubahan komformasi pada protein dan menyebabkan zat terlarut dapat berdifusi ke daerah yang berkonsentrasi rendah. Senyawa yang melewati membran plasma dengan jalan difusi dipermudah juga tidak memerlukan keterlibatan ATP, seperti halnya difusi sederhana. Namun gerakan senyawa dari luar ke dalam atau sebaliknya lebih cepat dari pada difusi sederhana. Hal ini disebabkan oleh adanya protein pembawa yang mempercepat pengangkutan. Molekul protein pembawa setelah mengikat senyawa atau molekul yang akan di bawa, segera memindahkan senyawa/molekul dari luar ke dalam atau sebaliknya. DIFUSI DIPERMUDAH
  • 8.
    OSMOSIS Osmosis adalah peristiwa perpindahan molekul air (pelarut) melalui membran semipermeabel dari larutan yang berkonsentrasi rendah ke larutan yang berkonsentrasi tinggi. Peristiwa osmosis ini terjadi pada sel. Peristiwa tersebut bergantung pada perbandingan konsentrasi larutan didalam dan diluar sel. Jika konsentrasi larutan diluar sel lebih rendah daripada larutan di dalam sel, berarti sel berada dalam larutan hipotenik. Konsentrasi larutan diluar sel lebih tinggi dari pada larutan didalam sel, berarti sel berada dalam larutan hipertonik.
  • 9.
    TRANSPOR AKTIF Transpor aktif merupakan kebalikan dari transpor pasif dan bersifat tidak spontan. Arah perpindahan dari transpor ini melawan gradien konsentrasi. Transpor aktif membutuhkan bantuan dari beberapa protein. Contoh protein yang terlibat dalam transpor aktif ialah channel protein dan carrier protein, serta ionophore. Yang termasuk transpor aktif ialah coupled carriers, ATP driven pumps, dan light driven pumps. Dalam transpor menggunakan coupled carriers dikenal dua istilah, yaitu simporter dan antiporter. Simporter ialah suatu protein yang mentransportasikan kedua substrat searah, sedangkan antiporter mentransfer kedua substrat dengan arah berlawanan. ATP driven pump merupakan suatu siklus transpor Na+/K+ ATPase. Light driven pump umumnya ditemukan
  • 10.
    ATP DRIVEN PUMP (pompa natrium- kalium) Mekanisme pompa Na-K adalah sebagai berikut: A. Pengikatan Na+ sitoplasmik dengan protein menstimulasi fosforilasi oleh ATP, B. Fosforilasi menyebabkan perubahan konformasi protein, C. Perubahan konformasi mengusir Na+ keluar dan K+ ekstraseluler diikat, D. Pengikatan K+ memicu pelepasan gugus fosfat, E. Kehilangan fosfat membentuk kembali konformasi asli, F. K+ dilepaskan dan tempat Na+ mampu mengikat kembali; siklus berulang kembali.
  • 11.
    Couple carrier adalahsepasang protein yang pengangkutan ion dari suatu larutan di luar sel ke dalam sel melewati membran. Couple carrier dibagi dua yaitu symporter (coupled transport yang melewatkan ion pertama dan kedua pada arah yang sama) dan antiporters (coupled transport yang melewatkan ion kedua dari arah berlawanan). Couple carriers termasuk dalam transport aktif tidak langsung, pada transport ini menggunakan energi yang dihasilkan dari pompa sodium- potasium. Molekul-molekul yang masuk atau keluar sel dengan transport tidak langsung selalu bergerak melewati membran bersama- sama dengan gerakan ion, maka mekanisme transpot aktif ini juga disebut cotransport. Couple carriers terjadi dalam dua pola, symport dan antiport. Pada symport, substansi yang dicotransport bergerak searah gerakan ion. Diantara metabolit penting dan ion yang digerakkan secara aktif ke dalam sel dengan symport adalah gula dan Na++. Pada antiport, substansi yang di cotransport bergerak dalam arah berlawanan dengan gerakan ion. Pola ini umumnya terbatas untuk ion. COUPLE CARRIER
  • 12.
    BULK TRANSPORT Molekul-molekul besarseperti protein ditranspor dengan eksositosis dan endositosis. Pada eksositosis, vesikula transpor bermigrasi ke membran plasma, bergabung dengannya, dan melepaskan kandungannya. Pada endositosis, molekul besar memasuki sel di dalam vesikula yang dijepit ke dalam dari membran plasma. Ketiga jenis endositosis ialah fagositosis, pinositosis, dan endositosis yang diperantarai reseptor. ENDOSITO EKSOSITO SIS SEL SIS
  • 13.
    Pada endositosis, selmemasukan makromolekul dan materi yang sangat kecil dengan cara membentuk vesikula baru dari membrane plasma. Langkah-langkahnya pada dasarnya merupakan kebalikan dari eksositosis. Sebagian kecil luas membrane plasma terbenam terdalam membentuk kantong. Begitu kantong ini semakin dalam, kantong ini terjepit, membentuk vesikula yang berisi materi yang telah terdapat diluar selnya. Terdapat tiga jenis endositosis, yaitu fagositosis (pemakanan seluler) pinositosis (peminuman seluler) dan endositosis yang diperantai reseptor. Endositosis secara umum dapat dibagi menjadi dua kelompok yaitu: bulk- phase endocytosis dan receptor-mediated endocytosis. Bulk-phase endocytosis mengambil cairan ektraseluler tanpa adanya proses pengenalan oleh permukaan membran plasma. bulk-phase endocytosis dapat diamati dengan memberikan bahan tertentu pada medium kultur seperti enzim horseradish peroxidase yang akan di ambil oleh sel-sel pada umumnya. Receptor-mediated endocytosis merupakan pengambilan makromolekul tertentu (ligand) yang akan berikatan dengan reseptor pada permukaan luar membran. S ENDOSITOSI
  • 14.
    EKSOSITOSIS Sel mensekresi makromolekul dengan cara menggabungkan vesikula dengan membrane plasma disebut dengan eksositosis. Vesicula transfor yang lepas dari apparatus golgi dipindahkan oleh sitoskeleton ke membrane plasma. Ketika membrane vesikula dan membrane plasma bertemu, molekul lipid keduan bilayer menyusun ulang dirinya sendiri sehingga kedua membrane bergabung. Kandungan vesikulanya kemudian tumpah dari sel.
  • 15.