Tragedi Semanggi II pada 24 September 1999 melibatkan kekerasan terhadap mahasiswa oleh militer sebagai respons terhadap penolakan terhadap UU PKB. Beberapa mahasiswa tewas dalam aksi di Jakarta, Lampung, dan Palembang, menciptakan gesekan antara aparat dan demonstran. Upaya untuk mengusut kasus ini melalui pengadilan HAM ad hoc mengalami kegagalan, dengan DPR menolak rekomendasi untuk mendalami pelanggaran hak asasi manusia terkait peristiwa tersebut.