Peran Kerajaan
dalam
perkembangan
agama Islam di
Indonesia
Kerajaan yang ada di Pulau Sumatera
• Kerajaan Jeumpa (abad 8M)
• Kesultanan Peureulak (abad 9M)
• Kesultanan Samudra Pasai (1200-1600)
• Kesultanan Lamuri
• Kerajaan Pedir
• Kerajaan Daya
• Kerajaan Linge
• Kesultanan Aceh (1496-1903)
• Kerajaan Malayu Tambayung (abad 6 akhir)
• Kesultanan Indrapura (1500-1792)
• Kerajaan Pasaman
• Kerajaan Pagaruyung
• Kerajaan Siguntur
• Kerajaan Sungai Pagu
• Kerajaan Pulau Punjung
• Kerajaan Jambu Lippo
• Kerajaan Koto Anau
• Kerajaan Bunga Setangkai
1. Kesultanan Peureulak
• Kerajaan Perlak adalah sebuah kerajaan Islam awal yang terletak di Peureulak, Aceh Timur,
Aceh
• Didirikan pada pada 1 Muharram 225 H (840 M) Sultan Alaiddin Syed Maulana Abdul Aziz
Shah
• Masa Kejayaan :
Masa kejayaan Kerajaan Perlak terjadi pada masa pemerintahan Sultan Makhdum Alaiddin
Malik Muhammad Amin Syah II Jouhan Berdaulat yakni pada tahun 1225 sampai 1262 Masehi.
Pada masa pemerintahan beliau, Kerajaan Perlak mengalami kemajuan dan perkembangan
yang sangat pesat, yakni dalam bidang pendidikan Islam dan bidang perluasan dakwah
Islamiah.
• Peran Kesultanan Perlak dalam Perkembangan Islam di Indonesia
Kerajaan Perlak berkembang sebagai bandar niaga yang amat maju. Kondisi ini membuat
maraknya perkawinan campuran antara para saudagar muslim dengan penduduk setempat,
Akibatnya adalah perkembangan Islam yang pesat dan pada akhirnya munculnya Kerajaan
Islam Perlak sebagai kerajaan Islam pertama di Indonesia.
 Terletak ± 15 km di sebelah timur Lhokseumawe, Nangro Aceh Darussalam
 Awal Berdirinya :
Kerajaan Samudra Pasai berdiri sekitar abad 13 oleh Nazimuddin Al Kamil, seorang
laksamana laut Mesir. Pada tahun 1238 M, ia mendapat tugas merebut pelabuhan
Kambayat di Gujarat yang dijadikan tempat pemasaran barang-barang perdagangan dari
timur. Nazimuddin al-Kamil juga mendirikan satu kerajaan di Pulau Sumatera bagian
utara. Tujuan utamanya adalah untuk dapat menguasai hasil perdagangan rempah-
rempah dan lada. Beliau kemudian mengangkat Marah Silu menjadi Raja Pasai pertama
dengan gelar Sultan Malik Al Saleh
2. Kesultanan samudera pasai ( 1200-1600 )
 Peran Kesultanan Samudera Pasai dalam Perkembangan Islam di Indonesia :
o Tempat bertemu pedagang dari Persia,Arab, India sehingga mata pencaharian rakyat
adalah pelayaran dan perdagangan
o Samudera Pasai menggunakan Selat Malaka sebagai jalur perdagangan laut yang
menghubungkan daerah Pasai dengan Arab, India, dan Cina. Sebagai pusat perdagangan
dan pelabuhan besar, Samudera Pasai memiliki fungsi sebagai
Tempat merambah perbekalan.
Tempat mengurus masalah perkapalan.
Tempat mengumpulkan komoditas dagang yang akan dikirim ke luar.
Tempat menyimpan barang yang akan diantar ke daerah lain.
o Samudra Pasai banyak mengirimkan banyak ulama dan mubaliq yang diutus oleh Raja
Samudra Pasai untuk menyebarkan Agama Allah SWT ke pulau Jawa.
o Mereka memiliki banyak hubungan dengan beragam kerajaan Islam,terutama dengan
Malaka .
3. Kesultanan Aceh (1496-1903)
 Terletak di ujung sebelah Utara Pulau Sumatera,
 Didirikan pada 1 Jumadil Awal 913 H /1507 M oleh Sultan Ali Mughayat Syah (Sultan Ibrahim)
 Masa Kejayaan :
 Kesultanan Aceh mengalami masa ekspansi dan pengaruh terluas pada masa
kepemimpinan Sultan Iskandar Muda (1607 - 1636) atau Sultan Meukuta Alam. Pada masa
kepemimpinannya, Aceh menaklukkan Pahang yang merupakan sumber timah utama.
 Pada tahun 1629, kesultanan Aceh melakukan penyerangan terhadap Portugis di Melaka
dengan armada yang terdiri dari 500 buah kapal perang dan 60.000 tentara laut. Serangan
ini dalam upaya memperluas dominasi Aceh atas Selat Malaka dan semenanjung Melayu.
Sayangnya ekspedisi ini gagal, meskipun pada tahun yang sama Aceh menduduki Kedah
dan banyak membawa penduduknya ke Aceh.
 Akhir Pemerintah :
o Kemunduran Aceh disebabkan oleh beberapa faktor, di antaranya ialah makin menguatnya
kekuasaan Belanda di pulau Sumatera dan Selat Malaka, ditandai dengan jatuhnya wilayah
Minangkabau, Siak, Tiku, Tapanuli, Mandailing, Deli, Barus.
o Pada masa Sultan Alauddin Jauhar Alamsyah ,perang saudara terjadi dalam perebutan kekuasaan
antara Tuanku Sulaiman dengan Tuanku Ibrahim yang kelak bergelar Sultan Mansur Syah
 Peran Kesultanan Aceh dalam perkembangan Islam di Indonesia :
o Pusat perdagangan bagi pedagang Nusantara, Cina maupun Barat.
o Sultan Iskandar Muda membendung penetrasi dan menekan arus perdagangan bangsa Eropa.
(Pada tahun 1629, kesultanan Aceh melakukan penyerangan terhadap Portugis di Malaka)
o Menjalin hubungan kerjasama dengan kerajaan-kerajaan Islam lain di Nusantara, khususnya di
Jawa.
o Berhasil mempersatuakan seluruh lapisan masyarakat dan tersusunnya sebuah undang-undang
tentang tata pemerintahan yang bernama Adat Makuta Alam.
Kerajaan yang ada di Pulau Jawa
• Kesultanan Cirebon (1552-1667)
• Kesultanan Demak (1475-1550)
• Kesultanan Banten (1524-1813)
• Kesultanan Pajang (1568-1618)
• Kesultanan Mataram ( 1586-1755)
• Kasultanan Ngayogyakarta (1755-
sekarang)
• Kasultanan Surakarta (1755-sekarang)
1. Kesultanan Demak (1475-1550)
 Terletak di daerah Bintaro dekat muara sungai Demak
 Didirikan pada tahun 1500 (abad 15) oleh seorang adipati yang bernama Raden Patah
 Awal Berdirinya :
Menjelang akhir abad ke-15, seiring dengan kemuduran Majapahit, secara praktis beberapa
wilayah kekuasaannya mulai memisahkan diri.
Sementara Demak yang berada di wilayah utara pantai Jawa muncul sebagai kawasan yang
mandiri. Dalam tradisi Jawa digambarkan bahwa Demak merupakan penganti langsung dari
Majapahit, sementara Raja Demak (Raden Patah) dianggap sebagai putra Majapahit
terakhir.
 Sultan yang pernah memimpin
 Raden Patah (1478-1518)
 Pati Unus ( 1518 - 1521 M )
 Sultan Trenggono ( 1521 - 1546 )
 Sunan Prawata (1546-1549)
 Arya Penangsang (1549-1554)
 Masa Kejayaan
Di bawah Pati Unus
Demak di bawah Pati Unus adalah Demak yang berwawasan nusantara. Visi besarnya adalah
menjadikan Demak sebagai kerajaan maritim yang besar. Pada masa kepemimpinannya, Demak
merasa terancam dengan pendudukan Portugis di Malaka. Kemudian beberapa kali ia
mengirimkan armada lautnya untuk menyerang Portugis di Malaka.
Di bawah Trenggana
Demak mulai menguasai daerah-daerah Jawa lainnya seperti merebut Sunda Kelapa dari
Pajajaran serta menghalau tentara Portugis yang akan mendarat di Tuban , Madiun , Surabaya
dan Pasuruan , Malang , dan Blambangan.
 Akhir Pemerintahan
Pada tahun 1554 terjadilah Pemberontakan dilakukan oleh Adipati Pajang Joko Tingkir
(Hadiwijoyo) untuk merebut kekuasaan dari Arya Penangsang. Dalam Peristiwa ini Arya
Penangsang dibunuh oleh Sutawijaya, anak angkat Joko Tingkir. Dengan terbunuhnya Arya
Penangsang sebagai Raja Demak ke 5, maka berakhirlah era Kerajaan Demak. Joko Tingkir
(Hadiwijoyo) memindahkan Pusat Pemerintahan ke Pajang dan mendirikan Kerajaan Pajang.
 Peran Kesultanan Demak dalam perkembangan Islam di Indonesia :
Demak merupakan pusat penyebaran agama Islam di Nusantara terutama dibagian Pulau
jawa. Dan dengan lahirnya wali-wali di Demak mempercepat proses penyebaran agama
Islam bahkan sampai ke pelosok pedalaman. Peranan Demak dalam Upaya penyebaran
islam cukup banyak diantaranya
1. Mendirikan pesantren,adalah cara penyebaranagama Islam yang efektif.
2. Menyebarkan dengan cara pendekatan yang baik dan tidak menggunakan unsur
kepaksaan
3. Menghilang perilaku perilaku Masyarakat yang tidak sesuai ajaran agama Islam
4. Memperbaiki Akhlak Dan Moral masyarakat yang masih buruk pada saat mereka masih
berpegang teguh pada agama (sebelum masuk Islam)
2. Kesultanan pajang
 Terletak di perbatasan Kelurahan Pajang - Kota Surakarta dan Desa Makamhaji, Kartasura,
Sukoharjo.
 Didirikan pada (abad ke 14) oleh Hadiwijaya.
 Awal Berdirinya :
awal berdirinya kerajaan ini erat kaitannya dengan keruntuhan kerajaan Demak. Pada akhir
kekuasaan kerajaan Demak, terjadi peperangan antara Aryo Penangsang dan Joko Tingkir.
Pertempuran tersebut kemudian dimenangkan oleh Jaka Tingkir. Jaka Tingkir berhasil
memindahkan pusat kerajaan Demak ke daerah Pajang. Pengesahan Joko Tingkir atau biasa disebut
dengan Hadiwijaya menjadi sultan pertama kerajaan ini dilakukan oleh Sunan Giri.
 Masa Kejayaan
Pajang mengalami kemajuan di bidang pertanian sehingga menjadi lumbung beras dalam abad ke-
16 dan 17
 Peran kesultanan pajang dalam perkembangan islam di indonesia
o Pada zaman Pakubuwono I dan Jayanegara bekerja sama untuk menjadikan Pajang semakin
maju dibidang pertanian sehingga Pajang menjadi lumbung beras, kerja sama tersebut saling
menguntungkan bagi kedua belah pihak. Kehidupan rakyat Pajang mendapat pengaruh
Islamisasi yang cukup kental sehingga masyarakat Pajang sangat mengamalkan syariat Islam
dengan sungguh-sungguh
3. Kerajaan banten (1524-1813)
 Terletak di Tatar Pasundan, Provinsi Banten, Indonesia
 Didirikan pada tahun 1526 Oleh Maulana Hasanuddin
 Awal Berdirinya :
Setelah Islam berkembang di wilayah banten, wilayah banten yang pada awalnya hanya sebuah
kadipaten bagian wilayah bagian Demak. Seiring berjalannya waktu berubah menjadi Negara
bagian Demak. Hingga pada akhirnya menjadi suatu kesultanan yang merdeka dan independent,
setelah kerajaan Demak runtuh akibat kekalahan dari kerajaan Pajang.
 Masa Kejayaan
Naik tahtanya Sultan Ageng Tirtayasa membawa perubahan di Banten, ialah membenahi dan
menertibkan aparatur pemerintahan Banten. Sultan Ageng Tirtayasa juga dikenal sebagai sosok
anti asing, dapat dilihat beliau begitu getolnya melancarkan perlawanan-perlawanan gerilya
terhadap Belanda, hal ini ditunjukan agar Belanda keluar dari wilayah Banten. Pada masa ini
Perdagangan sangat berkembang pesat.
 Peran kesultanan Banten dalam perkembangan di indonesia :
o Seluruh wilayah Banten sudah mengikuti Islam. Semakin berkembangnya Pesantren
Kasunyatan dan Masjid Agung Banten sebagai sarana pendidikan dan dakwah.
o Melakukan Perlawana - Perlawanan terhadap Portugis
4. Kesultanan Mataram (1586-1755)
 Terletak di perbatasan kelurahan pajang,kota Surakarta dan desa
Mahamhaji,Kartasura,Sukoharjo
 Didirikan pada tahun 1582
 Masa Kejayaan
Sesudah naik tahta Raden Mas Rangsang atau lebih dikenal dengan sebutan Sultan Agung. Pada
masanya Mataram berekspansi untuk mencari pengaruh di Jawa. Pada puncak kejayaannya,
wilayah kekuasaan Mataram mencakup sebagian Pulau Jawa dan Madura (kira-kira gabungan
Jawa Tengah, sebagian besar Jawa Barat, DIY, dan Jawa Timur
 Peran Kesultanan Mataram dalam perkembangan Islam di Indonesia
Sebagian masyarakat sangat tergantung pada kondisi alam tanah dan luas kepemilikan tanah.
Begitu pentingnya arti penguasaan tanah, maka simbol kekuasaan kerajaan pun salah satunya
adalah tanah.
Hal inilah yang mencirikan bahwa Kerajaan Mataram Islam adalah kerajaan yang bersifat feodal.
Sifat feodal tersebut juga tampak pada gelar sultan sebagai panatagama, yaitu pengatur
kehidupan keagamaan. Oleh karena itu, sultan memiliki kedudukan yang sangat tinggi. Rakyat
sangat hormat dan patuh, serta siap hidup mati mengabdi kepada sultan.
5.Kasultanan yogyakarta
 Terletak di Daerah Istimewa Yogyakarta
 Didirikan Pada 13 Februari 1755 (berdasarkan Perjanjian Giyanti yang
memisah Kesultanan Mataram menjadi dua)
 Peran Kesultanan Nyayogyakarta dalam perkembangan Islam di Indonesia
diselenggarakanya Pendidikan agama oleh Kawedanan Pengulon.
Pendidikan sastra diselenggarakan oleh Tepas Kapunjanggan. Yang
memberi pelajaran agama, bahasa Jawa, budaya, dan literatur (serat dan
babad).
6. Kasunanan Surakarta (1755-sekarang)
• Didirikan oleh Baab Mashur Malamo pada
tahun 1257. Kesultanan Ternate memiliki
peran penting di kawasan timur Nusantara
antara abad ke-13 hingga abad ke-17
lll. Kerajaan yang ada di Pulau Maluku
• Kerajan Nunusaku
• Kesultanan Ternate
• Kesultanan Tidore
• Kesultanan Jailolo
• Kesultanan Bacan
• Kerajaan Sahulau
• Kerajaan Tanah Hitu
• Kerajaan Iha
• Kerajaan Honimoa/Siri
Sori
• Kerajaan Huamal
1. Kesultanan Ternate

Peran Kerajaan dalam Perkembangan Agama Islam di Indonesia

  • 1.
  • 2.
    Kerajaan yang adadi Pulau Sumatera • Kerajaan Jeumpa (abad 8M) • Kesultanan Peureulak (abad 9M) • Kesultanan Samudra Pasai (1200-1600) • Kesultanan Lamuri • Kerajaan Pedir • Kerajaan Daya • Kerajaan Linge • Kesultanan Aceh (1496-1903) • Kerajaan Malayu Tambayung (abad 6 akhir) • Kesultanan Indrapura (1500-1792) • Kerajaan Pasaman • Kerajaan Pagaruyung • Kerajaan Siguntur • Kerajaan Sungai Pagu • Kerajaan Pulau Punjung • Kerajaan Jambu Lippo • Kerajaan Koto Anau • Kerajaan Bunga Setangkai
  • 3.
    1. Kesultanan Peureulak •Kerajaan Perlak adalah sebuah kerajaan Islam awal yang terletak di Peureulak, Aceh Timur, Aceh • Didirikan pada pada 1 Muharram 225 H (840 M) Sultan Alaiddin Syed Maulana Abdul Aziz Shah • Masa Kejayaan : Masa kejayaan Kerajaan Perlak terjadi pada masa pemerintahan Sultan Makhdum Alaiddin Malik Muhammad Amin Syah II Jouhan Berdaulat yakni pada tahun 1225 sampai 1262 Masehi. Pada masa pemerintahan beliau, Kerajaan Perlak mengalami kemajuan dan perkembangan yang sangat pesat, yakni dalam bidang pendidikan Islam dan bidang perluasan dakwah Islamiah. • Peran Kesultanan Perlak dalam Perkembangan Islam di Indonesia Kerajaan Perlak berkembang sebagai bandar niaga yang amat maju. Kondisi ini membuat maraknya perkawinan campuran antara para saudagar muslim dengan penduduk setempat, Akibatnya adalah perkembangan Islam yang pesat dan pada akhirnya munculnya Kerajaan Islam Perlak sebagai kerajaan Islam pertama di Indonesia.
  • 4.
     Terletak ±15 km di sebelah timur Lhokseumawe, Nangro Aceh Darussalam  Awal Berdirinya : Kerajaan Samudra Pasai berdiri sekitar abad 13 oleh Nazimuddin Al Kamil, seorang laksamana laut Mesir. Pada tahun 1238 M, ia mendapat tugas merebut pelabuhan Kambayat di Gujarat yang dijadikan tempat pemasaran barang-barang perdagangan dari timur. Nazimuddin al-Kamil juga mendirikan satu kerajaan di Pulau Sumatera bagian utara. Tujuan utamanya adalah untuk dapat menguasai hasil perdagangan rempah- rempah dan lada. Beliau kemudian mengangkat Marah Silu menjadi Raja Pasai pertama dengan gelar Sultan Malik Al Saleh 2. Kesultanan samudera pasai ( 1200-1600 )
  • 5.
     Peran KesultananSamudera Pasai dalam Perkembangan Islam di Indonesia : o Tempat bertemu pedagang dari Persia,Arab, India sehingga mata pencaharian rakyat adalah pelayaran dan perdagangan o Samudera Pasai menggunakan Selat Malaka sebagai jalur perdagangan laut yang menghubungkan daerah Pasai dengan Arab, India, dan Cina. Sebagai pusat perdagangan dan pelabuhan besar, Samudera Pasai memiliki fungsi sebagai Tempat merambah perbekalan. Tempat mengurus masalah perkapalan. Tempat mengumpulkan komoditas dagang yang akan dikirim ke luar. Tempat menyimpan barang yang akan diantar ke daerah lain. o Samudra Pasai banyak mengirimkan banyak ulama dan mubaliq yang diutus oleh Raja Samudra Pasai untuk menyebarkan Agama Allah SWT ke pulau Jawa. o Mereka memiliki banyak hubungan dengan beragam kerajaan Islam,terutama dengan Malaka .
  • 6.
    3. Kesultanan Aceh(1496-1903)  Terletak di ujung sebelah Utara Pulau Sumatera,  Didirikan pada 1 Jumadil Awal 913 H /1507 M oleh Sultan Ali Mughayat Syah (Sultan Ibrahim)  Masa Kejayaan :  Kesultanan Aceh mengalami masa ekspansi dan pengaruh terluas pada masa kepemimpinan Sultan Iskandar Muda (1607 - 1636) atau Sultan Meukuta Alam. Pada masa kepemimpinannya, Aceh menaklukkan Pahang yang merupakan sumber timah utama.  Pada tahun 1629, kesultanan Aceh melakukan penyerangan terhadap Portugis di Melaka dengan armada yang terdiri dari 500 buah kapal perang dan 60.000 tentara laut. Serangan ini dalam upaya memperluas dominasi Aceh atas Selat Malaka dan semenanjung Melayu. Sayangnya ekspedisi ini gagal, meskipun pada tahun yang sama Aceh menduduki Kedah dan banyak membawa penduduknya ke Aceh.
  • 7.
     Akhir Pemerintah: o Kemunduran Aceh disebabkan oleh beberapa faktor, di antaranya ialah makin menguatnya kekuasaan Belanda di pulau Sumatera dan Selat Malaka, ditandai dengan jatuhnya wilayah Minangkabau, Siak, Tiku, Tapanuli, Mandailing, Deli, Barus. o Pada masa Sultan Alauddin Jauhar Alamsyah ,perang saudara terjadi dalam perebutan kekuasaan antara Tuanku Sulaiman dengan Tuanku Ibrahim yang kelak bergelar Sultan Mansur Syah  Peran Kesultanan Aceh dalam perkembangan Islam di Indonesia : o Pusat perdagangan bagi pedagang Nusantara, Cina maupun Barat. o Sultan Iskandar Muda membendung penetrasi dan menekan arus perdagangan bangsa Eropa. (Pada tahun 1629, kesultanan Aceh melakukan penyerangan terhadap Portugis di Malaka) o Menjalin hubungan kerjasama dengan kerajaan-kerajaan Islam lain di Nusantara, khususnya di Jawa. o Berhasil mempersatuakan seluruh lapisan masyarakat dan tersusunnya sebuah undang-undang tentang tata pemerintahan yang bernama Adat Makuta Alam.
  • 8.
    Kerajaan yang adadi Pulau Jawa • Kesultanan Cirebon (1552-1667) • Kesultanan Demak (1475-1550) • Kesultanan Banten (1524-1813) • Kesultanan Pajang (1568-1618) • Kesultanan Mataram ( 1586-1755) • Kasultanan Ngayogyakarta (1755- sekarang) • Kasultanan Surakarta (1755-sekarang)
  • 9.
    1. Kesultanan Demak(1475-1550)  Terletak di daerah Bintaro dekat muara sungai Demak  Didirikan pada tahun 1500 (abad 15) oleh seorang adipati yang bernama Raden Patah  Awal Berdirinya : Menjelang akhir abad ke-15, seiring dengan kemuduran Majapahit, secara praktis beberapa wilayah kekuasaannya mulai memisahkan diri. Sementara Demak yang berada di wilayah utara pantai Jawa muncul sebagai kawasan yang mandiri. Dalam tradisi Jawa digambarkan bahwa Demak merupakan penganti langsung dari Majapahit, sementara Raja Demak (Raden Patah) dianggap sebagai putra Majapahit terakhir.  Sultan yang pernah memimpin  Raden Patah (1478-1518)  Pati Unus ( 1518 - 1521 M )  Sultan Trenggono ( 1521 - 1546 )  Sunan Prawata (1546-1549)  Arya Penangsang (1549-1554)
  • 10.
     Masa Kejayaan Dibawah Pati Unus Demak di bawah Pati Unus adalah Demak yang berwawasan nusantara. Visi besarnya adalah menjadikan Demak sebagai kerajaan maritim yang besar. Pada masa kepemimpinannya, Demak merasa terancam dengan pendudukan Portugis di Malaka. Kemudian beberapa kali ia mengirimkan armada lautnya untuk menyerang Portugis di Malaka. Di bawah Trenggana Demak mulai menguasai daerah-daerah Jawa lainnya seperti merebut Sunda Kelapa dari Pajajaran serta menghalau tentara Portugis yang akan mendarat di Tuban , Madiun , Surabaya dan Pasuruan , Malang , dan Blambangan.  Akhir Pemerintahan Pada tahun 1554 terjadilah Pemberontakan dilakukan oleh Adipati Pajang Joko Tingkir (Hadiwijoyo) untuk merebut kekuasaan dari Arya Penangsang. Dalam Peristiwa ini Arya Penangsang dibunuh oleh Sutawijaya, anak angkat Joko Tingkir. Dengan terbunuhnya Arya Penangsang sebagai Raja Demak ke 5, maka berakhirlah era Kerajaan Demak. Joko Tingkir (Hadiwijoyo) memindahkan Pusat Pemerintahan ke Pajang dan mendirikan Kerajaan Pajang.
  • 11.
     Peran KesultananDemak dalam perkembangan Islam di Indonesia : Demak merupakan pusat penyebaran agama Islam di Nusantara terutama dibagian Pulau jawa. Dan dengan lahirnya wali-wali di Demak mempercepat proses penyebaran agama Islam bahkan sampai ke pelosok pedalaman. Peranan Demak dalam Upaya penyebaran islam cukup banyak diantaranya 1. Mendirikan pesantren,adalah cara penyebaranagama Islam yang efektif. 2. Menyebarkan dengan cara pendekatan yang baik dan tidak menggunakan unsur kepaksaan 3. Menghilang perilaku perilaku Masyarakat yang tidak sesuai ajaran agama Islam 4. Memperbaiki Akhlak Dan Moral masyarakat yang masih buruk pada saat mereka masih berpegang teguh pada agama (sebelum masuk Islam)
  • 12.
    2. Kesultanan pajang Terletak di perbatasan Kelurahan Pajang - Kota Surakarta dan Desa Makamhaji, Kartasura, Sukoharjo.  Didirikan pada (abad ke 14) oleh Hadiwijaya.  Awal Berdirinya : awal berdirinya kerajaan ini erat kaitannya dengan keruntuhan kerajaan Demak. Pada akhir kekuasaan kerajaan Demak, terjadi peperangan antara Aryo Penangsang dan Joko Tingkir. Pertempuran tersebut kemudian dimenangkan oleh Jaka Tingkir. Jaka Tingkir berhasil memindahkan pusat kerajaan Demak ke daerah Pajang. Pengesahan Joko Tingkir atau biasa disebut dengan Hadiwijaya menjadi sultan pertama kerajaan ini dilakukan oleh Sunan Giri.  Masa Kejayaan Pajang mengalami kemajuan di bidang pertanian sehingga menjadi lumbung beras dalam abad ke- 16 dan 17  Peran kesultanan pajang dalam perkembangan islam di indonesia o Pada zaman Pakubuwono I dan Jayanegara bekerja sama untuk menjadikan Pajang semakin maju dibidang pertanian sehingga Pajang menjadi lumbung beras, kerja sama tersebut saling menguntungkan bagi kedua belah pihak. Kehidupan rakyat Pajang mendapat pengaruh Islamisasi yang cukup kental sehingga masyarakat Pajang sangat mengamalkan syariat Islam dengan sungguh-sungguh
  • 13.
    3. Kerajaan banten(1524-1813)  Terletak di Tatar Pasundan, Provinsi Banten, Indonesia  Didirikan pada tahun 1526 Oleh Maulana Hasanuddin  Awal Berdirinya : Setelah Islam berkembang di wilayah banten, wilayah banten yang pada awalnya hanya sebuah kadipaten bagian wilayah bagian Demak. Seiring berjalannya waktu berubah menjadi Negara bagian Demak. Hingga pada akhirnya menjadi suatu kesultanan yang merdeka dan independent, setelah kerajaan Demak runtuh akibat kekalahan dari kerajaan Pajang.  Masa Kejayaan Naik tahtanya Sultan Ageng Tirtayasa membawa perubahan di Banten, ialah membenahi dan menertibkan aparatur pemerintahan Banten. Sultan Ageng Tirtayasa juga dikenal sebagai sosok anti asing, dapat dilihat beliau begitu getolnya melancarkan perlawanan-perlawanan gerilya terhadap Belanda, hal ini ditunjukan agar Belanda keluar dari wilayah Banten. Pada masa ini Perdagangan sangat berkembang pesat.  Peran kesultanan Banten dalam perkembangan di indonesia : o Seluruh wilayah Banten sudah mengikuti Islam. Semakin berkembangnya Pesantren Kasunyatan dan Masjid Agung Banten sebagai sarana pendidikan dan dakwah. o Melakukan Perlawana - Perlawanan terhadap Portugis
  • 14.
    4. Kesultanan Mataram(1586-1755)  Terletak di perbatasan kelurahan pajang,kota Surakarta dan desa Mahamhaji,Kartasura,Sukoharjo  Didirikan pada tahun 1582  Masa Kejayaan Sesudah naik tahta Raden Mas Rangsang atau lebih dikenal dengan sebutan Sultan Agung. Pada masanya Mataram berekspansi untuk mencari pengaruh di Jawa. Pada puncak kejayaannya, wilayah kekuasaan Mataram mencakup sebagian Pulau Jawa dan Madura (kira-kira gabungan Jawa Tengah, sebagian besar Jawa Barat, DIY, dan Jawa Timur  Peran Kesultanan Mataram dalam perkembangan Islam di Indonesia Sebagian masyarakat sangat tergantung pada kondisi alam tanah dan luas kepemilikan tanah. Begitu pentingnya arti penguasaan tanah, maka simbol kekuasaan kerajaan pun salah satunya adalah tanah. Hal inilah yang mencirikan bahwa Kerajaan Mataram Islam adalah kerajaan yang bersifat feodal. Sifat feodal tersebut juga tampak pada gelar sultan sebagai panatagama, yaitu pengatur kehidupan keagamaan. Oleh karena itu, sultan memiliki kedudukan yang sangat tinggi. Rakyat sangat hormat dan patuh, serta siap hidup mati mengabdi kepada sultan.
  • 15.
    5.Kasultanan yogyakarta  Terletakdi Daerah Istimewa Yogyakarta  Didirikan Pada 13 Februari 1755 (berdasarkan Perjanjian Giyanti yang memisah Kesultanan Mataram menjadi dua)  Peran Kesultanan Nyayogyakarta dalam perkembangan Islam di Indonesia diselenggarakanya Pendidikan agama oleh Kawedanan Pengulon. Pendidikan sastra diselenggarakan oleh Tepas Kapunjanggan. Yang memberi pelajaran agama, bahasa Jawa, budaya, dan literatur (serat dan babad).
  • 16.
    6. Kasunanan Surakarta(1755-sekarang) • Didirikan oleh Baab Mashur Malamo pada tahun 1257. Kesultanan Ternate memiliki peran penting di kawasan timur Nusantara antara abad ke-13 hingga abad ke-17
  • 17.
    lll. Kerajaan yangada di Pulau Maluku • Kerajan Nunusaku • Kesultanan Ternate • Kesultanan Tidore • Kesultanan Jailolo • Kesultanan Bacan • Kerajaan Sahulau • Kerajaan Tanah Hitu • Kerajaan Iha • Kerajaan Honimoa/Siri Sori • Kerajaan Huamal
  • 18.