termodinamika
Kompetensi Dasar:
 Menganalisis dan menerapkan hukum
termodinamika
Indikator :
 Setelah mempelajari bab ini, siswa diharapkan
mampu :
 Menganalisis keadaan gas karena perubahan suhu,
tekanan, dan volume.
 Menggambarkan perubahan keadaan gas dalam
diagram P-V.
 Memformulasikan hukum I termodinamika dan
penerapannya.
 Mengaplikasikan hukum II termodinamika pada
masalah fisika sehari-hari.
 Memformulasikan siklus Carnot.
 Merumuskan proses reversibel dan tak reversibel.
 Termodinamika adalah : ilmu yang
mempelajari hukum-hukum yang
mengatur perubahan energi dari suatu
bentuk ke bentuk lain, aliran dan
kemampuan energi melakukan usaha.
 Dua istilah yang berkaitan erat dalam
termodinamika, yaitu:
 Sistem
adalah : sesuatu yang menjadi subyek
pembahasan atau fokus perhatian.
 Lingkungan
adalah : segala sesuatu yang tidak
termasuk dalam sistem atau segala
keadaan di luar sistem.
Perhatikan gambar:
Tabung berisi gas:
lingkungan
gas
Batas sistem
sistem
Hukum termodinamika
dibagi 2 yaitu :
 Hukum pertama, yaitu : prinsip kekekalan
energi yang memasukkan kalor sebagai
mode perpindahan energi.
 Hukum kedua, yaitu : bahwa aliran kalor
memiliki arah, dengan kata lain, tidak
semua proses di alam adalah reversibel
(dapat dibalikkan arahnya)
Usaha, Kalor, dan Energi
Dalam
 Pengertian Usaha dan Kalor.
 Usaha adalah: ukuran energi yang
dipindahkan dari sistem ke
lingkungan atau sebaliknya.
 Energi mekanik sistem adalah :
energi yang dimiliki sistem akibat
gerak dan koordinat kedudukannya.
Pengertian Energi Dalam
 Energi dalam adalah : suatu sifat
mikroskopik zat, sehingga tidak dapat di
ukur secara langsung.
 Secara umum perubahan energi dalam
(U), di rumuskan :
U = U2 – U1
Formulasi usaha, kalor dan Energi
dalam
 Usaha oleh sistem terhadap
lingkungannya.
 Proses isobarik (tekanan konstan)
V1
V2
W = p V = p( V2 – V1 )
 Perjanjian tanda :
 Usaha bertanda positif (+), jika sistem
melakukan usaha pada lingkungan
(gas memuai V2 > V1).
 Usaha bertanda negatif (-), jika
lingkungan melakukan usaha pada
sistem ( gas memampat V2  V1 ).
Contoh soal 1
 Sejenis gas berada dalam wadah yang
memiliki volum 2 m3 dan tekanan 4 atm.
Hitung usaha luar yang dilakukan gas jika
:
a. Gas memuai pada tekanan tetap sehingga
volumnya mejadi dua kali semula.
b. Gas dimampatkan pada tekanan tetap
sehingga volumnya mejadi sepertiga
semula.
(1 atm = 1,0 x 105N/m2)
Penyelesaian
 Diket :
V1 = 2 m3
p = 4 atm = 4 x 105 N/m2
 Ditanya : W, jika:
a. V2 = 2V1
b. V2 = 1
3
1
V
Jawab :
a. W = pV
= p ( V2 – V1 )
= p ( 2V1 – V1)
= pV1
= ( 4 x 105 ) 2
W = 8 x 105 J
b. W = pV
= p ( V2 – V1)
= p ( 1/3 V1 – V1)
= p (-2/3 )V1
= (-2/3)pV1
= (-2/3) 4 x 105 x 2
W = - 5,33 x 105 J
Grafik p - V
 Dari grafik diperoleh :
 Usaha yg dilakuka oleh
atau pada sistem gas
sama dg luas daerah di
bawah grafik p-V dg
batas volum awal dan
volum akhir.
Luas =
usaha
V1 V2
p1
p2
Contoh soal 2
 Sejumlah gas pada
keadaan A berubah
ke keadaan B (lihat
gambar).
a. Bagaimana cara anda
menghitung usaha
luar yang dilakukan
gas ?
b. Hitung usaha luar
tersebut.
A
B
8 36
2
5
p (x105 N/m2)
V(x10-3 m3)
Penyelesaian :
a. U = luas trapesium
b. Usaha luar:
    J
x
x
x
U 3
3
5
10
8
,
9
2
10
8
36
10
2
5





Usaha dalam proses
siklus
 Dari grafik diperoleh:
“usaha yang dilakukan
oleh (atau pada) sistem
gas yang menjalani suatu
proses siklus sama
dengan luas daerah yang
dimuat oleh siklus
tersebut (luas daerah yg
diasir)”
Lintasan 1
Lintasan 2
A
B
p
V
Contoh soal 3
 Gas ideal diproses
seperti gambar di
samping.
a. Berapa usaha yang
dilakukan sistem per
siklus ?
b. Jika mesin bekerja 5
siklus per 2 sekon,
berapa daya yang
dibangkitkan sistem ?
A
B
C
V
p
0,0125 0,025
105
2x105
(Nm-2)
(m3)
Penyelesaian :
a. Usaha yg dilakukan sistem per siklus.
W = luas ABC
= AB x BC/2
= ( 0,0125 – 0,025) x (2x 105
– 1 x 105)/2
= (- 0,0125) x (1/2) x 105
= - 0,00625 x 105
W = - 6,25 x 102 J
b. Usaha dlm 5 siklus = 5 x – 6,25 x 102 = -
3,125 x 103 J
maka daya selama 2 sekon adalah :
watt
x
x
t
W
P 3
3
10
563
,
1
2
10
125
,
3





 Formulasi Kalor
Q = mcT = CT
 Formulasi Energi Dalam
 Gas monoatomik
nRT
NkT
U
2
3
2
3


 Gas diatomik
 Perubahan Energi Dalam
 Gas monoatomik
nRT
NkT
U
2
5
2
5


 
1
2
2
3
2
3
T
T
nR
T
nR
U 




 Gas diatomik
 Dari dua persamaan perubahan energi dalam di
atas dapat disimpulkan :
“Perubahan energi dalam U hanya bergantung
pada keadaan awal dan keadaan akhir dan tidak
bergantung pada lintasan yang ditempuh oleh
sistem”
 
1
2
2
5
2
5
T
T
nR
T
nR
U 




Beberapa Proses
Termodinamika Gas
 Proses Isobarik ( tekanan tetap )
A. Usaha yang dilakukan oleh sistem
terhadap lingkungan (V2 > V1).
W = p ( V2 – V1)
W positif ( + )
1 2
p
V1 V2
V
B. Usaha yang dilakukan lingkungan
terhadap sistem (V2  V1).
W = p ( V2 – V1 )
W negatif ( - )
p
V
V2 V1
1
2
 Proses Isokhorik
(volum tetap )
W = 0
Karena V2 = V1
o Perhatikan gambar
p
V
V1 = V2
p1
p2
 Proses Isotermal ( suhu tetap )
Dari persamaan :
pV = nRT
diperoleh :
V
nRT
p 
 Sehingga usaha yang dilakukan sistem
(gas) dirumuskan :
dV
p
W
V
V


2
1
dV
V
nRT
W
V
V


2
1
  2
1
2
1
ln
V
V
V
V
V
nRT
V
dV
nRT
W 
 
 
1
2 ln
ln V
V
nRT
W 










1
2
ln
V
V
nRT
W
 Perhatikan gambar :
p
V
V1 V2
Contoh soal 4
 Suhu tiga mol suatu gas ideal 373 K.
Berapa besar usaha yang dilakukan gas
dalam pemuaian secara isotermal untuk
mencapai empat kali volum awalnya ?
penyelesaian
 Diket :
n = 3 mol
T = 373 K
V2 = 4V1
R = 8,31 J/mol
 Ditanya : W
 Jawab :
4
ln
373
31
,
8
3 x
x
x
W 









1
2
ln
V
V
nRT
W 








1
1
4
ln
373
31
,
8
3
V
V
x
x
J
W 999
,
12890

 Proses Adiabatis
adalah : suatu proses keadaan gas di mana
tidak ada kalor yang masuk ke dalam atau
keluar dari sistem ( Q = 0 )
 Perhatikan gambar
Bahan pengisolasi
Silinder logam
Grafik p – V pada proses
Adibatik
kurva adiabatik
T1
T2
V1
V2
p1
p2
 Contoh proses adiabatis:
 Pemuaian gas dalam mesin diesel
 Pemuaian gas dalam sistem pendingin
 Langkah kompresi dalam mesin pendingin
 Usaha dalam proses adiabatik secara
matematis di rumuskan :
1
2
2
1
1
1
2
2
1
1



 



V
T
V
atauT
V
p
V
p
v
p
C
C
dengan 

Contoh soal 5
 Suatu gas ideal monoatomik  = 5/3
dimampatkan secara adiabatik dan
volumnya berkurang dengan faktor pengali
dua. Tentukan faktor pengali
bertambahnya tekanan.
Diket :
 = 5/3
V1 = 2V2 atau V2 = (1/2)V1
Ditanya : p2
Jawab : 

2
2
1
1 V
p
V
p 
3
5
2
2
1
2
1
1
2
2














V
V
p
V
V
p
p

  1
67
,
1
1
2 18
,
3
2 p
p
p 

Hukum pertama
termodinamika
Perhatikan Gambar.
lingkungan
sistem
+Q -Q
+W
-W
 Secara matematis hukum I Termodinamika,
dirumuskan :
U = U2-U1= Q – W
+Q = sistem menerima kalor
-Q = sistem mengeluarkan kalor
+W = sistem melakukan usaha
-W = sistem dikenai usaha
Contoh soal 6
 Suatu sistem menyerap 1500 J kalor
dari lingkungannya dan melakukan
2200 J usaha pada lingkungannya.
Tentukan perubahan energi dalam
sistem. Naik atau turunkah suhu
sistem?
Diket :
Q = 1500 J
W = 2200 J
Ditanya : U
Jawab :
U = Q – W
= 1500 – 2200
= - 700 J
Karena energi dalam sistem bernilai negatif maka
suhu sistem menurun (T2  T1)
Aplikasi Hukum Pertama pada Berbagai
Proses
 Proses Isotermal
( suhu tetap T1 = T2 )
Karena T1 = T2 maka U = 0 sehingga:
U = Q – W
0 = Q – W atau








1
2
ln
V
V
nRT
W
Q
Proses Isokhorik
( volume tetap )
 Karena V = 0, maka W = 0 sehingga
persamaannya menjadi:
U = Q – W
U = Q – 0
U = Q
Proses Isobarik
( tekanan konstan )
 Dirumuskan :
U = Q – W = Q – p ( V2 – V1 )
Proses Adiabatik
 Karena Q = 0 , dirumuskan:
U = Q – W
U = - W
Atau
Gas monoatomik
  T
nR
T
T
nR
U
W 







2
3
2
3
2
1
Contoh
 Sebanyak 2,4 mol gas oksigen (O2) pada
47oC dimampatkan melalui proses
adiabatik sehingga suhu mutlaknya
meningkat menjadi tiga kali semula.
Berapa besar usaha yang harus diberikan
pada gas O2? ( R = 8,3 J mol-1K-1).
Penyelesaian :
Diket :
n = 2,4 mol
T1 = 47 + 273 = 320 K
T2 = 3 T1
R = 8,3 J. mol-1.K-1
Ditanya : W (gas diatomik)
Jawab :
 
1
2
2
5
T
T
nR
W 


  1
1
1
1 5
2
2
5
3
2
5
nRT
T
nR
T
T
nR
W 






J
x
x
x
W 31872
320
3
,
8
4
,
2
5 



Kapasitas Kalor Gas
 Kapasitas kalor gas
dirumuskan :
T
C
atauQ
T
Q
C 



o Kapasitas kalor pada tekanan tetap ( Cp )
adalah : kalor yg diperlukan untuk menaikkan suhu suatu
zat satu kelvin pada tekanan tetap.
dirumuskan :
T
C
atauQ
T
Q
C p
p
p
p 



o Kapasitas kalor pada volume tetap ( Cv )
adalah : kalor yg diperlukan untuk menaikkan suhu suatu
zat satu kelvin pada volume tetap.
dirumuskan :
T
C
atauQ
t
Q
C v
v
v 



 Usaha yang dilakukan pada tekanan tetap
dirumuskan:
)
( 1
2 V
V
p
V
p
W 



 
1
2 T
T
nR
T
nR
W 



  T
C
C
Q
Q
W v
p
v
p 




Contoh
 Lima kilogram gas N2 dipanaskan pada
tekanan tetap sehingga suhunya naik dari
10oC menjadi 130oC. Jika Cv = 0,177
kal/goC dan Cp = 0,248 kal/goC, hitung :
a. Kenaikan energi dalam.
b. Usaha luar yang dilakukan gas.
Diket :
m = 5 kg
T1 = 10 + 273 = 283 K
T2 = 130 + 273 = 403 K
Cv = 0,177 kal/goC
Cp = 0,248 kal/goC
Ditanya :
a. U
b. W
 Jawab :
a. U = Qp – nR (T2 – T1)
= Cp (T2-T1) – nR(T2-T1)
= Cp (T2-T1) – (Cp-Cv)(T2-T1)
=(Cp – Cp + Cv) (T2-T1)
= (Cv )(T2-T1)
= 0,177 (403 – 283)
= 0,177 x 120
= 21,24 kalori
b. W = (Cp – Cv)T
= ( 0, 248 – 0,177)120
= 0,071 x 120
= 8,52 kalori
Kapasitas Kalor Molar ( Cm )
 Adalah : kalor yang diperlukan untuk
menaikkan suhu satu mol zat dalam satu
kelvin.
Secara matematis dirumuskan :
T
nC
atauQ
T
n
Q
C m
m 



 Kapasitas molar pada tekanan tetap ( Cp,m
)
dirumskan :
T
n
C
atauQ
T
n
Q
C m
p
p
p
m
p 


 ,
,
 Kapasitas kalor molar pada volume tetap (
Cv,m )
dirumuskan :
T
n
C
atauQ
T
n
Q
C m
v
v
v
m
v 


 ,
,
 Hubungan antara Cp,m dengan Cv,m.
dirumuskan :
Cp,m – Cv,m = R
Kalor jenis gas (c)
 Dirumuskan :
T
mc
atauQ
T
m
Q
c 



 Kalor jenis gas pada tekanan tetap dan
volume tetap.
dirumuskan :
m
C
danc
m
C
c v
v
p
p 

 Hubungan antara cp dg cv
dirumuskan :
M
R
c
c v
p 

Contoh soal
 Kalor jenis nitrogen pada volume tetap Cv
= 0,177 kal.g-1K-1. Jika massa molekul
nitrogen adalah 28 kg.kmol-1, tentukan
kalor jenis nitrogen pada tekanan tetap.
Diket :
cv = 0,177 kal.g-1K-1
= 743,4 J/kgK
M = 28 kg.kmol-1
R = 8314 J/kmol K
1k = 4,2 J
Ditanya : cp
Jawab :
cp – cv = R/M
cp = R/M + cv
cp = 8314/ 28 + 743,4
cp = 296,9 + 743,4
cp = 1040,3 J/kgK
 Nilai Cp,m Cv,m dan cv
 Gas monoatomik
nR
nRdanC
C p
v
2
5
2
3

 R
RdanC
C m
p
m
v
2
5
2
3
,
, 

M
R
danc
M
R
c p
v
2
5
2
3


 Tetapan Laplace
dirumuskan :
v
p
m
v
m
p
v
p
c
c
C
C
C
C



,
,


termodinamikasli sman 1 termodinamika.ppt

  • 1.
  • 2.
    Kompetensi Dasar:  Menganalisisdan menerapkan hukum termodinamika
  • 3.
    Indikator :  Setelahmempelajari bab ini, siswa diharapkan mampu :  Menganalisis keadaan gas karena perubahan suhu, tekanan, dan volume.  Menggambarkan perubahan keadaan gas dalam diagram P-V.  Memformulasikan hukum I termodinamika dan penerapannya.  Mengaplikasikan hukum II termodinamika pada masalah fisika sehari-hari.  Memformulasikan siklus Carnot.  Merumuskan proses reversibel dan tak reversibel.
  • 4.
     Termodinamika adalah: ilmu yang mempelajari hukum-hukum yang mengatur perubahan energi dari suatu bentuk ke bentuk lain, aliran dan kemampuan energi melakukan usaha.  Dua istilah yang berkaitan erat dalam termodinamika, yaitu:
  • 5.
     Sistem adalah :sesuatu yang menjadi subyek pembahasan atau fokus perhatian.  Lingkungan adalah : segala sesuatu yang tidak termasuk dalam sistem atau segala keadaan di luar sistem.
  • 6.
    Perhatikan gambar: Tabung berisigas: lingkungan gas Batas sistem sistem
  • 7.
    Hukum termodinamika dibagi 2yaitu :  Hukum pertama, yaitu : prinsip kekekalan energi yang memasukkan kalor sebagai mode perpindahan energi.  Hukum kedua, yaitu : bahwa aliran kalor memiliki arah, dengan kata lain, tidak semua proses di alam adalah reversibel (dapat dibalikkan arahnya)
  • 8.
    Usaha, Kalor, danEnergi Dalam  Pengertian Usaha dan Kalor.  Usaha adalah: ukuran energi yang dipindahkan dari sistem ke lingkungan atau sebaliknya.  Energi mekanik sistem adalah : energi yang dimiliki sistem akibat gerak dan koordinat kedudukannya.
  • 9.
    Pengertian Energi Dalam Energi dalam adalah : suatu sifat mikroskopik zat, sehingga tidak dapat di ukur secara langsung.  Secara umum perubahan energi dalam (U), di rumuskan : U = U2 – U1
  • 10.
    Formulasi usaha, kalordan Energi dalam  Usaha oleh sistem terhadap lingkungannya.  Proses isobarik (tekanan konstan) V1 V2 W = p V = p( V2 – V1 )
  • 11.
     Perjanjian tanda:  Usaha bertanda positif (+), jika sistem melakukan usaha pada lingkungan (gas memuai V2 > V1).  Usaha bertanda negatif (-), jika lingkungan melakukan usaha pada sistem ( gas memampat V2  V1 ).
  • 12.
    Contoh soal 1 Sejenis gas berada dalam wadah yang memiliki volum 2 m3 dan tekanan 4 atm. Hitung usaha luar yang dilakukan gas jika : a. Gas memuai pada tekanan tetap sehingga volumnya mejadi dua kali semula. b. Gas dimampatkan pada tekanan tetap sehingga volumnya mejadi sepertiga semula. (1 atm = 1,0 x 105N/m2)
  • 13.
    Penyelesaian  Diket : V1= 2 m3 p = 4 atm = 4 x 105 N/m2  Ditanya : W, jika: a. V2 = 2V1 b. V2 = 1 3 1 V
  • 14.
    Jawab : a. W= pV = p ( V2 – V1 ) = p ( 2V1 – V1) = pV1 = ( 4 x 105 ) 2 W = 8 x 105 J
  • 15.
    b. W =pV = p ( V2 – V1) = p ( 1/3 V1 – V1) = p (-2/3 )V1 = (-2/3)pV1 = (-2/3) 4 x 105 x 2 W = - 5,33 x 105 J
  • 16.
    Grafik p -V  Dari grafik diperoleh :  Usaha yg dilakuka oleh atau pada sistem gas sama dg luas daerah di bawah grafik p-V dg batas volum awal dan volum akhir. Luas = usaha V1 V2 p1 p2
  • 17.
    Contoh soal 2 Sejumlah gas pada keadaan A berubah ke keadaan B (lihat gambar). a. Bagaimana cara anda menghitung usaha luar yang dilakukan gas ? b. Hitung usaha luar tersebut. A B 8 36 2 5 p (x105 N/m2) V(x10-3 m3)
  • 18.
    Penyelesaian : a. U= luas trapesium b. Usaha luar:     J x x x U 3 3 5 10 8 , 9 2 10 8 36 10 2 5     
  • 19.
    Usaha dalam proses siklus Dari grafik diperoleh: “usaha yang dilakukan oleh (atau pada) sistem gas yang menjalani suatu proses siklus sama dengan luas daerah yang dimuat oleh siklus tersebut (luas daerah yg diasir)” Lintasan 1 Lintasan 2 A B p V
  • 20.
    Contoh soal 3 Gas ideal diproses seperti gambar di samping. a. Berapa usaha yang dilakukan sistem per siklus ? b. Jika mesin bekerja 5 siklus per 2 sekon, berapa daya yang dibangkitkan sistem ? A B C V p 0,0125 0,025 105 2x105 (Nm-2) (m3)
  • 21.
    Penyelesaian : a. Usahayg dilakukan sistem per siklus. W = luas ABC = AB x BC/2 = ( 0,0125 – 0,025) x (2x 105 – 1 x 105)/2 = (- 0,0125) x (1/2) x 105 = - 0,00625 x 105 W = - 6,25 x 102 J
  • 22.
    b. Usaha dlm5 siklus = 5 x – 6,25 x 102 = - 3,125 x 103 J maka daya selama 2 sekon adalah : watt x x t W P 3 3 10 563 , 1 2 10 125 , 3     
  • 23.
     Formulasi Kalor Q= mcT = CT  Formulasi Energi Dalam  Gas monoatomik nRT NkT U 2 3 2 3  
  • 24.
     Gas diatomik Perubahan Energi Dalam  Gas monoatomik nRT NkT U 2 5 2 5     1 2 2 3 2 3 T T nR T nR U     
  • 25.
     Gas diatomik Dari dua persamaan perubahan energi dalam di atas dapat disimpulkan : “Perubahan energi dalam U hanya bergantung pada keadaan awal dan keadaan akhir dan tidak bergantung pada lintasan yang ditempuh oleh sistem”   1 2 2 5 2 5 T T nR T nR U     
  • 26.
    Beberapa Proses Termodinamika Gas Proses Isobarik ( tekanan tetap ) A. Usaha yang dilakukan oleh sistem terhadap lingkungan (V2 > V1). W = p ( V2 – V1)
  • 27.
    W positif (+ ) 1 2 p V1 V2 V
  • 28.
    B. Usaha yangdilakukan lingkungan terhadap sistem (V2  V1). W = p ( V2 – V1 )
  • 29.
    W negatif (- ) p V V2 V1 1 2
  • 30.
     Proses Isokhorik (volumtetap ) W = 0 Karena V2 = V1 o Perhatikan gambar p V V1 = V2 p1 p2
  • 31.
     Proses Isotermal( suhu tetap ) Dari persamaan : pV = nRT diperoleh : V nRT p 
  • 32.
     Sehingga usahayang dilakukan sistem (gas) dirumuskan : dV p W V V   2 1 dV V nRT W V V   2 1
  • 33.
      2 1 2 1 ln V V V V V nRT V dV nRT W     1 2 ln ln V V nRT W            1 2 ln V V nRT W
  • 34.
  • 35.
    Contoh soal 4 Suhu tiga mol suatu gas ideal 373 K. Berapa besar usaha yang dilakukan gas dalam pemuaian secara isotermal untuk mencapai empat kali volum awalnya ?
  • 36.
    penyelesaian  Diket : n= 3 mol T = 373 K V2 = 4V1 R = 8,31 J/mol  Ditanya : W
  • 37.
     Jawab : 4 ln 373 31 , 8 3x x x W           1 2 ln V V nRT W          1 1 4 ln 373 31 , 8 3 V V x x J W 999 , 12890 
  • 38.
     Proses Adiabatis adalah: suatu proses keadaan gas di mana tidak ada kalor yang masuk ke dalam atau keluar dari sistem ( Q = 0 )
  • 39.
     Perhatikan gambar Bahanpengisolasi Silinder logam
  • 40.
    Grafik p –V pada proses Adibatik kurva adiabatik T1 T2 V1 V2 p1 p2
  • 41.
     Contoh prosesadiabatis:  Pemuaian gas dalam mesin diesel  Pemuaian gas dalam sistem pendingin  Langkah kompresi dalam mesin pendingin
  • 42.
     Usaha dalamproses adiabatik secara matematis di rumuskan : 1 2 2 1 1 1 2 2 1 1         V T V atauT V p V p v p C C dengan  
  • 43.
    Contoh soal 5 Suatu gas ideal monoatomik  = 5/3 dimampatkan secara adiabatik dan volumnya berkurang dengan faktor pengali dua. Tentukan faktor pengali bertambahnya tekanan.
  • 44.
    Diket :  =5/3 V1 = 2V2 atau V2 = (1/2)V1 Ditanya : p2
  • 45.
    Jawab :   2 2 1 1V p V p  3 5 2 2 1 2 1 1 2 2               V V p V V p p    1 67 , 1 1 2 18 , 3 2 p p p  
  • 46.
  • 47.
     Secara matematishukum I Termodinamika, dirumuskan : U = U2-U1= Q – W +Q = sistem menerima kalor -Q = sistem mengeluarkan kalor +W = sistem melakukan usaha -W = sistem dikenai usaha
  • 48.
    Contoh soal 6 Suatu sistem menyerap 1500 J kalor dari lingkungannya dan melakukan 2200 J usaha pada lingkungannya. Tentukan perubahan energi dalam sistem. Naik atau turunkah suhu sistem?
  • 49.
    Diket : Q =1500 J W = 2200 J Ditanya : U
  • 50.
    Jawab : U =Q – W = 1500 – 2200 = - 700 J Karena energi dalam sistem bernilai negatif maka suhu sistem menurun (T2  T1)
  • 51.
    Aplikasi Hukum Pertamapada Berbagai Proses  Proses Isotermal ( suhu tetap T1 = T2 ) Karena T1 = T2 maka U = 0 sehingga: U = Q – W 0 = Q – W atau         1 2 ln V V nRT W Q
  • 52.
    Proses Isokhorik ( volumetetap )  Karena V = 0, maka W = 0 sehingga persamaannya menjadi: U = Q – W U = Q – 0 U = Q
  • 53.
    Proses Isobarik ( tekanankonstan )  Dirumuskan : U = Q – W = Q – p ( V2 – V1 )
  • 54.
    Proses Adiabatik  KarenaQ = 0 , dirumuskan: U = Q – W U = - W Atau Gas monoatomik   T nR T T nR U W         2 3 2 3 2 1
  • 55.
    Contoh  Sebanyak 2,4mol gas oksigen (O2) pada 47oC dimampatkan melalui proses adiabatik sehingga suhu mutlaknya meningkat menjadi tiga kali semula. Berapa besar usaha yang harus diberikan pada gas O2? ( R = 8,3 J mol-1K-1).
  • 56.
    Penyelesaian : Diket : n= 2,4 mol T1 = 47 + 273 = 320 K T2 = 3 T1 R = 8,3 J. mol-1.K-1 Ditanya : W (gas diatomik)
  • 57.
    Jawab :   1 2 2 5 T T nR W     1 1 1 1 5 2 2 5 3 2 5 nRT T nR T T nR W        J x x x W 31872 320 3 , 8 4 , 2 5    
  • 58.
    Kapasitas Kalor Gas Kapasitas kalor gas dirumuskan : T C atauQ T Q C    
  • 59.
    o Kapasitas kalorpada tekanan tetap ( Cp ) adalah : kalor yg diperlukan untuk menaikkan suhu suatu zat satu kelvin pada tekanan tetap. dirumuskan : T C atauQ T Q C p p p p    
  • 60.
    o Kapasitas kalorpada volume tetap ( Cv ) adalah : kalor yg diperlukan untuk menaikkan suhu suatu zat satu kelvin pada volume tetap. dirumuskan : T C atauQ t Q C v v v    
  • 61.
     Usaha yangdilakukan pada tekanan tetap dirumuskan: ) ( 1 2 V V p V p W       1 2 T T nR T nR W       T C C Q Q W v p v p     
  • 62.
    Contoh  Lima kilogramgas N2 dipanaskan pada tekanan tetap sehingga suhunya naik dari 10oC menjadi 130oC. Jika Cv = 0,177 kal/goC dan Cp = 0,248 kal/goC, hitung : a. Kenaikan energi dalam. b. Usaha luar yang dilakukan gas.
  • 63.
    Diket : m =5 kg T1 = 10 + 273 = 283 K T2 = 130 + 273 = 403 K Cv = 0,177 kal/goC Cp = 0,248 kal/goC Ditanya : a. U b. W
  • 64.
     Jawab : a.U = Qp – nR (T2 – T1) = Cp (T2-T1) – nR(T2-T1) = Cp (T2-T1) – (Cp-Cv)(T2-T1) =(Cp – Cp + Cv) (T2-T1) = (Cv )(T2-T1) = 0,177 (403 – 283) = 0,177 x 120 = 21,24 kalori
  • 65.
    b. W =(Cp – Cv)T = ( 0, 248 – 0,177)120 = 0,071 x 120 = 8,52 kalori
  • 66.
    Kapasitas Kalor Molar( Cm )  Adalah : kalor yang diperlukan untuk menaikkan suhu satu mol zat dalam satu kelvin. Secara matematis dirumuskan : T nC atauQ T n Q C m m    
  • 67.
     Kapasitas molarpada tekanan tetap ( Cp,m ) dirumskan : T n C atauQ T n Q C m p p p m p     , ,
  • 68.
     Kapasitas kalormolar pada volume tetap ( Cv,m ) dirumuskan : T n C atauQ T n Q C m v v v m v     , ,
  • 69.
     Hubungan antaraCp,m dengan Cv,m. dirumuskan : Cp,m – Cv,m = R
  • 70.
    Kalor jenis gas(c)  Dirumuskan : T mc atauQ T m Q c    
  • 71.
     Kalor jenisgas pada tekanan tetap dan volume tetap. dirumuskan : m C danc m C c v v p p  
  • 72.
     Hubungan antaracp dg cv dirumuskan : M R c c v p  
  • 73.
    Contoh soal  Kalorjenis nitrogen pada volume tetap Cv = 0,177 kal.g-1K-1. Jika massa molekul nitrogen adalah 28 kg.kmol-1, tentukan kalor jenis nitrogen pada tekanan tetap.
  • 74.
    Diket : cv =0,177 kal.g-1K-1 = 743,4 J/kgK M = 28 kg.kmol-1 R = 8314 J/kmol K 1k = 4,2 J Ditanya : cp
  • 75.
    Jawab : cp –cv = R/M cp = R/M + cv cp = 8314/ 28 + 743,4 cp = 296,9 + 743,4 cp = 1040,3 J/kgK
  • 76.
     Nilai Cp,mCv,m dan cv  Gas monoatomik nR nRdanC C p v 2 5 2 3   R RdanC C m p m v 2 5 2 3 , ,   M R danc M R c p v 2 5 2 3  
  • 77.
     Tetapan Laplace dirumuskan: v p m v m p v p c c C C C C    , , 