TEORI-TEORI BELAJAR
OLEH:
Lila Pangestu Hadiningrum, M.Pd
PROGRAM STUDI TADRIS BIOLOGI
MATA KULIAH : BELAJAR
DAN PEMBELAJARAN
KOMPETENSI DASAR
Menjelaskan teori belajar kognitif;
Menerapkan implikasi teori belajar kognitif dalam
pembelajaran;
Menjelaskan teori belajar konstruktivistik;
Menerapkan implikasi teori belajar konstruktivistik dalam
pembelajaran;
Menjelaskan teori belajar humanistic; dan
Menerapkan implikasi teori belajar humanistik dalam
pembelajaran
Pengertian Teori Belajar
Kognitif
Pembelajaran yang lebih
menekankan pada
pengetahuan dan
pengalaman yang dimiliki
peserta didik.
Dalam praktek pembelajaran,
teori kognitif antara lain tampak
dalam rumusan-rumusan
seperti: “Tahap-tahap
perkembangan” yang
dikemukakan oleh J. Piaget,
Advance organizer oleh
Ausubel, Pemahaman konsep
oleh Bruner, Hirarkhi belajar oleh
Gagne, Webteaching oleh
Norman
Teori Pembelajaran kognitif
menurut Piaget
Individu yang berkembang menuju kedewasaan akan mengalami
adaptasi dengan lingkungannya sehingga menyebabkan terjadinya
perubahan perilaku perubahan struktur kognitifnya.
---memunculkan istilah intelegensi (kemampuan memecahkan
masalah), skema (struktur mental yg secara intelektual akan
beradaptasi dengan lingkungan sekitar), asimilasi (mengintegrasikan
persepsi, konsep, dan pengalaman), akomodasi (perubahan skema ke
dalam situasi yang baru karena skema lama tidak cocok lagi) dan
ekuilibrium (penyeimbangan antara asimilasi dan akomodasi)---
Skema Empat Tahap Perkembangan Kognitif
Piaget
1. Menentukan tujuan instruksional
2. Memilih materi pelajaran
3. Menentukan topik yang mungkin dipelajari secara
aktif oleh mahasiswa
4. Menentukan dan merancang kegiatan belajar yang
cocok untuk topik yang akan dipelajari mahasiswa.
5. Mempersiapkan pertanyaan yang dapat memacu
kreatifitas mahasiswa untuk berdiskusi atau
bertanya
6. Mengevaluasi proses dan hasil belajar
(Piaget)
Bruner mengembangkan toerinya yang disebut free discovery learning. Teori ini
menjelaskan bahwa proses belajar akan berjalan dengan baik dan kreatif jika guru
memberi kesempatan kepada peserta didik untuk menemukan suatu aturan (termasuk
konsep, toeri, definisi, dan sebagainya) melalui contoh-contoh yang yang
menggambarkan (mewakili) aturan yang menjadi sumbernya. Menurut Bruner
perkembangan kognitif seseorang terjadi melalui tiga tahap yang ditentukan oleh
caranya melihat lingkungan, yaitu; enactive, iconic, dan symbolic a) Tahap enaktif,
seseorang melakukan aktivitas-aktivitas dalam upayanya untuk memahami lingkungan
sekitarnya. Artinya, dalam memahami dunia sekitarnya anak menggunakan
pengetahuan motorik. Misalnya, melalui gigitan, sentuhan, pegangan, dan sebagainya.
b) Tahap ikonik, seseorang memahami obyek-obyek atau dunianya melalui gambar-
gambar dan visualisasi verbal. Maksudnya, dalam memahami dunia sekitarnya anak
belajar melalui bentuk perumpamaan (tampil) dan perbandingan (komparasi)c) Tahap
simbolik, seseorang telah mampu memiliki ide-ide atau gagasangagasan abstrak yang
sangat dipengaruhi oleh kemampuannya dalam berbahasa dan logika. Dalam
memahami dunia sekitarnya anak belajar melalui simbol-simbol bahasa, logika,
matematika, dan sebagainya. Komunikasinya dilakukan dengan menggunakan banyak
sistem simbol. Semakin matang seseorang dalam proses berpikirnya, semakin dominan
sistem simbolnya. Meskipun begitu tidak berarti ia tidak lagi menggunakan sistem enaktif
dan ikonik. Penggunaan media dalam kegiatan pembelajaran merupakan salah satu
bukti masih diperlukannya sistem enaktif dan ikonik dalam proses belajar
“Teori Belajar
Kognitif Ausubel”
Pembelajaran bermakna
yaitu suatu proses
mengkaitkan informasi baru
pada konsep– konsep relevan
yang terdapat dalam
struktur kognitif seseorang.
Konsep belajar bermakna
KOGNITIF
BELAJAR : PERUBAHAN PERSEPSI/PEMAHAMAN
PBM :
A B C D
A, B, C, D STRUKTUR KOGNITIF SISWA
Terdapat dua fase dalam menerapkan teori belajar
Ausubel yaitu:
1) Fase perencanaan:Menetapkan Tujuan
Pembelajaran; Mendiagnosis latar belakang
pengetahuan peserta didik; Membuat struktur materi,
membuat struktur materi secara hierarkis merupakan
salah satu pendukung untuk melakukan rekonsiliasi
integratif dari teori Ausubel; Memformulasikan Advance
Organizer;
2) Fase Pelaksanaan: a) Menghubungkan atau
membandingkan konsep-konsep itu melalui rekonsiliasi
integrative dan b) Melanjutkan dengan difernsiasi
progresif sehingga konsep tersebut menjadi lebih luas.
LEV VYGOTSKY
a.Bahasa dan Pikiran
b.Zona Perkembangan Proksimal (Zona of
Proximal Development- ZPD)
c.Scaffolding
Albert Bandura---Teori Pembelajaran Sosial---
d.Proses Belajar Observasi: perhatian, memori,
produksi, motivasi
e.Pendekatan Perilaku kognitif dan Pengaturan
Diri
Bentuk Pembelajaran yang berpijak
pada teori belajar kognitif:
1.Metode Problem Solving: Problem
Based Learning/Inquiry; Discovery
Learning
2.Metode Diskusi
3.Metode Tugas dan Resitasi
Belajar : Memanusiakan Manusia
PBM :
Pengalaman Ilmu
Pengetahuan
PEMBELAJARAN HUMANISTIK
Pandangan Kolb mengenai belajar,
yang teorinya terkenal dengan
“Belajar Empat Tahapnya” :
1.Tahap Pengalaman Konkret
2.Tahap Pengamatan aktif dan reflektif
3.Tahap Konseptualisasi
4.Tahap Eksperimentasi aktif
• Semua komponen pendidikan/tujuan
pendidikan diarahkan pada terbentuknya
manusia yang ideal, manusia yang dicita-
citakan, yaitu manusia yang mampu
mencapai aktualisasi diri.
• perlu diperhatikan bagaimana
perkembangan peserta didik dalam
mengaktualisasi dirinya, pemahaman
terhadap dirinya, serta realisasi diri.
Implikasi teori humanistik
pada pembelajaran siswa
• peran guru menjadi fasilitator dan
memberikan motivasi kesadaran mengenai
makna belajar dalam kehidupan siswa.
• Guru memfasilitasi pengalaman belajar
kepada siswa dan mendampingi siswa
untuk memperoleh tujuan pembelajaran.
• Siswa berperan sebagai pelaku utama
(student center) yang memaknai proses
pengalaman belajarnya sendiri.
Diharapkan :
•siswa memahami potensi diri,
•mengembangkan potensi dirinya secara
positif dan meminimalkan potensi diri
yang bersifat negative.
Karena seseorang akan dapat belajar
dengan baik jika mempunyai pengertian
tentang dirinya sendiri dan dapat
membuat pilihan-pilihan secara bebas ke
arah mana ia akan berkembang.
.
.
Teori konstruktivistik
Teori ini percaya bahwa siswa mampu mencari sendiri
masalah, menyusun sendiri pengetahuannya melalui
kemampuan berpikir dan tantangan yang dihadapinya ,
menyelesaikan dan membuat konsep mengenai
keseluruhan pengalaman realistik dan teori dalam satu
pengetahuan utuh.
Tokoh dalam teori Konstruktivisme.
1. John Dewey
a) Belajar bergantung pada pengalaman dan minat siswa
sendiri dan topik dalam Kurikulum harus saling
terintegrasi bukan terpisah
b) Belajar harus bersifat aktif,langsung terlibat, berpusat
pada Siswa (SCL= Student Centered Learning ) dalam
konteks pengalaman sosial.
2. Jean Piaget
Pengetahuan yang diperoleh peserta didik merupakan hasil dari
konstruksi pengetahuan awal yang telah dimiliki dengan pengetahuan
yang baru diperolehnya melalui 2 cara yaitu :
a) Asimilasi yaitu integrasi konsep yang merupakan tambahan atau
penyempurnaan dari konsep awal yang dimiliki.
b) Akomodasi terbentuknya konsep baru pada anak karena konsep
awal tidak sesuai dengan pengalaman baru yang diperolehnya.
Prinsip-prinsip Konstruktivisme
1. Pengetahuan dibangun oleh siswa sendiri
2. Pengetahuan tidak dapat dipindahkan dari guru ke murid
3. Murid aktif megkontruksi secara terus menerus, sehingga selalu terjadi
perubahan konsep ilmiah
4. Guru sekedar membantu menyediakan sarana dan situasi agar proses
kontruksi berjalan lancar.
Implikasi teori konstruktivistik
• Tujuan pendidikan hasilkan individu yg memiliki
kemampuan berpikir untuk menyelesaikan setiap
persoalan yg dihadapi.
• Kurikulum dirancang untuk memungkinkan penget dan
keterampilan dapat dikonstruksi oleh peserta didik.
• Latihan memecahkan masalah dilakukan melalui belajar
kelompok dengan menganalisis masalah dalam
kehidupan sehari-hari.
• Mhs diharapkan selalu aktif dan dapat menemukan cara
belajar yang sesuai bagi dirinya.
• Dosen hanya berfungsi sbg mediator, fasilitor, yg
membuat situasi yang kondusif untuk terjadinya
Belajar : Pengolahan Informasi
PBM :
Kritik : Hanya menekankan pada
sistem informasi dari materi
Sistem
Informasi
Heuristik
Algoritmik
PEMBELAJARAN sibernetik
1. Menimbulkan dan mempertahankan
perhatiansiswa.
2. Menyampaikan tujuan perkuliahan.
3. Mengingat kembali prinsip yang telah dipelajari.
4. Menyampaikan materi perkuliahan.
5. Memberikan bimbingan belajar.
6. Memperoleh unjuk kerja mahasiswa.
7. Memberikan umpan balik.
8. Mengukur hasil belajar.
9. Memperkuat retensi dan transfer belajar.
THANK YOU

Teori-teori dalam pembelajaran. PPT.pptx

  • 1.
    TEORI-TEORI BELAJAR OLEH: Lila PangestuHadiningrum, M.Pd PROGRAM STUDI TADRIS BIOLOGI MATA KULIAH : BELAJAR DAN PEMBELAJARAN
  • 2.
    KOMPETENSI DASAR Menjelaskan teoribelajar kognitif; Menerapkan implikasi teori belajar kognitif dalam pembelajaran; Menjelaskan teori belajar konstruktivistik; Menerapkan implikasi teori belajar konstruktivistik dalam pembelajaran; Menjelaskan teori belajar humanistic; dan Menerapkan implikasi teori belajar humanistik dalam pembelajaran
  • 3.
    Pengertian Teori Belajar Kognitif Pembelajaranyang lebih menekankan pada pengetahuan dan pengalaman yang dimiliki peserta didik. Dalam praktek pembelajaran, teori kognitif antara lain tampak dalam rumusan-rumusan seperti: “Tahap-tahap perkembangan” yang dikemukakan oleh J. Piaget, Advance organizer oleh Ausubel, Pemahaman konsep oleh Bruner, Hirarkhi belajar oleh Gagne, Webteaching oleh Norman
  • 4.
    Teori Pembelajaran kognitif menurutPiaget Individu yang berkembang menuju kedewasaan akan mengalami adaptasi dengan lingkungannya sehingga menyebabkan terjadinya perubahan perilaku perubahan struktur kognitifnya. ---memunculkan istilah intelegensi (kemampuan memecahkan masalah), skema (struktur mental yg secara intelektual akan beradaptasi dengan lingkungan sekitar), asimilasi (mengintegrasikan persepsi, konsep, dan pengalaman), akomodasi (perubahan skema ke dalam situasi yang baru karena skema lama tidak cocok lagi) dan ekuilibrium (penyeimbangan antara asimilasi dan akomodasi)---
  • 6.
    Skema Empat TahapPerkembangan Kognitif Piaget
  • 7.
    1. Menentukan tujuaninstruksional 2. Memilih materi pelajaran 3. Menentukan topik yang mungkin dipelajari secara aktif oleh mahasiswa 4. Menentukan dan merancang kegiatan belajar yang cocok untuk topik yang akan dipelajari mahasiswa. 5. Mempersiapkan pertanyaan yang dapat memacu kreatifitas mahasiswa untuk berdiskusi atau bertanya 6. Mengevaluasi proses dan hasil belajar (Piaget)
  • 8.
    Bruner mengembangkan toerinyayang disebut free discovery learning. Teori ini menjelaskan bahwa proses belajar akan berjalan dengan baik dan kreatif jika guru memberi kesempatan kepada peserta didik untuk menemukan suatu aturan (termasuk konsep, toeri, definisi, dan sebagainya) melalui contoh-contoh yang yang menggambarkan (mewakili) aturan yang menjadi sumbernya. Menurut Bruner perkembangan kognitif seseorang terjadi melalui tiga tahap yang ditentukan oleh caranya melihat lingkungan, yaitu; enactive, iconic, dan symbolic a) Tahap enaktif, seseorang melakukan aktivitas-aktivitas dalam upayanya untuk memahami lingkungan sekitarnya. Artinya, dalam memahami dunia sekitarnya anak menggunakan pengetahuan motorik. Misalnya, melalui gigitan, sentuhan, pegangan, dan sebagainya. b) Tahap ikonik, seseorang memahami obyek-obyek atau dunianya melalui gambar- gambar dan visualisasi verbal. Maksudnya, dalam memahami dunia sekitarnya anak belajar melalui bentuk perumpamaan (tampil) dan perbandingan (komparasi)c) Tahap simbolik, seseorang telah mampu memiliki ide-ide atau gagasangagasan abstrak yang sangat dipengaruhi oleh kemampuannya dalam berbahasa dan logika. Dalam memahami dunia sekitarnya anak belajar melalui simbol-simbol bahasa, logika, matematika, dan sebagainya. Komunikasinya dilakukan dengan menggunakan banyak sistem simbol. Semakin matang seseorang dalam proses berpikirnya, semakin dominan sistem simbolnya. Meskipun begitu tidak berarti ia tidak lagi menggunakan sistem enaktif dan ikonik. Penggunaan media dalam kegiatan pembelajaran merupakan salah satu bukti masih diperlukannya sistem enaktif dan ikonik dalam proses belajar
  • 9.
    “Teori Belajar Kognitif Ausubel” Pembelajaranbermakna yaitu suatu proses mengkaitkan informasi baru pada konsep– konsep relevan yang terdapat dalam struktur kognitif seseorang. Konsep belajar bermakna
  • 10.
    KOGNITIF BELAJAR : PERUBAHANPERSEPSI/PEMAHAMAN PBM : A B C D A, B, C, D STRUKTUR KOGNITIF SISWA
  • 11.
    Terdapat dua fasedalam menerapkan teori belajar Ausubel yaitu: 1) Fase perencanaan:Menetapkan Tujuan Pembelajaran; Mendiagnosis latar belakang pengetahuan peserta didik; Membuat struktur materi, membuat struktur materi secara hierarkis merupakan salah satu pendukung untuk melakukan rekonsiliasi integratif dari teori Ausubel; Memformulasikan Advance Organizer; 2) Fase Pelaksanaan: a) Menghubungkan atau membandingkan konsep-konsep itu melalui rekonsiliasi integrative dan b) Melanjutkan dengan difernsiasi progresif sehingga konsep tersebut menjadi lebih luas.
  • 12.
    LEV VYGOTSKY a.Bahasa danPikiran b.Zona Perkembangan Proksimal (Zona of Proximal Development- ZPD) c.Scaffolding Albert Bandura---Teori Pembelajaran Sosial--- d.Proses Belajar Observasi: perhatian, memori, produksi, motivasi e.Pendekatan Perilaku kognitif dan Pengaturan Diri
  • 13.
    Bentuk Pembelajaran yangberpijak pada teori belajar kognitif: 1.Metode Problem Solving: Problem Based Learning/Inquiry; Discovery Learning 2.Metode Diskusi 3.Metode Tugas dan Resitasi
  • 14.
    Belajar : MemanusiakanManusia PBM : Pengalaman Ilmu Pengetahuan PEMBELAJARAN HUMANISTIK
  • 15.
    Pandangan Kolb mengenaibelajar, yang teorinya terkenal dengan “Belajar Empat Tahapnya” : 1.Tahap Pengalaman Konkret 2.Tahap Pengamatan aktif dan reflektif 3.Tahap Konseptualisasi 4.Tahap Eksperimentasi aktif
  • 16.
    • Semua komponenpendidikan/tujuan pendidikan diarahkan pada terbentuknya manusia yang ideal, manusia yang dicita- citakan, yaitu manusia yang mampu mencapai aktualisasi diri. • perlu diperhatikan bagaimana perkembangan peserta didik dalam mengaktualisasi dirinya, pemahaman terhadap dirinya, serta realisasi diri. Implikasi teori humanistik pada pembelajaran siswa
  • 17.
    • peran gurumenjadi fasilitator dan memberikan motivasi kesadaran mengenai makna belajar dalam kehidupan siswa. • Guru memfasilitasi pengalaman belajar kepada siswa dan mendampingi siswa untuk memperoleh tujuan pembelajaran. • Siswa berperan sebagai pelaku utama (student center) yang memaknai proses pengalaman belajarnya sendiri.
  • 18.
    Diharapkan : •siswa memahamipotensi diri, •mengembangkan potensi dirinya secara positif dan meminimalkan potensi diri yang bersifat negative. Karena seseorang akan dapat belajar dengan baik jika mempunyai pengertian tentang dirinya sendiri dan dapat membuat pilihan-pilihan secara bebas ke arah mana ia akan berkembang.
  • 19.
    . . Teori konstruktivistik Teori inipercaya bahwa siswa mampu mencari sendiri masalah, menyusun sendiri pengetahuannya melalui kemampuan berpikir dan tantangan yang dihadapinya , menyelesaikan dan membuat konsep mengenai keseluruhan pengalaman realistik dan teori dalam satu pengetahuan utuh.
  • 20.
    Tokoh dalam teoriKonstruktivisme. 1. John Dewey a) Belajar bergantung pada pengalaman dan minat siswa sendiri dan topik dalam Kurikulum harus saling terintegrasi bukan terpisah b) Belajar harus bersifat aktif,langsung terlibat, berpusat pada Siswa (SCL= Student Centered Learning ) dalam konteks pengalaman sosial.
  • 21.
    2. Jean Piaget Pengetahuanyang diperoleh peserta didik merupakan hasil dari konstruksi pengetahuan awal yang telah dimiliki dengan pengetahuan yang baru diperolehnya melalui 2 cara yaitu : a) Asimilasi yaitu integrasi konsep yang merupakan tambahan atau penyempurnaan dari konsep awal yang dimiliki. b) Akomodasi terbentuknya konsep baru pada anak karena konsep awal tidak sesuai dengan pengalaman baru yang diperolehnya.
  • 22.
    Prinsip-prinsip Konstruktivisme 1. Pengetahuandibangun oleh siswa sendiri 2. Pengetahuan tidak dapat dipindahkan dari guru ke murid 3. Murid aktif megkontruksi secara terus menerus, sehingga selalu terjadi perubahan konsep ilmiah 4. Guru sekedar membantu menyediakan sarana dan situasi agar proses kontruksi berjalan lancar.
  • 23.
    Implikasi teori konstruktivistik •Tujuan pendidikan hasilkan individu yg memiliki kemampuan berpikir untuk menyelesaikan setiap persoalan yg dihadapi. • Kurikulum dirancang untuk memungkinkan penget dan keterampilan dapat dikonstruksi oleh peserta didik. • Latihan memecahkan masalah dilakukan melalui belajar kelompok dengan menganalisis masalah dalam kehidupan sehari-hari. • Mhs diharapkan selalu aktif dan dapat menemukan cara belajar yang sesuai bagi dirinya. • Dosen hanya berfungsi sbg mediator, fasilitor, yg membuat situasi yang kondusif untuk terjadinya
  • 24.
    Belajar : PengolahanInformasi PBM : Kritik : Hanya menekankan pada sistem informasi dari materi Sistem Informasi Heuristik Algoritmik PEMBELAJARAN sibernetik
  • 25.
    1. Menimbulkan danmempertahankan perhatiansiswa. 2. Menyampaikan tujuan perkuliahan. 3. Mengingat kembali prinsip yang telah dipelajari. 4. Menyampaikan materi perkuliahan. 5. Memberikan bimbingan belajar. 6. Memperoleh unjuk kerja mahasiswa. 7. Memberikan umpan balik. 8. Mengukur hasil belajar. 9. Memperkuat retensi dan transfer belajar.
  • 26.