KELOMPOK 3 
DISUSUN OLEH : 
AUGUSTO DANIEL S. (05) 
DENOK DINAWATI (07) 
DIZA RAUDHATUL A. (08) 
IKKE FRINDIA P.W. (16) 
LELY DESTIA F.S. (19) 
M. BALQIS ISNA Z. (24) 
M. ILHAM FAHREZA (25) 
NAURA MUFIDAH S.R. (28)
John Dalton (1766-1844) ialah seorang 
guru SMU di Manchester, Inggris. Ia terkenal karena teorinya yang 
membangkitkan kembali istilah "atom". Dalam buku karangannya 
yang berjudul New System of Chemical Philosophy ia berhasil 
merumuskan hal tentang atom sekitar tahun 1803. 
Ia menyatakan bahwa materi terdiri atas atom yang tidak 
dapat dibagi lagi. Tiap-tiap unsur terdiri atas atom-atom dengan 
sifat dan massa identik, dan senyawa terbentuk jika atom dari 
berbagai unsur bergabung dalam komposisi yang tetap. Temuannya 
didasarkan pada sebuah eksperimen.
Berikut 5 Teori Atom Dalton: 
Unsur-unsur terdiri dari partikel-partikel yang luar biasa 
kecil yang tidak dapat dibagi 
kembali(disebut atom).Dalam reaksi kimia,mereka tidak 
dapat diciptakan,dihancurkan atau diubah menjadi 
jenis unsur yang lain. 
Semua atom dalam unsur yang sejenis adalah sama dan 
oleh karena itu memiliki sifat-sifat yang serupa. 
seperti massa dan ukuran. 
Atom dari unsur-unsur yang berbeda jenis memiliki sifat-sifat 
yang berbeda pula. 
Senyawa dapat dibentuk ketika lebih dari 1 jenis unsur yang 
digabungkan. 
Atom-atom dari 2 unsur atau lebih dapat direaksikan 
dalam perbandingan-perbandingan yang berbeda untuk 
menghasilkan lebih dari 1 jenis senyawa
Dalil Dalton 
Semua materi terdiri dari partikel yang tak dapat dibagi 
lagi yang disebut atom. 
Atom dari unsur yang sama adalah serupa dalam hal 
bentuk dan massa, tetapi atom unsur satu berbeda dari 
atom unsur lain. 
Atom tidak dapat diciptakan atau dihancurkan. 
Atom unsur yang berbeda dapat digabungkan satu sama 
lain dalam rasio tertentu untuk membentuk senyawa. 
Atom dari unsur yang sama dapat bergabung dalam lebih 
dari satu rasio untuk membentuk dua atau lebih senyawa. 
Atom adalah unit terkecil dari materi yang dapat 
berpengaruh terhadap reaksi kimia
Kelemahan Teori Atom Dalton 
Ketidakterpisahan atom terbukti salah, karena, atom dapat dibagi 
lagi menjadi proton, neutron dan elektron. Namun atom adalah 
partikel terkecil, yang sangat berpengaruh dalam reaksi kimia. 
Menurut Dalton, atom-atom dari unsur yang sama adalah sama 
dalam segala hal. Pernyataan ini salah karena atom dari beberapa 
unsur berbeda dalam hal massa dan kepadatan. Atom seperti dari 
unsur yang sama memiliki massa yang berbeda disebut isotop. 
Misalnya, klorin memiliki dua isotop yang memiliki nomor massa 
35 dan 37 satuan massa atom (sma). 
Dalton juga mengatakan atom elemen yang berbeda berbeda dalam 
segala hal. Hal ini telah terbukti salah dalam kasus-kasus tertentu 
seperti atom argon dan atom kalsium, yang memiliki massa atom 
yang sama yaitu 40. Atom unsur berbeda yang memiliki massa atom 
yang sama disebut isobar. 
Menurut Dalton atom unsur yang berbeda bergabung dalam rasio 
nomor sederhana keseluruhan untuk membentuk senyawa. Hal ini 
tidak terlihat pada senyawa organik kompleks seperti gula C12H22O11. 
Teori ini gagal untuk menjelaskan keberadaan alotrop. Perbedaan 
sifat arang, grafit, berlian tidak dapat dijelaskan karena ketiganya 
terdiri dari atom yang sama yaitu karbon.
Kelebihan Teori Atom Dalton 
Memungkinkan kita untuk menjelaskan hukum 
kombinasi kimia. 
Dalton adalah orang pertama yang mengakui 
perbedaan yang bisa diterapkan antara partikel dari 
suatu unsur (atom) dan dari senyawa (molekul)
Fisikawan Joseph John Thomson (1856-1940)adalah 
seorang ilmuwan yang lahir di Cheetham Hill, di mana di 
tempat itu pula Thomson dinobatkan sebagai profesor fisika 
eksperimental sejak tahun 1884. Penelitian yang Thomson 
lakukan menghasilkan penemuan elektron. Ia mengetahui 
bahwa gas adalah zat yang mampu menghantar listrik. 
Thomson juga menjadi salah satu perintis ilmu fisika nuklir. 
Thomson berhasil meraih hadiah nobel fisika pada tahun 
1906. 
Teori atom Dalton cukup lama dianut oleh para ahli 
saat itu hingga ditemukannya elektron yang bermuatan 
negatif oleh J.J. Thomson pada tahun 1897. Penemuan 
elektron ini akhirnya mematahkan teori Dalton bahwa atom 
merupakan materi terkecil.
Oleh karena elektron bermuatan negatif maka 
Thomson berpikir bahwa ada muatan positif sebagai 
penyeimbang. Dengan demikian atom bersifat netral. 
Model atom Thomson menggambarkan bahwa 
atom merupakan suatu bola yang bermuatan positif. 
Sementara itu elektron (bagian atom yang bermuatan 
negatif) tersebar merata di permukaan bola tersebut. 
Muatan-muatan negatif tersebut tersebar seperti kismis 
pada roti kismis. Jumlah muatan positif sama dengan 
jumlah muatan negatif sehingga atom bersifat netral. 
Jumlah muatan positif = Jumlah muatan negatif
Atom yang bermuatan positif menjadi fokus 
Rutherford untuk dikaji. Eksperimen yang dilakukan 
Rutherford adalah menembakan partikel alpha pada 
sebuah lempeng tipis dari emas, dengan partikel alpha. 
Hasil pengamatan Rutherford adalah partikel alpha yang 
ditembakan ada yang diteruskan, dan ada yang dibelokkan. 
Dari eksperimen ini diketahui bahwa masih ada ruang 
kosong didalam atom, dan ada partikel yang bermuatan 
positif dan negatif.
Dari hasil ini, selanjutnya Rutherford mengajukan 
model atom dan dinyatakan bahwa; atom terdiri dari 
inti atom yang bermuatan positif dan dikelilingi oleh 
elektron-elektron yang bermuatan negatif. Elektron 
bergerak mengelilingi inti dengan lintasan yang 
berbentuk lingkaran atau elips. 
Teori Rutherford banyak mendapat sanggahan, 
jika elektron bergerak mengelilingi inti, maka elektron 
akan melepaskan atau memancarkan energi sehingga 
energi yang dimiliki elektron lama-kelamaan akan 
berkurang dan menyebabkab lintasannya makin lama 
semakin kecil dan suatu saat elektron akan jatuh ke 
dalam inti. Teori Rutherford tidak dapat menjelaskan 
fenomena ini.
Bohr adalah orang pertama di dunia yang 
menerapkan teori kuantum untuk mengatasi problem 
struktur atom. Ia menggunakan teori berkas cahaya 
Planck dan model atom Rutherfrod untuk 
menjelaskan cahaya yang muncul pada atom 
hydrogen. 
Menurut Bohr, electron menggelilingi inti pada 
orbit tertentu. Di dalam atom terdapat orbit luar dan 
orbit dalam. Orbit dalam adalah orbit electron didekat 
inti Orbit luar dapat menampung lebih banyak 
electron. Elektron pada orbit luar menentukan sifat-sifat 
kimia atom.Kadang-kadang electron pada orbit 
luar melompat ke orbit dalam. Pada waktu melompat 
electron itu mengeluarkan cahaya.
Niels Bohr mengusulkan, pada 1913, apa yang sekarang 
disebut model atom Bohr. Gagasan itu adalah 
1. Dalam elektron terdapat lintasan-lintasan tertentu tempat 
elektron dapat mengorbit inti tanpa disertai pemancaran 
atau menyerap energi. lintasan itu, yang juga disebut kulit 
atom, adalah orbit berbentuk lingkaran dengan jari-jari 
tertentu. Setiap lintasan ditandai dengan satu bilangan 
bulat yang disebut bilangan kuantum utama (n), mulai 
dari 1, 2, 3, 4, dan seterusnya, yang dinyatakan dengan 
lambang K, L, M, N, dan seterusnya. Lintasan pertama, 
dengan n = 1, dinamai kulit K, dan seterusnya. Semakin 
besar harga n (makin jauh dari inti), makin besar energi 
elektron yang mengorbit pada kulit itu. Jadi tingkat energi 
kulit L lebih besar daripada kulit K,tingkat energi kulit M 
lebih besar daripada kulit L dan seterusnya. Kulit yang 
ditempati electron apakah kulit K,L,M atau yang lainnya 
bergantung pada energi electron itu.
2. Elektron hanya boleh berada pada lintasan-lintasan yang 
diperbolehkan (lintasan yang ada), dan tidak boleh berada di 
antara dua lintasan. lintasan yang akan ditempati oleh elektron 
bergantung pada energinya. pada keadaan normal (tanpa 
pengaruh luar), elektron menempati tingkat energi terendah. 
keadaan seperti itu disebut tingkat dasar (ground state). 
Apabila suatu atom mendapatkan energi dari luar (misalnya 
dipanaskan atau disinari), maka electron akan menyerap energi 
yang sesuai sehingga berpindah ke tingkat energi yang lebih 
tinggi. Keadaan demikian disebut keadaan tereksitasi (excited 
state). Keadaan tereksitasi merupakan keadaan yang tidak 
stabil dan hanya berlangsung dalam waktu yang singkat. 
Elektron akan segera kembali ke tingkat energi yang lebih 
rendah disertai pelepasan energi berupa gelembong 
electromagnet.Oleh karena perpindahan electron ini 
berlangsung antara kulit yang sudah tertentu tingkat 
energinya, maka ataom hanya akan memancarkan radiasi 
dengan tingkat energi tertentu pula.
Elektron dapat berpindah dari satu kulit ke kulit lain 
disertai pemancaran atau penyerapan sejumlah tertentu energi. 
perpindahan elektron ke kulit lebih dalam akan disertai 
penyerapan energi. sebaliknya, perpindahan elektron ke kulit lebih 
dalam akan disertai pelepasan energi. 
Dalam penjelasannya bohr, menggunakan ataom hidogen 
sebagai model. Bohr berhasil merumuskan jari-jari lintasan dan 
energi electron pada tom hydrogen sebagai berikut : 
Lintasan yang diizinkan untuk elektron dinomori n = 1, n = 2, n 
=3 dst. Bilangan ini dinamakan bilangan kuantum, huruf K, L, 
M, N juga digunakan untuk menamakan lintasan 
Jari-jari orbit diungkapkan dengan 12, 22, 32, 42, …n2. Untuk 
orbit tertentu dengan jari-jari minimum a0 = 0,53 Å 
Jika elektron tertarik ke inti dan dimiliki oleh orbit n, energi 
dipancarkan dan energi elektron menjadi lebih rendah sebesar
Model atom hidrogen Bohr dapat menjelaskan 
spektrum gas hidrogen yang ditemukan dari percobaan. 
Misalnya pemancaran sinar merah oleh gas hidrogen 
terjadi ketika elektron berpindah dari kulit ketiga (n=3) 
ke kulit kedua (n=2). 
Meskipun model atom Bohr dapat menjelaskan 
spektrum hidrogen dan spektrum dari spesi lain 
berelektron tunggal tetapi model tersebut tidak dapat 
menjelaskan spektrum dari atom yang lebih kompleks. 
Oleh karena itu para ahli tetap berupaya mencari 
penjelasan yang lebih sempurna. Ide penting yang sangat 
berharga dari teori Bohr adalah gagasab tentang tingkat 
energi dalam atom yaitu gagasab tentang kulit-kulit 
atom.
Mekanika kuantumadalah cabang dasar fisika yang 
menggantikan mekanika klasik pada 
tataran atom dan subatom. Ilmu ini memberikan 
kerangka matematika untuk berbagai 
cabang fisika dan kimia, termasuk fisika atom, fisika 
molekular, kimia komputasi, kimia kuantum, fisika partikel, 
dan fisika nuklir. Mekanika kuantum adalah bagian dari teori 
medan kuantum danfisika kuantum umumnya, yang, 
bersama relativitas umum, merupakan salah satu pilar fisika 
modern. Dasar dari mekanika kuantum adalah 
bahwa energi itu tidak kontinyu, tapi diskrit -- berupa 'paket' 
atau 'kuanta'. Konsep ini cukup revolusioner, karena 
bertentangan dengan fisika klasik yang berasumsi bahwa 
energi itu berkesinambungan.
Eksperimen 
Eksperimen celah-ganda royan membuktikan sifat gelombang 
dari cahaya. (sekitar 2012) 
Henri Becquerel menemukan radioaktivitas (1896) 
Joseph John Thomson - eksperimen tabung sinar 
kathoda (menemukan elektron dan muatan negatifnya) (1897) 
Penelitian radiasi benda hitam antara 1850 dan 1900, yang tidak 
dapat dijelaskan tanpa konsep kuantum. 
Robert Millikan - eksperimen tetesan oli, membuktikan 
bahwa muatan listrik terjadi dalam kuanta (seluruh unit), (1909) 
Ernest Rutherford - eksperimen lembaran emas menggagalkan 
model puding plumatom yang menyarankan bahwa muatan 
positif dan masa atom tersebar dengan rata. (1911) 
Otto Stern danWalter Gerlach melakukan eksperimen Stern- 
Gerlach, yang menunjukkan sifat kuantisasi partikel spin (1920) 
Clyde L. Cowan dan Frederick Reines meyakinkan 
keberadaan neutrino dalam eksperimen neutrino (1955)
Bukti dari mekanika 
Mekanika kuantum sangat berguna untuk menjelaskan 
perilaku atom dan partikel subatomik seperti proton, neutron 
dan elektron yang tidak mematuhi hukum-hukum fisika 
klasik.Atom biasanya digambarkan sebagai sebuah sistem di mana 
elektron (yang bermuatan listrik negatif) beredar seputar nukleus 
atom (yang bermuatan listrik positif ). Menurut mekanika kuantum, 
ketika sebuah elektron berpindah dari tingkat energi yang lebih tinggi 
(misalnya dari n=2 atau kulit atom ke-2 ) ke tingkat energi yang lebih 
rendah (misalnya n=1 atau kulit atom tingkat ke-1), energi berupa sebuah 
partikel cahaya yang disebut foton, dilepaskan. Energi yang dilepaskan 
dapat dirumuskan sbb: 
keterangan: 
adalah energi (J) 
adalah tetapan Planck, (Js), dan 
adalah frekuensi dari cahaya (Hz) 
Dalam spektrometer massa, telah dibuktikan bahwa garis-garis 
spektrum dari atom yang di-ionisasi tidak kontinyu, hanya pada 
frekuensi/panjang gelombang tertentu garis-garis spektrum dapat dilihat. 
Ini adalah salah satu bukti dari teori mekanika kuantum.

teori teori atom

  • 1.
    KELOMPOK 3 DISUSUNOLEH : AUGUSTO DANIEL S. (05) DENOK DINAWATI (07) DIZA RAUDHATUL A. (08) IKKE FRINDIA P.W. (16) LELY DESTIA F.S. (19) M. BALQIS ISNA Z. (24) M. ILHAM FAHREZA (25) NAURA MUFIDAH S.R. (28)
  • 2.
    John Dalton (1766-1844)ialah seorang guru SMU di Manchester, Inggris. Ia terkenal karena teorinya yang membangkitkan kembali istilah "atom". Dalam buku karangannya yang berjudul New System of Chemical Philosophy ia berhasil merumuskan hal tentang atom sekitar tahun 1803. Ia menyatakan bahwa materi terdiri atas atom yang tidak dapat dibagi lagi. Tiap-tiap unsur terdiri atas atom-atom dengan sifat dan massa identik, dan senyawa terbentuk jika atom dari berbagai unsur bergabung dalam komposisi yang tetap. Temuannya didasarkan pada sebuah eksperimen.
  • 3.
    Berikut 5 TeoriAtom Dalton: Unsur-unsur terdiri dari partikel-partikel yang luar biasa kecil yang tidak dapat dibagi kembali(disebut atom).Dalam reaksi kimia,mereka tidak dapat diciptakan,dihancurkan atau diubah menjadi jenis unsur yang lain. Semua atom dalam unsur yang sejenis adalah sama dan oleh karena itu memiliki sifat-sifat yang serupa. seperti massa dan ukuran. Atom dari unsur-unsur yang berbeda jenis memiliki sifat-sifat yang berbeda pula. Senyawa dapat dibentuk ketika lebih dari 1 jenis unsur yang digabungkan. Atom-atom dari 2 unsur atau lebih dapat direaksikan dalam perbandingan-perbandingan yang berbeda untuk menghasilkan lebih dari 1 jenis senyawa
  • 4.
    Dalil Dalton Semuamateri terdiri dari partikel yang tak dapat dibagi lagi yang disebut atom. Atom dari unsur yang sama adalah serupa dalam hal bentuk dan massa, tetapi atom unsur satu berbeda dari atom unsur lain. Atom tidak dapat diciptakan atau dihancurkan. Atom unsur yang berbeda dapat digabungkan satu sama lain dalam rasio tertentu untuk membentuk senyawa. Atom dari unsur yang sama dapat bergabung dalam lebih dari satu rasio untuk membentuk dua atau lebih senyawa. Atom adalah unit terkecil dari materi yang dapat berpengaruh terhadap reaksi kimia
  • 5.
    Kelemahan Teori AtomDalton Ketidakterpisahan atom terbukti salah, karena, atom dapat dibagi lagi menjadi proton, neutron dan elektron. Namun atom adalah partikel terkecil, yang sangat berpengaruh dalam reaksi kimia. Menurut Dalton, atom-atom dari unsur yang sama adalah sama dalam segala hal. Pernyataan ini salah karena atom dari beberapa unsur berbeda dalam hal massa dan kepadatan. Atom seperti dari unsur yang sama memiliki massa yang berbeda disebut isotop. Misalnya, klorin memiliki dua isotop yang memiliki nomor massa 35 dan 37 satuan massa atom (sma). Dalton juga mengatakan atom elemen yang berbeda berbeda dalam segala hal. Hal ini telah terbukti salah dalam kasus-kasus tertentu seperti atom argon dan atom kalsium, yang memiliki massa atom yang sama yaitu 40. Atom unsur berbeda yang memiliki massa atom yang sama disebut isobar. Menurut Dalton atom unsur yang berbeda bergabung dalam rasio nomor sederhana keseluruhan untuk membentuk senyawa. Hal ini tidak terlihat pada senyawa organik kompleks seperti gula C12H22O11. Teori ini gagal untuk menjelaskan keberadaan alotrop. Perbedaan sifat arang, grafit, berlian tidak dapat dijelaskan karena ketiganya terdiri dari atom yang sama yaitu karbon.
  • 6.
    Kelebihan Teori AtomDalton Memungkinkan kita untuk menjelaskan hukum kombinasi kimia. Dalton adalah orang pertama yang mengakui perbedaan yang bisa diterapkan antara partikel dari suatu unsur (atom) dan dari senyawa (molekul)
  • 7.
    Fisikawan Joseph JohnThomson (1856-1940)adalah seorang ilmuwan yang lahir di Cheetham Hill, di mana di tempat itu pula Thomson dinobatkan sebagai profesor fisika eksperimental sejak tahun 1884. Penelitian yang Thomson lakukan menghasilkan penemuan elektron. Ia mengetahui bahwa gas adalah zat yang mampu menghantar listrik. Thomson juga menjadi salah satu perintis ilmu fisika nuklir. Thomson berhasil meraih hadiah nobel fisika pada tahun 1906. Teori atom Dalton cukup lama dianut oleh para ahli saat itu hingga ditemukannya elektron yang bermuatan negatif oleh J.J. Thomson pada tahun 1897. Penemuan elektron ini akhirnya mematahkan teori Dalton bahwa atom merupakan materi terkecil.
  • 8.
    Oleh karena elektronbermuatan negatif maka Thomson berpikir bahwa ada muatan positif sebagai penyeimbang. Dengan demikian atom bersifat netral. Model atom Thomson menggambarkan bahwa atom merupakan suatu bola yang bermuatan positif. Sementara itu elektron (bagian atom yang bermuatan negatif) tersebar merata di permukaan bola tersebut. Muatan-muatan negatif tersebut tersebar seperti kismis pada roti kismis. Jumlah muatan positif sama dengan jumlah muatan negatif sehingga atom bersifat netral. Jumlah muatan positif = Jumlah muatan negatif
  • 9.
    Atom yang bermuatanpositif menjadi fokus Rutherford untuk dikaji. Eksperimen yang dilakukan Rutherford adalah menembakan partikel alpha pada sebuah lempeng tipis dari emas, dengan partikel alpha. Hasil pengamatan Rutherford adalah partikel alpha yang ditembakan ada yang diteruskan, dan ada yang dibelokkan. Dari eksperimen ini diketahui bahwa masih ada ruang kosong didalam atom, dan ada partikel yang bermuatan positif dan negatif.
  • 10.
    Dari hasil ini,selanjutnya Rutherford mengajukan model atom dan dinyatakan bahwa; atom terdiri dari inti atom yang bermuatan positif dan dikelilingi oleh elektron-elektron yang bermuatan negatif. Elektron bergerak mengelilingi inti dengan lintasan yang berbentuk lingkaran atau elips. Teori Rutherford banyak mendapat sanggahan, jika elektron bergerak mengelilingi inti, maka elektron akan melepaskan atau memancarkan energi sehingga energi yang dimiliki elektron lama-kelamaan akan berkurang dan menyebabkab lintasannya makin lama semakin kecil dan suatu saat elektron akan jatuh ke dalam inti. Teori Rutherford tidak dapat menjelaskan fenomena ini.
  • 11.
    Bohr adalah orangpertama di dunia yang menerapkan teori kuantum untuk mengatasi problem struktur atom. Ia menggunakan teori berkas cahaya Planck dan model atom Rutherfrod untuk menjelaskan cahaya yang muncul pada atom hydrogen. Menurut Bohr, electron menggelilingi inti pada orbit tertentu. Di dalam atom terdapat orbit luar dan orbit dalam. Orbit dalam adalah orbit electron didekat inti Orbit luar dapat menampung lebih banyak electron. Elektron pada orbit luar menentukan sifat-sifat kimia atom.Kadang-kadang electron pada orbit luar melompat ke orbit dalam. Pada waktu melompat electron itu mengeluarkan cahaya.
  • 12.
    Niels Bohr mengusulkan,pada 1913, apa yang sekarang disebut model atom Bohr. Gagasan itu adalah 1. Dalam elektron terdapat lintasan-lintasan tertentu tempat elektron dapat mengorbit inti tanpa disertai pemancaran atau menyerap energi. lintasan itu, yang juga disebut kulit atom, adalah orbit berbentuk lingkaran dengan jari-jari tertentu. Setiap lintasan ditandai dengan satu bilangan bulat yang disebut bilangan kuantum utama (n), mulai dari 1, 2, 3, 4, dan seterusnya, yang dinyatakan dengan lambang K, L, M, N, dan seterusnya. Lintasan pertama, dengan n = 1, dinamai kulit K, dan seterusnya. Semakin besar harga n (makin jauh dari inti), makin besar energi elektron yang mengorbit pada kulit itu. Jadi tingkat energi kulit L lebih besar daripada kulit K,tingkat energi kulit M lebih besar daripada kulit L dan seterusnya. Kulit yang ditempati electron apakah kulit K,L,M atau yang lainnya bergantung pada energi electron itu.
  • 13.
    2. Elektron hanyaboleh berada pada lintasan-lintasan yang diperbolehkan (lintasan yang ada), dan tidak boleh berada di antara dua lintasan. lintasan yang akan ditempati oleh elektron bergantung pada energinya. pada keadaan normal (tanpa pengaruh luar), elektron menempati tingkat energi terendah. keadaan seperti itu disebut tingkat dasar (ground state). Apabila suatu atom mendapatkan energi dari luar (misalnya dipanaskan atau disinari), maka electron akan menyerap energi yang sesuai sehingga berpindah ke tingkat energi yang lebih tinggi. Keadaan demikian disebut keadaan tereksitasi (excited state). Keadaan tereksitasi merupakan keadaan yang tidak stabil dan hanya berlangsung dalam waktu yang singkat. Elektron akan segera kembali ke tingkat energi yang lebih rendah disertai pelepasan energi berupa gelembong electromagnet.Oleh karena perpindahan electron ini berlangsung antara kulit yang sudah tertentu tingkat energinya, maka ataom hanya akan memancarkan radiasi dengan tingkat energi tertentu pula.
  • 14.
    Elektron dapat berpindahdari satu kulit ke kulit lain disertai pemancaran atau penyerapan sejumlah tertentu energi. perpindahan elektron ke kulit lebih dalam akan disertai penyerapan energi. sebaliknya, perpindahan elektron ke kulit lebih dalam akan disertai pelepasan energi. Dalam penjelasannya bohr, menggunakan ataom hidogen sebagai model. Bohr berhasil merumuskan jari-jari lintasan dan energi electron pada tom hydrogen sebagai berikut : Lintasan yang diizinkan untuk elektron dinomori n = 1, n = 2, n =3 dst. Bilangan ini dinamakan bilangan kuantum, huruf K, L, M, N juga digunakan untuk menamakan lintasan Jari-jari orbit diungkapkan dengan 12, 22, 32, 42, …n2. Untuk orbit tertentu dengan jari-jari minimum a0 = 0,53 Å Jika elektron tertarik ke inti dan dimiliki oleh orbit n, energi dipancarkan dan energi elektron menjadi lebih rendah sebesar
  • 15.
    Model atom hidrogenBohr dapat menjelaskan spektrum gas hidrogen yang ditemukan dari percobaan. Misalnya pemancaran sinar merah oleh gas hidrogen terjadi ketika elektron berpindah dari kulit ketiga (n=3) ke kulit kedua (n=2). Meskipun model atom Bohr dapat menjelaskan spektrum hidrogen dan spektrum dari spesi lain berelektron tunggal tetapi model tersebut tidak dapat menjelaskan spektrum dari atom yang lebih kompleks. Oleh karena itu para ahli tetap berupaya mencari penjelasan yang lebih sempurna. Ide penting yang sangat berharga dari teori Bohr adalah gagasab tentang tingkat energi dalam atom yaitu gagasab tentang kulit-kulit atom.
  • 16.
    Mekanika kuantumadalah cabangdasar fisika yang menggantikan mekanika klasik pada tataran atom dan subatom. Ilmu ini memberikan kerangka matematika untuk berbagai cabang fisika dan kimia, termasuk fisika atom, fisika molekular, kimia komputasi, kimia kuantum, fisika partikel, dan fisika nuklir. Mekanika kuantum adalah bagian dari teori medan kuantum danfisika kuantum umumnya, yang, bersama relativitas umum, merupakan salah satu pilar fisika modern. Dasar dari mekanika kuantum adalah bahwa energi itu tidak kontinyu, tapi diskrit -- berupa 'paket' atau 'kuanta'. Konsep ini cukup revolusioner, karena bertentangan dengan fisika klasik yang berasumsi bahwa energi itu berkesinambungan.
  • 17.
    Eksperimen Eksperimen celah-gandaroyan membuktikan sifat gelombang dari cahaya. (sekitar 2012) Henri Becquerel menemukan radioaktivitas (1896) Joseph John Thomson - eksperimen tabung sinar kathoda (menemukan elektron dan muatan negatifnya) (1897) Penelitian radiasi benda hitam antara 1850 dan 1900, yang tidak dapat dijelaskan tanpa konsep kuantum. Robert Millikan - eksperimen tetesan oli, membuktikan bahwa muatan listrik terjadi dalam kuanta (seluruh unit), (1909) Ernest Rutherford - eksperimen lembaran emas menggagalkan model puding plumatom yang menyarankan bahwa muatan positif dan masa atom tersebar dengan rata. (1911) Otto Stern danWalter Gerlach melakukan eksperimen Stern- Gerlach, yang menunjukkan sifat kuantisasi partikel spin (1920) Clyde L. Cowan dan Frederick Reines meyakinkan keberadaan neutrino dalam eksperimen neutrino (1955)
  • 18.
    Bukti dari mekanika Mekanika kuantum sangat berguna untuk menjelaskan perilaku atom dan partikel subatomik seperti proton, neutron dan elektron yang tidak mematuhi hukum-hukum fisika klasik.Atom biasanya digambarkan sebagai sebuah sistem di mana elektron (yang bermuatan listrik negatif) beredar seputar nukleus atom (yang bermuatan listrik positif ). Menurut mekanika kuantum, ketika sebuah elektron berpindah dari tingkat energi yang lebih tinggi (misalnya dari n=2 atau kulit atom ke-2 ) ke tingkat energi yang lebih rendah (misalnya n=1 atau kulit atom tingkat ke-1), energi berupa sebuah partikel cahaya yang disebut foton, dilepaskan. Energi yang dilepaskan dapat dirumuskan sbb: keterangan: adalah energi (J) adalah tetapan Planck, (Js), dan adalah frekuensi dari cahaya (Hz) Dalam spektrometer massa, telah dibuktikan bahwa garis-garis spektrum dari atom yang di-ionisasi tidak kontinyu, hanya pada frekuensi/panjang gelombang tertentu garis-garis spektrum dapat dilihat. Ini adalah salah satu bukti dari teori mekanika kuantum.