Teks anekdot adalah teks yang
berisi cerita yang menarik
karena lucu dan mengesankan,
biasanya mengenai orang
penting atau orang terkenal dan
berdasarkan kejadian
sebenarnya.
Kritik
Sanggahan, komentar, saran,
sindiran, dan tanggapan atau
pendapat.
Humor
Lelucon, lawakan, dan jenaka.
Publik
Umum, masyarakat, dan sosial.
Hubungan antara Publik, Kritik,
dan Humor
Kritik atau lelucon
itu dapat
disampaikan
melalui anekdot
Layanan
publik sering
mendapatkan
kritik atau
lelucon
Publik berisi
layanan
publik
Teks
Anekdot
Berdasarkan kenyataan
atau benar-benar terjadi
(nonfiksi)
Berupa rekaan atau tidak
benar-benar terjadi
(fiksi)
Perbedaan Teks Anekdot dan
Humor
 Anekdot adalah cerita singkat yang
menarik karena lucu dan mengesankan
serta mengandung suatu hikmah
tertentu. Anekdot mengandung kritikan
atau sindiran.
 Sedangkan Humor adalah permainan
kata yang menggelikan dan tidak
mengandung sindiran atau kritikan.
Freud membagi dua jenis humor, yaitu:
 Humor polos; hanya berupa permainan
kata. Dalam lelucon yang menyenangkan,
terdapat rasa kepuasan, senyum samar,
dan suasana yang menjadi ringan.
 Humor tendensius; humor yang memiliki
motif jahat. Lelucon yang dilontarkan oleh
orang jahat yang memiliki motif
menyerang, mengejek, atau membela diri.
Abstraksi ^ orientasi ^ krisis ^ reaksi ^
koda
Abstraksi Penggambaran awal
Orientasi Pengenalan
Krisis Puncak / inti / klimaks
Reaksi Respon / tanggapan
Koda Kesimpulan sementara
Penanda humor pada bab ini disebut juga konjungsi
yang terdapat dalam teks anekdot, seperti:
• Kemudian
• Setelah
• Berikutnya Setara dengan kata lalu
• Sesudah itu
• Selanjutnya
• Oleh karena itu
• Oleh sebab itu
• Sehingga Setara dengan kata maka
• Akibatnya
• Karena
1. Seorang dosen fakultas hukum suatu universitas sedang
memberikan kuliah hukum pidana.
2. Suasana kelas pada saat itu biasa-biasa saja.
3. Saat sesi tanya jawab tiba, Ali bertanya kepada pak dosen.
“Apa kepanjangan KUHP, Pak?” Pak dosen tidak menjawab
sendiri, melainkan melemparkannya kepada Ahmad.
“Saudara Ahmad, coba jawab pertanyaan Saudara Ali tadi,”
pinta pak dosen. Dengan tegas Ahmad menjawab “Kasih
Uang Habis Perkara, Pak…!”
4. Mahasiswa lain tentu tertawa, sedangkan pak dosen hanya
menggeleng-gelengkan kepala seraya menambahkan
pertanyaan kepada Ahmad, “Saudara Ahmad, dari mana
Saudara tahu jawaban itu?” Dasar Ahmad, pertanyaan pak
dosen dijawabnya dengan tegas, “Peribahasa Inggris
mengatakan pengalaman adalah guru terbaik, Pak…!”
Semua mahasiswa di kelas itu tercengang. Mereka
berpandang-pandangan. Lalu, mereka tertawa terbahak-
bahak.
5. Gelak tawa mereda, kelas kembali berlangsung normal.
Abstraksi
Orientasi
Krisis
Reaksi
Koda
h

Teks Anekdot | BAHASA INDONESIA

  • 2.
    Teks anekdot adalahteks yang berisi cerita yang menarik karena lucu dan mengesankan, biasanya mengenai orang penting atau orang terkenal dan berdasarkan kejadian sebenarnya.
  • 3.
    Kritik Sanggahan, komentar, saran, sindiran,dan tanggapan atau pendapat. Humor Lelucon, lawakan, dan jenaka. Publik Umum, masyarakat, dan sosial.
  • 4.
    Hubungan antara Publik,Kritik, dan Humor Kritik atau lelucon itu dapat disampaikan melalui anekdot Layanan publik sering mendapatkan kritik atau lelucon Publik berisi layanan publik
  • 5.
    Teks Anekdot Berdasarkan kenyataan atau benar-benarterjadi (nonfiksi) Berupa rekaan atau tidak benar-benar terjadi (fiksi)
  • 6.
    Perbedaan Teks Anekdotdan Humor  Anekdot adalah cerita singkat yang menarik karena lucu dan mengesankan serta mengandung suatu hikmah tertentu. Anekdot mengandung kritikan atau sindiran.  Sedangkan Humor adalah permainan kata yang menggelikan dan tidak mengandung sindiran atau kritikan.
  • 7.
    Freud membagi duajenis humor, yaitu:  Humor polos; hanya berupa permainan kata. Dalam lelucon yang menyenangkan, terdapat rasa kepuasan, senyum samar, dan suasana yang menjadi ringan.  Humor tendensius; humor yang memiliki motif jahat. Lelucon yang dilontarkan oleh orang jahat yang memiliki motif menyerang, mengejek, atau membela diri.
  • 8.
    Abstraksi ^ orientasi^ krisis ^ reaksi ^ koda Abstraksi Penggambaran awal Orientasi Pengenalan Krisis Puncak / inti / klimaks Reaksi Respon / tanggapan Koda Kesimpulan sementara
  • 9.
    Penanda humor padabab ini disebut juga konjungsi yang terdapat dalam teks anekdot, seperti: • Kemudian • Setelah • Berikutnya Setara dengan kata lalu • Sesudah itu • Selanjutnya • Oleh karena itu • Oleh sebab itu • Sehingga Setara dengan kata maka • Akibatnya • Karena
  • 10.
    1. Seorang dosenfakultas hukum suatu universitas sedang memberikan kuliah hukum pidana. 2. Suasana kelas pada saat itu biasa-biasa saja. 3. Saat sesi tanya jawab tiba, Ali bertanya kepada pak dosen. “Apa kepanjangan KUHP, Pak?” Pak dosen tidak menjawab sendiri, melainkan melemparkannya kepada Ahmad. “Saudara Ahmad, coba jawab pertanyaan Saudara Ali tadi,” pinta pak dosen. Dengan tegas Ahmad menjawab “Kasih Uang Habis Perkara, Pak…!” 4. Mahasiswa lain tentu tertawa, sedangkan pak dosen hanya menggeleng-gelengkan kepala seraya menambahkan pertanyaan kepada Ahmad, “Saudara Ahmad, dari mana Saudara tahu jawaban itu?” Dasar Ahmad, pertanyaan pak dosen dijawabnya dengan tegas, “Peribahasa Inggris mengatakan pengalaman adalah guru terbaik, Pak…!” Semua mahasiswa di kelas itu tercengang. Mereka berpandang-pandangan. Lalu, mereka tertawa terbahak- bahak. 5. Gelak tawa mereda, kelas kembali berlangsung normal. Abstraksi Orientasi Krisis Reaksi Koda
  • 11.