Presentasi
IJARAH
1.Pengertian Ijarah
2.Dasar Hukum ijarah
3.Rukun Ijarah
4.Syarat Ijarah
5.Waktu Pembatalan dan Berakhirnya Ijarah Sekaligus
Pengembaliannya
Pembahasan
Pengertian Ijarah
Ijarah secara bahasa adalah imbalan atau upah.Sedangkan menurut
istilah ijarah adalah akad mengambil manfaat dari suatu benda atau jasa
dengan memberikan upah atas manfaat yang dihasilkan orang dengan jasa
tersebut.
Bentuk sewa menyewa
1.Dalam bentuk manfaat atau mengambil manfaat dari suatu benda
Contoh:Saya sewakan kepadamu mobil ini.” Atau dengan sifatnya,
seperti: “Saya sewakan kepadamu mobil saya yang bewarna ini dan itu.”
2.Dalam bentuk pekerjaan yang jelas atau sewa jasa
Contoh:membangun rumah, membawa barang-barang, dan lain
sebagainya.
Dasar Hukum Ijarah
Al Qur’an
Dalam surat Al-Qasash:26-27
‫ٰٓىَل‬‫َع‬ ‫ِن‬‫ۡي‬‫َت‬‫ٰـ‬‫َه‬ ‫َّى‬‫َنَت‬‫ۡب‬‫ٱ‬ ‫َدى‬‫ۡح‬‫ِإ‬ ‫َك‬‫َح‬‫نِك‬‫ُأ‬ ‫ۡن‬‫َأ‬ ‫يُد‬‫ِر‬
‫ُأ‬
‫ٓى‬‫ِّن‬‫ِإ‬ ‫اَل‬‫َق‬ ‫ُن‬‫ي‬‫ِم‬‫َأۡل‬‫ٱ‬ ‫ُّى‬‫ِو‬‫َق‬‫ۡل‬‫ٱ‬ ‫َت‬‫َجۡر‬
‫ۡٔـ‬‫َت‬ ‫ۡس‬‫ٱ‬ ‫ِن‬‫َم‬ ‫َر‬‫ۡي‬‫َخ‬ ‫َّن‬‫ِإ‬
‌ۖ‫ُه‬‫ۡر‬‫ِج‬
‫ۡٔـ‬‫َت‬ ‫ۡس‬‫ٱ‬ ‫ِت‬‫َب‬‫َأ‬‫ٰٓـ‬
‫َي‬ ‫ا‬‫َم‬‫ٰٮُه‬‫َد‬‫ۡح‬‫ِإ‬ ‫ۡت‬‫َل‬‫ا‬‫َق‬
‫َن‬‫ي‬‫ِلِح‬‫ٰـ‬ ‫َّص‬‫ٱل‬ ‫َن‬‫ِم‬ ‫ُه‬‫َّل‬‫ٱل‬ ‫ٓاَء‬ ‫َش‬ ‫ن‬‫ِإ‬ ‫ٓى‬‫ُدِن‬‫ِج‬‫َت‬ ‫َس‬ ‌ۚ‫َك‬‫ۡي‬‫َل‬‫َع‬ ‫َّق‬ ‫ُش‬‫َأ‬ ‫ۡن‬‫َأ‬ ‫يُد‬‫ِر‬
‫ُأ‬ ‫ٓا‬‫َم‬‫َو‬ ‌ۖ‫َك‬‫نِد‬‫ِع‬ ‫ۡن‬‫ِم‬‫َف‬ ‫ا‬‫ً۬ر‬ ‫ۡش‬‫َع‬ ‫َت‬‫ۡم‬‫َم‬‫ۡت‬‫َأ‬ ‫ۡن‬‫ِإ‬
‫َف‬ ‌ۖ‫ٍ۬ج‬‫َج‬‫ِح‬ ‫َى‬‫ِن‬‫ٰـ‬‫َم‬‫َث‬ ‫ِنى‬‫ُجَر‬
‫ۡأ‬‫َت‬ ‫ن‬‫َأ‬
“Salah seorang dari kedua wanita itu berkata, ‘Wahai bapakku, ambillah ia sebagai orang yang bekerja,
karena sesungguhnya orang yang paling baik yang kamu ambil untuk bekerja ialah orang yang kuat lagi
dapat dipercaya.’ Dia (Syu’aib) berkata, ‘Sesungguhnya aku bermaksud menikahkan kamu dengan salah
seorang dari kedua anakku ini, atas dasar bahwa kamu bekerja denganku delapan tahun dan jika kamu
cukupkan sepuluh tahun, maka itu adalah (suatu kebaikan) dari kamu, maka aku tidak hendak memberati
kamu. Dan kamu insyaAllah akan mendapatiku termasuk orang-orang yang baik.” (QS. Al-Qasash: 26-27)
Rukun Ijarah
Pihak yang berakad
Sighat (ijab dan qabul)
Ujrah (upah/harga sewa)
Manfaat
Syarat Ijarah
Manfaat atau barang yang jelas
Upah yang jelas
Barang yang disewakan adalah barang yang
boleh untuk digunakan (halal)
Waktu pembatalan dan berakhirnya ijarah
Objek hilang atau musnah
Tenggang waktu yang disepakati dalam akad telah berakhir
Wafatnya salah seorang yang berakad
Apabila udzur dari salah satu pihak
Pengembalian Barang Sewaan
Apabila barang yang menjadi obyek perjanjian merupakan barang yang bergerak,maka pihak
penyewa mengembalikanbarang itu kepada pihak pemilik dengan cara menyerahkan
langsung bendanya.
apabila obyek sewa menyewa dikualifikasikan sebagai barang tidak bergerak,maka pihak
penyewa berkewajiban mengembalikan kepada pihak yang menyewakan dalam keadaan
kosong.
Jika obyek sewa menyewa berwujud tanah maka pihak penyewa mengembalikan tanah
kepada yang menyewakan dalam keadaan tidak ada tanaman penyewa di atas.
Terbebasnya barang yang disewakan dari cacat yang merusak pemanfaatannya.
Kesimpulan
Ijarah adalah akad sewa-menyewa yang memindahkan hak guna suatu objek
(barang atau jasa) tanpa mengalihkan kepemilikannya, dengan imbalan
berupa biaya sewa yang telah disepakati. Ijarah memberikan keringanan bagi
masyarakat untuk memanfaatkan aset atau jasa tanpa harus memiliki
kepemilikannya, dan ini merupakan konsep yang fleksibel dan saling
menguntungkan bagi kedua belah pihak, baik penyewa maupun pemberi
sewa.
Terima Kasih

SLIDESHARE IJARAH _Tugas _presentasi.pdf

  • 1.
  • 2.
    1.Pengertian Ijarah 2.Dasar Hukumijarah 3.Rukun Ijarah 4.Syarat Ijarah 5.Waktu Pembatalan dan Berakhirnya Ijarah Sekaligus Pengembaliannya Pembahasan
  • 3.
    Pengertian Ijarah Ijarah secarabahasa adalah imbalan atau upah.Sedangkan menurut istilah ijarah adalah akad mengambil manfaat dari suatu benda atau jasa dengan memberikan upah atas manfaat yang dihasilkan orang dengan jasa tersebut. Bentuk sewa menyewa 1.Dalam bentuk manfaat atau mengambil manfaat dari suatu benda Contoh:Saya sewakan kepadamu mobil ini.” Atau dengan sifatnya, seperti: “Saya sewakan kepadamu mobil saya yang bewarna ini dan itu.” 2.Dalam bentuk pekerjaan yang jelas atau sewa jasa Contoh:membangun rumah, membawa barang-barang, dan lain sebagainya.
  • 4.
    Dasar Hukum Ijarah AlQur’an Dalam surat Al-Qasash:26-27 ‫ٰٓىَل‬‫َع‬ ‫ِن‬‫ۡي‬‫َت‬‫ٰـ‬‫َه‬ ‫َّى‬‫َنَت‬‫ۡب‬‫ٱ‬ ‫َدى‬‫ۡح‬‫ِإ‬ ‫َك‬‫َح‬‫نِك‬‫ُأ‬ ‫ۡن‬‫َأ‬ ‫يُد‬‫ِر‬ ‫ُأ‬ ‫ٓى‬‫ِّن‬‫ِإ‬ ‫اَل‬‫َق‬ ‫ُن‬‫ي‬‫ِم‬‫َأۡل‬‫ٱ‬ ‫ُّى‬‫ِو‬‫َق‬‫ۡل‬‫ٱ‬ ‫َت‬‫َجۡر‬ ‫ۡٔـ‬‫َت‬ ‫ۡس‬‫ٱ‬ ‫ِن‬‫َم‬ ‫َر‬‫ۡي‬‫َخ‬ ‫َّن‬‫ِإ‬ ‌ۖ‫ُه‬‫ۡر‬‫ِج‬ ‫ۡٔـ‬‫َت‬ ‫ۡس‬‫ٱ‬ ‫ِت‬‫َب‬‫َأ‬‫ٰٓـ‬ ‫َي‬ ‫ا‬‫َم‬‫ٰٮُه‬‫َد‬‫ۡح‬‫ِإ‬ ‫ۡت‬‫َل‬‫ا‬‫َق‬ ‫َن‬‫ي‬‫ِلِح‬‫ٰـ‬ ‫َّص‬‫ٱل‬ ‫َن‬‫ِم‬ ‫ُه‬‫َّل‬‫ٱل‬ ‫ٓاَء‬ ‫َش‬ ‫ن‬‫ِإ‬ ‫ٓى‬‫ُدِن‬‫ِج‬‫َت‬ ‫َس‬ ‌ۚ‫َك‬‫ۡي‬‫َل‬‫َع‬ ‫َّق‬ ‫ُش‬‫َأ‬ ‫ۡن‬‫َأ‬ ‫يُد‬‫ِر‬ ‫ُأ‬ ‫ٓا‬‫َم‬‫َو‬ ‌ۖ‫َك‬‫نِد‬‫ِع‬ ‫ۡن‬‫ِم‬‫َف‬ ‫ا‬‫ً۬ر‬ ‫ۡش‬‫َع‬ ‫َت‬‫ۡم‬‫َم‬‫ۡت‬‫َأ‬ ‫ۡن‬‫ِإ‬ ‫َف‬ ‌ۖ‫ٍ۬ج‬‫َج‬‫ِح‬ ‫َى‬‫ِن‬‫ٰـ‬‫َم‬‫َث‬ ‫ِنى‬‫ُجَر‬ ‫ۡأ‬‫َت‬ ‫ن‬‫َأ‬ “Salah seorang dari kedua wanita itu berkata, ‘Wahai bapakku, ambillah ia sebagai orang yang bekerja, karena sesungguhnya orang yang paling baik yang kamu ambil untuk bekerja ialah orang yang kuat lagi dapat dipercaya.’ Dia (Syu’aib) berkata, ‘Sesungguhnya aku bermaksud menikahkan kamu dengan salah seorang dari kedua anakku ini, atas dasar bahwa kamu bekerja denganku delapan tahun dan jika kamu cukupkan sepuluh tahun, maka itu adalah (suatu kebaikan) dari kamu, maka aku tidak hendak memberati kamu. Dan kamu insyaAllah akan mendapatiku termasuk orang-orang yang baik.” (QS. Al-Qasash: 26-27)
  • 5.
    Rukun Ijarah Pihak yangberakad Sighat (ijab dan qabul) Ujrah (upah/harga sewa) Manfaat
  • 6.
    Syarat Ijarah Manfaat ataubarang yang jelas Upah yang jelas Barang yang disewakan adalah barang yang boleh untuk digunakan (halal)
  • 7.
    Waktu pembatalan danberakhirnya ijarah Objek hilang atau musnah Tenggang waktu yang disepakati dalam akad telah berakhir Wafatnya salah seorang yang berakad Apabila udzur dari salah satu pihak
  • 8.
    Pengembalian Barang Sewaan Apabilabarang yang menjadi obyek perjanjian merupakan barang yang bergerak,maka pihak penyewa mengembalikanbarang itu kepada pihak pemilik dengan cara menyerahkan langsung bendanya. apabila obyek sewa menyewa dikualifikasikan sebagai barang tidak bergerak,maka pihak penyewa berkewajiban mengembalikan kepada pihak yang menyewakan dalam keadaan kosong. Jika obyek sewa menyewa berwujud tanah maka pihak penyewa mengembalikan tanah kepada yang menyewakan dalam keadaan tidak ada tanaman penyewa di atas. Terbebasnya barang yang disewakan dari cacat yang merusak pemanfaatannya.
  • 9.
    Kesimpulan Ijarah adalah akadsewa-menyewa yang memindahkan hak guna suatu objek (barang atau jasa) tanpa mengalihkan kepemilikannya, dengan imbalan berupa biaya sewa yang telah disepakati. Ijarah memberikan keringanan bagi masyarakat untuk memanfaatkan aset atau jasa tanpa harus memiliki kepemilikannya, dan ini merupakan konsep yang fleksibel dan saling menguntungkan bagi kedua belah pihak, baik penyewa maupun pemberi sewa.
  • 10.