Tugas Ekonomi
Siklus Ekonomi
Kelompok 5 :
1. Alifah Pratiwi Putri (1401164220)
2. Fernanda Puspita Harum (1401164240)
3. Fiadine Tisadinda (1401164325)
4. Muhammad Adnan Darmawan (1401164392)
5. Reihan Fadlurahman (1401164312)
6. Veno Renardi Putra (1401160476)
MB 40 13
SIKLUS EKONOMI
Merupakan periode naik turunnya perekonomian suatu negara.
Anatomi Siklus Ekonomi
 Siklus ekonomi dapat digambarkan sebagai gelombang naik-turun aktivitas, yang terdiri
atas empat elemen. Indikator yang biasa digunakan untuk menganalisa siklus ekonomi
adalah pertumbuhan ekonomi atau jumlah output riil dan tingkat harga.
 Anatomi terdiri atas 4 elemen yaitu:
a. Gerakan menaik (Upturn atau Expansion)
Pemulihan ekonomi ditandai dengan gerakan perekonomian yang menaik. Kadang –
kadang gerakan menaik ini disebut juga ekspansi bila gerakan menaik ini terjadi selama
minimal dua triwulan berturut – turut.
b. Titik puncak atau kulminasi (Peak)
Ekspansi ekonomi tidak akan terjadi selamanya, suatu ketika gerakan menaik ini mencapai
titik tertinggi. Titik ini disebut titik puncak atau kulminasi. Setelah mencapai titik kulminasi,
perekonomian akan mengalami penurunan kembali.
c. Gerakan menurun (Downturn)
Yang dimaksud dengan gerak menurun adalah menurunnya output yang dilihat dari
menurunnya tingkat pertumbuhan ekonomi. Kadang – kadang gerakan penurunan
disebut resesi, bila terjadi selama minimal dua triwulan berturut – turut.
d. Titik terendah atau nadir (Trough)
Gerakan menurun akan berlanjut hingga mencapai titik yang paling rendah, yang
disebut titik nadir. Setelah mencapai titik nadir, perekonomian akan pulih kembali
dilihat dari adanya gerakan menaik.
Siklus Ekonomi, Kesempatan Kerja dan
Inflasi
a. Siklus ekonomi dan kesempatan kerja
Secara umum ada hubungan positif antara tingkat output dengan kesempatan kerja,
terutama bila analisanya jangka pendek. Sebab, dalam jangka pendek teknologi
dianggap konstan, barang modal merupakan input tetap. Sedangkan yang dianggap
variabel adalah tenaga kerja. Karenanya pengaruh siklus sangat terasa bagi
kesempatan kerja.
Berdasarkan diagram disamping ini dapat di simpulkan, yakni penurunan output
(resesi) akan meningkatkan pengangguran. Sebaliknya, ekspansi akan mengurangi
pengangguran. Pemerintah umumnya amat berkepentingan untuk menghindari resesi,
setidaknya menghindari resesi yang berkepanjangan. Sebab resesi cenderung
membawa dampak negatif bagi tersedianya kesempatan kerja.
b. Siklus ekonomi dan inflasi
Jika output riil lebih kecil dari output natural , inflasi cenderung menurun dan begitu
pula sebaliknya jia output riil lebih besar dari output natural maka inflasi cenderung
meningkat. Karenanya pengaruh siklus sangat berpengaruh terhadap inflasi.
Kegiatan Siklus Ekonomi
Siklus Ekonomi Indonesia
1.) Periode 1969-1995
a.Indikator PDB Riil
Bila menggunakan data PDB riil bertahun dasar 1990, perekonomian Indonesia selama
1969-1994 terus mengalami pertumbuhan, dalam arti selama PJP I perekonomian
Indonesia mengalami kontraksi (pertumbuhan negatif). Selama PJP I pemerintah dapat
mempertahankan pertumbuhan jangka panjang. Hal ini yang menyebabkan selama
PJP I, PDB riil menjadi sekitar 6 kali lipat.
b.Indikator Pertumbuhan Ekonomi
Berdasarkan indikator pertumbuhan ekonomi dapat disimpulkan bahwa selama PJP I mengalami
fluktuatif tingkat pertumbuhan ekonomi. Tingkat pertumbuhan ekonomi yang sangat fluktuatif
disebabkan perekonomian Indonesia sangat tergantung kepada kondisi eksternal. Misalnya
pertumbuhan ekonomi yang tinggi selama periode 1970-an, khususnya 1971-1973
disebabkan naiknya harga minyak bumi, yang meningkatkan penerimaan ekspor migas (oil
Sedangkan pertumbuhan ekonomi yang rendah terutama pada periode 1982, disebabkan
perekonomian mengalami resesi.
2.) Periode 1990-an
Memasuki tahun 1990-an perekonomian Indonesia kembali menikmati pertumbuhan
tinggi. Tingkat pertumbuhan yang tinggi ini menyebabkan selama 7 tahun pertama
periode 1990-an, PDB riil hamper menjadi dua kali lipat yaitu dari RP 263 triliun di
tahun 1990 menjadi RP 434 triliun di tahun 1997.
3.) Krisis Ekonomi 1998
Selama periode 1990an, resesi terjadi pada triwulan pertama dan kedua 1998. Resesi
menandai dimulainya krisis ekonomi Indonesia, setelah diawali krisis nilai tukar rupiah
pertengahan tahun 1997. Memasuki tahun 1999 perekonomian tidak mengalami
output lagi, sedangkan tahun 2000 output sudah mulai tumbuh kembali. Namun tingkat
pertumbuhan masih di bawah rata-rata 1990-1999.
Krisis ekonomi Indonesia merupakan konsekuensi dari mekanisme pasar yang
pemerintah. Risiko dari mekanisme pasar adalah kegagalan pasar (market failure), yang
disebebkan ketidaksempurnaan informasi (imperfect information) dan penyimpangan
(moral hazard) para pelaku ekonomi.
Contoh Kegiatan Ekonomi
Daftar Pustaka
Rahardja, Prathama dan Manurung, Mandala, Pengantar Ilmu Ekonomi (Mikroekonomi
& Makroekonomi. Jakarta: Lembaga Penerbit Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia,
2008
http://daryonodsb.blogspot.com/2011/11/teori-tentang-siklus-ekonomi-business.html
http://www.stieykpn.ac.id/images/artikel/IERO2012_id.pdf

Siklus ekonomi

  • 1.
    Tugas Ekonomi Siklus Ekonomi Kelompok5 : 1. Alifah Pratiwi Putri (1401164220) 2. Fernanda Puspita Harum (1401164240) 3. Fiadine Tisadinda (1401164325) 4. Muhammad Adnan Darmawan (1401164392) 5. Reihan Fadlurahman (1401164312) 6. Veno Renardi Putra (1401160476) MB 40 13
  • 2.
    SIKLUS EKONOMI Merupakan periodenaik turunnya perekonomian suatu negara.
  • 3.
    Anatomi Siklus Ekonomi Siklus ekonomi dapat digambarkan sebagai gelombang naik-turun aktivitas, yang terdiri atas empat elemen. Indikator yang biasa digunakan untuk menganalisa siklus ekonomi adalah pertumbuhan ekonomi atau jumlah output riil dan tingkat harga.  Anatomi terdiri atas 4 elemen yaitu: a. Gerakan menaik (Upturn atau Expansion) Pemulihan ekonomi ditandai dengan gerakan perekonomian yang menaik. Kadang – kadang gerakan menaik ini disebut juga ekspansi bila gerakan menaik ini terjadi selama minimal dua triwulan berturut – turut. b. Titik puncak atau kulminasi (Peak) Ekspansi ekonomi tidak akan terjadi selamanya, suatu ketika gerakan menaik ini mencapai titik tertinggi. Titik ini disebut titik puncak atau kulminasi. Setelah mencapai titik kulminasi, perekonomian akan mengalami penurunan kembali.
  • 4.
    c. Gerakan menurun(Downturn) Yang dimaksud dengan gerak menurun adalah menurunnya output yang dilihat dari menurunnya tingkat pertumbuhan ekonomi. Kadang – kadang gerakan penurunan disebut resesi, bila terjadi selama minimal dua triwulan berturut – turut. d. Titik terendah atau nadir (Trough) Gerakan menurun akan berlanjut hingga mencapai titik yang paling rendah, yang disebut titik nadir. Setelah mencapai titik nadir, perekonomian akan pulih kembali dilihat dari adanya gerakan menaik.
  • 5.
    Siklus Ekonomi, KesempatanKerja dan Inflasi a. Siklus ekonomi dan kesempatan kerja Secara umum ada hubungan positif antara tingkat output dengan kesempatan kerja, terutama bila analisanya jangka pendek. Sebab, dalam jangka pendek teknologi dianggap konstan, barang modal merupakan input tetap. Sedangkan yang dianggap variabel adalah tenaga kerja. Karenanya pengaruh siklus sangat terasa bagi kesempatan kerja. Berdasarkan diagram disamping ini dapat di simpulkan, yakni penurunan output (resesi) akan meningkatkan pengangguran. Sebaliknya, ekspansi akan mengurangi pengangguran. Pemerintah umumnya amat berkepentingan untuk menghindari resesi, setidaknya menghindari resesi yang berkepanjangan. Sebab resesi cenderung membawa dampak negatif bagi tersedianya kesempatan kerja.
  • 6.
    b. Siklus ekonomidan inflasi Jika output riil lebih kecil dari output natural , inflasi cenderung menurun dan begitu pula sebaliknya jia output riil lebih besar dari output natural maka inflasi cenderung meningkat. Karenanya pengaruh siklus sangat berpengaruh terhadap inflasi.
  • 7.
  • 8.
    Siklus Ekonomi Indonesia 1.)Periode 1969-1995 a.Indikator PDB Riil Bila menggunakan data PDB riil bertahun dasar 1990, perekonomian Indonesia selama 1969-1994 terus mengalami pertumbuhan, dalam arti selama PJP I perekonomian Indonesia mengalami kontraksi (pertumbuhan negatif). Selama PJP I pemerintah dapat mempertahankan pertumbuhan jangka panjang. Hal ini yang menyebabkan selama PJP I, PDB riil menjadi sekitar 6 kali lipat.
  • 9.
    b.Indikator Pertumbuhan Ekonomi Berdasarkanindikator pertumbuhan ekonomi dapat disimpulkan bahwa selama PJP I mengalami fluktuatif tingkat pertumbuhan ekonomi. Tingkat pertumbuhan ekonomi yang sangat fluktuatif disebabkan perekonomian Indonesia sangat tergantung kepada kondisi eksternal. Misalnya pertumbuhan ekonomi yang tinggi selama periode 1970-an, khususnya 1971-1973 disebabkan naiknya harga minyak bumi, yang meningkatkan penerimaan ekspor migas (oil Sedangkan pertumbuhan ekonomi yang rendah terutama pada periode 1982, disebabkan perekonomian mengalami resesi.
  • 10.
    2.) Periode 1990-an Memasukitahun 1990-an perekonomian Indonesia kembali menikmati pertumbuhan tinggi. Tingkat pertumbuhan yang tinggi ini menyebabkan selama 7 tahun pertama periode 1990-an, PDB riil hamper menjadi dua kali lipat yaitu dari RP 263 triliun di tahun 1990 menjadi RP 434 triliun di tahun 1997.
  • 11.
    3.) Krisis Ekonomi1998 Selama periode 1990an, resesi terjadi pada triwulan pertama dan kedua 1998. Resesi menandai dimulainya krisis ekonomi Indonesia, setelah diawali krisis nilai tukar rupiah pertengahan tahun 1997. Memasuki tahun 1999 perekonomian tidak mengalami output lagi, sedangkan tahun 2000 output sudah mulai tumbuh kembali. Namun tingkat pertumbuhan masih di bawah rata-rata 1990-1999. Krisis ekonomi Indonesia merupakan konsekuensi dari mekanisme pasar yang pemerintah. Risiko dari mekanisme pasar adalah kegagalan pasar (market failure), yang disebebkan ketidaksempurnaan informasi (imperfect information) dan penyimpangan (moral hazard) para pelaku ekonomi.
  • 12.
  • 13.
    Daftar Pustaka Rahardja, Prathamadan Manurung, Mandala, Pengantar Ilmu Ekonomi (Mikroekonomi & Makroekonomi. Jakarta: Lembaga Penerbit Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia, 2008 http://daryonodsb.blogspot.com/2011/11/teori-tentang-siklus-ekonomi-business.html http://www.stieykpn.ac.id/images/artikel/IERO2012_id.pdf