Sensor Suhu PTC & NTC
Syafira Mawaddah
Mk 3.1
Pengertian Sensor Suhu
ď‚— Alat yang digunakan untuk merubah besaran panas
menjadi besaran listrik yang dapat dengan mudah
dianalisis besarnya. Ada beberapa metode yang
digunakan untuk membuat sensor ini, salah satunya
dengan cara menggunakan material yang berubah
hambatannya terhadap arus listrik sesuai dengan
suhunya.
Termistor (Tahanan Termal)
ď‚— Adalah salah satu jenis sensor suhu yang mempunyai
koefisien temperatur yang tinggi, dimana komponen ini dapat
mengubah nilai resistansi karena adanya perubahan
temperatur. Termistor dibedakan dalam 3 jenis, yaitu termistor
yang mempunyai koefisien negatif, disebut NTC ( Negative
temperature Coefisient), termistor yang mempunyai koefisien
positif, disebut PTC (Positive Temperature Coefisient) dan
termistor yang mempunyai tahanan kritis, yaitu CTR ( Critical
Temperature Resistance).
PTC
ď‚— PTC (Positive Temperature Coefisient)
Disebut juga Thermistor ,berfungsi sebagai tahanan atau
resistansi (resistor) dimana nilai/ besar tahanannya berubah
sesuai perubahan suhu. Disebut positif, karena nilai tahanannya
akan naik jika temperatur naik, dan turun jika temperatur turun.
NTC
ď‚— NTC (negative temperatur coefisient), dimana NTC memiliki
karakteristik kebalikan PTC, tahanan NTC akan turun jika
temperature naik dan sebaliknya.
Karakteristik
Perbedaan PTC & NTC
ď‚— 1. Koefisien temperatur dari thermistor PTC bernilai positif
hanya dalam interfal temperatur tertentu, sehingga diluar
interval tersebut akan bernilai nol atau negatif
ď‚— 2. Harga mutlak dan koefisien temperatur dari termistor PTC
jauh lebih besar dari pada termistor NTC.
Aplikasi
Thermistor
Ketika thermistor mendeteksi kenaikan
suhu maka resistansi thermistor akan
mengecil dan ketika resistansi thermistor lebih
kecil dari resistansi variabel resistor sebagai
pembagi tegangannya maka akan ada arus yang
mengalir ke basis transistor, ketika itu juga relay
akan aktif dan led merah [ sebagai indikator
panas akan aktif] sebaliknya jika suhu yang
dideteksi thermistor kecil maka resistansi pada
thermistor akan menjadi besar, dan ketika
resistansi thermistor lebih besar dari pembagi
tegangannya dalam rangkaian kali ini
variabel resistor maka tidak akan ada arus yang
mengalir ke basis transistor, relay tidak aktif dan
led hijau [ sebagai indikator suhu tidak panas
aktif ].
Sumber:
ď‚— http://thewizardium.blogspot.com/2012/1
0/sensor-thermal-dengan-thermistor.html
ď‚— http://elkatech.blogspot.com/2011/03/ntc
-dan-ptc-negative-temperature.html

Sensor Suhu PTC & NTC

  • 1.
    Sensor Suhu PTC& NTC Syafira Mawaddah Mk 3.1
  • 2.
    Pengertian Sensor Suhu ď‚—Alat yang digunakan untuk merubah besaran panas menjadi besaran listrik yang dapat dengan mudah dianalisis besarnya. Ada beberapa metode yang digunakan untuk membuat sensor ini, salah satunya dengan cara menggunakan material yang berubah hambatannya terhadap arus listrik sesuai dengan suhunya.
  • 3.
    Termistor (Tahanan Termal) ď‚—Adalah salah satu jenis sensor suhu yang mempunyai koefisien temperatur yang tinggi, dimana komponen ini dapat mengubah nilai resistansi karena adanya perubahan temperatur. Termistor dibedakan dalam 3 jenis, yaitu termistor yang mempunyai koefisien negatif, disebut NTC ( Negative temperature Coefisient), termistor yang mempunyai koefisien positif, disebut PTC (Positive Temperature Coefisient) dan termistor yang mempunyai tahanan kritis, yaitu CTR ( Critical Temperature Resistance).
  • 4.
    PTC ď‚— PTC (PositiveTemperature Coefisient) Disebut juga Thermistor ,berfungsi sebagai tahanan atau resistansi (resistor) dimana nilai/ besar tahanannya berubah sesuai perubahan suhu. Disebut positif, karena nilai tahanannya akan naik jika temperatur naik, dan turun jika temperatur turun.
  • 5.
    NTC ď‚— NTC (negativetemperatur coefisient), dimana NTC memiliki karakteristik kebalikan PTC, tahanan NTC akan turun jika temperature naik dan sebaliknya.
  • 6.
  • 7.
    Perbedaan PTC &NTC ď‚— 1. Koefisien temperatur dari thermistor PTC bernilai positif hanya dalam interfal temperatur tertentu, sehingga diluar interval tersebut akan bernilai nol atau negatif ď‚— 2. Harga mutlak dan koefisien temperatur dari termistor PTC jauh lebih besar dari pada termistor NTC.
  • 8.
    Aplikasi Thermistor Ketika thermistor mendeteksikenaikan suhu maka resistansi thermistor akan mengecil dan ketika resistansi thermistor lebih kecil dari resistansi variabel resistor sebagai pembagi tegangannya maka akan ada arus yang mengalir ke basis transistor, ketika itu juga relay akan aktif dan led merah [ sebagai indikator panas akan aktif] sebaliknya jika suhu yang dideteksi thermistor kecil maka resistansi pada thermistor akan menjadi besar, dan ketika resistansi thermistor lebih besar dari pembagi tegangannya dalam rangkaian kali ini variabel resistor maka tidak akan ada arus yang mengalir ke basis transistor, relay tidak aktif dan led hijau [ sebagai indikator suhu tidak panas aktif ].
  • 9.