SELF CONCEPT (KONSEP DIRI)
Makalah ini disusun untuk memenuhi tugas akhir pada
Mata kuliah : “PSIKOLOGI PENDIDIKAN”
Dosen Pengampu :
Drs. Moh. Irfan Burhani, M.Psi
Disusun Oleh :
Nama : Dody Utomo
NIM : 932113114
Kelas : E
JURUSAN TARBIYAH
PRODI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM NEGERI
(STAIN) KEDIRI
2015
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Pada umumnya setiap peserta didik ingin meraih keberhasilan dan
kesuksesan dimasa belajarnya. Untuk meraih keberhasilan itu maka
dibutuhkan konsep diri yang baik, sebab tanpa adanya tujuan dan
pembentukan konsep diri yang tepat maka siswa akan mengalami kesulitan
dalam hal belajarnya.
Masalah-masalah rumit yang dialami oleh peserta didik, seringkali
dan bahkan hampir semua sebenarnya berasal dari dalam diri. Mereka tanpa
sadar menciptakan mata rantai masalah yang berakar dari problem konsep
diri.
Dengan kemampuan berpikir dan menilai, peserta didik suka
menilai yang macam-macam terhadap diri sendiri maupun sesuatu atau
orang lain dan bahkan meyakini persepsinya yang belum tentu obyektif.
Dari situlah muncul problem seperti inferioritas, kurang percaya diri, dan
hobi mengkritik diri sendiri.
B. Rumusan Masalah
Berdasarkan uraian latar belakang di atas, maka dapat diambil
rumusan masalah sebagai berikut:
1. Pengertian konsep diri menurut para ahli
2. Faktor-faktor yang mempengaruhi konsep diri
3. Aspek-aspek dalam konsep diri
4. Komponen dalam konsep diri
5. Teori tentang konsep diri
6. Indikasi/ciri-ciri siswa yang memiliki konsep diri
7. Pentingnya konsep diri dalam proses belajar
8. Pengaruh konsep diri terhadap prestasi belajar siswa
BAB II
PEMBAHASAN
A. Pengertian Konsep Diri
Konsep diri merupakan terjemahan dari bahasa Inggris yaitu "Self
Concept" istilah Self dalam psikologi memiliki dua arti yaitu sikap dan
perasaan seseorang terhadap diri sendirinya, dan sesuatu keseluruhan proses
psikologi yang menguasai tingkah laku dan penyesuaian diri.1
Konsep diri dapat juga diartikan sebagai cara pandang secara
menyeluruh tentang dirinya yang meliputi kemampuan yang dimiliki,
perasaan yang dialami, kondisi fisik maupun lingkungan terdekatnya.2
Beberapa pengertian/definisi konsep diri menurut para ahli
diantaranya:
 Menurut Baron dan Byrne mengatakan konsep diri merupakan
sekumpulan fungsi yang kompleks yang berbeda yang dipegang oleh
seseorang tentang dirinya.3
 Seifert dan Hoffnung mendefinisikan konsep diri sebagai “suatu
pemahaman mengenai diri atau ide tentang konsep diri”.4
 Hurlock berpendapat konsep diri sebagai gambaran yang dimilki orang
tentang dirinya. Konsep diri merupakan gabungan dari keyakinan yang
dimiliki orang tentang diri mereka sendiri, karakteristik fisik, psikologi,
sosial, emosional,aspirasi dan prestasi. Semua konsep diri mencakup
citra fisik dan psikologi. Citra fisik berkaitan dengan penampilan fisik
individu, daya tarik, kesesuaian atau ketidak sesuaian dengan jenis
kelamin, arti penting tubuhnya dalam hubungan dengan prilakunya dan
harga dirinya dimata orang lain.
1 Sumadi Suryabrata.Psikologi kepribadian.(Jakarta: Rajawali Press,1982) hlm 290
2 Burn, R.B.Konsep diri.(Jakarta : Arcan,1979)hlm 26
3 Avin Fadilla Helmi, Gaya Kelekatan dan Konsep Diri, Jurnal Psikologi 1999 UGM hlm 9
4 Muntholiah.Konsep Diri Positif Penunjang Prestasi PAI.(Semarang: Gunung Jati Offset,
2002)hlm 21
Sedangkan citra psikologi didasarkan atas pikiran, perasaan dan emosi.
Citra psikologi ini terdiri dari kualitas dan kemampuan yang
mempengaruhi penyesuaian pada kehidupan, sifat-sifat seperti
keberanian, kejujuran, kemandirian, kepercayaan diri serta berbagai
jenis aspirasi dan kemampuan.5
 (Sunaryo, 2004) Konsep diri merupakan cara individu melihat
pribadinya secara utuh,menyangkut aspek fisik,emosi, intelektual,sosial
dan spritual, termasuk didalamnya persepsi individu tentang sifat dan
potensi yang dimilikinya, interaksinya dengan orang lain dan
lingkungan, nilai-nilai yang berkaitan dengan pengalaman dan objek
tertentu, serta tujuan, harapan, dan keinginan individu itu sendiri.6
 Brooks berpendapat konsep diri adalah sebagai pandangan dan perasaan
kita tentang diri kita, persepsi tentang diri ini boleh bersifat
fisik,psikologi dan sosial. Konsep diri meliputi apa yang kita pikirkan
dan apa yang kita rasakan tentang diri kita sendiri.7
 Calhoun dan Acocela (1990) menyatakan konsep diri adalah gambaran
mental individu yang terdiri dari pengetahuannya tentang diri sendiri,
pengharapan bagi diri sendiri, dan penilaian terhadap diri sendiri.8
Dari berbagai definisi, dapat disimpulkan bahwa konsep diri
merupakan sikap, perasaan dan pandangan individu tentang dirinya sebagai
hasil interaksi dengan lingkungannya yang meliputi fisik, psikis, sosial
aspirasi dan prestasi yang nantinya akan menentukan langkah-langkah
individu dalam melakukan aktifitas yang sesuai dengan gambaran yang ada
pada dirinya.
5 Elizabeth Harlock. Psikologi Perkembangan 2.(Jakarta: Erlangga,1978)hlm 58
6 Wahid Iqbal Mubarak & Nurul Chayatin. Buku Ajar Kebutuhan Dasar Manusia.(Jakarta:
EGC,2008)hlm 49
7 Jalaludin Rahmat. Psikologi kominikasi.(Bandung:Remaja Rosdakarya,2000)hlm 99
8 Lita H Wulandari & Pasti Rola, Konsep Diri dan Motivasi Berprestasi Remaja Penghuni Panti
Asuhan.(JurnalPemberdayaan Komunitas, Mei 2004, Volume 3, Nomor 2)hlm 81
B. Faktor-faktor yang mempengaruhi Konsep Diri
Konsep diri berkembang dari sejumlah sumber yang saling berkait
antara satu sumber dengan sumber yang lain. Menurut Burns (1993) konsep
diri dipengaruhi oleh faktor-faktor sebagai berikut:
1. Citra diri, yang berisi tentang kesadaran dan citra tubuh, yang pada
mulanya dilengkapi melalui persepsi inderawi. Hal ini merupakan
inti dan dasar dari acuan dan identitas diri yang terbentuk.
2. Kemampuan bahasa. Bahasa timbul untuk membantu proses
diferensiasi terhadap orang lain yang ada di sekitar individu, dan
juga untuk memudahkan atas umpan balik yang dilakukan oleh
orang-orang terdekat (significant others).
3. Umpan balik dari lingkungan, khususnya dari orang-orang terdekat
(significant others). Individu yang citra tubuhnya mendekati ideal
masyarakat atau sesuai dengan yang diinginkan oleh orang lain yang
dihormatinya, akan mempunyai rasa harga diri yang akan tampak
melalui penilaian-penilaian yang terefleksikan.
4. Identifikasi dengan peran jenis yang sesuai dengan stereotip
masyarakat.Identifikasi berdasarkan penggolongan seks dan
peranan seks yang sesuai dengan pengalaman masing-masing
individu akan berpengaruh terhadap sejauh mana individu memberi
label maskulin atau feminin kepada dirinya sendiri.
5. Pola asuh, perlakuan, dan komunikasi orang tua. Hal ini akan
berpengaruh terhadap harga diri individu karena ada ketergantungan
secara fisik, emosional dan sosial kepada orang tua individu
(terutama pada masa kanak-kanak), selain karena orang tua juga
merupakan sumber umpan balik bagi individu.9
9
Burns, R. B. Konsep Diri: Teori, Pengukuran,Perkembangan dan Perilaku.(Jakarta: Arcan,
1993)hlm 34
Pudjijogyanti (1993) mengemukakan ada beberapa peranan atau
faktor yang mempengaruhi perkembangan konsep diri, antara lain :
1. Peranan citra fisik
Tanggapan dari individu lain mengenai keadaan fisik individu
yang ia lihat akan didasari oleh adanya dimensi tubuh ideal. Dimensi
mengenai bentuk tubuh ideal berbeda antara kebudayaan satu dengan
kebudayaan lain dari waktu ke waktu. Tetapi pada umumnya bentuk
tubuh ideal laki-laki adalah atletis,berotot, dan kekar, sedangkan bentuk
tubuh ideal wanita adalah halus, lemah, dan kecil. Dengan adanya
dimensi tubuh ideal sebagai patokan untuk menganggapi keadaan fisik
individu lain, maka setiap individu berusaha mencapai patokan ideal
tersebut. Setiap individu menganggap bahwa ia akan mendapat
tanggapan positif dari individu lain apabila ia berhasil mencapai patokan
tubuh ideal. Kegagalan atau keberhasilan mencapai patokan tubuh ideal
yang telah ditetapkan masyarakat merupakan keadaan yang sangat
mempengaruhi pembentukan citra fisiknya, padahal citra fisik
merupakan sumber untuk membentuk konsep diri.
2. Peranan jenis kelamin
Adanya perbedaan biologis antara laki-laki dan wanita
menentukan pula peran masing-masing jenis kelamin. Perbedaan peran
tersebut menyebabkan dunia wanita hanya terbatas pada dunia keluarga,
sehingga dikatakan wanita tidak akan mampu mengembangkan diri
sepanjang hidupnya. Sementara itu, laki-laki dapat lebih
mengembangkan diri secara optimal, karena laki-laki berkecimpung
dalam kehidupan di luar rumah. Dengan adanya perbedaan peran jenis
kelamin, wanita selalu bersikap negatif terhadap dirinya. Wanita juga
kurang percaya diri apabila ia diminta menunjukkan seluruh
kemampuannya. Wilson dalam penelitiannya menyimpulkan bahwa
laki-laki mempunyai sumber konsep diri yang berbeda dengan wanita.
Konsep diri laki-laki bersumber pada keberhasilan pekerjaan,
persaingan, dan kekuasaan. Konsep diri wanita bersumber pada
keberhasilan tujuan pribadi, citra fisik, dan keberhasilan dalam
hubungan keluarga. Sejalan dengan penelitian ini Douvan dan Adelson
menyimpulkan bahwa konsep diri laki-laki dipengaruhi oleh
prestasinya,sedangkan konsep diri wanita oleh daya tarik fisik dan
popularitas diri. Dari kedua penelitian ini dapat disimpulkan bahwa
konsep diri laki-laki bersumber pada keberhasilan dalam menunjukkan
citra kelaki-lakiannya, yaitu keagresifan dan kekuatan. Sedangkan
konsep diri wanita bersumber pada keberhasilan menunjukkan citra
kewanitaannya, yaitu kelembutan.
3. Peranan perilaku orang tua
G.H Mead menulis bahwa konsep diri merupakan produk sosial
yang dibentuk melalui proses internalisasi danorganisasi pengalaman-
pengalaman psikologis. Pengalaman-pengalaman psikologis ini
merupakan hasil eksplorasi individu terhadap lingkungan fisiknya dan
refleksi dirinya yang diterima dari orang-orang penting di sekitarnya.
Lingkungan pertama yang menanggapi perilaku kita adalah lingkungan
keluarga, maka dapat dikatakan bahwa keluarga merupakan ajang
pertama dalam pembentukan konsep diri anak. Cara orang tua
memenuhi kebutuhan fisik anak dan kebutuhan psikologis anak
merupakan faktor yang sangat berpengaruh terhadap seluruh
perkembangan kepribadian anak. Pengalaman anak dalam berinteraksi
dengan seluruh anggota keluarga merupakan penentu pula dalam
berinteraksi dengan orang lain di kemudian hari. Jadi, bagaimana
pandangan dan sikap individu terhadap dunia luar, mempercayai atau
mencurigai, banyak dipengaruhi oleh pengalaman masa kecil ketika
berinteraksi dengan lingkungan keluarga.
4. Peranan faktor sosial
Konsep diri terbentuk karena adanya interaksi individu dengan
orangorang disekitarnya. Apa yang dipersepsi individu lain mengenai
diri individu, tidak terlepas dari struktur, peran, dan status sosial yang
disandang individu. Struktur, peran, dan status sosial merupakan gejala
yang dihasilkan dari adanya interaksi antara individu dengan kelompok,
atau antara kelompok dengan kelompok. Adanya struktur, peran, dan
status sosial yang menyertai persepsi individu lain terhadap diri individu
merupakan petunjuk bahwa seluruh perilaku individu dipengaruhi oleh
faktor sosial. Hal ini sejalan dengan teori yang dikemukakan Kurt
Lewin, yaitu perilaku individu merupakan fungsi dari karakteristik
individu dan karakteristik lingkungannya.10
Sedangkan,Hurlock dalam bukunya psikologi perkembangan
menyebut tentang faktor-faktor yang mempengaruhi konsep diri adalah:
1. Usia kematangan
2. Penampilan diri
3. Kepatutan seks
4. Nama dan julukan
5. Hubungan keluarga
6. Teman-teman sebaya
7. Kreativitas,dan
8. Cita-cita.11
10 Pudjijogyanti, R. C.Konsep Diri dalam Pendidikan.(Jakarta:Arcan,1993)hlm 23-27
11
Elizabeth Harlock.Psikologi Perkembangan,pendekatan sepanjang rentah kehidupan.(Jakarta:
Erlangga,1999)hlm 235
C. Aspek-aspek dalam Konsep Diri
Beberapa Aspek-aspek konsep diri menurut para ahli psikologi
Staines menjelaskan ada tiga aspek dalam konsep diri, yaitu :
 Konsep diri dasar. Aspek ini merupakan pandangan individu
terhadap status, peranan, dan kemampuan dirinya.
 Diri sosial. Aspek ini merupakan diri sebagaimana yang diyakini
individu dan orang lain yang melihat dan mengevaluasi.
 Diri ideal. Aspek ini merupakan gambaran mengenai pribadi yang
diharapkan oleh individu, sebagian berupa keinginan dan sebagian
berupa keharusan- keharusan.12
Hurlock mengemukakan bahwa konsep diri memiliki dua aspek,
yaitu :
 Aspek ini meliputi sejumlah konsep yang dimiliki individu
mengenai penampilan, kesesuaian dengan jenis kelamin, arti penting
tubuh, dan perasaan gengsi di hadapan orang lain yang disebabkan
oleh keadaan fisiknya. Hal penting yang berkaitan dengan keadaan
fisik adalah daya tarik dan penampilan tubuh dihadapan orang lain.
Individu dengan penampilan yang menarik cenderung mendapatkan
sikap sosial yang menyenangkan dan penerimaan sosial dari
lingkungan sekitar yang akan menimbulkan konsep yang positif bagi
individu.
 Aspek ini meliputi penilaian individu terhadap keadaan psikis
dirinya, seperti rasa percaya diri, harga diri, serta kemampuan dan
ketidakmampuannya. Penilaian individu terhadap keadaan psikis
dirinya, seperti perasaan mengenai kemampuan atau
ketidakmampuannya akan berpengaruh terhadap rasa percaya diri
dan harga dirinya. Individu yang merasa mampu akan mengalami
peningkatan rasa percaya diri dan harga diri, sedangkan individu
12 Burns, R. B. Konsep Diri: Teori, Pengukuran,Perkembangan dan Perilaku.(Jakarta: Arcan,
1993) hlm 81
dengan perasaan tidak mampu akan merasa rendah diri sehingga
cenderung terjadi penurunan harga diri.13
Dalam buku Sumadi suryabrata “psikologi pendidikan” Konsep diri
miliki beberapa aspek, yaitu:
 Bagaimana orang mengamati dirinya sendiri.
 Bagaimana orang berfikir tentang dirinya sendiri.
 Bagaimana orang menilai dirinya sendiri.
 Bagaimana orang berusaha dengan berbagai cara untuk
menyempurnakan dan mempertahankan diri.14
Berdasarkan pendapat para ahli, mengenai aspek-aspek konsep diri
dalam ilmu psikologi dapat disimpulkan bahwa konsep diri memiliki
berbagai aspek yang mempengaruhi setiap individu seiring berjalannya
waktu dalam mengembangkan konsep diri seseorang yang ada dalam proses
kehidupan.
13 Elizabeth Harlock.Psikologi Perkembangan,pendekatan sepanjang rentah kehidupan.(Jakarta:
Erlangga,1999)hlm 237
14 Sumadi Suryabrata.Psikologi kepribadian.(Jakarta:Rajawali Press,1982)hlm 291
D. Komponen dalam Konsep Diri
Konsep diri terdiri dari Citra Tubuh (Body Image), Ideal Diri (Self
ideal), Harga Diri (Self esteem), Peran Diri (Self Rool) dan Identitas Diri
(self idencity).
1. Citra Tubuh (Body Image)
Body Image (citra tubuh) adalah sikap individu terhadap
dirinya baik disadari maupun tidak disadari meliputi persepsi masa
lalu atau sekarang mengenai ukuran dan dinamis karena secara
konstan berubah seiring dengan persepsi dan pengalaman-
pengalaman baru.Body image berkembang secara bertahap selama
beberapa tahun dimulai sejak anak belajar mengenal tubuh dan
struktur, fungsi, kemampuan dan keterbatasan mereka. Body image
(citra tubuh) dapat berubah dalam beberapa jam, hari, minggu
ataupun bulan tergantung pada stimuli eksterna dalam tubuh dan
perubahan aktual dalam penampilan, stuktur dan fungsi (Potter &
Perry, 2005).
2. Ideal Diri
Ideal diri adalah persepsi individu tentang bagaimana ia
seharusnya bertingkah laku berdasarkan standar pribadi. Standar
dapat berhubungan dengan tipe orang yang diinginkan/disukainya
atau sejumlah aspirasi, tujuan, nilai yang diraih. Ideal diri akan
mewujudkan cita-cita ataupun penghargaan diri berdasarkan norma-
norma sosial di masyarakat tempat individu tersebut melahirkan
penyesuaian diri. Ideal diri berperan sebagai pengatur internal dan
membantu individu mempertahankan kemampuan menghadapi
konflik atau kondisi yang membuat bingung.Ideal diri penting untuk
mempertahankan kesehatan dan keseimbangan mental.Pembentukan
ideal diri dimulai pada masa anak-anak dipengaruhi oleh orang yang
dekat dengan dirinya yang memberikan harapan atau tuntunan
tertentu. Seiring dengan berjalannya waktu individu
menginternalisasikan harapan tersebut dan akan membentuk dari
dasar ideal diri. Pada usia remaja, ideal diri akan terbentuk melalui
proses identifikasi pada orang tua, guru dan teman. Pada usia yang
lebih tua dilakukan penyesuaian yang merefleksikan berkurangnya
kekuatan fisik dan perubahan peran serta tanggung jawab.
3. Harga Diri
Harga diri adalah penilaian pribadi terhadap hasil yang
dicapai dengan menganalisis seberapa banyak kesesuaian tingkah
laku dengan ideal dirinya. Harga diri diperoleh dari diri sendiri dan
orang lain yaitu : dicintai, dihormati dan dihargai. Mereka yang
menilai dirinya positif cenderung bahagia, sehat, berhasil dan dapat
menyesuaikan diri, sebaliknya individu akan merasa dirinya
negative, relatif tidak sehat, cemas, tertekan, pesimis, merasa tidak
dicintai atau tidak diterima di lingkungannya (Keliat BA,
2005).Harga diri dibentuk sejak kecil dari adanya penerimaan dan
perhatian. Harga diri akan meningkat sesuai dengan meningkatnya
usia. Harga diri akan sangat mengancam pada saat pubertas, karena
pada saat ini harga diri mengalami perubahan, karena banyak
keputusan yang harus dibuat menyangkut dirinya sendiri.
4. Peran Diri
Peran diri adalah serangkaian pola sikap perilaku, nilai dan
tujuan yang diharapkan oleh masyarakat dihubungkan dengan fungsi
individu di dalam kelompok sosial.Setiap orang disibukkan oleh
beberapa peran yang berhubungan dengan posisi pada tiap waktu
sepanjang daur kehidupannya.Harga diri yang tinggi merupakan
hasil dari peran yang memenuhi kebutuhan dan cocok dengan ideal
diri.
5. Identitas Diri
Identitas diri adalah kesadaran tentang diri sendiri yang dapat
diperoleh individu dari observasi dan penilaian dirinya, menyadari
bahwa individu dirinya berbeda dengan orang lain. Seseorang yang
mempunyai perasaan identitas diri yang kuat akan memandang
dirinya berbeda dengan orang lain, dan tidak ada duanya. Identitas
berkembang sejak masa kanak-kanak, bersamaan dengan
berkembangnya konsep diri.Dalam identitas diri ada otonomi yaitu
mengerti dan percaya diri, respek terhadap diri, mampu menguasai
diri, mengatur diri dan menerima diri.15
15 Potter & Perry.Buku Ajar Fundamental Keperawatan.(Jakarta: EGC,2006)hlm 106-111
E. Teori Self Concept (Konsep Diri)
3 Teori untuk mengetahui latar belakang sikap, perilaku dan asumsi
individu :
1. Psikodinamika
Berasal dari Sigmund Freud, asal kata Psiche: pikiran, namun
mencakup perasaan, pengalaman masa lalu, roh dan jiwa.Kata
Dinamic: mengacu pada pandangan bahwa psikis individu bersifat
dinamis, tidak statis.
Teori dasar Freud menekankan pada dorongan insting dari
individu untuk melakukan hubungan, baik internal maupun
eksternal.Hal ini menunjukkan bahwa gaya komunikasi kita dengan
orang lain sangat dipengaruhi oleh bagaimana kita berkomunikasi
dengan diri kita sendiri.
2. Teori Behavioris / Perilaku
Menurut John Watson, perilaku yang terbentuk merupakan hasil
suatu pengondisian.Hubungan berantai sederhana antara stimulus dan
respon yang membentuk rangkaian kompleks perilaku.Rangkaian
kompleks perilaku meliputi; pemikiran, motivasi, kepribadian, emosi
dan pembelajaran.Teori Operant Conditioning, Organisme akan
membuat hubungan dengan stimulus dan respon serta hasil yang akan
didapatkan bisa positif ataupun negatif.
3. Teori Humanistik
a. Maslow (1954), hirarki kebutuhan manusia, harus dipenuhi untuk
mengembangkan potensi dalam diri manusia.
b. Carls Rogers, manusia memiliki dorongan dari dalam diri untuk
berkembang dan bertumbuh menuju kematangan, yang akan
menyebabkan individu mampu mengaktualisasikan kapasitas (potensi)
yang dimilikinya.
4. Prinsip Teori Humanistik ( Atkinson, 1990) :
Manusia; central interest, menekankan bahwa manusia bukan
semata-mata objek yg berespon terhadap lingkungan ketika diberikan
penghargaan (reinforcement), namun manusia adalah makhluk dinamis
yang mampu membentuk lingkungannya dan mampu berespon terhadap
lingkungannya itu.
Perilaku manusia adalah aspek yang penting untuk diselidiki,
manusia memiliki kemampuan untuk memilih dan memiliki kreativitas.
Subjektivitas lebih penting dari pada Objektivitas. Pengalaman
manusia dan subjektivitas lebih penting dari pada objektivitas.
Nilai Kemanusiaan, pandangan tentang manusia terletak pada
integritas dan keunikan manusia.16
16 Rahmat Guswandi.Psikologi Perkembangan Peserta Didik.(Bandung :PT Remaja
Rosdakarya,2012)hlm 93-94
F. Indikasi/ciri-ciri Siswa yang Memiliki Konsep Diri
Di dalam menentukan bagaimana siswa yang memiliki konsep diri
yang baik,dijelaskan bahwa ada 2 ciri,yang mana siswa tersebut memiliki
konsep diri yang positif atau sebaliknya yaitu negatif,ada dua
macam konsep diri yaitu:
1. Konsep Diri Positif
Konsep diri positif kepada penerimaan diri bukan sebagai suatu
kebanggaan yang besar tentang diri. Konsep diri yang positif bersifat
stabil dan bervariasi. Individu yang memiliki konsep diri positif adalah
individu yang tahu betul tentang dirinya.
Individu dapat memahami dan menerima sejumlah fakta yang
sangat bermacam-macam tentang dirinya sendiri, evaluasi terhadap
dirinya sendiri menjadi positif dan dapat menerima keberadaan orang
lain.
Individu yang memiliki konsep diri positif akan merancang
tujuan-tujuan yang sesuai dengan realitas, yaitu tujuan yang memiliki
kemungkinan besar untuk dapat dicapai, mampu menghadapi kehidupan
di depannya serta menganggap bahwa hidup adalah suatu proses
penemuan. Singkatnya, individu yang memiliki konsep diri positif
adalah individu yang tahu betulsiapa dirinya sehingga dirinya menerima
segala kelebihan dan kekurangan, evaluasi terhadap dirinya menjadi
lebih positif dan mampu merancang tujuan-tujuan yang sesuai dengan
realitas.
Seseorang yang memiliki konsep diri positif memiliki
karakterikstik seperti berikut:
 Merasa sanggup menyelesaikan masalah yang terjadi.
Pemahaman diri terhadap kemampuan subyektif dalam
menyelesaikan masalah-masalah obyektif yang dihadapi.
 Merasa sepadan dengan orang lain. Seseorang yang memiliki
konsep diri positif memiliki pemikiran bahwa saat dilahirkan
manusia tidak membawa kekayaan dan pengetahuan.
Kekayakan dan pengetahuan bisa dimiliki dari bekerja dan
proses belajar selama hidup. Hal inilah yang mendasari sikap
seseorang yang tidak merasa kurang ataupun lebih dari orang
lain.
 Tidak malu saat dipuji. Konsep diri positif membangun pribadi
yang memiliki pemahaman bahwa pujian atau penghargaan
layak diterima seseorang berdasarkan hasil yang telah
dicapainya.
 Merasa mampu memperbaiki diri. Dengan memiliki konsep diri
positif seseorang akan merasa mampu untuk memperbaiki sikap
yang dirasa kurang.17
2. Konsep diri negatif memiliki ciri-ciri:
 Sangat peka terhadap kritik.
Orang yang memiliki konsep diri negatif sangat tidak
senang terhadap kritik yang ditujukan kepadanya sehingga ia
akan mudah marah atau naik pitam apabila dikritik. Bagi orang
yang memiliki sikap seperti ini koreksi sering kali dipersepsi
dengan usaha untuk menjauhkan harga dirinya.
 Responsif terhadap pujian.
Orang yang memiliki konsep diri negatif akan merasa
sangat senang terhadap segala macam pujian yang ditujukan
kepadanya. Sehingga segala bentuk pujian dan tindakan yang
menjunjung harga diri akan menjadi perhatian utamanya.
17 Lita H Wulandari & Pasti Rola, Konsep Diri dan Motivasi Berprestasi Remaja Penghuni Panti
Asuhan.(JurnalPemberdayaan Komunitas, Mei 2004, Volume 3, Nomor 2)hlm 83-85
 Bersikap hipokratis.
Sebagai konsekuensi dari sikap yang kedua diatas, orang
ini akan bersikap hipokratis terhadap orang lain. Ia akan selalu
mengeluh dan merendahkan apapun dan siapapun orang itu.
 Merasa cemas.
Orang yang memiliki konsep diri negatif akan selalu
merasa cemas karena ia selalu merasa dirinya tidak disenangi
oleh orang lain. Ia merasa tidak diperhatikan sehingga ia
cenderung bereaksi terhadap orang lain sebagai musuh. Ia tidak
mempersalahkan dirinya tapi ia akan menganggap dirinya
sebagai korban dari sistem sosial yang berlaku.
 Bersikap pesimis terhadap kompetisi.
Orang yang memiliki konsep diri negatif akan bersikap
pesimis terhadap kompetisi dan akan selalu berusaha untuk
menghindari kompetisi yang dianggap dapat menjatuhkan harga
dirinya.Hal ini terungkap dari keengganannya untuk bersaing
dengan orang lain dalam membuat prestasi.18
18 Desmita.Psikologi Perkembangan Peserta Didik.( Bandung: PT Remaja Rosdakarya,2009)hlm63
G. Pentingnya Konsep Diri dalam Proses Belajar
Berikut pentingnya konsep diri dalam proses belajar,diantaranya
adalah:
 Konsep diri mempunyai peranan dalam mempertahankan keseluruhan
batin. Apabila timbul perasaan, pikiran dan persepsi yang tidak
seimbang atau saling bertentangan satu sama lain, maka akan terjadi
situasi psikologis yang tidak menyenangkan. Untuk menyeimbangkan
dan menghilangkan ketidakselarasan tersebut, individu akan mengubah
perilakunya.
 Seluruh sikap, pandangan individu terhadap dirinya akan
mempengaruhi individu dalam menafsirkan pengalamannya. Sebuah
kejadian akan ditafsirkan berbeda antara individu yang satu dengan
individu lainnya dikarenakan masing-masing individu mempunyai sikap
dan pandangan yang berbeda terhadap dirinya.
 Konsep diri menentukan pengharapan individu. Pengharapan ini
merupakan inti dari konsep diri. Sikap dan pandangan negatif terhadap
kemampuan diri akan menyebabkan individu tidak mempunyai motivasi
untuk mencapai prestasi yang gemilang.
Pelaksanaan pendidikan mengarah pada tercapainya tujuan umum
pendidikan nasional serta “perkembangan potensi anak didik secara
optimal”. Tujuan pendidikan memuat gambaran tentang nilai-nilai yang
baik, luhur, pantas, benar, dan indah untuk kehidupan.
Setiap orang tua mengharapkan anaknya pintar, cerdas, dan mampu
menyelesaikan tugas-tugas akademik sekolah dengan baik. Harapan inilah
yang menyebabkan orang tua berlomba-lomba memfasilitasi berbagai
macam keperluan anak, termasuk les privat berbagai macam perlajaran
masih banyak yang berprestasi rendah padahal orang tua sudah berusaha
maksimal memberikan fasilitas pendidikan kepada anak-anaknya. Dibalik
perbedaan tersebut. Banyak faktor yang mempengaruhi dan menyebabkan
mengapa siswa memiliki hasil yang belajar yang berbeda-beda.
Salah satunya adalah konsep diri yaitu bagaimana seorang siswa
memandang dirinya secara utuh, konsep diri siswa akan memberikan arah
untuk menemukan dan menentukan cara-cara menentukan prestasi belajar
yang diharapkan sekolah. Konsep diri (self concept) merupakan suatu
bagian terpenting dalam kepribadian manusia. Konsep diri merupakan sifat
yang terdapat pada manusia.
Seorang siswa yang memiliki konsep diri yang positif akan mampu
mengikuti pelajaran, mengahadapi segala rintangan, semangat dalam
menjalankan aktivitas serta memandang lingkungannya dengan cara positif.
Sebaliknya seorang siswa yang memiliki konsep diri yang negatif
cenderung pasif dalam menjalankan aktivitas. Mudah putus asa serta malas
menghadapi, tantangan hidup siswa yang memiliki konsep diri negatif
pasrah akan kemampuannya.
Namun demikian, konsep diri bukanlah harga mati. Konsep diri
seseorang dapat berubah sesuai dengan kondisi lingkungan termasuk orang-
orang disekitarnya yang dapat memepengaruhi cara pandang orang tersebut,
jika seseorang berada di lingkungan yang baik. Lambat laun cara berfikir
dan pandangan hidupnya berubah kearah yang lebih baik.
Begitu pentingnya konsep diri bagi seorang siswa dalam
meningkatkan prestasi belajarnya. Maka semua pihak yang terlibat dalam
dunia pendidikan termasuk orang tua siswa barsama-sama membentuk
konsep diri yang positif sehingga siswa memiliki percaya diri yang tinggi.19
19 Arini, A. T.Orang Tua dan Konsep Diri Anak.Konsep Diri Positif, Menentukan Prestasi Anak.
(Yogyakarta: Kanisius,2006)hlm 25-30
H. Hubungan Konsep Diri dengan Prestasi Belajar
Konsep diri merupakan suatu faktor yang dimiliki oleh tiap individu.
Konsep diri individu akan membimbing dirinya menuju aktifitas dalam
masyarakat. Konsep diri inilah yang akan memberikan pengaruh terhadap
gaya maupun pola tingkah laku individu.
Hurlock menyatakan bahwa konsep diri adalah cara pandang
individu terhadap dirinya. Konsep diri merupakan gabungan dari keyakinan
individu tentang diri sendiri, karakteristik fisik, psikologi, sosial, emasional,
aspirasi dan prestasi.
Cara memandang individu terhadap dirinya sangat mempengaruhi
pola kreatifitas dan interaksi individu ditengah-tengah lingkungannya. Jika
individu memandang dirinya mampu untuk melakukan sesuatu maka ia
akan melakukan sesuatu tersebut hingga berhasil, tetapi jika individu
tersebut merasa dirinya tidak mampu melakukan sesuatu maka ia akan diam
tidak melakukan sesuatu apapun, hal inilah yang disebut bahwa individu
tidak mampu memandang dirinya secara positif sehingga dalam pergaulan
ia selalu tertinggal, contohnya dalam bidang akademik, yaitu yang berkaitan
dengan prestasi belajar.20
Hal diatas ada hubungannya dengan cara individu memandang
dirinya. Jika individu mampu memandang dan memahami dirinya secara
benar maka ia akan meraih target yang diinginkannya sesuai dengan
proporsinya, tidak kurang dan tidak lebih. Dengan kata lain individu mampu
mengukur kemampuannya dan mampu melihat keahliannya sehingga ia
akan memasuki pergaulan kemampuan dan keahliannya tersebut.
Menurut Slameto, banyaknya siswa dan mahasiswa gagal atau tidak
mendapat hasil yang baik dalam pelajarannya karena mereka tidak
mengetahui cara-cara belajar yang efektif. Mereka kebanyakan hanya
mencoba menghafal pelajaran tanpa pemahaman yang lebih mendalam, dan
20 Elizabeth Harlock. Psikologi Perkembangan 2.(Jakarta: Erlangga,1978)hlm 58-59
belajar menjelang ujian saja atau lebih populer dengan sistem kebut
semalam dikalangan siswa dan mahasiswa. Seperti diketahui, belajar itu
sangat kompleks. Belum diketahui segala seluk beluknya.
Hasil belajar dipengaruhi oleh berbagai faktor. Kecakapan dan
ketangkasan belajar berbeda secara individual. Walaupun demikian orang
tua dan pengajar dapat membantu siswa dengan memberi petunjuk-petunjuk
umum tentang atau cara-cara belajar yang efektif. Slameto juga mengatakan
bahwa salah satu faktor keberhasilan dalam prestasi belajar adalah faktor
internal yang terdiri dari faktor jasmani, psikologis dan kelelahan.
Dari pendapat Slameto diatas, dapat ditarik kesimpulan bahwa
konsep diri merupakan salah satu faktor keberhasilan dalam prestasi belajar
khususnya pada faktor psikologis. Secara psikologis jika individu mampu
memahami dan mengatur dirinya maka ia akan mampu meraih prestasi
akademik secara optimal.21
21 Slameto.Belajar dan Faktor-faktor Yang Mempengaruhinya.(Jakarta : Rineka Cipta,2003) hlm
86-89
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Dari pembahasan di atas dapat disimpulkan bahwa yang dimaksud
konsep diri merupakan sikap, perasaan dan pandangan individu tentang
dirinya sebagai hasil interaksi dengan lingkungannya yang meliputi fisik,
psikis, sosial aspirasi dan prestasi yang nantinya akan menentukan langkah-
langkah individu dalam melakukan aktifitas yang sesuai dengan gambaran
yang ada pada dirinya.
Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi konsep diri,sebagaimana
yang dikemukakan Burns diantaranya,citra diri,kemampuan bahasa,umpan
balik dari lingkungan, identifikasi dengan peran jenis yang sesuai dengan
stereotip masyarakat,dan yang terakhir pola asuh.
Kemudian teori mengenai konsep diri salah satunya adalah Teori
Behavioris / Perilaku.Menurut John Watson, perilaku yang terbentuk
merupakan hasil suatu pengondisian.Hubungan berantai sederhana antara
stimulus dan respon yang membentuk rangkaian kompleks
perilaku.Rangkaian kompleks perilaku meliputi; pemikiran, motivasi,
kepribadian, emosi dan pembelajaran.Teori Operant Conditioning,
Organisme akan membuat hubungan dengan stimulus dan respon serta hasil
yang akan didapatkan bisa positif ataupun negatif.
Dalam menentukan bagaimana siswa yang memiliki konsep diri
yang baik,dijelaskan bahwa ada 2 ciri,yang mana siswa tersebut memiliki
konsep diri yang positif atau sebaliknya yaitu negatif.
Seseorang yang memiliki konsep diri positif memiliki ciri-ciri
diantaranya, merasa sanggup menyelesaikan masalah yang terjadi, merasa
sepadan dengan orang lain,tidak malu saat dipuji,merasa mampu
memperbaiki diri.Adapun siswa yang memiliki konsep diri yang negatif
memiliki ciri-ciri diantaranya,sangat peka terhadap kritik,responsif terhadap
pujian,bersifat hipokratis,merasa cemas,dan bersikap pesimis terhadap
kompetisi.
Konsep diri memiliki peran penting dalam menentukan proses
belajar seseorang diantaranya, konsep diri siswa akan memberikan arah
untuk menemukan dan menentukan cara-cara menentukan prestasi belajar
yang diharapkan sekolah. Konsep diri (self concept) merupakan suatu
bagian terpenting dalam kepribadian manusia. Konsep diri merupakan sifat
yang terdapat pada manusia. Konsep diri mempunyai peranan dalam
mempertahankan keseluruhan batin. Konsep diri menentukan pengharapan
individu. Pengharapan ini merupakan inti dari konsep diri. Sikap dan
pandangan negatif terhadap kemampuan diri akan menyebabkan individu
tidak mempunyai motivasi untuk mencapai prestasi yang gemilang.
B. Saran
Mengingat pentingnya konsep diri bagi seorang siswa dalam
meningkatkan prestasi belajarnya. Maka semua pihak yang terlibat dalam
dunia pendidikan termasuk guru dan orang tua siswa barsama-sama
membentuk konsep diri yang positif sehingga siswa memiliki percaya diri
yang tinggi.
DAFTAR PUSTAKA
Arini A. T.2006.Orang Tua dan Konsep Diri.Konsep Diri Positif,Menentukan
Prestasi Anak.Yogyakarta: Kanisisus.
Avin Fadilla Helmi.Gaya Kelekatan dan Konsep Diri.Jurnal Psikologi,1999,
UGM.
Burns, R. B.1979.Konsep Diri.Jakarta: Arcan.
.1993.Konsep Diri: Teori,Pengukuran,Perkembangan dan Perilaku.
Jakarta: Arcan.
Desmita.2009.Psikologi Perkembangan Peserta Didik.Bandung: PT. Remaja
Rosdakarya.
Guswandi,Rahmat.2012.Psikologi Perkembangan Peserta Didik.Bandung : PT
Remaja Rosdakarya.
Harlock,Elizabeth.1978.Psikologi Perkembangan 2.Jakarta: Erlangga.
.1999.Psikologi Perkembangan,pendekatan sepanjang rentah
kehidupan.Jakarta: Erlangga.
Lita H. Wulandari & Pasti Rola.Konsep Diri dan Motivasi Berprestasi Remaja
Penghuni Panti Asuhan.Jurnal Pemberdayaan Komunitas,Mei 2004,Volume
3,Nomor 2.
Mubarak,Wahid Iqbal & Nurul Chayatin.2008.Buku Ajar Kebutuhan Dasar
Manusia. Jakarta: EGC.
Muntholiah.2002.Konsep Diri Positif Penunjang Prestasi PAI.Semarang: Gunung
Jati Offset.
Potter & Perry. 2005. Buku Ajar Fundamental Keperawatan. Jakarta: EGC
Pudjijogyanti, R. C.1993.Konsep Diri dalam Pendidikan.Jakarta: Arcan.
Puspasari,Amarilia.2007.Mengukur Konsep Diri Anak.Jakarta: Media Komutindo.
Rahmat,Jalaludin.2000.Psikologi Komunikasi.Bandung: Remaja Rosdakarya.
Slameto.2003.Belajar dan Faktor-faktor Yang Mempengaruhinya.Jakarta :Rineka Cipta.
Suryabrata,Sumadi.1982.Psikologi Kepribadian.Jakarta: Rajawali Press.

Self concept

  • 1.
    SELF CONCEPT (KONSEPDIRI) Makalah ini disusun untuk memenuhi tugas akhir pada Mata kuliah : “PSIKOLOGI PENDIDIKAN” Dosen Pengampu : Drs. Moh. Irfan Burhani, M.Psi Disusun Oleh : Nama : Dody Utomo NIM : 932113114 Kelas : E JURUSAN TARBIYAH PRODI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM NEGERI (STAIN) KEDIRI 2015
  • 2.
    BAB I PENDAHULUAN A. LatarBelakang Pada umumnya setiap peserta didik ingin meraih keberhasilan dan kesuksesan dimasa belajarnya. Untuk meraih keberhasilan itu maka dibutuhkan konsep diri yang baik, sebab tanpa adanya tujuan dan pembentukan konsep diri yang tepat maka siswa akan mengalami kesulitan dalam hal belajarnya. Masalah-masalah rumit yang dialami oleh peserta didik, seringkali dan bahkan hampir semua sebenarnya berasal dari dalam diri. Mereka tanpa sadar menciptakan mata rantai masalah yang berakar dari problem konsep diri. Dengan kemampuan berpikir dan menilai, peserta didik suka menilai yang macam-macam terhadap diri sendiri maupun sesuatu atau orang lain dan bahkan meyakini persepsinya yang belum tentu obyektif. Dari situlah muncul problem seperti inferioritas, kurang percaya diri, dan hobi mengkritik diri sendiri. B. Rumusan Masalah Berdasarkan uraian latar belakang di atas, maka dapat diambil rumusan masalah sebagai berikut: 1. Pengertian konsep diri menurut para ahli 2. Faktor-faktor yang mempengaruhi konsep diri 3. Aspek-aspek dalam konsep diri 4. Komponen dalam konsep diri 5. Teori tentang konsep diri 6. Indikasi/ciri-ciri siswa yang memiliki konsep diri 7. Pentingnya konsep diri dalam proses belajar 8. Pengaruh konsep diri terhadap prestasi belajar siswa
  • 3.
    BAB II PEMBAHASAN A. PengertianKonsep Diri Konsep diri merupakan terjemahan dari bahasa Inggris yaitu "Self Concept" istilah Self dalam psikologi memiliki dua arti yaitu sikap dan perasaan seseorang terhadap diri sendirinya, dan sesuatu keseluruhan proses psikologi yang menguasai tingkah laku dan penyesuaian diri.1 Konsep diri dapat juga diartikan sebagai cara pandang secara menyeluruh tentang dirinya yang meliputi kemampuan yang dimiliki, perasaan yang dialami, kondisi fisik maupun lingkungan terdekatnya.2 Beberapa pengertian/definisi konsep diri menurut para ahli diantaranya:  Menurut Baron dan Byrne mengatakan konsep diri merupakan sekumpulan fungsi yang kompleks yang berbeda yang dipegang oleh seseorang tentang dirinya.3  Seifert dan Hoffnung mendefinisikan konsep diri sebagai “suatu pemahaman mengenai diri atau ide tentang konsep diri”.4  Hurlock berpendapat konsep diri sebagai gambaran yang dimilki orang tentang dirinya. Konsep diri merupakan gabungan dari keyakinan yang dimiliki orang tentang diri mereka sendiri, karakteristik fisik, psikologi, sosial, emosional,aspirasi dan prestasi. Semua konsep diri mencakup citra fisik dan psikologi. Citra fisik berkaitan dengan penampilan fisik individu, daya tarik, kesesuaian atau ketidak sesuaian dengan jenis kelamin, arti penting tubuhnya dalam hubungan dengan prilakunya dan harga dirinya dimata orang lain. 1 Sumadi Suryabrata.Psikologi kepribadian.(Jakarta: Rajawali Press,1982) hlm 290 2 Burn, R.B.Konsep diri.(Jakarta : Arcan,1979)hlm 26 3 Avin Fadilla Helmi, Gaya Kelekatan dan Konsep Diri, Jurnal Psikologi 1999 UGM hlm 9 4 Muntholiah.Konsep Diri Positif Penunjang Prestasi PAI.(Semarang: Gunung Jati Offset, 2002)hlm 21
  • 4.
    Sedangkan citra psikologididasarkan atas pikiran, perasaan dan emosi. Citra psikologi ini terdiri dari kualitas dan kemampuan yang mempengaruhi penyesuaian pada kehidupan, sifat-sifat seperti keberanian, kejujuran, kemandirian, kepercayaan diri serta berbagai jenis aspirasi dan kemampuan.5  (Sunaryo, 2004) Konsep diri merupakan cara individu melihat pribadinya secara utuh,menyangkut aspek fisik,emosi, intelektual,sosial dan spritual, termasuk didalamnya persepsi individu tentang sifat dan potensi yang dimilikinya, interaksinya dengan orang lain dan lingkungan, nilai-nilai yang berkaitan dengan pengalaman dan objek tertentu, serta tujuan, harapan, dan keinginan individu itu sendiri.6  Brooks berpendapat konsep diri adalah sebagai pandangan dan perasaan kita tentang diri kita, persepsi tentang diri ini boleh bersifat fisik,psikologi dan sosial. Konsep diri meliputi apa yang kita pikirkan dan apa yang kita rasakan tentang diri kita sendiri.7  Calhoun dan Acocela (1990) menyatakan konsep diri adalah gambaran mental individu yang terdiri dari pengetahuannya tentang diri sendiri, pengharapan bagi diri sendiri, dan penilaian terhadap diri sendiri.8 Dari berbagai definisi, dapat disimpulkan bahwa konsep diri merupakan sikap, perasaan dan pandangan individu tentang dirinya sebagai hasil interaksi dengan lingkungannya yang meliputi fisik, psikis, sosial aspirasi dan prestasi yang nantinya akan menentukan langkah-langkah individu dalam melakukan aktifitas yang sesuai dengan gambaran yang ada pada dirinya. 5 Elizabeth Harlock. Psikologi Perkembangan 2.(Jakarta: Erlangga,1978)hlm 58 6 Wahid Iqbal Mubarak & Nurul Chayatin. Buku Ajar Kebutuhan Dasar Manusia.(Jakarta: EGC,2008)hlm 49 7 Jalaludin Rahmat. Psikologi kominikasi.(Bandung:Remaja Rosdakarya,2000)hlm 99 8 Lita H Wulandari & Pasti Rola, Konsep Diri dan Motivasi Berprestasi Remaja Penghuni Panti Asuhan.(JurnalPemberdayaan Komunitas, Mei 2004, Volume 3, Nomor 2)hlm 81
  • 5.
    B. Faktor-faktor yangmempengaruhi Konsep Diri Konsep diri berkembang dari sejumlah sumber yang saling berkait antara satu sumber dengan sumber yang lain. Menurut Burns (1993) konsep diri dipengaruhi oleh faktor-faktor sebagai berikut: 1. Citra diri, yang berisi tentang kesadaran dan citra tubuh, yang pada mulanya dilengkapi melalui persepsi inderawi. Hal ini merupakan inti dan dasar dari acuan dan identitas diri yang terbentuk. 2. Kemampuan bahasa. Bahasa timbul untuk membantu proses diferensiasi terhadap orang lain yang ada di sekitar individu, dan juga untuk memudahkan atas umpan balik yang dilakukan oleh orang-orang terdekat (significant others). 3. Umpan balik dari lingkungan, khususnya dari orang-orang terdekat (significant others). Individu yang citra tubuhnya mendekati ideal masyarakat atau sesuai dengan yang diinginkan oleh orang lain yang dihormatinya, akan mempunyai rasa harga diri yang akan tampak melalui penilaian-penilaian yang terefleksikan. 4. Identifikasi dengan peran jenis yang sesuai dengan stereotip masyarakat.Identifikasi berdasarkan penggolongan seks dan peranan seks yang sesuai dengan pengalaman masing-masing individu akan berpengaruh terhadap sejauh mana individu memberi label maskulin atau feminin kepada dirinya sendiri. 5. Pola asuh, perlakuan, dan komunikasi orang tua. Hal ini akan berpengaruh terhadap harga diri individu karena ada ketergantungan secara fisik, emosional dan sosial kepada orang tua individu (terutama pada masa kanak-kanak), selain karena orang tua juga merupakan sumber umpan balik bagi individu.9 9 Burns, R. B. Konsep Diri: Teori, Pengukuran,Perkembangan dan Perilaku.(Jakarta: Arcan, 1993)hlm 34
  • 6.
    Pudjijogyanti (1993) mengemukakanada beberapa peranan atau faktor yang mempengaruhi perkembangan konsep diri, antara lain : 1. Peranan citra fisik Tanggapan dari individu lain mengenai keadaan fisik individu yang ia lihat akan didasari oleh adanya dimensi tubuh ideal. Dimensi mengenai bentuk tubuh ideal berbeda antara kebudayaan satu dengan kebudayaan lain dari waktu ke waktu. Tetapi pada umumnya bentuk tubuh ideal laki-laki adalah atletis,berotot, dan kekar, sedangkan bentuk tubuh ideal wanita adalah halus, lemah, dan kecil. Dengan adanya dimensi tubuh ideal sebagai patokan untuk menganggapi keadaan fisik individu lain, maka setiap individu berusaha mencapai patokan ideal tersebut. Setiap individu menganggap bahwa ia akan mendapat tanggapan positif dari individu lain apabila ia berhasil mencapai patokan tubuh ideal. Kegagalan atau keberhasilan mencapai patokan tubuh ideal yang telah ditetapkan masyarakat merupakan keadaan yang sangat mempengaruhi pembentukan citra fisiknya, padahal citra fisik merupakan sumber untuk membentuk konsep diri. 2. Peranan jenis kelamin Adanya perbedaan biologis antara laki-laki dan wanita menentukan pula peran masing-masing jenis kelamin. Perbedaan peran tersebut menyebabkan dunia wanita hanya terbatas pada dunia keluarga, sehingga dikatakan wanita tidak akan mampu mengembangkan diri sepanjang hidupnya. Sementara itu, laki-laki dapat lebih mengembangkan diri secara optimal, karena laki-laki berkecimpung dalam kehidupan di luar rumah. Dengan adanya perbedaan peran jenis kelamin, wanita selalu bersikap negatif terhadap dirinya. Wanita juga kurang percaya diri apabila ia diminta menunjukkan seluruh kemampuannya. Wilson dalam penelitiannya menyimpulkan bahwa laki-laki mempunyai sumber konsep diri yang berbeda dengan wanita. Konsep diri laki-laki bersumber pada keberhasilan pekerjaan,
  • 7.
    persaingan, dan kekuasaan.Konsep diri wanita bersumber pada keberhasilan tujuan pribadi, citra fisik, dan keberhasilan dalam hubungan keluarga. Sejalan dengan penelitian ini Douvan dan Adelson menyimpulkan bahwa konsep diri laki-laki dipengaruhi oleh prestasinya,sedangkan konsep diri wanita oleh daya tarik fisik dan popularitas diri. Dari kedua penelitian ini dapat disimpulkan bahwa konsep diri laki-laki bersumber pada keberhasilan dalam menunjukkan citra kelaki-lakiannya, yaitu keagresifan dan kekuatan. Sedangkan konsep diri wanita bersumber pada keberhasilan menunjukkan citra kewanitaannya, yaitu kelembutan. 3. Peranan perilaku orang tua G.H Mead menulis bahwa konsep diri merupakan produk sosial yang dibentuk melalui proses internalisasi danorganisasi pengalaman- pengalaman psikologis. Pengalaman-pengalaman psikologis ini merupakan hasil eksplorasi individu terhadap lingkungan fisiknya dan refleksi dirinya yang diterima dari orang-orang penting di sekitarnya. Lingkungan pertama yang menanggapi perilaku kita adalah lingkungan keluarga, maka dapat dikatakan bahwa keluarga merupakan ajang pertama dalam pembentukan konsep diri anak. Cara orang tua memenuhi kebutuhan fisik anak dan kebutuhan psikologis anak merupakan faktor yang sangat berpengaruh terhadap seluruh perkembangan kepribadian anak. Pengalaman anak dalam berinteraksi dengan seluruh anggota keluarga merupakan penentu pula dalam berinteraksi dengan orang lain di kemudian hari. Jadi, bagaimana pandangan dan sikap individu terhadap dunia luar, mempercayai atau mencurigai, banyak dipengaruhi oleh pengalaman masa kecil ketika berinteraksi dengan lingkungan keluarga.
  • 8.
    4. Peranan faktorsosial Konsep diri terbentuk karena adanya interaksi individu dengan orangorang disekitarnya. Apa yang dipersepsi individu lain mengenai diri individu, tidak terlepas dari struktur, peran, dan status sosial yang disandang individu. Struktur, peran, dan status sosial merupakan gejala yang dihasilkan dari adanya interaksi antara individu dengan kelompok, atau antara kelompok dengan kelompok. Adanya struktur, peran, dan status sosial yang menyertai persepsi individu lain terhadap diri individu merupakan petunjuk bahwa seluruh perilaku individu dipengaruhi oleh faktor sosial. Hal ini sejalan dengan teori yang dikemukakan Kurt Lewin, yaitu perilaku individu merupakan fungsi dari karakteristik individu dan karakteristik lingkungannya.10 Sedangkan,Hurlock dalam bukunya psikologi perkembangan menyebut tentang faktor-faktor yang mempengaruhi konsep diri adalah: 1. Usia kematangan 2. Penampilan diri 3. Kepatutan seks 4. Nama dan julukan 5. Hubungan keluarga 6. Teman-teman sebaya 7. Kreativitas,dan 8. Cita-cita.11 10 Pudjijogyanti, R. C.Konsep Diri dalam Pendidikan.(Jakarta:Arcan,1993)hlm 23-27 11 Elizabeth Harlock.Psikologi Perkembangan,pendekatan sepanjang rentah kehidupan.(Jakarta: Erlangga,1999)hlm 235
  • 9.
    C. Aspek-aspek dalamKonsep Diri Beberapa Aspek-aspek konsep diri menurut para ahli psikologi Staines menjelaskan ada tiga aspek dalam konsep diri, yaitu :  Konsep diri dasar. Aspek ini merupakan pandangan individu terhadap status, peranan, dan kemampuan dirinya.  Diri sosial. Aspek ini merupakan diri sebagaimana yang diyakini individu dan orang lain yang melihat dan mengevaluasi.  Diri ideal. Aspek ini merupakan gambaran mengenai pribadi yang diharapkan oleh individu, sebagian berupa keinginan dan sebagian berupa keharusan- keharusan.12 Hurlock mengemukakan bahwa konsep diri memiliki dua aspek, yaitu :  Aspek ini meliputi sejumlah konsep yang dimiliki individu mengenai penampilan, kesesuaian dengan jenis kelamin, arti penting tubuh, dan perasaan gengsi di hadapan orang lain yang disebabkan oleh keadaan fisiknya. Hal penting yang berkaitan dengan keadaan fisik adalah daya tarik dan penampilan tubuh dihadapan orang lain. Individu dengan penampilan yang menarik cenderung mendapatkan sikap sosial yang menyenangkan dan penerimaan sosial dari lingkungan sekitar yang akan menimbulkan konsep yang positif bagi individu.  Aspek ini meliputi penilaian individu terhadap keadaan psikis dirinya, seperti rasa percaya diri, harga diri, serta kemampuan dan ketidakmampuannya. Penilaian individu terhadap keadaan psikis dirinya, seperti perasaan mengenai kemampuan atau ketidakmampuannya akan berpengaruh terhadap rasa percaya diri dan harga dirinya. Individu yang merasa mampu akan mengalami peningkatan rasa percaya diri dan harga diri, sedangkan individu 12 Burns, R. B. Konsep Diri: Teori, Pengukuran,Perkembangan dan Perilaku.(Jakarta: Arcan, 1993) hlm 81
  • 10.
    dengan perasaan tidakmampu akan merasa rendah diri sehingga cenderung terjadi penurunan harga diri.13 Dalam buku Sumadi suryabrata “psikologi pendidikan” Konsep diri miliki beberapa aspek, yaitu:  Bagaimana orang mengamati dirinya sendiri.  Bagaimana orang berfikir tentang dirinya sendiri.  Bagaimana orang menilai dirinya sendiri.  Bagaimana orang berusaha dengan berbagai cara untuk menyempurnakan dan mempertahankan diri.14 Berdasarkan pendapat para ahli, mengenai aspek-aspek konsep diri dalam ilmu psikologi dapat disimpulkan bahwa konsep diri memiliki berbagai aspek yang mempengaruhi setiap individu seiring berjalannya waktu dalam mengembangkan konsep diri seseorang yang ada dalam proses kehidupan. 13 Elizabeth Harlock.Psikologi Perkembangan,pendekatan sepanjang rentah kehidupan.(Jakarta: Erlangga,1999)hlm 237 14 Sumadi Suryabrata.Psikologi kepribadian.(Jakarta:Rajawali Press,1982)hlm 291
  • 11.
    D. Komponen dalamKonsep Diri Konsep diri terdiri dari Citra Tubuh (Body Image), Ideal Diri (Self ideal), Harga Diri (Self esteem), Peran Diri (Self Rool) dan Identitas Diri (self idencity). 1. Citra Tubuh (Body Image) Body Image (citra tubuh) adalah sikap individu terhadap dirinya baik disadari maupun tidak disadari meliputi persepsi masa lalu atau sekarang mengenai ukuran dan dinamis karena secara konstan berubah seiring dengan persepsi dan pengalaman- pengalaman baru.Body image berkembang secara bertahap selama beberapa tahun dimulai sejak anak belajar mengenal tubuh dan struktur, fungsi, kemampuan dan keterbatasan mereka. Body image (citra tubuh) dapat berubah dalam beberapa jam, hari, minggu ataupun bulan tergantung pada stimuli eksterna dalam tubuh dan perubahan aktual dalam penampilan, stuktur dan fungsi (Potter & Perry, 2005). 2. Ideal Diri Ideal diri adalah persepsi individu tentang bagaimana ia seharusnya bertingkah laku berdasarkan standar pribadi. Standar dapat berhubungan dengan tipe orang yang diinginkan/disukainya atau sejumlah aspirasi, tujuan, nilai yang diraih. Ideal diri akan mewujudkan cita-cita ataupun penghargaan diri berdasarkan norma- norma sosial di masyarakat tempat individu tersebut melahirkan penyesuaian diri. Ideal diri berperan sebagai pengatur internal dan membantu individu mempertahankan kemampuan menghadapi konflik atau kondisi yang membuat bingung.Ideal diri penting untuk mempertahankan kesehatan dan keseimbangan mental.Pembentukan ideal diri dimulai pada masa anak-anak dipengaruhi oleh orang yang dekat dengan dirinya yang memberikan harapan atau tuntunan tertentu. Seiring dengan berjalannya waktu individu
  • 12.
    menginternalisasikan harapan tersebutdan akan membentuk dari dasar ideal diri. Pada usia remaja, ideal diri akan terbentuk melalui proses identifikasi pada orang tua, guru dan teman. Pada usia yang lebih tua dilakukan penyesuaian yang merefleksikan berkurangnya kekuatan fisik dan perubahan peran serta tanggung jawab. 3. Harga Diri Harga diri adalah penilaian pribadi terhadap hasil yang dicapai dengan menganalisis seberapa banyak kesesuaian tingkah laku dengan ideal dirinya. Harga diri diperoleh dari diri sendiri dan orang lain yaitu : dicintai, dihormati dan dihargai. Mereka yang menilai dirinya positif cenderung bahagia, sehat, berhasil dan dapat menyesuaikan diri, sebaliknya individu akan merasa dirinya negative, relatif tidak sehat, cemas, tertekan, pesimis, merasa tidak dicintai atau tidak diterima di lingkungannya (Keliat BA, 2005).Harga diri dibentuk sejak kecil dari adanya penerimaan dan perhatian. Harga diri akan meningkat sesuai dengan meningkatnya usia. Harga diri akan sangat mengancam pada saat pubertas, karena pada saat ini harga diri mengalami perubahan, karena banyak keputusan yang harus dibuat menyangkut dirinya sendiri. 4. Peran Diri Peran diri adalah serangkaian pola sikap perilaku, nilai dan tujuan yang diharapkan oleh masyarakat dihubungkan dengan fungsi individu di dalam kelompok sosial.Setiap orang disibukkan oleh beberapa peran yang berhubungan dengan posisi pada tiap waktu sepanjang daur kehidupannya.Harga diri yang tinggi merupakan hasil dari peran yang memenuhi kebutuhan dan cocok dengan ideal diri.
  • 13.
    5. Identitas Diri Identitasdiri adalah kesadaran tentang diri sendiri yang dapat diperoleh individu dari observasi dan penilaian dirinya, menyadari bahwa individu dirinya berbeda dengan orang lain. Seseorang yang mempunyai perasaan identitas diri yang kuat akan memandang dirinya berbeda dengan orang lain, dan tidak ada duanya. Identitas berkembang sejak masa kanak-kanak, bersamaan dengan berkembangnya konsep diri.Dalam identitas diri ada otonomi yaitu mengerti dan percaya diri, respek terhadap diri, mampu menguasai diri, mengatur diri dan menerima diri.15 15 Potter & Perry.Buku Ajar Fundamental Keperawatan.(Jakarta: EGC,2006)hlm 106-111
  • 14.
    E. Teori SelfConcept (Konsep Diri) 3 Teori untuk mengetahui latar belakang sikap, perilaku dan asumsi individu : 1. Psikodinamika Berasal dari Sigmund Freud, asal kata Psiche: pikiran, namun mencakup perasaan, pengalaman masa lalu, roh dan jiwa.Kata Dinamic: mengacu pada pandangan bahwa psikis individu bersifat dinamis, tidak statis. Teori dasar Freud menekankan pada dorongan insting dari individu untuk melakukan hubungan, baik internal maupun eksternal.Hal ini menunjukkan bahwa gaya komunikasi kita dengan orang lain sangat dipengaruhi oleh bagaimana kita berkomunikasi dengan diri kita sendiri. 2. Teori Behavioris / Perilaku Menurut John Watson, perilaku yang terbentuk merupakan hasil suatu pengondisian.Hubungan berantai sederhana antara stimulus dan respon yang membentuk rangkaian kompleks perilaku.Rangkaian kompleks perilaku meliputi; pemikiran, motivasi, kepribadian, emosi dan pembelajaran.Teori Operant Conditioning, Organisme akan membuat hubungan dengan stimulus dan respon serta hasil yang akan didapatkan bisa positif ataupun negatif. 3. Teori Humanistik a. Maslow (1954), hirarki kebutuhan manusia, harus dipenuhi untuk mengembangkan potensi dalam diri manusia. b. Carls Rogers, manusia memiliki dorongan dari dalam diri untuk berkembang dan bertumbuh menuju kematangan, yang akan menyebabkan individu mampu mengaktualisasikan kapasitas (potensi) yang dimilikinya.
  • 15.
    4. Prinsip TeoriHumanistik ( Atkinson, 1990) : Manusia; central interest, menekankan bahwa manusia bukan semata-mata objek yg berespon terhadap lingkungan ketika diberikan penghargaan (reinforcement), namun manusia adalah makhluk dinamis yang mampu membentuk lingkungannya dan mampu berespon terhadap lingkungannya itu. Perilaku manusia adalah aspek yang penting untuk diselidiki, manusia memiliki kemampuan untuk memilih dan memiliki kreativitas. Subjektivitas lebih penting dari pada Objektivitas. Pengalaman manusia dan subjektivitas lebih penting dari pada objektivitas. Nilai Kemanusiaan, pandangan tentang manusia terletak pada integritas dan keunikan manusia.16 16 Rahmat Guswandi.Psikologi Perkembangan Peserta Didik.(Bandung :PT Remaja Rosdakarya,2012)hlm 93-94
  • 16.
    F. Indikasi/ciri-ciri Siswayang Memiliki Konsep Diri Di dalam menentukan bagaimana siswa yang memiliki konsep diri yang baik,dijelaskan bahwa ada 2 ciri,yang mana siswa tersebut memiliki konsep diri yang positif atau sebaliknya yaitu negatif,ada dua macam konsep diri yaitu: 1. Konsep Diri Positif Konsep diri positif kepada penerimaan diri bukan sebagai suatu kebanggaan yang besar tentang diri. Konsep diri yang positif bersifat stabil dan bervariasi. Individu yang memiliki konsep diri positif adalah individu yang tahu betul tentang dirinya. Individu dapat memahami dan menerima sejumlah fakta yang sangat bermacam-macam tentang dirinya sendiri, evaluasi terhadap dirinya sendiri menjadi positif dan dapat menerima keberadaan orang lain. Individu yang memiliki konsep diri positif akan merancang tujuan-tujuan yang sesuai dengan realitas, yaitu tujuan yang memiliki kemungkinan besar untuk dapat dicapai, mampu menghadapi kehidupan di depannya serta menganggap bahwa hidup adalah suatu proses penemuan. Singkatnya, individu yang memiliki konsep diri positif adalah individu yang tahu betulsiapa dirinya sehingga dirinya menerima segala kelebihan dan kekurangan, evaluasi terhadap dirinya menjadi lebih positif dan mampu merancang tujuan-tujuan yang sesuai dengan realitas. Seseorang yang memiliki konsep diri positif memiliki karakterikstik seperti berikut:  Merasa sanggup menyelesaikan masalah yang terjadi. Pemahaman diri terhadap kemampuan subyektif dalam menyelesaikan masalah-masalah obyektif yang dihadapi.
  • 17.
     Merasa sepadandengan orang lain. Seseorang yang memiliki konsep diri positif memiliki pemikiran bahwa saat dilahirkan manusia tidak membawa kekayaan dan pengetahuan. Kekayakan dan pengetahuan bisa dimiliki dari bekerja dan proses belajar selama hidup. Hal inilah yang mendasari sikap seseorang yang tidak merasa kurang ataupun lebih dari orang lain.  Tidak malu saat dipuji. Konsep diri positif membangun pribadi yang memiliki pemahaman bahwa pujian atau penghargaan layak diterima seseorang berdasarkan hasil yang telah dicapainya.  Merasa mampu memperbaiki diri. Dengan memiliki konsep diri positif seseorang akan merasa mampu untuk memperbaiki sikap yang dirasa kurang.17 2. Konsep diri negatif memiliki ciri-ciri:  Sangat peka terhadap kritik. Orang yang memiliki konsep diri negatif sangat tidak senang terhadap kritik yang ditujukan kepadanya sehingga ia akan mudah marah atau naik pitam apabila dikritik. Bagi orang yang memiliki sikap seperti ini koreksi sering kali dipersepsi dengan usaha untuk menjauhkan harga dirinya.  Responsif terhadap pujian. Orang yang memiliki konsep diri negatif akan merasa sangat senang terhadap segala macam pujian yang ditujukan kepadanya. Sehingga segala bentuk pujian dan tindakan yang menjunjung harga diri akan menjadi perhatian utamanya. 17 Lita H Wulandari & Pasti Rola, Konsep Diri dan Motivasi Berprestasi Remaja Penghuni Panti Asuhan.(JurnalPemberdayaan Komunitas, Mei 2004, Volume 3, Nomor 2)hlm 83-85
  • 18.
     Bersikap hipokratis. Sebagaikonsekuensi dari sikap yang kedua diatas, orang ini akan bersikap hipokratis terhadap orang lain. Ia akan selalu mengeluh dan merendahkan apapun dan siapapun orang itu.  Merasa cemas. Orang yang memiliki konsep diri negatif akan selalu merasa cemas karena ia selalu merasa dirinya tidak disenangi oleh orang lain. Ia merasa tidak diperhatikan sehingga ia cenderung bereaksi terhadap orang lain sebagai musuh. Ia tidak mempersalahkan dirinya tapi ia akan menganggap dirinya sebagai korban dari sistem sosial yang berlaku.  Bersikap pesimis terhadap kompetisi. Orang yang memiliki konsep diri negatif akan bersikap pesimis terhadap kompetisi dan akan selalu berusaha untuk menghindari kompetisi yang dianggap dapat menjatuhkan harga dirinya.Hal ini terungkap dari keengganannya untuk bersaing dengan orang lain dalam membuat prestasi.18 18 Desmita.Psikologi Perkembangan Peserta Didik.( Bandung: PT Remaja Rosdakarya,2009)hlm63
  • 19.
    G. Pentingnya KonsepDiri dalam Proses Belajar Berikut pentingnya konsep diri dalam proses belajar,diantaranya adalah:  Konsep diri mempunyai peranan dalam mempertahankan keseluruhan batin. Apabila timbul perasaan, pikiran dan persepsi yang tidak seimbang atau saling bertentangan satu sama lain, maka akan terjadi situasi psikologis yang tidak menyenangkan. Untuk menyeimbangkan dan menghilangkan ketidakselarasan tersebut, individu akan mengubah perilakunya.  Seluruh sikap, pandangan individu terhadap dirinya akan mempengaruhi individu dalam menafsirkan pengalamannya. Sebuah kejadian akan ditafsirkan berbeda antara individu yang satu dengan individu lainnya dikarenakan masing-masing individu mempunyai sikap dan pandangan yang berbeda terhadap dirinya.  Konsep diri menentukan pengharapan individu. Pengharapan ini merupakan inti dari konsep diri. Sikap dan pandangan negatif terhadap kemampuan diri akan menyebabkan individu tidak mempunyai motivasi untuk mencapai prestasi yang gemilang. Pelaksanaan pendidikan mengarah pada tercapainya tujuan umum pendidikan nasional serta “perkembangan potensi anak didik secara optimal”. Tujuan pendidikan memuat gambaran tentang nilai-nilai yang baik, luhur, pantas, benar, dan indah untuk kehidupan. Setiap orang tua mengharapkan anaknya pintar, cerdas, dan mampu menyelesaikan tugas-tugas akademik sekolah dengan baik. Harapan inilah yang menyebabkan orang tua berlomba-lomba memfasilitasi berbagai macam keperluan anak, termasuk les privat berbagai macam perlajaran masih banyak yang berprestasi rendah padahal orang tua sudah berusaha maksimal memberikan fasilitas pendidikan kepada anak-anaknya. Dibalik perbedaan tersebut. Banyak faktor yang mempengaruhi dan menyebabkan mengapa siswa memiliki hasil yang belajar yang berbeda-beda.
  • 20.
    Salah satunya adalahkonsep diri yaitu bagaimana seorang siswa memandang dirinya secara utuh, konsep diri siswa akan memberikan arah untuk menemukan dan menentukan cara-cara menentukan prestasi belajar yang diharapkan sekolah. Konsep diri (self concept) merupakan suatu bagian terpenting dalam kepribadian manusia. Konsep diri merupakan sifat yang terdapat pada manusia. Seorang siswa yang memiliki konsep diri yang positif akan mampu mengikuti pelajaran, mengahadapi segala rintangan, semangat dalam menjalankan aktivitas serta memandang lingkungannya dengan cara positif. Sebaliknya seorang siswa yang memiliki konsep diri yang negatif cenderung pasif dalam menjalankan aktivitas. Mudah putus asa serta malas menghadapi, tantangan hidup siswa yang memiliki konsep diri negatif pasrah akan kemampuannya. Namun demikian, konsep diri bukanlah harga mati. Konsep diri seseorang dapat berubah sesuai dengan kondisi lingkungan termasuk orang- orang disekitarnya yang dapat memepengaruhi cara pandang orang tersebut, jika seseorang berada di lingkungan yang baik. Lambat laun cara berfikir dan pandangan hidupnya berubah kearah yang lebih baik. Begitu pentingnya konsep diri bagi seorang siswa dalam meningkatkan prestasi belajarnya. Maka semua pihak yang terlibat dalam dunia pendidikan termasuk orang tua siswa barsama-sama membentuk konsep diri yang positif sehingga siswa memiliki percaya diri yang tinggi.19 19 Arini, A. T.Orang Tua dan Konsep Diri Anak.Konsep Diri Positif, Menentukan Prestasi Anak. (Yogyakarta: Kanisius,2006)hlm 25-30
  • 21.
    H. Hubungan KonsepDiri dengan Prestasi Belajar Konsep diri merupakan suatu faktor yang dimiliki oleh tiap individu. Konsep diri individu akan membimbing dirinya menuju aktifitas dalam masyarakat. Konsep diri inilah yang akan memberikan pengaruh terhadap gaya maupun pola tingkah laku individu. Hurlock menyatakan bahwa konsep diri adalah cara pandang individu terhadap dirinya. Konsep diri merupakan gabungan dari keyakinan individu tentang diri sendiri, karakteristik fisik, psikologi, sosial, emasional, aspirasi dan prestasi. Cara memandang individu terhadap dirinya sangat mempengaruhi pola kreatifitas dan interaksi individu ditengah-tengah lingkungannya. Jika individu memandang dirinya mampu untuk melakukan sesuatu maka ia akan melakukan sesuatu tersebut hingga berhasil, tetapi jika individu tersebut merasa dirinya tidak mampu melakukan sesuatu maka ia akan diam tidak melakukan sesuatu apapun, hal inilah yang disebut bahwa individu tidak mampu memandang dirinya secara positif sehingga dalam pergaulan ia selalu tertinggal, contohnya dalam bidang akademik, yaitu yang berkaitan dengan prestasi belajar.20 Hal diatas ada hubungannya dengan cara individu memandang dirinya. Jika individu mampu memandang dan memahami dirinya secara benar maka ia akan meraih target yang diinginkannya sesuai dengan proporsinya, tidak kurang dan tidak lebih. Dengan kata lain individu mampu mengukur kemampuannya dan mampu melihat keahliannya sehingga ia akan memasuki pergaulan kemampuan dan keahliannya tersebut. Menurut Slameto, banyaknya siswa dan mahasiswa gagal atau tidak mendapat hasil yang baik dalam pelajarannya karena mereka tidak mengetahui cara-cara belajar yang efektif. Mereka kebanyakan hanya mencoba menghafal pelajaran tanpa pemahaman yang lebih mendalam, dan 20 Elizabeth Harlock. Psikologi Perkembangan 2.(Jakarta: Erlangga,1978)hlm 58-59
  • 22.
    belajar menjelang ujiansaja atau lebih populer dengan sistem kebut semalam dikalangan siswa dan mahasiswa. Seperti diketahui, belajar itu sangat kompleks. Belum diketahui segala seluk beluknya. Hasil belajar dipengaruhi oleh berbagai faktor. Kecakapan dan ketangkasan belajar berbeda secara individual. Walaupun demikian orang tua dan pengajar dapat membantu siswa dengan memberi petunjuk-petunjuk umum tentang atau cara-cara belajar yang efektif. Slameto juga mengatakan bahwa salah satu faktor keberhasilan dalam prestasi belajar adalah faktor internal yang terdiri dari faktor jasmani, psikologis dan kelelahan. Dari pendapat Slameto diatas, dapat ditarik kesimpulan bahwa konsep diri merupakan salah satu faktor keberhasilan dalam prestasi belajar khususnya pada faktor psikologis. Secara psikologis jika individu mampu memahami dan mengatur dirinya maka ia akan mampu meraih prestasi akademik secara optimal.21 21 Slameto.Belajar dan Faktor-faktor Yang Mempengaruhinya.(Jakarta : Rineka Cipta,2003) hlm 86-89
  • 23.
    BAB III PENUTUP A. Kesimpulan Daripembahasan di atas dapat disimpulkan bahwa yang dimaksud konsep diri merupakan sikap, perasaan dan pandangan individu tentang dirinya sebagai hasil interaksi dengan lingkungannya yang meliputi fisik, psikis, sosial aspirasi dan prestasi yang nantinya akan menentukan langkah- langkah individu dalam melakukan aktifitas yang sesuai dengan gambaran yang ada pada dirinya. Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi konsep diri,sebagaimana yang dikemukakan Burns diantaranya,citra diri,kemampuan bahasa,umpan balik dari lingkungan, identifikasi dengan peran jenis yang sesuai dengan stereotip masyarakat,dan yang terakhir pola asuh. Kemudian teori mengenai konsep diri salah satunya adalah Teori Behavioris / Perilaku.Menurut John Watson, perilaku yang terbentuk merupakan hasil suatu pengondisian.Hubungan berantai sederhana antara stimulus dan respon yang membentuk rangkaian kompleks perilaku.Rangkaian kompleks perilaku meliputi; pemikiran, motivasi, kepribadian, emosi dan pembelajaran.Teori Operant Conditioning, Organisme akan membuat hubungan dengan stimulus dan respon serta hasil yang akan didapatkan bisa positif ataupun negatif. Dalam menentukan bagaimana siswa yang memiliki konsep diri yang baik,dijelaskan bahwa ada 2 ciri,yang mana siswa tersebut memiliki konsep diri yang positif atau sebaliknya yaitu negatif. Seseorang yang memiliki konsep diri positif memiliki ciri-ciri diantaranya, merasa sanggup menyelesaikan masalah yang terjadi, merasa sepadan dengan orang lain,tidak malu saat dipuji,merasa mampu memperbaiki diri.Adapun siswa yang memiliki konsep diri yang negatif memiliki ciri-ciri diantaranya,sangat peka terhadap kritik,responsif terhadap
  • 24.
    pujian,bersifat hipokratis,merasa cemas,danbersikap pesimis terhadap kompetisi. Konsep diri memiliki peran penting dalam menentukan proses belajar seseorang diantaranya, konsep diri siswa akan memberikan arah untuk menemukan dan menentukan cara-cara menentukan prestasi belajar yang diharapkan sekolah. Konsep diri (self concept) merupakan suatu bagian terpenting dalam kepribadian manusia. Konsep diri merupakan sifat yang terdapat pada manusia. Konsep diri mempunyai peranan dalam mempertahankan keseluruhan batin. Konsep diri menentukan pengharapan individu. Pengharapan ini merupakan inti dari konsep diri. Sikap dan pandangan negatif terhadap kemampuan diri akan menyebabkan individu tidak mempunyai motivasi untuk mencapai prestasi yang gemilang. B. Saran Mengingat pentingnya konsep diri bagi seorang siswa dalam meningkatkan prestasi belajarnya. Maka semua pihak yang terlibat dalam dunia pendidikan termasuk guru dan orang tua siswa barsama-sama membentuk konsep diri yang positif sehingga siswa memiliki percaya diri yang tinggi.
  • 25.
    DAFTAR PUSTAKA Arini A.T.2006.Orang Tua dan Konsep Diri.Konsep Diri Positif,Menentukan Prestasi Anak.Yogyakarta: Kanisisus. Avin Fadilla Helmi.Gaya Kelekatan dan Konsep Diri.Jurnal Psikologi,1999, UGM. Burns, R. B.1979.Konsep Diri.Jakarta: Arcan. .1993.Konsep Diri: Teori,Pengukuran,Perkembangan dan Perilaku. Jakarta: Arcan. Desmita.2009.Psikologi Perkembangan Peserta Didik.Bandung: PT. Remaja Rosdakarya. Guswandi,Rahmat.2012.Psikologi Perkembangan Peserta Didik.Bandung : PT Remaja Rosdakarya. Harlock,Elizabeth.1978.Psikologi Perkembangan 2.Jakarta: Erlangga. .1999.Psikologi Perkembangan,pendekatan sepanjang rentah kehidupan.Jakarta: Erlangga. Lita H. Wulandari & Pasti Rola.Konsep Diri dan Motivasi Berprestasi Remaja Penghuni Panti Asuhan.Jurnal Pemberdayaan Komunitas,Mei 2004,Volume 3,Nomor 2. Mubarak,Wahid Iqbal & Nurul Chayatin.2008.Buku Ajar Kebutuhan Dasar Manusia. Jakarta: EGC. Muntholiah.2002.Konsep Diri Positif Penunjang Prestasi PAI.Semarang: Gunung Jati Offset. Potter & Perry. 2005. Buku Ajar Fundamental Keperawatan. Jakarta: EGC Pudjijogyanti, R. C.1993.Konsep Diri dalam Pendidikan.Jakarta: Arcan. Puspasari,Amarilia.2007.Mengukur Konsep Diri Anak.Jakarta: Media Komutindo. Rahmat,Jalaludin.2000.Psikologi Komunikasi.Bandung: Remaja Rosdakarya. Slameto.2003.Belajar dan Faktor-faktor Yang Mempengaruhinya.Jakarta :Rineka Cipta. Suryabrata,Sumadi.1982.Psikologi Kepribadian.Jakarta: Rajawali Press.