Budi Waluyo*, Darmawan Saptadi, Sri Lestari Purnamaningsih
Jurusan Budidaya Pertanian, Fakultas Pertanian, Universitas Brawijaya
Jalan Veteran, Malang 65145
Disampaikan pada Seminar Nasional Fakultas Pertanian UPN “Veteran” Yogyakarta: Pembangunan Pertanian Indonesia dalam
Memperkuat Lumbung Pangan, Fundamental Ekonomi dan Daya Saing Global
Ruang Seminar Fakultas Pertanian, Lt. 2 Gedung Nyi Ageng Serang, UPN “Veteran” Yogyakarta
16 – 17 November 2018
Email: budiwaluyo@ub.ac.id
PENDAHULUAN
 Ercis merupakan tanaman legum potensial untuk pangan dan
pakan bernutrisi tinggi, dan senyawa aktif yang bermanfaat
bagi kesehatan (Dahl et al., 2012; Malcolmson et al., 2014).
Selain sebagai sumber pangan tanaman digunakan sebagai
sumber pakan (Bilgili et al., 2010).
 Bagian tanaman yang dikonsumsi ialah polong yang masih muda
(kapri), biji pada saat fase polong sesaat sebelum matang
fisiologis (kacang polong, green peas), dan biji kering (dry
peas).
 Tujuan penelitian ialah untuk mengevaluasi penampilan genotip
potensial ercis fase polong hijau berbiji besar dan hasil tinggi
sebagai persiapan pelepasan varietas unggul.
BAHAN DAN METODE
 Penelitian dilakukan pada bulan Maret - Juni 2018 pada lahan sawah di Desa
Pendem, Kecamatan Junrejo, Kota Batu, Jawa Timur.
 Bahan yang digunakan ialah 37 genotip ercis hasil seleksi galur murni, pupuk
 Alat yang digunakan dalam penelitian ini yaitu seperangkat alat budidaya
tanaman ercis, alat ukur, dan alat tulis.
 Percobaan menggunakan rancangan acak kelompok. Perlakuan 37 genotip
ercis sebagai perlakuan diulang 3 kali. Plot percobaan berupa barisan tunggal.
Jarak antar plot 75 cm dan di dalam barisan 15 cm.
 Analisis varians (Onofri, 2007) dilakukan untuk menguji keragaman. Uji
gerombol Scott-Knott (Canteri et al., 2001) dilakukan uNtuk memisahkan nilai
rata-rata pada karakter bobot 100 biji hijau, bobot polong hijau, dan bobot
biji hijau.
HASIL DAN PEMBAHASAN
 Terdapat keragaman pada 37 galur ercis untuk polong dan
biji hijau
 Keragaman luas : bobot polong hijau per tanaman
 Keragaman sedang : Umur panen polong hijau, jumlah polong
hijau per tanaman, lebar polong hijau, jumlah biji per polong
hijau, bobot biji per polong hijau, jumlah biji hijau per tanaman,
bobot 100 biji hijau, bobot biji hijau per tanaman
 Keragaman sempit : umur berbunga, panjang tanaman, panjang
polong hijau, tebal polong hijau, panjang biji hijau, lebar biji
hijau, tebal biji hijau
 Karakteristik hasil polong hijau dan biji hijau potensial
diseleksi dan dikembangkan
Karakter Kuadrat
Tengah
Min Maks Rata-
rata
Koef.
Variasi
(%)
Umur berbunga (hst) 30.44* 30.7 41.7 36.4 8.8
Panjang tanaman (cm) 347.91* 88.4 131.2 108.6 9.9
Umur panen polong hijau (hst) 114.51* 53.0 75.0 60.5 10.2
Jumlah polong hijau per tanaman 72.82* 16.8 40.2 23.5 21.0
Panjang polong hijau (mm) 91.45* 49.0 75.1 60.9 9.1
Lebar polong hijau (mm) 3.98* 8.9 13.2 10.7 10.8
Tebal polong hijau (mm) 1.21* 6.2 9.5 7.3 8.6
Jumlah biji per polong hijau 1.41* 3.6 6.3 4.7 14.7
Bobot biji per polong hijau (g) 0.20* 0.9 1.8 1.3 20.3
Jumlah biji hijau per tanaman 972.71* 54.8 117.5 87.9 20.5
Bobot 100 biji hijau (g) 36.34* 20.5 35.3 27.3 12.8
Panjang biji hijau (mm) 0.69* 7.1 8.9 7.8 6.1
Lebar biji hijau (mm) 0.54* 5.7 7.8 6.7 6.3
Tebal biji hijau (mm) 0.57* 6.6 8.2 7.2 6.1
Bobot polong hijau per tanaman (g) 316.26* 23.1 67.5 39.2 26.2
Bobot biji hijau per tanaman (g) 106.91* 12.9 37.7 23.9 24.9
Tabel 1. Keragaman dan pemusatan data 16 karakter pada 37 genotip ercis
Keterangan: * nyata pada uji F5%
Genotip Bobot 100 biji hijau (g) Bobot polong hijau per
tanaman (g)
Bobot biji hijau per
tanaman (g)
01(16)(3)1 26.60 b 30.30 b 19.00 b
01(16)2-1 27.90 b 35.10 b 21.60 b
02(16)2 23.30 b 34.30 b 20.30 b
03(16)(2)-2 34.50 a 49.60 a 35.20 a
03(16)(3)1 29.60 a 56.40 a 29.70 a
03(16)1-2 24.20 b 30.70 b 19.20 b
04(16)(1) 23.00 b 29.00 b 16.10 b
05(16)(2)1 24.40 b 41.90 b 27.60 a
06(16)(1)-1 28.00 b 34.00 b 24.10 b
06(16)(2)-1 26.40 b 36.20 b 22.40 b
BATU-1 23.80 b 36.40 b 12.90 b
BATU-2 29.20 a 33.00 b 17.40 b
BATU-3 30.90 a 53.60 a 29.70 a
BTG-1 28.40 b 41.30 b 26.70 a
BTG-2 24.20 b 27.70 b 17.80 b
BTG-3 31.50 a 27.60 b 17.00 b
BTG-4 26.70 b 36.40 b 21.70 b
BTG-5 26.20 b 35.90 b 22.40 b
GRT(02)1-1 26.50 b 39.80 b 25.60 a
GRT(02)2-1 20.50 b 39.50 b 23.60 b
GRT(03) 29.60 a 39.70 b 25.70 a
GRT(04)1-1 28.40 b 49.70 a 31.20 a
GRT(04)3-2 25.30 b 38.70 b 23.40 b
GRT(PSO-1-2) 25.50 b 47.90 a 30.40 a
GRT(PSO-2-1) 24.70 b 38.60 b 26.30 a
GRT(PSO-2-2) 24.20 b 35.30 b 24.40 b
GRT(PSO-3-1) 25.90 b 34.40 b 21.40 b
GRT04-1-2 23.60 b 31.10 b 20.50 b
GRT04-3-1 27.80 b 26.90 b 18.00 b
SMG(C)1 25.10 b 23.10 b 16.20 b
SMG(D)3 32.30 a 51.00 a 34.10 a
SMG(E)(3)1 26.40 b 38.50 b 22.30 b
SMG(H)(05)1 26.90 b 49.40 a 28.30 a
SMG(H)03 35.30 a 37.40 b 21.60 b
SMG(H)05 25.10 b 29.00 b 19.50 b
Taichung[C] 32.00 a 64.90 a 35.00 a
Taichung[H] 34.50 a 67.50 a 37.70 a
Tabel 2. Penampilan karakteristik bobot 100 biji hijau,
bobot polong hijau per tanaman, dan bobot biji
hijau per tanaman pada 37 genotip potensial ercis
Keterangan: angka yang diikuti oleh huruf yang sama pada kolom yang sama menunjukkan tidak
berbeda nyata berdasarkan uji rata-rata bergerombol Scott-Knott 5%.
Hanya 3 karakter yang dijadikan sebagai penciri
hasil
1. bobot 100 biji hijau digunakan untuk
menentukan ukuran biji
2. bobot polong per tanaman digunakan sebagai
indikator hasil tinggi pada saat panen
3. bobot biji per tanaman digunakan sebagai
indikator hasil tinggi untuk bahan baku siap
olah dan konsumsi.
1. Bobot 100 biji terseleksi berkisar antara 29.2 - 35.3 g
2. Bobot polong hijau per tanaman antara 47.9 - 67.5 g
3. Bobot biji hijau per tanaman berkisar antara 25.6 - 37.7 g
KESIMPULAN
 Karakter yang dimiliki ercis mempunyai penampilan yang beragam
 Genotip yang terseleksi berdasarkan bobot 100 biji ialah SMG(H)03, BATU-2
dan BTG-3
 Genotip yang terseleksi berdasarkan bobot biji hijau ialah 05(16)(2)1, BTG-1,
GRT(02)1-1, dan GRT(PSO-2-1)
 Genotip yang terseleksi berdasarkan karakter bobot 100 biji dan bobot biji
hijau per tanaman ialah GRT(03)
 Genotip yang terseleksi berdasarkan karakter bobot polong hijau dan bobot
biji hijau ialah GRT(04)1-1, GRT(PSO-1-2), dan SMG(H)(05)1
 Genotip yang terseleksi berdasarkan ketiga karakter tersebut ialah 03(16)(2)-
2, 03(16)(3)1, BATU-3, SMG(D)3, Taichung[C], dan Taichung[H]
 Bobot 100 biji pada genotip terseleksi berdasarkan ketiga karakter tersebut
berkisar antara 29.2 - 35.3 g, bobot polong hijau per tanaman antara 47.9 -
67.5 g, dan bobot biji hijau per tanaman berkisar antara 25.6 - 37.7 g
 Penelitian ini didanai
Hibah Penelitian Dosen Fakultas Pertanian Universitas
Brawijaya 2018 dengan nomor sesuai surat perjanjian
pelaksanaan penelitian nomor 5859/UN10.F04.06/2018 dengan
 Ketua peneliti: Dr. Budi Waluyo, SP., MP.
 Anggota peneliti 1: Dr. Darmawan Saptadi, SP., MP
 Anggota peneliti 2: Ir. Sri Lestari Purnamaningsih, MS
UCAPAN TERIMA KASIH

SELEKSI GENOTIP POTENSIAL ERCIS (Pisum sativum L.) FASE POLONG HIJAU [KACANG POLONG (GREEN PEAS)] BERBIJI BESAR DAN HASIL TINGGI UNTUK PELEPASAN VARIETAS UNGGUL

  • 1.
    Budi Waluyo*, DarmawanSaptadi, Sri Lestari Purnamaningsih Jurusan Budidaya Pertanian, Fakultas Pertanian, Universitas Brawijaya Jalan Veteran, Malang 65145 Disampaikan pada Seminar Nasional Fakultas Pertanian UPN “Veteran” Yogyakarta: Pembangunan Pertanian Indonesia dalam Memperkuat Lumbung Pangan, Fundamental Ekonomi dan Daya Saing Global Ruang Seminar Fakultas Pertanian, Lt. 2 Gedung Nyi Ageng Serang, UPN “Veteran” Yogyakarta 16 – 17 November 2018 Email: budiwaluyo@ub.ac.id
  • 2.
    PENDAHULUAN  Ercis merupakantanaman legum potensial untuk pangan dan pakan bernutrisi tinggi, dan senyawa aktif yang bermanfaat bagi kesehatan (Dahl et al., 2012; Malcolmson et al., 2014). Selain sebagai sumber pangan tanaman digunakan sebagai sumber pakan (Bilgili et al., 2010).  Bagian tanaman yang dikonsumsi ialah polong yang masih muda (kapri), biji pada saat fase polong sesaat sebelum matang fisiologis (kacang polong, green peas), dan biji kering (dry peas).  Tujuan penelitian ialah untuk mengevaluasi penampilan genotip potensial ercis fase polong hijau berbiji besar dan hasil tinggi sebagai persiapan pelepasan varietas unggul.
  • 3.
    BAHAN DAN METODE Penelitian dilakukan pada bulan Maret - Juni 2018 pada lahan sawah di Desa Pendem, Kecamatan Junrejo, Kota Batu, Jawa Timur.  Bahan yang digunakan ialah 37 genotip ercis hasil seleksi galur murni, pupuk  Alat yang digunakan dalam penelitian ini yaitu seperangkat alat budidaya tanaman ercis, alat ukur, dan alat tulis.  Percobaan menggunakan rancangan acak kelompok. Perlakuan 37 genotip ercis sebagai perlakuan diulang 3 kali. Plot percobaan berupa barisan tunggal. Jarak antar plot 75 cm dan di dalam barisan 15 cm.  Analisis varians (Onofri, 2007) dilakukan untuk menguji keragaman. Uji gerombol Scott-Knott (Canteri et al., 2001) dilakukan uNtuk memisahkan nilai rata-rata pada karakter bobot 100 biji hijau, bobot polong hijau, dan bobot biji hijau.
  • 4.
    HASIL DAN PEMBAHASAN Terdapat keragaman pada 37 galur ercis untuk polong dan biji hijau  Keragaman luas : bobot polong hijau per tanaman  Keragaman sedang : Umur panen polong hijau, jumlah polong hijau per tanaman, lebar polong hijau, jumlah biji per polong hijau, bobot biji per polong hijau, jumlah biji hijau per tanaman, bobot 100 biji hijau, bobot biji hijau per tanaman  Keragaman sempit : umur berbunga, panjang tanaman, panjang polong hijau, tebal polong hijau, panjang biji hijau, lebar biji hijau, tebal biji hijau  Karakteristik hasil polong hijau dan biji hijau potensial diseleksi dan dikembangkan
  • 5.
    Karakter Kuadrat Tengah Min MaksRata- rata Koef. Variasi (%) Umur berbunga (hst) 30.44* 30.7 41.7 36.4 8.8 Panjang tanaman (cm) 347.91* 88.4 131.2 108.6 9.9 Umur panen polong hijau (hst) 114.51* 53.0 75.0 60.5 10.2 Jumlah polong hijau per tanaman 72.82* 16.8 40.2 23.5 21.0 Panjang polong hijau (mm) 91.45* 49.0 75.1 60.9 9.1 Lebar polong hijau (mm) 3.98* 8.9 13.2 10.7 10.8 Tebal polong hijau (mm) 1.21* 6.2 9.5 7.3 8.6 Jumlah biji per polong hijau 1.41* 3.6 6.3 4.7 14.7 Bobot biji per polong hijau (g) 0.20* 0.9 1.8 1.3 20.3 Jumlah biji hijau per tanaman 972.71* 54.8 117.5 87.9 20.5 Bobot 100 biji hijau (g) 36.34* 20.5 35.3 27.3 12.8 Panjang biji hijau (mm) 0.69* 7.1 8.9 7.8 6.1 Lebar biji hijau (mm) 0.54* 5.7 7.8 6.7 6.3 Tebal biji hijau (mm) 0.57* 6.6 8.2 7.2 6.1 Bobot polong hijau per tanaman (g) 316.26* 23.1 67.5 39.2 26.2 Bobot biji hijau per tanaman (g) 106.91* 12.9 37.7 23.9 24.9 Tabel 1. Keragaman dan pemusatan data 16 karakter pada 37 genotip ercis Keterangan: * nyata pada uji F5%
  • 6.
    Genotip Bobot 100biji hijau (g) Bobot polong hijau per tanaman (g) Bobot biji hijau per tanaman (g) 01(16)(3)1 26.60 b 30.30 b 19.00 b 01(16)2-1 27.90 b 35.10 b 21.60 b 02(16)2 23.30 b 34.30 b 20.30 b 03(16)(2)-2 34.50 a 49.60 a 35.20 a 03(16)(3)1 29.60 a 56.40 a 29.70 a 03(16)1-2 24.20 b 30.70 b 19.20 b 04(16)(1) 23.00 b 29.00 b 16.10 b 05(16)(2)1 24.40 b 41.90 b 27.60 a 06(16)(1)-1 28.00 b 34.00 b 24.10 b 06(16)(2)-1 26.40 b 36.20 b 22.40 b BATU-1 23.80 b 36.40 b 12.90 b BATU-2 29.20 a 33.00 b 17.40 b BATU-3 30.90 a 53.60 a 29.70 a BTG-1 28.40 b 41.30 b 26.70 a BTG-2 24.20 b 27.70 b 17.80 b BTG-3 31.50 a 27.60 b 17.00 b BTG-4 26.70 b 36.40 b 21.70 b BTG-5 26.20 b 35.90 b 22.40 b GRT(02)1-1 26.50 b 39.80 b 25.60 a GRT(02)2-1 20.50 b 39.50 b 23.60 b GRT(03) 29.60 a 39.70 b 25.70 a GRT(04)1-1 28.40 b 49.70 a 31.20 a GRT(04)3-2 25.30 b 38.70 b 23.40 b GRT(PSO-1-2) 25.50 b 47.90 a 30.40 a GRT(PSO-2-1) 24.70 b 38.60 b 26.30 a GRT(PSO-2-2) 24.20 b 35.30 b 24.40 b GRT(PSO-3-1) 25.90 b 34.40 b 21.40 b GRT04-1-2 23.60 b 31.10 b 20.50 b GRT04-3-1 27.80 b 26.90 b 18.00 b SMG(C)1 25.10 b 23.10 b 16.20 b SMG(D)3 32.30 a 51.00 a 34.10 a SMG(E)(3)1 26.40 b 38.50 b 22.30 b SMG(H)(05)1 26.90 b 49.40 a 28.30 a SMG(H)03 35.30 a 37.40 b 21.60 b SMG(H)05 25.10 b 29.00 b 19.50 b Taichung[C] 32.00 a 64.90 a 35.00 a Taichung[H] 34.50 a 67.50 a 37.70 a Tabel 2. Penampilan karakteristik bobot 100 biji hijau, bobot polong hijau per tanaman, dan bobot biji hijau per tanaman pada 37 genotip potensial ercis Keterangan: angka yang diikuti oleh huruf yang sama pada kolom yang sama menunjukkan tidak berbeda nyata berdasarkan uji rata-rata bergerombol Scott-Knott 5%. Hanya 3 karakter yang dijadikan sebagai penciri hasil 1. bobot 100 biji hijau digunakan untuk menentukan ukuran biji 2. bobot polong per tanaman digunakan sebagai indikator hasil tinggi pada saat panen 3. bobot biji per tanaman digunakan sebagai indikator hasil tinggi untuk bahan baku siap olah dan konsumsi. 1. Bobot 100 biji terseleksi berkisar antara 29.2 - 35.3 g 2. Bobot polong hijau per tanaman antara 47.9 - 67.5 g 3. Bobot biji hijau per tanaman berkisar antara 25.6 - 37.7 g
  • 7.
    KESIMPULAN  Karakter yangdimiliki ercis mempunyai penampilan yang beragam  Genotip yang terseleksi berdasarkan bobot 100 biji ialah SMG(H)03, BATU-2 dan BTG-3  Genotip yang terseleksi berdasarkan bobot biji hijau ialah 05(16)(2)1, BTG-1, GRT(02)1-1, dan GRT(PSO-2-1)  Genotip yang terseleksi berdasarkan karakter bobot 100 biji dan bobot biji hijau per tanaman ialah GRT(03)  Genotip yang terseleksi berdasarkan karakter bobot polong hijau dan bobot biji hijau ialah GRT(04)1-1, GRT(PSO-1-2), dan SMG(H)(05)1  Genotip yang terseleksi berdasarkan ketiga karakter tersebut ialah 03(16)(2)- 2, 03(16)(3)1, BATU-3, SMG(D)3, Taichung[C], dan Taichung[H]  Bobot 100 biji pada genotip terseleksi berdasarkan ketiga karakter tersebut berkisar antara 29.2 - 35.3 g, bobot polong hijau per tanaman antara 47.9 - 67.5 g, dan bobot biji hijau per tanaman berkisar antara 25.6 - 37.7 g
  • 8.
     Penelitian inididanai Hibah Penelitian Dosen Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya 2018 dengan nomor sesuai surat perjanjian pelaksanaan penelitian nomor 5859/UN10.F04.06/2018 dengan  Ketua peneliti: Dr. Budi Waluyo, SP., MP.  Anggota peneliti 1: Dr. Darmawan Saptadi, SP., MP  Anggota peneliti 2: Ir. Sri Lestari Purnamaningsih, MS UCAPAN TERIMA KASIH