SEJARAH
PENGGUNAAN KMS BALITA
Disampaikan oleh:
Pertemuan Sosialisasi Penggunaan
BUKU KIA / KMS
Rembang, 11 - 12 Juli 2022
Pengertian KMS
Sejarah Penggunaan KMS
Landasan Perubahan KMS baru
Tampilan KMS Lama dan Baru
Lingkar Lengan Atas (LILA sebagai alat tapis gizi buruk) (Steve Collins, Arabella Duffield & Mark
Kronis
Terjadi dalam waktu yang lama
Dicirikan oleh:
Hambatan Tinggi Badan
menurut Umur
STUNTING
TB/U powerful indicator
Untuk long-term mortality and
productivity
JENIS KURANG GIZI PADAANAK
Akut
Terjadi dalam waktu yang singkat
Dicirikan oleh:
Perubahan Berat Badan
menurut Tinggi Badan
GZ LEBIH
GZ KURANG
BB/TB atau LILA powerful indicator
Untuk short-term mortality
Pertumbuhan dan pengukuran pertumbuhan
Pertumbuhan (growth) istilah untuk menggambarkan perubahan struktur dan faali fisik secara
kuantitatif, atau sebagai meningkatnya secara kuantitatif ukuran organ atau jaringan. Penambahan
ukuran tinggi badan dalam centimeter dan berat badan dalam kilogram menunjukkan seberapa
besar pertumbuhan anak telah terjadi. Perubahan perlu pengukuran secara teratur.
Cara Pengukuran pertumbuhan;
menggunakan konsep capaian pertumbuhan (attainable growth), melihat perbedaan dengan rujukan
(distance stándard), status pertumbuhan diukur berdasarkan pencapaian pertumbuhan yang
ditunjukkan dengan arah grafik berat badan dibandingkan dengan yang seharusnya.
Alat: KMS (growth chart), atau tabel pertumbuhan (growth tabel)
Kartu yang memuat (visualisasi) kurva pertumbuhan atas dasar
indeks antropometri1), yang menunjukkan batas-batas
pertumbuhan yang normal2), untuk memudahkan penggunaan3).
(Abunain; Morley, 1976)
1) Tegantung standar/rujukan pertumbuhan yang digunakan
2) Batas-batas (cut-off) pertumbuhan yang disepakati (Normal,
Tidak Normal; Sehat, Tidak Sehat; dll)
2) Aspek desain (kemudahan mengisi, kejelasan pesan, bentuk,
dll)
Kartu Menuju Sehat
Fungsi KMS
Sebagai alat pemantau pertumbuhan; untuk mengetahui pertumbuhan anak (dibandingkan dengan
rujukan).
Interpretasi;
• Gangguan pertumbuhan, bila grafik berat badan tidak sesuai dengan grafik pertumbuhannya (mendatar
atau menurun)
Persyaratan;
• Ketepatan mengukur
• Ketepatan menghitung umur
• Ketepatan ploting Berat Badan dan membuat grafik berat badan di KMS
• Ketepatan interpretasi
• Ketepatan tindak lanjut
Sebagai alat edukasi;
sebagai alat bantu menjelaskan kepada ibu tentang pertumbuhan anak dan tindak lanjut yang diperlukan
(ada pesan-pesan gizi seimbang anak dalam KMS)
v
SEJARAH PENGGUNAAN KMS
2010
1984
1980
Rujukan : Harvard
Jml Garis: 2
- Garis merah di 60 %
- Garis hitam di 100 %
Median
- Gradasi warna: Hijau-
Kuning
Desain: landscape
- 0-3 tahun
- 4-5 tahun
Diperbaiki
dengan
menambah
skala BB per
200 gram
Revisi KMS 1
• Rujukan: WHO 2006
• 7 garis pertumbuhan
• Garis merah di – 3
SD
• Gradasi warna
Kuning-Hijau-Kuning
• KBM
• Laki dan perempuan
• Desain portrait
• Instruksi tindak
lanjut
Revisi
KMS 3
Revisi KMS 4
• Rujukan: WHO 2006
• 7 garis pertumbuhan
• Garis merah di – 2 SD
• Garis orange di 1 SD
• Tidak ada warna
• KBM
• Laki dan perempuan
• Desain portrait
• Instruksi tindak lanjut
Revisi KMS 2
• Rujukan: NCHS 1977
• Garis merah di – 3
SD
• Gradasi warna
Kuning-Hijau-Kuning
• Skala per 200 gr
• Desain landscape
1996 2020
Perubahan sebutan Status Gizi
BB/U
TB/U
BB/PB
IMT/U
Underweight
Stunting
Wasting
Wasting
PMK 1995/2010
Gizi Kurang
Pendek
Kurus Kurus
MK 2/2020
Berat Badan
Kurang Pendek
Gizi Kurang
Gizi Kurang
KMS dengan
Rujukan
WHO-NCHS
KMS dengan Standar WHO 2005
(sebelum masuk dalam Buku KIA)
Jenis KMS Bagian-Bagian KMS
Balita
Depa
n
Belakan
g
KMS Anak Laki-
laki
KMS Anak
Perempuan
Tanpa warna latar
Garis kurva pada:
• +1SD berubah menjadi warna
oranye
• -2SD berubah menjadi warna
merah
TAMPILAN KMS BARU
upaya dalam rangka deteksi dini gizi lebih
dan obesitas  garis rujukan untuk
menentukan risiko berat badan lebih
upaya dalam rangka deteksi dini stunting 
garis rujukan untuk menentukan risiko gizi
kurang
Rujuk bila berat badan anak
tidak naik (T) atau di bawah
garis merah atau di atas garis
oranye
Memilih
KMS sesuai
jenis
kelamin
Memastikan
identitas
balita
Mengisi bulan
lahir dan
bulan
penimbangan
anak
Meletakkan
titik berat
badan dan
membuat garis
pertumbuhan
anak
Mencatat
setiap
kejadian yang
dialami anak
Menentukan
status
pertumbuhan
anak
Mengisi
Kolom
Pemberian ASI
Eksklusif
1 2 3 4 5 6
LANGKAH-LANGKAH PENGISIAN KMS
Memilih KMS Sesuai Jenis
Kelamin
KMS Warna Merah Muda
Untuk Anak Perempuan
KMS Warna Biru
untuk anak laki-laki
Memastikan Identitas
Balita Sesuai halaman
depan pada Buku KIA
1
2
3. Mengisi bulan lahir dan bulan penimbangan
Bila tidak
diketahui
tanggal lahirnya,
tanyakan
perkiraan umur
anak
Isi tanggal
penimbangan
(tgl, hari,
bulan,tahun)
secara
berurutan
Usahakan tanggal
penimbangan setiap
bulannya tetap/ajek,
agar didapatkan
interpretasi yang
sama
4. Meletakkan Titik Berat Badan dan Membuat Garis
Pertumbuhan
a. Plotting berat badan
 Tulis berat badan hasil penimbangan di
bawah kolom bulan penimbangan.
 Letakkan titik berat badan pada titik temu
garis tegak (bulan penimbangan) dan garis
datar (berat badan).
Contoh:
Aida dalam
penimbangan bulan
Juni 2019 umurnya 4
bulan dan berat
badannya 6,0 kg.
Contoh: Data penimbangan
berat badan Aida adalah
sebagai berikut:
 Bulan Oktober 2019, berat
badan Aida 6,2 kg.
 Bulan November 2019,
berat badan Aida 6,3 kg.
 Bulan Desember 2019,
berat badan Aida 7,4 kg
 Bulan Januari 2020, Aida
tidak datang ke Posyandu.
 Bulan Februari 2020,
berat badan Aida 9,2 kg.
 Bulan Maret 2020, berat
badan Aida 10,2 kg.
 Bulan April 2020, berat
badan Aida 10,2 kg.
 Bulan Mei 2020, berat
badan Aida 9,7 kg.
Jika anak bulan lalu tidak
ditimbang, maka
garis pertumbuhan tidak
dapat dihubungkan.
b. Hubungkan
titik berat badan
bulan ini
dengan bulan
lalu
5. Mencatat Setiap Kejadian yang Dialami Anak
Catat setiap kejadian kesakitan yang dialami anak.
Catatan dapat ditulis langsung di KMS seperti
contoh di samping atau dicatat di tempat lain.
Contoh:
 Pada penimbangan dibulan November 2019
anak tidak nafsu makan.
 Saat ke Posyandu di bulan April 2020,anak
sedang mengalami demam.
 Penimbangan selanjutnya di bulan Mei 2020
anak sedang diare.
6. Menentukan status pertumbuhan anak
Status pertumbuhan anak dapat diketahui dengan 2
cara yaitu dengan menilai garis pertumbuhannya,
atau dengan
menghitung kenaikan berat badan anak
dengan Kenaikan Berat Badan Minimum (KBM).
KBM digunakan bila ada keraguan menginterpretasikan
arah kurva pertumbuhan
Grafik BB mengikuti garis
pertumbuhan
atau
Kenaikan BB sama dengan KBM
(Kenaikan BB Minimal) atau lebih
NAIK (N) TIDAK NAIK (T)
Grafik BB mendatar atau menurun
memotong garis pertumbuhan di
bawahnya
atau
Kenaikan BB kurang dari KBM
Kesimpulan dari Penentuan Status Pertumbuhan
Menentukan Status Pertumbuhan Anak
Garis a
Answer
a
Tidak Naik
Kenaikan BB
<KBM (<300gr) 
rujuk
Menentukan Status Pertumbuhan Anak
Garis b
Answer
b
Naik
• Memotong garis
pertumbuhan di
atasnya
• Kenaikan BB
>KBM (>300gr)
Menentukan Status Pertumbuhan Anak
Garis c
Answer
c
Naik
• Memotong garis
pertumbuhan di
atasnya
• Kenaikan BB
>KBM (>300gr)
 rujuk
Menentukan Status Pertumbuhan Anak
Garis d
Answer
d
Tidak Naik
• Grafik BB
mendatar
• Kenaikan BB
<KBM (<200gr)
• Memotong garis
pertumbuhan di
bawahnya
rujuk
Menentukan Status Pertumbuhan Anak
Garis e
Answer
e
Tidak Naik
• Grafik BB
menurun
• Kenaikan BB
<KBM
(<200gr) rujuk
7. Mengisi Kolom Pemberian ASI
Beri tanda () bila pada bulan tersebut
bayi masih diberi ASI saja, tanpa
makanan dan minuman lain. Bila diberi
makanan lain selain ASI, bulan
tersebut dan bulan berikutnya diisi
dengan tanda (-).
Perubahan BB Indikator sensitif
untuk memantau pertumbuhan
anak
Bila Kenaikan BB < yang seharusnya,
pertumbuhan anak
terganggu risiko kekurangan gizi
Bila Kenaikan BB > dari rata-rata anak seumurnya  risiko
kelebihan gizi pertumbuhan anak terganggu risiko
kelebihan gizi
TINDAK LANJUT HASIL PENIMBANGAN
BB
Naik
Anjurkan kepada
ibu untuk
mempertahankan
kondisi anak dan
berikan nasihat
tentang
pemberian makan
anak sesuai
golongan
umurnya (seperti
tercantum dalam
Buku KIA
BB Tidak
Naik
Tanyakan dan catat
keadaan kesehatan
anak bila ada
keluhan (batuk,
diare, panas, rewel,
dll) dan kebiasaan
makan anak.
Berikan penjelasan
tentang
kemungkinan
penyebab berat
badan tidak naik
Rujuk anak ke
tenaga kesehatan
Puskesmas/Pustu
/Poskesdes
BG
M
Tanyakan dan catat
keadaan anak bila ada
keluhan (batuk, diare,
panas, rewel, dll) dan
kebiasaan makan anak.
Berikan penjelasan
tentang kemungkinan
penyebab berat badan
tidak naik
Setelah dirujuk dan
dikonfirmasi, tidak perlu
dirujuk kembali jika garis
pertumbuhannya mengikuti
garis pertumbuhan di atasnya
(N). jika berat badan tidak
mengalami kenaikan (T) maka
harus dirujuk.
Rujuk anak ke
Puskesmas/Pustu/Poskes
des sesegera mungkin
Atas
Garis
Oranye
Dirujuk untuk
dikonfirmasi oleh
petugas kesehatan
Rujukan memiliki tujuan untuk
mengkonfirmasi risiko gangguan
pertumbuhan agar dapat ditindaklanjuti
secara cepat dan tepat.
See You Next Time

Sejarah KMS- FAVE.pptx

  • 1.
    SEJARAH PENGGUNAAN KMS BALITA Disampaikanoleh: Pertemuan Sosialisasi Penggunaan BUKU KIA / KMS Rembang, 11 - 12 Juli 2022
  • 2.
    Pengertian KMS Sejarah PenggunaanKMS Landasan Perubahan KMS baru Tampilan KMS Lama dan Baru
  • 3.
    Lingkar Lengan Atas(LILA sebagai alat tapis gizi buruk) (Steve Collins, Arabella Duffield & Mark Kronis Terjadi dalam waktu yang lama Dicirikan oleh: Hambatan Tinggi Badan menurut Umur STUNTING TB/U powerful indicator Untuk long-term mortality and productivity JENIS KURANG GIZI PADAANAK Akut Terjadi dalam waktu yang singkat Dicirikan oleh: Perubahan Berat Badan menurut Tinggi Badan GZ LEBIH GZ KURANG BB/TB atau LILA powerful indicator Untuk short-term mortality
  • 4.
    Pertumbuhan dan pengukuranpertumbuhan Pertumbuhan (growth) istilah untuk menggambarkan perubahan struktur dan faali fisik secara kuantitatif, atau sebagai meningkatnya secara kuantitatif ukuran organ atau jaringan. Penambahan ukuran tinggi badan dalam centimeter dan berat badan dalam kilogram menunjukkan seberapa besar pertumbuhan anak telah terjadi. Perubahan perlu pengukuran secara teratur. Cara Pengukuran pertumbuhan; menggunakan konsep capaian pertumbuhan (attainable growth), melihat perbedaan dengan rujukan (distance stándard), status pertumbuhan diukur berdasarkan pencapaian pertumbuhan yang ditunjukkan dengan arah grafik berat badan dibandingkan dengan yang seharusnya. Alat: KMS (growth chart), atau tabel pertumbuhan (growth tabel)
  • 5.
    Kartu yang memuat(visualisasi) kurva pertumbuhan atas dasar indeks antropometri1), yang menunjukkan batas-batas pertumbuhan yang normal2), untuk memudahkan penggunaan3). (Abunain; Morley, 1976) 1) Tegantung standar/rujukan pertumbuhan yang digunakan 2) Batas-batas (cut-off) pertumbuhan yang disepakati (Normal, Tidak Normal; Sehat, Tidak Sehat; dll) 2) Aspek desain (kemudahan mengisi, kejelasan pesan, bentuk, dll) Kartu Menuju Sehat
  • 6.
    Fungsi KMS Sebagai alatpemantau pertumbuhan; untuk mengetahui pertumbuhan anak (dibandingkan dengan rujukan). Interpretasi; • Gangguan pertumbuhan, bila grafik berat badan tidak sesuai dengan grafik pertumbuhannya (mendatar atau menurun) Persyaratan; • Ketepatan mengukur • Ketepatan menghitung umur • Ketepatan ploting Berat Badan dan membuat grafik berat badan di KMS • Ketepatan interpretasi • Ketepatan tindak lanjut Sebagai alat edukasi; sebagai alat bantu menjelaskan kepada ibu tentang pertumbuhan anak dan tindak lanjut yang diperlukan (ada pesan-pesan gizi seimbang anak dalam KMS)
  • 7.
    v SEJARAH PENGGUNAAN KMS 2010 1984 1980 Rujukan: Harvard Jml Garis: 2 - Garis merah di 60 % - Garis hitam di 100 % Median - Gradasi warna: Hijau- Kuning Desain: landscape - 0-3 tahun - 4-5 tahun Diperbaiki dengan menambah skala BB per 200 gram Revisi KMS 1 • Rujukan: WHO 2006 • 7 garis pertumbuhan • Garis merah di – 3 SD • Gradasi warna Kuning-Hijau-Kuning • KBM • Laki dan perempuan • Desain portrait • Instruksi tindak lanjut Revisi KMS 3 Revisi KMS 4 • Rujukan: WHO 2006 • 7 garis pertumbuhan • Garis merah di – 2 SD • Garis orange di 1 SD • Tidak ada warna • KBM • Laki dan perempuan • Desain portrait • Instruksi tindak lanjut Revisi KMS 2 • Rujukan: NCHS 1977 • Garis merah di – 3 SD • Gradasi warna Kuning-Hijau-Kuning • Skala per 200 gr • Desain landscape 1996 2020 Perubahan sebutan Status Gizi BB/U TB/U BB/PB IMT/U Underweight Stunting Wasting Wasting PMK 1995/2010 Gizi Kurang Pendek Kurus Kurus MK 2/2020 Berat Badan Kurang Pendek Gizi Kurang Gizi Kurang
  • 8.
  • 9.
    KMS dengan StandarWHO 2005 (sebelum masuk dalam Buku KIA)
  • 11.
    Jenis KMS Bagian-BagianKMS Balita Depa n Belakan g KMS Anak Laki- laki KMS Anak Perempuan
  • 12.
    Tanpa warna latar Gariskurva pada: • +1SD berubah menjadi warna oranye • -2SD berubah menjadi warna merah TAMPILAN KMS BARU upaya dalam rangka deteksi dini gizi lebih dan obesitas  garis rujukan untuk menentukan risiko berat badan lebih upaya dalam rangka deteksi dini stunting  garis rujukan untuk menentukan risiko gizi kurang Rujuk bila berat badan anak tidak naik (T) atau di bawah garis merah atau di atas garis oranye
  • 13.
    Memilih KMS sesuai jenis kelamin Memastikan identitas balita Mengisi bulan lahirdan bulan penimbangan anak Meletakkan titik berat badan dan membuat garis pertumbuhan anak Mencatat setiap kejadian yang dialami anak Menentukan status pertumbuhan anak Mengisi Kolom Pemberian ASI Eksklusif 1 2 3 4 5 6 LANGKAH-LANGKAH PENGISIAN KMS
  • 14.
    Memilih KMS SesuaiJenis Kelamin KMS Warna Merah Muda Untuk Anak Perempuan KMS Warna Biru untuk anak laki-laki Memastikan Identitas Balita Sesuai halaman depan pada Buku KIA 1 2
  • 15.
    3. Mengisi bulanlahir dan bulan penimbangan Bila tidak diketahui tanggal lahirnya, tanyakan perkiraan umur anak
  • 16.
    Isi tanggal penimbangan (tgl, hari, bulan,tahun) secara berurutan Usahakantanggal penimbangan setiap bulannya tetap/ajek, agar didapatkan interpretasi yang sama
  • 17.
    4. Meletakkan TitikBerat Badan dan Membuat Garis Pertumbuhan a. Plotting berat badan  Tulis berat badan hasil penimbangan di bawah kolom bulan penimbangan.  Letakkan titik berat badan pada titik temu garis tegak (bulan penimbangan) dan garis datar (berat badan). Contoh: Aida dalam penimbangan bulan Juni 2019 umurnya 4 bulan dan berat badannya 6,0 kg.
  • 18.
    Contoh: Data penimbangan beratbadan Aida adalah sebagai berikut:  Bulan Oktober 2019, berat badan Aida 6,2 kg.  Bulan November 2019, berat badan Aida 6,3 kg.  Bulan Desember 2019, berat badan Aida 7,4 kg  Bulan Januari 2020, Aida tidak datang ke Posyandu.  Bulan Februari 2020, berat badan Aida 9,2 kg.  Bulan Maret 2020, berat badan Aida 10,2 kg.  Bulan April 2020, berat badan Aida 10,2 kg.  Bulan Mei 2020, berat badan Aida 9,7 kg. Jika anak bulan lalu tidak ditimbang, maka garis pertumbuhan tidak dapat dihubungkan. b. Hubungkan titik berat badan bulan ini dengan bulan lalu
  • 19.
    5. Mencatat SetiapKejadian yang Dialami Anak Catat setiap kejadian kesakitan yang dialami anak. Catatan dapat ditulis langsung di KMS seperti contoh di samping atau dicatat di tempat lain. Contoh:  Pada penimbangan dibulan November 2019 anak tidak nafsu makan.  Saat ke Posyandu di bulan April 2020,anak sedang mengalami demam.  Penimbangan selanjutnya di bulan Mei 2020 anak sedang diare.
  • 20.
    6. Menentukan statuspertumbuhan anak Status pertumbuhan anak dapat diketahui dengan 2 cara yaitu dengan menilai garis pertumbuhannya, atau dengan menghitung kenaikan berat badan anak dengan Kenaikan Berat Badan Minimum (KBM). KBM digunakan bila ada keraguan menginterpretasikan arah kurva pertumbuhan
  • 21.
    Grafik BB mengikutigaris pertumbuhan atau Kenaikan BB sama dengan KBM (Kenaikan BB Minimal) atau lebih NAIK (N) TIDAK NAIK (T) Grafik BB mendatar atau menurun memotong garis pertumbuhan di bawahnya atau Kenaikan BB kurang dari KBM Kesimpulan dari Penentuan Status Pertumbuhan
  • 22.
    Menentukan Status PertumbuhanAnak Garis a Answer a Tidak Naik Kenaikan BB <KBM (<300gr)  rujuk
  • 23.
    Menentukan Status PertumbuhanAnak Garis b Answer b Naik • Memotong garis pertumbuhan di atasnya • Kenaikan BB >KBM (>300gr)
  • 24.
    Menentukan Status PertumbuhanAnak Garis c Answer c Naik • Memotong garis pertumbuhan di atasnya • Kenaikan BB >KBM (>300gr)  rujuk
  • 25.
    Menentukan Status PertumbuhanAnak Garis d Answer d Tidak Naik • Grafik BB mendatar • Kenaikan BB <KBM (<200gr) • Memotong garis pertumbuhan di bawahnya rujuk
  • 26.
    Menentukan Status PertumbuhanAnak Garis e Answer e Tidak Naik • Grafik BB menurun • Kenaikan BB <KBM (<200gr) rujuk
  • 27.
    7. Mengisi KolomPemberian ASI Beri tanda () bila pada bulan tersebut bayi masih diberi ASI saja, tanpa makanan dan minuman lain. Bila diberi makanan lain selain ASI, bulan tersebut dan bulan berikutnya diisi dengan tanda (-).
  • 28.
    Perubahan BB Indikatorsensitif untuk memantau pertumbuhan anak Bila Kenaikan BB < yang seharusnya, pertumbuhan anak terganggu risiko kekurangan gizi Bila Kenaikan BB > dari rata-rata anak seumurnya  risiko kelebihan gizi pertumbuhan anak terganggu risiko kelebihan gizi
  • 29.
    TINDAK LANJUT HASILPENIMBANGAN BB Naik Anjurkan kepada ibu untuk mempertahankan kondisi anak dan berikan nasihat tentang pemberian makan anak sesuai golongan umurnya (seperti tercantum dalam Buku KIA BB Tidak Naik Tanyakan dan catat keadaan kesehatan anak bila ada keluhan (batuk, diare, panas, rewel, dll) dan kebiasaan makan anak. Berikan penjelasan tentang kemungkinan penyebab berat badan tidak naik Rujuk anak ke tenaga kesehatan Puskesmas/Pustu /Poskesdes BG M Tanyakan dan catat keadaan anak bila ada keluhan (batuk, diare, panas, rewel, dll) dan kebiasaan makan anak. Berikan penjelasan tentang kemungkinan penyebab berat badan tidak naik Setelah dirujuk dan dikonfirmasi, tidak perlu dirujuk kembali jika garis pertumbuhannya mengikuti garis pertumbuhan di atasnya (N). jika berat badan tidak mengalami kenaikan (T) maka harus dirujuk. Rujuk anak ke Puskesmas/Pustu/Poskes des sesegera mungkin Atas Garis Oranye Dirujuk untuk dikonfirmasi oleh petugas kesehatan
  • 30.
    Rujukan memiliki tujuanuntuk mengkonfirmasi risiko gangguan pertumbuhan agar dapat ditindaklanjuti secara cepat dan tepat.
  • 31.