MATERI INTI I

DETEKSI DINI
GANGGUAN PERTUMBUHAN DAN
TINDAK LANJUT

DIREKTORAT BINA GIZI
KEMENTERIAN KESEHATAN RI
1
TUJUAN PEMBELAJARAN

1. Umum:

Pada akhir sesi peserta mampu
melakukan deteksi dini gangguan
pertumbuhan dan tindak lanjut

2. Khusus:

Pada akhir sesi peserta mampu:

a. Melakukan pemantauan pertumbuhan
b. Menentukan status gizi
2
POKOK BAHASAN
1. PEMANTAUAN
PERTUMBUHAN
2. PENENTUAN STATUS GIZI

3
POKOK BAHASAN 1

PEMANTAUAN
PERTUMBUHAN

4
PEMANTAUAN PERTUMBUHAN

Sub Pokok Bahasan
a. Pengertian pertumbuhan
b. Pemantauan pertumbuhan menggunakan
Kartu Menuju Sehat (KMS)
c. Penyebab gangguan pertumbuhan
d. Alur kegiatan penimbangan dan tindak lanjut
e. Deteksi dini gizi buruk melalui pemantauan
pertumbuhan
f. Peran Posyandu sebagai salah satu sistem
kewaspadaan dini gizi buruk
5
PENGERTIAN PERTUMBUHAN
 PERTUMBUHAN:
 Bertambahnya ukuran fisik dari waktu ke waktu
Contoh: anak bertambah berat badan dan panjang
atau tinggi badan
 PERKEMBANGAN:
 Berkembangnya fungsi tubuh (psikomotor, mental
dan sosial)
Contoh: anak dari berbaring mampu duduk, berdiri,
berjalan, berbicara, bermain dan bersosialisasi

6
TUMBUH KEMBANG ANAK

Uk ur an f isik

k
na
an a
g
an
b
em
erk
P

k
Ana
han
u
mb
ert u
P
Anak yang sehat akan tumbuh
dan berkembang dengan baik

0

1

2

3

4

5

6

7

8

9

10

11

Um ur Anak ( bulan )
Sumber: materi pelatihan pemantauan pertumbuhan, Dit. Bina Gizi Masyarakat

12

13

14

15

7
PEMANTAUAN PERTUMBUHAN ANAK
MENGGUNAKAN KMS
 Untuk dapat menilai pertumbuhan, perlu dilakukan
pengukuran Berat Badan (BB) setiap bulan secara
teratur.
 Penilaian pertumbuhan dilakukan dengan membuat
garis yang menghubungkan paling sedikit antara dua
titik hasil penimbangan secara berturut-turut.
 Pertumbuhan disebut baik: apabila grafik BB
mengikuti garis pertumbuhan (naik).
 Pertumbuhan disebut tidak baik: apabila grafik BB
mendatar
atau
menurun
memotong
garis
pertumbuhan dibawahnya (tidak naik).
8
Pemantauan Pertumbuhan Menggunakan
KMS (lanjutan …)
Kenaikan Berat badan Minimal (KBM)
Bayi laki-laki dan perempuan
- Usia 1 bulan
: 800 gram
- Usia 2 bulan
: 900 gram
- Usia 3 bulan
: 800 gram
- Usia 4 bulan
: 600 gram
- Usia 5 bulan
: 500 gram
- Usia 6 bulan
: 400 gram
Laki-Laki
- Usia 7 bulan : 400 gram
- Usia 8 – 11 : 300 gram
- Usia 12 – 60 : 200 gram

Perempuan
- Usia 7 – 10 bulan : 300 gram
- Usia 11 – 60 bulan : 200 gram
9
Menentukan Status Pertumbuhan Anak Berdasarkan
KMS Balita
Contoh disamping menggambarkan
status pertumbuhan berdasarkan grafik
pertumbuhan anak dalam KMS:
a.TIDAK NAIK (T); grafik berat badan
memotong garis pertumbuhan
dibawahnya; kenaikan berat badan <
KBM (<800 g)
b.NAIK (N), grafik berat badan
memotong garis pertumbuhan diatasnya;
kenaikan berat badan > KBM (>900 g)
c.NAIK (N), grafik berat badan
mengikuti garis pertumbuhannya;
kenaikan berat badan > KBM (>500 g)
d.TIDAK NAIK (T), grafik berat badan
mendatar; kenaikan berat badan < KBM
(<400 g)
e.TIDAK NAIK (T), grafik berat badan
menurun; grafik berat badan < KBM
(<300 g)
LATIHAN SOAL
1.

Anak Perempuan umur 6 bulan dengan berat 7,6 kg,
pada umur 7 bulan menjadi 8,1 kg dan pada umur 8
bulan menjadi 8,8 kg. Buatlah grafik pertumbuhan
dan interpretasinya !

2.

Anak laki2 umur 12 bulan dengan berat 8 kg, pada
umur 13 bulan berat 8,2 kg pada umur 14 bulan 8,4
kg. Buat grafik pertumbuhan dan interpretasinya !

3.

Anak perempuan umur 4 bulan dengan berat badan
6,6 kg, pada umur 5 bulan berat badannya menjadi
6,9 kg, dan pada umur 6 bulan menjadi 7,1 kg. Buat
grafik pertumbuhan dan interpretasinya !
12
LATIHAN SOAL
4.

Anak laki-laki umur 8 bulan dengan berat badan 7,2 kg,
pada umur 9 bulan berat badannya menjadi 7,4 kg, dan
pada umur 10 bulan menjadi 7,5 kg.
Buat grafik pertumbuhan dan interpretasinya !

5.

Anak laki-laki umur 3 bulan dengan berat badan 6,2 kg,
pada umur 4 bulan berat badannya menjadi 7,0 kg, dan
pada umur 5 bulan menjadi 7,3 kg.
Buat grafik pertumbuhan dan interpretasinya !

13
PENYEBAB GANGGUAN PERTUMBUHAN
 Sulit menentukan mana yang lebih dulu:

Infeksi & penyakit lain
(akut & kronis)

Kurang makan
(kwantitas & kualitas)

14
PENYEBAB GANGGUAN PERTUMBUHAN
(lanjutan ……)
Infeksi sering

Infeksi/penyakit
lain: sering / lama

Pemberian makan
Kurang

GAGAL TUMBUH

Infeksi lebih sering

Gizi kurang

Penyembuhan lebih lambat

Gizi makin kurang

Penyakit lebih berat lagi

Marasmus
Kwashiorkor

MENINGGAL
Lingkaran setan malnutrisi dan infeksi
15
PENYEBAB GANGGUAN PERTUMBUHAN
(lanjutan …)
 Penyakit yang dapat menyebabkan gangguan
pertumbuhan pada anak: (Gizi Kurang)
Akut:
Demam/batuk pilek
ISPA/pneumonia
Diare akut
Malaria

 Penyebab Lain:
BBLR

Kronis:
Tuberkulosa
Diare kronik
HIV/AIDS

Cacat Bawaan/kelainan
congenital
Tumor/keganasan

Tidak mendapat ASI yang cukup sesuai umur
MP-ASI tidak berkualitas
Ibu bekerja

16
ALUR KEGIATAN PENIMBANGAN DAN TINDAK
LANJUT
Timbang

• Beri pujian

Plot hasil
penimbangan

• Beri penjelasan arti grafik pertumbuhan anak
• Pertahankan kondisi anak, beri nasihat pemberian
makan sesuai umur
• Anjurkan datang ke penimbangan berikutnya

Naik
Hubungkan hasil
ploting bulan ini
dengan bulan lalu
Tidak Naik

1 kali

Tentukan status
pertumbuhan
Tidak Naik 2 kali
berturut-turut
atau BGM

• Beri pujian
• Beri penjelasan arti grafik pertumbuhan anak
• Catat keadaan anak dan kebiasaan makan
• Jelaskan kemungkinan penyebab BB tidak naik
• Beri nasihat pemberian makan sesuai umur
• Anjurkan datang ke penimbangan berikutnya

Rujuk ke Puskesmas/Pustu/Poskesdes
DETEKSI DINI GIZI BURUK MELALUI
PEMANTAUAN PERTUMBUHAN

 Bila kecenderungan grafik “N”
 pertumbuhan tidak bermasalah
 Bila kecenderungan grafik “T”
 pertumbuhan bermasalah
 GIZI BURUK

18
DETEKSI DINI GIZI BURUK MELALUI
PEMANTAUAN PERTUMBUHAN (lanjutan…)

KESALAHAN MENILAI STATUS
PERTUMBUHAN
Berat Badan
Bulan Lalu

Berat Badan
Bulan ini

DIBANDINGKA
N
PENILAIAN KADER/
TENAGA KESEHATAN

ASAL NAIK
19
PERAN POSYANDU SEBAGAI SISTEM KEWASPADAAN DINI GIZI BURUK
ALUR KEGIATAN POSYANDU

2. PENIMBANGAN BALITA
1. PENDAFTARAN

3. PENGISIAN KMS

4. PENYULUHAN

5. PELAYANAN OLEH PETUGAS
PERAN POSYANDU ……(lanjutan ….)



RUJUKAN KASUS:
BB berada di Bawah Garis Merah (BGM)
2T
Balita sakit

 LAPORAN KASUS:

Formulir W1 (Puskesmas/RS)
Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota (W2) & Provinsi
Kejadian Luar Biasa/KLB gizi buruk

21
PERAN POSYANDU …….(lanjutan ….)



PEMANTAUAN WILAYAH SETEMPAT (PWS) GIZI:

Analisis laporan (balok) SKDN
•

D/S: berapa balita datang ditimbang

•

N/D: berapa % balita yang datang naik BB nya

•

K/S: berapa % balita memiliki KMS

Pekan Penimbangan

Sweeping/ kunjungan rumah
22
POKOK BAHASAN 2

PENENTUAN STATUS GIZI

23
PENENTUAN STATUS GIZI

Sub Pokok Bahasan
A.
B.
C.
D.
E.

Cara penentuan status gizi
Cara menghitung umur
Cara menimbang berat badan
Cara mengukur Panjang/Tinggi Badan
Cara menggunakan Grafik Pertumbuhan
Anak (GPA) dan tabel standar antropometri
F. Cara menentukan status gizi dengan indeks
antropometri
24
CARA MENENTUKAN STATUS GIZI
 KLINIS:

Rambut, kulit, otot, keadaan iga, jar. lemak, mata, lidah, bibir.
Gizi buruk: sangat kurus & atau edema, otot atrofi, jaringan lemak
subkutan berkurang, pucat, bercak Bitot pada mata, dermatitis, dll

 ANTROPOMETRI:
BB/U, PB/U atau TB/U, BB/PB atau BB/TB
IMT/U
LiLA, Tebal lemak
 LABORATORIUM:
Biokimia darah, urine
 ANALISA DIET/MAKANAN:
food recall 24 hours, food record, dan food weighing
food frequency questionaire (FFQ)

25
CARA MENENTUKAN STATUS GIZI
MENGGUNAKAN INDEKS ANTROPOMETRI
 BB/U :

Berat Badan menurut Umur, tidak dapat menggambarkan
ada atau tidak adanya kurang gizi (akut/ kronis)
 PB/U atau TB/U:
Panjang atau Tinggi Badan menurut Umur, menggambarkan
ada atau tidak adanya kurang gizi kronik  “stunted” atau
pendek
 BB/PB atau BB/TB :
Berat Badan menurut Tinggi Badan, menggambarkan ada
atau tidak adanya kurang gizi akut  “wasted” atau kurus
 IMT/U :
Indeks massa tubuh menurut umur, merupakan indeks yang
paling baik untuk menilai ada tidaknya kelebihan gizi
(Baku rujukan : WHO-2005)

26
Tabel Indikator Pertumbuhan Menurut Z-Score
Catatan:
1.Seorang anak pada kategori ini termasuk sangat tinggi dan biasanya tidak
menjadi masalah kecuali anak yang sangat tinggi mungkin mengalami gangguan
endokrin seperti adanya tumor yang memproduksi hormon pertumbuhan. Rujuklah
anak tersebut jika diduga mengalami gangguan endokrin (misalnya anak yang
tinggi sekali menurut umurnya, sedangkan tinggi orang tua normal).
2.Seorang anak berdasarkan BB/U pada katagori ini, kemungkinan mempunyai
masalah pertumbuhan, tetapi akan lebih baik bila anak ini dinilai berdasarkan
indikator PB/U atau TB/U, BB/PB atau BB/TB atau IMT/U.
3.Hasil ploting di atas 1 menunjukkan kemungkinan risiko. Bila kecenderungannya
menuju garis z-score 2 berarti risiko lebih pasti.
4.Anak yang pendek atau sangat pendek, kemungkinan akan menjadi gemuk bila
mendapatkan intervensi gizi yang salah.
5.Anak yang dinilai berdasarkan indeks BB/PB atau TB sebagai “sangat kurus” dan
terlihat tanda-tanda klinis marasmus, maka disebut marasmus.
6.Anak yang dinilai berdasarkan indeks BB/U atau indeks lainnya bila ditemukan
edema pada kedua punggung kaki dan tidak ditemukan penyebab lain (penyakit
ginjal, jantung, dan hati, maka disebut kwashiorkor atau marasmic-kwashiorkor.
7.Anak yang dinilai berdasarkan indeks BB/PB atau TB sebagai “kurus” disebut
juga Gizi Kurang, dan “sangat kurus” disebut juga Gizi Buruk.
(Sumber: Modul B dan C, Pelatihan Penilaian Pertumbuhan Anak, WHO-2005)
CARA MENGHITUNG UMUR
 Tentukan tanggal lahir anak, dalam format tanggal, bulan, tahun misalnya 5
April 2006, ditulis 05-04-2006
 Tulis tanggal kunjungan, misalnya 19 September 2008, ditulis 19-09-2008
 Hitung umur anak dengan mengurangi tanggal kunjungan dengan tanggal
lahir, misalnya:
 
Tanggal kunjungan
19
09
2008
Tanggal lahir
05
04
2006 14
05
2
= 2 tahun 5 bulan 14 hari

 
 Jadi umur anak dibulatkan menjadi 24 bulan + 5 bulan = 29 bulan
Sisa hari tidak diperhitungkan
Contoh lain :
Tanggal kunjungan
Tanggal lahir

05
19

04
09

2008
2007

Untuk menghindarkan hasil pengurangan minus, lakukan sebagai berikut:
Tanggal kunjungan
Tanggal lahir

05
(05+30)
35
19

04
(04-1)+12
15
09

16
 
Umur anak dibulatkan menjadi 6 bulan
Sisa hari tidak diperhitungkan
 

06
= 6 bulan 16 hari

2008
(2008-1)
2007
2007
0
CARA MENIMBANG BERAT BADAN

 Untuk menimbang anak, gunakan timbangan dengan
ciri-ciri berikut:
• Kuat dan tahan lama
• Mempunyai presisi sampai 0,1 kg (100 gram)
• Sudah dikalibrasi
• Tidak menggunakan timbangan pegas untuk anak
berumur lebih dari 6 bulan
• Dapat menimbang sampai 150 kg

31
CARA MENIMBANG BERAT BADAN
(lanjutan…..)
 Menggunakan Timbangan Bayi (“Baby Scale”):
» Letakkan timbangan ditempat yang rata dan datar
» Pastikan jarum timbangan menunjukkan angka nol

0
» Timbang bayi dengan pakaian minim/telanjang
» Baca dan catat berat badan anak sesuai dengan
angka yang ditunjuk oleh jarum timbang
32
CARA MENIMBANG …(lanjutan…..)
 Menggunakan

»

»
»
»
»

Dacin (25 kg):
Gantung dacin pada tempat yang kokoh seperti
penyangga kaki tiga atau pelana rumah atau kosen
pintu atau dahan pohon yang kuat.
Atur posisi batang dacin sejajar mata penimbang
Pastikan bandul geser berada pada angka NOL dan
posisi paku tegak lurus
Pasang sarung timbang/celana timbang/kotak timbang
yang kosong pada dacin
Setimbangkan dacin dengan memberi kantung plastik
berisikan pasir/batu diujung batang dacin, sampai
kedua paku tegak lurus. Gunakan tali pengaman pada
ujung skala tempat bandul geser berada.
33
CARA MENIMBANG ……(lanjutan…..)
•

Masukkan Balita kedalam sarung timbang dengan
pakaian seminimal mungkin dan geser bandul sampai
paku tegak lurus

•

Baca berat badan balita dengan melihat angka diujung
bandul geser

•

Catat hasil penimbangan dengan benar di kertas/
buku bantu dalam kg dan ons

•

Kembalikan bandul ke angka nol dan keluarkan Balita
dari sarung/celana/kotak timbang
CARA MENIMBANG ….. (lanjutan…..)
Batang dacin tidak
datar (seimbang)

Bandul penyeimbang
tidak dipasang

Sarung timbang
sudah dipasang

Anak langsung ditimbang
 berat badan anak lebih
berat dari sebenarnya

MEMASANG DACI N YANG SALAH
Sumber: Standar Pemantauan Pertumbuhan Balita, Depkes RI, 2006

35
CARA MENIMBANG…..
(lanjutan…..)
 Bila tersedia dapat digunakan timbangan digital
(elektronik) atau Tared Scale (Uniscale). Bila tidak
ada, dapat menggunakan timbangan bayi (baby
scale), dacin atau die-cast beam (spt detecto).
 Timbangan kamar mandi dan timbangan gantung
yang menggunakan pegas tidak direkomendasikan
karena hasilnya kurang akurat.

36
CARA MENIMBANG ……(lanjutan…..)


Menggunakan die-cast beam (spt Detecto):
• Letakkan timbangan ditempat yang rata dan datar
• Pastikan posisi bandul pada angka NOL dan jarum
dalam keadaan setimbang
• Posisikan anak pada timbangan
• Geser bandul sesuai berat balita sampai posisi jarum
setimbang. Baca dan catat berat badan anak.
• Jika anak bergerak-gerak terus di atas timbangan
atau tidak bisa diam, maka perlu ditimbang dengan
ibunya. Berat badan anak didapat dengan
mengurangi hasil penimbangan ibu bersama anak
dengan berat badan ibu saja.
CARA MENGUKUR
TINGGI/PANJANG BADAN

Kunci pengait berada di samping papan pengukur
CARA MENGUKUR TINGGI/PANJANG BADAN (lanjutan…)
Posisi balita dan pengukur

Posisi pengukur yang benar (mata
tegak lurus ke jendela baca alat
pengukur)

Posisi tangan asisten pengukur
(memegang telinga) dan posisi
kepala

Posisi kaki yang benar, telapak kaki
menempel tegak lurus pada papan
penggeser
CARA MENGUKUR TINGGI….(lanjutan…..)

Posisi microtoise di lantai

Posisi microtoise setelah ditarik
sampai menunjukkan angka
nol

Posisi microtoise yang siap pakai
CARA MENGUKUR
TINGGI BADAN PADA ANAK
(lanjutan…)

41
CARA MENGUKUR
TINGGI/PANJANG BADAN PADA ANAK
(lanjutan…)
• Anak berumur kurang dari 2 tahun, pengukuran dilakukan
dengan telentang
• Anak berusia 2 tahun atau lebih dan anak sudah mampu
berdiri, pengukuran dilakukan dengan berdiri tegak
• Jika seorang anak berumur kurang dari 2 tahun diukur
tingginya (berdiri) maka ditambahkan 0,7 cm untuk
mengkonversi menjadi panjang badan
• Jika seorang anak berumur 2 tahun atau lebih dan diukur
panjangnya (telentang) maka dikurangi 0,7 cm untuk
mengkonversi menjadi tinggi badan
• Peralatan yang diperlukan untuk mengukur panjang badan
adalah papan ukur panjang badan
(infantometer/stadiometer). Untuk mengukur tinggi
digunakan microtoise yang diletakkan pada permukaan
yang vertikal seperti dinding atau tiang dengan lantai yang
datar
42
PRAKTEK

PENGUKURAN
ANTROPOMETRI

43
PRAKTEK MENIMBANG BB DAN
MENGUKUR TB/PB
 Siapkan alat-alat:

Dacin/timbangan pegas (Beam Balance Scale)
“Baby scale” /timbangan bayi
“Microtoise”
“Stadiometer”/”Length board”
KMS anak dan tabel baku rujukan WHO-2005
Alat tulis (kertas & pensil)

 Siapkan 2 (dua) anak: umur < 2 tahun &
≥ 2 tahun untuk setiap kelompok
 Waktu: 90 menit (2 jam pelajaran @ 45
menit)

Catatan: Alat-alat antropometri harus ditera secara berkala (Badan Meterologi)

44
PRAKTEK MENIMBANG BB DAN
MENGUKUR TB/PB (lanjutan…)
 Pasang dacin di tiang yang kuat
 Pasang timbangan pegas ditempat datar atau di meja
(untuk “Baby scale” )
 Pasang microtoise di dinding yang rata setinggi 2 m
 Pasang “Stadiometer”/”Length board” di meja
 Setiap kelompok menanyakan identitas anak (nama,
jenis kelamin dan umur/ tanggal lahir) serta menimbang &
mengukur TB atau PB anak
 Plotkan di KMS untuk melihat arah pertumbuhan anak
 Tentukan status gizi anak
Menggunakan GPA
 Buku GPA terdiri dari 8 macam grafik yang dibedakan
berdasarkan jenis kelamin untuk anak umur 0-2 tahun dan
umur 2-5 tahun.
Untuk tiap kelompok umur terdiri dari 4 macam grafik yaitu
PB/U atau TB/U, BB/U, BB/PB atau BB/TB, IMT/U
 Hasil pengukuran akan diplot pada garis grafik untuk setiap
indikator pertumbuhan.
Pada saat memplot di grafik, umur anak diplot pada bulan
penuh. Sedangkan untuk angka panjang/tinggi badan
dibulatkan menjadi angka tanpa desimal yang terdekat,
misalnya 0,1 s.d 0,4 dibulatkan ke bawah, sedangkan ≥0,5
dibulatkan ke atas.
Kemudian tentukan status gizi berdasarkan tabel Indikator
Pertumbuhan
Menggunakan Tabel Antropometri
LATIHAN SOAL
6. Della, seorang anak perempuan lahir pada tanggal 21 April
2009. Ia datang bersama ibunya ke Puskesmas Cempaka pada
tanggal 30 September 2009. Hasil pengukuran panjang
badannya 70 cm dan BB 7,6 kg.
a. Hitung umur Della
b. Lakukan ploting menggunakan BB/PB indikator
c. Tentukan status gizi Della
7. Seorang anak laki-laki bernama Suroto, lahir di Martapura
tanggal 5 Oktober 2009. Suroto datang ke Puskesmas pada
tanggal 29 Oktober 2010. Hasil pengukuran panjang badannya
74,5 cm dan berat badan 8 kg
a. Hitung umur Suroto
b. Lakukan ploting menggunakan BB/PB indikator
c. Tentukan status gizi Suroto
48
LATIHAN SOAL
8. Anak perempuan bernama Tini lahir di Timika pada tanggal 20
Januari 2010. Ia dirujuk ke Puskesmas tanggal 2 juni 2010, hasil
pengukurannya PB 66,8 cm dan berat badan 4 kg.
a. Hitung umur Tini
b. Lakukan ploting menggunakan BB/PB indikator
c. Tentukan status gizi Tini
9. Anak perempuan bernama Grace, lahir di Manado tanggal 2
Februari 2007. Ia datang ke Puskesmas pada tanggal 25
Februari 2010. Hasil pengukurannya sebagai berikut:
TB 105 cm dan berat badan 20 kg
a. Hitung umur Grace
b. Lakukan ploting menggunakan BB/TB indikator
c. Tentukan status gizi Grace
50
JAWABAN LATIHAN SOAL

51
JAWABAN LATIHAN SOAL
1. Pada umur 7 bulan berat badan anak naik (N) dibanding
dengan bulan sebelumnya karena grafik BB pada KMS
mengikuti garis pertumbuhan dan kenaikan BBnya >KBM
(>300gr). Pada umur 8 bulan berat badan anak naik (N)
karena grafik BB mengikuti garis pertumbuhan dan kenaikan
BBnya >KBM (>300gr).
2. Berat badan anak dua bulan berturut-turut naik rata-rata 0,2
kg sesuai dengan KBM dan grafik Bbnya mengikuti garis
pertumbuhan.
3. Pada umur 5 bulan, grafik BB anak menurun dan berada tepat
pada garis pertumbuhan dibawahnya (T) dan kenaikan BBnya
<KBM (<500). Selanjutnya pada umur 6 bulan grafik BB anak
semakin menurun (T) dan kenaikan BB nya <KBM (<400).
Artinya anak ini mengalami dua kali tidak naik berturut-turut
sehingga harus dirujuk ke Puskesmas.
52
JAWABAN LATIHAN SOAL (lanjutan
….)
4. Berat badan anak pada waktu umur 9 bulan tidak naik (T)
dibanding dengan bulan sebelumnya karena grafik BB anak
menurun ke arah garis pertumbuhan di bawahnya dan kenaikan
BB <KBM (<300) dan pada waktu umur 10 bulan berat badan
juga tidak naik (T), karena grafik BB nya menurun mengarah ke
garis pertumbuhan di bawahnya dan kenaikan BB <KBM (<300)
5. Berat badan anak pada waktu umur 4 bulan naik (N), grafik BB
anak mengikuti garis pertumbuhan diatasnya dan kenaikan BB
>KBM. Sedangkan pada waktu umur 5 bulan anak tersebut tidak
naik (T) karena grafik BB anak menurun mengikuti garis
pertumbuhan di bawahnya dan kenaikan BB <KBM

53
JAWABAN LATIHAN SOAL (lanjutan
….)
6. Status Gizi Della baik : BB/TB pada < - 1 SD
7. Status Gizi Suroto baik : BB/TB > -2 SD - < - 1 SD
8. Status Gizi Tini buruk : BB/TB < -4 SD
9. Status Gizi Grace lebih : BB/TB > 2 SD

54

Materi inti i jan 2013

  • 1.
    MATERI INTI I DETEKSIDINI GANGGUAN PERTUMBUHAN DAN TINDAK LANJUT DIREKTORAT BINA GIZI KEMENTERIAN KESEHATAN RI 1
  • 2.
    TUJUAN PEMBELAJARAN 1. Umum: Padaakhir sesi peserta mampu melakukan deteksi dini gangguan pertumbuhan dan tindak lanjut 2. Khusus: Pada akhir sesi peserta mampu: a. Melakukan pemantauan pertumbuhan b. Menentukan status gizi 2
  • 3.
  • 4.
  • 5.
    PEMANTAUAN PERTUMBUHAN Sub PokokBahasan a. Pengertian pertumbuhan b. Pemantauan pertumbuhan menggunakan Kartu Menuju Sehat (KMS) c. Penyebab gangguan pertumbuhan d. Alur kegiatan penimbangan dan tindak lanjut e. Deteksi dini gizi buruk melalui pemantauan pertumbuhan f. Peran Posyandu sebagai salah satu sistem kewaspadaan dini gizi buruk 5
  • 6.
    PENGERTIAN PERTUMBUHAN  PERTUMBUHAN: Bertambahnya ukuran fisik dari waktu ke waktu Contoh: anak bertambah berat badan dan panjang atau tinggi badan  PERKEMBANGAN:  Berkembangnya fungsi tubuh (psikomotor, mental dan sosial) Contoh: anak dari berbaring mampu duduk, berdiri, berjalan, berbicara, bermain dan bersosialisasi 6
  • 7.
    TUMBUH KEMBANG ANAK Ukur an f isik k na an a g an b em erk P k Ana han u mb ert u P Anak yang sehat akan tumbuh dan berkembang dengan baik 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 Um ur Anak ( bulan ) Sumber: materi pelatihan pemantauan pertumbuhan, Dit. Bina Gizi Masyarakat 12 13 14 15 7
  • 8.
    PEMANTAUAN PERTUMBUHAN ANAK MENGGUNAKANKMS  Untuk dapat menilai pertumbuhan, perlu dilakukan pengukuran Berat Badan (BB) setiap bulan secara teratur.  Penilaian pertumbuhan dilakukan dengan membuat garis yang menghubungkan paling sedikit antara dua titik hasil penimbangan secara berturut-turut.  Pertumbuhan disebut baik: apabila grafik BB mengikuti garis pertumbuhan (naik).  Pertumbuhan disebut tidak baik: apabila grafik BB mendatar atau menurun memotong garis pertumbuhan dibawahnya (tidak naik). 8
  • 9.
    Pemantauan Pertumbuhan Menggunakan KMS(lanjutan …) Kenaikan Berat badan Minimal (KBM) Bayi laki-laki dan perempuan - Usia 1 bulan : 800 gram - Usia 2 bulan : 900 gram - Usia 3 bulan : 800 gram - Usia 4 bulan : 600 gram - Usia 5 bulan : 500 gram - Usia 6 bulan : 400 gram Laki-Laki - Usia 7 bulan : 400 gram - Usia 8 – 11 : 300 gram - Usia 12 – 60 : 200 gram Perempuan - Usia 7 – 10 bulan : 300 gram - Usia 11 – 60 bulan : 200 gram 9
  • 10.
    Menentukan Status PertumbuhanAnak Berdasarkan KMS Balita
  • 11.
    Contoh disamping menggambarkan statuspertumbuhan berdasarkan grafik pertumbuhan anak dalam KMS: a.TIDAK NAIK (T); grafik berat badan memotong garis pertumbuhan dibawahnya; kenaikan berat badan < KBM (<800 g) b.NAIK (N), grafik berat badan memotong garis pertumbuhan diatasnya; kenaikan berat badan > KBM (>900 g) c.NAIK (N), grafik berat badan mengikuti garis pertumbuhannya; kenaikan berat badan > KBM (>500 g) d.TIDAK NAIK (T), grafik berat badan mendatar; kenaikan berat badan < KBM (<400 g) e.TIDAK NAIK (T), grafik berat badan menurun; grafik berat badan < KBM (<300 g)
  • 12.
    LATIHAN SOAL 1. Anak Perempuanumur 6 bulan dengan berat 7,6 kg, pada umur 7 bulan menjadi 8,1 kg dan pada umur 8 bulan menjadi 8,8 kg. Buatlah grafik pertumbuhan dan interpretasinya ! 2. Anak laki2 umur 12 bulan dengan berat 8 kg, pada umur 13 bulan berat 8,2 kg pada umur 14 bulan 8,4 kg. Buat grafik pertumbuhan dan interpretasinya ! 3. Anak perempuan umur 4 bulan dengan berat badan 6,6 kg, pada umur 5 bulan berat badannya menjadi 6,9 kg, dan pada umur 6 bulan menjadi 7,1 kg. Buat grafik pertumbuhan dan interpretasinya ! 12
  • 13.
    LATIHAN SOAL 4. Anak laki-lakiumur 8 bulan dengan berat badan 7,2 kg, pada umur 9 bulan berat badannya menjadi 7,4 kg, dan pada umur 10 bulan menjadi 7,5 kg. Buat grafik pertumbuhan dan interpretasinya ! 5. Anak laki-laki umur 3 bulan dengan berat badan 6,2 kg, pada umur 4 bulan berat badannya menjadi 7,0 kg, dan pada umur 5 bulan menjadi 7,3 kg. Buat grafik pertumbuhan dan interpretasinya ! 13
  • 14.
    PENYEBAB GANGGUAN PERTUMBUHAN Sulit menentukan mana yang lebih dulu: Infeksi & penyakit lain (akut & kronis) Kurang makan (kwantitas & kualitas) 14
  • 15.
    PENYEBAB GANGGUAN PERTUMBUHAN (lanjutan……) Infeksi sering Infeksi/penyakit lain: sering / lama Pemberian makan Kurang GAGAL TUMBUH Infeksi lebih sering Gizi kurang Penyembuhan lebih lambat Gizi makin kurang Penyakit lebih berat lagi Marasmus Kwashiorkor MENINGGAL Lingkaran setan malnutrisi dan infeksi 15
  • 16.
    PENYEBAB GANGGUAN PERTUMBUHAN (lanjutan…)  Penyakit yang dapat menyebabkan gangguan pertumbuhan pada anak: (Gizi Kurang) Akut: Demam/batuk pilek ISPA/pneumonia Diare akut Malaria  Penyebab Lain: BBLR Kronis: Tuberkulosa Diare kronik HIV/AIDS Cacat Bawaan/kelainan congenital Tumor/keganasan Tidak mendapat ASI yang cukup sesuai umur MP-ASI tidak berkualitas Ibu bekerja 16
  • 17.
    ALUR KEGIATAN PENIMBANGANDAN TINDAK LANJUT Timbang • Beri pujian Plot hasil penimbangan • Beri penjelasan arti grafik pertumbuhan anak • Pertahankan kondisi anak, beri nasihat pemberian makan sesuai umur • Anjurkan datang ke penimbangan berikutnya Naik Hubungkan hasil ploting bulan ini dengan bulan lalu Tidak Naik 1 kali Tentukan status pertumbuhan Tidak Naik 2 kali berturut-turut atau BGM • Beri pujian • Beri penjelasan arti grafik pertumbuhan anak • Catat keadaan anak dan kebiasaan makan • Jelaskan kemungkinan penyebab BB tidak naik • Beri nasihat pemberian makan sesuai umur • Anjurkan datang ke penimbangan berikutnya Rujuk ke Puskesmas/Pustu/Poskesdes
  • 18.
    DETEKSI DINI GIZIBURUK MELALUI PEMANTAUAN PERTUMBUHAN  Bila kecenderungan grafik “N”  pertumbuhan tidak bermasalah  Bila kecenderungan grafik “T”  pertumbuhan bermasalah  GIZI BURUK 18
  • 19.
    DETEKSI DINI GIZIBURUK MELALUI PEMANTAUAN PERTUMBUHAN (lanjutan…) KESALAHAN MENILAI STATUS PERTUMBUHAN Berat Badan Bulan Lalu Berat Badan Bulan ini DIBANDINGKA N PENILAIAN KADER/ TENAGA KESEHATAN ASAL NAIK 19
  • 20.
    PERAN POSYANDU SEBAGAISISTEM KEWASPADAAN DINI GIZI BURUK ALUR KEGIATAN POSYANDU 2. PENIMBANGAN BALITA 1. PENDAFTARAN 3. PENGISIAN KMS 4. PENYULUHAN 5. PELAYANAN OLEH PETUGAS
  • 21.
    PERAN POSYANDU ……(lanjutan….)  RUJUKAN KASUS: BB berada di Bawah Garis Merah (BGM) 2T Balita sakit  LAPORAN KASUS: Formulir W1 (Puskesmas/RS) Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota (W2) & Provinsi Kejadian Luar Biasa/KLB gizi buruk 21
  • 22.
    PERAN POSYANDU …….(lanjutan….)  PEMANTAUAN WILAYAH SETEMPAT (PWS) GIZI: Analisis laporan (balok) SKDN • D/S: berapa balita datang ditimbang • N/D: berapa % balita yang datang naik BB nya • K/S: berapa % balita memiliki KMS Pekan Penimbangan Sweeping/ kunjungan rumah 22
  • 23.
  • 24.
    PENENTUAN STATUS GIZI SubPokok Bahasan A. B. C. D. E. Cara penentuan status gizi Cara menghitung umur Cara menimbang berat badan Cara mengukur Panjang/Tinggi Badan Cara menggunakan Grafik Pertumbuhan Anak (GPA) dan tabel standar antropometri F. Cara menentukan status gizi dengan indeks antropometri 24
  • 25.
    CARA MENENTUKAN STATUSGIZI  KLINIS: Rambut, kulit, otot, keadaan iga, jar. lemak, mata, lidah, bibir. Gizi buruk: sangat kurus & atau edema, otot atrofi, jaringan lemak subkutan berkurang, pucat, bercak Bitot pada mata, dermatitis, dll  ANTROPOMETRI: BB/U, PB/U atau TB/U, BB/PB atau BB/TB IMT/U LiLA, Tebal lemak  LABORATORIUM: Biokimia darah, urine  ANALISA DIET/MAKANAN: food recall 24 hours, food record, dan food weighing food frequency questionaire (FFQ) 25
  • 26.
    CARA MENENTUKAN STATUSGIZI MENGGUNAKAN INDEKS ANTROPOMETRI  BB/U : Berat Badan menurut Umur, tidak dapat menggambarkan ada atau tidak adanya kurang gizi (akut/ kronis)  PB/U atau TB/U: Panjang atau Tinggi Badan menurut Umur, menggambarkan ada atau tidak adanya kurang gizi kronik  “stunted” atau pendek  BB/PB atau BB/TB : Berat Badan menurut Tinggi Badan, menggambarkan ada atau tidak adanya kurang gizi akut  “wasted” atau kurus  IMT/U : Indeks massa tubuh menurut umur, merupakan indeks yang paling baik untuk menilai ada tidaknya kelebihan gizi (Baku rujukan : WHO-2005) 26
  • 27.
  • 28.
    Catatan: 1.Seorang anak padakategori ini termasuk sangat tinggi dan biasanya tidak menjadi masalah kecuali anak yang sangat tinggi mungkin mengalami gangguan endokrin seperti adanya tumor yang memproduksi hormon pertumbuhan. Rujuklah anak tersebut jika diduga mengalami gangguan endokrin (misalnya anak yang tinggi sekali menurut umurnya, sedangkan tinggi orang tua normal). 2.Seorang anak berdasarkan BB/U pada katagori ini, kemungkinan mempunyai masalah pertumbuhan, tetapi akan lebih baik bila anak ini dinilai berdasarkan indikator PB/U atau TB/U, BB/PB atau BB/TB atau IMT/U. 3.Hasil ploting di atas 1 menunjukkan kemungkinan risiko. Bila kecenderungannya menuju garis z-score 2 berarti risiko lebih pasti. 4.Anak yang pendek atau sangat pendek, kemungkinan akan menjadi gemuk bila mendapatkan intervensi gizi yang salah. 5.Anak yang dinilai berdasarkan indeks BB/PB atau TB sebagai “sangat kurus” dan terlihat tanda-tanda klinis marasmus, maka disebut marasmus. 6.Anak yang dinilai berdasarkan indeks BB/U atau indeks lainnya bila ditemukan edema pada kedua punggung kaki dan tidak ditemukan penyebab lain (penyakit ginjal, jantung, dan hati, maka disebut kwashiorkor atau marasmic-kwashiorkor. 7.Anak yang dinilai berdasarkan indeks BB/PB atau TB sebagai “kurus” disebut juga Gizi Kurang, dan “sangat kurus” disebut juga Gizi Buruk. (Sumber: Modul B dan C, Pelatihan Penilaian Pertumbuhan Anak, WHO-2005)
  • 29.
    CARA MENGHITUNG UMUR Tentukan tanggal lahir anak, dalam format tanggal, bulan, tahun misalnya 5 April 2006, ditulis 05-04-2006  Tulis tanggal kunjungan, misalnya 19 September 2008, ditulis 19-09-2008  Hitung umur anak dengan mengurangi tanggal kunjungan dengan tanggal lahir, misalnya:   Tanggal kunjungan 19 09 2008 Tanggal lahir 05 04 2006 14 05 2 = 2 tahun 5 bulan 14 hari    Jadi umur anak dibulatkan menjadi 24 bulan + 5 bulan = 29 bulan Sisa hari tidak diperhitungkan
  • 30.
    Contoh lain : Tanggalkunjungan Tanggal lahir 05 19 04 09 2008 2007 Untuk menghindarkan hasil pengurangan minus, lakukan sebagai berikut: Tanggal kunjungan Tanggal lahir 05 (05+30) 35 19 04 (04-1)+12 15 09 16   Umur anak dibulatkan menjadi 6 bulan Sisa hari tidak diperhitungkan   06 = 6 bulan 16 hari 2008 (2008-1) 2007 2007 0
  • 31.
    CARA MENIMBANG BERATBADAN  Untuk menimbang anak, gunakan timbangan dengan ciri-ciri berikut: • Kuat dan tahan lama • Mempunyai presisi sampai 0,1 kg (100 gram) • Sudah dikalibrasi • Tidak menggunakan timbangan pegas untuk anak berumur lebih dari 6 bulan • Dapat menimbang sampai 150 kg 31
  • 32.
    CARA MENIMBANG BERATBADAN (lanjutan…..)  Menggunakan Timbangan Bayi (“Baby Scale”): » Letakkan timbangan ditempat yang rata dan datar » Pastikan jarum timbangan menunjukkan angka nol 0 » Timbang bayi dengan pakaian minim/telanjang » Baca dan catat berat badan anak sesuai dengan angka yang ditunjuk oleh jarum timbang 32
  • 33.
    CARA MENIMBANG …(lanjutan…..) Menggunakan » » » » » Dacin (25 kg): Gantung dacin pada tempat yang kokoh seperti penyangga kaki tiga atau pelana rumah atau kosen pintu atau dahan pohon yang kuat. Atur posisi batang dacin sejajar mata penimbang Pastikan bandul geser berada pada angka NOL dan posisi paku tegak lurus Pasang sarung timbang/celana timbang/kotak timbang yang kosong pada dacin Setimbangkan dacin dengan memberi kantung plastik berisikan pasir/batu diujung batang dacin, sampai kedua paku tegak lurus. Gunakan tali pengaman pada ujung skala tempat bandul geser berada. 33
  • 34.
    CARA MENIMBANG ……(lanjutan…..) • MasukkanBalita kedalam sarung timbang dengan pakaian seminimal mungkin dan geser bandul sampai paku tegak lurus • Baca berat badan balita dengan melihat angka diujung bandul geser • Catat hasil penimbangan dengan benar di kertas/ buku bantu dalam kg dan ons • Kembalikan bandul ke angka nol dan keluarkan Balita dari sarung/celana/kotak timbang
  • 35.
    CARA MENIMBANG …..(lanjutan…..) Batang dacin tidak datar (seimbang) Bandul penyeimbang tidak dipasang Sarung timbang sudah dipasang Anak langsung ditimbang  berat badan anak lebih berat dari sebenarnya MEMASANG DACI N YANG SALAH Sumber: Standar Pemantauan Pertumbuhan Balita, Depkes RI, 2006 35
  • 36.
    CARA MENIMBANG….. (lanjutan…..)  Bilatersedia dapat digunakan timbangan digital (elektronik) atau Tared Scale (Uniscale). Bila tidak ada, dapat menggunakan timbangan bayi (baby scale), dacin atau die-cast beam (spt detecto).  Timbangan kamar mandi dan timbangan gantung yang menggunakan pegas tidak direkomendasikan karena hasilnya kurang akurat. 36
  • 37.
    CARA MENIMBANG ……(lanjutan…..)  Menggunakandie-cast beam (spt Detecto): • Letakkan timbangan ditempat yang rata dan datar • Pastikan posisi bandul pada angka NOL dan jarum dalam keadaan setimbang • Posisikan anak pada timbangan • Geser bandul sesuai berat balita sampai posisi jarum setimbang. Baca dan catat berat badan anak. • Jika anak bergerak-gerak terus di atas timbangan atau tidak bisa diam, maka perlu ditimbang dengan ibunya. Berat badan anak didapat dengan mengurangi hasil penimbangan ibu bersama anak dengan berat badan ibu saja.
  • 38.
    CARA MENGUKUR TINGGI/PANJANG BADAN Kuncipengait berada di samping papan pengukur
  • 39.
    CARA MENGUKUR TINGGI/PANJANGBADAN (lanjutan…) Posisi balita dan pengukur Posisi pengukur yang benar (mata tegak lurus ke jendela baca alat pengukur) Posisi tangan asisten pengukur (memegang telinga) dan posisi kepala Posisi kaki yang benar, telapak kaki menempel tegak lurus pada papan penggeser
  • 40.
    CARA MENGUKUR TINGGI….(lanjutan…..) Posisimicrotoise di lantai Posisi microtoise setelah ditarik sampai menunjukkan angka nol Posisi microtoise yang siap pakai
  • 41.
    CARA MENGUKUR TINGGI BADANPADA ANAK (lanjutan…) 41
  • 42.
    CARA MENGUKUR TINGGI/PANJANG BADANPADA ANAK (lanjutan…) • Anak berumur kurang dari 2 tahun, pengukuran dilakukan dengan telentang • Anak berusia 2 tahun atau lebih dan anak sudah mampu berdiri, pengukuran dilakukan dengan berdiri tegak • Jika seorang anak berumur kurang dari 2 tahun diukur tingginya (berdiri) maka ditambahkan 0,7 cm untuk mengkonversi menjadi panjang badan • Jika seorang anak berumur 2 tahun atau lebih dan diukur panjangnya (telentang) maka dikurangi 0,7 cm untuk mengkonversi menjadi tinggi badan • Peralatan yang diperlukan untuk mengukur panjang badan adalah papan ukur panjang badan (infantometer/stadiometer). Untuk mengukur tinggi digunakan microtoise yang diletakkan pada permukaan yang vertikal seperti dinding atau tiang dengan lantai yang datar 42
  • 43.
  • 44.
    PRAKTEK MENIMBANG BBDAN MENGUKUR TB/PB  Siapkan alat-alat: Dacin/timbangan pegas (Beam Balance Scale) “Baby scale” /timbangan bayi “Microtoise” “Stadiometer”/”Length board” KMS anak dan tabel baku rujukan WHO-2005 Alat tulis (kertas & pensil)  Siapkan 2 (dua) anak: umur < 2 tahun & ≥ 2 tahun untuk setiap kelompok  Waktu: 90 menit (2 jam pelajaran @ 45 menit) Catatan: Alat-alat antropometri harus ditera secara berkala (Badan Meterologi) 44
  • 45.
    PRAKTEK MENIMBANG BBDAN MENGUKUR TB/PB (lanjutan…)  Pasang dacin di tiang yang kuat  Pasang timbangan pegas ditempat datar atau di meja (untuk “Baby scale” )  Pasang microtoise di dinding yang rata setinggi 2 m  Pasang “Stadiometer”/”Length board” di meja  Setiap kelompok menanyakan identitas anak (nama, jenis kelamin dan umur/ tanggal lahir) serta menimbang & mengukur TB atau PB anak  Plotkan di KMS untuk melihat arah pertumbuhan anak  Tentukan status gizi anak
  • 46.
    Menggunakan GPA  BukuGPA terdiri dari 8 macam grafik yang dibedakan berdasarkan jenis kelamin untuk anak umur 0-2 tahun dan umur 2-5 tahun. Untuk tiap kelompok umur terdiri dari 4 macam grafik yaitu PB/U atau TB/U, BB/U, BB/PB atau BB/TB, IMT/U  Hasil pengukuran akan diplot pada garis grafik untuk setiap indikator pertumbuhan. Pada saat memplot di grafik, umur anak diplot pada bulan penuh. Sedangkan untuk angka panjang/tinggi badan dibulatkan menjadi angka tanpa desimal yang terdekat, misalnya 0,1 s.d 0,4 dibulatkan ke bawah, sedangkan ≥0,5 dibulatkan ke atas. Kemudian tentukan status gizi berdasarkan tabel Indikator Pertumbuhan
  • 47.
  • 48.
    LATIHAN SOAL 6. Della,seorang anak perempuan lahir pada tanggal 21 April 2009. Ia datang bersama ibunya ke Puskesmas Cempaka pada tanggal 30 September 2009. Hasil pengukuran panjang badannya 70 cm dan BB 7,6 kg. a. Hitung umur Della b. Lakukan ploting menggunakan BB/PB indikator c. Tentukan status gizi Della 7. Seorang anak laki-laki bernama Suroto, lahir di Martapura tanggal 5 Oktober 2009. Suroto datang ke Puskesmas pada tanggal 29 Oktober 2010. Hasil pengukuran panjang badannya 74,5 cm dan berat badan 8 kg a. Hitung umur Suroto b. Lakukan ploting menggunakan BB/PB indikator c. Tentukan status gizi Suroto 48
  • 49.
    LATIHAN SOAL 8. Anakperempuan bernama Tini lahir di Timika pada tanggal 20 Januari 2010. Ia dirujuk ke Puskesmas tanggal 2 juni 2010, hasil pengukurannya PB 66,8 cm dan berat badan 4 kg. a. Hitung umur Tini b. Lakukan ploting menggunakan BB/PB indikator c. Tentukan status gizi Tini 9. Anak perempuan bernama Grace, lahir di Manado tanggal 2 Februari 2007. Ia datang ke Puskesmas pada tanggal 25 Februari 2010. Hasil pengukurannya sebagai berikut: TB 105 cm dan berat badan 20 kg a. Hitung umur Grace b. Lakukan ploting menggunakan BB/TB indikator c. Tentukan status gizi Grace
  • 50.
  • 51.
  • 52.
    JAWABAN LATIHAN SOAL 1.Pada umur 7 bulan berat badan anak naik (N) dibanding dengan bulan sebelumnya karena grafik BB pada KMS mengikuti garis pertumbuhan dan kenaikan BBnya >KBM (>300gr). Pada umur 8 bulan berat badan anak naik (N) karena grafik BB mengikuti garis pertumbuhan dan kenaikan BBnya >KBM (>300gr). 2. Berat badan anak dua bulan berturut-turut naik rata-rata 0,2 kg sesuai dengan KBM dan grafik Bbnya mengikuti garis pertumbuhan. 3. Pada umur 5 bulan, grafik BB anak menurun dan berada tepat pada garis pertumbuhan dibawahnya (T) dan kenaikan BBnya <KBM (<500). Selanjutnya pada umur 6 bulan grafik BB anak semakin menurun (T) dan kenaikan BB nya <KBM (<400). Artinya anak ini mengalami dua kali tidak naik berturut-turut sehingga harus dirujuk ke Puskesmas. 52
  • 53.
    JAWABAN LATIHAN SOAL(lanjutan ….) 4. Berat badan anak pada waktu umur 9 bulan tidak naik (T) dibanding dengan bulan sebelumnya karena grafik BB anak menurun ke arah garis pertumbuhan di bawahnya dan kenaikan BB <KBM (<300) dan pada waktu umur 10 bulan berat badan juga tidak naik (T), karena grafik BB nya menurun mengarah ke garis pertumbuhan di bawahnya dan kenaikan BB <KBM (<300) 5. Berat badan anak pada waktu umur 4 bulan naik (N), grafik BB anak mengikuti garis pertumbuhan diatasnya dan kenaikan BB >KBM. Sedangkan pada waktu umur 5 bulan anak tersebut tidak naik (T) karena grafik BB anak menurun mengikuti garis pertumbuhan di bawahnya dan kenaikan BB <KBM 53
  • 54.
    JAWABAN LATIHAN SOAL(lanjutan ….) 6. Status Gizi Della baik : BB/TB pada < - 1 SD 7. Status Gizi Suroto baik : BB/TB > -2 SD - < - 1 SD 8. Status Gizi Tini buruk : BB/TB < -4 SD 9. Status Gizi Grace lebih : BB/TB > 2 SD 54

Editor's Notes